P. 1
Kesultanan Pajang

Kesultanan Pajang

|Views: 209|Likes:
Dipublikasikan oleh N_Andalu
Kesultanan Pajang
Kesultanan Pajang adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada di perbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Asal-usul
Sesungguhnya nama negeri Pajang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Menurut Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365, ada seorang adik perempuan Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu) menjaba
Kesultanan Pajang
Kesultanan Pajang adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada di perbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Asal-usul
Sesungguhnya nama negeri Pajang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Menurut Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365, ada seorang adik perempuan Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu) menjaba

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: N_Andalu on Oct 22, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Kesultanan Pajang

Kesultanan Pajang adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada di perbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Asal-usul
Sesungguhnya nama negeri Pajang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Menurut Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365, ada seorang adik perempuan Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu) menjabat sebagai penguasa Pajang, bergelar Bhatara i Pajang, atau disingkat Bhre Pajang. Nama aslinya adalah Dyah Nertaja, yang merupakan ibu dari Wikramawardhana, raja Majapahit selanjutnya. Dalam naskah-naskah babad, negeri Pengging disebut sebagai cikal bakal Pajang. Cerita Rakyat yang sudah melegenda menyebut Pengging sebagai kerajaan kuno yang pernah dipimpin Prabu Anglingdriya, musuh bebuyutan Prabu Baka raja Prambanan. Kisah ini dilanjutkan dengan dongeng berdirinya Candi Prambanan. Ketika Majapahit dipimpin oleh Brawijaya (raja terakhir versi naskah babad), nama Pengging muncul kembali. Dikisahkan putri Brawijayayang bernama Retno Ayu Pembayun diculik Menak Daliputih raja Blambangan putra Menak Jingga. Muncul seorang pahlawan bernama Jaka Sengara yang berhasil merebut sang putri dan membunuh penculiknya. Atas jasanya itu, Jaka Sengara diangkat Brawijaya sebagai bupati Pengging dan dinikahkan dengan Retno Ayu Pembayun. Jaka Sengara kemudian bergelar Andayaningrat.

Kesultanan Pajang
Menurut naskah babad, Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Ia kemudian digantikan oleh putranya, yang bernama Raden Kebo Kenanga, bergelar Ki Ageng Pengging. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kesultanan Demak. Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontak terhadap Demak. Putranya yang bergelarJaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi ke Demak. Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu Sultan Trenggana, dan menjadi bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerah Pengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten), Tingkir (daerah Salatiga), Butuh, dan sekitarnya.

Sebagai tanda ikatan politik. karena Sunan Kudus sendiri sudah meninggal tahun 1550. Sunan Kalijaga juga pernah membantu Ki Ageng Pemanahan meminta haknya pada Sultan Hadiwijaya atas tanah Mataram sebagai hadiah sayembara menumpas Arya Penangsang. bahkan ikut mendirikan kerajaan tersebut. Sunan Kudus bahkan terlibat pembunuhan terhadap Sunan Prawoto. yang ibu kotanya dipindah ke Pajang. majelis ulama Wali Songo memiliki peran penting. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya tahun 1582. Sementara itu. Ia pun menjadi pewaris takhta Kesultanan Demak. Wali lain yang masih berperan menurut naskah babad adalah Sunan Kudus. dan menggantinya dengan Arya Pangiri. Pada tahun 1568 Sultan Hadiwijaya dan para adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prapen.Sunan Prapen bertindak sebagai pelantik Hadiwijaya sebagai sultan. wilayah Kesultanan Pajang hanya meliputi sebagian Jawa Tengah saja. karena negeri-negeri Jawa Timurbanyak yang melepaskan diri sejak kematian Sultan Trenggana. Panji Wiryakrama dari Surabaya (pemimpin persekutuan adipati Jawa Timur) dinikahkan dengan putri Sultan Hadiwijaya. Setelah itu. ia berhasil menyingkirkan Pangeran Benawa dari jabatan putra mahkota. Pemimpinnya yang bernama Raden Pratanu alias Panembahan Lemah Dhuwur juga diambil sebagai menantu Sultan Hadiwijaya. Arya Penangsang juga berusaha membunuh Hadiwijaya namun gagal. Dengan dukungan Ratu Kalinyamat (bupati Jepara putri Sultan Trenggana). sedikit banyak para wali masih berperan dalam pengambilan kebijakan politik Pajang. Peran Wali Songo Pada zaman Kesultanan Demak. namun kemudian tewas dibunuh sepupunya. yaitu Madura juga berhasil ditundukkan Pajang. Meskipun tidak lagi bersidang secara aktif. Dalam kesempatan itu. peran Wali Songo ikut memudar. Sunan Prawoto naik takhta. Perkembangan Pada awal berdirinya tahun 1549.Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546. Misalnya. Ia juga menjadi mediator pertemuan Sultan Hadiwijaya dengan para adipati Jawa Timur tahun 1568. Majelis ini bersidang secara rutin selama periode tertentu dan ikut menentukan kebijakan politik Demak. Sepeninggal Sultan Trenggana. . Negeri kuat lainnya. raja baru pengganti Sultan Trenggana. Hadiwijaya dan para pengikutnya berhasil mengalahkan Arya Penangsang. Mungkin yang dimaksud dengan Sunan Kudus dalam naskah babad adalah Panembahan Kudus. para adipati sepakat mengakui kedaulatan Pajang di atas negeri-negeri Jawa Timur. yaitu Arya Penangsangbupati Jipang tahun 1549.

Pemberontakan Mataram Tanah Mataram dan Pati adalah dua hadiah Sultan Hadiwijaya untuk siapa saja yang mampu menumpas Arya Penangsang tahun 1549. Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. yang dihukum buang ke Semarang oleh Sultan Hadiwijaya. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan baru mendapatkan hadiahnya tahun 1556 berkat bantuan Sunan Kalijaga. Arya Penangsang tewas dikeroyok Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Terjadi persaingan antara putra dan menantunya. Hal ini disebabkan karena Sultan Hadiwijaya mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir kerajaan yang lebih besar dari pada Pajang. Pangeran Benawa kemudian menjadi raja Pajang yang ketiga. daerah Mataram semakin hari semakin maju dan berkembang. Di bawah pimpinannya. Tidak ada putra mahkota yang menggantikannya sehingga Pajang pun dijadikan sebagai negeri bawahan Mataram. Pemerintahan Pangeran Benawa berakhir tahun 1587. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus berhasil naik takhta tahun 1583. Pada tahun 1582 meletus perang Pajang dan Mataram karena Sutawijaya membela adik iparnya. Ia dikembalikan ke negeri asalnya yaituDemak. Sutawijaya sendiri mendirikan Kesultanan Mataram di mana ia sebagai raja pertama bergelar Panembahan Senopati. Yang menjadi bupati di sana ialah Pangeran Gagak Baning. Ki Penjawi diangkat sebagai penguasa Pati sejak tahun 1549. Ramalan tersebut menjadi kenyataan ketika Mataram dipimpin Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan sejak tahun 1575. namun Pangeran Benawa tetap menganggapnya sebagai saudara tua. adik Sutawijaya. Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia. Hal itu membuat Pangeran Benawa yang sudah tersingkir ke Jipang. Meskipun pada tahun 1582 Sutawijaya memerangiSultan Hadiwijaya. Menurut laporan resmi peperangan. . Perang itu dimenangkan pihak Mataram meskipun pasukan Pajang jumlahnya lebih besar. Kehidupan rakyat Pajang terabaikan. yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri sebagai raja selanjutnya. yaitu Tumenggung Mayang. merasa prihatin. Keruntuhan Sepulang dari perang. Tokoh Sutawijayainilah yang sebenarnya membunuh Arya Penangsang. Pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram. Perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri.

Arya Pangiri bergelar Sultan Ngawantipura 3. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya 2.Daftar Raja Pajang 1. Pangeran Benawa bergelar Sultan Prabuwijaya .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->