BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Penyakit ASMA ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh penyempitan bronkus yang menyebabkan Wheezing dan nyeri dada pada klien, ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini antara lain : keturunan, alergi ( debu, asap rokok,polusi udara,), cuaca, dan psikologi

1.2.

Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah

1.2.1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka identifikasi masalahnya adalah sebagai berikut : a. b. c. d. Klien resfirasi 12 x/m Nyeri dada Lingkungan yang tidak mendukung Pusing

1.2.2. Perumusan Masalah

Dari uraian di atas dapat disimpulkan masalahnya yaitu “Bagaimana Asuhan Keperawatan terhadap Tn.” D” dengan diagnosa medis ASMA ?” Serta lingkungan yang tidak mendukung dapat menyebabkan penyempitan saluran napas.

1

1.3.

Tujuan

1.3.1. Tujuan Umum Mengetahui Asuhan Keperawatan terhadap Tn. “ D” dengan diagnosa medis ASMA , serta sebagai salah satu syarat untuk kelulusan pada LP2K Medika Wiyata Metro.

1.3.2. Tujuan Khusus

1. 2. ASMA. 3.

Untuk Mengetahui dan memahami tentang penyakit ASMA Untuk mengtahui bagaimana cara penyuluhan terhadap penyakit Untuk mengetahui cara menangani dan mengobati penyakit ASMA.

1.3.3. Manfaat Penelitian

a.

Bagi Siswa/Siswi Manfaat penelitian bagi siswa/siswi yaitu untuk menambah pengetahuan tentang penyakit ASMA serta mengetahui cara memberi tindakan dan mengobati penyakit ASMA .

b.

Bagi Lembaga

2

Manfaat bagi lembaga yaitu sebagai sarana mengetahui dan mengevaluasi sejauh mana kebersilan dalam pendidikan dan pelatihan kepada siswa/siswi.

c.

Bagi Tempat OJT Manfaat bagi tempat OJT yaitu denga adanya siswa/siswi yang melakukan penelitian dapat membantu dalam menganbil tindakan keperawatan.

BAB II

3

8. infeksi (trauma saluran napas bagian atas ).4. 7.Etiologi Penyakit asma ini disebabkan oleh factor keturunan.1. 5. resfirasi 12 x/m Dada terasa nyeri Wheezing Batuk malam hari Pernapasan cuping hidung Klien tampak letig 2. Klien gelisa Tekanan darah 170/110 mMhg Sesak napas. dan cuaca yang tidak mendukung sehingga dapat menimbulkan sesak napas. Patofisiologi 4 . 4. Tanda dan Gejala 1.3.TINJAUAN PUSTAKA 2. 2.2010 ). iritan. 2. Definisi ASMA adalah mengik berulang yang ditandai dengan masa penyempitan bronkus yang reversible ( ARIF MANSUR.2.( ARIF MANGSUR. 2001 ) 2. dan psikis. Factor pencetusan adalah alargen. 6. 3.

7. 2. Menghindarkan ikatan allergen Beri O2 2lt/m Penyuluhan Obat oral 3. Masalah Keperawatan Penyakit yang di derita klien ini merupakan penyakit keturunan.2. tempat tanggal lahir.7. Untuk mencegahnya kambuhnya kembali asma. alamat. jenis kelamin. repolusi udara. Konsep Keperawatan 2. 2.6. cuaca. 2.5. 5 . 4. umur. pendidikan.walaupun tidak menular tetapi perlu perawatan intensif dan hindarkan dari factor pencetus terjadinya asma seperti : factor alergen. Penatalaksana 1. agama. suku/bangsa. Pengkajian 1.1. identitas pasien Nama.

Keluhan Utama Keluhan yang paling dirasakan lien dan alasan berobat antara lain adalah : a. Pemeriksaan Fisik 6 . Data Medik Tanggal cek up. Riwayat penyakit terdahulu Apakah klien pernah mengalami penyakit yang lain sebelum terkena asma c. Riwayat kesehatan sekarang (PQRS) Apa penyebab keluhan. 3.2.P. apakan mempengaruhi aktivitas dan kapan mulai terjadi. dan kebutuhan saat datang ke B. TIOMINAR WAY LAGA. b. bagaimana keluhan dirasakan. Riwayat kesehatan keluarga Apakah anggota keluarga punya penyakit yang sama dengan klien d. Genogram keluarga Diagram hubungan keluarga 4. dimana letak keluhan.

rasional. penampilan. dosis 2. Program pengobatan Tanggal. dan masalah 2. Diagnosa Keperawatan dan Prioritas Masalah Berisi perumusan diagnosa keperawatan. berat badan. Tinjauan Kebutuhan Dasar Manusia Hubungan keluarga dan sekitar.3.4. tanda-tanda vital. Rencana Keperawatan Tabel nomor diagnosa keperawatan. kesadaran. 7 .7. problem. tujuan. keyakinan yang dianut dan kebudayaan 6. sign and symptom.Keadaan umum klien.2.pemeriksaan head to toe (dari kepala sampai kaki) 5. 2. etiologi. dan rasiona.7. therapy. intervensi. tinggi badan.7. data senjang. Analisa Data Tabel pengobatan keperawatan.

Observasi Yaitu melakukan pengamatan langsung atau dilakukan baik dalam pemeriksaan fisik maupun sikap.2. 2. Anamnesa Penulisa melakukan pengumpulan data dengan Tanya jawab secara langsung kepada klien tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan klien. Metode pengumpulan data Pemeriksaan fisik 8 .BAB III METODOLOGI PENULISAN 3. I. 3.1. Metode penulisan Metode penulisan studi kasus ini adalah dengan cara : 1.

identitas dan perumusan masalah.• Inspeksi : pemeriksaan dengan cara melihat bagian tubuh klien yang sakit Palpasi : pemeriksaan dengan cara meraba bagian tubuh klien yang sakit Auskultasi : pemeriksaan dengan cara mendengarkan bunyi bagian tubuh klien dengan menggunakan stetoskop Perkusi : pemeriksaan dengan cara mengetuk bagian tubuh klien yang skit • • • II. Study kasus Dengan cara melakukan pemberian asuhan keperawatan keluarganya partisipasi aktif dalam kepada klien ataupun 3. sistematis penulisan laporan.data alat dan bahan. penatalaksana. tanda dan gejala. Systematis penulisan Dalam penulisan sebuah laporan ini. tujuan penelitian dan manfaat penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini menjelaskan tentang definisi. dan kosep asuhan keperawatan BAB III METODOLOGI Pada bab ini menjelaskan tentang metode penulisan.3. masalah keperawatan. metode pengumpulan data. patofisiologi. penulis membagi 5 bab antara lain adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini menjelaskan tentang latar belakang. 9 . etimologi.

PENGKAJIAN UMUM Tanggal masuk B.P TIOMINAR Diagnosa medis Nomor register medis Ruang rawat Tanggal pengkajian 1. a. diagnosa keperawatan. analisa data. rencana keperawatan. • Biodata Nama klien Nama : TN.BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini terdiri dari pengkajian. BAB V PENUTUP Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran BAB IV PEMBAHASAN DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA I. “ D” : 22 juni 2010 : Asma : Tidak terkaji : Ruang periksa : 22 juni 2010 10 .

Keadaan umum 11 .• • • • • • • Umu r Jenis kelamin Pendidikan Agama Suku/bangsa Status marital Alamat : 69 Tahun : Laki-laki : SD : Islam : jawa/Indonesia : Tidak terkaji : SK. Mandi b.RIWAYAT KESEHATAN A. . • • • • Penanggung jawab Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Agama Suku/bangsa Status marital Alamat : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji : Tidak Terkaji • • • • I.

Keluhan umum Klien datang dengan keluhan sesak napas. • Kesadaran Kompos metis Laterage Samnolen :( ) :( ) :( ) soporus sama koma coma :( ) :( ) :( ) • • c. sesak napas. nyeri pada dada.P TIOMINAR 2 minggu yang lalu diberi tindakan yang medis e.dan badan terasa sakit semua d.a.9 oC : 12x/mnt : 96x/mnt : 65 kg : 170 cm • • • • b. karena keadaan klien gelisah maka oleh anggota keluarga di bawa ke B. • • Tanda vital Tekana darah : 190/110 Suhu Pernapasan Nadi Berat badan Tingi badan : 36.pusing.mual. batuk. Aktifitas klien terganggu dan di bantu keluarga. nyeri dada. dan batuk sejak 3 hari yang lalu. Riwayat penyakit sekarang Klien berobat di B. Riwayat penyakit terdahulu 12 .P TIOMINAR pada tanggal 22 juni 2010 klien datang dengan keluhan lemas.

p. Riwayat kesehatan keluarga • • • Penyakit keturunan Penyakit kecenderungan berbakat Penyakit menular ( ) ( ) ( ) h. • : putih ( uban ) 13 . Penyakit yang pernah dialami Yang di kaji adalah penyakit yang pernah di alami pasien dalam 3 6 bulan terakhir penyakit yang pernah di alami terdahulu adalah asma g. DATA BIOLOGIS a.s tiominar sembuh. Kepala Rambut Warna : bentuk 1. tetapi 3 hari yang lalu kambuh lagi klien merasa lemah dan berobat kembali B. Genogram keluagram II.P TIOMINAR f.Kaji hal – hal yang berhubungan dengan penyakit sekarang klien sebelumnya pernah berobat di b.

• • Distribusi Mudah dicabut : lebat kusam : tidak mudah dicabut 2. • Mata Penglihatan : jelas ( ) kabur ( ) rabun ( ) Berkunang – kunang visus ( ) ( ) • Congjungtiva : warna lesi ( ) tidak ( ) • • • • Skelera : warna ( ) ( ) tidak ( ) tidak ( ) Reaksi pupil : simetris Bola mata Kelainan mata klien o : simetris : Tidak ada kelainan pada : Klien tidak memakai alat bantu Alat bantu 3. Telinga Bentuk dan besarnya : 14 .

Mulut Bibir : warna :coklat 15 . • • • • Hidung Mukosa hidung Vilia Sekresi : tidak ( ) : Ada ( ) : Ada ( ) tidak ( ) Pembengkakan: Tidak ada pembengkakan pada hidung klien Membedakan bau : Dapat ( ) Tidak ( ) : Tidak ada kelainan • • Kelainan pada hidung klien 5. a.• • Letak : simetris ( ) tidak ( ) ( ) Pendengaran : jelas berkunang-kunang tidak terdengar nyeri ( ) ( ) ( ) • Sekrtet : ada ( ) tidak ( ) Bau ( ) warna ( ) • • Serumen Kelainan Alat bantu : ada ( ) tidak ( ) :Tidak ada kelainan pada : Klien tidak memakai alat bantu telinga klien • 4.

• • Lidah : warna Pergerakan Lesi Sensasi merah muda : bebas ( ) kaku ( ) : ada ( ) tidak ( ) • -panas – dingin -Asam pahit -Reflek menelan -Reflek menunyah : ada ( ) tidak ( ) : ada ( ) tidak ( ) : dapat ( ) tidak ( ) : dapat ( ) tidak ( ) d.: simetris : kelembapan : reflek moro : reflek hisap ( ) ( ) ( ) ( ) tidak ( ) kering ( ) tidak tidak ( ) ( ) b. Gigi : jumlah 28 buah : umur waktu tumbuh 12 buah : karies : gigi palsu : letak gigi palsu ( )buah ( ) ( ) atas tidak ( ) tidak ( ) ( ) bawah c. Tonsil : pembesaran : ada ( ) tidak ( ) 16 .

Thorak Dada : bentuk : simetris ( ) tidak ( ) : mamae : simetris ( ) tidak ( ) 17 . 1. Leher : bentuk : simetris ( ) tidak : pergerakan : leher ( ) ( ) tidak ( ) : pembesaran kelenjar : ada ( ) tidak ( ) : pembesaran tiroid : kelainan : ada ( ) tidak ( ) : tidak ada kelainan pada leher klien g. Bau mulut : ya ( ) tidak : alcohol ( ) : uranium ( ) ( ) amoniak busuk ( ) ( ) f.: warna : hypermia ( ) tidak ( ) ( ) tidak ( ) :reflek muntah : ada e.

abdomen bentuk kulit benjolan nyeri : datar ( ) tegang ( ) bulat ( )cekung ( ) : parut ( ) strie ada : ada ( ) tidak ( ) tidak ( ) lesi ( ) bercak( ) ( ) letak : ( ) ( ) nyeri lepas ( ) letak : : nyeri tekan Bising usus : ada ( ) tidak ( ) Kelainan : tidak ada kelainan pada abdomen klien i. paru : bunyi whezing : bersih ( ) ( ) : ronchi ( ) kireles ( ) 3.putting susu :eksresi mamae : benjolan : lesi : masuk : ada : ada : ada ( ) tidak ( ) ( ) tidak ( ) ( ) tidak ( ) ( ) tidak ( ) 2. jantung ketiak ( ) : bunyi : teratur ( )tidak ( ) : Pembesaran kelenjar : ada ( ) tidak h. 4. o o genetalia bentuk : utuh ( ) tidak ( ) radang : ada ( ) tidak ( ) 18 .

Ekstremitas Bawah 19 .o Sekret : ada ( ) tidak ( ) = Bau o o o o Penis : Bengkak ( ) Tidak ( ) Skrtum: Bengkak ( ) Tidak ( ) Resti : Turun ( ) Tidak ( ) Restum/anus = Benjolan : Ada ( ) Tidak ( ) Lubang anus : Ada ( ) Tidak ( ) Lesi Perdarahan : Ada ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Tidak ( ) Massa/tumor : Ada ( ) Tidak ( ) j. o o o Ekstremitas atas Bentuk Sensi halus Sensi dingin Sensi panas Kekuatan Temperatur Fraktur : Simetris : Ada : Ada ( ) Tidak ( ) ( ) Tidak ( ) ( ) Tidak ( ) o o : Ada ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Tidak ( ) = Letak o o o Kelainan = Tidak ada kelainan pada ekstremitas atas klien k.

o o o o o o o Temperature : Ada ( ) Tidak ( ) Kelembaban : Ada ( ) Tidak ( ) Refleksi patela: Ada ( ) Tidak ( ) Refleksi pabinksi : Ada ( ) Tidak ( ) Varises Fraktur : Ada ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Tidak ( ) : letak : Tidak ada kelainan pada Kelainan ekstremitas bawah klien Kulit Warna : Sawo matang Pucat : Turgo : Ada ( ) Tidak ( ) Lesi : Ada ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Tidak ( ) :Letak Ocdema Textur : Licin ( ) Keriput ( ) Kasa ( ) Kelainan : Tidak ada kelainan pada kulit klien 20 .o o o o o o o Bentuk : Simetris ( ) Tidak ( ) ( ) Tidak ( ) ( ) Tidak ( ) ( ) Tidak ( ) ( ) Tidak ( ) Sensasi tajam : Ada Sensasi halus : Ada Sensasi panas : Ada Sensasi dingin : Ada Kekuatan : Simetris ( ) Tidak ( ) : Ada ( ) Pembegkaan lipatan paha Tidak ( ) o o o o o o o l.

POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI Hal-hal yang dikaji keadaan sebelum sakit dan saat sakit 1. 2. Pola pernapasan Keadaan sebelum sakit Ds : Klien menyatakan tidak nyeri pada saat bernapas Keadaan saat ini Ds : Klien menyatakan nyeri pada saat bernapas Do : Klien tampak meringis saat memegangi dada kerena nyeri resfirasi 12.III. POLA NUTRISI Keadaan sebelum sakit Ds : Klien menyatakan dapat menghabiskan makanan 3 x sehari Keadaan saat ini 21 .

POLA TIDUR Keadaan sebelum DS : Klien menyatakan dapat istirahat Keadaan saat ini DS : Klien menyatakan dapat istirahat seperti biasanya Do : Tidak ada gangguna pada pola istirhat. klien makan 2x sehari 4-5 sendok DO : Keadaan klien yang lemah 3. POLA ELIMINASI Keadaan sebelum sakit Ds : Klien menyatakan dapat BAB 1x sehari . frekuensi padat Keadaan saat ini DS: Klien menyatakan dapat BAB DO : Tidak ada gangguan pada BAB 4. klien istirahat 8 jam sehari 22 .DS: klien menyatakan kurang nafsu makan.

5. POLA AKTIVITAS Keadaan sebelum sakit DS : Klien menyatakan dapat beraktivitas tanpa bantuan keluaarga Keadaan saat ini DS : Klien menyatakan tidak dapat beraktivitas seperti biaasa Do : Klien tampak lemas dan letih saat beraktivitas. POLA PERSONAL HYGIENE Keadaan sebelum DS: Klien menyatakan mandi 2x sehari Keadaan saat ini DS : Klien menyatakan mandi 2x sehari DO: Klien mandi 2x sehari. mencuci rambut 3 x dalam 1minggu 6. 23 . klien memegangi dadanya karena nyeri. gosok gigi 2x sehari.

THERAPY Tanggal 22 Juni 2010 GG Ctm Predison Dexto THERAPY DOSIS 3x 1sehari 3x 1sehari 3x 1sehari 3x 1sehari 3x 1sehari Captropil 24 .V.

ANALISA DATA NO TANGGAL PENGELOMPOKAN RASIONAL MASALAH 25 .VI.

resfirasi 12x/menit DO : klien sesak napas Karena adanya penyempitan pada saluran napas bonkus pasme KEP Gangguan pola napas tidak efektif DS: Klien menyatakan kurang nyaman 2 DO : Klien tampak meringis memegangi dada Karena nyeri Gangguan pada dada akibat penyempitan saluran rasa nyaman napas membuat klein tidak nyaman DS : Klien menyatakan tidak dapat beraktivitas 3 DO : Aktivitas klien dibantu oleh keluarga Ketidak Gangguan mampuan/kelemahan pola aktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari karena sulitnya bernapas 26 .DATA SENJANG 1 22 Juni 2010 DS : Klien menyatakan sulit bernapas.

terpasang oksigen 2liter/menit 2. VIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH 1.Periksa : Tidakterkaji Perencanaan N Tanggal o Diagnosa keperawatan Tujuan Kriteria evaluasi Intervensi Rasional 27 . Reg : R.VII. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Nama Dx Medis : Tn. Sulitnya bernapas berhubungan dengan kurangya suplai oksigen DS : Klien menyatakan sesak napas DO : Klien wheezing . Gangguan pola aktivitas berhubungan dengan keadaan klein yang lemah DS : Klien menyatakan tidak dapat beraktivitas dan tergantung pada anggota keluarga DO : Aktivitas klien dibantu oleh keluarga. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan nyeri dada DS : Klein menyatakan kurang nyaman dengan keadaannya sekarang ini DO : Klein tampak meringis memegangi dada 3. “ D “ : Tidak terkaji Ruang No.

1 22 Juni 2010 Sulitnya bernapas berhubungan degan suplai oksigen DS : Klien menyatakan sesak napas DO : Klien wheezing.terpasan g oksigen 2lt/m Tupan Kebutuh an O2 terpenu hi setelah diberi tindakan medis -Klein tidak Kebutuh merasakan nyeri dada an O2 kembali normal Klien setelah tidak diberi tampak tindakan lemah medis Tupen -Klien tidak merasa sesak napas  Beri posisi semifowler Untu k membantu pengambila n O2  Beri O2 2lt/m Untu k mengatasi kekurangan O2 dalam tubuh  Beri air hangat  Kolaborasi dengan bidan Beri obat oral predison . Dexro. Dexro. GG . 3x1 sehari Untu k mengurangi rasa nyeri pada klien Untu k 28 . 3x1 sehari Mel egakan pernapasa Untu k mengurangi rasa sesak 2 Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan nyeri dada DS : Klien merasakan kurang nyaman dengan keadaan saat ini Tupan Kebutuh an rasa nyaman terpenu hi setelah diberi tindakan medis  Anjurkan klien bernapas panang untk membantu mengurangi nyeri  Kolaborasi dengan bidan Beri obat oral predison . GG .

memegangi dadanya Tupen Klien merasak an nyaman setelah diberi tindakan medis -Rasa nyaman Klien terpenuhi mengurangi rasa sesak 3 Gangguan pola aktivitas berhubungan dengan keadaan klien yang lemah Tupan Aktivita s klien terpenu hi setelah mendap atkan tidankan dari medis Tupen Klien dapat beraktiv itas tanpa bantuan keluarga Klien tidak tampak lemah Aktivitas klien terpenuhi -  Beri penyuluhan kepada keluarga klien untuk menbantu klien saat memenuhi aktivitas sehari-hari Untu k memenuhi personal hygiene dan mencegah timbulnya penyakit 29 .DO: Klien tampak meringis.

namun pelaksanaannya belum sempurna. Perawat harus memiliki keterampilan dalam melaksanakan tindakan sehingga dapat mengurangi masalah klien. hygiene. Asma merupakan penyakit penyempitan saluran napas yang mengakibatkan wheezing dan nyeri dada.1.BAB V PENUTUP 5. 4. perawat harus bertanggung jawab terhadap pasien dan keluarga pasien agar mereka merasa puas akan pelayanan yang diberrikan. 30 . Kesimpulan 1. Saran a. 5. 3. Dalam melaksanakan tugas . b. Pentingnya penyuluhan terhadapan masyarakat untuk menjaga personal Perawatan secara spesifik adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pada dasarnya pelaksanaan proses perawatan pada klien sudah terlaksana sesuai dengan rencana.2. 2.

Dkk. Jakarta 1990. Kapita Seleta Kedokteran Edisi 3. Marilynn E.DARTAR PUSTAKA Manjoer Arif. Asuhan Keperawatan Edisi 3. Soeparman. Jakarta 2001. FKUI. Dkk . Doenges. penyakit dalam jilid ll. dkk.FKUI. 31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful