P. 1
RKPD-JawaBarat-Tahun2008

RKPD-JawaBarat-Tahun2008

|Views: 477|Likes:
Dipublikasikan oleh Deandhy Koeswara

More info:

Published by: Deandhy Koeswara on Oct 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

DRAFT 3

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008

BADAN PERENCANAAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2008

KATA PENGANTAR
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting. Selain berfungsi memberi arah bagi proses pembangunan jangka panjang dan jangka menengah; perencanaan tahunan daerah juga akan menjadi dasar bagi proses penganggaran, pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan tahunan daerah. Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional, perencanaan

pembangunan daerah provinsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan tahunan nasional dan kabupaten/kota. Dalam konteks ini, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) akan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan/atau Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Daerah dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Draft 3 ini merupakan rancangan awal hasil pembahasan baik ditingkat internal Bapeda Provinsi Jawa Barat, maupun dengan SKPD Provinsi yang telah dilaksanakan oleh masing-masing bidang. Selanjutnya rancangan awal RKPD ini akan disempurnakan melalui pembahasan dengan Gubernur, Kabupaten/Kota, serta penyebaran angket melalui media massa, untuk memperoleh masukan yang berharga bagi penyempurnaan Rancangan Awal RKPD tahun 2008 ini. Akhir kata, kiranya Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Draft 3 ini masih sangat perlu mendapat masukan dari semua pihak, agar dapat disempurnakan menjadi Rancangan RKPD yang sesuai dengan keinginan pemerintah dan masyarakat Jawa Barat.

Bandung, Kepala,

2007

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

Prof. DR.Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA Pembina Tingkat I NIP. 131 414 797

i

KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI …………………………………..……………………………………………. DAFTAR TABEL ..............................................................................................

i ii iii

BAB I

PENDAHULUAN ………….....…………………….………………………… 1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1.1.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah ...................................... 1.1.2 Landasan Hukum ............................................................ 1.2 Tujuan, Sasaran dan Fungsi ....................................................... 1.2.1 Tujuan ........................................................................... 1.2.2 Sasaran .......................................................................... 1.2.3 Fungsi ............................................................................ 1.3 Pendekatan dan Proses Penyusunan RKPD ................................... 1.4 Sistematika ................................................................................ ISU STARTEGIS PEMBANGUNAN DAERAH ................................... 2.1 Perkembangan Pembangunan Daerah ......................................... 2.2 Isu Strategis .............................................................................. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH ......................................... 3.1 Kerangka Ekonomi Daerah ......................................................... 3.1.1 Perkembangan Ekonomi Daerah ...................................... 3.1.2 Perkembangan Ekonomi Regional 2007-2008 …………………. 3.2 Prioritas Pembangunan Daerah ……………………………………………….. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2008 .......................... 4.1 Matriks Rencana Kerja Prioritas Pembangunan Tahun 2008 ……….. 4.2 Matriks Rencana Kerja Penunjang Pembangunan Tahun 2008 ……. ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH ………………………………… 5.1 Kerangka Anggaran Daerah …………………………………………………….. 5.1.1 Kondisi APBD ………………………………………………………………. 5.1.1.1 Pendapatan Daerah …………………………………………. 5.1.1.2 Belanja Daerah ……………………………………………….. 5.1.1.3 Pembiayaan Daerah ............................................ 5.1.2 Alokasi APBN .................................................................. 5.2 Kebijakan Anggaran ……………………………………………………………….. 5.2.1 Kebijakan Pendapatan Daerah ………………………………………. 5.2.2 Kebijakan Belanja Daerah …………………………………………….. 5.3 Alokasi Anggaran Indikatif Tahun 2008 ....................................... 5.3.1 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ........... 5.3.2 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ………… PENUTUP………………………………………………………………………

I-1 I-1 I-2 I-3 I-5 I-5 I-5 I-5 I-5 I-8 II-1 II-2 II-20 III-1 III-2 III-2 III-5 III-7 IV-1 IV-4 IV-24 V-1 V-1 V-2 V-2 V-5 V-8 V-8 V-12 V-12 V-13 V-15 V-15 V-17 VI-1

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

BAB VI

i

.........................3 Tabe 5.........................5 Tabel 5. Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi pada 9 Sektor PDRB ......................................... Rekapitulasi Daftar Kegiatan APBN/PHLN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 Berdasarkan Departemen/LPND .....7 Tabel 5..............................2 Tabel 5................................................... Jumlah Dana APBN Tahun 2004 s/d 2007 .................................................. Proyeksi Ekonomi dan Sosial Makro Tahun 2008 ...DAFTAR TABEL Tabel 2.................... Alokasi Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan (APBN) Per-SKPD di Provinsi Jawa Barat .......................................2 Tabel 5...................................................................6 Tabel 5...................13 Gambaran Indiaktor Makro Pembangunan Jawa Barat Tahun 2002 s/d 2006 ………………………………………………………………………........8 Tabel 5.............................. Perkembangan Dana Pembangunan Berbagai Sumber Dana di Provinsi Jawa Barat tahun 2004 s/d 2007 ..9 Tabel 5..12 Tabel 5... Perkembangan Pembiayaan Tahun 2003 s/d 2007 ............................................. Perkembangan Komponen Pendapatan Tahun 2000-2007 dan Proyeksi Tahun 2008 .......1 Tabel 5...........................................10 Tabel 5..........4 Tabel 5... II-2 III-6 III-8 V-2 V-3 V-4 V-4 V-5 V-6 V-7 V-8 V-9 V-10 V-11 V-11 V-13 ii .......... Perkembangan Total Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007 ........... Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007...1 Tabel 3....11 Tabel 5.................. Rekapitulasi Daftar Kegiatan APBN/PHLN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2006 Berdasarkan Departemen/LPND ........................ Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 s/d 2007 ...... Perkembangan Rincian Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007 ........ Perkembangan Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s/d 2007 Perkembangan Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 s/d 2007 .............1 Tabel 3..........

........... Interaksi Kebijakan Pembangunan .........1 Gambar 5.... III-2 V-15 V-16 iii ..2 Bagan Alir Penetapan Pembangunan Daerah .........DAFTAR GAMBAR Gambar 3................................................. Sumber Dana dalam Kebijakan Tahunan Daerah ...............1 Gambar 5..............

tahun 2008 ini akan merupakan rencana tahun terakhir dari pelaksanaan Renstra Pemerintah Jawa Barat. Pada tahun 2008 Provinsi Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . Sebagaimana juga dialami oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. melalui urutan pilihan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB I PENDAHULUAN 1. Renstra Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat disusun untuk jangka waktu 2003-2008. Oleh karenanya. tingkat keberhasilan dari rencana tahun ini akan menentukan keberhasilan dari kepemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat selama periode 20032008. Dalam konteks ini. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan tahunan daerah. Bentuk tantangan lain adalah berbagai permasalahan internal yang dialami oleh daerah. perencanaan pembangunan daerah provinsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan tahunan nasional dan kabupaten/kota. tingkat keberhasilan dari rencana tahun ini akan sangat mewarnai hasil dari keseluruhan proses pembangunan pada periode sebelumnya. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) akan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan/atau Rencana Strategis (Renstra) Pemerintah Daerah dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP).1 LATAR BELAKANG Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. perubahan yang sangat cepat dari kerangka regulasi sejak tahun 2003 merupakan bentuk tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menyiasati proses pembangunan agar tetap sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam Renstra masing-masing daerah. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional. proses perencanaan merupakan hal yang sangat penting. Atau dengan kata lain. perencanaan tahunan daerah juga akan menjadi dasar bagi proses penganggaran. Dengan demikian. Selain berfungsi memberi arah bagi proses pembangunan jangka panjang dan jangka menengah. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.1 .

1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT diperkirakan masih dihadapkan kepada beberapa permasalahan strategis. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . program dan kegiatan yang direncanakan pada tahun 2008 tetap mengarah kepada pencapaian visi. rentannya bencana dan kerusakan lingkungan. Mengembangkan Tangguh.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah Visi Jawa Barat yang telah ditetapkan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Jawa Barat. Kedua. Ketiga. dan rendahnya ketahanan budaya masyarakat Jawa Barat. Dengan adanya berbagai tantangan tersebut.2 . Memantapkan Kinerja Pemerintahan Daerah. meluasnya penyebaran penyakit flu burung. selain untuk tetap sesuai dengan arah pembangunan pemerintah. seperti kependudukan. sehingga ditetapkan visi “Akselerasi Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Guna Pencapaian Visi Jawa Barat 2010”. kurangnya pengendalian pemanfaatan ruang. 1. maka perlu direformulasikan kembali isu strategis dan prioritas pembangunan yang baru. Dalam rangka mewujudkan visi akselerasi tersebut ditetapkan lima misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu : Pertama. misi dan target yang ditetapkan dalam Renstra Pemerintah Daerah. Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat. Upaya reformulasi ini sangat penting. Disamping itu peta politik di Jawa Barat akan diwarnai oleh penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagaimana telah ditetapkan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 20032008 dalam pengelolaan pemerintahan memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan Peningkatan hal tersebut. Meningkatkan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan. Struktur Perekonomian Regional yang Keempat. juga untuk mendorong agar kebijakan. yaitu “Dengan Iman dan Taqwa Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010”.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. 7. 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Nasional. 10. 5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kelima. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . 6. 3 Tahun 2005 Jo Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Perpu No. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. 9. 4.2 Landasan Hukum Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Provinsi adalah sebagai berikut : 1. 1.3 . 11.1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Budaya Daerah. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. 8.

050/264A/SJ. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. 20... Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Meneg PPN/Kepala Bappenas tentang dan Petunjuk Mendagri Teknis No. Tahun 2007 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2008..4 .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010... 19.. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. 15. 14. Provinsi Jawa Barat Tahun Penyelenggaraan Musrenbang tahun 2007. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. 23. 22. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Rencana Strategis Pemerintah Daerah 2003-2008. 18. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah.PPN/01/2007.. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.0008/M. 13.. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 16. 17. Peraturan Presiden Nomor . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 21.

kewilayahan. Pendekatan politik. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . antarsektor pembangunan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. dan lintas pelaku. 3. Pendekatan teknokratik.2. terdapat beberapa pendekatan yang digunakan.1 Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bertujuan untuk mewujudkan sinergitas antara perencanaan. 1. APBD maupun sumber lainnya yang sah. penganggaran. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antarwilayah. baik yang bersumber dari APBN. dan antartingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah.2 Sasaran Sasaran RKPD adalah menjadi acuan dan pedoman pembangunan daerah provinsi Jawa Barat.5 . c. yaitu: a. Pendekatan partisipatif. lintas sektor. 2. SASARAN DAN FUNGSI 1. 1.2. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Kabupaten/Kota. yaitu pendekatan yang menggunakan metode dan kerangka ilmiah yang dilaksanakan secara fungsional. Penyusunan RAPBD Provinsi Jawa Barat 1. yaitu merupakan penjabaran agenda-agenda pembangunan yang berdasarkan kebijakan kepala daerah maupun aspirasi masyarakat melalui DPRD. SKPD Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD).2.3 Fungsi RKPD Provinsi Jawa Barat berfungsi sebagai pedoman bagi : 1.2 TUJUAN.3 PENDEKATAN DAN PROSES PENYUSUNAN RKPD Dalam penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat. yaitu pendekatan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan. b.

4. Bapeda melaksanakan penyusunan Rancangan Awal RKPD dengan bahanbahan : hasil evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan tahun 2006. I . 8. Proses penyusunan RKPD Provinsi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.6 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 . 9. 5. Pemerintah Provinsi (Gubernur u. yaitu mengintegrasikan Rancangan Awal RKPD dengan Rancangan Renja SKPD yang diterima resmi dari Kepala SKPD. 3. Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008. Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode tahun 2006. 2. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. tugas dan fungsi keberhasilan permasalahan dalam periode sebelumnya. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 serta Rancangan Awal RKP.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT d. Pendekatan atas-bawah (top down). 7.p Kepala Bapeda Provinsi) sebagai peninjau mengikuti Rapat Koordinasi Pusat (Rakorpus) RKP Tahun 2008. Kepala SKPD melaksanakan Forum SKPD untuk mendapatkan susunan prioritas kegiatan dan program serta menampung rencana kerja tambahan ke dalam Rancangan Renja SKPD yang telah disusun. Pembahasan Rancangan Awal RKPD dengan para Kepala SKPD guna disepakati sebagai pedoman penyusunan Rancangan Renja SKPD. Penyusunan SKPD serta Rancangan capaian Renja SKPD dan oleh Kepala SKPD dengan memperhatikan Rancangan Awal RKPD. dan bawah-atas (bottom up) yaitu dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan melalui musyawarah. Peraturan Presiden No. Renstra SKPD. Penyampaian secara resmi dokumen Rancangan Awal RKPD kepada masingmasing Kepala SKPD untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan Rancangan Renja SKPD serta kepada Kabupaten/Kota untuk penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten/Kota. 6. Bapeda melaksanakan penyusunan Rancangan RKPD.

Hasil Musrenbangprov menjadi masukan untuk penyusunan Rancangan Akhir RKPD. 10. Rancangan RKPD Kabupaten/Kota serta melakukan penjaringan aspirasi masyarakat.p Kepala Bapeda Provinsi) sebagai peserta mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrengbannas) Tahun 2007. menyampaikan usulan prioritas rencana kegiatan hasil Musrengbangprov dan kebijakan perioritas daerah yang telah disesuaikan dengan agenda dan program prioritas pemabangunan nasional yang tertuang dalam rancangan RKP. Bapeda melakukan Penyusunan Rancangan Akhir RKPD dengan mempertimbangkan RKP tahun 2008 dan penyusunan naskah Rancangan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi. RKPD. 12. 11. 14. 13. rancangan awal Rencana Kerja Anggaran (RKA) SKPD dan rancangan awal kerangka regulasi menurut SKPD.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT menyampaikan aspirasi Daerah Provinsi terhadap agenda dan program prioritas nasional yang memerlukan dukungan pendanaan dekonsentrasi dan/atau tugas pembantuan pada tahun 2008.Kab. mensinkronkan agenda dan program prioritas pembangunan nasional dalam Rancangan RKP serta mensinkronkan Rancangan Renja KL untuk pendanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . Tujuannya adalah untuk merinci kegiatan prioritas pembangunan./Kota dan Masyarkat. Sosialisasi dan penyampaian secara resmi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang RKPD Tahun 2008 Kepada para SKPD. dengan Renja mensinergikan dokumen Rancangan Kementrian/Lembaga hasil Rakorpus. Penetapan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. Pemerintah Provinsi (Gubernur u.7 . Kepala Bapeda menyelenggarakan Musrenbangprov untuk mendapatkan program masukan bagi penyempurnaan Rancangan Rancangan RKP.

BAB II.2. Pendekatan dan Proses Penyusunan RKPD Menjelaskan pendekatan dan proses penyusunan RKPD sejak penyusunan rancangan awal RKPD.1. PENDAHULUAN 1. sasaran dan fungsi RKPD. Tujuan. 1.1. evaluasi pembangunan tahunan. capaian kinerja yang direncanakan dalam Renstra Pemerintah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. 1. Latar belakang 1. rancangan RKPD sampai dengan penetapan peraturan kepala daerah. serta aspirasi masyarakat yang disepakati dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I . 1. Sasaran dan Fungsi Menjelaskan tujuan. BAB III. Sistematika Menjelaskan isi bahasan tiap bab dalam RKPD. ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan rumusan evaluasi umum pembangunan daerah pada tahun sebelumnya dan isu strategis pembangunan daerah.1 Visi dan Misi Pemerintah Daerah.4. disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I. Mendeskripsikan visi dan misi jangka menengah daerah dan kaitannya dengan rencana kerja pada tahun rencana. musrenbang.4 SISTEMATIKA RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008.2 Landasan Hukum Mencantumkan peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD.8 . PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan prioritas pembangunan daerah berdasarkan isu strategis pembangunan daerah. 1. kerangka ekonomi daerah.3.1.

BAB VI. BAB V.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2008 Menjelaskan rumusan prioritas pembangunan. dan pembiayaan pembangunan daerah. sasaran program. lokasi. KERANGKA ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan kondisi keuangan daerah dari berbagai sumber dana dan kebijakan pemerintah daerah yang dalam hal pendapatan. sumber dana dan pelaksana kegiatan. belanja. PENUTUP Memuat kaidah pelaksanaan dan penegasan dalam menerapkan RKPD serta tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh pembangunan lainnya. SKPD dan pelaku Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 I .9 . program. indikasi kegiatan.

dan daya beli. Agribisnis. pada gilirannya diharapkan dapat menjadi pendorong dalam proses pembangunan dalam rangka akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat tahun 2010. Untuk itu pencapaian target pembangunan. masih perlu dioptimalisasikan dalam implementasinya. maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. Di samping itu. Berbagai upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat Jawa Barat pada tahun 2008 diharapkan lebih fokus pada program maupun kegiatan yang mempunyai daya ungkit pencapaian target dimaksud. yaitu pengembangan Sumber Daya Manusia. Disamping itu hal lain yang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . khususnya dalam upaya pencapaian Visi dan Misi yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. akan tetapi dipengaruhi oleh semua program maupun kegiatan yang dilakukan dan didanai oleh berbagai level Pemerintahan. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan 6 (enam) core business Jawa Barat. pariwisata. pendidikan. bisnis kelautan. yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan isu–isu strategis yang akan menjadi rujukan utama dalam menentukan prioritas pembangunan Jawa Barat tahun 2008. Keberhasilan dalam mendorong core business ini. industri manufaktur dan jasa yang didukung oleh penataan ruang yang mantap dan tersedianya infrastruktur yang memadai.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH Menyikapi berbagai perkembangan pembangunan. Pencapaian Indikator tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh tiga komponen saja yaitu kesehatan. diperlukan upaya kerja keras dari pemerintah dan masyarakat. baik itu Pemerintah Pusat. Perkembangan Indikator makro Jawa Barat sebagai representasi keberhasilan menggambarkan tingkat capaian seluruh bidang pembangunan di Jawa Barat pembangunan. Hal tersebut sangatlah penting apabila dikaitkan dengan pencapaian target indikator makro pembangunan yang masih kurang memenuhi target. Pemerintah Provinsi. baik yang terkait secara langsung dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ataupun yang dianggap sebagai penunjang. perkembangan pembangunan daerah di Jawa Barat dihasilkan melalui evaluasi terhadap indikator makro dan terhadap kinerja pembangunan Provinsi Jawa Barat secara umum selama kurun waktu Tahun 2006. Oleh karena itu. akan tetapi sesungguhnya dipengaruhi pula oleh semua bidang pembangunan. keberhasilan pencapaian Indikator makro bukan semata-mata intervensi dari program maupun kegiatan yang dilakukan dan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi.1 .

59 94.61 95. serta Rencana Strategis Pembangunan Jawa Barat 20032008.83 554.94 58.34 58.06 40.02 75.64 25 3 4 5 6 7 8 9 10 Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat dan Bapeda Provinsi Jawa Barat.87 78.1 Gambaran Indikator Makro Pembangunan Jawa Barat Tahun 2002 s.00 3.05 *) 10.1 PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DAERAH Karakteristik makro pembangunan daerah merupakan uraian tentang pencapaian hasil pelaksanaan strategi pembangunan daerah yang telah ditetapkan berdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang telah disepakati.51 12.00 1.00 2.93 34.10 28.17 27. Dalam bab ini akan diuraikan perkembangan setiap indikator tersebut.00 2.37 67. perbandingan dengan target tahunan.57 64.52 7.d.570.13 67. Indikator-indikator keberhasilan ini merupakan indikator pencapaian visi dan misi Jawa Barat oleh seluruh stakeholders.12 7. Tabel 2. 2006 NO 1 2 IPM Indeks Pendidikan Angka Melek Huruf (%) Rata-rata Lama Sekolah (tahun) Indeks Kesehatan Angka Harapan Hidup (tahun) Indeks Daya Beli Purchasing Power Parity (Rp) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Penduduk Miskin (%) Pengangguran (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) Jumlah Investasi (Trilyun Rp) Kawasan Lindung (%) *)Sumber BKKBN INDIKATOR 2002 67.28 66.46 69.51 13 TAHUN 2004 68.63 553. Tahun 2007 (diolah) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .52 17 2005 69.2 .23 65.91 5.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dijadikan sebagai dasar rujukan penentuan isu strategis adalah masalah terkini yang terjadi dalam skala nasional.57 59.53 551. Perkembangan indikator makro pembangunan Jawa Barat sampai dengan tahun 2006.00 2.99 - 2003 67.81 12.74 70.94 7.36 79. yang target setiap tahunnya telah ditetapkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Program Pembangunan Daerah (Propeda) Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2007.27 93.18 556.96 7.55 64.350.60 7.64 27.42 557.02 93.40 93.98 10.04 66.23 3. serta identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi setiap indikator tersebut.31 61.50 36.699. 2.25 27.05 80.45 78.93 57.100.29 11.69 4.25 5.94 29.08 59.95 6. dapat disajikan dalam tabel berikut.20 66.44 21 2006 70.110.35 79.

pada tahun 2006 adalah sebesar 70. yang dihitung dari rata-rata indeks pendidikan.65 poin. Hal tersebut menunjukkan masih terdapat 4. Bila dibandingkan dengan target IPM Jawa Barat tahun 2010 yang sebesar 80. merupakan gambaran kualitas pembangunan manusia. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . yaitu sebesar 0. IPM Jawa Barat.59.00. Dalam tempo 3 tahun yang tersisa sampai dengan Tahun 2010. IP dipengaruhi oleh Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Walaupun perlu diingat kembali bahwa IPM. indeks kesehatan.95 poin.8 % dari Total APBD tahun 2006. namun menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya. Besarnya angka peningkatan pada periode 2005 – 2006 tidak terlepas dari upaya peningkatan angka partisipasi sekolah melalui kegiatan Akselerasi Penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun yang ditargetkan tercapai pada tahun 2008 dan realisasi Role Sharing Pendanaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar antara Pusat.99 poin. Provinsi dan Kabupaten/Kota. Penduduk Jawa Barat yang masih buta aksara sebagian besar yaitu penduduk usia lanjut dan penduduk yang secara geografis sulit menjangkau sarana dan prasarana pendidikan. maka perkembangan rata-rata capaian IPM tahunannya adalah sebesar 0. Jawa Barat harus meningkatkan rata-rata capaian per tahun menjadi sebesar 3 poin.6 % dibandingkan dengan AMH tahun 2005. juga dengan adanya kebijakan anggaran pendidikan pemerintah yang berorientasi pada pemenuhan amanat UUD 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar minimal 20% dari Total APBD.3 . dan indeks daya beli.12 % pada Tahun 2006 atau terdapat kenaikan sebesar 0.88 % penduduk Jawa Barat yang belum bisa membaca dan menulis.02 poin dibandingkan tahun 2005 yang mencapai angka 79. Meskipun pada tahun 2006 total anggaran pendidikan di Jawa Barat baru mencapai angka 12. Memperhatikan perkembangan IPM Jawa Barat dari tahun ke tahun. AMH di Jawa Barat telah mencapai angka sebesar 95.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang disepakati sebagai indikator keberhasilan pembangunan di Jawa Barat berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 . dengan capaian yang cukup besar diraih pada periode tahun 20042005.2008. maka sampai dengan tahun 2006 masih terdapat gap sebesar 9. Indeks Pendidikan (IP) pada tahun 2006 sebesar 80.61 mengalami peningkatan sebesar 1.05.

223 ruang kelas dan SMP/MTs sebanyak 350 ruang kelas. Pada tahun 2006 tercatat angka anak usia 13-15 tahun yang belum sekolah atau tidak sekolah karena Drop Out (DO) sebanyak 37.58% dan APM 39. menunjukkan rata-rata penduduk Jawa Barat baru mencapai tingkat pendidikan kelas satu SMP. serta kendala geografis untuk daerah-daerah terpencil.317 anak. Upaya lain untuk mengatasi keterbatasan daya tampung yaitu dengan mengembangkan SMP Terbuka dan penerapan Double Shift di sekolah-sekolah yang tidak dimungkinkan lagi dilakukan penambahan ruang kelas baru. Pada tahun 2006 telah dilakukan pengembangan SMP Terbuka sebanyak 537 sekolah. Sedangkan pada jenjang SMA/Sederajat. Ditargetkan pada tahun 2008 semua sekolah yang mengalami kerusakan telah direhabilitasi dan semua kebutuhan RKB telah terpenuhi.87%.695 ruang kelas.74 tahun. APK 46.907 Milyar untuk rehabilitasi SD/MI sebanyak 2. serta RKB SMP/MTs sebanyak 700 ruang kelas. terbatasnya kapasitas daya tampung sekolah. Pada tahun 2006 tercatat jumlah SD/MI yang mengalami rusak berat sebanyak 44. Pemerintah Jawa Barat melalui Role Sharing Pendanaan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dasar bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota. namun kehadirannya belum bisa menyelesaikan semua persoalan. dan SMA/SMK sebanyak 223 ruang kelas. Keterbatasan daya tampung sekolah lebih dipengaruhi oleh tingginya tingkat kerusakan bangunan sekolah di seluruh kabupaten/kota dan tidak meratanya persebaran sekolah.4 . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Meskipun Pemerintah Pusat telah meluncurkan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM bidang pendidikan melalui penyaluran Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs).34% dan APM 61. SMP/MTs sebanyak 1. APK 77.419 anak dan yang terancam DO sebesar 134.102 ruang kelas.38%. karena kebutuhan operasional sekolah seperti biaya pengadaan buku sekolah dan biaya transportasi masih tetap menjadi beban orang tua murid. Sementara pada jenjang SMP/Sederajat. Beberapa persoalan yang menyebabkan belum optimalnya angka partisipasi sekolah yaitu biaya sekolah yang tinggi dibarengi dengan rendahnya kemampuan daya beli masyarakat. sejak tahun 2006 telah menyalurkan dana sebesar Rp 172.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Berkaitan dengan RLS Tahun 2006 sebesar 7.97%. APK untuk jenjang SD/Sederajat sebesar 103. kendala budaya dan/atau tradisi di masyarakat. Pada tahun 2005.96% dan APM sebesar 93. Masih rendahnya RLS Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh angka partisipasi sekolah baik Angka Partisipasi Kasar (APK) maupun Angka Partisipasi Murni (APM) terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Minimnya sarana dan prasarana pendidikan dan cukup jauhnya jarak antara tempat tinggal penduduk dengan letak sekolah. Upaya yang telah dilakukan pada tahun 2006 yaitu kegiatan pembangunan 10 Unit Sekolah Baru (USB) SMP di kabupaten dengan IPM terendah. membuat Jawa Barat semakin rentan terhadap segala bentuk pengaruh budaya asing. Selain itu. Diterapkannya muatan pendidikan nilai-nilai budaya daerah terhadap anak usia Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . dengan semakin heterogennya Masyarakat Jawa Barat dan semakin mudahnya akses informasi dan pengaruh budaya asing masuk ke Jawa Barat. perlu dilakukan sejak dini. semakin tingginya angka kenakalan. penyalahgunaan narkoba. dan pergaulan bebas di kalangan remaja.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Adapun untuk kendala geografis. juga dipercaya disebabkan oleh lunturnya norma-norma masyarakat yang notabene adalah nilai-nilai luhur budaya daerah. sarana dan prasarananya telah dibangun hampir di semua kabupaten/kota. Selain itu bahasa daerah sebagai Bahasa Ibu masyarakat Jawa Barat juga semakin berkurang intensitas dan kualitas penggunaannya baik di pergaulan sehari-hari maupun di lingkungan formal seperti di pemerintahan atau lembaga pendidikan. ditunjukkan oleh masih adanya daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh sarana dan prasarana pendidikan. yang ditujukan untuk menampung lulusan SD di daerah-daerah terpencil. Manajemen Berbasis Sekolah pada setiap jenjang pendidikan telah dilaksanakan walaupun hasilnya belum optimal dan bervariasi. Berbagai upaya yang perlu dilakukan sebagai bentuk pencegahan. Selain itu pemerintah Jawa Barat juga terus mengupayakan pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di daerahdaerah terpencil meskipun masih menghadapi kendala rendahnya minat masyarakat dan kurangnya tenaga tutor PKBM. dan telah mulai dirasakan efeknya. selain karena faktor pendidikan keluarga. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin rendahnya apresiasi dan aspirasi masyarakat terhadap bentuk-bentuk kesenian dan tradisi daerah yang sebenarnya mengandung banyak nilai kearifan lokal. adalah kondisi yang terjadi di daerah-daerah tersebut. namun belum dimanfaatkan dengan optimal. Sementara itu. Begitu juga dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan. berdasarkan hasil evaluasi pada tahun 2006.5 . Beberapa kendalanya yaitu terbatasnya jumlah dan kualitas SDM pengelola SIM Pendidikan di kabupaten/kota. Nilai-nilai budaya daerah mulai berkurang atau luntur di kalangan masyarakat terutama di kalangan usia sekolah. Berkaitan dengan tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. serta kurangnya upaya pemutakhiran data dan informasi.

Rumah Sakit Slamet Garut dan Rumah Sakit Sunan Gunung Jati Cirebon. meninggal 16 orang. melakukan vaksinasi massal pada ayam milik masyarakat menyediakan 47.036 juta dosis disertai sarana penyimpanan vaksin. dan pengembangan nilai-nilai yang ada di dalamnya ke daerah lain. meningkatkan pengamatan penyakit baik langsung di lapangan maupun secara laboratorium melalui pengujian rapid test AI. meningkatkan biosecurity melalui penyediaan desinfektan sprayer. 69. menunjukkan bahwa rata-rata usia penduduk Jawa Barat adalah 67. akan menjadi salah satu strategi yang optimal. Upaya penanganan permasalahan wabah flu burung dengan kegiatan pengawasan lalu lintas ternak melalui pemeriksaan kesehatan hewan / unggas di perbatasan provinsi yaitu check point dengan Banjar dan Losari. mempresentasikan derajat kesehatan masyarakat suatu wilayah pada periode waktu tertentu yang diukur melalui angka harapan hidup waktu lahir (AHHe0).8 tahun meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 66.23 dan belum mencapai kondisi yang sesuai dengan angka harapan hidup maksimal standar UNDP sebesar 85 tahun. Namun peningkatan AHH tersebut masih di bawah proyeksi nasional yaitu 68. Sepanjang tahun 2006 terdapat beberapa kejadian dan kasus penyakit menular wabah flu burung (Avian Influenza).23. dalam penanganan kasusnya. Dengan kondisi tersebut. revitalisasi lembaga kesenian dan kebudayaan daerah yang ada di Jawa Barat juga perlu dilakukan. pada tahun 2004 sebesar 67. Di samping itu.6 .57 tahun.28 pada tahun 2005. maka Jawa Barat masih perlu mengakselerasi program dan kegiatannya untuk memperpendek rentang umur 17. dan menjadi 70. Dari sisi Angka Harapan Hidup (AHH).2006. HIV-AIDS dan penyakit menular lainnya serta masalah gizi buruk pada bayi dan balita. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Indeks Kesehatan (IK) sebagai salah satu komponen penting dalam perhitungan IPM. Rumah Sakit Rotinsulu.13 pada tahun 2006. meningkatkan dan memberikan penyuluhan pada masyarakat. Indeks kesehatan Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama periode 2004 . konfirmasi 23 orang dan meninggal 19 orang. Di Jawa Barat sampai dengan kondisi bulan Oktober 2006 telah menyebar ke Kabupaten dan Kota dengan jumlah kasus suspect 110 orang.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dini dan usia pendidikan dasar. serta menyiapkan rumah sakit rujukan yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin.2 tahun. Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu pelestarian cagar dan desa budaya.

Selain itu juga dilakukan pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat.729 kasus. Ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah merupakan hal yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. melalui aktivitas Posyandu. Kasus persampahan di kota besar seperti Kota Bandung. memutus mata rantai penularan dari ibu ke anak melalui Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT). pemenuhan obat.7 . Upaya meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat di Jawa Barat. mengindikasikan bahwa masalah persampahan di perkotaan belum memadai. upaya deteksi dini khususnya untuk kejadian-kejadian penyakit menular.356 HIV dengan 62 % penularan HIV karena penyalahgunaan napza suntik. sementara di perdesaan 31%. meningkatkan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di bawah koordinasi Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA).154 kasus terdiri 798 AIDS dan 1. pada tahun 2006 dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana puskesmas dengan jaringannya. peningkatan sumber daya tenaga kesehatan baik kuantitas maupun kualitas. terutama kaitannya dengan tempat pembuangan akhir (TPA) dan peranan Pemerintah Provinsi dalam mengkoordinasikan TPA ini masih dirasakan belum memadai. RS Bungsu dan RS Balai Sartika. Cakupan pelayanan air bersih di perkotaan baru mencapai 46%. Adapun penanggulangannya. RS Ujung Berung. Kemudian juga menerapkan standar pengamanan untuk donor darah di PMI. Polindes. dan upaya-upaya perbaikan lingkungan. sampai dengan September 2006 jumlah kasus sebanyak 2. Gerakan Sayang Ibu. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan melalui fasilitasi pelaksanaan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). dan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Tabungan bagi ibu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat merupakan Provinsi yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS terbesar ke-2 setelah DKI Jakarta. Selain itu juga upaya pengurangan dampak buruk HIV/AIDS yang disebabkan penyalahgunaan narkoba suntik. dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT). Sementara itu. dilakukan dengan menyiagakan Rumah Sakit Rujukan dan Unit Pelayanan Kesehatan seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Pos Kesehatan di Pesantren. Pada tahun 2006 kasus gizi buruk pada bayi dan balita tercatat 24. kasus penyakit lainnya yang terjadi adalah gizi buruk pada bayi dan balita. pengambilan spesimen penderita dan kontak untuk diperiksa. melaksanakan penyelidikan epidemiologi pada penderita suspect.

belum stabilnya nilai tukar rupiah dan kenaikan BBM.622 orang dan jumlah bidan sebanyak 6. menurun dari tahun 2005 yang sebesar 11.29% dan pada tahun 2006 menjadi 29. Tingginya angka pengangguran akan memiliki implikasi terhadap keamanan dan stabilitas regional.000 orang. Tinggi rendahnya TPT mengalami kepekaan terhadap dinamika pasar kerja dan tingkat kesejahteraan masyarakat. banyak disebabkan oleh faktor eksternal Jawa Barat. Proporsi penduduk miskin di Jawa Barat masih menunjukkan angka yang tinggi.atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005 yang sebesar 59.919 orang bidan yang tinggal di desa.18 dengan tingkat kemampuan daya beli sebesar Rp 556.91%. Pada tahun 2006 terdapat 998 puskesmas yang didukung oleh 1. dan menjadi 3.481 orang dan 3. Hal ini mengindikasikan bahwa angkatan kerja yang begitu besar di Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .8 juta KK.100.-. Adapun angka riil keluarga miskin tahun 2005 sebanyak 2.6 namun tidak tersebar dengan merata. ketersediaan sumberdaya manusia kesehatan.8 .110. jauh lebih rendah dari kondisi ideal 1 puskesmas berbanding 30.465 puskesmas pembantu dan 527 unit puskesmas keliling. Desa Sehat dan Desa Siaga). Hasil Suseda 2006 menggambarkan bahwa TPT Jawa Barat mencapai 10.95%. Relatif lambatnya peningkatan kemampuan daya beli masyarakat Jawa Barat.819 orang penduduk. Pada tahun 2005 tercatat proporsi penduduk miskin dari total keluarga di Jawa Barat sebesar 28. Dibandingkan dengan jumlah penduduk menghasilkan rasio 1 puskesmas berbanding 40. Sementara itu jumlah dokter umum di puskesmas sebanyak 1. Faktor-faktor tersebut cukup menekan laju pengembangan kemampuan daya beli masyarakat. Pada tahun 2006. Indeks daya beli masyarakat Jawa Barat pada tahun 2006 adalah sebesar 59.88%. Rasio dokter umum per puskesmas adalah 1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT bersalin (Tabulin) serta peningkatan kesehatan lingkungan (SARASA. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan proporsi jumlah penduduk yang mencari pekerjaan secara aktif terhadap jumlah seluruh angkatan kerja..05%. Pelayanan kesehatan berkaitan dengan ketersediaan sarana kesehatan baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. peralatan dan obat-obatan. seperti belum mantapnya kebijakan ekonomi makro Nasional.42 poin dengan tingkat kemampuan daya beli yang sebesar Rp 557. TPT penduduk laki-laki sebesar 8.02 juta KK pada tahun 2006.79% dan TPT penduduk perempuan sebesar 15.

selanjutnya di sektor perdagangan 25.89 juta pada tahun 2006. Beban tingginya angka pengangguran yang ditanggung Provinsi Jawa Barat disebabkan antara lain tidak sebandingnya jumlah pertumbuhan angkatan kerja dengan laju pertumbuhan kesempatan kerja yang menjadi pemicu timbulnya permasalahan sentral dalam ketenagakerjaan. Jumlah investasi yang terus berkembang ini. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) periode tahun 2004 – 2006 mengalami kenaikan yang signifikan. Laju inflansi Jawa Barat pada tahun 2006 sebesar 6. sedangkan pada tahun 2005 menjadi 5.029 juta pada tahun 2005 menjadi 1. dan memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbunan ekonomi selama periode tahun 2004 – 2006. Jumlah Investasi Jawa Barat berdasarkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) selama periode tahun 2004 – 2006 terus mengalami pertumbuhan. antara lain melalui program pemberian kerja sementara di desa. Struktur Ketenagakerjaan di Jawa Barat pada tahun 2006 masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 26. Hal yang mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflansi. sektor industri 17. sektor jasa 13.31%. menunjukkan bahwa realisasi telah melampaui target.37%.08%. LPE Jawa Barat pada tahun 2004 sebesar 5.37%. bahkan jika diperhatikan berdasarkan skenario target yang telah ditetapkan. terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. dan Rp 75. sebagai akibat lapangan pekerjaan yang kurang dan tingkat kompetensi angkatan kerja yang rendah. Angkatan kerja pada tahun 2006 sebesar 17. mengindikasikan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat.34 juta meningkat dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 17.04 juta orang.15% lebih rendah dari inflasi tahun 2005 sebesar 18. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . dari Rp 40. sedangkan yang mencari pekerjaan terjadi penurunan dari 2.02% pada tahun 2006.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat belum terserap secara optimal oleh sektor-sektor formal. pengiriman tenaga kerja keluar negeri serta pemberian pelatihan agar kualitas tenaga kerja semakin produktif. Apabila dibandingkan dengan tahun 2005. Gambaran ini menunjukkan terjadinya kecenderungan peningkatan investasi di Jawa Barat sebagai dampak membaiknya iklim investasi.52 triliun pada tahun 2004.60%.9 .6%. dan menjadi 6. Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanggulangan pengangguran. Rp 61.44 triliun pada tahun 2005.64 triliun pada tahun 2006. namun di sisi lain terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan dan jasa.51%.

806 Ha. Gambaran ini menunjukkan terjadinya kecenderungan peningkatan investasi yang merupakan kontribusi dari peningkatan investasi PMA maupun PMDN sebagai dampak membaiknya iklim investasi.500 Ha. Bogor.386 Ha dan kawaan lindung di luar kawasan hutan seluas 196. Target pencapaian kawasan lindung pada tahun 2006 yaitu sebesar 25 % dengan rincian kawasan hutan sebesar 12% dan kawasan lindung non hutan sebesar 13%.146 Trilyun. Bandung.968 Trilyun. dalam rangka peningkatan fungsi lindung pada kawasan hutan dilaksanakan melalui upaya preventif maupun kuratip. Dari Neraca Sumber Daya Hutan Jawa Barat tahun 2005. 14.10 . upaya-upaya preventif dilakukan melalui operasi pengamanan kawasan hutan dan pembentukan PAM swakarsa di beberapa kabupaten. dewasa ini negara kita termasuk Provinsi Jawa Barat. Peningkatan fungsi lindung pada kawasan hutan baik hutan lindung maupun hutan konservasi terus diupayakan dari berbagai sumber anggaran.92 Ha atau sebesar 12% sehingga target luasan kawasan lindung yang berupa kawasan hutan sudah dapat tercukupi. melalui Dana APBD telah dilaksanakan rehabilitasi hutan konservasi di Cagar Alam Kamojang. Maka. Indikator kelestarian hutan sebagai tujuan akhir dari proses pengelolaan hutan dapat dilihat dari status hukum kawasan hutan yang ditandai dengan tanda batas yang jelas di lapangan oleh karena itu untuk menjamin status hukum kawasan hutan sampai dengan tahun 2006 sudah dilaksanakan penataan batas kawasan konservasi sebanyak 13 unit.543. Sukabumi. Papandayan dan Gunung Tilu seluas 2. kawasan hutan lindung dan konservasi adalah 447. Dlam hal Ketahanan pangan. menghadapi masalah meningkatnya harga beras yang tentunya sangat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . sementara itu di hutan lindung sampai dengan tahun 2006 telah dilaksanakan reboisasi seluas 41.479 Ha atau 11.371 Trilyun. Selain itu.25 %. pada tahun 2004 sebesar Rp. juga saresehan Kepala Desa di sekitar Hutan. tahun 2005 sebesar Rp. 18. dan pada tahun 2006 sebesar Rp 21. Pada kawasan lindung non hutan juga dipasang tanda batas di lapangan berupa Bench Mark yang menghubungkan jaringan titik kontrol geodetik sebanyak 750 titik di Kabupaten Tasikmalaya.25%. secara keseluruhan pencapaian kinerja kawasan lindung sebesar 23.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara keseluruhan realisasi PMA/PMDN mengalami peningkatan. Garut. Sementara kawasan lindung non hutan yang berasal dari lahan-lahan masyarakat dan perkebunan yang berfungsi sebagai hutan sekunder maupun hutan primer yaitu sebesar 417.

jalan provinsi. berdasarkan status jalan. Natal. 620/4135/Sarek perihal Ruas-ruas Jalan Provinsi di Jawa Barat) 3.199.69 km (sesuai Kepmen Kimpraswil No.74 km dan jembatan sebanyak 157 buah dengan panjang 4. sehingga memicu kenaikan harga beras. Indeks aksesibilitas dan mobilitas masing-masing adalah perbandingan antara panjang jalan dengan luas wilayah dan perbandingan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . sumberdaya air.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT memberatkan masyarakat. Pada aspek transportasi. Idul Adha dan Tahun Baru.520. jaringan listrik.18 km dan jembatan sebanyak 1. Infrastruktur wilayah merupakan aspek yang penting dalam pembangunan daerah. 620 / SK – 74 Peny. Jaringan Jalan Non Status pada jalur horizontal Jawa Barat Bagian Selatan sepanjang 257.303 buah dengan panjang 15. Infrastruktur wilayah yang terdiri dari infrastruktur transportasi.498.11 . 4. sistem jaringan jalan yang ada di Provinsi Jawa Barat dapat dibagi menjadi jaringan jalan nasional. Jaringan Jalan Provinsi sepanjang 2. Selain itu Jawa Barat memberikan kontribusi terhadap produksi padi nasional sebesar 18%. Walaupun total produksi setiap tahun selalu surplus.00 meter. Jaringan Jalan Kabupaten/Kota sepanjang 14. Jaringan jalan tol dengan panjang ± 251.2 juta ton padi sampai dengan Bulan November 2006. jalan non status. Tingkat pelayanan jaringan jalan dapat diukur dengan indeks aksesibilitas. mobilitas dan tingkat kemantapan jalan.00 meter (sesuai Surat Gubernur Jawa Barat kepada Menteri Pekerjaan Umum No.140.Prog/98) 5. Pada dasarnya Provinsi Jawa Barat telah berhasil memproduksi sekitar 9.5 ribu ton. Jaringan Jalan Nasional sepanjang 1. jalan kabupaten/kota serta jalan tol dengan rincian sebagai berikut : 1. serta sarana dan prasarana permukiman berperan sebagai pengarah pembentukan struktur ruang.046. 375/KPTS/M/2004) 2.181 km (sesuai Kep-Gub No. Penyebabnya antara lain adalah mundurnya masa tanam akibat kekeringan cukup panjang yang melanda Provinsi Jawa Barat yang mengakibatkan keterlambatan suplai beras dan peningkatan kebutuhan masyarakat yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. namun produksi di bulan-bulan tertentu selalu terjadi defisit.0 km. sementara kebutuhan beras per bulan masyarakat Jawa Barat sebesar 367. pemenuhan kebutuhan wilayah. pemacu pertumbuhan wilayah serta pengikat wilayah.

Berdasarkan hasil survey Ditjen Perhubungan Darat. Sedangkan tingkat kemantapan jalan adalah kondisi ruas jalan didasarkan oleh nilai International Roughness Indeks (IRI) dan Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) jalan yang diperoleh melalui pengukuran dan penghitungan di lapangan.53 dan 0. Sedangkan pengertian ruas jalan tidak mantap adalah ruas jalan yang dalam kenyataannya sehari-hari masih berfungsi melayani lalu lintas dengan kondisi rusak ringan dan rusak berat. Selain itu. belum dapat terlayani dengan optimal oleh berbagai bandara yang ada di Jawa Barat. Sampai dengan akhir tahun 2006. bencana alam banjir dan kekeringan masih terus terjadi tersumbatnya muara sungai karena sedimentasi yang tinggi.1% dari yang ditargetkan sebesar 88. Oleh karena itu.45. Jalan dengan kondisi mantap adalah ruas jalan dengan kondisi baik dan sedang. Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dan beberapa bandara perintis lainnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menampung kebutuhan penumpang dan kargo baik domestik maupun internasional. Kondisi ini masih perlu ditingkatkan mengingat standar pelayanan minimal untuk indeks aksesibilitas dan mobilitas di Provinsi Jawa Barat masing-masing adalah 1. keberadaan bandar udara di Jawa Barat dirasakan masih belum memadai untuk menampung demand yang ada.12 .000 penduduk.0. Demikian pula halnya dengan kebutuhan kargo domestik dan internasional yang terus meningkat.5 dan 1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 antara lain akibat menurunnya kapasitas infrastruktur sumber daya air dan daya dukung lingkungan serta II . layanan infrastruktur sumber daya air dan irigasi ditinjau dari aspek pemenuhan kebutuhan air baik untuk menunjang kegiatan pertanian maupun kebutuhan domestik juga masih kurang memadai. Sementara itu. Sedangkan tingkat kemantapan jalan baru mencapai 86. Pada aspek sumber daya air dan irigasi. indeks aksesibilitas dan mobilitas di Provinsi Jawa Barat masing-masing baru mencapai angka 0. Tingkat pelayanan ruas jalan mantap adalah ruas jalan dengan umur rencana yang dapat diperhitungkan serta mengikuti suatu standar perencanaan teknis.0 %. dimana sekitar 40 % infrastuktur irigasi masih dalam kondisi rusak berat dan ringan sehingga intensitas tanam pada sawah di daerah irigasi yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru mencapai sekitar 187 %. 16 % penumpang domestik dan internasional di Bandara Soekarno Hatta berasal dari Provinsi Jawa Barat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT panjang jalan dengan 1. Demikian pula halnya dengan kondisi jaringan irigasi. dalam beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan persiapan pembangunan bandara internasional Jawa Barat.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa Barat diperlukan jaminan pasokan ketenagalistrikan dan peningkatan layanan serta cakupan infrastruktur bagi masyarakat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Cakupan pelayanan infrastruktur listrik perdesaan di Jawa Barat masih belum optimal. Hal ini merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu proses pembangunan di Jawa Barat. mengingat masih rendahnya akses listrik masyarakat. Dalam hal ketahanan energi. dalam rangka menjaga kelangsungan pasokan listrik. menjadikan listrik perdesaan sebagai isu strategis dalam pengelolaan sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Dengan basis kependudukan Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bermukin di perdesaan maka peran listrik perdesaan menjadi sangat strategis.13 . Komitmen yang tinggi secara nasional. Cianjur.59 %. Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 95% pada Tahun 2025 secara nasional. Dalam pengembangan ketenagalistrikan yang diarahkan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Meningkatnya konsumsi energi khususnya bahan bakar minyak. Implementasi pemanfaatan energi alternatif dalam rangka peningkatan ketahanan energi masyarakat khususnya dipedesaan serta pengembangan produk energi alternatif secara nyata memberikan dampak positif terhadap produktivitas perekonomian dan Selain itu. strategis. kenaikan harga dan kelangkaan BBM secara langsung memberikan implikasi terhadap pasokan listrik Jawa Barat dan penggunaan energi secara langsung. Garut dan Ciamis yang belum tercakup infrastruktur listrik sampai ke desa. artinya sekitar setengah rumah tangga di Jawa Barat belum dapat mengakses listrik. pertambahan penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan semakin bertambahnya kebutuhan akan energi. dimana hanya 24 desa tersebar di Kabupaten Bogor. dibutuhkan penambahan sebesar 1.73 %. Kebutuhan enegi tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan penyediaan energi yang pada akhirnya akan dihadapkan pada masalah kerentanan energi yang berpotensi terhadap terjadinya krisis energi. pengembangan sumber-sumber energi sebagai pembangkit listrik menjadi langkah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II .000 sambungan dengan perkiraan biaya 267 milyar yang direncanakan terealisir pada Tahun 2008. Namun demikian tingkat perdesaan telah mencapai 99. Sampai akhir tahun 2006 rasio elektrifikasi elektrifikasi rumah tangga baru mencapai 57.3 juta sambungan baru setiap tahunnya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memprogramkan pemasangan sebanyak 80.

Peningkatan pencemaran serta kerusakan lingkungan di Jawa Barat merupakan sisi lain dari dampak positif pembangunan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan yang merupakan faktor penentu yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. dan 80% dari seluruh TPA yang ada hanya memiliki masa sisa pakai kurang dari 5 tahun. Fenomena yang ada menunjukkan adanya kemerosotan kualitas lingkungan di beberapa wilayah seperti kerusakan hutan dan lahan. diharapkan dapat memperluas peran (share) energi alternatif seperti briket batubara. Kontribusi gas buang kendaraan bermotor terhadap polusi udara telah mencapai 60-70%.14 . sosialisasi. Pemanfaatan energi alternatif ini akan memberikan pilihan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya energinya. surya. sehingga 80% sampah yang belum terlayani memiliki kecenderungan untuk dibuang ke sembarang tempat diantaranya ke badan sungai. peningkatan industri penunjang serta lainnya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kualitas kehidupan masyarakat setempat. 70% diantaranya dilakukan secara open dumping yang dapat mencemari lingkungan. Sementara itu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jawa Barat yang pada tahun 2006 berjumlah 43 unit. Jumlah sampah yang terangkut pada tahun 2006 tidak melebihi 20% dari total sampah yang ada. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang diiringi pula oleh peningkatan laju volume sampah. angin dan sebagainya dalam energy mix Jawa Barat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada saat ini semakin banyak industri yang mulai menggunakan batu bara sebagai sumber energi yang berkontribusi terhadap degradasi kualitas udara. serta secara nyata merupakan dukungan yang besar terhadap keberhasilan pencapaian kebijakan pengelolaan energi nasional (PEN) 2005 – 2025. Sebagaimana yang terjadi akibat tingkat aktifitas yang cukup tinggi terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan polusi udara yang cukup memprihatinkan. pencemaran air dan udara serta persoalan sampah yang cenderung meningkat baik dalam skala regional maupun lokal. Dukungan secara penuh terhadap pengembangan sumber energi alternatif berikut produknya di Jawa Barat melalui kegiatan implementasi energi alternatif di masyarakat. bioenergi. tidak diimbangi dengan laju penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan maupun pengolahannya.

Sebagai tahap awal.397 ha. 53 kali angin topan. 140 tanah longsor. 38 kejadian banjir.64 persen pada periode berikutnya (tahun 20032004). Upaya pengendalian pertumbuhan penduduk yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu melalui pengendalian administrasi kependudukan. tetapi terus mengalami penurunan pada periode tahun 2004-2005 menjadi hanya sekitar 2.94 persen. kondisi fisik dasar wilayah Jawa Barat dengan struktur geologi yang kompleks disertai tingginya curah hujan telah menjadikan Jawa Barat sangat rentan terhadap berbagai ancaman bencana alam. Sementara itu kondisi sumber air semakin parah dengan berkurangnya debit air yang diakibatkan oleh bertambahnya luasan lahan kritis yang menyebabkan semakin besarnya tingkat erosi dan sedimentasi.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kemudian. intrusi air laut serta abrasi dan kerusakan pantai selatan terutama pasca tsunami. 3 kali gempa bumi dan satu kali tsunami di wilayah pantai selatan. Kondisi tersebut menunjukkan upaya pengendalian penduduk di Provinsi Jawa Barat relatif cukup baik. Program Keluarga Berencana (KB) dan transmigrasi. Pada tahun 2006 tercatat ada sekitar 142 kejadian kebakaran. Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa total lahan kritis pada tahun 2004 seluas 580.15 . LPP Provinsi Jawa Barat mencapai 2. Kegiatan penanganan pengendalian LPP melalui administrasi kependudukan baru sampai tahap pengkoordinasian dari tingkat kecamatan sampai ke tingkat provinsi dalam pengelolaan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK). Tingginya pengambilan air tanah menyebabkan turunnya muka air tanah secara drastis terutama di Cekungan Bandung yang mencapai penurunan sekitar 2 – 5 m per tahun. hasil yang disepakati adalah Up Dating Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Pada periode 2002-2003. Pencemaran sumberdaya air dari industri maupun domestik menyebabkan kualitas air tersebut menjadi semakin buruk. Hal ini ditunjukkan dengan kualitas beberapa sungai utama seperti Citarum. Cimanuk.09 persen dan di periode tahun 2005-2006 LPP-nya mengalami penurunan menjadi 1. Kerusakan pantai yang terjadi terutama di pantai utara dengan adanya akresi. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Provinsi Jawa Barat dari tahun ke tahun relatif terus menurun. Citanduy dan Cisanggarung. tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meningkat dari tahun ke tahun.25 persen meningkat menjadi hanya 2. Di sisi lain kerusakan dan pencemaran lahan dan badan air tersebut pada akhirnya berpengaruh pula terhadap kondisi pantai Jawa Barat. Ciliwung. Selanjutnya.

yang sekaligus diharapkan dapat membatasi kecenderungan pertumbuhan perkotaan yang acak (urban sprawl) ke wilayah sekitarnya. Maka.38%. suntik 48. Adapun pembinaan transmigrasi lokal (translok) dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat translok di 21 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) dengan jumlah sasaran transmigran sebanyak 4. dengan kata lain kemungkinan tingkat drop out nya sangat tinggi. Adapun capaian pelaksanaan Program KB pada tahun 2006 meliputi jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 7. Dengan total animo masyarakat untuk bertransmigrasi sebanyak 6.16 . IUD 13.33%.510. Kawasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . kemudian muncul istilah Megapolitan Jakarta yang menginisiasikan suatu konsep pengembangan ruang dan wilayah secara terpadu dengan melibatkan peran aktif Pemerintah Daerah masing-masing. pada tahun 2006 telah terealisasikan pengiriman transmigran ke 13 provinsi daerah penerima sebanyak 600 KK.77%.4%.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT penduduk hasil pemilihan presiden putaran ke-2 yang akan dijadikan dasar pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2008. terdiri dari Pil 28%. Terbatasnya dana baik APBN maupun APBD dan tingginya biaya pemberangkatan per KK. Namun demikian dari dari data penggunaan alat kontrasepsi tersebut menunjukkan bahwa prosentase terbesar adalah pengguna kontrasepsi yang tidak mantap.79%.300 PUS atau CU/PUS 81.959.8%. MOW 2.5%. menjadi penyebab masih kecilnya prosentase KK yang telah diberangkatkan melalui kegiatan transmigrasi. Selain itu pada tahun 2006 di Jawa Barat terjadi momentum demografi. Implant 4. MOP 1. yang ditunjukkan dengan tingginya jumlah Wanita Usia Subur (1549 tahun). Penanganan transmigrasi tahun 2006 dilaksanakan melalui pengiriman transmigran antar pulau dan mengoptimalkan transmigrasi lokal. berarti baru sekitar 10% KK yang telah diberangkatkan. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu penandatanganan MoU Bidang Ketransmigrasian antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai daerah pengirim dengan 14 provinsi di Indonesia sebagai daerah penerima.679 KK. Wilayah Bodebek ditetapkan sebagai salah satu dari 3 (tiga) Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di Jawa Barat dalam satu sistem Metropolitan bersama dengan DKI Jakarta. dan kondom 0. Dalam aspek penataan ruang.189 PUS dan yang menjadi peserta KB aktif sebanyak 6. Dalam pengembangan wilayah Jawa Barat.831 KK. terdapat beberapa hal penting yang berkembang akhir-akhir ini. Sebagaimana yang tercantum dalam Perda Nomor 2 tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Barat. Berdasarkan MoU tersebut.

cepat. juga nota bene merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat serta merupakan pintu gerbang Jawa Barat. terutama dalam pengendalian pemanfaatan ruang khususnya di Kawasan yang strategis secara nasional dan regional. yaitu peran provinsi. maka keberlanjutan daya dukung dan daya tampung Kawasan Cekungan Bandung adalah hal yang harus terus diperhatikan.17 . namun hingga saat ini dukungan regulasi pemerintah pusat berupa penetapan Peraturan Pemerintah mengenai Penyerahan Urusan Pemerintahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . dalam hal ini Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat. transparan. Di wilayah Jawa Barat lainnya. akan tetapi sebagai mitra yang saling menguntungkan. pasti dan terjangkau sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berkaitan dengan visi Jawa Barat yang ingin menjadi mitra terdepan ibukota Negara. merupakan suatu hal yang harus dioptimalkan. maka posisi Bodebek dan Bopunjur harus sejajar dengan ibukota Negara dalam aspek pemenuhan public services. Dalam hal ini. Pemerintah Provinsi bersama DPRD Provinsi Jawa Barat telah berhasil menyetujui suatu Peraturan Daerah yang mengatur mengenai Operasionalisasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Bandung Utara yang dimaksudkan dapat menjadi payung legalitas dari peran Provinsi Jawa Barat dalam mengendalikan kepesatan pembangunan di KBU. Dalam hal Kawasan Cekungan Bandung. sebagaimana Kawasan Bedebek-punjur dalam konteks Kawasan tertentu Jabodetabek-Punjur serta Kawasan Bandung Utara (KBU) dalam konteks Metropolitan Bandung. terdapat Kawasan Bandung Utara (KBU) yang mempunyai peran yang sangat penting dalam mempertahankan Daya Dukung dan Daya Tampung di Kawasan Cekungan Bandung. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu harus didukung oleh konstruksi kelembagaan perangkat daerah yang memadai. mudah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Bodebek bersama dengan Kawasan Bopunjur ditetapkan sebagai kawasan andalan. selain sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional. Artinya Bodebek dan Bopunjur tidak diposisikan sebagai penyangga dalam memenuhi kebutuhan DKI Jakarta. Dalam hal itu. hal tersebut didukung pula oleh adanya kebijakan pemerintah dengan ditetapkannya Permendagri nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelayanan Satu Pintu. Kepuasan pelanggan harus menjadi orientasi utama dalam pelaksanaan pelayanan publik yang diwujudkan dengan pelayanan yang murah. Salah satu tujuan otonomi daerah adalah mendekatkan pemerintah kepada masyarakatnya yang mengandung makna adanya kedekatan dalam pelaksanaan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah daerah kepada masyarakat sesuai dengan penyerahan urusan.

Dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah pendapatan daerah merupakan salah satu modal dasar pembangunan daerah Jawa Barat. Penguatan otonomi daerah di samping dilaksanakan di Provinsi dan Kabupaten/Kota juga dilakukan pada Pemerintahan Desa dalam mewujudkan otonomi desa yang mendukung otonomi daerah. Mengingat pencapaian program-program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Jawa Barat membutuhkan dukungan biaya. pengawasan legislative. hubungan pemerintahan yang harmonis merupakan prasyarat bagi tercapainya tujuan otonomi daerah. upaya pemberantasan korupsi. sehingga optimalisasi pengawasan masyarakat. hal ini sejalan dengan ditetapkannya Permendagri 15 Tahun 2006 Tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah dan Permendagri 16 Tahun 2006 Tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah. maka trend pendapatan daerah yang saat ini sudah cukup baik. pembangunan bidang hukum menjadi hal yang krusial baik di sisi penyusunan produk hukumnya maupun dari penegakkannya. pengawasan melekat atasan langsung dan pengawasan fungsional menjadi instrumen yang menjadi pilar pemberantasan KKN yang bermuara pada terwujudnya Good Governance. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. kolusi dan Nepotisme menjadi hal yang substansial dalam reformasi birokrasi.18 . Semakin efisien dan efektif pengelolaan keuangan daerah maka diharapkan dapat mempercepat pencapaian pembangunan di Jawa Barat. perlu dipertahankan bahkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . lintas sektor khususnya di wilayah perbatasan guna memperkecil kesenjangan pembangunan antara daerah yang satu dengan yang lain dengan prinsip saling menguntungkan guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. hubungan pemerintahan baik antar sesama provinsi dan Kabupaten/Kota harus dilakukan secara harmonis yang dilakukan dengan instrumen Kerjasama Antar Daerah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT sebagai revisi dari PP 25 Tahun 2000 belum ditetapkan sehingga implementasi penataan organisasi perangkat daerah mengalami hambatan. ini dilakukan dalam upaya menangani masalah lintas wilayah. dengan ditetapkannya PP 72 Tahun 2005 Tentang Desa membawa perubahan manajemen dan administrasi pemerintahan Desa oleh sebab itu fasilitasi Provinsi dalam meningkatkan kinerja pemerintahan Desa menjadi kata kunci dalam mendukung tercapainya tujuan otonomi Desa. Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik. Terkait dengan penegakan hukum.

misalnya masih banyaknya asset-asset daerah yang belum diinventarisasi dan dimanfaatkan secara benar. Hal ini selain karena masih ada keterbatasan SDM juga kelengkapan peralatan yang masih terbatas. dan kenyamanan masyarakat. dan kurangnya dana untuk operasional. pengenaan tariff yang terlalu rendah. dan LPE yang belum dapat memberikan peningkatan pesat. Kabupaten dan Kota dipilih secara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . kurangnya ketersediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia. pasal 18 ayat (4) menyatakan “Gubernur. dapat menjadi salah satu andalan pendapatan asli daerah Jawa Barat. Sementara sebenarnya masih banyak yang masih bias digali dari bidang kemetrologian ini. Kontribusi terbesar Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat dari mulai tahun 2000 hingga sekarang berbasis pada pajak terutama Pajak kendaraan Bermotor dan pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Seperti contoh retribusi pada bidang metrologi. dan masih kurangnya ketersediaan payung hukum sesuai dengan kebutuhan yang ada. Bupati dan Walikota masingmasing sebagai Kepala Pemerintahan Daerah Provinsi. kepuasan.19 . Hal ini membutuhkan perencanaan yang baik untuk dapat meningkatkan pendapatan dan pengelolaan keuangan dan kekayaan yang ada tepat sasaran. Paradigma yang diusung dalam peningkatan retribusi saat ini harus dapat menjual jasa dengan mengedepankan kepentingan. namun pada tahun 2005 terdapat trend peningkatan yang melambat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT ditingkatkan. pengujian Barang dalam keadaan Terbungkus (BDKT). maka pada masa mendatang diproyeksikan adanya trend penurunan pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Padahal kalau sumber-sumber retribusi yang ada terus digali atau ditingkatkan kualitasnya. Walapun dari tahun 2000-2005 menunjukkan trend meningkat. Oleh karena itu perlu dikembangkan sumber pendapatan lain untuk menjaga stabilitas pendapatan. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung didasarkan pada Undang-undang Dasar 1945. termasuk dari retribusi. Mengantisipasi adanya trend penurunan jumlah pemilik kendaraan bermotor baru dengan mempertimbangkan tingkat kejenuhan masyarakat dalam memiliki kendaraan bermotor. selama ini Balai metrologi baru dapat memberikan pelayanan yang masih terbatas pada masyarakat seperti tera/tera ulang ukuran panjang dan volume. paying hukum yang belum lengkap. Saat ini masih banyak peluang-peluang pada sektor tertentu yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan pendapatan. penambahan panjang jalan (jalur transportasi) yang hingga sekarang belum dapat mengikuti kecepatan penambahan jumlah kendaraan. seperti pengukuran kualitas air mineral.

20 . Rencana pelaksanaan pilkada tahun 2007 yaitu di Kota Tasikmalaya. seyogyanya demokrasi di tingkat nasional akan bergerak ke arah yang lebih baik apabila tatanan. aman dan terkendali serta tidak terjadi ekses yang negatif bagi kehidupan sosial politik di daerah. dan konfigurasi kearifan lokal beserta kesantunan politik lokal lebih dahulu terbentuk. mutu dan relevansi. hal ini dinilai merupakan cermin belum tumbuhnya sikap kedewasaan dalam menyikapi hasil pilkada serta belum mampu menerima kemenangan dan kekalahan secara elegan. Dan Kabupaten Bandung. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan pemahaman hak dan kewajiban warga negara secara baik. ISU STRATEGIS 1. Pelaksanaan pilkada di Provinsi Jawa Barat di mulai Tahun 2005. diawali pilkada di Kota Depok. instrumen. Upaya pemerataan pendidikan di Jawa Barat telah dilakukan melalui kegiatan Akselerasi Penuntasan Wajar Dikdas Sembilan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . benar dan proporsional. juga mengembangkan sikap berkompetisi secara sehat dan dinamis serta siap menghadapi kemenangan dan kekalahan secara elegan. Kabupaten Sukabumi. serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada yang telah berjalan. secara umum berlangsung lancar. Munculnya penolakan atas hasil pemilihan. Kabupaten Karawang. Pada masa mendatang diperlukan perbaikan pelaksanaan pilkada antara lain kecermatan aparat penyelenggara pilkada pada setiap tahapannya.2. 2. Pendidikan dan Ketahanan Budaya Upaya mewujudkan 3 (tiga) Core Bussiness Pendidikan yang terdiri dari aspek pemerataan. pasal 24 ayat (5). Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan fenomena baru bagi sistim politik kontemporer di Indonesia. Tahun 2006 dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Cianjur. Kabupaten Indramayu. Permasalahan secara umum meliputi pendaftaran calon pemilih yang belum terakomodir seluruhnya. sosialisasi intensif kepada masyarakat luas serta peningkatan pendidikan politik untuk semua lapisan masyarakat. Kota Cimahi dan Kabupaten Bekasi sedangkan Tahun 2008 meliputi Provinsi dan 16 Kabupaten/Kota. dukungan nyata pemerintah serta partai politik dan masyarakat dalam menyukseskan pilkada. telah dilakukan meskipun belum semuanya optimal. serta tingginya anggota masyarakat yang tidak menggunakan hal pilihnya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT demokratis”. sedangkan pelaksanaannya didasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Berkaitan dengan semakin berkurang atau lunturnya nilai-nilai agama dan budaya daerah di kalangan masyarakat Jawa Barat. serta kurangnya upaya pemutakhiran data dan informasi pendidikan. yang pada tahun 2008 memasuki tahun atau fase yang ke-4. yaitu profesionalisme dan kesejahteraan guru. Begitupun dengan aspek tata kelola yang meliputi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). upaya Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun di kabupaten/kota se Jawa Barat telah menjadi agenda stakeholders terkait. standarisasi pelayanan pendidikan.21 . Meskipun demikian masih terdapat kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi dalam upaya pemenuhan anggaran pendidikan 20%. dan akan terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Di samping itu. Bila melihat kebijakan Pemerintah Pusat tentang ditingkatkannya standar kelulusan berdasarkan Ujian Nasional (UN). kualitas lulusan pendidikan terutama pendidikan menengah saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti sempitnya lapangan pekerjaan dan semakin kompetitifnya seleksi masuk Perguruan Tinggi. Kendala-kendala yang dihadapi yaitu terbatasnya sarana dan prasarana. yaitu adanya keterbatasan sumberdaya dan sumber pendanaan. upaya tersebut diharapkan telah optimal memenuhi sasaran yang diharapkan. dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) pendidikan. Adapun dalam upaya peningkatan aspek mutu dan relevansi. aspek kualitas pendidikan memegang peranan yang sangat penting. komitmen Pemerintah Provinsi untuk memenuhi amanat UUD 1945 tentang anggaran pendidikan minimal 20% dari APBD secara bertahap hingga tahun 2010. tidak Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . kurikulum berbasis kompetensi. serta kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Empat hal yang menyangkut mutu dan relevansi pendidikan. baik dalam tataran perencanaan maupun pelaksanaannya. globalisasi dan teknologi informasi untuk pendidikan.18% dari Total Belanja APBD 2007. partisipasi masyarakat. Juga dengan diwujudkannya MoU Role Sharing Pendanaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar. Untuk itu perlu dilakukan upaya yang komprehensif tentang peningkatan aspek-aspek tersebut. Selain itu. masih belum optimal dilaksanakan. Sementara itu. serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. pada tahun 2007 telah dialokasikan anggaran pendidikan dengan proporsi 14. terutama di kalangan usia sekolah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tahun. serta masih dilanjutkannya pemberian beasiswa bagi siswa SMP/MTs/PKBM yang berasal dari keluarga tidak mampu. serta adanya kebutuhan program dan kegiatan di luar pendidikan yang juga harus ditangani. terbatasnya jumlah dan kualitas SDM terutama di kabupaten/kota.

Disamping itu juga. 2. suspect flu burung. Kehilangan jejak budaya dan nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya serta hilangnya identitas dan jati diri. Selain itu bahasa daerah sebagai bahasa ibu masyarakat Jawa Barat juga semakin berkurang intensitas dan kualitas penggunaannya baik di pergaulan sehari-hari maupun di lingkungan formal seperti di pemerintahan atau lembaga pendidikan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . penanganan permasalahan-permasalahan tersebut di atas dapat dijadikan prioritas program dan kegiatan dalam tahun 2008. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. terutama dalam pemahaman terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). penyalahgunaan narkoba. walaupun bila dibandingkan dengan angka nasional nampaknya kita masih perlu akselerasi dalam pelaksanaan program maupun kegiatannya. dalam menentukan indeks kesehatan dapat dilihat salah satunya melalui Angka Harapan Hidup (AHH). akan menjadi kerugian yang besar bagi generasi penerus di kemudian hari. Kondisi tersebut tentu saja bila dibiarkan. air bersih dan sanitasi perumahan masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Perkembangan Angka Harapan Hidup di Jawa Barat menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Aksesibilitas dan Kualitas Kesehatan Keberhasilan pembangunan kesehatan di Jawa Barat dapat dilihat dari indeks kesehatan sebagai salah satu komponen penting dalam penentuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terlepas dari belum terakomodasinya muatan pendidikan yang mengangkat nilai kearifan lokal.22 . gizi buruk dan peran serta masyarakat belum menunjukkan yang lebih baik. masih ada beberapa penyebab yang perlu mendapat perhatian diantaranya pelayanan kesehatan dasar masih belum mencapai standar pelayanan minimal (SPM). dan pergaulan bebas di kalangan remaja. kesehatan lingkungan. tenaga kesehatan belum merata terutama di perdesaan. Oleh karena itu. diare. prasarana pelayanan kesehatan dasar belum dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat terutama penduduk miskin. masih munculnya kasus-kasus penyakit seperti DBD. akan semakin tidak menguntungkan bagi masa depan masyarakat Jawa Barat sendiri. Lunturnya normanorma masyarakat yang merupakan nilai-nilai luhur budaya daerah dan kurangnya intensitas pendidikan agama di sekolah dan keluarga menjadi salah satu faktor semakin tingginya angka kenakalan.

Penduduk Miskin Pada umumnya kondisi kesehatan keluarga miskin relatif lebih rendah bila dibandingkan kondisi kesehatan rumahtangga lainnya. Demikian pula dengan Investasi. Kondisi tersebut didukung oleh masih rendahnya kualitas atau kompetensi pencari kerja dan pekerja. peningkatan pendidikan informal dan ketrampilan bagi masyarakat miskin.23 . Berdasarkan hasil Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) tahun 2005 memperlihatkan bahwa terdapat 92 % kepala rumahtangga yang dikatagorikan miskin hanya berpendidikan paling tinggi tamat Sekolah Dasar. Hal ini didasarkan pada fakta empiris yang menunjukkan bahwa kelompok usaha tersebut mengerjakan lebih banyak orang.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Selain kecukupan pangan. dimana iklim investasi nasional mempengaruhi iklim investasi regional. sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran baik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Pengangguran Pengangguran di Jawa Barat pada saat ini masih tinggi. menghapuskan biaya pendidikan dasar dan menengah dan memberikan bea siswa bagi keluarga miskin untuk melanjutkan pendidikan tinggi. masalah lain yang juga menyebabkan rendahnya derajat kesehatan masyarakat miskin adalah rendahnya akses terhadap layanan kesehatan dasar. tingkat pendidikan akan mempengaruhi di dalam usaha-usaha mengatasi kemiskinan. Selain itu. 4. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) perlu mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun kalangan masyarakat. program pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan tingginya jumlah pengangguran di Jawa Barat. karena kelompok unit usaha tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi sumber bagi penciptaan pendapatan. program jaminan kesehatan keluarga miskin. Hal-hal yang perlu diupayakan untuk menanggulanginya adalah mempertahankan program dan peningkatan pengelolaan beberapa kegiatan antara lain revitalisasi program bantuan beras untuk keluarga miskin. akibat tidak terserapnya pertumbuhan angkatan kerja oleh pasar kerja yang disebabkan terbatasnya peluang kerja. program pembentukan modal melalui peningkatan akses masyarakat miskin terhadap lembaga keuangan dan program peningkatan kemajuan pembangunan pedesaan. sehingga mengakibatkan calon pekerja tidak dapat masuk kedalam pasar kerja dan pekerja yang ada sulit untuk dipertahankan.

terutama untuk mewujudkan kecerdasan bangsa. keberadaan bandar udara yang merupakan pintu gerbang Jawa Barat juga dirasakan masih belum memadai. yangmana masyarakat kurang memperhatikan nilai gizi makanan yang dikonsumsi sehingga kebutuhan gizi belum/kurang terpenuhi. Selain itu. tingginya frekuensi bencana alam serta beban lalu lintas yang sering melebihi standar muatan sumbu terberat (MST). tingkat pelayanan jaringan jalan masih perlu ditingkatkan yang ditunjukkan dari masih belum optimalnya indeks aksesibilitas. Selain itu kasus kurang gizi/gizi buruk di beberapa daerah. Hal ini dapat terlihat dari masih terjadinya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Kondisi ketahanan pangan akhir-akhir ini dengan tingginya laju pertambahan penduduk dan gangguan yang disebabkan adanya bencana alam seperti banjir dan kekeringan. pengendalian daya rusak air serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dan sistem informasi sumber daya air dirasakan masih belum memadai.24 .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT akibat PHK maupun tidak adanya lapangan kerja baru. Pembangunan ketahanan pangan diarahkan untuk terpenuhinya kebutuhan pangan rumah tangga yang memenuhi gizi seimbang. Kondisi lain yang perlu mendapat perhatian adalah maraknya flu burung yang menyerang unggas serta manusia. mengakibatkan terganggunya produksi. Pelayanan Infrastruktur Wilayah Rendahnya pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Jawa Barat yang harus segera diatasi karena dapat menghambat laju pembangunan daerah. Pada aspek transportasi. Pada aspek sumber daya air. Hal ini antara lain disebabkan oleh sudah habisnya umur rencana jalan pada sebahagian besar ruas jalan provinsi sehingga kondisi struktur jalan menjadi labil. serta tinggi migrasi masuk yang mengambil kesempatan penduduk setempat untuk memperoleh pekerjaan. sehingga perlu menjadi prioritas dalam rencana dan implementasi pembangunan daerah. sampai saat ini penyebarannya telah mencapai seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat kecuali Ciamis. Ketahanan Pangan Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional dan harus diwujudkan. 6. kondisi infrastruktur yang mendukung upaya konservasi. mobilitas serta tingkat kemantapan jalan. 5. pendayagunaan sumber daya air. distribusi dan konsumsi bahan pangan yang berimplikasi pada penurunan ketersediaan pangan serta daya saing pertanian.

minyak bumi dan gas alam sangat besar. maupun transportasi. khususnya energi terbarukan seperti panas bumi. panas bumi maupun pengembangan bahan bakar bersumber bio energi (biofuel) seperti biokerosene. dalam rangka pengembangan energi tersebut perlu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Kenaikan harga kenaikan harga BBM telah menyebabkan implikasi kepada masyarakat. Selain itu intensitas tanam padi sawah khususnya pada daerah irigasi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga masih belum optimal. Yang ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan energi setempat. khususnya bagi masyarakat di perdesaan. Ketersediaan Energi Jawa Barat merupakan Propinsi dengan konsumsi energi yang besar. Untuk meningkatkan ketahanan energi. Selanjutnya. ketergantungan sumber energi terhadap energi fossil. biobriket. untuk meningkatan efisiensi dan efektifitas penggunaan energi. biogas. peran konservasi dan penghematan energi perlu dilakukan. Diversifikasi diupayakan untuk memberikan substitusi penggunaan energi melalui penggunaan energi alternatif yang bisa diaplikasikan seperti melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Sementara dari sisi bauran energi (energy mix). diversifikasi dan konservasi energi. Intensifikasi bermakna untuk mencari sumber energi yang bisa dikembangkan di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan masih rendahnya akses listrik masyarakat khususnya di daerah perdesaan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT bencana kekeringan yang mengakibatkan kekurangan ketersediaan air baku untuk berbagai keperluan serta bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat. solar termik dan sebagainya. yang pada akhirnya dapat berdampak buruk terhadap lingkungan termasuk manusianya. biomassa dan sebagainya. Hal ini perlu untuk menurunkan tingkat intensitas energi yang masih tinggi di Jawa Barat. Demikian pula halnya dengan layanan persampahan. Setiap tahun terjadi kenaikan permintaan dan konsumsi energi mencapai rata-rata 8%. air skala kecil. surya. melalui tiga pilar kebijakan intensifikasi. Layanan infrastruktur listrik perdesaan juga belum optimal. baik dari sektor industri. 7. seperti ditunjukkan oleh masih rendahnya rasio elektrifikasi rumah tangga yang baru mencapai 57.25 . terbatasnya infrastruktur persampahan baik dari segi kualitas maupun kuantitas menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat pelayanan persampahan yang ada di Jawa Barat. Diperlukan upaya dalam rangka penanganan sektor energi tersebut. komersial. rumah tangga.73 %. Akibat dari kondisi tersebut adalah terjadinya gangguan terhadap jaminan kelangsungan pasokan energi di Jawa Barat.

letusan gunung api. Kemerosotan fungsi-fungsi ekologi di Jawa Barat terutama pada hutan alam bisa menyebabkan konsekuensi yang serius terhadap berbagai kegiatan ekonomi dari masyarakat setempat maupun industri. 8. Yang dapat dilakukan oleh manusia adalah mengelola resiko bencana itu secara cermat dan rapi untuk memperkecil dampaknya. Perguruan Tinggi dan Masyarakat untuk secara sinergis bekerjasama di Jawa Barat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT melibatkan secara aktif Pemerintah Pusat. sedangkan pada bagian selatan Jawa barat banyak terdapat pusat-pusat gempa dangkal dan gempa-gempa besar yang dapat menyebabkan timbulnya tsunami. Kondisi ini bukan hanya mempunyai dampak terhadap lingkungan fisik seperti hilangnya sumberdaya hutan. Pemerintah Daerah bekerja sama dengan unsur-unsur lain yang terkait perlu mengadakan bimbingan pada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan tersebut. Berdasarkan fakta-fakta tersebut.26 . pencemaran air dan udara. kesiagaan terhadap bencana alam perlu ditingkatkan. Akibat langsung adalah kerugian atau kerusakan baik yang merupakan risiko ekonomi maupun non-ekonomi karena terjadinya suatu bencana. Manusia tidak bisa mencegah dan meramalkan bencana alam. bencana longsor yang berkaitan dengan gempa dan longsor yang berkaitan langsung dengan perusakan lingkungan (penggundulan hutan) dan banjir. Provinsi Jawa Barat mempunyai permasahan lingkungan yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai pihak. terutama memperkecil jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil. Daerah. tetapi juga akan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat. Pencemaran. Sebagai provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Dampak kerugian yang disebabkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Manufaktur/Pelaku Usaha. misalnya risiko sosial dan politis. baik gempa bumi. dan Kerusakan Lingkungan Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang sangat rawan bencana. Pengelolaan risiko seharusnya tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana melainkan juga upaya pencegahannya melalui metoda penanggulangan risiko secara profesional sebelum terjadinya bencana sehingga dapat memperkecil akibat yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung. Bencana. Bagian tengah Jawa Barat memiliki risiko nbencana alam berupa letusan gunung berapi dan gempa krena merupakan satuan vulakmik yang masih aktif. sedangkan akibat tidak langsung adalah kerugian atau kerusakan yang tidak ada hubungan langsung dengan kejadian bencana melainkan berhubungan dengan akibat terjadinya bencana. serta meliputi berbagai bentang lahan dari pegunungan sampai ke wilayah pesisir.

Permasalahan tersebut antara lain adalah tingginya pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor migrasi maupun pertumbuhan Bandung alami.63% dan adanya Migrasi Masuk sebesar 0.53% dan Migrasi Masuk sebesar 0.87 tahun pada tahun 2005 menjadi 17.83% pada tahun 2006. Pertumbuhan jumlah penduduk tersebut disebabkan Laju Pertumbuhan Alami (LPA) sebesar 1. Memperhatikan kondisi dan permasalahan tersebut.27 . dengan Laju Pertumbuhan 1.592 jiwa.94%. dan Kondisi tersebut berimplikasi yang terhadap terjadi semakin meningkatnya penggunaan lahan di kawasan perkotaan di Jawa Barat seperti di Metropolitan Bodebek.16%. pencemaran udara di wilayah perkotaan. Hal ini disebabkan berbagai hal diantaranya meningkatnya proporsi kawin pada usia kurang di bawah 15 tahun dari 16.28% pada tahun 2005 menjadi 18. dan masih tingginya lahan kritis. dan menurunnya rata-rata usia kawin pertama wanita dari 17. 9. kerusakan di wilayah pesisir. Sedangkan pada tahun 2005 LPP Jawa Barat sebesar 2. Pengendalian pemanfaatan ruang Berkaitan dengan aspek penataan ruang terutama dalam aspek pengendalian pemanfaatan ruang. Masih buruknya perilaku dan kurangnya peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan memperparah penurunan kualitas lingkungan.737.10% dengan Laju Petumbuhan Alami sebesar 1.53% pada tahun 2005 menjadi 1.63% pada tahun 2006.31%.57%. Ciliwung. deplesi muka air tanah di pusat-pusat kegiatan nasional (Cekungan Bandung. Penurunan daya dukung lingkungan pada badan air di sungai Citarum. kegiatan pembangunan di Jawa Barat dihadapkan pada berbagai masalah. maupun lingkungan. tetapi LPA mengalami kenaikan dari 1. menunjukan belum efektifnya penanganan lingkungan di Jawa Barat. pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi masih belum dapat ditangani secara tuntas. LPP Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 0. 10. Jika dibandingkan dengan tahun 2005. Bekasi-Karawang). Perkembangan menunjukkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Bogor. Jumlah Penduduk Pada tahun 2006 jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 40. perlu adanya upaya-upaya yang lebih intens dalam rangka pengendalian LPP dengan menekan LPA. erosi dan hilangnya pasokan air akan jauh lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapat dari ekstraksi sumberdaya hutan tersebut.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT oleh banjir. Sampai saat ini. baik masalah sosial. ekonomi.83 tahun pada tahun 2006. Cimanuk. Citanduy dan Cisanggarung. Walaupun terjadi penurunan LPP.

pihak swasta.Pan/12/2006. Kementerian dan Lembaga Pemerintah. berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 209/Kep. dan NTT. yaitu menata kembali sisi kelembagaan maupun sumber daya manusia. menetapkan Keputusan Gubernur tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Provinsi Jawa Barat sebagai pedoman bagi Kabupaten/Kota dalam membentuk dan menyelenggaraan PPTSP. sedangkan dengan Provinsi se-Jawa Bali dilakukan dalam forum Musrenbangreg JawaBali.Pan/12/2006. yaitu Provinsi dengan Provinsi (20 kerjasama). dan munculnya kerusakan lingkungan. kecamatan dan desa/kelurahan. dan lima Unit Pelayanan Publik (UPP) mendapat penghargaan “Citra Pelayanan Prima” berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 210/Kep/M. meningkatkan sinergitas di bidang perencanaan baik antar SKPD maupun antar tingkat pemerintahan. serta memfasilitasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kabupaten/kota. Hal ini diindikasikan oleh berkurangnya kawasan lindung.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terdapatnya penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Pada tingkat yang lebih operasional dilakukan melalui Mitra Praja Utama (MPU) yang beranggotakan provinsi di Jawa Bali. pengendalian pemanfaatan ruang perlu untuk dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja penataan ruang. maupun Luar Negeri makin meningkat sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama antar Provinsi yang berbatasan dalam bidang perencanaan antara lain dengan Banten. Jawa Barat aktif pula dalam forum APPSI yang merupakan asosiasi pemerintah provinsi pada tingkat nasional. yang dikategorikan dalam 8 bentuk kerjasama. Dari hasil fasilitasi yang dilakukan pada tahun 2006 telah diraih penghargaan dari Presiden RI kepada 5 Kabupaten/Kota dalam pelayanan publik berupa “Citra Bhakti Negara”. Pada tahun 2006 terdapat sebanyak 142 kerjasama yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. peningkatan konversi lahan sawah.M. Dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan publik telah dilakukan melalui fasilitasi pelayanan publik kepada kabupaten/kota. Pemantapan kerjasama daerah baik dengan daerah lain. Lampung. DKI Jakarta dengan difasilitasi oleh BKSP Jabodetabek. Provinsi dengan Kabupaten/Kota (16 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . Oleh karena itu.28 . NTB. 11. dan dengan Jawa Tengah. Optimalisasi Kinerja Pemerintahan Daerah Optimalisasi kinerja pemerintahan daerah dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas manajemen pemerintahan.

Hal ini harus menjadi perhatian bagi daerah yang akan melaksanakan pilkada pada tahun 2008 di 16 Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Barat. Selain itu. serta Provinsi dengan luar negeri – swasta (19 kerjasama).Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kerjasama). 12. Pemilihan Kepala Daerah secara langsung juga mempunyai makna yang strategis bagi kehidupan masyarakat dan pemerintahan di daerah. karena merupakan sarana aktualisasi hak demokrasi rakyat untuk memilih secara langsung Kepala Daerahnya.29 . Pemilihan Kepala Daerah secara langsung dan Persiapan Pemilu 2009 Implikasi dari berlakunya Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang membawa perubahan yang signifikan terhadap pemilihan Kepala Daerah dan pemilihan umum Presiden/DPR/DPRD yang sebelumnya dilakukan oleh parlemen menjadi oleh rakyat secara langsung. Provinsi dengan Perguruan Tinggi (10 kerjasama). Provinsi dengan Swasta (57 kerjasama). penggunaan hak pilih dan proses penghitungan suara. kesepakatan bersama. Produk hukum kerjasama yang dihasilkan meliputi Letter Of Intent (LoI). Provinsi dengan lembaga/instansi non pemerintah (13 kerjasama). Memorandum Of Understanding (MoU). peraturan bersama serta perjanjian kerjasama. Tantangan yang berkaitan dengan pilkada secara langsung meliputi : pendaftaran pemilih. penyelenggaraan Pemilu Tahun 2009 harus sudah dipersiapkan pada Tahun 2008. Provinsi dengan Kementerian (4 kerjasama). karena merupakan proses yang krusial untuk suksesnya pesta demokrasi. Pelaksanaan pilkada dan persiapan pemilu secara langsung harus didukung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 II . keputusan bersama. Hal ini dapat diartikan bahwa kedaulatan rakyat dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Provinsi dengan luar negeri pemerintahan (3 kerjasama). mengingat perlunya kesiapan dalam sosialisasi dan fasilitasi peraturan-peraturan pemilu untuk mendukung pelaksanaannya.

pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. prediksi perkembangan ekonomi nasional yang dipengaruhi oleh prediksi perkembangan ekonomi global serta prediksi perkembangan ekonomi regional. pengembangan pusat keunggulan ilmu pengetahuan dan reformasi sistem politik.1 . Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembangunan daerah serta memberikan arahan yang lebih jelas bagi perencanaan pembangunan yang lebih rinci maka masing-masing prioritas pembangunan daerah dilengkapi dengan fokus-fokus. industri manufaktur. pariwisata dan pengembangan sumberdaya manusia. Prioritas pembangunan daerah yang menjadi dasar penetapan rencana kerja Pemerintah Daerah tahun 2008 ditetapkan berdasarkan isu strategis pembangunan daerah dengan mengacu pada visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tercantum pada Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2003-2008. peningkatan kemampuan keuangan. Untuk lebih jelasnya proses penetapan prioritas pembangunan daerah tahun 2008 dilakukan berdasarkan bagan alir pada gambar 3.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Pembangunan daerah tahun 2008 merupakan bagian dari pembangunan daerah jangka menengah tahun 2003-2008. bisnis kelautan. Penentuan prioritas pembangunan daerah juga mempertimbangkan beberapa hal lain seperti kebijakan pembangunan nasional. industri jasa. Adapun prasyarat yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pembangunan daerah adalah pengamalan ajaran agama dan nilai-nilai luhur budaya Jawa Barat. pengembangan good governance dan clean government. kesepakatan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat. Prasyarat pembangunan tersebut diarahkan untuk pengembangan 6 core business yaitu agribisnis. Secara kewilayah pembangunan daerah tersebut harus didasarkan pada penataan ruang dan penyediaan infrastruktur wilayah yang memadai.1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .

di tahun 2006 mulai menunjukkan perbaikan.1 Perkembangan Ekonomi Nasional Pada tahun 2006 Indonesia telah dapat mencapai kestabilan makroekonomi dan juga sistem keuangan.1.1 Bagan Alir Penetapan Prioritas Pembangunan Daerah 3. Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang pada tahun 2005 mengalami tekanan.400/USD. yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia. Inflasi pada tahun 2006 dapat dikendalikan dan berada pada tingkat 6. 9. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia juga relatif baik dengan surplus sebesar 3. Keberhasilan pengendalian inflasi di tahun 2006 tersebut menunjukkan bahwa kebijakan moneter telah mampu memitigasi dampak lanjutan kenaikan BBM di penghujung tahun 2005.100-9. KERANGKA EKONOMI DAERAH 3.2 .1 Tahun 2003 Pola Dasar Pembangunan Daerah Visi dan Misi Provinsi Jawa Barat Pengembangan 6 Core Bussiness Kebijakan Pemerintah Pusat Kesepakatan dengan Kab/Kota Perkembangan Ekonomi Nasional Perkembangan Ekonomi Regional Prioritas dan Fokus Pembangunan Rencana Kerja tahun 2008 Gambar 3.1 Tahun 2004 Evaluasi Pembangunan tahun 2006 Isu Strategis Pembangunan tahun 2008 Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Perda No. atau berada dibawah garis kisaran sasaran 8.6%.1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Perda No.1%.7% dari PDB telah pula menyumbang pada stabilitas nilai tukar rupiah sepanjang tahun 2006 yang berada pada kisaran Rp. Pada tahun 2006 Pemerintah melakukan pelunasan utang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .

dan berbagai kemudahan lainnya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kepada IMF tanpa menimbulkan gejolak yang berarti di pasar keuangan. Di sisi lain kemiskinan juga mulai kembali meningkat. Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate sebesar 300 basis point. terdapat beban yang harus ditanggung dari tahun ke tahun yaitu rigiditas struktural dalam perekonomian yang melahirkan ketidakefisienan waktu dan sumberdaya dalam bentuk akses likuiditas dan pengangguran. Meski telah dilakukan pembayaran kepada IMF. Dengan memperhatikan seluruh kondisi dan dinamika perekonomian tahun 2006 serta kecenderungannya ke depan.75%. hal ini terjadi karena ketidakseimbangan struktural yang mengontrol perekonomian disebabkan oleh struktur pasar dan industri yang oligopolistik sehingga menghambat kemampuan pasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien.3 . serta kemiskinan yang semakin memprihatinkan dan menciptakan kondisi yang paradoks. sehingga investasi tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya. tetapi posisi cadangan devisa tetap terjaga. Perkembangan indikator produksi belum cukup berimbang.5%. Struktur ekonomi cenderung bergerak kearah perekonomian yang padat modal dibandingkan padat karya. Sebagai akibatnya ekspor dan permintaan konsumsi swasta masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. laju pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2006 mencapai 5. Berdasarkan perkembangan makroekonomi yang terjaga dengan baik. mendukung perbaikan iklim usaha dan iklim investasi. Pertumbuhan ekonomi 2007 diperkirakan berada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . penyederhanaan perizinan. padahal ekonomi telah menunjukkan geliat untuk tumbuh. sehingga berada dibawah 2 digit yaitu sebesar 9. perlu dilakukan upaya untuk membuka akses dan partisipasi masyarakat melalui perbaikan iklim investasi. Penurunan tersebut diambil untuk mempertahankan persepsi positif pelaku ekonomi. Dengan kondisi demikian maka Berdasarkan Bank Indonesia. Sementara itu jumlah angka pengangguran cenderung meningkat. hal ini disebabkan masih belum kondusifnya iklim investasi dan masih menggejalanya ekonomi biaya tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut. Di balik semua catatan keberhasilan tersebut. kondisi makroekonomi pada tahun 2007 diperkirakan masih tetap stabil.

Ekspor diperkirakan masih tumbuh tinggi meskipun cenderung melambat akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak sekuat tahun 2006. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin kuat pada semester II-2007 sejalan dengan perkiraan peningkatan signifikan pada investasi swasta dan peningkatan yang semakin besar pada belanja modal pemerintah. Peningkatan kegiatan ekonomi tahun 2007 diperkirakan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap harga-harga secara umum sehingga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan masih dalam kisaran sasaran yang ditetapkan Pemerintah dan Bank Indonesia yaitu 6. peralatan listrik. Sementara impor barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik. produk kimia dan peralatan mesin. Surplus neraca pembayaran. juga disebabkan oleh kontribusi kecenderungan penurunan inflasi dan suku bunga. Pada semester I tahun 2007. Dengan demikian cadangan devisa tahun 2007 diperkirakan akan mendekati USD 47 miliar.87% dari PDB.7%-6. Peningkatan konsumsi tersebut diperkirakan akan didorong oleh berlanjutnya perbaikan daya beli masyarakat karena adanya kenaikan gaji PNS. Perkiraan peningkatan investasi swasta baik berbentuk PMA maupun PMDN pada semester II-2007 ini.1%. Perkiraan inflasi IHK tahun 2007 juga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .4 . peningkatan pertumbuhan ekonomi sebagian besar akan bersumber dari konsumsi ditambah investasi swasta.3% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi tahun 2005 dan 2006 dengan investasi swasta sebagai pendorong utama disamping konsumsi. Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2007 diperkiraan akan mencatat surplus. peningkatan UMR di awal semester 2007 dan inflasi yang terkendali pada laju yang rendah. dan keyakinan pasar terhadap kualitas tata-kelola kebijakan makroekonomi pada gilirannya akan mendukung nilai tukar rupiah pada tahun 2007 secara umum diperkirakan bergerak sesuai dengan keseimbangan eksternalnya. meningkatnya cadangan devisa. dengan perkiraan sekitar 1.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dalam kisaran 5. serta stabilitas pada nilai tukar rupiah. selain didorong oleh semakin kuatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek peningkatan perekonomian ke depan. Beberapa komoditas yang diperkirakan dapat memberikan sumbangan terbesar antara lain adalah tekstil.

304 trilyun. kondisi perekonomian regional secara makro pada tahun 2007 diprediksi masih tetap stabil. Pertumbuhan perekonomian regional tersebut didukung oleh pertumbuhan perekonomian dunia yang semakin baik pada tahun 2008 sehingga aktivitas ekspor akan meningkat. Sementara itu pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada pada kisaran 5. 3. 287 trilyunRp. Pertumbuhan masing-masing sektor pada tahun 2007 dan 2008 diprediksi sebagai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang moderat kontribusi utama pertumbuhan ekonomi regional akan tetap diberikan oleh sektor industri pengolahan. pertanian dan jasa-jasa. Pertumbuhan kredit diharapkan dapat mencapai 15%-18% dan terfokus pada sektor-sektor andalan utama dengan muatan impor rendah dan tidak bersifat padat modal.7% dengan nilai PDRB berada pada kisaran Rp.2%-6.2 Perkembangan Ekonomi Regional 2007-2008 Dengan memperhatikan kondisi dan dinamika perekonomian pada tahun 2006 serta prediksi perkembangan ekonomi nasional.3% apabila investasi swasta dapat berperan sebagai pendorong utama disamping konsumsi. Pertumbuhan ekonomi dapat mencapai kisaran atasnya 6. seperti di sektor dan sub-sub sektor pertanian. berikut : perdagangan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT didukung oleh ekspektasi inflasi pelaku pasar yang masih terjaga dan tidak adanya rencana untuk meningkatkan harga kelompok barang yang harganya diatur Pemerintah.1.9% dengan nilai PDRB dalam harga konstan 2000 berada pada kisaran Rp. demikian pula halnya dengan investasi. hotel dan restoran. 284 trilyun. 273 trilyun-Rp. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran bawahnya 5. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada pada kisaran 5.3%-6.7% jika berbagai kendala dan risiko perekonomian tidak dapat diatasi terkait dengan fleksibilitas kapasitas produksi dalam mengimbangi peningkatan permintaan terutama yang disebabkan oleh iklim investasi yang belum membaik dan ekonomi biaya tinggi.5 .

58% Sumber : Hasil Analisis Pada semester I tahun 2007. Jasa Keuangan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa LPE 2007 0.54% 12.78% -1.57% 4.63% 8. Kestabilan kondisi perekonomian regional juga didukung dengan kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Kegiatan ekspor diperkirakan masih tumbuh tinggi meskipun cenderung melambat akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak sekuat tahun 2006.36% 5.71% -1. Investor swasta diperkirakan memiliki ekspektasi yang semakin kuat akan prospek peningkatan kegiatan perekonomian ke depan.31% 5. Sementara itu berdasarkan perkiraan Bank Indonesia.6 . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .97% 4.1 Proyeksi Laju Pertumbuhan Ekonomi Pada 9 Sektor PDRB No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Industri Pengolahan Perdagangan.20% 4.56% 7. Dari sisi fiskal.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 3. Akselerasi pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin kuat pada semester II tahun 2007 sejalan dengan meningkatnya investasi swasta. Hotel dan Restoran Pertambangan Listrik. Gas dan Air Bersih Bangunan Angkutan dan Komunikasi Persewaan. Sementara itu pada tahun 2008 inflasi juga diperkirakan akan berada di bawah 10% mengingat kestabilan ekonomi nasional dan regional yang semakin baik.45% 5. pengeluaran pemerintah yang tepat waktu dan tepat sasaran diharapkan dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi secara efektif. Namun demikian mengingat terjadinya bencana alam banjir pada awal tahun 2007 dan kemungkinan terjadinya kekeringan pada akhir tahun 2007 maka inflasi diperkirakan akan lebih tinggi namun berada di bawah 10%.56% 5.2% LPE 2008 0. peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh konsumsi.58 % 4.22% 4. Kegiatan impor barang dan jasa diperkirakan akan mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan domestik.76% 13. Ekspektasi yang dibarengi dengan kecenderungan penurunan suku bunga perbankan diperkirakan semakin memberikan ruang bagi investor swasta untuk merealisasikan investasinya pada tahun 2007. inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2007 akan berada pada kisaran 5%-7%.59% 4.

5. Kredit perbankan tahun 2007 diperkirakan tumbuh sekitar 18%-20%. Kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil dan Upah Minimum Provinsi akan berpengaruh pada peningkatan sumber pendapatan masyarakat. Peningkatan Kesempatan Kerja.3 trilyun berdasarkan harga konstan tahun 2000 atau sebesar 15. pasar modal dan lembaga keuangan non bank. 3. Revitalisasi Pertanian. dan Ekspor. kredit perbankan. dan Perdesaan. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan. Kehutanan.74% dari PDRB. Selain itu sumber pendapatan masyarakat juga berasal dari peningkatan devisa yang berasal dari Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja asal Jawa Barat yang bekerja di luar negeri.05%. Kegiatan investasi tahun 2007 dan 2008 diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 13%-15%. 49. Investasi. Sementara itu pembiayaan dari pasar modal diperkirakan dapat lebih tinggi seiring dengan terjaganya kestabilan ekonomi makro dan penurunan suku bunga. 4. Perikanan.7 . 2. Proporsi konsumsi rumah tangga terhadap PDRB pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 65. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . 3. Pemberantasan Korupsi. Penanggulangan Kemiskinan. investor asing serta sumber pembiayaan lain seperti modal sendiri dan penyisihan laba. Terdapat 9 (Sembilan) prioritas Pembangunan Nasional 2008 yaitu : 1. Berdasarkan proyeksi moderat Pembentukan Modal Tetap Bruto pada tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp.3% dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai 3. Penegakan Hukum dan HAM. dan Reformasi Birokrasi.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Pembangunan daerah di Provinsi Jawa Barat tahun 2008 merupakan penjabaran dari Rencana Strategis Pemerintah Daerah 2003-2008 dengan memperhatikan pula isu strategis yang telah diidentifikasi pada bab sebelumnya. Sumber pembiayaan untuk investasi tersebut akan berasal dari pemerintah. serta prioritas pembangunan Nasional sebagaimana terdapat dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2008.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Konsumsi rumah tangga pada tahun 2007 dan 2008 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi mencapai 4.1%.

8 juta jiwa Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2005 Upaya pengendalian pertambahan jumlah penduduk dilakukan dengan meningkatkan pengendalian migrasi masuk melalui perbaikan sistem administrasi kependudukan terutama pada kabupaten dan kota yang berada pada Pusat Kegiatan Nasional di Metropolitan Bodebek.6% 8% . 3.2 Proyeksi Ekonomi dan Sosial Makro Tahun 2008 No 1. INDIKATOR a. Pada sisi pendapatan dilakukan dengan meningkatkan kesempatan kerja dan pemberdayaan keluarga miskin melalui Bantuan Modal Usaha. 4. Optimalisasi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Alam. 9. serta penyesuaian upah dengan pertimbangan pemenuhan kebutuhan fisik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Pembangunan Daerah Perbatasan dan Wilayah Terisolir. Sasaran pembangunan pada tahun 2008 merupakan derivat dari sasaran pembangunan jangka menengah yang tercantum dalam dokumen Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat.8 .2. Selain itu perlu juga ditingkatkan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk alami terutama pada akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi baik diperkotaan maupun perdesaan serta menghindari terjadinya perkawinan pada usia muda. Pemantapan Keamanan dan Ketertiban serta Penyelesaian Konflik.28% 42. 5.12% 27% . Sasaran-sasaran pembangunan makro daerah tahun 2008 tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.10% Rp.1% .8% . Jumlah Penduduk b. Penguatan Kemampuan Pertahanan. 8. 2. Laju Pertumbuhan Penduduk Laju Pertumbuhan Ekonomi Inflasi PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000 Jumlah Keluarga Miskin Laju Pertumbuhan Investasi Tahun 2008 2. 260 triliun – Rp. Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon. Percepatan Pembangunan Infrastruktur. 7. 275 triliun 10% . Upaya pengurangan jumlah keluarga miskin dilakukan melalui pendekatan pada sisi pendapatan dan pengeluaran masyarakat.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. 6.2% 5.

bisnis kelautan. biaya serta jumlah perizinan yang diperlukan. yaitu akselerasi pencapaian IPM 80 yang bersifat kompetitif dengan pemberian insentif kepada para pelaksana program dan kegiatan di setiap Kabupaten/Kota yang unggul dalam kinerjanya. Upaya peningkatan Indeks Pendidikan dan Indeks Kesehatan dilakukan dengan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan melalui peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan pada aspek sarana/prasarana dan tenaga kesehatan maupun pendidikan. jasa dan sumberdaya manusia. Pada aspek pengeluaran dilakukan dengan pengurangan pengeluaran rumah tangga terutama bagi keperluan pendidikan dan kesehatan. Untuk memberikan arahan yang lebih jelas dalam penentuan kegiatan yang perlu dilaksanakan pada tahun 2008. Upaya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat dilakukan dengan peningkatan produktivitas sektor-sektor ekonomi pada 6 core business Jawa Barat yaitu agribisnis. Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan peningkatan investasi masuk di sektor-sektor unggulan Jawa Barat terutama yang bersifat padat karya. industri manufaktur.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT minimal dan inflasi yang terjadi. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan meningkatkan investasi di sektor-sektor unggulan Jawa Barat (6 Core Business). berikut ini disajikan prioritas pembangunan daerah tahun 2008 beserta fokus-fokus yang harus dilaksanakan pada masing-masing prioritas. pariwisata.9 . dalam rangka mengoptimalkan berbagai upaya dalam meningkatkan kinerja seluruh sektor layanan publik serta meningkatkan kerjasama dan partisipasi nyata dari masyarakat untuk keberhasilan pencapaian IPM 80 pada tahun 2010 telah ditetapkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 34 Tahun 2005 tentang Program Pendanaan Kompetisi (PPK) Akselerasi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat. Peningkatan investasi tersebut perlu didukung dengan penyederhanaan prosedur investasi yang akan berakibat pada pengurangan waktu. Tujuan program PPK-IPM tersebut di atas salah satunya adalah menerapkan pola pendanaan dengan misi tertentu (mission budget). Selain upaya-upaya tersebut di atas. Peningkatan produktivitas tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan sumberdaya manusia serta peningkatan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

dan Tata Kelola Pendidikan Fokus : • • Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan ketersedian dan kualitas guru. serta mutu dan relevansi lulusan pendidikan • • Pengembangan pendidikan alternatif dan pendidikan non formal Peningkatan tata kelola pendidikan dan pencitraan publik 2. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Agama dan Budaya Daerah Fokus : • • • • • • Pelestarian dan pengembangan budaya daerah Peningkatan budaya hidup bersih dan lingkungan sehat Peningkatan implementasi nilai-nilai agama Pelestarian dan pengembangan desa budaya Peningkatan pendidikan budi pekerti Pendidikan lingkungan hidup berbasis sekolah 3. Peningkatan Aksesibilitas. Kualitas. Pemberdayaan Penduduk Miskin Fokus : • Peningkatan akses pendidikan bagi siswa miskin Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Kesehatan Masyarakat Fokus : • • Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan dasar Penyediaan sumber daya kesehatan terutama untuk daerah perbatasan dan desa tertinggal • Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular terutama daerah perbatasan dan desa tertinggal • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan dasar Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perumahan dan permukiman di kota pusat pertumbuhan 4.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1.10 .

Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Fokus : • • • Pengelolaan persampahan di Metropolitan Bandung dan Jabodetabekpunjur Pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. Metropolitan Cirebon dan PKW Sukabumi Persiapan pembangunan Bandara Internasional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . produksi. distribus serta diversifikasi pangan. Peningkatan Peran KUKM dan IKM Fokus : • • Pengembangan KUKM dan IKM terutama di desa pusat pertumbuhan Peningkatan wirausaha baru 7. Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Ketenagakerjaan Fokus : • • • Peningkatan keterampilan ketenagakerjaan bagi pencari kerja Peningkatan peluang kerja Peningkatan peran dan fungsi kelembagaan hubungan industrial 6.11 .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • Peningkatan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perumahan dan permukiman bagi penduduk miskin terutama di desa tertinggal • Peningkatan peluang berusaha bagi penduduk miskin 5. Metropolitan Bandung. Revitalisasi Agribisnis dan Industri Fokus : • • • • Peningkatan peran dan fungsi penyuluh pertanian Peningkatan produktifitas. Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman. ternak dan ikan Peningkatan daya saing industri 9. Peningkatan Peluang Investasi Untuk Perluasan Kesempatan Kerja Fokus • • • Penyederhanaan prosedur dan kelembagaan perizinan investasi di daerah Optimalisasi promosi untuk menarik investasi baru Pemberian insentif bagi kegiatan investasi di daerah 8.

Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah Fokus : • Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III . Bodebek dan Pantura. Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk Fokus : • • Pengendalian laju pertumbuhan alamiah Pemberdayaan sistem administrasi kependudukan 13. Peningkatan Ketahanan Energi Fokus : • • • Pengembangan dan pendayagunaan energi alternatif Pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi Peningkatan upaya konservasi dan penghematan energi Penanganan Bencana. Pengendalian Pencemaran dan 11.Optimalisasi Kerusakan Lingkungan Fokus : • • Peningkatan upaya pengurangan resiko bencana Peningkatan sarana dan prasarana pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan • Peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan 12. Peningkatan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Fokus : Peningkatan pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan Jabodetabekpunjur 14. Peningkatan infrastruktur irigasi di Pantura Pembangunan Waduk Jatigede Pembangunan Jalan Tol Perluasan jaringan listrik perdesaan 10.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • Peningkatan infrastruktur penyedia air baku dan pengendali daya rusak air di Metropolitan Bandung.12 .

Intervensi pembangunan yang dilakukan di Desa Pusat Pertumbuhan diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • Peningkatan kualitas pelayanan publik Penataan dan penegakan hukum daerah dan HAM serta bantuan hukum Peningkatan kerjasama antar provinsi di daerah perbatasan Peningkatan kinerja pemerintah desa Optimalisasi potensi pendapatan daerah 15. program-program prioritas pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada wilayah sasaran yang terdiri dari : a. Berdasarkan analisis Bapeda pada tahun 2006 teridentifikasi sebanyak 980 desa yang merupakan Desa Pusat Pertumbuhan. Mengingat keterbatasan sumberdaya yang ada maka pada tahun 2008 kegiatan pembangunan daerah di Desa Pusat Pertumbuhan akan difokuskan ke 438 Desa pada 25 Kabupaten/Kota. Pemantapan Stabilitas Politik Fokus : • • Pelaksanaan Pilkada dan persiapan Pemilu Stabilitas keamanan dan ketertiban umum dalam mendukung Pilkada dan Pemilu Prioritas pembangunan daerah tahun 2008 tersebut harus dilaksanakan secara sinergis baik antarsektor pembangunan. antar pelaku pembangunan maupun antarwilayah.13 . Intervenís pembangunan yang dilakukan di Desa Pusat Pertumbuhan harus merupakan kegiatan pengembangan ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal serta mempertimbangkan keterkaitan dengan perkembangan wilayah sekitarnya. Desa Pusat Pertumbuhan Desa Pusat Pertumbuhan adalah desa yang menjadi simpul jasa dan simpul distribusi dari desa-desa di sekitarnya. Dari sisi kewilayahan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .

Tasikmalaya. c. pusat pengolahan. rencana pengembangan sistem kota-kota di Jawa Barat yang berkaitan dengan penataan distribusi PKW untuk mendukung keserasian perkembangan kegiatan pembangunan antar wilayah adalah meliputi pengembangan PKW Cianjur-Sukabumi. Desa Tertinggal.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b. dan simpul transportasi yang melayani beberapa kabupaten.14 . Desa Tertinggal adalah desa yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan desa lain dalam suatu wilayah tertentu. Palabuhanratu. Kekhasan tersebut bisa berupa kampung adat atau rumah adat. Berdasarkan identifikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2005 teridentifikasi sebanyak 9 buah desa budaya dan 12 bentuk rumah adat yang merupakan salah satu fokus wilayah pada pembangunan daerah tahun 2008. Cikampek-Cikopo. Ketertinggalan suatu wilayah tentu harus segera dikurangi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. d. 2 tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Perda No. Desa Budaya Jawa Barat Desa Budaya Jawa Barat adalah desa khas yang ditata untuk kepentingan pelestarian budaya. Kadipaten dan Pangandaran. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 dititikberatkan peningkatan pusat pelayanan pendidikan. Mengingat keterbatasan sumberdaya yang ada maka pada tahun 2008 pembangunan di desa tertinggal akan difokuskan ke 379 desa di 16 kabupaten. Berdasarkan analisis Bapeda pada tahun 2006 teridentifikasi 753 desa tertinggal. Kegiatan pembangunan yang dilakukan di Kota Pusat Pertumbuhan kesehatan dan transportasi. Pelaksanaan pembangunan daerah harus senantiasa memperhatikan aspek budaya yang merupakan bagian dari modal sosial yang dapat dikembangkan menjadi sebuah potensi pembangunan. Intervensi pembangunan yang dilakukan di Desa Tertinggal ini dititikberatkan pada pemenuhan sarana dan prasarana dasar permukiman serta pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan masyarakat seperti akses terhadap pendidikan dasar dan kesehatan dasar. Kota Pusat Pertumbuhan Kota Pusat Pertumbuhan atau Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) adalah kota sebagai pusat jasa. Salah satu upaya pelestarian budaya khas Jawa Barat adalah dengan memfokuskan pembangunan di desa-desa budaya Jawa Barat. III .

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT e. Bopunjur. perbatasan dengan DKI di Kabupaten Bogor. Ciamis dan Kuningan. Pada tahun 2008 kegiatan di kawasan andalan akan difokuskan pada seluruh kawasan andalan yaitu Cekungan Bandung. Bekasi dan Kota Depok. f. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 III .15 . Kegiatan Purwasuka. Untuk menghindari resiko bencana dan meminimalkan dampak bencana alam maka intervensi yang berupa kegiatan mitigasi bencana alam perlu ditingkatkan. Pangandaran Priangan pembangunan di kawasan andalan akan dititikberatkan pada pengembangan investasi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal dan berorientasi ekspor serta upaya mempertahankan investasi lama dan merangsang tumbuhnya usaha ekonomi baru. Bodebek. Kawasan Andalan Kawasan andalan merupakan suatu deliniasi wilayah yang apabila dilakukan sedikit dorongan intervensi ekonomi akan mendongkrak perkembangan ekonomi di wilayah tersebut. Berdasarkan PP No. Daerah rawan bencana alam yang merupakan fokus adalah daerah rawan bencana banjir dan gerakan tanah. Daerah Perbatasan Dengan Provinsi Lain Daerah perbatasan dengan provinsi lain merupakan salah satu prioritas lokasi pembangunan daerah tahun 2008. dan Sukabumi. Timur. g. 47 Tahun 2001 terdapat 8 kawasan andalan di Jawa Barat. Kegiatan akan difokuskan pada daerah perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Cirebon. Daerah Rawan Bencana Pada tahun 2005 dan tahun 2006 wilayah Jawa Barat didera bencana alam dengan frekuensi yang cukup tinggi. Kegiatan di daerah perbatasan ini dititikberatkan pada perbaikan sarana dan prasarana dasar permukiman serta infrastruktur wilayah. Ciayumajakuning. serta perbatasan dengan Provinsi Banten di Kabupaten Bogor dan Sukabumi.

Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja Program Peningkatan Aktivitas. Sedangkan Rencana Kerja Penunjang merupakan rencana kerja yang memuat indikasi kegiatan untuk mendukung pencapaian sasaran program Rencana Kerja Prioritas yang diuraikan berdasarkan Misi dan Program Pembangunan Jawa Barat. 2. Program-program pembangunan tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2003-2008. Perluasan. Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah Program Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah Program Peningkatan Pendidikan Luar Biasa Program Sumber Daya Kesehatan Program Upaya Kesehatan Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman Program Peningkatan Kompetensi. 8. 3. Program Peningkatan Olahraga 12.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV RENCANA KERJA PEMBANGUNAN TAHUN 2008 Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2008 disusun berdasarkan pada isu strategis dan prioritas pembangunan daerah sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya dan dituangkan ke dalam bentuk matrik yang terdiri dari Rencana Kerja Prioritas Pembangunan tahun 2008 dan Rencana Kerja Penunjang Pembangunan tahun 2008. Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan 11. terdiri dari 49 program meliputi : 1. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . 4. Kreativitas dan Kelembagaan Pemuda 10. 6. Rencana Kerja Prioritas Pembangunan tahun 2008 didasarkan pada fokus-fokus dari prioritas pembangunan dan merupakan rencana kerja yang berisi indikasi kegiatan yang diprioritaskan untuk menjawab isu strategis yang dihadapi saat ini. Penempatan.1 . 7. 5. 9.

Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah 33. Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa 32. Program Penataan Ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah 31. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi 26. Peningkatan Mutu produk dan Pelayanan Jasa 20. Serta Kesadaran Hukum dan HAM 27. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 15. 21. Program Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri 18.2 . Program Penataan dan Pembentukan Hukum Daerah. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah. Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa 34. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi 25. Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi 23. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan 28. Program Perencanaan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 13. Program Pengembangan Industri Manufaktur 17. UKM. Program Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur Pemerintah 30. Program Pengembangan Agribisnis 14. Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 24. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 29. Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk 35. Program Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja 22. Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Program Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan 16. Program Pengembangan Kepariwisataan 19.

Aksara dan Sastra Daerah 44. Program Perlindungan Perkembangan Sosial Anak dan Remaja 49. Program Pelestarian dan Pengembangan Bahasa. Program Peningkatan Apresiasi Seni 43. didukung pula oleh program lain untuk mengakselerasi pencapaian IPM diantaranya melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) – Index Pembangunan Manusia (IPM) dan Program Raksa Desa. Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Menindaklanjuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Program PPKIPM merupakan metode atau pendekatan pelaksanaan pembangunan dengan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan pada bidang kesehatan. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 37. Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilai-nilai Tradisional 42.3 . Program Peningkatan Kesejahteraan Sosial 48. Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik 45. bahwa rencana kerja Prioritas dan Penunjang yang merupakan Belanja Langsung (BL) dan kegiatan-kegiatan lain yang dialokasikan dari Belanja Tidak Langsung (BTL) harus mengacu kepada 49 program. Program Peningkatan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 41.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 36. Program Peningkatan Kesadaran Politik 46. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan dan Konservasi SDA dan LH 38. Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat 47. Program Pemantapan Kawasan Lindung 39. Program Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan agama 40. Prioritas pembangunan yang diwadahi dalam program-program. Hal tersebut untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran yang telah dibelanjakan sehingga dapat dinilai pencapaian kinerjanya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV .

Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana SD/MI sebanyak 16. dan SMP/MTs Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Dinas Pendidikan Kanwil Depag Sumber Dana APBN APBD Provinsi Penambahan RKB SMP/MTs 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • • Peningkatan kualitas dan kuantitas PAUD Pemberdayaan pengelola satuan PAUD sejenis 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 2. serta Mutu dan Relevansi Lulusan Pendidikan Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi Meningkatnya daya tampung SMA/SMK sebanyak 500 lokal 1.466 lokal dan SMP/MTs sebanyak 3. Peningkatan Aksesibilitas.1 MATRIKS RENCANA KERJA PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2008 1.4 . Meningkatnya daya tampung sarana prasarana SMP/MTs sebanyak 2. Kualitas dan Tata Kelola Pendidikan No 1.109 lokal 2.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT pendidikan dan daya beli didukung oleh pendekatan yang akurat. peningkatan kemampuan (capacity building) aparat dan masyarakat serta manajemen. Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah Meningkatnya kualitas lulusan dan daya tampung SMP/MTs Penyelenggaraan Ujian Nasional yang akuntabel di 25 Kabupaten/Kota Penyelenggaraan SD-SMP Satu Atap Penyelenggaraan kelas jauh SMP 64 lokal Pengembangan Induk SMP Terbuka 195 kecamatan Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) Pengembangan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) 16 Kabupaten/Kota 16 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan 3. Peningkatan Ketersediaan dan Kualitas Guru. 2. Meningkatnya kompetensi dan meningkatnya kesejahteraan guru Rehabilitasi dan penambahan Ruang Kelas Baru SMA/SMK Pemerataan kesempatan diklat bagi guru SD/MI dan SMP/MTs Pemerataan distribusi guru Peningkatan kesejahteraan guru di daerah terpencil Sertifikasi guru Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 2. Program Pembangunan Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Sasaran Program 1. Pengembangan Pendidikan Alternatif dan Pendidikan Non Formal 1. Peningkatan Pendidikan Fokus Sarana dan Prasarana 1. Meningkatnya layanan PAUD Indikasi Kegiatan Rehabilitasi Gedung SD/MI. 4.373 lokal 3.

Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK Tersedianya data yang mutakhir dan akuntabel. dan C di komunitas dan lokasi yang sulit mengakses pendidikan Pengembangan keaksaraan fungsional Peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik non formal Pembinaan dan pengembangan lembaga kursus Peningkatan kapasitas PKBM Lokasi Daerah terpencil di 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans BAPUSDA Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Sumber Dana APBN APBD Provinsi 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Biro Organisasi Dinas Pendidikan 4. Peningkatan Tata Kelola Pendidikan dan Pencitraan Publik 1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Pemerintah Meningkatnya kinerja manajemen pengelolaan pendidikan Peningkatan kinerja manajemen birokrasi pendidikan Peningkatan implementasi manajemen berbasis sekolah Revitalisasi sistem informasi manajemen data pendidikan dan infrastruktur teknologi informasinya 25 Kab/Kota 2. No 1. B. Peningkatan Apresiasi Seni Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya daerah 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota Disbudpar Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 2. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama dan Budaya Daerah Fokus Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah Program Pembangunan 1. Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap bahasa daerah Peningkatan kemampuan guru bahasa daerah Kreativitas seni dan budaya daerah oleh masyarakat melalui berbagai media Pergelaran dan Apresiasi seni tradisional dan kontemporer Pembinaan terhadap lembaga-lembaga kesenian Lokasi 25 Kab/Kota Pelaksana Disbudpar Dinas Pendidikan Sumber Dana APBD APBN 25 Kab/Kota Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Bapusda Disbudpar APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota 2. Pelestarian dan Pengembangan Bahasa. 25 Kab/Kota Dinas Pendidikan Bapesitelda 2. Aksara Dan Sastra Daerah Sasaran Program Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap bahasa daerah Indikasi Kegiatan Penggunaan bahasa daerah di lembaga pemerintahan. Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah Sasaran Program Meningkatnya kualitas dan kuantitas pendidikan non formal Indikasi Kegiatan Pengembangan kejar paket A. pendidikan dan masyarakat.5 .

Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten/Kota dengan indeks kesehatan lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat 25 Kab. Pembinaan.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan 3. Peningkatan Budaya Hidup Bersih dan Lingkungan Sehat 1. pengelolaan dan pemberdayaan koleksi permuseuman dan perpustakaan Jawa Barat Lokasi Jawa Barat Pelaksana Disbudpar Dinas Pendidikan Biro Yansos Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Bapusda Sumber Dana APBD Jawa Barat APBD Jawa Barat APBD 2. Pelestarian dan Pengembangan Desa Budaya Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilai –nilai Tradisional Terfasilitasinya kegiatan intern dan kegiatan antar umat beragama. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat 2. permuseuman dan kepurbakalaan bagi pengembangan budaya daerah Indikasi Kegiatan Penanaman nilai-nilai budaya daerah di masyarakat Pengembangan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Penghimpunan. peningglan kesejarahan. Peningkatan Agama Implementasi Nilai-nilai 1. Peningkatan Pendidikan Budi Pekerti 1.6 . Terpeliharanya dan termanfaatkannya nilai-nuilai tradisional. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama 2. Upaya Kesehatan 1. Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilainilai Tradisional Sasaran Program Terpeliharanya dan termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. Meningkatnya pengetahuan tentang lingkungan hidup sehat bagi siswa sekolah 1. Menggerakkan promosi dan penyebarluasan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. dan kepurbakalaan bagi pengembangan budaya daerah APBD APBD Desa Budaya di Jawa Barat Jawa Barat Disbudpar Disbudpar APBD APBD Desa/kawasan Budaya di Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Disbudpar Distarkim Dinas Pendidikan Kanwil Depag Biro Yansos Kanwil Depag APBD APBN APBN APBD APBN APBD 5. dan pengembangan Desa Budaya Penataan lingkungan Desa Budaya Pembinaan dan Pengembangan kearifan lokal Pengembangan Desa/kawasan Budaya sebagai potensi Pariwisata Jawa Barat Dinas Pendidikan BPLHD Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag Biro Yansosdas Kanwil Depag Disbudpar APBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Desa Budaya di Jawa Barat APBD APBD APBD 2. Peningkatan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 4. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama sebagai dasar bagi pendidikan budi pekerti Pengembangan Nilai-nilai ajaran agama di sekolah Implementasi nilai-nilai ajaran agama Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . permuseuman. pelestarian./Kota Distarkim Dinas Kesehatan BPMD Dinkes APBD APBN APBD Provinsi Pendidikan lingkungan hidup berbasis sekolah Pengembangan dialog antar pemuka agama Peningkatan kemampuan para juru da’wah Implementasi kesalehan sosial oleh aparatur Pemda Pembinaan kerukunan hidup umat beragama. Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah 3. Mendorong peningkatan mutu kesehatan lingkungan perumahan Melakukan sosialisasi lingkungan sehat 2. peninggalan kesejarahan.

No 1. Terlaksananya pendidikan lingkungan hidup bagi siswa SD/MI.7 . Penyediaan Sumber Daya Kesehatan terutama untuk Daerah Perbatasan dan Desa Tertinggal Sumber Daya Kesehatan Daerah Terpencil Dinkes APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Pengembangan balai pelatihan tenaga kesehatan masyarakat 25 Kabupaten/Kota Dinkes Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinas Pendidikan Disbudpar Dinas Pendidikan Disbudpar Dinas Pendidikan Kanwil Depag BPLHD APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD APBN APBD 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 6. Terwujudnya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang lingkungan hidup Pengembangan Sekolah hijau 25 Kabupaten/Kota APBN APBD 3. Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Kesehatan Masyarakat Fokus Peningkatan Sarana Kesehatan Dasar dan Prasarana Program Pembangunan Sumber Daya Kesehatan Sasaran Program Mendorong peningkatan dan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang dapat diakses masyarakat dengan cepat dan murah.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Mengoptimalkan fungsi kader juru dakwah dan DKM dalam pengembangan pendidikan budi pekerti di lingkungan RT/RW Pengembangan pendidikan berbasis nilai Pengembangan kurikulum muatan lokal tentang etika dan budi pekerti Mengembangkan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya daerah di Sekolah Pelatihan pendidikan budi pekerti bagi guru SDMI dan SLTP/MTs Sosialisasi kepada guru TK/RA. Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tentang etika dan budi pekerti di lingkungan pendidikan dasar dan pra sekolah. SD/MI dan SLTP/MTs tentang kurikulum lingkungan hidup Pengembangan kurikulum lingkungan hidup di tingkat pendidikan dasar dan pra sekolah Pelaksanaan kurikulum lingkungan hidup di tingkat pendidikan dasar dan pra sekolah Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Kanwil Depag Biro Yansos Sumber Dana APBN APBD 2. Mendorong peningkatan pemerataan. kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan (Dokter di Puskesmas 70% dan Bidan di Desa Terpencil 80%) Indikasi Kegiatan Pengembangan sarana dan prasarana kesehatan dan balai pengembangan laboratorium kesehatan • Pengembangan pendayagunaan kesehatan dan tenaga Lokasi 25 Kabupaten/Kota Pelaksana Dinkes Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. SLTP/MTs dan pra sekolah. Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Sekolah Peningkatan Pendidikan Dasar Dan Pra Sekolah 1. 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Dinas Pendidikan Kanwil Depag BPLHD Dinas Pendidikan Kanwil Depag BPLHD Dinas Pendidikan BPLHD APBN APBD 25 Kabupaten/Kota APBN APBD 2.

cakupan balita dengan Pnemonia yang ditangani 95%. dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular (Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dapat ditangani < 24 jam 95%. Diabetes Mellitus dan Kanker. bagi seluruh penduduk (Kecamatan Bebas Rawan Gizi 65%. AFP Rate/100. 2. Mendorong peningkatan rujukan ibu hamil risiko tinggi & bayi (Rujukan Bumil Risti 75% dan Neonatal Risti 75%) 1. meningkatnya pelayanan kesehatan jiwa klien yang mendapat pelayanan HIV/AIDS 95%. Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan Upaya Kesehatan 25 Kab/Kota 25 Kab/Kota Kota Pusat Pertumbuhan • Dinkes • BPMD Dinkes Distarkim APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi 6. 2. balita diare yang ditangani 75%. Peningkatan Cakupan Kesehatan Dasar Pelayanan Upaya Kesehatan Perbaikan gizi masyarakat melalui kewaspadaan pangan 25 Kab/Kota Dinkes APBN APBD Provinsi Peningkatan pelayanan kesehatan keluarga Peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak Revitalisasi Posyandu Promosi Kesehatan Pembangunan 25 Kab/Kota Dinkes APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kab/Kota Dinkes 5. kewaspadaan dini dan penanggulangan terhadap penderita Polio. Infeksi menular seksual yang diobati 95%. cakupan pemberian makanan pendamping ASI bayi Gakin 95%. cakupan Ibu Hamil mendapat 90 tablet Fe 85%. cakupan balita mendapat kapsul vitamin A 2x per tahun 85%.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 3. Menggerakkan perilaku hidup sehat 2. penanganan dan pemberantasan penyakit Lokasi 25 Kab/kota Pelaksana Dinkes RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Distarkim Biro Yansos Sumber Dana APBN APBD Provinsi Peningkatan surveilance penyakit 25 Kab/Kota Dinkes APBN APBD Provinsi 4. Kusta. Mendorong upaya perbaikan gizi. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman di Kota Pusat Pertumbuhan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Perkotaan Meningkatkan kapasitas daya dukung perumahan di perkotaan • Memfasilitasi pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Mendorong peningkatan surveilance penyakit & penanggulangan KLB/bencana serta imunisasi 1. dan rumah bebas jentik 90%). Jantung dan gangguan sirkulasi. pemberantasan. Mendorong peningkatan cakupan pelayanan kesehatan (Linakes 80%) 3. kesembuhan penderita TBC-BTA Positif >80%. penderita DBD yang diobati 75%. Menggerakkan peranserta kelembagaan di perdesaan Indikasi Kegiatan Pencegahan. Fokus Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular terutama Daerah Perbatasan dan Desa Tertinggal Program Pembangunan Upaya Kesehatan Sasaran Program 1. Menggerakkan upaya pencegahan.8 . dan Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan 90%).000 penduduk <15 tahun <1%. API penderita Malaria < 1/1000.

Garut. 2. Upaya Kesehatan 1. Bandung. Indramayu. Kab. Kab. Bogor. Kab. Pemberdayaan Penduduk Miskin No 1. Sukabumi. Kab. Garut. Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab./Kota Pelaksana Dinas Pendidikan Kanwil Depag Dinskes Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2. Bogor. Kab. Bandung. Kab. Kab. Garut. Fokus Peningkatan akses pendidikan bagi siswa Miskin Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin Program Pembangunan Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah 1. Kab. Kab. Kab. Garut. Bandung. Kab. Bandung. Kab. Kab. Sukabumi. Kab. Mendorong penyediaan jaminan pembiayaan kesehatan pra bayar bagi keluarga miskin dan masyarakat rentan 95% 2. Bogor. Kab. Indramayu. Bandung. Kab. Indramayu. Indramayu. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Bandung. Kab. Sukabumi. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Sumberdaya Kesehatan Sasaran Program Menurunnya angka drop out (DO) siswa pendidikan dasar 1. Meningkatnya Kualitas dan Cakupan Pelayanan Air bersih dan Sanitasi Memfasilitasi Penyediaan Air bersih • • Distarkim Distamben APBN APBD Provinsi Memfasilitasi Penyediaan Sanitasi Distarkim APBN APBD Provinsi 2. Kab. Indramayu.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Fasilitasi pelaksanaan pembangunan bidang permukiman Lokasi Jawa Barat Pelaksana Biro Yansos Sumber Dana APBD Provinsi 4. Bogor. Kab. Kab. Mendorong penurunan angka gizi kurang dan buruk pada balita Pelayanan asuransi kesehatan gakin (Askeskin) Dinskes APBN APBD Provinsi Peningkatan pengetahuan masyarakat miskin tentang gizi dan perawatan anak Dinskes APBN APBD Provinsi 3. Indramayu. Kab. Kab. Garut. Meningkatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Bandung. Kab. Garut. Kab. Sukabumi. Kab. Kab. Kab. Indramayu.9 . Kab. Bogor. Sukabumi. Bogor. Garut. Indramayu. Sukabumi. Sukabumi. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman Bagi Penduduk Miskin Terutama di Desa Tertinggal Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman 1. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Bogor. Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Bogor. Garut. Kab. Mendorong peningkatan penyediaan obat baik generik maupun esensial Indikasi Kegiatan Pemberian bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin Peningkatan keterjangkuan harga obat dan perbekalan kesehatan untuk keluarga miskin Peningkatan peran serta masyarakat dalam menentukan pelayanan kesehatan masyarakat Peningkatan ketersediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh keluarga miskin Lokasi 25 Kab. Kab. Sukabumi. Meningkatnya Kualitas Perumahan Sosialisasi Lingkungan Rumah Sehat Distarkim APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Karawang 6 Kabupaten ( Kab. Bandung. Karawang Dinskes APBN APBD Provinsi Dinskes APBN APBD Provinsi 2.

Kab. Bogor. Peningkatan Peluang Berusaha Bagi Penduduk Miskin 1. Kab. Bogor. Garut. Bandung. Kab. Kab. Kab. Sukabumi. Karawang Kab. Indramayu. Kab. Kab. Kab. Indramayu. Kab. Kab. Bogor. Kab. Bandung. Karawang Pelaksana Distarkim Sumber Dana APBN APBD Provinsi 4. garut. garut. Kab. Karawang APBN APBD 2. Kab. Meningkatnya akses terhadap sumber permodalan melalui lembaga keuangan mikro dan penguatan kelembagaan KUKM di pedesaan Pengembangan mekanisme penyaluran kredit bagi usaha koperasi. Kab. Karawang APBN APBD Penguatan dan pembentukan lembaga keuangan keuangan mikro Kab. Kab. garut. Indramayu. Sukabumi. Bogor. Sukabumi. Bandung. Kab. Bogor. Karawang APBN APBD Peningkatan kerjasama antar lembaga. Karawang APBN APBD Perlindungan dan dukungan bagi lembaga keuangan mikro Kab.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Memberikan Bantuan Stimulan Untuk Meningkatkan Kualitas Perumahan Lokasi 6 Kabupaten ( Kab. Indramayu. Indramayu. Kab. Kab. garut. Karawang Kab. Indramayu. Kab. Kab. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah 1. Bogor. Kab. Kab.10 . Kab. Kab. Bogor. Sukabumi. Sukabumi. Karawang APBN APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Pengembangan dan penguatan KUKM. Meningkatnya partisipasi masyarakat miskin dalam peluang berusaha Pengembangan usaha diluar pertanian ( off farm) di pedesaan Kab. Bandung. dan usaha mikro dan kecil dengan bunga yang terjangkau Kab. Bogor. Sukabumi. Bandung. Garut. Kab. Kab. Kab. antar bursa ekonomi dan Kab. Kab. garut. Kab. Indramayu. Sukabumi. Garut. Bandung. Peningkatan Agribisnis Meningkatnya pendapatan petani dan nelayan Pengembangan usaha masyarakat perkebunan dan sekitar hutan Diversifikasi agribisnis Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Indag Agro Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Indag Agro Binprod APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2. Indramayu. Bandung. Kab. Sukabumi. Bandung.

• Pendampingan dan monitoring bisnis pelaku usaha baru. Peningkatan Wirausaha Baru Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Sasaran Program Meningkatnya Kompetensi Tenaga Kerja melalui Sertifikasi dan Pelatihan serta Pembinaan Institusional BLK/LKK. Indikasi Kegiatan Pengembangan UKM di Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) dan Desa Tertinggal (DT). Pengembangan jaringan kerjasama antara UKM di DPP (Agropolitan) dengan IKM di perkotaan (Centre Business Distrik). UKM. Meningkatnya peran KUKM dan IKM di pedesaan. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah Terbentuknya wirausaha baru yang memiliki daya saing Kab/Kota Sukabumi. Lokasi 25 kab/kota Pelaksana • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas KUKM • Din Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM Sumber Dana APBN APBD Provinsi 2. Penempatan. Indikasi Kegiatan • Pembinaan dan Fasilitasi Lembaga Pelatihan dan produktivitas • Standarisasi Sertifikasi • Pelatihan Ketenagakerjaan Lokasi Jawa Barat Pelaksana • Disnakertrans Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Disnakertrans • Disnakertrans • Disnakertrans • Disnakertrans • Disnakertrans • Biro Bangsos 2. Pangandaran Ciamis. Cirebon. Meningkatnya Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja di Dalam dan Luar Negeri. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja. 2. Bogor. Usaha Kecil dan Menengah serta Industri Kecil dan Menengah No 1. Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Ketenagakerjaan No 1. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah Sasaran Program 1. Bogor. Perluasan. Peningkatan Peluang Kerja Peningkatan Kompetensi. Perluasan. Fokus Peningkatan Keterampilan Ketenagakerjaan Bagi Pencari Kerja Program Pembangunan Peningkatan Kompetensi. 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 2. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja. PangandaranCiamis. Meningkatnya Perlindungan serta Pengawasan Tenaga Kerja dan Perusahaan. Bekasi. • Fasilitasi pelatihan kewirausahaan bagi pengusaha baru (kemampuan teknik an entrepreuneurship). Peningkatan Peran dan Fungsi Kelembagaan Hubungan Industrial Hubungan Tenaga Jawa Barat Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 6. Meningkatnya Pemberdayaan Hubungan Industrial melalui Pengembangan Lembaga-lembaga Ketenagakerjaan • Penempatan Tenaga Kerja • Perluasan Lapangan Kerja Perlindungan Pengawasan Ketenagakerjaan • • Pembinaan Industrial Perencanaan Kerja Daerah dan 3.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. Kab/Kota Sukabumi. Penempatan. Fokus Pengembangan KUKM dan IKM Terutama di Desa Pusat Pertumbuhan Program Pembangunan Pengembangan dan Penguatan Koperasi. APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . UKM. 1. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja. Penempatan. Bandung. Bandung.11 . Peningkatan Kompetensi. Peningkatan Peran Koperasi. Bekasi. Cirebon. Terintegrasinya jaringan business KUKM pedesaan dengan IKM di perkotaan. Perluasan.

• Peningkatan PMA/PMDN melalui pemberian insentif • Kajian sistem perpajakan/retribusi yang terkait dengan investasi di Jawa Barat. Pelaksana • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas KUKM Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 7. Fokus Penyederhanaan prosedur dan kelembagaan perizinan investasi di daerah Program Pembangunan Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Sasaran Program Terwujudnya Penyederhanaan Regulasi dan Mekanisme Pelayanan Investasi yang terkoordinasi dan efektif Indikasi Kegiatan Menciptakan penyederhanaan prosedur perizinan investasi melalui One Stop Services (OSS) pelayanan investasi. Pemberian insentif bagi kegiatan investasi di daerah Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Meningkatnya realisasi investasi PMA/PMDN di Jawa Barat. Optimalisasi promosi untuk menarik investasi baru. Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat 3. Bekasi. PangandaranCiamis. Bekasi. Jawa Barat Jawa Barat APBN ABPD Provinsi APBN ABPD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Bandung. Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja Terkoordinasinya penyelenggaraan promosi secara efektif dan efisien. Peningkatan Investasi Untuk Perluasan Kesempatan Kerja No 1. PangandaranCiamis. Bandung. Cirebon. Lokasi Kab/Kota Sukabumi. Bogor. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pelayanan investasi One Stop Service (OSS) Membangun mekanisme pelayanan investasi yang terkoordinasi dan efektif Provinsi Jawa Barat Lokasi Jawa Barat Pelaksana • BPPMD • Biro Sarek Sumber Dana APBN APBD Provinsi Jawa Barat • BPPMD • Biro Sarek • Bapesitelda • BPPMD • Biro Sarek • Dinas Indag • BPPMD • Biro Sarek • Dinas Indag • BPPMD • Biro Sarek • BPPMD • Biro Sarek • BPPMD • Biro Sarek APBN APBD Provinsi Jawa Barat APBN APBD Provinsi 2. Kab/Kota Sukabumi.12 .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Fasilitasi kegiatan pemagangan di perusahaan besar yang terkait dengan kegiatan wirausaha baru • Fasilitasi permodalan dan keringanan biaya perizinan bagi wirasuaha baru. • Fasilitasi koordinasi peningkatan investasi di Jawa Barat • Peningkatan kerjasama dan promosi investasi investasi di kawasan khusus. Bogor. Cirebon.

/ Kota • Pengawasan dan pengendalian peredaran input produksi 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab. Peningkatan produktivitas./ Kota 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab.13 . produksi. distribusi serta diversivikasi pangan 1. Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan sumberdaya Kelautan Meningkatnya produktivitas usaha perikanan laut • Pengembangan budidaya laut dan payau Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBD Kab/ Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab. Pengembangan Agribisnis Meningkatnya produktivitas produksi./ Kota • Pengembangan penyuluh swakarsa 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota • Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna bagi penyuluh pertanian dan penyuluh swakarsa.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. Revitalisasi Agribisnis dan Industri No 1. serta disertifikasi agribisnis • Pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota 2. Fokus Peningkatan peran dan fungsi penyuluh pertanian Program Pembangunan Pengembangan Agribisnis Sasaran Program Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan sumberdaya penyuluh pertanian Indikasi Kegiatan • Peningkatan kinerja penyuluh pertanian Lokasi 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Perikanan Sumber Dana APBN APBD Provinsi APBD Kab./ Kota • Penanganan panen dan pasca panen untuk mengurangi kehilangan hasil • Penganekaragaman usaha tani 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab. • Meningkatkan kualitas sarana balai penyuluh pertanian./ Kota 1. distribusi./ Kota • Antisipasi terhadap cuaca dan ketersediaan sumberdaya air 16 Kabupaten APBN APBD Provinsi APBD Kab.

ternak dan ikan Pengendalian hama dan penyakit tanaman. Kab. Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah Kemampuan inovasi produk. 1. Wilayah Perkotaan Jawa Distarkim APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Fokus Pengelolaan persampahan di Metropolitan Bandung dan Jabodetabekpunjur Program Pembangunan Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman Sasaran Program Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan Indikasi Kegiatan Refungsionalisasi Lahan TPA Leuwigajah Penyiapan DED Calon Lahan TPA Citiis atau Legok Nangka Lokasi Leuwigajah. ternak dan ikan Jawa Barat 4. Peningkatan Daya Saing Industri Program Pengembangan Industri Manufaktur 1.APBD Provinsi .APBN .APBD Provinsi .APBD Provinsi . teknologi dan manajemen Pengembangan kemitraan antar industri pola Jawa Barat Jawa Barat • • • • 9.APBD Kabupaten/ Kota . Peningkatan Ketahanan Pangan Terkendalinya tingkat kerawanan pangan masyarakat • Pengembangan sistem logistik dan distribusi pangan .APBD Provinsi . ternak dan ikan Pengembangan Agribisnis Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. No.APBN . Peningkatan Pemanfaatan Air Baku di Wilayah Rawan Air Bersih Penyediaan Rumah Bagi Masyarakat Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman Pengembangan sarana dan prasarana perumahan dan Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih Meningkatnya kapasitas daya Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan air baku untuk kegiatan domestik Memfasilitasi pembangunan rumah bagi masyarakat Distarkim APBD Provinsi 3. Kota Cimahi Pelaksana Distarkim Sumber Dana APBD Provinsi Citiis dan Legok Nangka.APBN . Meningkatnya nilai tambah dan produktivitas industri manufaktur 2.APBD Kabupaten/ Kota .APBN .APBD Provinsi .APBD Kabupaten/ Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Meningkatkan kemampuan penyediaan pangan yang diperlukan. Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman.APBN .APBD Kabupaten/ Kota . 16 Kabupaten • Pengembangan sistem isyarat dini serta sistem pemantauan dan pendataan kondisi pangan yang handal dan akurat • Peningkatan teknologi pangan 16 Kabupaten 16 Kabupaten 3.14 . Bandung Jawa Barat Distarkim APBD Provinsi 2.APBD Kabupaten/ Kota .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan • Pengembangan usaha perikanan tangkap • Pengembangan teknologi perikanan laut Lokasi Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat 16 Kabupaten Pelaksana Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Peikanan Biro Bina Produksi Dinas Indag Agro Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indagagro Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indagagro Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indagagro Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Biro Bina Produksi Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro - Sumber Dana 3.

Peningkatan infrastruktur irigasi di Pantura Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Pantura Jawa Barat Terlaksananya persiapan dan pembangunan Waduk Jatigede Rehabilitasi dan Peningkatan Daerah Irigasi Lintas Kab/Kota dan Daerah Irigasi dengan Luas antara 1000-3000 Ha dan diatas 3000 Ha Pembebasan tanah dan pemindahan penduduk Fasilitasi dan koordinasi pembangunan Waduk Jatigede Pembangunan Waduk Jatigede Dinas PSDA 8. Bodebek dan Pantura Kab. Bandung. dan Kanci Pejagan Departemen PU • • • • • Dinas Bina Marga Biro Sarek Departemen PU Distamben DESDM 9. Kab.4 Km dan jembatan sepanjang 1860 m 2. waduk. Pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. Fokus Berpenghasilan Rendah Program Pembangunan permukiman Sasaran Program dukung perumahan dan permukiman Indikasi Kegiatan berpenghasilan rendah Fasilitasi pelaksanaan pembangunan bidang permukiman Pembangunan jalan dan jembatan Pembangunan jalan dan jembatan Lokasi Barat Jawa Barat Pelaksana Biro Yansos Sumber Dana APBD Provinsi APBD Provinsi 4. Perhubungan Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU Dinas PSDA Departemen PU APBD Provinsi APBN 6.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No. dan Pantura Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Cekungan Bandung. Peningkatan infrastruktur penyedia air baku. Cikampek-Cirebon (Cikacir). dan Kanci-Pejagan Meningkatnya cakupan dan akses pelayanan listrik terhadap masyarakat Fasilitasi dan koordinasi pembangunan jalan tol 10.2 Km dan pembangunan jembatan sepanjang 100 m Terlaksananya persiapan pembangunan bandara internasional di Jawa Barat Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. Garut. dan PKW Sukabumi Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 1. dan Pantura Daerah Pantura Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 7. dan Pantura Cekungan Bandung. dan embung Pengelolaan jaringan air baku. Bodebek. Persiapan pembangunan bandara internasional Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi Desain. Bodebek. Terlaksanya pembangunan jalan sepanjang 1. Peningkatan Ketahanan Energi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . dan Pantura Cekungan Bandung. Majalengka • • • • • • • • • • • Dinas Perhubungan Setda Jabar Dep. dan Metropolitan Cirebon.15 . Bodebek. dan Pantura Cekungan Bandung. dan Sumedang Kab. Metropolitan Bandung. Pembangunan jalan tol Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi Terlaksananya persiapan dan pembangunan Jalan Tol CileunyiSumedang-Dawuan (Cisumdawu). Kuningan • • Dinas Bina Marga Departemen PU APBN Dinas Bina Marga APBD Provinsi 5. Perluasan jaringan listrik perdesaan Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Pengembangan listrik perdesaan / masyarakat di daerah melalui perluasan jaringan PLN dan Non PLN Jawa Barat APBD Provinsi APBN 10. waduk dan embung dalam rangka penyediaan air baku di Metropolitan Bandung. Bodebek. Cikacir. Pembangunan Waduk Jatigede Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi Kabupaten Sumedang • • • • • • Dinas PSDA Biro Sarek Departemen PU Dinas PSDA Biro Sarek Departemen PU APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi APBN Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Jalan Tol Cisumdawu.Bogor Ring Road. fasilitasi dan koordinasi pembangunan bandara internasional di Jawa Barat Persiapan pembangunan waduk-waduk kecil Pengelolaan situ. Bodebek. Bogor Ring Road. pengendali daya rusak air di Cekungan Bandung. Cianjur. Kertajati Kab. Pengendalian pemanfaatan air permukaan Kec. Terlaksananya pembangunan jalan sepanjang 20.

Sukabumi dan Ciamis Kota Bandung Dishut BPLHD Dishut Dishut Disbun Dishut 3. Fokus Pengembangan dan pendayagunaan energi alternatif Program Pembangunan Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Sasaran Program 1. Meningkatnya cakupan dan akses pelayanan energi listrik bagi masyarakat dan bagi wilayah Jabar Selatan. Fokus Peningkatan upaya pengurangan resiko bencana Program Pembangunan 1. dan Biogas Penyediaan energi alternatif bagi masyarakat melalui pengembangan biokerosin. Citanduy. Pemantapan Kawasan Lindung Sasaran Program 1. Cianjur dan Bandung Kuningan. Optimalisasi Penanganan Bencana.16 . Terkendalinya pemanfaatan. Terfasilitasinya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan lindung 4. biodiesel. Citanduy. Cimanuk Kawasan Lindung Garut. Cianjur. BPLHD BPLHD Bapeda Dishut Dishut Binprod Dishut Sumber Dana APBD APBD 2. Meningkatnya penyediaan energi alternatif Indikasi Kegiatan Pengembangan mikrohidro dan PLTS Lokasi Jabar Selatan Pelaksana Distamben Sumber Dana APBD Pengembangan Pemanfaatan Energi Alternatif PLT Angin. Peningkatan efektivitas 1. Terbangunnya sistem informasi. Terfasilitasinya pengembangan bioenergi Desa Pertumbuhan Distamben APBD 2. Papandayan. Peningkatan upaya konservasi dan penghematan energi Distamben Distamben APBD APBD Bandung Biro Binprod APBD 11. dan Sangkan Hurip Bandung Bandung Distamben APBD 3. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan No 1. Meningkatnya fungsi dan kualitas kawasan lindung DAS Citarum. Galunggung. 2. monitoring dan evaluasi kawasan lindung Indikasi Kegiatan • Pengembangan sistem informasi kawasan lindung • Penyusunan sistem monitoring dan evaluasi kawasan lindung • Rehabilitasi lahan kritis di kawasan lindung • Peningkatan pengelolaan TAHURA • Pemeliharaan tanaman penghijauan dan reboisasi • Pengelolaan sumberdaya Kehati Lokasi Kota Bandung 15 kabupaten Kota Bandung Pelaksana Bapeda Dishut. Kuningan. Cimanuk dan Ciliwung APBD APBN APBD APBD APBD APBD DAS Citarum. kerusakan dan keamanan kawasan lindung 2. Tersedianya sistem informasi Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan atau kawasan lindung non hutan Pengawasan dan pengamanan hutan • Pengembangan Sistem APBD Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . biofuel Pengembangan pemanfaatan sumberdaya panas bumi di Jawa Barat Kemitraan konservasi energi Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penghematan energi Fasilitasi peningkatan gerakan hemat energi Pantura Jabar Selatan Distamben APBD 3. Pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi Program pengembangan Sumberdaya mineral dan panas bumi Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Termanfaatkannya panas bumi untuk direct use dan pembangkit listrik Terfasilitasinya kegiatan hemat energi Kawasan Gunung Talagabodas.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 1.

Sumedang.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan pengelolaan dan konservasi SDA dan lingkungan Sasaran Program kebencanaan yang mudah diakses Indikasi Kegiatan Informasi Kebencanaan Jawa Barat Penyusunan peta resiko bencana Inventarisasi objek/ infrastruktur vital terhadap bencana Fasilitasi dan penyediaan sistem informasi dan pemasangan early warrning sistem (EWS) pada titik rawan bencana (tsunami) dan sistem deteksi tradisonal Penyiapan data lokasi untuk pengamanan masyarakat di daerah rawan bencana Lokasi Pelaksana Sumber Dana Kota Bandung Jawa Barat Distamben Distamben APBD APBN Kab Ciamis. Sukabumi. Sukabumi. Indramayu Bakesbanglinmasda Dinas Sosial APBN APBD 2. Meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana Pengembangan sistem peringatan dini. Ciamis. Garut. Cianjur dan Garut Dept PU. banjir. Bekasi. Karawang. mekanisme mitigasi berbasis masyarakat Pelatihan dan sosialisasi menghadapi bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana Pelatihan dan sosialisasi rencana aksi nasional. Cianjur.17 . Tasikmalaya. Basarnas APBN Kab. pengurangan resiko bencana (RAN PRB) Daerah rawan bencana. Kelautan & Perikanan. Subang. banjir. Majalengka. Optimalisasi manajemen kebencanaan Penyusunan rencana kontijensi mitigasi dan penanganan bencana di Jawa Barat Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana Fasilitasi dan simulasi pemberdayaan satuan linmas dalam penanganan bencana Fasilitasi penyusunan mitigasi bencana di masing-masing daerah Penyusunan rancangan teknis penataan lahan akibat bencana longsor Kota Bandung Bapeda BPLHD APBN Kota Bandung Bapeda-Satkorlak BPLHD Biro Bansos APBD Daerah Rawan Bencana APBD Bandung Distamben Bakesbanglinmas Distamben APBN APBD APBD Kab bandung 3. gerakan tanah APBD Jawa Barat Fasilitasi dan simulasi pemberdayaan satuan linmas dalam penanganan bencana Jawa Barat Distamben Bakesbanglinmasda Dinsos Biro bangsos Bappenas Basarnas Distamben Bakesbanglinmasda Dinsos APBN APBD APBN APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . stunami BPLHD Biro Bansos Distamben Distamben Biro Bansos APBD Daerah rawan bencana. Bandung. Tasikmalaya.

udara perkotaan. sekolah dan pesantren • Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan wilayah pesisir Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan Daerah Aliran Sungai Prioritas / Kritis Bandung BPLHD APBD Jawa Barat BPLHD Disperindag Distamben BPLHD APBD Bodebek. Pengembangan sistem pemantauan telemetri air tanah Bandung . Cimanuk Kawasan Andalan Pantura dan Pansela CAT Bandung. Bandung. B3. Tersedianya media komunikasi penyelesaian kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan 4. Peningkatan peran masyarakat pengelolaan lingkungan dalam Peningkatan efektivitas pengelolaan dan konservasi SDA dan lingkungan 1. Tersedianya indikator baku mutu dan pedoman pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Pengembangan pedoman dan indikator pengendalian pencemaran air . kehati. B3 Peningkatan kemitraan pengelolaan lingkungan dengan pencinta lingkungan. Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholder Bandung BPLHD APBD Kuningan Bandung Dishut BPLHD APBD Pesisir Utara dan Pesisir Selatan DAS Citanduy. Cirebon APBD 5. dan udara se Jawa Barat. Bodebek DAS Citarum. Tersedianya pedoman dan indikator pengendalian kerusakan lingkungan di kawasan lindung. Tersedianya sistem informasi lilngkungan dan kebencanaan yang mudah diakses 3.18 . Terfasilitasinya penerapan teknologi tepat guna dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Pembentukan wadah fasilitasi pengaduan dan penyelesaian kasus lingkungan Pengembangan implementasi produksi bersih untuk industri dan pertambangan Fasilitasi perbaikan pengelolaan dan teknologi sampah perkotaan Pengembangan sistem informasi kualitas sumber daya air. Tersedianya sistem pemantauan pencemaran dan kerusakan lingkungan Tersedianya sistem pemantauan kualitas air dan udara di Jawa Barat Pemantauan pengelolaan persampahan di perkotaan. Terciptanya jejaring mitra pelestarian lingkungan di Jawa Barat 2. persampahan. dan DAS Cimanuk BPLHD APBD • Dishut BPLHD APBD 12. LSM. Ciliwung. dan pertambangan Bandung. Peningkatan Sarana dan Prasarana pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 1. Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan Lokasi Pelaksana Biro bangsos Bappenas Basarnas Sumber Dana 2. pesisir. Pemantauan kerusakan wilayah pesisir. Jawa Barat BPLHD APBD Bandung BPLHD Distamben APBD 2. Bogor BPLHD APBD Distarkim BPLHD BPLHD Distamben APBD APBD APBD 3.

949.19 .784 2.5% melalui pelaksanaan Sistem Administrasi Kependudukan 21 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) di 11 kabupaten 18 provinsi di daerah perbatasan Disnakertrans APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Disnakertrans Biro Bangsos 25 kabupaten/ kota Biro Dekon APBN APBD Provinsi 13.62% dari PUS sebanyak 8.126.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 1. Fokus Penataan kelembagaan ketatalaksanaan dan Program Pembangunan Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah Sasaran Program Meningkatnya fungsi kelembagaan dan ketatalaksanaan organisasi perangkat daerah. Pemberdayaan Sistem administrasi kependudukan Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Terkendalinya tingkat pertumbuhan migrasi dibawah 0.336 akseptor dan terbinanya peserta KB aktif sebanyak 5. Cianjur.600 akseptor atau 72. Kab/Kota Bekasi Distarkim APBD Provinsi 14. Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Antar Daerah Meningkatnya fungsi kelembagaan dan ketatalaksanaan organisasi • Fasilitasi pelaksanaan SPM kepada SKPD Jawa Barat Setda (Biro Organisasi) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Peningkatan Pengendalian Pemanfaatan Ruang No 1. Pemantapan Manajemen Pemerintahan Daerah No 1. Indikasi Kegiatan • Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan • Fasilitasi dan evaluasi kelembagaan dan ketatalaksanaan di Kabupaten/Kota Lokasi Jawa Barat Pelaksana Setda (Biro Organisasi) Sumber Dana APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Prov APBD Kab/Kota Jawa Barat Setda (Biro Organisasi) 2. Fokus Peningkatan pengendalian Pemanfaatan ruang di Kawasan Bandung Utara dan Jabodetabekpunjur Program Pembangunan Penataan Ruang Sasaran Program Meningkatnya kinerja pengendalian pemanfaatan ruang Indikasi Kegiatan Fasilitasi pelaksanaan petunjuk operasional Bandung Utara Fasilitasi penataan ruang di Jabodetabekpunjur Lokasi Bandung Utara Pelaksana Distarkim Sumber Dana APBD Provinsi Kab/Kota Bogor. penempatan transmigrasi serta kerjasama antar daerah Pengendalian pertumbuhan migrasi dan persebaran penduduk 25 kabupaten/ kota BKKBN APBD Provinsi 3.3 th. Depok. Tercapainya peserta KB baru sebanyak 1. Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan dan kabupaten/kota se. Terbinanya masyarakat translok di 21 UPT 4.192. Fokus Pengendalian laju pertumbuhan alamiah Program Pembangunan Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Sasaran Program 1. Pendewasaan usia perkawinan Indikasi Kegiatan Penyediaan alat dan obat kontrasepsi terutama bagi GAKIN Lokasi 25 kabupaten/ kota Pelaksana BKKBN Sumber Dana APBN APBD Provinsi Peningkatan rata-rata usia kawin pertama wanita menjadi 18.Jawa Barat 2. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat translok Pengerahan. Peningkatan kualitas pelayanan publik 1.

Terwujudnya perlindungan hak azasi manusia 26 Kabupaten/Kota Jawa Barat Setda (Biro Hukum) Dinas Pol PP Setda (Biro Hukum) POLRI Kejaksaan APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Provinsi Jawa Barat Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi 2. Biro Dekon) Distarkim SKPD lainnya APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 3. Penataan dan penegakan hukum daerah dan HAM serta Bantuan Hukum 1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Meningkatnya kualitas aparatur yang memberikan pelayanan Jawa Barat 4. Desa/Kelurahan di wilayah perbatasan antar provinsi dan Kabupaten Diklat dan Bintek yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat Fasilitasi peningkatan kinerja Aparat Desa 26 Kabupaten/Kota APBD Provinsi 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Desen) APBD Provinsi Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Setda (Biro Perlengkapan. prasarana pelayanan kepada masyarakat Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat khususnya perbaikan Kantor Kecamatan. HAM dan lingkungan • Optimalisasi pemberian bantuan hukum kepada aparat dan masyarakat Jawa Barat 1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Meningkatnya sarana.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program perangkat daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indikasi Kegiatan Provinsi dan pembinaan serta penerapannya untuk Kabupaten/Kota berdasarkan Juknis/SPM yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat • Penyederhanaan Prosedur Pelayanan Lokasi Pelaksana Sumber Dana 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Organisasi) BPPMD Dispenda Setda (Biro Organisasi) APBD Provinsi • Revitalisasi dan optimalisasi pelayanan satu pintu • Fasilitasi pelaksanaan otonomi kabupaten/kota dan penguatan daerah otonom baru 2. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK 3. Biro Dekon) BPMD Bapesitelda APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 5.20 . Biro Desen. Terwujudnya penyediaan produk hukum daerah untuk operasional pemerintahan • Penyusunan produk hukum daerah • Penyusunan dan penyerasian produk hukum daerah kab/kota dengan provinsi • Evaluasi produk hukum Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Hukum) APBD Prov APBD Kab/Kota 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Meningkatnya kinerja Aparat Desa 26 Kabupaten/Kota Bandiklatda Setda (Biro Kepegawaian) SKPD lainnya Setda (Biro Desen. Penataan dan pembentukkan Hukum daerah serta kesadaran hukum dan HAM Meningkatnya pelayanan yang didukung Teknologi Informasi (TI) Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) di Jawa Barat dalam manajemen pemerintahan dan pelayanan • Sosialisasi Produk Hukum dan HAM • Kerjasama antara penegak hukum di daerah dalam menyelesaikan kasuskasus pelanggaran hukum.

Terwujudnya tugu batas dan kejelasan batas daerah Perbaikan tugu batas dan penataan batas wilayah 4. Cibingbin). 25 Kabupaten/Kota Jawa Barat Dispol PP BKSP Jabodetabekjur Bakorwil SKPD Lainnya BKSP Jabodetabekjur Setda (Biro Organisasi) Setda (Biro Dekon) Dinas Tarkim APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBN APBD Prov APBD Kab/Kota 1. Kota Bekasi. Ciamis (Kec. Peningkatan kerjasama antar provinsi di daerah perbatasan 1. Sukabumi (Kec. Kab. Terwujudnya pemerintahan yang bersih dari KKN • Kampanye anti korupsi • Peningkatan pengawasan melekat di lingkungan aparatur pemerintah terhadap Korupsi. Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah Terwujudnya Ketentraman Ketertiban Umum dan Penegakkan Perda Provinsi Jawa Barat Fasilitasi pelayanan dasar di daerah perbatasan Optimalisasi BKSP Jabodetabekjur Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat Kab. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Terwujudnya profesionalitas aparatur pengelola kerjasama daerah dan aparatur di daerah perbatasan • Dilklat dan Bintek Kerjasama Daerah • Diklat substantif. Tata Ruang. struktural dan fungsional bagi aparatur di daerah perbatasan 3. Terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah khususnya di daerah perbatasan 2. Pajak dan Retribusi Daerah • Peningkatan kualitas legal drafter dan penegak hukum Lokasi Pelaksana Sumber Dana 26 Kabupaten/Kota Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi 3. Perencanaan. Kab. Sawangan dan Kec. Bogor.21 . Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum 4. Kab. Kuningan (Kec. Limo). Terwujudnya kelembagaan yang capable dalam melakukan kerjasama antardaerah perbatasan 3. Langensari). Pengendalian dan Pengawasan Terwujudnya sinergitas perencanaan dan pelaksanaan • Sinergitas perencanaan dan pelaksanaan Kabupaten/Kota yang berbatasan dengan provinsi lain Jawa Barat Setda (Biro Desen) Bandiklatda Bapeda APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 IV . Terwujudnya pendataan pertanahan Fasilitasi permasalahan batas wilayah Fasilitasi permasalahan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perbatasan Inventarisasi masalah pertanahan di Provinsi Jawa Barat Sosialisasi kebijakan pertanahan Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat BPN APBN Jawa Barat Jawa Barat Setda ( Biro Dekon) Setda (Biro Desen) Bandiklatda APBN APBN APBD Prov APBD Kab/Kota APBD Provinsi APBD Kab/Kota 2.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No Fokus Program Pembangunan Sasaran Program Indikasi Kegiatan kabupaten/kota yang berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. Kota Depok (Kec. Cibareno). Kolusi dan Nepotisme Jawa Barat SKPD di seluruh Jawa Barat Bawasda Setda (Biro Hukum) APBD Provinsi APBD Provinsi 2.

Draft 3 RKPD

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

No

Fokus

Program Pembangunan
Pembangunan

Sasaran Program
pembangunan di daerah perbatasan provinsi 1. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat Desa

Indikasi Kegiatan
pembangunan di daerah perbatasan Fasilitasi peningkatan kinerja aparat Desa Diklat dan bintek bagi aparat desa dan BPD

Lokasi

Pelaksana
Biro Desen

Sumber Dana

5.

Peningkatan Kinerja Pemerintah Desa

Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa

Jawa Barat

Biro Desen Biro Dekon BPMD • Bandiklatda • Biro Dekon Setda (Biro Dekon)

APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota APBD Provinsi

Jawa Barat Jawa Barat

2. Tertatanya organisasi pemerintah desa

Fasilitasi penyelengaraan pemerintahan desa Fasilitasi musyawarah asosiasi BPD dan pemerintah desa

Jawa Barat

Biro Dekon

3. Memantapkan sumber pendapatan dan kekayaan desa serta manajemen keuangan desa 6. Optimalisasi Potensi Pendapatan Daerah Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Meningkatkan pendapatan asli daerah

Penyusunan pedoman manajemen keuangan desa Fasilitasi pengembangan sumber PAD kabupaten/kota se Jawa Barat Penilaian pengelolaan sumber PAD kabupaten/kota se Jawa Barat Pengelolaan sumber PAD Dinas/Instansi penghasil di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pemutihan pajak daerah BBNKB kendaraan dari Provinsi lain ke Jawa Barat Peningkatan pendapatan melalui retribusi Penyusunan juklak/juknis untuk dinas penghasil

Jawa Barat

• Biro Dekon • Biro Keuangan • • • Biro Desen Biro Perlengkapan Biro Keuangan

APBD Provinsi

Jawa Barat

APBD Provinsi

Jawa Barat

Setda (Biro Desen, Biro Perlengkapan, Biro Keuangan Dinas Penghasil

APBD Provinsi

Jawa Barat

APBD Provinsi

Jawa Barat

Dispenda

APBD Provinsi

Jawa Barat Bandung

Dinas penghasil Setda (Biro Hukum) Dispenda Bapeda

APBD Provinsi APBD Provinsi

15. Pemantapan Stabilitas Politik
No
1.

Fokus
Pelaksanaan Pilkada dan Persiapan Pemilu

Program Pembangunan
1. Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik

Sasaran Program
1. Terwujudnya penyelenggaraan pilkada Gubernur dan Pilkada kabupaten/kota

Indikasi Kegiatan
• Fasilitasi penyelenggaraan Pilkada di 16 Kab/Kota • Fasilitasi Pilgub di 26 Kab/Kota • Fasilitasi Kesiapan Parpol dalam Pilkada

Lokasi
Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat

Pelaksana
• Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda

Sumber Dana
APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

2. Terwujudnya kegiatan Desk Pilkada Provinsi dalam

Fasilitasi Desk Pilkada Provinsi dalam

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

IV - 22

Draft 3 RKPD

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

No

Fokus

Program Pembangunan

Sasaran Program
penyelenggaraan Pilgub dan Pilkada Kab/Kota 3. Terwujudnya persiapan pemilihan anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2009 4. Terwujudnya persiapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2009

Indikasi Kegiatan
penyelenggaraan Pilgub dan Pilkada Kab/Kota Fasilitasi persiapan pemilihan anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2009 Fasilitasi persipan penyelenggaraan pemilu tahun 2009 Sosialisasi peraturanperaturan dalam rangka Pilkada Pengembangan dan revitalisasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam rangka Pilkada • Fasilitasi penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dalam Pilkada • Fasilitasi peningkatan peran Satuan Linmas dalam Pilkada • Fasilitasi peran masyarakat dalam ketentraman dan ketertiban dalam Pilkada

Lokasi

Pelaksana

Sumber Dana

Jawa Barat

• Setda (Biro Dekon)

APBD Provinsi

Jawa Barat

• Setda (Biro Dekon)

APBD Provinsi

2. Program Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat 3. Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan IPTEK 2. Stabilitas keamanan dan ketertiban umum dalam mendukung Pilkada dan Pemilu Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat

Terwujudnya pendidikan politik kepada masyarakat Terwujudnya sinergitas sistem informasi dalam rangka Pilkada

Jawa Barat

• Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda • Setda (Biro Dekon) • Bakesbanglinmasda

APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

Jawa Barat

Terwujudnya keamanan dan ketentraman yang kondusif di daerah

Jawa Barat

Bakesbanglinmasda

APBN APBD Provinsi

Jawa Barat

Bakesbanglinmasda

APBD Provinsi

Jawa Barat

Bakesbanglinmasda

APBD Provinsi

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

IV - 23

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

4.2

MATRIKS RENCANA KERJA PENUNJANG PEMBANGUNAN TAHUN 2008

MISI 1 : MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS SUMBERDAYA MANUSIA
NO 1. PROGRAM Program Peningkatan Pendidikan Dasar dan Pra Sekolah SASARAN PROGRAM 1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan dasar 2. Meningkatnya kesempatan melanjutkan pendidikan bagi siswa berprestasi 1. Meningkatnyan kualitas lulusan pendidikan menengah dan tinggi INDIKASI KEGIATAN • Optimalisasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) • Mendorong gerakan masyarakat peduli pendidikan Bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi di bidang kesenian, olahraga, dan IPTEK • Pengembangan SMA/SMK berbasis kompetensi LOKASI Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota PELAKSANA Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Disnakertrans KADIN Dinas Pendidikan Disnakertrans Dinas Pendidikan Disnakertrans Dinas Pendidikan Biro Yansos Depdiknas Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Dinas Pendidikan Biro Yansosdas Kanwil Depag Dinas Pendidikan BAPUSDA SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

2.

Program Peningkatan Pendidikan Menengah dan Tinggi

• Rintisan Wajib Belajar 12 tahun

Kota terpilih

APBN APBD Provinsi

• Pembentukan jaringan kerjasama dengan pihak swasta dan dunia industri melalui pengembangan sistem Tri Partied

25 Kabupaten/Kota

APBN APBD Provinsi

• Pemerataan kesempatan diklat bagi guru SMA/SMK • Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMA/SMK tingkat provinsi Pengembangan Perguruan Tinggi

25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota

2. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja 3. Program Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah

APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas
penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

• Pengembangan metode pembelajaran PAUD • Peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD melalui pelatihan dan lokakarya • Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD

25 Kab/Kota

25 Kabupaten/Kota

25 Kabupaten/Kota

2. Meningkatnya partisipasi masyarakat
dalam pendidikan non formal
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Pengembangan Taman Pustaka Masyarakat dan Perpustakaan Desa/ Kelurahan

25 Kabupaten/Kota

IV - 24

Meningkatnya kualitas sarana prasarana SLB INDIKASI KEGIATAN • Pengembangan sekolah inklusi • Peningkatan daya tampung SLB LOKASI 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kab/Kota PELAKSANA Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO 4. Mendorong peningkatan pengawasan dan pengendalian obat. alat kesehatan) dan NAPZA Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi IV .25 . Kosalkes (kosmetik. Meningkatnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran 3. Tersediaya dokumen perencanaan pembangunan kesehatan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan pengendalian dan evaluasi program pembangunan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 2. Mendorong penyediaan jaminan pembiayaan kesehatan (cakupan JPK pra bayar 35%) Peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 3. Meningkatnya kualitas guru SLB Pengembangan dan penerapan metode pembelajaran terkini • Pemerataan diklat bagi guru SLB • Pemberian kesempatan mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi Penyusunan perencanaan kesehatan 5. Program Sumber Daya Kesehatan 1. PROGRAM Program Peningkatan Pendidikan Luar Biasa SASARAN PROGRAM 1.

26 . sanitasi dasar. dan hygiene sanitasi di Peningkatan kesehatan lingkungan 25 Kab. Meningkatnya sinergitas pembangunan kesehatan Peningkatan Koordinasi dan fasilitasi pembangunan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 6. Mendorong peningkatan mutu kesehatan lingkungan perumahan dan permukiman termasuk pengungsian. pengadaan obat esensial 95% dan generik 85%) INDIKASI KEGIATAN LOKASI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • PELAKSANA RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi Biro Bangsos SUMBER DANA Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Pencegahan penyalahgunaan NAPZA 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan kualitas tenaga pengawas 25 Kab/Kota APBN APBD Provinsi 4./Kota • Din Kesehatan • Biro Yansos • Distarkim APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM dari tingkat produksi sampai tingkat konsumsi (ketersediaan obat 85%. Program Upaya Kesehatan 1.

pembinaan. gizi buruk balita < 1%). Program Peningkatan Kompetensi. Penempatan. • Penempatan Tenaga kerja melalui penyuluhan. industri & tempattempat lain yang mempengaruhi kesehatan.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM tempat-tempat umum./Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan pelayanan pemeriksaan lab. pelayanan gangguan jiwa 65%. Mendorong peningkatan akses kualitas dan citra masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar./Kota APBN APBD Provinsi Peningkatan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan 25 Kab. Menggerakkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui pengenalan hidup sehat di sekolah 7. Meningkatnya cakupan pelayanan sanitasi (air limbah dan drainase) 3. Meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pemberian kerja sementara serta penempatan dalam dan luar negeri. rujukan. Kes pada masyarakat Peningkatan sarana dan prasarana labkes. dan rumah negara 2. Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja 1. (rumah/bangunan bebas jentik 90%. Perluasan. (Pelayanan kesehatan ibu hamil risti yang di rujuk 95%. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman 1. Cirebon. tempat umum yang memenuhi syarat 75%. Majalengka. institusi yang dibina 65% dan cakupan air bersih 80%) 2. Indramayu.27 . 3. Menggerakkan peran dan fungsi labkes daerah INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Din Kesehatan • Biro Yansos • Distarkim • • • • • • Din Kesehatan Biro Yansos RSJ Cimahi RSJ Bandung KP4 Cirebon RSP Sidawangi SUMBER DANA Fasilitasi perbaikan sanitasi lingkungan masyarakat 25 Kab. khusus. sosialisasi dan penyebaran informasi serta pendataan calon pekerja. Sumedang Pantura Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Distarkim Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN 8. Meningkatnya tertib pengelolaan gedung negara/daerah. Jawa Barat Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota Balai Latihan Kesehatan (BLK) Balai Latihan Kesehatan (BLK) • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan Distarkim Distarkim Distarkim APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 4. cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita 70%. UCI Desa 90%. jiwa termasuk kegawatdaruratan medis. Tersedianya prasarana dasar perumahan bagi pengungsi dan transmigran lokal Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Memfasilitasi pengelolaan gedung negara/ daerah dan rumah negara Memfasilitasi penyediaan instalasi sanitasi regional di perkotaan • Memfasilitasi penyediaan prasarana dasar perumahan bagi transmigran lokal dan pengungsi • Memfasilitasi perbaikan sarana dan prasarana permukiman akibat bencana alam Jawa Barat Metro Bandung Bodebek Kab. sosialisasi PTKLN serta penyebaran pendataan • Penempatan Tenaga Kerja melalui pemberian kerja sementara dan penempatan dalam/luar negeri • Penyusunan pola kebijakan pendayagunaan informasi pasar kerja • Penyusunan pola standar pengukuran produktivitas tenaga kerja di Jawa Barat • Penyusunan pedoman peningkatan fungsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .

28 . Mendorong pengarusutamaan gender pada setiap aspek kehidupan Peningkatan peran gender dalam dalam masyarakat 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 4. dan keterampilan Jawa Barat 25 Kabupaten/Kota • Fasilitasi Aktifitas Kepemudaan di Jawa Barat 2. Mendorong peningkatan kualitas dan kuatitas perempuan dalam pembangunan Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam pembangunan 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 3. Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas organisasi/lembaga perempuan dalam pembangunan Keikutsertaan lembaga pemuda dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Penguatan kemitraan antara Pemerintah Daerah dengan Organisasi Pelajar dan Mahasiswa Peningkatan pengetahuan bagi pengurus organisasi/lembaga perempuan 25 Kabupaten/Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 10. Program Peningkatan Aktivitas. Meningkatnya kebijakan yang berbasis gender Peningkatan pemahaman aparat dan masyarakat terhadap peraturan perundangundangan yang berbasis gender 25 kab/kota APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Kreativitas dan Kelembagaan Pemuda 1. Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan 25 kab/kota 2. Meningkatnya aktivitas dan kreativitas kepemudaan di berbagai bidang pembangunan • Diklat kepemudaan. Meningkatnya perluasan melalui pemberdayaan tenaga kerja serta peningkatan usaha produktif • Pemberdayaan Tenaga Kerja Jawa Barat Disnakertrans Biro Bangsos Disnakertrans BPMD Dinas Pendidikan Disnakertrans Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Biro Bangsos Dinas Pendidikan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial • Peningkatan Usaha Produktif dan Bursa Kerja 9. Meningkatnya peran dan partisipasi pemuda dalam pencegahan dan penanggulangan Narkoba 1. kewirausahaan. Meningkatnya peranserta pemuda dalam pembangunan 3.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN pengawasan ketenagakerjaan di Jawa Barat LOKASI PELAKSANA Biro Bangsos SUMBER DANA APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 2.

Meningkatnya usaha pengembangan olahraga tradisional Pelatihan instruktur dan tenaga penggerak olahraga masyarakat dan olahraga tradisional 25 kabupaten/Kota APBN APBD Provims 3. Meningkatnya pemahaman dan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak INDIKASI KEGIATAN Peningkatan pemahaman dan perlindungan hak-hak perempuan serta pengarusutamaan gender LOKASI 25 kab/kota • • • • • • • • • • • • • • • PELAKSANA • Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Disnakertrans Dinas Sosial Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan Distarkim BPMD Biro Bangsos Dinas Pendidikan Distarkim Distarkim BPMD Biro Bangsos Distarkim Biro Bangsos SUMBER DANA APBN APBD Provinsi Perlindungan dari tindak kekerasan dan perdagangan perempuan dan anak (Traficking) 25 kab/kota APBN APBD Provinsi Peningkatan pemahaman tentang tindak kekerasan Traficking terhadap perempuan dan anak 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 11. Meningkatnya pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Meningkatnya aktivitas dan prestasi olahraga pelajar dan mahasiswa Memfasilitasi pembangunan sarana prasarana olah raga masyarakat Memfasilitasi persiapan pembangunan stadion olahraga bertaraf nasional/internasional • Keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Pelajar Wilayah • Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar • Pengembangan Olahraga Pendidikan Penelitian terhadap isu-isu strategis untuk kepentingan perencanaan dan kebijakan publik Jawa Barat APBD Provinsi Kabupaten/Kota Bandung Kalimantan Timur Bandung Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota APBD Provinsi Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Balitbangda 12. Tersedianya sarana prasarana olahraga yang memadai 5.29 . Tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat 4. Program Pengembangan dan Pemanfaatan 1. Program Peningkatan Olahraga 1.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 5. Meningkatnya prestasi olahraga dalam event nasional • Pembentukan dan pemusatan pelatihan kontingan PON 2008 • Pemberian uang kadeudeuh pada atlet berprestasi 25 kabupaten/Kota APBN APBD Provims APBN APBD Provims 25 kabupaten/Kota 2.

Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat Bapesitelda. Meningkatnya pemanfaatan TTG dalam pelaksanaan pembangunan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi 3. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi MISI 2 : MENGEMBANGKAN STRUKTUR PEREKONOMIAN REGIONAL YANG TANGGUH NO 13. Jawa Barat SUMBER DANA APBD Provinsi 2. Meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan pembangunan • Pengembangan Sistem Informasi Manajemen dan penguatan basis data berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) • Peningkatan pelayanan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) • Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Jawa Barat Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Pelaksanaan penyaluran peredaran hasil teknologi benih/bibit dan Alsintan. Meningkatnya inovasi dan diseminasi teknologi agribisnis INDIKASI KEGIATAN Pengembangan teknologi pembenihan/bibit dan pembudidayan pertanian. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Pertanian Din Perkebunan Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan SUMBER DANA APBD Provinsi APBN Pengembangan teknologi agribisnis tepat guna dan spesifik lokasi.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM Hasil Penelitian dan IPTEK SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) hasil Ristek • Pengembangan TTG usaha kecil dan menengah • Pengembangan TTG dalam Diversifikasi pemanfaatan Energi Pengembangan Perpustakaan khusus SKPD di Jawa Barat Peningkatan pelayanan perpustakaan Peningkatan pengelolaan perpustakaan LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Balitbangda Bapesitelda Dinas KUKM Distamben Seluruh SKPD Prov. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Meningkatnya peran perpustakaan berbasis Teknologi Informasi (TI) 4. PROGRAM Program Pengembangan Agribisnis SASARAN PROGRAM 1. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov. Meningkatnya peran kearsipan berbasis Teknologi Informasi (TI) • Peningkatan pengembangan kearsipan • Peningkatan pelayanan kearsipan • Peningkatan pengelolaan kearsipan 5. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov.30 . perikanan dan kehutanan. Jawa Barat Seluruh SKPD Prov.

Peningkatan akses petani terhadap sumberdaya produktif serta permodalan Jawa Barat APBN Jawa Barat APBD Provinsi APBN Peningkatan akses petani terhadap pasar Jawa Barat APBD Provinsi APBN Pengawasan dan pengendallian peredaran serta ketersediaan pupuk. Meningkatnya koordinasi dan manajemen pembangunan agribisnis Penyelarasan. Peningkatan kualitas/kompetensi sumber daya manusia aparatur dan petani. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan pemberdayaan sumberdaya manusia agribisnis. Meningkatnya akses petani terhadap faktor produksi Pengembangkan koordinasi kelompok usaha dan kelompok tani (Gapoktan dan Asosiasi). pengawasan dan pengendalian manajemen pembangunan agribisnis antar sektor dan antar wilayah. Jawa Barat APBD Provinsi APBN Pengembangan kelembagaan petani Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Jawa Barat APBD Provinsi IV .31 .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Petanian Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod SUMBER DANA 2. Jawa Barat APBD Provinsi APBN Peningkatan koordinasi pengembangan agribisnis Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi 3. benih/bibit dan pakan Jawa Barat APBD Provinsi APBN 4.

Cianjur. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana prasarana pendukung agribisnis Fasilitasi sarana dan prasarana agribisnis Jawa Barat APBN APBD Provinsi Pengelolaan pasca panen dan pengolahan hasil Jawa Barat APBN APBD Provinsi Optimalisasi Terminal/ Agribisnis (TA/STA) Memfasilitasi agropolitan sarana Sub Terminal Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi dan prasarana Kab. Subang dan Bandung Pengembangan Pasar Ikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Kab. Purwakarta. Subang. Bogor. Kuningan. pengendalian Jawa Barat APBD Provinsi APBN Penataan kelembagaan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Agribisnis. Ciamis. Garut. Cirebon.32 . Jawa Barat APBD Provinsi APBN 5. Indramayu.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Distarkim Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Indag Agro Distarkim Din Perikanan SUMBER DANA APBN Pembinaan dan pengusahaan lahan. APBN IV .

Bogor. Indramayu. bergizi dan berimbang.33 . Jawa Barat 14. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi. Sukabumi. Mempromosikan dan memproteksi komoditas agribisnis Peningkatan ekspor dan pengendalian impor sektor pertanian Penguatan sistem usaha dan perlindungan usaha Jawa Barat Peningkatam dam pengoptimalan kelembagaan agribisnis dan menarik minat investasi. Tasikmalaya dan Kuningan Jawa Barat • Din Pertanian • Din Peternakan • Din Perikanan Din Perikanan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Peningkatan ketersediaan. Ciamis. Cianjur. Subang. kualitas dan menurunnya ketergantungan pada pangan pokok beras serta ketersediaannya sepanjang tahun Pengembangan diversifikasi produk. Cianjur.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI Indarmayu. Ciamis dan Kuningan Jawa Barat PELAKSANA Din Indag Agro SUMBER DANA APBD Provinsi 6. distribusi. Jawa Barat • • • • • Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Perkebunan Din Peternakan Din Perikanan Din Kehutanan Din Indag Agro Biro Binprod Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Din Indag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Peningkatan produktivitas pangan melalui peningkatan mutu intensifikasi serta perbaikan mutu benih/bibit Peningkatan pemanfaatan dan pelestarian perairan umum untuk peningkatan produksi ikan Jawa Barat Peningkatan teknologi pengolahan pangan Kab. Sukabumi. konsumsi komoditas pangan beragam. Bandung. Bogor. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1. Bandung. dan konsumsi serta mutu gizi dan keamanan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Jawa Barat • • • • • Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Din Pertanian Din Peternakan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN IV . Tasikmalaya.

Cianjur.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM pangan 2. Indramayu. Ciamis. Sukabumi. Tasikmalaya. bergizi dan berimbang INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Din Perikanan • Biro Binprod Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Biro Binprod Din Indag Agro Din Pertanian Din Perkebunan Din Kehutanan Din Pertanian Din Peternakan Din Perikanan Biro Bina Produksi • Dinas Perikanan • Dinas Indag Agro SUMBER DANA Pengembangan pangan lokal. Indramayu dan Cirebon Jawa Barat Pantai Utara. Bogor. Bekasi. Garut. Bandung. Cianjur. Tasikmalaya. Ciamis. Karawang. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi pangan yang beragam. Cianjur. 2. Selatan APBD Provinsi APBN • Dinas Perikanan • Dinas Indag Agro Dinas Perikanan • Dinas Perikanan • Dinas Indag Agro Din Perikanan • Din Perikanan • Din Indag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Pengembangan industri berbasis kelautan. Sukabumi. Selatan Pantai Utara. Ciamis dan Kuningan Pantai Utara. Program Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan 1. Selatan Pantai Utara. Meningkatnya usaha dan kesempatan kerja Bisnis Kelautan Peningkatan kualitas/kompetensi SDM dan kelembagaan usaha kelautan Pengembangan input produksi berbahan baku lokal Peningkatan efisensi usaha kelautan Pengembangan pengelolaan hasil perikanan dan kelautan Pengembangan pengelolaan kawasan pesisir dan laut Pengembangan kawasan industri pengolahan hasil perikanan Kabupaten Garut. Subang. Subang. Meningkatnya akses petani dan nelayan terhadap faktor produksi Peningkatan akses petani dan nelayan terhadap sumberdaya produktif dan permodalan Dinas Perikanan Dinas Perikanan APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Pengembangan teknologi perbenihan dan pembudidayaan ikan laut dan payau Dinas Perikanan APBD Provinsi APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . bergizi dan berimbang Meningkatkan distribusi pangan ke daerah rawan pangan Jawa Barat APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN Jawa Barat 15. Tasikmalaya. Jawa Barat APBD Provinsi APBN Peningkatan penerapan pola konsumsi pangan beragam. Cirebon dan Kota Cirebon Pantai Utara. Selatan Kab. Sukabumi. Subang. Selatan Kab.34 . Indarmayu.

Tasikmalaya. Program Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Pengembangan perdagangan dan fasilitasi penetrasi dagang • Peningkatan sistem perdagangan dalam dan luar negeri • Peningkatan dagang • Peningkatan perdagangan promosi dan penetrasi Jawa Barat Jawa Barat. Subang dan Kota Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Kabupaten Sukabumi. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana usaha kelautan 16. Cianjur.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 3. Cirebon. Program Pemantapan struktur industri manufaktur Pengembangan Industri Manufaktur Pemberdayaan pelaku usaha dan simpulsimpul distribusi usaha kelautan Peningkatan akses terhadap pasar dan informasi bisnis kelautan Peningkatan sarana prasarana usaha kelautan • Peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang industri • Pengembangan industri berbahan baku lokal • Pengembangan Klaster Industri • Pembangunan Berkelanjutan Industri inovasi Din Perikanan Din Indag Agro Din Perikanan Din Indag Agro Din Perikanan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • • • • • • • • • • • • • • • • Dinas Indag Dinas Indag Agro Biro Sarek Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro BPPMD Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas Indag Dinas Indag Agro APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Peningkatan kemampuan diversifikasi produk IKM • Peningkatan kemampuan wirausaha • Peningkatan Koordinasi dan konsolidasi pengembangan industri 17. Sukabumi. Bekasi. Karawang. Indramayu. Meningkatnya cakupan pemasaran INDIKASI KEGIATAN Fasilitasi kemitraan dan pemasaran dalam dan luar negeri LOKASI Kab. Provinsi Lain dan LN Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat sarana dan prasarana • Pengembangan usaha perdagangan dan peningkatan informasi perdagangan • Peningkatan pengawasan produk di Jawa Barat • Fasilitasi pengembangan antar stakeholder Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 peredaran perdagangan IV . Ciamis. Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Yang dan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA Din Perikanan Din Indag Agro SUMBER DANA APBD Provinsi APBN 4. Garut. Ciamis.35 .

Meningkatnya pemahaman peraturan/perundang-undangan bagi pengguna. penyedia jasa konstruksi 4. Program Pengembangan Kepariwisataan Peningkatan pengelolaan daya tarik wisata • Penataan objek dan daya tarik wisata di Kawasan Wisata Unggulan • Peningkatan kualitas produk pariwisata dan standarisasi 9 Kawasan Wisata Unggulan Jawa Barat Jawa Barat dan LN • Disbudpar • Dishut Disbudpar Disbudpar Disbudpar Disbudpar APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Peningkatan promosi pariwisata • Pengembangan pariwisata kemitraaan di bidang Jawa Barat Jawa Barat • Peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia di bidang pariwisata • Peningkatan koordinasi dan konsolidasi pengembangan pariwisata 19. Meningkatnya kualitas produk 2. Meningkatnya pelayanan jasa terhadap masyarakat Peningkatan kualitas dan penerapan standarisasi produk Peningkatan sarana dan prasarana Balai Pengembangan Perindustrian dan Kemetrologian Peningkatan pelayanan metrologi dan panas bumi 3. orang perseorangan.36 .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Biro Sarek SUMBER DANA 18. Program Peningkatan Mutu produk dan Pelayanan Jasa 1. dan badan usaha) Pemberdayaan jasa konstruksi kepada masyarakat 5. Meningkatnya kualitas produk jasa konstruksi Pengawasan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi Pengawasan tertib pemanfaatan jasa konstruksi Pengawasan terhadap perijinan jasa konstruksi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Disbudpar • Biro sarek • Dinas Indag • Din Indag Agro Dinas Indag Jawa Barat Jawa Barat • Dinas Indag • Dinas Tamben • Distarkim Jawa Barat Jawa Barat • Distarkim • Distarkim Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Distarkim • Distarkim • Distarkim • Distarkim Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Meningkatnya kualitas SDM pengguna dan penyedia jasa bidang jasa konstruksi Sosialisasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan jasa konstruksi dan peraturan lainnya yang terkait Pemberdayaan penyedia jasa konstruksi (orang perseorangan. Terwujudnya tertib penyelenggaraan jasa konstruksi 6. badan usaha) Pemberdayaan pengguna jasa konstruksi (instansi pemerintah.

sarana dan prasarana lembaga KUKM Peningkatan akses pasar produk KUKM. Meningkatnya Pengetahuan. BUMD dan Lembaga Keuangan Daerah. 1. UKM.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pengawasan terhadap ketentuan keteknikan Pengawasan terhdap K3 LOKASI Jawa Barat Jawa Barat 25 kab/kota PELAKSANA • Distarkim • Distarkim • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 20. Pengembangan dan Penguatan Koperasi. Keterampilan Sumberdaya Manusia UKM Peningkatan Kapasitas Sumberdaya manusia (SDM) KUKM 2. Meningkatnya akses terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Peningkatan kapasitas informasi KUKM 25 kab/kota APBN IV . 25 kab/kota • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM APBN APBD Provinsi Peningkatan kapasitas kelembagaan KUKM 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 3.37 . Meningkatnya peran kelembagaan.

38 . Investasi dan tenaga kerja. Sukabumi Kab. Meningkatnya kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD. Pengembangan dan penguatan struktur BUMD Peningkatan kinerja & performa perusahaan daerah Kajian peran BUMD terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Kab. Garut Bopuncur Bodebek Purwasuka Ciayumajakuning Jawa Barat APBN APBD Provinsi Jawa Barat • Dinas KUKM • Biro Sarana Perekonomian • Dinas KUKM APBN APBD Provinsi APBN IV .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM permodalan dan teknologi bagi KUKM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben SUMBER DANA APBD Provinsi Pembangunan pusat promosi dan pemasaran produksi industri kecil 25 kab/kota • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM • Biro Sarek • Dinas Pertanian Tanaman Pangan • Dinas Perikanan • Dinas Peternakan • Dinas Perkebunan • Dinas Indag • Dinas Indag Agro • Dinas Pariwisata • Dinas Tamben • Dinas KUKM • Biro Sarana Perekonomian APBN APBD Provinsi Fasilitasi akses permodalan dan teknologi KUKM 25 kab/kota APBN APBD Provinsi 4.

Terpeliharanya kondisi jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1933. Meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Distamben APBD Pengendalian pemanfaatan batubara oleh industri • Kegiatan penunjang pengembangan jaringan jalan dan pemanfaatan jalan • Peningkatan jalan dan penggantian jembatan • Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan Pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan Distamben APBD • Dinas Bina Marga • Bapeda Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi • Peningkatan jalan dan penggantian Jawa Barat Dinas Bina Marga APBD Provinsi IV . 2. Sukabumi Kab. Garut Bopuncur Bodebek Bopuncur Bodebek Bopuncur Bodebek Purwakarta Bandung Cirebon Purwakarta Bandung Cirebon Purwakarta Bandung Cirebon Bandung Sumedang Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat BPPMD APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD • • • • • • Distamben BPPMD Distamben BPPMD 22. Meningkatnya pengusahaan dan nilai tambah produksi sumberdaya mineral • Eksplorasi kelayakan mineral unggulan Distamben BPPMD Distamben • Standarisasi kualitas produk mineral Distamben APBD • Peningkatan mutu dan produk pertambangan skala kecil 2. tumbuhnya minat investasi di Kawasan Andalan.972 m 3. Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi 1.39 . Program Peningkatan Penanaman Modal di Daerah Untuk Menciptakan Perluasan Kesempatan Kerja 1. Terfasilitasinya peningkatan mutu batubara untuk konsumsi energi 23. Tersusunya basis data investasi potensial di wilayah Menyempurnakan regulasi Menyiapkan proposal kelayakan usaha komoditass ungulan kawasan Mengadakan promosi wilayah andalan Kab. Meningkatnya kondisi kemantapan jalan (kondisi baik dan sedang) ruas-ruas jalan Provinsi menjadi 90% melalui rehabilitasi jalan sepanjang 110 km dan jembatan sepanjang 1251 m. dan peningkatan jalan sepanjang 156 km dan penggantian jembatan sepanjang 175 m 2. Terkordinasinya penyelenggaraan promosi investasi secara efektif dan efisien. Garut Bopuncur Bodebek Purwasuka Ciayumajakuning Kab.22 km dan jembatan sepanjang 13. Terwujudnya data dan informasi yang akurat untuk meningkatkan minat investasi. Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi 1.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN perekonomian daerah Bantuan keuangan kepada BPR LOKASI PELAKSANA • Biro Sarana Perekonomian • Dinas KUKM • Biro Sarana Perekonomian SUMBER DANA APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 21. Sukabumi Kab.

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

NO

PROGRAM

SASARAN PROGRAM jalan non status melalui pemeliharaan sepanjang 231,74 km dan jembatan sepanjang 4046 m, rehabilitasi jalan sepanjang 10 Km dan jembatan sepanjang 651 m, dan pembangunan jalan sepanjang 15 Km dan penggantian jembatan sepanjang 195 m jembatan

INDIKASI KEGIATAN

LOKASI

PELAKSANA Dept. PU

SUMBER DANA APBN

• Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan

Jawa Barat

Dinas Bina Marga Dep. PU Dinas Bina Marga Dep. PU Dinas Bina Marga Dep. PU

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBN

• Pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan

Jawa Barat

4. Meningkatnya nilai struktur jalan nasional melalui rehabilitasi jalan sepanjang 56 km, dan peningkatan jalan sepanjang 285,18 km

• Peningkatan jalan dan penggantian jembatan

Jawa Barat

• Rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan 5. Terpeliharanya kondisi jalan nasional sesuai dengan umur rencana melalui pemeliharaan rutin sepanjang 659,22 km dan rehabilitasi jalan sepanjang 56 km 6. Meningkatnya kenyamanan, keamanan dan ketertiban berlalu lintas serta meningkatnya mobilitas manusia, barang dan jasa Pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan

Jawa Barat Jawa Barat

Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga

APBN APBN

• Peningkatan kondisi fasilitas perlengkapan jalan provinsi dan nasional • Pengkajian dan Identifikasi Jembatan Timbang • Pemeliharaan, Pengawasan dan pembinaan jembatan timbang • Pengadaan Sarana Operasional Pengawalan dan pengawasan • Relokasi jembatan timbang

Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat • Kab, Ciamis • Kab. Bogor • Kab. Cianjur • Kab. Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat

Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas perhubungan Dinas perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan

APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN

• Peningkatan sarana dan prasarana jembatan timbang • Fasilitasi dan koordinasi pembangunan terminal • Fasilitasi penetapan jaringan trayek angkutan jalan di Jawa Barat • Fasilitasi dan koordinasi hari-hari besar dan kegiatan perhubungan • Fasilitasi dan koordinasi peningkatan keselamatan penyelenggaraan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Biro Sarek Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

Jawa Barat Jawa Barat

APBD Provinsi APBD Provinsi

IV - 40

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

NO

PROGRAM

SASARAN PROGRAM

INDIKASI KEGIATAN perhubungan • Pengawasam dan pengendalian penyelenggraan perhubungan

LOKASI Jawa Barat Jawa Barat

PELAKSANA Dinas perhubungan Dinas Perhubungan

SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi

7. Penyusunan Standart Pelayanan Minimal (SPM) Penyelenggaraan Perhubungan Darat 8. Meningkatkan Ketersediaan Prasarana Perhubungan 9. Meningkatnya kualitas sarana perhubungan darat 10. Terstruktur jaringan angkutan AKAP, AKDP, Taksi, Pariwisata dan Karyawan

• Penyusunan Pedoman mekanisme prosedur penelitian dan pengkajian rekayasa dan manajemen lalu lintas jalan • Meningkatkan keselamatan di persilangan sebidang antara jalan dengan kereta api • Pemeriksaan dan pengawasan produk karoseri kendaraan bermotor • Pemetaan struktur jaringan trayek melalui digitalisasi hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek terdahulu • Sosialisasi struktur jaringan trayek

Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat

Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi

Jawa Barat Metropolitan Bandung, BODEBEK Jalur ganda Cikampek-Padalarang Jalur KA BandungSoreang, RancaekekJatinangor, penambahan jalur Kereta Api BdgCicalengka Jalur KA BdgSukabumi Bandara Husein Sastranegara dan Nusawiru Lokasi BIJB di Kec. Kertajati, Kab. Majalengka Jawa Barat Jawa Barat

Dishub Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. Perhubungan Dinas Perhubungan Dept. Perhubungan

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN

11. Terwujudnya pengembangan angkutan massal

• Persiapan pembangunan angkutan massal • Lanjutan pembangunan jalur ganda KA • Persiapan revitalisasi jalur KA, dan penambahan jalur Kereta Api

• Peningkatan jalur KA 12. Meningkatnya peran bandar udara untuk melayani angkutan barang maupun penumpang • Peningkatan sarana dan prasarana operasi penerbangan • Persiapan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat • Identifikasi rute-rute potensial angkutan udara dari/ ke Bandung Tersedianya Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pemangkasan Gunung Bohong • Perluasan dermaga dan pengerukan kolam pelabuhan regional serta melengkapi sarana bongkar muat

Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dinas Perhubungan Dephub

APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN

13. Meningkatkan jumlah penerbangan dari/ ke Bandung 14. Meningkatnya peran pelabuhan laut (pelabuhan umum, khusus/perikanan) dan ASDP serta pelayanan dibidang keselamatan pelayaran untuk melayani angkutan barang maupun penumpang
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Pelabuhan Cirebon Muara Gebang (Kab.Cirebon) Muara Dadap (Kab.Indramayu)

Dinas Perhubungan Dinas Perikanan Dep. Perhubungan

APBD Provinsi APBN

IV - 41

Draft 3 RKPD

BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT

NO

PROGRAM

SASARAN PROGRAM

INDIKASI KEGIATAN

LOKASI Muara Ciasem (Kab.Subang) Cikidang (Kab.Ciamis) Pelabuhan Cirebon Muara Gebang (Kab.Cirebon) Muara Dadap (Kab.Indramayu) Muara Ciasem (Kab.Subang) Cikidang (Kab.Ciamis) Pelabuhan Cirebon

PELAKSANA

SUMBER DANA

• Melengkapi sarana dan prasarna bongkar muat

Dinas Perhubungan Dinas Perikanan Dep. Perhubungan

APBD Provinsi APBN

• Pengembangan pelabuhan laut internasional Cirebon • Sosialisasi keselamatan pelayaran

Dep. Perhubungan Dishub PT. PELINDO Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Biro Sarek Dishub Dephub Investor Dishub Bandiklatda Pusdiklat Phb Laut Pusdiklat Phb Darat Dinas Perhubungan

APBN

Jawa Barat

APBD Provinsi APBN APBD Provinsi

• Optimalisasi TPKB Gedebage

Kota Bandung

• Rencana Induk/Master Plan Pelabuhan Laut Internasional Cilamaya/ Ciparage Jaya • Peningkatan Sumber Daya Manusia di Bidang angkutan laut, kepelabuhan dan kesematan pelayaran • Penertiban alur pelayaran dan lintasan trayek kapal pedalaman

Kab. Karawang

APBN Investor APBD Provinsi APBN

Kab.Caimis, Kab. Bandung, Kab. Purwakarta dan Cianjur, Kab. Bekasi Kab. Ciamis, Kab. Bandung Kab. Purwakarta dan Cianjur,Kab. Bekasi Jawa Barat (al: Kab.Ciamis, Kab.Bandung Kab.Purwakarta dan Cinajur Kab.Bekasi Kab. Indramayu) Jawa Barat

APBD Provinsi

• Pengadaan fasilitas sarana dan prasarana SAR dan fasilitas pelabuhan laut ASDP (Darat, udara laut dan ASDP)

Dinas Perhubungan Dep. Perhububgan

APBD Provinsi APBN

15. Meningkatnya kesadaran masyarakat dan tertibnya serta terbinanya pengguna frekuensi radio 16. Meningkatnya fungsi lembaga Pos dan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008

Peningkatan pengguna frekuensi radio dan ketertiban pengguna frekuensi radio juga frekuensi radio amatir Peningkatan pelayanan unit organisasi

Dinas Perhubungan

APBD Provinsi

Jawa Barat

Dinas Perhubungan

APBD Provinsi

IV - 42

4. • Normalisasi sungai. 300 SPBU) Jawa Barat Kabupaten penghasil migas 3. Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh pemerintah dari 190% menjadi 192%. waduk. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Listrik dan Energi Penataan pengelolaan database Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan sumber daya air dan irigasi Jawa Barat Jawa Barat 1. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur listrik dan energi Fasilitasi dan Koordinasi pengelolaan infrastruktur listrik dan energi Pengendalian kegiatan usaha di sektor migas hilir Penyiapan pengembangan pemanfaatan sumur migas sebagai sumber energi Jawa Barat APBD Provinsi 2. Meningkatnya ketersediaan data dan informasi. Terpantaunya operasi. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dan irigasi 25.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM Telekomunikasi INDIKASI KEGIATAN dan perijinan frekuensi radio dan pos Peningkatan kelancaran koordinasi unit unit operasional pengguna frekuensi radio dan pos Pembangunan Fasilitas Jaringan Telekomunikasi Bencana Alam Pembangunan fasilitas telekomunikasi pedesaan Penyusunan Rencana Induk Transportasi Metropolitan bandung • Fasilitasi dan koordinasi aspek kebinamargaan • Fasilitasi dan koordinasi aspek perhubungan • Penunjang pengembangan infrastruktur sumber daya air dan irigasi • Pengelolaan situ. sungai dan pantai • Pengelolaan jaringan air baku. PU Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir • Pengendalian pemanfaatan air permukaan • Pengelolaan jaringan hidrologi Pengelolaan jaringan irigasi LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Dinas Perhubungan SUMBER DANA APBD Provinsi 17. PU Dinas PSDA Dept. Meningkatnya cakupan layanan telekomunikasi pedesaan 19. embung. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengelolaan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi 24.43 . waduk. sungai dan pantai dalam rangka penyediaan air baku dan pengendalian daya rusak air serta pengamanan pantai Jawa Barat Jawa Barat Metropolitan Bandung Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Depkoinfo Bapeda Bapeda Biro SAREK Bapeda Biro SAREK Dinas PSDA Bapeda Dep PU Dinas PSDA Dept. 3. distribusi dan niaga BBM (200 Agen. Tersedianya rancangan pengembangan sumur migas APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . PU Dinas PSDA Bapeda Biro SAREK Dinas PSDA Dep PU Biro Binprod Distamben Distamben Distamben APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 2. PU Dinas PSDA Dept. Terwujudnya jaringan telekomunikasi Bencana Alam 18. Tersusunnya konsep Rencana Induk Transportasi Metropolitan Bandung 20. Program Pengembangan dan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Irigasi 1. Meningkatnya kondisi dan fungsi situ. embung.

LKPJ. Tersusun dan terkoordinasikannya perencanaan regional dan sektoral • Penyusunan perencanaan yang terpadu dengan didukung data dan informasi yang akurat • Penyusunan perencanaan regional dan penganggaran pembangunan daerah 2. Terwujudnya birokrasi pemerintahan yang akuntabel dan efisien. Terpadu dan terkendalinya pelaksanaan program-program pembangunan daerah Penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pembangunan (evaluasi. 28.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT MISI 3 : MEMANTAPKAN KINERJA PEMERINTAHAN DAERAH NO 26. AMJ. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1. Serta Kesadaran Hukum dan HAM SASARAN PROGRAM 1. Meningkatnya sarana prasarana pelayanan publik 2. LAKIP. dll) LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Biro Hukum SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Biro Hukum Jawa Barat Biro Hukum APBD Provinsi Jawa Barat • Bapeda • SKPD terkait Bapeda Bapeda Biro Dalprog APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Pengendalian pelaksanaan pembangunan Jawa Barat 3. Capaian Kinerja. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan 1. Terwujudnya landasan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah INDIKASI KEGIATAN • Evaluasi produk hukum berkaitan dengan perjanjian kerjasama pemerintah dengan institusi lain • Revisi dan/atau menyusun produk hukum untuk memperkuat akses publik ke proses peradilan • Sosialisasi kepada masyarakat dan penegak hukum mengenai akses ke peradilan 27. Pengembangan/peningkatan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan Rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana kantor Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota 26 Kabupaten/Kota Bapeda Setda (Biro Dalprog) BAWASDA • Biro Umum • Biro Perlengkapan • SKPD Terkait Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat SKPD terkait SKPD terkait APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi (fixed cost) APBD Provinsi (fixed cost) APBD Provinsi (fixed cost) APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat Seluruh SKPD Provinsi Jawa Barat SKPD terkait SKPD terkait IV .44 . Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur Pengawasan pembangunan daerah. PROGRAM Program Penataan dan Pembentukan Hukum Daerah. Program Perencanaan.

Sukabumi Kota Tasikmalaya Kab. Program Peningkatan Kualitas Sumberdaya Aparatur Pemerintah 1.45 . Penyediaan infrastruktur penunjang teknologi informasi 29. Bandung Barat SKPD terkait SKPD terkait SKPD terkait Seluruh SKPD di Provinsi Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA SKPD terkait Pemda Kab. Penyediaan Sarana mobilitas Pengadaan kendaraan dinas Pengadaan alat berat/peralatan APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi (fixed cost) APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 4. Bandung Barat SKPD terkait SKPD terkait Bapesitelda SKPD terkait Seluruh SKPD di Provinsi Jawa Barat Biro Kepeg Bapesitelda Setda (Biro Desen) Bandiklatda Biro Kepeg. Terwujudnya tertib asministrasi izin pejabat negara 3. Setda (Biro Kepeg) Bandiklatda Seluruh SKPD Bapesitelda SKPD terkait Seluruh SKPD Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota 3. lembaga profesi dalam dan luar negeri. sistem informasi. dan jaringan dokumentasi serta informasi kepegawaian. Terwujudnya peningkatan keahlian dan kinerja aparatur • Pengadaan perangkat keras dan jaringan komunikasi data teknologi informasi Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan pegawai Pengembangan basis data.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pengadaan tanah Pembangunan pusat pemerintahan LOKASI SKPD terkait Pelabuhan Ratu Kab. Kerjasama kemitraan antara lembaga diklat daerah dengan pusat. Sukabumi Pemda Kota Tasikmalaya Pemda Kab. perguruan tinggi dalam diklat aparatur Peningkatan manajemen sumber daya aparatur yang berbasis kompetensi Peningkatan profesionalisme pegawai melalui Diklat-diklat Peningkatan profesionalisme pegawai melalui penataan jabatan fungsional • Peningkatan dan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) untuk kebutuhan aparatur dalam meningkatkan kinerja • Peningkatan standar manajemen kediklatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Terlaksananya proses penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi/Kab/Kota Terlaksananya administrasi izin pejabat negara Terfasilitasinya proses penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi/Kab/Kota Terlaksananya administrasi penggantian antar waktu anggota DPRD Provinsi/Kab/ Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .

Sukabumi Ciamis. Kab. Pemantapan penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Jawa barat Setda (Biro Dekon) APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Bandiklatda BPMD Setda (Biro Dekon) BPMD Setda (Biro Organisasi BPMD APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Optimalisasi peran Jawa Barat dalam kerjasama daerah Kerjasama daerah dalam upaya percepatan pembangunan daerah melalui Forum MPU. Cirebon. Kab. Konregbang.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO 30. dan Perbatasan antar Provinsi Penyusunan instrumen hukum pengelolaan kerjasama daerah Pelibatan peran lembaga kajian dan Universitas dalam penyediaan bahan legislasi Koordinasi. Kota Depok. kesejahteraan sosial dan perekonomian BKSP Jabode-tabekjur Biro Desen Bapeda SKPD terkait Biro Hukum Biro Desen Biro Hukum Biro Desen Bakorwil APBD Provinsi Bandung Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat APBD Provinsi 31. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Biro Dekon Bapeda SUMBER DANA APBN APBD Provinsi 2. Pemantapan pelaksanaan Otda Fasilitasi pelaksanaan Otda dan pengembangan daerah otonom.46 . INDIKASI KEGIATAN Pembinaan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan tugas pembantuan. APPSI. PROGRAM Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah 1. fasilitasi dan pengendalian pembangunan bidang pemerintahan. Kota Banjar Jawa Barat dan Provinsi lain Biro Desentralisasi • • Biro Desen Biro Keuangan APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 3. SASARAN PROGRAM Terwujudnya administrasi pemerintahan daerah yang efektif dan efisien. Meningkatkan sinergitas penyelenggaraan pemerintahan antar pemerintah dan daerah 3.Bekasi. Kuningan. Terselenggaranya Tugas Pembantuan dari Provinsi ke Desa dan dari Provinsi ke Kab/Kota Fasilitasi tugas pembantuan dari Provinsi kepada Desa Penyusunan dan sosialisasi pedoman umum penyelenggaraan asas tugas pembantuan Fasilitasi penyusunan pedoman penyelenggaraan tugas pembantuan bagi Kab/Kota Terkoordinasinya penyelenggaraan tugas pembantuan dari sumber dana APBN dan APBD Provinsi Peningkatan wawasan bagi aparat pemerintah desa dan BPD Penyediaan sarana dan prasarana pemerintah desa Penguatan/pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jawa Barat Jawa Barat Seluruh SKPD Setda (Biro Dekon) APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa barat Setda (Biro Dekon) APBD Provinsi 2. Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa 1. Pelaksanaan Bantuan Kecamatan untuk meningkatkan kinerja Camat Jawa Barat Kabupaten Bogor.

Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah 1. Dana Perimbangan dan Dana Dekonsentrasi serta Dana Tugas Pembantuan. Terwujudnya pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah yang akuntabel. Koordinasi dengan departemen/lembaga pemerintah pusat Jawa Barat APBN APBD Provinsi APBD Provinsi Bandung Biro Keuangan Bandung Biro Organisasi APBD Provinsi Jawa Barat Dispenda Biro Desen Biro Dekon Biro Keuangan Bapeda Biro Desen BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial Distarkim Bapusda APBD Provinsi Bandung Bandung Jawa Barat APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 33. 13 Tahun 2006 Penerapan akuntabilitas bidang pendapatan dan belanja. efektif dan efisien Penerapan manajemen pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Permendagri No. Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa 1. Penertiban administrasi Penggunaan Anggaran. pengelolaan sarana air bersih dan persampahan Pembentukan dan pengembangan perpustakaan desa/kelurahan Jawa Barat APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . penganggaran dan pengawasan Penataan dan pemantapan efektivitas fungsi kelembagaan pengelola keuangan daerah yang akuntabel Peningkatan PAD. Menggerakkan peningkatan kerjasama kemitraan. pemerintah.47 . Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Penataan dan pendayagunaan aset daerah Penatausahaan pengelolaan keuangan daerah Sinkronisasi Peraturan-peraturan pengelolaan keuangan daerah 2.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Fasilitasi pemantapan tata laksana pelayanan publik di tingkat desa/kelurahan Dukungan terhadap kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa Review dan Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa bagi desa Fasilitasi kepada pemerintah kabupaten dan kota tentang penyusunan Perda pemerintah desa dan kelurahan Fasilitasi musyawarah daerah aosiasi pemerintah desa di BPD LOKASI Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA Setda (Biro Organisasi BPMD BPMD Bawasda Setda (Biro Dekon) Setda (Biro Dekon) SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Bandung Bandung Setda (Biro Dekon) Biro Perlengkapan Biro Keuangan Dispenda Depdagri Bappenas Depkeu Biro Hukum Biro Keuangan APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 32. swasta dan masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat Penggerakan partisipasi masyarakat dalam pemugaran perumahan dan lingkungan permukiman.

Kab. Mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna di perdesaan 4. Meningkatnya kinerja koordinasi penataan ruang Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi penataan ruang Penyusunan Master Palan Transportasi di Wilayah Metro Bandung & Bodebek 3. Mendorong penguatan jaringan sosial ekonomi masyarakat Pemasyarakatan dan penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan usaha berbasis kelompok Pemberdayaan masyarakat dan keluarga miskin Peningkatan usaha ekonomi kerakyatan Kota Bandung BPMD APBD Provinsi Kota Bandung BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Kota Bandung MISI 4 : MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN NO 34. Bogor. Bapeda Bapeda Bapeda Distarkim Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBD Provinsi 2. Mendorong peran dan fungsi masyarakat dan kelembagaan masyarakat dalam pembangunan INDIKASI KEGIATAN Peningkatan kelembagaan masyarakat dalam pelayanan dasar Pemanfaatan profil desa/kelurahan dalam pembangunan Peningkatan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan Peningkatan peranserta masyarakat dalam pembangunan melalui pemberdayaan perpustakaan desa. 1. Tersedianya acuan dalam penyediaan data spasial Mengoperasionalisasikan pengelolaan IDSD Menyediakan data spasial Jabar Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial BPMD Biro Bangsos Dinas Sosial Bapusda SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 3. Meningkatnya keterpaduan penanganan kemiskinan 5. Cimahi.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM 2. Sumedang. PROGRAM Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Program Penataan Ruang SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 35. Kab.48 . Penyusunan perencanaan yang terpadu dengan didukung data dan analisa yang akurat dan berdasarkan SISTRANAS Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Bandung.

Tersusunnya atau Tersosialisasikannya aturan hukum maupun aturan teknis pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan 2. Neraca SDA. Bandung • Kota Cimahi Bandung APBD Provinsi APBD Provinsi APBN APBD APBD APBD 38. Optimalisasi Sistem Manajemen Bencana 4. Program Peningkatan Efektifitas Pengelolaan dan Konservasi SDA dan LH 1. ASER. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan 1.49 . Meningkatnya sistem pengendalian pemanfaatan dan konservasi air tanah • Fasilitasi penanganan sengketa lingkungan melalui ADR • Sosialisasi Peraturan dan pedoman mengenai pengelolaan lingkungan Penertiban dan pendayagunaan air bawah tanah Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan B3 dan limbah B3 Fasilitasi dan koordinasi peningkatan jejaring dan kapasitas laboratorium lingkungan Peningkatan kinerja dan koordinasi komisi AMDAL Provinsi dan Kab/kota Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Penyusunan SoE . Terfasilitasinya sinergitas pemantapan kawasan lindung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 • Forum dialog dan komunikasi kawasan lindung Jabar Biro Yansos APBD Provinsi IV .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM dan tersusunnya perencanaan umum sistem perhubungan terpadu di Jawa Barat INDIKASI KEGIATAN LOKASI Depok dan Bekasi PELAKSANA SUMBER DANA 36. Kuningan Kab. Sukabumi Kab. Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholders Jawa Barat Jawa Barat BPLHD • Bapeda • BPLHD • Distamben • Dishut • BPLHD • Dishut • Dishub Biro Bansos BPLHD BPLHD BPLHD BPLHD Dishut APBD APBD 2. dan AMDAL Penyusunan SOP penanganan bencana Jawa Barat Program ADIPURA Program Indonesia Hijau Program EPCM Jawa Barat Jawa Barat CAT Bandung Bogor Bodebek Metro Bandung Jawa Barat BPLHD • BPLHD • Biro Yansos Distamben BPLHD BPLHD APBD Provinsi APBD Provinsi APBD Provinsi APBD APBD 37. Pemantapan Kawasan Lindung 1. Terfasilitasinya upaya peningkatan kualitas lingkungan melalui program inovatif atau strategis Jawa Barat APBD Bandung Jabar Kuningan • Majalengka Jawa Barat Ciayumajakuning Priangan Kab. Garut • Kota Bandung • Kab. Meningkatkan fungsi dan kualitas kawasan lindung • Penyuluhan dan sosialisasi kawasan lindung • Penyuluhan pengamanan dan perlindungan kawasan hutan • Rehabilitasi Kawasan Lindung di KBU Dishut APBD 2. Tersedianya sistem informasi lingkungan yang mudah diakses 3. Statistik Lingkungan Jawa Barat .

dan kewajiban DPRD Provinsi Jawa Barat Peningkatan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. peninggalan kesejarahan. PROGRAM Program Penelusuran Sejarah dan Pelestarian Nilainilai Tradisional SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Pembinaan. Terpeliharanya/terciptanya ketentraman dan ketertiban umum masyarakat Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBN APBD Provinsi APBD Kab/Kota APBD Provinsi Jawa Barat • Bakesbanglinmasda • Majelis Kode Etik APBD Provinsi Pelatihan dan sosialisasi pemeliharaan dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat melalui kerjasama kemitraan Fasilitasi kebijakan dan koordinasi Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD Provinsi Bandung Biro Desentralisasi APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . dan pengembangan kepurbakalaan.50 . Terwujudnya peran dan fungsi organisasi/lembaga non pemerintah dalam partisipasi pembangunan politik 3. Kab dan kota. LOKASI Jawa Barat PELAKSANA Disbudpar Bapusda Biro Yansos Disbudpar Disbudpar SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Terpeliharanya dan termanfaatkannya nilainuilai tradisional. dan kepurbakalaan bagi pengembangan budaya daerah Jawa Barat Jawa Barat Program Pemberdayaan Infrastruktur dan Suprastruktur Politik 1. ekonomi bisnis. Program Peningkatan Kesadaran Politik 1. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam politik 25 Kabupaten/Kota dan Provinsi Bakesbanglinmasda 42. keilmuan dan lingkungan serta terbentuknya majelis kode etik berbangsa tingkat provinsi. Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan 2. tugas. seminar antar kelompok organisasi kebangsaan di Jawa Barat. Terwujudnya peningkatan kapasitas DPRD Fasilitasi penjaringan aspirasi masyarakat di 26 Kab/Kota Jawa Barat Setwan DPRD APBN APBD Provinsi Fasilitasi capacity building anggota DPRD dan parpol Fasilitasi pelaksanaan fungsi.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN • Fasilitasi dan koordinasi pengelolaan kawasan lindung ( Tahura Juanda) LOKASI • Kota Bandung • Kab. pelestarian. wewenang . permuseuman. Terwujudnya peran dan fungsi partai politik dalam mewujudkan sistem politik yang demokratis 2. Terlaksananya penerapan kode etik berbangsa oleh organisasi sosial budaya. partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Barat Peningkatan peran dan fungsi organisasi/ lembaga non pemerintah dalam perencanaan pembangunan politik Terlenggaranya konvensi dialog. 1. sejarah dan nilai tradisional Jawa Barat. Bandung • Kota Cimahi PELAKSANA Dishut SUMBER DANA APBD MISI 5 : MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN SOSIAL YANG BERLANDASKAN AGAMA DAN BUDAYA DAERAH NO 39. Penataan lingkungan dan situs kepurbakalaan Pengembangan Permuseuman 40. hak. kabupaten/kota Jawa Barat Jawa Barat Setwan DPRD Sekretariat DPRD APBD Provinsi APBD Provins 41. permuseuman.

Terwujudnya pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di daerah perbatasan antar provinsi dan antar kab/kota 3. Bogor • Bekasi • Karawang • Subang • Indramayu • Ciamis • Tasikmalaya • Garut • Cianjur • Sukabumi • Bandung • Sumedang Jawa Barat Jawa Barat Dinas Pol PP APBD Provinsi • • • • Distamben Kesbanglinmas Dept. Cianjur • • • • • Kab. Garut • Kab. Indramayu Kab. Meningkatnya kemampuan tanggap darurat masyarakat dalam menghadapi bencana alam Kab/Kota di wilayah perbatasan DKI. Ciamis Kab. Kuningan Kab.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM Masyarakat SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di Jawa Barat Kerjasama operasional dalam pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum di daerah perbatasan • Sosialisasi daerah rawan bencana geologi di Jawa Barat LOKASI PELAKSANA SUMBER DANA 2. mekanisme mitigasi dan penanggulangan bencana alam geologi Mengembangkan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman bencana Distamben Badan Geologi Distamben Badan Geologi Kesbanglinmas Distamben APBN APBN APBD Provinsi APBN Kab. Cianjur • Kab. Garut Kab. Tasikmalaya Kab. Sukabumi Kab. Sumedang 44. Bandung • Kab. Garut Kab.51 . Banten. Meningkatnya sistem manajemen penanggulangan bencana di Jawa Barat 3. Mendorong peningkatan pembinaan. Mendukung penanganan dan pemulihan eks korban bencana Peningkatan kesejahteraan sosial eks korban bencana melalui bantuan darurat dan bantuan bahan bangunan rumah • Dinas Sosial • Biro Bangsos APBD Provinsi 2. Jateng • Kab. ESDM Direktorat Mitigasi Bencana Geologi APBN APBD Provinsi • Pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana Bakesbanglinasda APBD Provinsi Inventarisasi objek/infrastruktur vital terhadap bencana geologi Pengembangan sistem peringatan dini. penyuluhan dan bantuan sosial bagi Peningkatan koordinasi dan peranserta masyarakat serta aparat dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana Meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial bagi PMKS 25 Kabupaten/Kota • Dinas Sosial • Biro Bangsos • Dinas Sosial • Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Program Peningkatan Kesejahteraan Sosial 1.

Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Fasilitasi penanganan masalah anak di Jawa Barat Pemberdayaan lembaga-lembaga sosial keagamaan. Meningkatkan koordinasi dan fasilitasi dalam penanganan masalah Kesos 45. Mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba 4. majelis ta’lim. Terpenuhinya pengadaan sarana dan prasarana sosial INDIKASI KEGIATAN Meningkatkan kualitas manajemen dan profesionalisme dalam pelayanan Kesos Meningkatkan pelayanan sosial di komunitas adat Peningkatan penanggulangan korban bencana alam Mengembangkan potensi dan partisipasi sosial masyarakat LOKASI 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota • • • • PELAKSANA Dinas Sosial Biro Bangsos Dinas Sosial Biro Bangsos SUMBER DANA APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi • Dinas Sosial • Biro Bangsos BPMD Menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan. pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan NAPZA. Baitul Mal wa Tamwil (BMT). organisasi keagamaan. keperintisan. Peningkatan koordinasi dan fasilitasi Pencegahan. 25 Kabupaten/Kota APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota seJawa Barat • Din Sosial • Disnakertrans • Biro Bangsos Biro Yansos Kanwil Depag APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV . Mendorong pertumbuhan anak dengan terlindunginya hak-hak anak 46. kepahlawanan dan kejuangan 6. Mendorong peningkatan kesadaran untuk melestarikan nilai-nilai keperintisan. dan petugas wakaf. serta kesetiakawanan sosial Pengembangan sistem informasi masalah sosial Penyediaan sarana dan prasarana Balai/ Panti Sosial 25 Kabupaten/Kota • Dinas Sosial • Biro Bangsos • Dinas Sosial • Biro Bangsos • • • • Dinas Sosial Biro Bangsos Dinas Sosial Biro Bangsos APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi APBN APBD Provinsi 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 25 Kabupaten/Kota 7.Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya kembali secara wajar sebagai SDM yang berkualitas dan produktif 4. Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Fasilitasi. seperti kelompok jemaah keagamaan. Badan Amil Zakat. Mendorong peran lembaga dan pemulihan sosial serta penanggulangan anak korban narkoba 3. Menggerakkan peranserta masyarakat dan menggali sumber-sumber potensi masyarakat dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial 5.52 . Program Perlindungan Perkembangan Sosial Anak dan Remaja 1. kejuangan. Penanggulangan. Meningkatnya pemahaman tentang hak dan kewajiban anak dan remaja serta reproduksi remaja Koordinasi dan fasilitasi penanganan masalah kesejahteraan sosial Melakukan penyebaran informasi tentang hak-hak anak dan perlindungan sosial anak dan remaja Meningkatkan pelayanan dan penanggulangan anak jalanan dan anak terlantar • Din Sosial • Disnakertrans • Biro Bangsos • • • • • • • • • • Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos Din Sosial Disnakertrans Biro Bangsos 25 Kabupaten/Kota 2.

53 . Peningkatan kualitas tenaga pengelola lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan. LOKASI Kabupaten/Kota seJawa Barat PELAKSANA Biro Yansos Kanwil Depag SUMBER DANA APBN APBD Provinsi Kabupaten/Kota seJawa Barat Biro Yansos Kanwil Depag APBN APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi – 2008 IV .Draft 3 RKPD BAPEDA PROVINSI JAWA BARAT NO PROGRAM SASARAN PROGRAM INDIKASI KEGIATAN Subsidi dan imbal swadaya pembangunan & rehabilitasi sarana serta prasarana kepada lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.

Sedangkan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). dan lain-lain pendapatan yang sah. Undang-undang No. Selain dana dari penerimaan daerah tersebut.1 nggaran pembangunan daerah pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2008 memberikan gambaran anggaran pembangunan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB V ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH A 5. dan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan. belanja daerah dan pembiayaan daerah. Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat selama 5 (lima) tahun (2004-2007) secara keseluruhan adalah sebagai berikut : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-1 . KERANGKA ANGGARAN DAERAH Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Penerimaan Pinjaman Daerah. APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) Tahun Anggaran terdiri atas pendapatan daerah. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Anggaran pembangunan daerah tersebut pendanaannya bersumber antara lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta lebih teknis telah terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dana Perimbangan. daerah menerima dana yang bersumber dari pemerintah Pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan yang mana dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi kepentingan pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat. Dana Cadangan Daerah (DCD). Sumber penerimaan daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD).

254.887.1.222.569. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah. yang masuk ke Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007).712.751.000.919.347.420.00 9.25 (12.1 Perkembangan Dana Pembangunan berbagai Sumber Dana di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s. 5.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.146.700.000.416. Pembiayaan daerah tersebut terdiri dari penerimaan dan pengeluaran.715.026.09 5.254.64% dan kontribusi terhadap APBD rata-rata per tahun adalah sebesar 62.628.023.831.1. merupakan selisih antara pendapatan dan belanja. Pendapatan Asli Daerah terdiri atas hasil pajak daerah.820. Berikut disajikan tabel perkembangannya : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-2 .739.542.355.473.93 5. program dan kegiatan.298.00 7.325.568.660.93 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.00 9.331.84 Rata-Rata Pertumbuhan Per Tahun Sumber : data APBD Tahun 2004 s.00 31.000.049. 5.1.055.925.142.09 5.147.111.603.22 27.564.19) 3. hasil retribusi dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.214.258.249. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD dan Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni).642.20 4.223.47 (4.000.625. Dana Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain yang Sah. Pendapatan diantaranya dari Pendapatan Asli Daerah.09 3.984.09 2.1 Pendapatan Daerah Sumber pendapatan daerah antara lain dari Pendapatan Asli Daerah. rata-rata per tahun mengalami penurunan sebesar 12.911. DIPA APBN/BLN TA 2003 – 2007 Perkembangan dana pembangunan di Jawa Barat secara keseluruhan yang berasal dari dana APBD dan APBN/BLN (dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan).05) 30. Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007).1 Kondisi APBD Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terdiri dari Pendapatan Daerah.751. dan Pembiyaan Daerah.142.258.19%.395. diklasifikasikan menurut organisasi.579.260.000.40%.173.752. fungsi.44) 2. Sedangkan pembiayaan daerah yang berfungsi untuk menutupi defisit anggaran. Belanja Daerah.214.434. rata-rata pertumbuhannya per tahun mengalami kenaikan sebesar 14.84 3.00 8. Belanja daerah yang merupakan pengeluaran dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan kepentingan pelaksanaan pembangunan daerah. serta jenis belanja.885.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 APBD APBN/BLN Jumlah Dana Pembangunan Pertumbuhan per Tahun (77.

15 26.767. perusahaan milik daerah dan kekayaan daerah.22 4. Bila memperhatikan kecenderungan pendapatan daerah sejak tahun 2003-2006 terlihat bahwa dari tahun 2003 terjadi peningkatan dengan kecenderungan menurun pertumbuhannya hingga tahun 2006.37 2005 3. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Jika melihat kemampuan keuangan dari Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata per tahun kontribusi terhadap APBD sebesar 62.660.93 5.011. Dana perimbangan terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bagi hasil pajak/bukan pajak.640.359.298.2% dari tahun 2007.604.84 2006 3.19) 14.60% yaitu dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. DAU yang diluncurkan dari pemerintah pusat ke daerah bertujuan untuk menghindari kesenjangan fiskal (fiscal gap) antar daerah. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.800.214.258.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.00 Rata-rata Per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.40 2003 2.885.627.87 60.420.593. Hal ini berarti pendapatan di luar PAD hanya sebesar 37.564. 5.762.09 5.2 Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.887.63 3.712.831.64 APBD 3.512.142.35 65.734.802.213.090.24 67. Besarnya DAU ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan dengan formula dan perhitungan yang ditetapkan sesuai undang-undang. Dengan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-3 .73 2004 2.846.479.919.d 2007 Tahun PAD Pertumbuhan % 31. maka diproyeksikan pendapatan daerah adalah sebesar Rp.747.40 63.09 5.256.84 Proporsi % 55.938.170.049.751.026.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD. Dengan asumsi bahwa pada tahun 2008 pendapatan dari sektor pajak daerah hanya mengalami pertumbuhan 7% dibanding tahun sebelumnya dan pendapatan yang berasal dari retribusi.95 (3.901. serta lain-lain PAD yang sah mengalami kenaikan rata-rata 30%. Terjadinya penurunan pertumbuhan pendapatan daerah ini karena sektor pajak daerah yang selama ini memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah mengalami penurunan pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).568.571.14 62.600.00 atau mengalami kenaikan 9.023. Berdasarkan formula dan perhitungan tersebut.40% berarti bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki kemampuan fiskal dalam kategori cukup mampu karena diatas dari 50%. Kondisi ini diperkirakan berlanjut terus pada tahun 2007.565.00 2007 3.254.700.569. sesuai dengan tujuannya diharapkan suatu daerah alokasi DAU-nya menurun dari tahun ke tahun.

00 573.09 5.254.45 17.751. Berikut tabel perkembangannya : Tabel 5.522.3 Perkembangan Rincian Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.885.000.00 1.831.93 5.000.57 12.196.093.78%.214. Tahun 2006 Perubahan APBD.420.700.15 25.568.50 649.214.84 Rata-Rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.75 %. dan kontribusi terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama rata-rata sebesar 25.420.75 APBD 3. bila dilihat lebih rinci. dari tahun 2003-2006 terdapat kecenderungan penurunan nilai DAU.258.885.000.35%.54) (0.37 Pertumbu han % Proporsi 13.712.41 21.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.753.066.564.116.568.00 933.11 623.37% dan rata-rata per tahun kontribusi terhadap APBD adalah sebesar 12. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Sedangkan perkembangan dana perimbangan secara total selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2003-2007) rata-rata pertumbuhan per tahunnya adalah sebesar 8.066.042.49 1.120.522.01 10.258.569.13 1.99 15.026.00 733.254.700.142.731.76 12.567.00 20.21 4.220.954.00 570.00 Rata-rata per Tahun Sumber : Tahun 2004 dan 2005 Realisasi Perda Perhitungan APBD.853.049.023.4 Perkembangan Total Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Bagi hasil Pajak/Bukan Pajak 519.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Perimbangan Pertumbuhan % 9.00 588.000.19) (0.09 5.36 13.87 (19.33 25.85 Pertumbu han % Proporsi 14.000.78 APBD 3.70) 4.17 16.84 Proporsi % 28. Tahun 2007 Perda APBD (Murni) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-4 . sementara pada tahun 2007 terjadi peningkatan nilai DAU yang sangat signifikan.026. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.93 5. Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun terakhir.564.10 12. berikut tabel perkembangannya : Tabel 5.19 8.730.000.954.142.50 1. Namun demikian.778.066.023. Sedangkan dana perimbangan dari bagi hasil perkembangan selama kurun waktu 5 tahun rata-rata kenaikannya adalah sebesar 4.000.891.197.887.630.298.000.660.41 23.80 12.522.00 1.000.919.011.88 6.700.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT demikian daerah tersebut dianggap atau dikategorikan sudah mandiri dalam kemampuan fiskalnya.853.22 4.712.436.17 10.86) 64.000.22 4.700. rata-rata kenaikan per tahunnya adalah sebesar 15.00 565.160.35 DAU 574.39 13.09 5.00 (0.383.751.660.569.880.11 1.17 10.831.049.999.24 11.000.885.887.919.09 5.13 %.853.114.34 27.85% dan rata-rata kontribusi per tahun terhadap APBD sebesar 12.660.460.663.298.313.

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-5 .512.954. Perkembangan alokasi belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2003-2007) mengalami kenaikan sebesar 14.919.051.65 90.04 12.545. pendidikan.00 2007 5.254.60 2.1.564.30 4.569.089.84 Proporsi % 84.700.22 4. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) 5.885.149.049.5 di bawah ini : Tabel 5.712. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. Belanja daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar.887.5 Perkembangan Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 s.615.751.888.53 % per tahun sebagaimana tabel 5.46 APBD 3.026.2 Belanja Daerah Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan Belanja pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib.464.53 2003 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara total pendapatan Provinsi Jawa Barat yaitu penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan dalam kurun waktu 2003-2007 mengalami peningkatan sebesar 12.689.87 2005 4.00 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.044.08 % dan rata-rata proporsi sebesar 84.09 5.1.15 % per tahun sebagaimana terlihat pada tabel 5. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.460.264.47 87.265.142.6.46 % per tahun dan kontribusinya terhadap APBD sebesar 87.373.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD. kesehatan.023. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.93 5.660. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.71 92.869.02 85.09 5.298.568.831.046.484.84 2004 4.258.578.84 2006 5.214.89 19.420.824.d 2007 Tahun Pendapatan Pertumbuhan % 23.82 84.

568.17 17.781.887.63 77. belanja bagi hasil naik sebesar 18.79 2.00 3.567.01%. hibah.08% terdiri dari belanja pegawai naik sebesar 15.95% serta belanja Langsung naik sebesar 2. belanja bagi hasil.88 75.023.43% serta Belanja Langsung naik sebesar 31.919.25%.09 5.93 5.831.40 18.84 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.954.885.118.224.732. dan belanja tidak terduga naik sebesar 1. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.78% dan belanja tidak terduga turun sebesar 1.271.254.660.679.65 84.132.45%. bunga. belanja bantuan naik sebesar 32. Perkembangan belanja daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003–2007) rata-rata pertumbuhan per tahunnya belanja Tidak Langsung mengalami kenaikan sebesar 14.00 4.306.751.049.420.298.180.d 2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja Pertumbuhan % 17. belanja bagi hasil naik sebesar 20. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai.83.6 Perkembangan Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 s. bantuan sosial.712.267.258.700.81%.902.142. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Sesuai Pasal 37 Permendagri No.309.282.564. belanja bantuan naik sebesar 18.22 4.00 94.814.97 14.60 92.026.15 3.7 berikut : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-6 .300.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.84 Proporsi% 80.09 5.670. 13 Tahun 2006 belanja daerah terbagi atas belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.64%.214.606.31 5.84 5.569.58%. subsidi.08 APBD 3. Perkembangan rincian belanja sebagaimana yang tecantum dalam tabel 5.083. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD. Sedangkan proporsi masing-masing belanja terhadap volume APBD rata-rata per tahun adalah belanja Tidak Langsung meningkat sebesar 52.52% terdiri dari belanja pegawai naik sebesar 12.

854.430.261.09 5.700.00 1.567.944.64 714.954.380.419.09 4.811.814.246.639.50 920.81 84.887.961.535.84 2.282.309. Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD.013.000.345.22 1.767.81 15.887.346.300.840.571.00 70.393.64 Belanja 1 Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Belanja Tidak Terduga 2 Belanja Langsung Volume APBD 3.321.00 1.214.030.420.45 32.31 3.00 1.258.64 60.00 70.000.00 414.732.023.680.366.00 497.653.50 4.348.751.099.569.255.394.224.831.083.587.000.595.711.061.00 69.162.50 524.95 2.599.93 5.859.22 3.564.262.142.01 20.885.972.660.781.298.527.902.942.607.795.118.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.468.00 649.990.803.323.712.660.290.271.597.00 641.78 -1.157.457.919.568.254.541.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.298. Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 Rata2 Rata2 Proporsi Pertumbuhan per per Tahun (%) Tahun (%) 14.25 1.000.719.697.809.00 1.514.267.612.770. Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 V-7 .15 52.670.800.00 2.818.814.719.460.52 12.166.00 1.959.063.113.37 5.896.d 2007 No.00 1.00 862.049.138.485.84 5.494.00 693.08 21.370.238.00 1.119.402.84 Sumber : Data Tahun 2003 s.421.132.686.207.950.306.610.98 1.00 1.758.582.20 5.84 3.180.214.384.076.685.046.7 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 s.94 786.74 85.606.00 3.410.675.223.188.026.504.83 18.004.464.434.790.623.58 18.272.43 31.422.679.00 1.438.344.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

5.1.1.3

Pembiayaan Daerah

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. Berdasarkan tabel 5.8, APBD Provinsi Jawa Barat setiap tahun mengalami defisit anggaran, yang selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007) rata-rata per tahunnya mengalami peningkatan sebesar 37,54%, yang dapat ditutup dengan pembiayaan, tetapi rata-rata pertumbuhan dari penerimaan pembiayaan untuk menutupi anggaran defisit tersebut mengalami penurunan sebesar 1,25% per-tahun, begitu pula pengeluaran pembiayaan rata-rata pertumbuhan per-tahun mengalami penurunan sebesar 9,71%. Tabel 5.8 Perkembangan Pembiayaan Tahun 2003 s.d 2007
Pembiayaan Tahun Penerimaan 620.935.965.168,38 668.422.608.753,22 875.138.565.709,09 1.003.184.186.166,09 419.179.953.239,84 7,65 30,93 14,63 (58,22) -1,25 Pertumbuhan Penerimaan Pengeluaran 752.639.694.356,22 1.042.319.998.034,09 1.390.744.563.948,09 445.208.705.409,78 297.965.889.145,00 38,49 33,43 (67,99) (33,07) -9,71 Pertumbuhan Pengeluaran Surplus/Defisit Pertumb uhan Defisit

2003 2004 2005 2006 2007

(131.703.729.187,84) (373.897.389.280,87) (475.915.916.408,96) (557.975.480.756,31) (121.214.064.094,84) 183,89 27,29 17,24 (78,28) 37,54

Rata-Rata per Tahun

Sumber : Data Tahun 2003 s.d 2005 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD, Tahun 2006 Perda tentang Perubahan APBD, Tahun 2007 Perda tentang APBD (Murni)

5.1.2 Alokasi APBN Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat yang lainnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik berupa dana dekonsentrasi yang pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada SKPD Provinsi maupun dana Tugas Pembantuan, yaitu dana yang langsung disalurkan ke Kabupaten/Kota. Besarnya alokasi APBN yang masuk ke Jawa Barat setiap tahunnya mengalami fluktuasi. Pada tahun 2004, total APBN yang masuk ke Provinsi Jawa Barat mencapai Rp. 2,435 trilyun, tahun 2005 sebesar Rp. 3,625 trilyun dan pada tahun 2006 sebesar Rp. 3,347 trilyun atau mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 277,9

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

V-8

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

milyar. Sedangkan pada tahun 2007, APBN yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp. 3,542 milyar atau mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, sebesar Rp. 195,3 milyar. Adapun perkembangan alokasi APBN di Jawa Barat selama kurun waktu 4 (empat) Tahun (2004 s.d 2007) dapat dilihat pada tabel 5.9 berikut ini : Tabel 5.9 Jumlah Dana APBN tahun 2004 – 2007
Tahun 2004 2005 2006 2007 APBN 2.134.795.083 3.136.911.533 3.189.372.339 3.364.711.856 Sumber Dana (Ribu Rupiah) PNBP PHLN 299.920.842 190.929.375 297.381.734 1.611.766 156.327.290 177.867560 % Perubahan Total 2.434.715.925 3.625.222.642 3.347.311.395 3.542.579.416 -

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Pada tahun 2007 alokasi dana dekonsentrasi tersebar di 20 (dua puluh) SKPD sedangkan tahun 2006 tersebar di 16 (enam belas) SKPD. SKPD baru yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi pada tahun 2007 adalah Bawasda, BPMD, Badan Kesbang & Linmasda dan Bapeda Provinsi Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan SKPD yang memperoleh alokasi terbesar baik pada tahun 2006 yang mencapai Rp. 2,258 trilyun maupun pada tahun 2007 yang mencapai Rp. 2,525 trilyun. SKPD yang memperoleh alokasi terbesar kedua adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dimana pada tahun 2006 mencapai Rp. 255 milyar dan pada tahun 2007 mencapai Rp. 181 milyar. Sedangkan alokasi terkecil berada pada Badan Arsip Daerah baik pada tahun 2006 maupun pada tahun 2007 hanya memperoleh dana sebesar Rp. 150 juta. Untuk lebih jelasnya, distribusi alokasi dana APBN berupa dana dekonsentrasi yang masuk ke Provinsi Jawa Barat melalui SKPD Provinsi Jawa Barat sebagaimana terlihat pada Tabel 5.10 berikut ini.

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

V-9

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Tabel 5.10 Alokasi Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan (APBN) Per SKPD di Provinsi Jawa Barat
TAHUN 2006 NO. SKPD Jmlh. DIPA 9 3 3 4 1 5 8 9 4 3 5 1 1 1 1 1 11 5 75 ALOKASI DANA (Rp) 33.240.528.000 10.179.729.000 12.441.214.000 3.954.880.000 2.606.692.000 2.258.537.158.000 169.929.699.000 18.285.234.000 36.083.195.000 1.960.705.000 28.800.000.000 9.036.661.000 26.687.560.000 1.941.240.000 150.000.000 250.000.000 517.967.620.000 266.656.632.000 2.613.729.495.000 6 1 1 1 3 Jmlh. DIPA 7 3 3 5 1 5 6 5 4 3 6 1 1 1 TAHUN 2007 ALOKASI DANA (Rp) 34.181.829.000 8.854.010.000 4.579.065.000 10.075.320.000 3.656.692.000 2.524.843.949.000 181.185.557.000 10.469.335.000 34.897.554.000 1.820.114.000 28.158.000.000 9.037.000.000 150.000.000 17.250.000.000 29.301.015.000 155.155.000 354.930.000 165.307.000 559.468.000 2.900.590.000.000

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

Dinas Pertanian TPH Dinas Peternakan Dinas Perkebunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Jawa Barat Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Sosial Dinas Kehutanan Dinas Perikanan Dinas Koperasi dan UKM Biro Bina Produksi Biro Dekonsentrasi dan Tuban Badan Arsip Daerah Badan Perpustakaan Daerah Dinas PSDA Dinas Bina Marga Sekretariat Prov.Jabar Bawasda Prov. Jabar BPMD Prov. Jabar Badan Kesbang & Linmasda Prov. Jabar Bapeda Prov. Jabar TOTAL

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Apabila dilihat berdasarkan Departemen/LPND, alokasi APBN Tugas Pembantuan (Tuban) yang masuk ke Jawa Barat pada tahun 2007 mengalami penurunan dibandingkan dengan alokasi APBN Tuban pada tahun 2006 seperti terlihat pada tabel 5.12. dan tabel 5.13. Pada Tahun 2007 jumlah dana APBN Tuban yang masuk ke Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 641.989.416.000,- tersebar di delapan (8) departemen. Sedangkan jumlah dana APBN Tuban yang masuk ke Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 mencapai Rp. 646.518.078.000,- yang tersebar di enam (6) Departemen. Sedangkan alokasi dana APBN Tuban pada tahun 2006, jumlah terbesar berada pada Depertemen Pekerjaan Umum yang mencapai Rp. 423.900.510.000,-, kemudian Departemen Kesehatan yang mencapai Rp. 117.613.703.000,- serta alokasi terkecil
V - 10

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008

.11 REKAPITULASI DAFTAR KEGIATAN APBN/PHLN TUGAS PEMBANTUAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2006 BERDASARKAN DEPARTEMEN/LPND No.000 PNBP Sumber Dana PHLN 12.000 481.295.000.234.000 5.369. 7.000 25.278.000 211.410.311.844.078.181.000 PNBP Sumber Dana PHLN 126.075.000 550.000 7. 4.121.315.000 7.12 REKAPITULASI DAFTAR KEGIATAN APBN/PHLN TUGAS PEMBANTUAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2007 BERDASARKAN DEPARTEMEN/LPND No.369.584. Departemen/LPND Dalam Negeri Pertanian Kesehatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kelautan dan Perikanan Pekerjaan Umum Jumlah Rupiah Murni 2.295.000 70.171.299.000 118.029.006.910. 6.416.000 641.000.dan yang mendapatkan alokasi terkecil adalah Departemen Perindustrian yang mancapai Rp.285.899. 2. 150.615.000 Tabel 5.824.000.375.810.000 5.856.000.000 550.000.214.048.000 2.-.400.060.000 Jumlah 127.115.000 132.000 150. Departemen/LPND Dalam Negeri Pertanian Kesehatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kelautan dan Perikanan Pekerjaan Umum Perindustrian Pendidikan Nasional Jumlah Rupiah Murni 1.311.989.000 25.518. 2.613.338.000.265.000 117.575.075.285.875. yakni ditambah Departemen Perindustrian dan Departemen Pendidikan Nasional.000.900.000 Jumlah 14.000 631.000.000 18.kemudian Departemen Kesehatan sebesar Rp.000 150. pada tahun 2007 alokasi dana APBN Tuban didistribusikan kepada 8 Departemen yang sebelumnya hanya 6 departeman.575.000.000 13.703.613. 1.000.000. 6. Pada tahun 2007 alokasi terbesar berada pada Departemen Pertanian yakni sebesar Rp.Berbeda dengan tahun sebelumnya.781.000.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT berada pada Departemen Kelautan dan Perikanan yakni sebesar Rp. 7.000 646.278. 5.867. 3.703.000 31.000 177.11 ..995.171. 5.000 365.000.000 423.000 117.560.000 213.290.168. 1.060. 550. 8. 3.899.600.110.500.000 Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V .278.000 13.455.200.000 58.686.000 70.000 464.278.455.000 87. 4.165.000 575.642.995.000 70.200.000.075. 213.085.510. Tabel 5.

Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB.12 .2 KEBIJAKAN ANGGARAN 5. Berdasarkan perkembangan komponen pendapatan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006.2. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah : a. b. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi daerah. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan. Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan Pemerintah Pusat. b. PPh Pasal 21 dan BPHTB. Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh OPDN). Adapun kebijakan pendapatan untuk meningkatkan Dana Perimbangan sebagai upaya peningkatan kapasitas fiskal daerah adalah sebagai berikut : a. Kabupaten/Kota. selanjutnya diproyeksikan perkiraan pendapatan daerah tahun 2008 sebagaimana disajikan dalam tabel 5.1 Kebijakan Pendapatan Daerah Kebijakan anggaran Tahun 2008 untuk pendapatan daerah yang merupakan potensi daerah dan sebagai penerimaan Provinsi Jawa Barat sesuai urusannya diarahkan melalui upaya peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah. Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . c. e. c. POLRI. d.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5.13. retribusi daerah dan dana perimbangan. Mengoptimalkan kinerja Badan usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah. Meningkatkan akurasi data Sumber Daya Alam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan. Peningkatan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. SKPD Penghasil. Pemantapan kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah.

920.00 DAU 521.051.559.2.640.418.95 Dari tabel 5.016.964. atau mengalami peningkatan 7.327.95.495.80 4.388.70 6.856.000. guna memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota dalam melaksanakan otonomi daerah.660.269.565.479.67 3.230.776.000.000.474.271. pokok dan fungsinya.049.106.000.00 5.000.000.780.84 3.034.70 4.666.21 1.98 3.053.079.90% pada tahun 2008.173.194.116.357.853.271.025.002.000.964.775.676.096. b. Kebijakan belanja daerah tahun 2008 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional.791.901. mengalami peningkatan sebesar 10.995. tujuannya adalah untuk meningkatkan akuntabilitas perencanan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program/kegiatan. upaya tersebut antara lain adalah: a.000.212.992.108.909. 5.000.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.604.00 933. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan dan bagi hasil kepada kabupaten/kota dalam belanja tidak langsung dengan pola : 1) Alokasi yang bersifat block grant dari Pos Bagi Hasil secara proporsional.343.056.00 933.943.696.00 903.880.73 2.421.006.436.602.219.00 588.719.068.512.00 518.880.08 1.327.50 1.00 588.830.015.630.339.436.188.179.226. DAN PROYEKSI TAHUN 2008 TAHUN 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 PAD 694.06 84.089.00 574.964.565.17 5.726.531.609.163.571.000.280.632.808.00 393.630.767.613.211.885.13 menunjukan bahwa perkiraan total pendapatan tahun 2008 adalah sebesar Rp.98 1. Penggunaan pembangunan.000.000.2 Kebijakan Belanja Daerah Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran.00 489.90% dibandingkan tahun 2007.034.110.00 570.000.39 1.695.359.261.35 4.000.170.80 5.468.302.593.760. 2) Alokasi yang bersifat spesific grant dari pos bantuan kepada kabupaten/kota yang diarahkan dalam rangka mendukung agenda akselerasi pencapaian Visi Jawa Barat 2010 yaitu : Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 anggaran belanja langsung disesuaikan dengan kebijakan V .13 PERKEMBANGAN KOMPONEN PENDAPATAN TAHUN 2000-2007.620.853.219.37 2.604.053.90 1.000. 6.986.297.00 LAIN-LAIN TOTAL 1.00 56.95 BAGI HASIL 577.33 1.200.538. efisien dan efektif.999.590.14 2.606.000.296.000.84 4.450.457.13 .085. Sedangkan bila diperhatikan berdasarkan komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD).000.781.676.401.650.676.000.037.336. belanja daerah disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan dengan memperhatikan prestasi kerja setiap satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas.

Pendapatan Asli Daerah. Indeks Daya Beli. PDRB/Kapita. Adapun kriteria kegiatan yang mendapatkan alokasi bantuan keuangan Kabupaten/Kota adalah mendukung secara signifikan upaya peningkatan IPM Jawa Barat. Seandainya terjadi surplus anggaran maka kebijakan pengeluaran pembiayaan adalah ditujukan untuk pembentukan Dana Cadangan Daerah (DCD). Penjualan Asset Daerah dan atau Kekayaan Daerah yang dipisahkan. menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan khususnya kawasan lindung. upaya yang dapat ditempuh adalah melalui : a b c Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu. dana proporsional dan dana penyeimbang. Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . penyertaan modal kepada Perusahaan Milik Daerah serta investasi daerah lainnya dalam rangka menciptakan kemandirian usaha serta untuk pemenuhan kewajiban-kewajiban utang daerah. Jumlah Penduduk. menanggulangi masalah kemiskinan. dana proporsional dihitung berdasarkan indeks Kabupaten/Kota. Dana pemerataan dialokasikan sama untuk setiap kabupaten/kota. sehingga pada akhirnya tetap diupayakan anggaran yang berimbang setelah pembiayaan.14 . Sedangkan kebijakan pembiayaan bahwa kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat akan berimplikasi pada kemungkinan terjadinya defisit anggaran. dan Proporsi Kawasan Lindung. Transfer dari Dana Cadangan Daerah. Indeks Kesehatan. Untuk itu perlu dilakukan antisipasi. Luas Wilayah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT a) berdasarkan pola penyaluran yang bersifat kompetisi melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK). Kabupaten/Kota perbatasan dengan Provinsi lain serta Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan even khusus yang berskala regional atau nasional. Proporsi Pengangguran. dan dana penyeimbang ditentukan berdasarkan variabel kualitatif seperti Ibu Kota Provinsi. b) membagi alokasi menjadi tiga bagian yaitu dana pemerataan. Jumlah Penduduk Miskin. Variabel-variabel yang digunakan untuk menghitung indeks kabupaten/kota adalah : Indeks Pendidikan.

menjadi hal yang teramat penting dalam merancang sistem dan mekanisme alokasi pemanfaatan gambar 5. Domain pokok kebijakan tahunan secara prinsip memiliki korelasi. Oleh karena itu pemilihan prioritas aktivitas serta efisiensi sumber daya dengan tetap memperhatikan efektivitas tujuan yang telah ditetapkan. walaupun pada beberapa Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V .3 PROSEDUR PENETAPAN PAGU INDIKATIF ANGGARAN Strategi kebijakan pembangunan daerah yang dituangkan dalam dokumen RKPD. disajikan dalam PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH POTENSI SUMBER DAYA PEMBANGUNAN EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA ANGGARAN PEMBANGUNAN DAERAH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN ASUMSI IMPLEMENTASI PROGRAM TUJUAN SASARAN PROGRAM Definisi Tujuan dan Sasaran Program KEGIATAN MASUKAN KELUARAN HASIL PERTIMBANGAN KEGIATAN Definisi Kegiatan terhadap Sasaran Program Definsi alokasi Program dan Kegiatan. Interaksi Kebijakan Pembangunan Kebijakan pembangunan tahunan daerah yang dituangkan dalam dokumen RKPD. Salah satu sumber daya yang memiliki peran penting untuk menjaga konsistensi rencana dengan implementasi kebijakan tersebut adalah sumber daya keuangan. Gambaran interaksi kebijakan pembangunan daerah dengan potensi sumber daya keuangan daerah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. sedangkan pada sisi supply sumber daya keuangan daerah memiliki keterbatasan. untuk setiap Sumber Dana Gambar 5. Kebutuhan masyarakat yang terkristalisasi dalam skenario pembangunan daerah memiliki volume yang cukup besar. melalui pengerahan seluruh sumber daya pembangunan daerah yang tersedia. pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan jangka menengah yang telah disusun.15 . pada dasarnya merupakan akumulasi skenario aktivitas intervensi terhadap tujuan pembangunan tahunan yang telah disepakati bersama. yang pada gilirannya akan mendukung tercapaianya target kebijakan jangka menengah. ISU PEMBANGUNAN DAERAH PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN DAERAH sumber daya keuangan daerah.1.1.

Program . Program DANA LAINNYA Gambar 5. Oleh karenannya posisi kebijakan tahunan dalam interaksi kebijakan jangka menengah.2. maka penetapan pagu indikatif menjadi sangat penting. APBD. Sumber Dana dalam Kebiijakan Tahunan Daerah Pagu indikatif anggaran pada dasarnya merupakan batas maksimal alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung implementasi kebijakan (baik program maupun kegiatan) berdasarkan rencana yang telah ditetapkan. berdasarkan strategi perencanaan pembangunan yang telah disepakati. Berkenaan dengan adanya kebutuhan akan anggaran dalam iimplementasi kebijakan. MISI Program . Program 2004 2005 2006 2007 2008 . Program . Program . Hal ini dilakukan untuk mendukung terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam pemandaatan sumber dana. Program Kegiatan APBN/BLN .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT hal akan dijumpai kebijakan yang bersifat spesifik untuk dilaksanakan. Kebijakan Jangka Menengah Program Kebijakan Tahunan Program Sumber Dana VISI . Program . Kegiatan APBD . akan berkonsekuensi pada kebutuhan sumber daya keuangan. hendaknya memiliki kriteria yang jelas dan tetap mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan jangka menengahnya. meliputi : APBN/PHLN. dan Dana-dana lainnya. serta terjadinya diversifikasi sumber dana tersedia namun memiliki keterbatasan.16 . Strategi kebijakan tahunan daerah yang dituangkan dalam kebijakan program dan kegiatan. Adapun pertimbangan yang dijadikan sebagai Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V .

Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2008 V . Pemilahan yang jelas antara program dan kegiatan. program prioritas). 49 Keterangan : PBi : Proporsi Bobot. 2. serta prioritas pembangunan yang ditetapkan berdasarkan definisi isu strategisnya. k : Koreksi. Persamaan matematis yang digunakan berdasarkan metode ini adalah sebagai berikut : PBi = a + ( 1 + k ) Xi . . melalui tujuan dan sasaran program yang telah ditetapkan. . dimana variabel ini merupakan bobot program berdasarkan hasil penilaian (evaluasi. a : Intercept. Xi : Nilai Program.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT kriteria penetapan dalam penyusunan pagu anggaran indikatif tersebut adalah hasil evaluasi kinerja kebijakan tahun sebelumnya. Metode yang digunakan dalam menetapkan pagu anggaran indikatif RKPD Provinsi Jawa Barat tahun 2008 adalah metode TAD (Treatment of Domain Allocation). dimana variabel ini merupakan konstanta koreksi terhadap hasil penilaian program. . . dimana variabel ini menunjukan proporsi relatif program terhadap program lainnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan kejelasan posisi relatif kegiatan terhadap program. berdasarkan definsi komposisi sasaran dalam program. Dalam penetapan pagu anggaran indikatif.17 . akan memberikan informasi berkenaan dengan bobot pagu yang semestinya disusun. dimana variabel ini merupakan kebutuhan minimal yang memang seharusnya tersedia. serta kegiatan dalam setiap sasaran. dimana kebutuhan tersebut mendukung aktivitas rutin. dimana i = 1. yang perlu diperhatikan adalah kejelasan definsi struktur baik program maupun kegiatan yang akan dilaksanakan.

Sebagai pedoman penyusunan RAPBD. sebagaimana dituntut oleh Permendagri No. hingga akhir tahun 2007. 13 Tahun 2006.1 . Berdasarkan kedua hal diatas. Berawal dari kerangka perencanaan (UU 25/2004) sampai dengan kerangka pengendalian dan evaluasi (PP 39/2006). akan memerlukan perumusan tentang pengelompokkan urusan yang bersifat wajib dan/atau pilihan. Namun demikian. Diantara kerangka regulasi yang ada. Beberapa kaidah pelaksanaan yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. dalam kurun waktu perjalanan Renstra Pemerintah Jabar 2003-2008 ini. Dari pencermatan jangka waktu rencana. sehingga tingkat keberhasilan dari rencana ini akan menentukan pula keberhasilan dari pemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. Tuntutan kejelasan kewenangan ini sangat mengemuka dalam proses penganggaran. Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan programprogram/kegiatan-kegiatan dalam RKPD tahun 2008. Namun demikian. dengan sebaik-baiknya. Hal ini penting untuk dilaksanakan agar tidak menimbulkan bias dalam pengorganisasian anggaran yang berbasis Permendagri 13/2006. diketahui bahwa beragam ketentuan hukum (kerangka regulasi) telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di Indonesia. RKPD perlu dijabarkan kedalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-APBD) Provinsi Jawa Barat dan Penyusunan Prioritas Plafon Anggaran (PPA). Peraturan Pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah daerah belum juga ditetapkan. dalam pelaksanaan RKPD 2008 tentu saja akan memerlukan langkah-langkah taktis strategis.Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VI PENUTUP RKPD Provinsi Jawa Barat 2008 merupakan penjabaran dari Renstra Pemerintah Jawa Barat 2003-2008 dengan mengacu kepada RKP 2008. Disisi lain. karena merupakan rencana tahun terakhir dari Renstra Pemerintah Jawa Barat. 2. hal yang cukup menimbulkan perdebatan panjang adalah berkenaan dengan persoalan pembagian bidang kewenangan antara pemerintah dengan pemerintah daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI . penjabaran terhadap KU-APBD dan PPA ini. RKPD 2008 bersifat sangat strategis.

Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. setiap Kepala SKPD wajib melakukan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan melalui upaya koreksi dan melaporkannya secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur melalui Kepala Bapeda. Masyarakat dan dunia usaha wajib berperanserta dalam pembangunan. 5. RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKPD serta forum penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditujukan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat. Untuk menjaga efisiensi dan efetivitas pelaksanaan program. dan hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk periode tahun 2009. Dalam upaya sinkronisasi/sinergitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD. 6. 8.2 . setiap Kepala SKPD wajib melakukan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan/Kegiatan Tahun 2008. APBN/BLN dan sumber lainnya. 9. Pada akhir tahun anggaran 2008. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan. berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2008. Langkah-langkah persiapan dimulai sejak tanggal ditetapkan hingga pelaksanaan. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Kepala Bapeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala SKPD. 7. setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus membuat Rencana Kerja yang dapat menggambarkan sinergitas program/kegiatan sesui dengan sumber anggaran. 4. GUBERNUR JAWA BARAT DANNY SETIAWAN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI .

Pada web Bapeda. link ”Pelayanan Kami” 2. E-mail Bapeda : public@bapeda-jabar.id Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2007 VI .Draft 3 RKPD PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Apabila ada saran dan tanggapan mengenai Draft RKPD Provinsi Jawa Barat 2008 : 1.go.3 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->