Anda di halaman 1dari 11

1.

Bagaimanakah perkembangan kabupaten/kota di Jawa Barat dilihat


dari sisi Pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita?

PDRB per kapita


Pertumbuhan PDRB per Kapita
2. Manakah daerah yang tumbuh tinggi dan pertumbuhan penduduknya
juga tinggi?

Jawab :
Rata-rata Pertumbuhan PDRB per Kapita dan Pertumbuhan Penduduk
Kabupaten/Kota di Jawa Barat
Tahun 1986 – 2001
Rata-Rata Rata-Rata
pertumbuhan Pertumbuhan
No. Kabupaten/Kota ekonomi penduduk
0,01997
1 Pandeglang 3,74*
0,021405
2 Lebak 3,68*
0,021003
3 Bogor (kab) 1,30
0,014082
4 Sukabumi (kab) 3,44*
0,017753
5 Cianjur 2,38
0,024136
6 Bandung (kab)* 2,81
0,019547
7 Garut 2,15
0,017411
8 Tasikmalaya 2,52
0,007553
9 Ciamis 2,75
0,009414
10 Kuningan 2,86
0,017775
11 Cirebon (kab) 1,76
0,009564
12 Majalengka 2,66
0,015532
13 Sumedang 2,63
0,011316
14 Indramayu* 0,06
0,010964
15 Subang 3,23
0,02556
16 Purwakarta 9,03
0,01955
17 Karawang 4,95*
0,026195
18 Bekasi* 11,12*
0,032983
19 Tangerang (kab) -3,30
0,02731
20 Serang* 0,30
0,169119
21 Bogor* (kota) 9,27*
0,102325
22 Sukabumi* (kota) 4,78*
0,033195
23 Bandung (kota) * 4,08*
0,016164
24 Cirebon* (kota) 5,79*
0,047023
25 Tangerang (kota) 0,17
3,37 0,01997
Rata-rata

Daerah dengan rata-rata pertumbuhan PDRB per kapita dan rata-rata pertumbuhan
penduduk tinggi adalah Kota Bogor, dengan rata-rata pertumbuhan PDRB per kapita sebesar
9,27% dan rata-rata pertumbuhan penduduk sebesar 16,9%.

3. Manakah daerah kabupaten/kota yang paling tertinggal di Jawa Barat?

Jawab:
Klasifikasi Daerah Relatif Tertinggal
Di Jawa Barat
Berdasarkan Tipologi Klassen
Rata-Rata Rata-Rata
PDRB per pertumbuha
No. Kabupaten/Kota kapita n ekonomi
1 Bogor (kab) 441.553 1,30
2 Cianjur 387.378 2,38
3 Garut 411.879 2,15
4 Tasikmalaya 377.396 2,52
5 Ciamis 407.876 2,75
6 Kuningan 351.893 2,86
7 Cirebon (kab) 356.485 1,76
8 Majalengka 413.074 2,66
9 Sumedang 449.590 2,63
10 Subang 446.125 3,23
11 Purwakarta 536.078 9,03
12 Tangerang (kab) 371.047 -3,30
Berdasarkan data di atas, kabupaten/kota paling tertinggal di Jawa Barat adalah
Kabupaten Tangerang. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi yang bernilai
negatif (-3,30). Meskipun Kuningan merupakan kabupaten dengan tingkat PDRB per kapita
paling rendah di Jawa Barat, kabupaten ini masih memiliki tingkat pertumbuhan yang positif
yang mengekspektasikan adanya PDRB per kapita yang lebih tinggi pada masa yang akan
datang.

4. Adakah hubungan yang erat antara pertumbuhan ekonomi dan


pendapatan per kapita antara kabupaten/kota di Jawa Barat?

5. Adakah pergeseran peringkat kabupaten/kota di Jawa Barat dilihat dari


pertumbuhan ekonomi maupun pendapatan penduduk per kapita?
Melalui tabel tabulasi per kabupaten atas Rata-rata PDRB Per Kapita
dan Rata–rata Pertumbuhan PDRB Per Kapita , terdapat pergeseran
peringkat di masing-masing kabupaten, misalkan untuk Kabupaten
Bekasi memiliki rata-rata pertumbuhan PDRB Per Kapita paling tinggi
di lingkungan propinsi Jawa Barat, sedangka untuk rata-rata PDRB Per
Kapita berada di peringkat ke -3 . Sedangkan Indramayu memiliki rata-
rata PDRB Per Kapita paling tinggi, ternyata untuk rata-rata
pertumbuhan PDRB Per Kapitanya berada di peringkat ke -19. Ini
menggambarkan , jumlah PDRB Per Kapita Kabupaten Indramayu
secara umum bernilai besar, akan tetapi dari tahun ke tahun
penambahan yang terjadi relative kecil.

Rata-Rata
Kabupat Rata-Rata PDRB Per
Pertumbuhan PDRB
en Kapita
Per Kapita

Sukabum
i 286,406 1.30 (17)

Lebak 322,429 3.68 (6)

Pandegla 356,066 3.74 (5)


ng

Kuningan 357,684 2.86 (8)

Cirebon 360,813 1.76 (15)

Tangeran
g 364,342 -3.30 (20)

Tasikmal
aya 382,697 2.52 (12)

Cianjur 393,425 2.38 (13)

Ciamis 414,467 2.75 (9)

Majaleng
ka 417,682 2.66 (10)

Garut 418,251 2.15 (14)

Bogor 446,423 1.30 (16)

Subang 453,630 3.23 (7)

Sumedan
g 457,896 2.63 (11)

Karawan
g 519,996 4.95 (3)

Purwakar
ta 548,231 9.03 (2)
Bekasi 626,368 11.12 (1)

Bandung 678,721 4.08 (4)

Serang 842,900 0.30 (18)

Indramay
u 2,127,589 0.06 (19)

6. Buatlah tipologi daerah kabupaten/kota berdasar pertumbuhan


ekonomi kabupaten/kota di Jawa Barat?
Jawab:
Alat analisis Klassen Typology (Tipologi Klassen) digunakan untuk mengetahui
gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah. Tipologi
Klassen pada dasarnya membagi daerah berdasarkan dua indikator utama, yaitu:
a. pertumbuhan ekonomi daerah; dan
b. pendapatan per kapita daerah.

Melalui analisis ini diperoleh empat karateristik pola dan struktur pertumbuhan ekonomi
yang berbeda (Kuncoro dan Aswandi, 2002: 27-45 dan Radianto, 2003: 479-499), yaitu:
a. daerah cepat-maju dan cepat-tumbuh (high growth and high income), daerah yang
memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi
dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat;
b. daerah maju tapi tertekan (high income but low growth), daerah yang memiliki
pendapatan per kapita lebih tinggi, tetapi tingkat pertumbuhan ekonominya lebih
rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat;
c. daerah berkembang cepat (high growth but income), daerah yang memiliki tingkat
pertumbuhan tinggi, tetapi tingkat pendapatan per kapita lebih rendah dibanding rata-
rata Provinsi Jawa Barat; dan
d. daerah relatif tertinggal (low growth and low income) adalah daerah yang memiliki
tingkat pertumbuhan ekonomi dan pendapat per kapita yang lebih rendah dibanding
rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Dikatakan “tinggi” apabila indikator di suatu kabupaten/kota lebih tinggi dibandingkan
rata-rata seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dan digolongkan “rendah” apabila
indikator di suatu kabupaten/kota lebih rendah dibandingkan rata-rata seluruh kabupaten/kota di
Provinsi Jawa Barat.
Rata-rata PDRB per kapita dan rata-rata pertumbuhan PDRB untuk tiap kabupaten/kota
dalam kurun waktu tahun 1986 – 2001 untuk seluruh kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat, dapat
dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1
Rata-rata PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993
dan Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Jawa Barat
Menurut Kabupaten/Kota, 1986-2001
(dalam Jutaan Rupiah)

Rata-
Rata
PDRB Rata-Rata
per pertumbuha
No. Kabupaten/Kota kapita n ekonomi
1 Pandeglang 349.086 3,74*
2 Lebak 316.828 3,68*
3 Bogor (kab) 441.553 1,30
4 Sukabumi (kab) 281.549 3,44*
5 Cianjur 387.378 2,38
6 Bandung (kab)* 664.498 2,81
7 Garut 411.879 2,15
8 Tasikmalaya 377.396 2,52
9 Ciamis 407.876 2,75
10 Kuningan 351.893 2,86
11 Cirebon (kab) 356.485 1,76
12 Majalengka 413.074 2,66
13 Sumedang 449.590 2,63
14 Indramayu* 2.121.101 0,06
15 Subang 446.125 3,23
16 Purwakarta 536.078 9,03
17 Karawang 507.519 4,95*
18 Bekasi* 614.125 11,12*
19 Tangerang (kab) 371.047 -3,30
20 Serang* 835.333 0,30
21 Bogor* 748.618 9,27*
22 Sukabumi* (kota) 611.083 4,78*
23 Bandung (kota) * 744.743 4,08*
24 Cirebon* (kota) 1.289.934 5,79*
25 Tangerang (kota) 556.946 0,17
14.591.73
Total 6
583.669,4 3,37
Rata-rata 4
Berdasarkan data pada kedua tabel di atas, kita dapat membagi kabupaten/kota di
Provinsi Jawa Barat menjadi 4 klasifikasi sesuai dengan Tipologi Klassen (lihat Tabel 2).
Tabel 2
Klasifikasi Kab/Kota Provinsi Jawa Barat Menurut Tipologi Klassen, 1986-2001

Pendapatan per kapita (y) Y1>y Y1<y

Laju

Pertumbuhan (r)
r1>r Daerah cepat maju Daerah Berkembang

dan cepat tumbuh Cepat

• Bekasi • Pandeglang
• Bogor (kota) • Lebak
• Sukabumi (kota) • Karawang
• Bandung (kota) • Sukabumi (kab)
• Cirebon (kota)

r1<r Daerah Maju Tapi Daerah Relatif

Tertekan Tertinggal

• Bandung (kab) • Bogor (kab)


• Indramayu • Cianjur
• Serang • Garut
• Tasikmalaya
• Ciamis
• Kuningan
• Cirebon (kab)
• Majalengka
• Sumedang
• Subang
• Purwakarta
• Tangerang (kab)
• Tangerang (kota)
7. Bagaimana saran anda untuk pengembangan kawasan dan kutub-
kutub pertumbuhan di Jawa Barat?

NANA