Anda di halaman 1dari 7

c  

  

    asam dan basa, asam klorida, Gas Hidrogen, indikator asam-basa, ion karbonat
Ditulis oleh Utiya Azizah pada 01-03-2010

c  


  


Beberapa asam bereaksi sangat kuat pada beberapa logam, marmer dan berbagai bahan lain.
Gambar 15 menunjukkan bagaimana logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl)
membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2). Sifat ini dapat menjelaskan mengapa
asam bersifat korosif terhadap sebagian besar logam. Uji sederhana lain yang dapat membedakan
asam dan basa adalah reaksi asam asetat dengan senyawa-senyawa yang mengandung ion
karbonat (CO32-) membentuk gas karbon dioksida, kalsium asetat dan air. Sedangkan basa secara
umum tidak bereaksi dengan logam, namun basa kuat juga bersifat korosif dan jika mengenai
kulit akan mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.

c  


    

Asam, basa dan garam bersifat elektrolit. Sesuai dengan konsep Arhenius, bila asam dan basa
dilarutkan dalam air menghasilkan ion-ion, sehingga larutan asam dan basa tersebut dapat
menghantarkan listrik. Demikian juga, bila garam dilarutkan dalam air menghasilkan ion-ion
yang dapat menghantarkan listrik.

Telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya bahwa untuk mengetahui apakah suatu larutan
bersifat elektrolit digunakan suatu alat yang disebut alat uji elektrolit. Alat penguji elektrolit
sederhana terdiri dari dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan
dilengkapi dengan lampu serta bejana untuk meletakkan larutan yang akan diselidiki. Jika
larutan menghantar arus listrik, maka lampu pijar pada rangkaian itu akan menyala dan terjadi
suatu perubahan (misalnya: timbulnya gelembung-gelembung gas) pada salah satu atau kedua
elektrodanya.


 
 c  
Asam, basa dan garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita
untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam bersifat masam dan basa berasa agak pahit.
Akan tetapi rasa sebaiknya jangan dipergunakan untuk menguji adanya asam atau basa, karena
Anda tidak boleh begitu saja mencicipi zat-zat kimia yang belum dikenal karena banyak
diantaranya yang bersifat racun atau bersifat korosif.

c       

Apa yang terdapat dalam pikiran Anda ketika mendengar kata asam? Apakah Anda berpikir pada
suatu benda yang rasanya masam atau asam adalah suatu zat yang dapat membakar kulit Anda
dan melarutkanlogam? Semua itu tergantung dari sifat khas beberapa asam.Pernahkah Anda
membersihkan saluran yang tersumbat dengan pembersih saluran? Meminum obat anti maag
(antasid) untuk mengatasi gangguan sakit perut dan merasakan licinnya sabun? Hal ini berarti
Anda telah berpengalaman dengan sifat kimia basa.

Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang kita kenal misalnya pada beberapa jenis
makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan (soft drink) dan beberapa produk
seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu (Gambar 13). Sebaliknya, basamempunyai
rasa pahit. Tetapi, rasa sebaiknya jangan digunakan untukmenguji adanya asam dan basa, karena
beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.

Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa, meskipun
Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa (seperti sabun)
bersifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami
pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama
halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran.

Beberapa asam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari disajikan dalam Tabel 4.
Tabel 4. Beberapa Asam dan Basa Yang Telah Dikenal

Asam juga merupakan kebutuhan industri yang vital. Empat macam asam yang paling penting
dalam industri adalah asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat dan asam klorida. Asam sulfat
(H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli. Umumnya asam sulfat digunakan dalam
pembuatan pupuk, pengilangan minyak, pabrik baja, pabrik plastik, obat-obatan, pewarna, dan
untuk pembuatan asam lainnya. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan
deterjen. Namun, sangat disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah pencemaran di
danau-danau dan aliran sungai.

Asam nitrat (HNO3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak dan pupuk. Asam nitrat
pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat mengakibatkan luka bakar pada kulit
manusia. Asam klorida (HCl) adalah gas yang tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. Asap
HCl dan ion-ionnya yang terbentuk dalam larutan, keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh
manusia.

Dalam keadaan murni, pada umumnya basa berupa kristal padat. Produk rumah tangga apa yang
mengandung basa? Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa, antara lain
deodorant, antasid, dan sabun. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida,
Ca(OH)2 yang umumnya disebut soda kaustik suatu basa yang berupa tepung kristal putih yang
mudah larut dalam air. Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak
merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat, sehingga sangat
mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. Amoniak digunakan sebagai
pupuk, serta bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat.

1. Polymide /Nylon
Dikenal juga sebagai perlon, caprolan dan amilan, trilobal atau antron, rislan, nomex dan lainnya.
Pada umumnya serat sintetik ini merupakan isolator yang baik dan dapat menimbulkan sifat
listrik static. Sifat kekuatan dan elastisitas serta ketahanan sangat baik, tahanan terhadap
serangan jamur, bakteri dan serangga.

Kekurangan dari kain nilon adalah daya serap lembab yang rendah. Nilon dapat dicuci dengan
sabun alkali dan tahan terhadap pencucian kimia / dry cleaning. Bahan nilon tidak tahan panas
tinggi, pada suhu setrika 180 o C nilon mulai lengket dan rusak pada suhu 230oC dan meleleh
pada suhu 250oC.

Nylon dapat dicelup dengan zat warna asam dan kompleks logam, terhadap zat warna lain seperti
basa,direk, belerang, tetapi ketahanan cuci dan sinar jelek.

Soeprijono ?  (1975) menjelaskan sifat-sifat dari nylon 6.6, sbb:

1) Kekuatan dan mulur

Nylon memiliki kekuatan dan mulur berkisar dari 8,8 gram/denier dan 18% sampai 4,3
gram/denier dan 45%. Kekuatan basahnya 80 ± 90% kekuatan kering.

2) Tahan gosokan dan tekukan

Nylon mempunyai tahan tekukan dan gosokan yang tinggi. Tahan gosokan nylon kira-kira 4 ± 5
kali tahan gosok wol.

3) Elastisitas

Nylon selain mempunyai kemuluran yang tinggi (22%). Pada penarikan 8% nylon elastis 100%,
dan pada penarikan sampai 16% nylon masih mempunyai elastisitas 91%.

4) Berat jenis

Berat jenis nylon adalah 1,14 gr/cm3.

5) Titik leleh

Nylon meleleh pada suhu 263°C dalam atmosfir nitrogen dan di udara meleleh pada suhu 250°C.
Nylon dalam pemanasan di udara pada suhu 150°C selama 5 jam akan berubah kekuning-
kuningan. Apabila nylon dibakar akan meleleh dan tidak membantu pembakaran.

6) Sifat kimia
Nylon tahan terhadap pelarut-pelarut dalam pencucian kering. Nylon tahan terhadap asam-asam
encer, tetapi dengan asam klorida pekat mendidih selama beberapa jam, nylon akan terurai
menjadi asam adipat dan
?? ? 
  


 
.

Nylon sangat tahan terhadap basa. Pengerjaan dengan larutan natrium hidroksida 10% pada suhu
85°C selama 10 jam hanya mengurangi kekuatan nylon sebanyak 5%.

Pelarut-pelarut yang biasa untuk melarutkan nylon adalah asam formiat, kresol dan fenol.

7) Sifat biologi

Nylon tahan terhadap serangan jamur, bakteri, dan serangga.

8)   ? ?

  ? ? adalah prosentase pengembalian kelembaban suatu bahan pada RH tertentu.


  ? ? nylon pada kondisi standar (RH 65% dan suhu 21°C) sebesar4,2%.

9) Kilau

Sebelum penarikan nylon berwarna suram, tetapi setelah penarikan seratnya berkilau dan cerah.
Apabila serat ingin lebih berkilau, serat yang agak suram dimasukkan ke dalam campuran
polimerisasi yang telah ditambahkan titanium dioksida.

10) Pengaruh sinar

Nylon seperti serat tekstil lain akan terdegradasi oleh pengaruh sinar, tetapi ketahanannya masih
jauh lebih baik dibandingkan dengan sutera. Dalam penyinaran selama lebih dari 16 minggu,
sutera berkurang kekuatannya 85%, nylon biasa 23%, nylon agak suram 50%, dan kapas hanya
18%.

11) Sifat listrik

Nylon merupakan isolator yang baik, sehingga dapat menimbulkan listrik statis.

12) Pengaruh panas dan lembab

Pengerjaan dengan panas dan lembab akan memberi bentuk yang tetap pada nylon, yaitu
bentuknya akan tetap selama nylon tersebut dikerjakan pada suhu pengerjaan pertama (285°C ±
290°C).

13) Radiasi nuklir

Penggunaan radiasi nuklir dalam produksi serat pada umumnya menyebabkan terjadinya
degradasi serat. Tetapi dengan dosis radiasi tertentu dan cara tertentu dapat dibuat timbulnya
rantai cabang pada permukaan serat nylon. Apabila nylon diradiasi dengan kobalt 60, maka
sebagian atom pada rantai polimer nylon akan menjadi radikal, sehingga kalau disekelilingnya
terdapat monomer, maka radikal-radikal tersebut akan tumbuh rantai cabang baru.

Dengan demikian monomer tertentu pada rantai nylon dapat dicangkokkan rantai cabang polimer
lain, sehingga dapat memperbaiki sifat nylon. Misalnya dengan metal-metakrilat, akan
menaikkan daya serap lembab sehingga timbulnya listrik statis dapat dikurangi. Pencangkokkan
polistiren pada poliamida, menyebabkan seratnya lebih tahan cuaca.

Sumber:

Prasetyo, Andhika P. 2009. Kekuatan Putus (Breaking Strength) Benang dan Jaring PA
Multifilamen pada Penyimpanan di Ruang Terbuka dan Tertutup. Skripsi [tidak
dipublikasikan]. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB.

Klust, Gerhard. 1983a. p


     ?    
?. (Penterjemah
Team BPPI Semarang). Terjemahan dari ?   ?  
 ? . Semarang: BPPI
Semarang. 187 hal.

ï† 

Serat 4  diperoleh dari bulu domba. Serat 4  berbeda dengan serat lain, karena struktur
kimianya. Struktur kimia mempengaruhi tekstur, elastisitas, serabut, dan formasi  . Serat
4  merupakan serat protein, komposisi serat 4  adalah lebih dari 20 jenis asam amino. Serat
4  juga mengandung sedikit lemak, kalsium, dan sodium (Binhaitimes, 2005c).

ALUMINIUM
Aluminium adalah logam yang berwaarna putih perak dan tergolong ringan yang
mempunyai massa jenis 2,7 gr cm± 3 .Sifat-sifat yang dimilki aluminium antara lain :
1. Ringan, tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat
rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain.
2. Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus
makanan, obat, dan rokok.
3. Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai
kabel tiang listrik.
4. Paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti
Duralium (campuran Al, Cu, mg) untuk pembuatan badan peswat.
5. Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3.
Penggunaan Aluminium
Beberapa penggunaan aluminium antara lain:
1. Sektor industri otomotif, untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan

bermotor.
2. untuk membuat badan pesawat terbang.
3. Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen pintu dan jendela.
4. Sektor industri makanan ,untuk kemasan berbagai jenis produk.

5. Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang
kerajinan.

6. Membuattermit, yaitu campuran serbuk aluminium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan
untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api.