P. 1
DASAR_SISTEM_TENAGA_LISTRIK(1)

DASAR_SISTEM_TENAGA_LISTRIK(1)

|Views: 290|Likes:
Dipublikasikan oleh Dyo Andhika

More info:

Published by: Dyo Andhika on Oct 24, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2014

pdf

text

original

DASAR-DASAR SISTEM TENAGA LISTRIK

Oleh: Ir. Dadang Lukman Hakim, MT.

POLA SISTEM TENAGA LISTRIK

DASAR-DASAR PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3. DASAR-DASAR TRANSMISI TENAGA LISTRIK 4. DASAR-DASAR PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK . DASAR-DASAR DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 5.DASAR-DASAR SISTEM TENAGA LISTRIK 1. TEORI DASAR LISTRIK 2.

TEORI DASAR LISTRIK BESARAN LISTRIK DAN SATUANNYA Besaran Listrik Arus Tegangan Tahanan/resistansi Daya semu Daya aktif Daya reaktif Energi aktif Energi reaktif Faktor daya Frekuensi Hz Volt Ohm VA Watt VAR Wh VARh Satuan Ampere Alat Ukur Ampere meter Volt meter Ohm meter Watt meter VAR meter kWh meter kVARh meter cos N meter Frekuensi meter .

10 12 10 9 10 6 10 3 10 kA kV 3 10 6 10 9 mA mV Q.SATUAN TURUNAN BESARAN LISTRIK Besaran Listrik Arus Tegangan Tahanan Induktansi Kapasitansi Daya semu Daya aktif Daya reaktif Energi aktif Energi reaktif Faktor daya Frekuensi Satuan Dasar A V . QH m. G. H F VA W VAR Wh VARh Hz pF nF QF MVA MW MWh MVARh GW GWh kVAR MVAR Tidak memiliki satuan kHz MHz . mH kVA kW kWh kVARh M. k .

Sifat ini dikenal sebagai hukum Ohm [ George Simon Ohm ] V = I R atau I = G V Dimana : G = konduktansi R = Resistansi [ siemen (s) atau mho ] p R = [ ohm ( . sebagaimana diperlihatkan dalam gambar diatas .HUKUM OHM ­ A I I + V + V - R = V ­ A Bila tegangan (V) diterapkan pada sepotong kawat logam . arus (I) yang mengalir melalui kawat tersebut sebanding dengan tegangan (V) yang membentang antara dua titik didalam kawat itu. ) ] 1 G .

Hukum Arus Kirchhoff ( Hukum Kirchhoff I )  Hukum Arus Kirchhoff ( Robert Kirchhoff ) Jumlah aljabar dari arus-arus pada semua cabang yang bertemu disatu titik yang sama adalah nol §I=0 I1 I2 Titik simpul I3 I1 + I2 + I3 = 0 dalam bentuk matematis . untuk n cabang yang bertemu di satu simpul I1 + I2 + . + In = 0 .

E2 § E1 E2 = § I R .Kaidah lintasan tertutup ( Hukum Tegangan Kirchhoff ) Hasil penjumlahan aljabar tiap ggl dalam sembarang lintasan tertutup lintasan tertutup sama dengan hasil penjumlahan aljabar hasil kali IR dalam lintasan tertutup yang bersangkutan §E=§IR I E1+ R + .

PERBEDAAN ARUS SEARAH DENGAN ARUS BOLAK-BALIK Arus searah Direct current Arus bolak-balik Alternating current Ada frekuensi ( f { 0 ) Dapat terbalik  frekuensi = 0 ( f = 0 )  Polaritas tegangan tidak boleh terbalik  Dapat disimpan  Sulit  Terbatas Tidak dapat disimpan Tegangan/ arus mudah dinaikkan atau diturunkan Energi yang dihasilkan dapat besar-besaran .

RANGKAIAN SERI R1 R2 R3 V1 V2 + E V3 Sifat-sifat Rangkaian seri : Arus tidak terbagi dan besarnya sama disemua resistansi yang diserikan ( I1 = I2 = I3 ) Tegangan berbeda tergantung nilai resistansinya ( V1 { V2 { V3 ) R R R total total > R terbesar yang diserikan = § R yang diserikan R1 + R2 + R3 total = .

RANGKAIAN PARALEL I1 R1 R2 R3 + E - I I2 I3 Sifat-sifat Rangkaian Paralel :  Arus terbagi dan besarnya berbeda sesuai nilai resistansinya  Tegangan sama pada setiap resistansi yang diperolehkan R total < R terkecil yang diparalelkan 1 Rtotal = 1 R1 1 1 + R2 + R3 .

TRANSFORMASI DARI RANGKAIAN Y KE RANGKAIAN ( DAN SEBALIKNYA x R1 Rb R3 z R1 = R2 = R3 = Rb Rc Ra + Rb + Rc Ra Rc Ra + Rb + Rc Ra Rb Ra + Rb + Rc Rc = Rb = R2 y z Ra = Ra y Rc R1R2 + R2R3 + R3R1 R1 R1R2 + R2R3 + R3R1 R2 R1R2 + R2R3 + R3R1 R3 .

( berubah-ubah sesuai dengan waktu ) e Emaks t e(t) = Emaks sin [t .PEMBACAAN HARGA GELOMBANG LISTRIK Harga sesaat p Osciloscop Harga pada saat kita melihat tinggi gelombang tsb.

HARGA RATA-RATA Harga rata-rata p Harga seperti pada arus searah yang mempunyai luasan yang sama dengan luasan gelombang e pada perioda yang sama T Luas = Luas T t T Vrata-rata = 0 f(t) dt 1 T 0 T Vrata-rata = f(t) dt .

t = 1 detik I = 10 A . jika energinya sama dan periodanya sama Energi DC = Energi AC T I2 R t = R i2 dt 0 Ieff = 1 T 0 T i2 dt . t = 1 detik Harga efektif p yaitu harga pada AC yang memberi tenaga yang sama pada DC.HARGA EFEKTIF Harga efektif p AC Voltmeter ( rms = root mean square ) DC P = 500 W AC P = 500 W I = 10 A .

DJBB PENGERTIAN DASAR SEGITIGA DAYA LISTRIK Daya kompleks / Daya sejati ( Apparent power ) Daya listrik Daya Reaktif / Daya buta ( Reactive power ) Daya aktif / Daya nyata ( Real power ) [ P ] kW . MVA S=P+jQ S N P Q . MVAr [ S ] kVA . MW [ Q ] kVAr.

V.I.I.I (VA) Q = V.V.I (watt) y Listrik Arus Bolak-balik (AC): Satu fasa: P = V.sin N (VAR) Tiga fasa: P = 1.I.cos N (watt) S = 1.sin N (VAR) Catatan: 1 hp = 746 watt .732.V.I.732.I (VA) Q = 1.732.cosN (watt) S = V.DAYA LISTRIK y Listrik Arus Searah (DC): P = V.

BEBAN INDUKTIF & BEBAN KAPASITIF BEBAN INDUKTIF Lagging tertinggal Q(positif) N S b R V jXL S V I N (positif) P(positif) BEBAN KAPASITIF Leading P(positif) N (negatif) S b V R mendahului I N -j Xc S Q(negatif) V .

DJBB HUBUNGAN SISTEM BINTANG ( Y ) IR R I0 0 IT u x y z I1 I3 w z x y u v w T S IS I2 v § I= 0 IR + IS + IT .I0 = 0 4 kawat p Beban tidak seimbang Hubungan Bintang ( Y ) ( jaringan distribusi ) 3 kawat p Beban seimbang .

HUBUNGAN BINTANG ET 120° ER 0 ES  ERT = ER  ESR = ES ET ER  ETS = ET .ES AE B R OAC = ( sama sisi OAB = ( sama kaki ERT OB = ½˜3 OA OB = ½˜3 EFASA ERT = 2 OB ERT = 2 ½˜3 EFASA = ˜3 EFASA ES C ET Keistimewaan Hubungan Bintang ( Y )  ELINE = ˜3 EFASA  ILINE = IFASA .

HUBUNGAN SISTEM DELTA ( ( ) R IR I1 IR = I1 IS = I2 IT = I3 I3 I1 I2 z x y T S IT IS I3 I2 u v w Keistimewaan Hubungan delta ( ( )  ELINE = EFASA  ILINE = ˜3 IFASA Biasanya motor fasa tiga . dapat diatur hubungan (-Y melalui saklar Yang berguna untuk mengatur arus awal dari motor fasa tiga  Hubungan Bintang ( Y ) p EFASA = ELINE/˜3 p IFASA q kecil/turun  Hubungan Delta ( ( ) p EFASA = ELINE p IFASA o arus stabil .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->