Anda di halaman 1dari 7

STANDARD SETTING : POLITICAL ENVIRONMENT

Responsibility and Power


Sterling berpendapat bahwa hampir semua masalah praktis yang dihadapi dalam
praktek akuntansi dapat diselesaikan dengan teori lain. Ketika suatu masalah timbul,
seringkali permasalahan yang sebenarnya adalah bahwa manajemen tidak setuju dengan
proposal akuntansi. Jadi masalahnya bukan teknis melainkan politik.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Watts dan Zimmerman, menanyakan mengapa
perusahaan mengeluarkan sumber daya dalam upaya untuk mempengaruhi standar
akuntansi yang menunjukkan bahwa manajer memiliki alasan kuat untuk menginginkan
prosedur akuntansi tertentu. Para investigator memiliki hipotesis yaitu dikarenakan oleh
pajak, politik, dan pertmbangan peraturan, manajer dari perusahaan besar memilih
standar akuntansi yang menyebabkan pendapatan yang dilaporkan dapat
berkurang/menurun.
Apa yang dapat CPA lakukan ketika menemui perlawanan dengan manajemen?
Jalan termudahnya adalah menerima keyakinan manajemen dan menyetujui tanpa
membantah. Poin yang dipermasalahkan, kata Sterling adalah bahwa akuntan diberi
tanggung jawab tanpa kekuatan untuk mempengaruhi keputusan mereka. Profesi akuntan
telah diberi tanggung jawab untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang
dipublikasikan oleh perusahaan telah "disajikan secara wajar" tetapi hal ini tidak diterima
oleh berbagai otoritas legal untuk menjalankan kewajiban. Para auditor kemudian
mengekspresikan pendapatnya terhadap penyajian laporan keuangan dalam adverse,
qualified, atau disclaimer opinion dalam laporan keuangan, tetapi opini ini jarang
dimunculkan. Ini menunjukkan adanya celah, karena perusahaan dapat memilih auditor
mana saja yang ingin digunakan. Jika auditor tidak sepakat dengan keinginan perusahaan,
maka perusahaan dapat mencari auditor lain.

Increased Power for The Proffession


Apakah mungkin bagi profesi untuk meningkatkan kekuatan? Cara untuk
melakukan ini adalah untuk mendapatkan kekuatan hukum. Saat ini, SEC memiliki
yurisdiksi hukum atas prosedur akuntansi perusahaan publik diselenggarakan dan
kemungkinan itu melepaskan kewenangan yang terbatas. Tampaknya ada sedikit
dukungan, juga dari Kongres untuk memberikan kekuatan lebih pada profesi ini.
Senjata dari profesi, ketidakcocokan, penolakan, atau kualifikasi dari opini, atau
ancaman yang dilakukan sedemikian rupa, dapat dibuat lebih efektif dengan mengganggu
kemampuan perusahaan untuk mengubah auditor karena tidak setuju dengan kebijakan
akuntansi.

Change in Auditors
Walaupun tidak ada aturan/hukum yang melarang suatu perusahaan untuk
mengganti auditor, profesi akuntan dan SEC ingin untuk melarang ”opinion shopping”
SEC mengaggap jual beli opini sebagai
”Praktek dari pendaftaran yang mencari auditor yang ingin mendukung tujuan
dari pelaporan akuntansi yang berniat untuk memenuhi tujuan pelaporan
keuangan, tetapi yang tidak diperlukan persetujuan GAAP”
Masalahnya yaitu kombinasi dari fakta bahwa GAAP seringkali tidak menjelaskan
mengenai beberapa isu, dan oleh karena itu mencari opini kedua yang dapat dilegitimasi.
Auditing Standards Board (ASB) dari AICPA dalam Statement of auditing (SAS)
no. 7, yang terbit pada 1975, menginginkan bahwa auditor berkomunikasi dengan auditor
pendahulu sebelum menerima perjanjian. Tujuannya yaitu untuk berjaga-jaga jika timbul
masalah-masalah dari klien auditor. Bagaimanapun, peraturan no 301 dari kode etik
profesianal tidak memperbolehkan auditor mengungkapkan rahasia perusahaan tanpa
persetujuan klien. Pada 1987 ASB menerbitkan interpretation dari SAS 7 yang
mengumumkan bahwa akuntan pendahulu harus dihubungi jika penyajian kembali
laporan keuangan telah dipertimbangkan.
Dimulai pada tahun 1971, SEC meminta bahwa Form 8-K diisi oleh pendaftar
yang mengganti auditor. Informasi yang harus diungkapkan yaitu: tanggal penggantian
auditor, segala ketidakcocokan dengan auditor sebelumnya, segala adverse dan
disclaimer atau qualified opinion dari auditor pada 24 bulan sebelumnya.
Untuk menghalangi adanya jual beli opini, SEC pada 1988 dalam FRR 31
mengklarifikasi bahwa permintaan yang ada untuk melaporkan ketidaksetujuan dengan
auditor pendahulu dan ditambah dengan beberapa peraturan baru dalam perubahan
auditor. Pengungkapan dari ”aktivitas yang dilaporkan yaitu diperlukan jika sepanjang
periode 2 tahun sebelumnya auditor sebelumnya menginformasikan pada pendaftar
bahwa
1. Internal control tak dapat dipercaya.
2. Auditor tidak bergantung pada manajemen.
3. Auditor memiliki syarat serius mengenai kejujuran atau keandalan dari laporan
keuangan yang sekarang atau yang dulu atau audit reports.

Decrease Responbility
Jika akuntan tidak dapat meningkatkan kekuatan mereka untuk menyelenggarakan
keputusan-keputusan mereka, maka yang ingin dilakukan yaitu mengurangi tanggung
jawab mereka. Tanggung jawab auditor tersirat oleh istilah ini cukup dapat
diinterpretasikan dalam berbagai cara. Menurut GAAS auditor punya tanggung jawab
untuk mendeteksi dan mengungkap error dari klien, penyimpangan dan fakta ilegal.
Errors adalah kesalahan yang tidak disengaja, sedangkan ketidakteraturan adalah
penyimpangan yang disengaja dalam laporan keuangan dan meliputi penyajian yang
salah saji yang disengaja oleh manajemen (fraud) dan penggelapan aset.
Tanggung jawab sebelumnya memuaskan jika auditor punya ketelitian dan
keahlian dalam melakukan audit. Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa bahan ada
penyimpangan atau tindakan ilegal berpotensi mungkin terjadi, maka auditor harus
menyelidiki lebih lanjut. Dalam kata lain auditor bertanggung jawab untuk mendeteksi
penipuan atau tindakan ilegal hanya sebatas melaksanakan prosedur normal.
Pada 1987, untuk merespon kritik tentang kualitas dari laporan keuangan dan
auditing, ASB menerbitkan 10 standar auditing. Walaupun standar ini akan
meningkatkan efektivitas dari kinerja auditing, ini tidak mengubah tanggung jawab dasar
dari auditor.

Inferences from Court Cases


Dengan kasus atau menurut undang-undang hukum mungkin dapat dikenakan
untuk ordinary negligence, gross negligence, atau fraud. Ordinary negligence
menandakan indikasi kurang teliti memberikan alasan dalam melakukan audit, gross
negligence mengindikasi kurang teliti dalam melakukan audit, dan fraud adalah sengaja
menipu, penyembunyian atau tidak mengungkapkan fakta yang material karena ada suatu
kejadian yang membuat orang lain terluka.
Auditor percaya apabila mereka mengikuti GAAS, dan teristimewa apabila klien
sudah sesuai dengan GAAP, mereka harus bebas menentukan negligence atau fraud.
Bagaimanapun hasil perkara pengadilan mengidikasi posisi tersebut tidak selalu disetujui
untuk bukan akuntan.
Dalam kasus Continental Vending 1969 (US v Simon) tergugat, dua rekan dan
manajer akuntansi perusahaan, Lybrand, Ross Bros dan Montgomery, menuduh dengan
fraud dan persiapan di 1962 neraca Continental Vending Machine Corporation. Auditor
memperdebatkan peneriamaan prinsip umum yang ada. 8 ahli memberikan kesaksian
akibat keseluruhan, laporan keuangan sesuai dengan GAAP
Pengadilan menyebutkan
Secara umum mengabulkan prinsip akuntansi dan memerintahkan akuntan
melakukan apa yang biasa/lazim dalam kasus ketika dia tidak ada alasan dan
ragu-ragu tentang kejadian yang diadakan secara jujur. Suatu waktu dia
beralasan dasar asumsi ini salah, sama sekali berbeda situasi yang dihadapi
mereka.
Terdakwa menanyakan pemeriksaan pengadilan memerintahkan juri untuk
membebaskan mereka apabila memutuskan neraca sudah sesuai dengan GAAP, tetapi
daripada pengadilan menginformasikan ke juri “critical test” apakah neraca
menampilkan posisi keuangan tanpa referensi GAAP. Pengadilan mengatakan meskipun
pemenuhan GAAP adalah petunjuk yang meyakinkan, bukan berarti kesimpulan.
Terdakwa akan dihukum.
Pada Gerstle v Gamble-Skogmo (1969) pengadilan kembali menantang
kecukupan GAAP. Kasus ini Proxy Statement yang berbelit-belit untuk sebuah merjer,
pengadilan menemukan hal yang menyesatkan karena peningkatan nilai fixed asset yang
pasti bakal terjual setelah merjer tidak diungkapkan.
Dalam SEC v Bangor Punta Corporation (1974) pernyataan registrasi yang
berbelit-belit untuk tawaran merubah saham Bangor Punta untuk saham Aircraft
Company, pengadilan menemukan pernyataan registrasi yang salah dan menyesatkan
karena akun investasi ditampilkan pada nilai buku, yang sangat besar daripada nilai
sekarang. Pengadilan memegang bahan iklan, apabila perbedaan terjadi antara GAAP dan
syarat untuk pengungkapan yang baik di negara dalam keamanan hukum, yang
belakangan ini jadi prioritas.
Dalam Herzfeld v Caventhol; Kreckstein, Horwath & Horwath (1974)
penempatan surat berharga pribadi yang berbelit, kemungkinan besar ditemukan auditor,
meskipun dari fakta itu mereka memberikan qualified opinion.
Kasus yang terdahulu menyatakan pengadilan percaya tanggung jawab akuntan
melewati ketaatan GAAP. Menganggap keputusan pengadilan mewakili dugaan publik,
kami dapat mengatakan publik menganggap tanggung jawab utama akuntan untuk
memenuhi dan mengungkapkan dengan baik, bukan pemenuhan dengan GAAP. Apabila
GAAP tidak mengeluarkan jenis pengungkapan ini, kemudian akuntan terlalu sulit
percaya GAAP. Pengadilan tidak percaya kecocokan dengan GAAP perlu hasil penuh
dan pengungkapan yang baik. Oleh karena itu, daripada tanggung jawab kurang,
pengadilan dan publik menduga profesi akuntan dianggap tanggung jawab yang hebat.

Criticism of the Profession


Pada 1976, The Oversight Subcommitee oh House Interstate dan Foreign
Commerce Committee, mengetuai Representative John Moss, mengadakan penelitian
pada beberapa regulatory agencies yang berakibat dalam pengeluaran laporan yang
berjudul “Federal Regulation and Regulatory Reform.” Dalam laporan tersebut
subcommittee memanggil untuk sebuah aturan yang lebih aktif dari SEC dalam formulasi
dan pelaksanaan akuntansi dan standar auditing. Rep Moss Stand ada pertanyaan serius
tentang integritas sistem akuntansi perusahaan dan prosedur auditing publik. Posisi
subcommittee menerapkan standar kejujuran pada auditor yang kurang baik. Ini kritik
bagi FASB, menyatakan secara tidak langsung bahwa tidak efektif dan kepercayaan SEC
pada FASB. Subcommittee menganjurkan SEC menentukan dan menyamakan prinsip
akuntansi, standar auditing, dan codes of conduct untuk auditor independen.
Pada waktu yang sama, Senate Subcommittee pada laporan Accounting and
Management of the Committee on Government Operations, mengetuai Senator Lee
Metcalf, tingkah laku nyata mendapatkan pelajaran profesi akuntansi. Diumumkan staff
study pada Desember 1976 yang berjudul “The Accounting Establishment” Senator
Metcalf, dalam suratnya yang mengetuai Committee on Government Operations
menyatakan
Kegagalan SEC menjalankan otoritas pada akuntansi menjalani banyak
problem yang sungguh-sungguh mengikis kepercayaan publik dalam
ketepatan dan kegunaan laporan informasi bagi perusahaan.
Dalam study tersebut, subcommittee menyatakan
Kongres dan publik mempunyai kepastian yang kecil dari laporan keuangan
perusahaan yang melukiskan dengan teliti hasil aktivitas bisnis karena
fleksibel, alternatif, standar akuntansi.
Study ini menemukan keraguan publik mengenai kinerja auditor independen pada
perusahaan besar yang didirikan dengan baik. Selain itu, problem yang mengikis
kepercayaan dalam “Big Eight” perusahaan akuntansi dan auditor independen lain yang
melekat dalam system mereka di praktek. Sekarang, prosedur yang mana yang dipilih
mereka, hubungan mereka untuk standard-setting bodies.
Serupa Moss Committee, Metcalf Committee tersebut kehilangan kepercayaan
publik dalam laporan keuangan perusahaan dan menghubungkan ini dengan tindakan
yang besar, cara akuntansi dan standar auditing yang dirumuskan dan dilaksanakan
sekarang. Metcalf Committee percaya FASB mendominasi dan menyesuaikan dengan
bisnis besar dan tidak membantu keinginan rata-rata pengguna atau publik. FASB, tentu
saja menyangkal tuduhan dan asalkan saja fakta independen luas dalam pemeriksaan
pada 1977, kurang perbedaan besar dalam kritik tersebut dan rekomendasi daripada staff
study muda. Apakah pernyataan subcommittee tepat atau tidak berarti perselisihan, tapi
apa signifikan 2 kongres committee mengungkapkan perhatian penting tentang integritas
laporan keuangan dan mencela profesi akuntansi secara terbuka.
Kritik menunjukkan perasaan kongres terhadap profesi akuntansi pada
pertengahan 1970, yang mendorong beberapa kasus perusahaan akuntansi
mengumumkan yang terlibat, dan menciptakan kekejaman penemuan pembayaran tidak
sah yang dibuat banyak perusahaan. Dengan keberangkatan ketua pelaku utama dari
kancah akuntansi warna-warni dan jeritan pada tahun 1970an berkurang dan akuntan
mulai sedikit lebih mudah.
Disana tidak ragu-ragu apa akuntan melakukan atau gagal melakukan kepentingan
publik. FASB dan AICPA mengatakan untuk profesi menyangkal pernyataan tanpa bukti
kongres committee. Posisi mereka ada beberapa skandal kasus yang tanpa keadilan
menggambarkan seluruh profesi dan publik, termasuk kongres tidak memahami atau
menilai kesulitan penyaluran persoalan akuntansi atau memimpin audit.
Walaupun pendapat dalam pembelaan profesi mungkin benar, kami harus
mengingat sejarah menyatakan mengembangkan akuntansi sesuai keinginan pemakai.
APB menyatakan Akuntansi adalah aktivitas jasa, dimana fungsi menyediakan informasi
bermanfaat.

Approach to Standard Setting


Ada dua hal yang dipertanyakan dalam prose standard setting: Haruskah standar
ini ditetapkan oleh Authoritative bodies atau dilepas begitu saja di pasar bebas? dan
Siapakah yang seharusnya membuat standar ini? sektor umum atau sektor swasta? Ada
beberapa pendekatan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan diatas, yaitu :
- Free Market Approach
- Agency Theory
- Regulatory Approach
- Private or Public Sector