Anda di halaman 1dari 5

Thromboangiitis obliterans (TAO)

Thromboangiitis obliterans (TAO) atau dikenal juga dengan Buerger disease


merupakan vaskulitis yang segmental yang menyerang arteri, vena, dan nerve bagian
distal dari ekstrimitas dan ekstrimitas bawah.

Epidemiologi
Tingkat kejadian TAO lebih besar di Asia dibandingkan di Amerika atau
Eropa. Terutama sering terjadi pada orang yang merokok. 75-90% terjadi pada pria
kurang dari 45 tahun. 10-25% terjadi pada pasien wanita.

Pathologi
TAO terutama sering menyerang pembuluh darah berukuran sedang dan kecil.
Pada ekstrimitas atas dapat terjadi di arteri radial, ulnar, palmar, ataupun digital.
Sedangkan pada ekstrimitas bawah dapat terjadi di arteri tibial , peroneal, plantar, dan
digital. Penemuan pathologi meiputi :
• Oklusi pembuluh darah.
• Highly cellular thrombus dengan PMN mikroabses.
• Multinucleated giant cells.
• Infiltrat inflamasi dapat mempengaruhi dinding vaskular namun tidak sampai
mempengaruhi internal elastic lamina.
• Pada fase kronis, thrombus semakin memadat dan dinding vaskular menjadi
fibrotik.

Pathogenesis
• Penyebab pasti tidak diketahui.
• Semua pasien merupakan perokok atau terekspose tobacco.
• Diduga terdapat mekanisme immunologis yatu adanya peningkatan
sensitivitas selular tipe I dan tipe III collagen atau terdapatnya antiendotelial
antibodi.
• Ditemukan CD4 pada infiltrat selular pada pembuluh darah.
• Penurunan endothelium-dependent vasodilatation terhadap Ach dapat terjadi
pada ekstrimitas yang diserang ataupun yang tidak.
Manifestasi klinis
• Pulsasi arteri radialis, ulnar, dorsalis pedis, dan posterior tibial dapat tidak
teraba.
• Gejala dan tanda dari ischemia dan terdapat ulserasi.
• Allen test menunjukan hasil abnormal.
• Superficial thrombophlebitis diindikasikan dengan diskret, tender, erythema
subcutaneous cord.

TAO dikarakteristikan dengan adanya triad tanda dan gejala, yaitu :


1. Oklusi arteri distal
2. Raynaund’s phenomenon
3. Migrating superficial vein thrombophlebitis

Raynaund’s phenomenon
Merupakan penyakit vasospastic dari arteri digitalis yang terjadi pada orang-
orang yang suspect ketika terekspose cuaca dingin atau keadaaan emosional.
Raynaund’s phenomenon terbagi dalam beberapa episode yang dikarakteristikan
dengan :
• Episode pertama ; pucat pada jari tangan dan jari kaki akibat aliran darah yang
terganggu.
• Episode kedua ; cyanosis akibat akumulasi dari desaturasi Hb
• Episode ketiga ; aliran darah kembali

Klasifikasi :
1. Primary raynaund’s phenomenon (Raynaund’s disease) ; fenomena raynaud
yang terisolasi sebagai suatu gangguan yang berdiri sendiri.
2. Secodary raynaund’s phenomenon ; muncul sebagai komponen atau
manifestasi klinis penyakit atau kondisi lain (contoh : scleroderma, SLE,
carpal tunnel syndrome, dll)
Mekanisme
Cuaca dingin

Menstimulasi sistem saraf simpatis

Menginduksi pengeluaran lokal dari norepinephrine ditambah dengan serotonin,
thromboxan, dan endothelin

Berikatan dengan adrenergic receptor
(pada jari tangan dan jari kaki hanya memiliki reseptor α vasokonstriktor)

menyebabkan vasokonstriksi yang hebat
(karena pada orang normal pada cuaca dingin sudah terjadi vasokonstriksi)

Secondary raynaund’s phenomenon :

Connective tissue disease atau arterial occlusive disease



Terjadi penurunan diameter vaskular lumen arteri digitalis karena sclerosis atau
inflamasi

Penurunan tekanan intraluminal

Meningkatkan suspektibilitas terhadap simpatis untuk memediasi vasokonstriksi
Intermittent claudication
Intermittent claudication merupaka cardinal symptom untuk peripheral arterial
disease yang terjadi saat kebutuhan oksigen otot skelet melebihi supply oksigen dan
merupakan hasil dari lokal sensori reseptor oleh akumulasi laktat dan metabolit
lainnya.
Intermittent claudication digambarkan sebagai nyeri, sensasi lelah, atau
ketidaknyamanan lainnya yang terjadi pada sekelompok otot yang terpengaruhi data
berolah raga terutama berjalam dan akan hilang dengan istirahat.

Single atau multiple lesi oklusif pada arteri yang mensupply ekstrimitas

Aliran darah dan supply oksigen terhambat ke daerah tersebut

Ketika istirahat, kebutuhan oksigen otot skelet > supply oksigen darah

Terjadi akumulasi laktat atau bahan metabolit lainnya (adenosin, NO,
potassium, ion hidrogen) dan juga terjadi dilatasi pembuluh darah peripheral
resistance

Penurunan tekanan perfusi

Semakin membatasi aliran darah
Scoring system untuk diagnosis TAO

Point positif
Onset umur kurang dari 30 tahun (+2) / 30-40 tahun (+1)
Intermittent claudication ada (+2) / hanya riwayat (+1)
Ekstrimitas atas simptomatik (+2) / asimptomatik (+1)
Migrating superficial ada (+2) / hanya riwayat (+1)
vein thrombosis
raynaund’s phenomenon ada (+2) / hanya riwayat (+1)
angiography/biopsy keduanya (+2) / hanya salah satu (+1)

Point negatif
Onset umur 45-50 tahun (-1) / lebih dari 50 tahun (-2)
Jenis kelamin, merokok wanita (-1) / tidak merokok (-2)
Lokasi satu ekstrimitas (-1) / tidak ke ekstrimitas bawah
(-2)
pulse yang tidak teraba brachial (-1) / femoral (-2)
arteriosclerosis, diabetes, diketahui setelah dignosis 5,1-10 tahun (-1) /
hipertensi, hiperlipidemia 2,1-5 tahun kemudian (-2)

Jumlah point Probabilitas diagnosis


0-1 Diagnosis ter-exclude
2–3 Suspect, probabilitas rendah
4–5 Mungkin, probabilitas medium
6 atau lebih Definite, probabilitas tinggi