P. 1
Keanekaragaman Genetik Merupakan Perbedaan Gen Yang Terkandung Dalam Individu Suatu Populasi Dan Berhuubungan Dengan Kemampuan Beradaptasi Suatu Individu Dalam Mengalami Perubahan Selama Proses an

Keanekaragaman Genetik Merupakan Perbedaan Gen Yang Terkandung Dalam Individu Suatu Populasi Dan Berhuubungan Dengan Kemampuan Beradaptasi Suatu Individu Dalam Mengalami Perubahan Selama Proses an

|Views: 166|Likes:
Dipublikasikan oleh kireina2

More info:

Published by: kireina2 on Oct 22, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2010

pdf

text

original

Keanekaragaman genetik merupakan perbedaan gen yang terkandung dalam individu suatu populasi dan berhuubungan dengan kemampuan

beradaptasi suatu individu dalam mengalami perubahan selama proses perkembangan (Finkeldey, 2003) Finkeldey R. 2003. An Introduction to tropical forest genetics. Gottingen : institute of Forest Genetics and Forest Tree Breeding

Berdasarkan hasil pengamatan maka populasi dataran rendah memiliki keanekaragaman genetik yang paling tinggi dibandingkan dengan populasi lainnya dengan nilai heterogenitas 0,163,0,147,0,112. Sedangkan yang memiliki keanekaragaman genetik paling rendah ialah yang berasal dari dataran tinggi. Keanekaragaman genetik sangat berhubungan dengan perbedaan lokasi tempat tumbuhnya (populasi) khususnya ketinggian tempat tumbuh. Hal tersebut berhubungan dengan kebutuhan sinar matahari dan kelembaban yang sesuai oleh tanaman nilam sehingga sifat genetik nilam akan muncul secara lebih baik dibandingkan populasi lainnya. Karena menurutWelsh dan Mogea (1991) intensitas radiasi matahari, frekuensi dan besar kelembaban, zat hara yang diperoleh akan berinteraksi dengan sifat genotip sehingga keadaan lingkungan yang sesuai akan memperbaiki kualitas tanaman secara genetik dan berpengaruh terhadap fenotip suatu tanaman. Keanekaragaman yang kecil mungkin sekali terjadi karena menurut Hamrick (1983), suatu jenis yang memiliki ukuran populasi yang kecil, bereproduksi secara vegetatif, memiliki polen dan penyebaran benih terbatas maka memiliki keanekaragaman rendah dalam populasi dan antar populasi. Mangoendidjoyo (2003) mengatakan bahwa tanaman dengan pengembangbiakan vegetatif akan memiliki keseragaman secara genetik karena pembelahan sel pada bagian-bagian vegetatif terjadi replikasi dari kromosom induk menjadi dua kromosom yang sama sehingga terjadi replikasi kromosom yang berarti replikasi DNA yang dimiliki. Berdasarkan hasil analisa kelompok, dendogram menujukkan bahwa populasi aceh yang berasal dari dataran rendah berbeda dengan populasi aceh dari dataran tinggi yang secara genetik identik dengan populasi tapanuli selatan dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan populasi sumatera barat, sukabumi2,1, dan baturaden2. Vegetatif tanaman yang terus menerus akan mengakibatkan bagian tanaman yang dilestarikan memiliki sifat yang sama ecara terus menerus dan terjadi kehilangan beberapa sifat genetik. Keanekaragaman genetis yang rendah menyebabkan rentan terhadap perubahan lingkungan karena kesamaa komposisi sifat genetik atatu struktur kimia sehingga jika terkena hama maka potensial menyebabkan kerusakan.

keadaan lingkungan tempat tumbuh. Kanisius Juliani. Dasar-dasar genetika dan pemuliaan tanama. Institute pertanian bogor. Dasar-dasar pemuliaan tanaman . Nasruddin. 2005. Keanekaragaman genetik beberapa populasi nilam Aceh berdasarkan analisis isozim. Sekolah pasca sarjana. 1991. Fotosintesis akan meningkat seiring dengan bertambahnya suhu sekitar karena adanya peningkatan aktivitas enzim yang mempertinggi kapasitas pemanfaatan CO2. Penurunan fotosintesis terjadi pada suhu tinggi akibat penutupan stomata secara otomatis akibat adanya kandungan air di udara dan ruang antar sel yang semakin kritis. Sekolah pasca sarjana Insttitute pertanian bogor Pengaruh Fotosintesiintensitas radiasi yang tinggi maka laju fotosintesisi akan turun akibat cekaman suhu yang berlebihan sehingga akan meningkatkan laju respirasi tanaman. 2005. Modifikasi iklim mikro untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman nilam (pogostemon cablin).Welsh JR. Jakarta. . dan cahaya yang terbatas.MogeaJP. Pengaruh fotosintesis bergantung tehadap species. Menurut Salisbury dan Ross 1995 bahwa tanaman yang tmbuh pada lingkungan yang kaya akan sumber daya akan memiliki kapasitas laju fotosintesis yang tinggi dibandingkan dengan tumbuhan dengan keterbatasan persediaan air. Pada suhu tinggi maka difusi co2 dan fotorespirasi menjadi pembatas sehingga terjadi penurunan fotosintesis. hara. 2003. Yogyakarta. Mangoendidjojo W. Jika Intensitas raadiasi sinar matahari hanya mengenai daundaun atas tanaman maka fotosintesis yang terjadi bisa terlalu jenuh dibandingkan dengan daun-daun dibawahnya sementara daun-daun dibawahnya tidak mencapai fotosintesis yang optimal sehingga akan menguragi produktivitas tarma kering. Erlangga.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->