Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS


TERHADAP Ny. R DENGAN ROBEKAN PADA SERVIKS
DI BPS Ny. PALUPI

ROBEKAN SERVIKS
Pengertian
Pada hakekatnya persalinan selalu mengakibatkan perlukaan jalan lahir,
robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari pendarahan pasca
persalinan. Robekan pada serviks biasanya uterus berkontraksi lemah untuk
menghindari adanya perdarahan hebat yang akan mengancam nyawa ibu, maka
perlu dilakukan pemeriksaan yang seksama pada kala dua dan segera perbaiki
robekan pada serviks.
Pemeriksaan pada serviks harus secara cepat dan hati-hati, beritahukan
pada ibu bahwa pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan ada tidaknya
robekan yang akan berpotensial kematian pada ibu.
Robekan serviks biasanya terjadinya secara lateral disalah satu sisi atau
kedua sisi, robekan ini juga dapat mengenai cabang arteri uterus ke serviks dan
menyebabkan perdarahan hebat.
(Dikutip dari: Modul Hemoragi Post Partum dan Modul Episiotomi & Robekan
Jalan Lahir)
Etiologi
Robekan pada serviks karena:
Persalinan lama: apabila serviks terjepit diantara kepala bayi dan Sympisis pubis,
sisi anterior dapat membengkak, tidak teregang dengan baik dan
kemungkinan akan ruptur.
Kelahiran dengan bantuan misalnya:forsep, ekstraksi vakum, atau ekstraksi pada
bokong sebelum serviks berdilatasi penih.
Persalinan Pretiposisi (secara spontan atau distimulasi dengan oksitosik)
Kegagalan serviks atau berdilatasi karena kelainan kongenital atau jaringan parut
akibat luka terdahulu.
(dikutip dari: Modul Hemoragi Post Partum. 2001. Jakarta. EGC)
Tanda
Biasanya pada robekan serviks ditandai dengan perdarahan. Jika robekan
besar dan dalam biasanya keadaan umum ini buruk dan apabila dengan rehidrasi
intravena keadaan ibu tidak membaik, segera pasang tampon kasa dan segera
rujuk ibu dengan Baksoku Do.
Komplikasi yang mungkin terjadi dan penanganannya.
Komplikasi awal
Perdarahan
Perdarahan dapat terjadi jika pembuluh darah tidak diikat dengan baik.
Pencegahannya adalah dengan mengikat titik perdarahan ketika sedang
menjahit, pastikan bahwa perdarahan tidak berasal dari uterus yang
atonik.
Hematoma
Hematoma adalah mengumpulnya darah pada dinding vagina yang
biasanya terjadi akibat komplikasi luka pada vagina. Hematoma terlihat
adanya pembengkakan vagina atau nyeri hebat dan retensi urine.
Retensi Urine
Maternal harus sering dianjurkan untuk sering berkemih. Jika ibu tidak
mampu maka pasang kateter untuk menghindari ketegangan kandung
kemih.
Infeksi
Komplikasi paling umum dan dapat dihindari dengan memberikan anti
biotik profilatik pada maternal dan gunakan teknik aseptik saat menjahit
robekan. Jika terjadi infeksi, jahitan harus segera dilepas dan diganti
dengan jahitan kedua kali, jika diperlukan hanya setelah infeksi teratasi.
Komplikasi lanjut.
Jaringan parut dan stenosis (penyempitan) vagina, dapat menyebabkan nyeri
selama bersenggama dan persalinan lama pada kelahiran berikutnya, jika
robekan yang terjadi tidak diperbaiki.
Vesiko Vagina, vesiko serviks atau fistula dapat terjadi apabila robekan
vagina atau serviks meluas kekandung kemih atau rectum.
(Dikutip dari: Modul Hemoragi Post Partum.. 2001. Jakarta: EGC)
Penatalaksanaan, Perbaikan robekan Serviks
Biasanya pada robekan serviks terjadi pada bagian kiri tengah atau kanan
tengah (posisi jam 3/9), dan akan terlihat pada saat inspeksi vagina dan serviks,
robekan serviks juga dapat terjadi pada persalinan spontan, itulah sebabnya
pemeriksaan serviks dan vagina harus dilakukan secara teliti. Pada robekan ringan
akan cepat sembuh, tapi tampilannya akan berubah dari bukaan sirkuler yang
halus menjadi irisan transversal. (gambar A). jika robekan serviks meluas harus
dijahit.
Perbaikan Robekan Serviks:
Beritahu ibu tentang tujuan prosedur yang akan dilakukan dan beri dukungan.
Jika robekan luas beri diazepam dan petidin IV, perlahan.
Tahan fundus.
Jepit bibir serviks dengan klem ovum, kemudian pindahkan klem bergantian
searah jarum jam sehingga semua bagian serviks dapat diperiksa.
Jika ditemukan robekan tinggalkan 2 klem diantara robekan.
Tempatkan klem dalam satu tangan.
Tarik kearah kita.
Mulailah menjahit bagian apeks (atas) serviks.
Lakukan penjahitan terputus disepanjang luka berjarak 1 cm, dengan mengambil
seluruh ketebalan pada setiap bibir serviks.
Gunakan pembalut steril pada perineum.
Perawatan lanjutan.
Periksa tanda vital tiap 2-4 jam
Perhatikan jika ada robekan atau terjadinya hematoma.
Beri cairan IV dan atau donor sesuai keadaan pasien.
Beri antibiotic profilaktik, misal amoksilin 500 mg oral tiap 8 jam selama 5 hari.
Tindak lanjuti selama 10 hari, dan dalam 6 minggu untuk memastikan bahwa luka
benar-benar sembuh.
(DIkutip dari: Modul Unpad Episiotomi dan Penjahitan Robekan Jalan Lahir.
DepKes)
Apabila terjadi robekan yang meluas dan dapat menyebabkan perdarahan hebat.
Pasien harus segera dirujuk kerumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. Pasang
infus dengan cairan NaCl fisiologik (0,9%) dan selalu diamati pemberian cairan
selama perjalanan kerumah sakit dan segera ditangani oleh ahlinya (Dokter Ahli
Kandungan).
Proses Rujukan
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada ibu, suami dan keluarga.
Rujuk pasien kerumah sakit dengan membuat/membawa surat rujukan.
Pasang infus NaCl 0,9% dan selalu cermati selama perjalanan kerumah sakit.
Bila mungkin, sertakan 2 orang kerumah sakit untuk menjadi donor darah
persiapan bila diperlukan.
(Dikutip dari: Buku II. Perdarahan Antepartum. DepKes. 1996. Jakarta)
Persiapan dan informasi berikut kedalam rujukan atau sering disebut dengan
“BAKSOKU Do” yaitu:
Bidan : Pastikan penolong persalinan mendampingi ibu dan yang
Alat : kompeten untuk menatalaksana gawat darurat obstetri.
Keluarga : Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan persalinan,
Surat : nifas, BBL ke tempat rujukan.
Obat : Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi ibu mengapa perlu
Kendaraan : dirujuk, alasan dan tujuannya dan suami atau anggota keluarga
Uang : harus ada menemani.
Donor darah : Berikan surat ketempat rujukan. Cantumkan alasan merujuk
dan uraikan hasil pemeriksaan, asuhan dan obat-obatan yang
diterima ibu. Sertakan juga partograf untuk membuat
keputusan klinik.
Bawa obat-obatan esensial pada saat merujuk, bila mungkin
diperlukan dalam perjalanan.
Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk.
Ingatkan keluarga untuk membawa uang yang cukup untuk
membeli obat dan bahan kesehatan lain yang diperlukan selama
ibu dan bayi difasilitas rujukan.
Sertakan 2 orang anggota keluarga untuk menjadi donor darah
bila diperlukan.

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS


TERHADAP Ny. R DENGAN ROBEKAN PADA SERVIKS
DI RB PALUPI METRO PUSAT
Pengumpulan Data Dasar
Tanggal : 2 September 2007
A. 1 Identifikasi Klien
Nama Ibu : Ny. R Nama Suami : Tn. HN
Umur : 22 th Umur : 23 th
Pendidikan : D3 Pendidikan : S1
Pekerjaan : Guru Pekerjaan : Dosen
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Alamat : Jl. Pandawa No.13 Alamat : Jl. Pandawa No.13
Metro Pusat Metro Pusat
Keluhan
Ibu mengatakan hamil anak pertama, usia kehamilan cukup bulan,
mengeluh perutnya mulas dan menjalar sampai kepinggang sejak pukul
05.00 WIB dan mengeluarkan lendir bercampur darah dari vagina.
Tanda-tanda Persalinan
Ibu datang pukul 13.30 WIB, His (+) dengan lama His 20 detik, kekuatan
sedang, his muncul 3x dalam 10 menit. Djj 134x/menit.
Pengeluaran Pervaginaan
Lendir bercampur darah.
Riwayat Kehamilan
HpHT : 12-12-2006
Tp : 19-09-1007
ANC dilakukan secara teratur ditempat bidan.
Riwayat Imunisasi
Selama hamil ibu imunisasi 2x
Pertama : 7 Mei 2007
Kedua : 4 Juni 2007
Imunisasi dilakukan di rumah bidan.
Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir
Ibu merasakan gerakan janin sangat kuat.
Makan minum terakhir
Sebelum mulas timbul, ibu makan dan minum biasa
Makan : 3x/hari
Minum : 5-7 gelas/hari
Buang air besar terakhir
Ibu BAB 1x terakhir pada pukul 08.30 WIB
Buang air kecil terakhir
Ibu mengatakan sering BAK hari ini.
Istirahat/Tidur
Ibu biasanya tidur 6-8 jam tiap harinya, tapi setelah ibu merasa mulas
sampai pengkajian ini dilakukan ibu tidak dapat tidur lagi.
Psikologos
Ibu mengatakan takut dan cemas menghadapi persalinannya.
B. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum ibu: baik, kesadaran: Composmentalis
2. Sebelum hamil, BB : 55 Kg Selama hamil BB : 65 Kg
TB : 158 cm TB : 158 cm
Kenaikan berat badan selama hamil 10 kg.
3. Tanda-tanda vital: TD : 120/70mmHg RR : 24x/menit
Pols : 80x/menit Temp : 370C
4. Pemeriksaan fisik
Kepala : tidak ada benjolan dan lesi
a. Rambut : Bersih, tidak ada ketombe, tidak rontok
b. Mata : Kanan/kiri simetris, konjungtiva merah muda
c. Hidung : Kanan/kiri simetris, bersih, tidak ada polip
d. Gigi dan Mulut : Bersih, tidak ada caries
e. Telinga : Kanan/kiri simetris, bersih, fungsi pendengaran baik
f. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugolaris.
g. Dada : Simetris, puting susu menonjol, Colostrum ada
h. Abdomen : Tidak ada bekas operasi.
1. Leopold I : TFU ½ PS-Px, TFU = 32 cm ; TBJ = 3100 gram
2. Leopold II : Teraba panjang, melengkung di sebelah kanan (puka) dan
bagian kiri teraba bagaian kecil-kecil (eksimetris)
3. Leopold III : bagian terendah kepala
4. Leopold IV : Bagian terendah sudah masuk PAP.
5. Auskultasi : Djj 134x/menit
6. Keadaan kandung kemih kosong.
i. Ekstermitas atas : Ekstermitas bawah :
Tidak ada oedeme Tidak ada oedeme
Jari-jari lengkap Tidak ada varises
Pergerakan baik Reflek Patella (+)
Fungsi Ekstermitas baik.
j. Genetalia
Inspeksi : Pada vulva dan vagina tidak ada oedome dan varises, tidak ada
cedera dan bekas luka dan perdarahan, perineum tidak ada bekas luka.
Pengeluaran pervaginaan lender bercampur tanah.
k. Rectum
Ibu mengatakan hari ini sudah BAB, keadaan rectum kosong, perineum
elastis.
Pemeriksaan dalam pukul 05.00 WIB
Perineum elastis, vulva slym ada, dinding vagina terabarugae dan tidak ada
benjolan, promontorium tidak teraba, portio tipis, pembukaan 0 cm, ketuban (-),
presentasi kepala, penurunan 5/5, His 3x setia 10 menit lama 18 detik.
Pengawasan Kala I
Pemb.
Wkt Kondisi Ibu
Serviks
Tgl
TD POIS RR Temp Obat/cr yg Djj Penurunan Ketuban/
His
mmHg x/mnt x/mnt 0C diberikan x/mnt kepala penyusupan
05.00 0 cm 120/70 80 20 37 3x, dalam 129 5/5 +/0
10 menit
lama 18
detik
05.30 78 18 3x, dalam 129
10 menit
lama 18
detik
06.00 78 18 3x, dalam 129
10 menit
lama 18
detik
06.30 78 18 3x, dalam 129
10 menit
lama 18
detik
07.00 80 18 3x, dalam 129
10 menit
lama 18
detik
07.30 80 20 3x, dalam 130
10 menit
lama 18
detik
08.00 75 18 3x, dalam 130
10 menit
lama 18
detik
08.30 75 20 3x, dalam 130
10 menit
lama 18
detik
09.00 1 cm 120/70 80 18 36,5 3x, dalam 129 5/5 +/0
10 menit
lama 18
detik
09.30 80 18 3x, dalam 129
10 menit
lama 20
detik
10.00 80 20 3x, dalam 129
10 menit
lama 20
detik
10.30 78 18 3x, dalam 129
10 menit
lama 20
detik
11.00 78 20 3x, dalam 130
10 menit
lama 20
detik
11.30 78 23 3x, dalam 134
10 menit
lama 20
detik
12.00 80 23 3x, dalam 134
10 menit
lama 20
detik
12.30 80 20 3x, dalam 134
10 menit
lama 20
detik
13.00 2 cm 120/70 80 21 37 Infus set 3x, dalam 130 4/5 +/0
dgn RL 10 menit
lama 20
detik
13.30 80 22 3x, dalam 130
10 menit
lama 20
detik
14.00 80 22 3x, dalam 130
10 menit
lama 20
detik
14.30 80 22 3x, dalam 129
10 menit
lama 20
detik
15.00 80 22 3x, dalam 129
10 menit
lama 20
detik
15.30 80 22 3x, dalam 134
10 menit
lama 20
detik
16.00 80 22 3x, dalam 134
10 menit
lama 20
detik
16.30 80 22 3x, dalam 130
10 menit
lama 20
detik
17.00 5 cm 120/70 80 22 37 3x, dalam 130 3/5 +/0
10 menit
lama 20
detik
II. Interpretasi dasar
Diagnosa G1P0A0 hamil aterm, janin tunggal, hidup, puka memanjang,
intrauterine, presentasi kepala impasto kala I fase laten.
Dasar:
Ibu mengatakan hamil anak pertama
HpHT : 12-12-2006, Tp : 19-09-2007
Pada pemeriksaan Leopold didapat hasil
Leopold I : Tfu pertengahan Px-Pusat, Fundus teraba kosong
Leopold II : Bagian sebelah kanan ibu terasa keras dan panjang, berarti
puka, dan bagian kiri teraba kecil-kecil berarti
ekstremitas.
Leopold III : Bagian terendah kepala
Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP
Hasil Pemeriksaan Dalam
Perineum elastis, vulva slym ada, dinding vagina teraba rugal dan tidak
ada benjolan promontorium tidak teraba, portio tipis, pembukaan 0 cm,
ketuban (-), presentasi kepala,penurunan His 3x dalam 10 menit
selama 18 detik.
Masalah
Gangguan rasa nyaman : Nyeri pada pinggang.
Dasar : Ibu mengatakan nyeri pada daerah sekitar pinggang menjalar
sampai ke perut.
Ibu terlihat menahan sakit.
Kebutuhan
Pemeliharaan cairan dan nutrisi
Penyuluhan cara mengedan yang efektif
Penyuluhan cara mengurangi rasa nyeri
Penyuluhan posisi melahirkan yang efektif
Pertolongan persalinan yang aman dan nyaman
III. Identifikasi diagnosa dan masalah potensial
Potensial terjadinya partus lama
Dasar : Inpartu Kala I
Ibu hamil anak pertama
IV. Identifikasi kebutuhan tindakan dan kolaborasi
Kolaborasi dengan dokter bila ada komplikasi yang mungkin terjadi selama proses
melahirkan.
1. Rencana Manajemen
1. a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini.
b. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis.
c. Observasi Kala I dengan partograf dan kolaborasi bila ada masalah potensial.
d. Siapakan ruangan bersalin, alat, kebutuhan fisik dan psikologis ibu serta
persiapan bidan.
2. Penyuluhan posisi melahirkan yang baik
a. Jelaskan manfaat posisi melahirkan yang baik.
b. Ajarkan posisi melahirkan yang baik.
3. Penyuluhan cara mengedan yang efektif
a. Jelaskan manfaat mengedan yang efektif
b. Ajarkan ibu cara mengedan yang efektif
c. Observasi cara mengedan ibu.
4. Penyuluhan mengatasi rasa nyeri
a. Jelaskan penyebab nyeri.
b. Ajarkan ibu cara mengatasi nyeri.
5. Pemenuhan nutrisi
a. Beri makan ibu.
b. Beri miunum ibu yang manis sebagai penambah tenaga.
2. Implementasi Langsung
a. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini, bahwa ibu telah memasuki
Kala I persalinan
Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis.
Melakukan observasi Kala I, menggunakan partograf, mengenai Djj,
penurunan kepala, pembukaan srviks, frekuensi His dan tanda vital setiap
30 menit.
1. Persiapan ruangan persalinan
Menyediakan alat persalinan
Partus set: gunting episiotomi, gunting arteri, 2 klem arteri, ½ kohr,
cateter nelaton, pengikat+lipst.
Heating set: cutget, nal pudel, klem pudel, pinset anatomy, gunting.
Menyiapkan alat Resusitasi
Sunkup, Ambubag+O2, steteskop, slim pompa.
Menyiapkan pakaian bayi: bedong, baju, popok, kaos tangan dan kaos kaki,
topi.
Partograf
PD setiap 4 jam/indikasi inpartu.
Memenuhi kebutuhan fisik ibu
Makan dan minum
BAB dan BAK
Memenuhi kebutuhan psikologis ibu
Memberikan dukungan persalinan
Menyiapkan alat-alat untuk bidan
Mitela Skort Sepatu
Masker Hand scan Kacamata
Melakukan penyuluhan tentang posisi yang baik dan nyaman.
Menjelaskan tentang posisi yang baik, yaitu posisi setengah duduk, dan
libatkan keluarga atau suami untuk membantu ibu dengan posisi
setengah duduk yaitu dengan duduk dibelakang ibu dan menopang
punggung ibu.
Menjelaskan manfaat posisi yang baik dan nyaman.
Dengan posisi setengah duduk ibu akan lebih efektif dalam mengedan
dan ibu akan merasa lebih nyaman.
Melakukan penyuluhan cara mengejan efektif
Menjelaskan manfaat mengejan yang efektif. Apabila ibu mengejan
dengan baik dapat membantu mempercepat penurunan kepala dan
pengeluaran bayi.
Mengajarkan ibu cara mengedan yang efektif, mengejan dilakukan
pada saat His dan telah memasuki Kala II persalinan. Sehingga
diafragma berfungsi lebih baik, badan ibu dilengkungkan dengan
dagu didada, kaki ditark kearah badan sehingga lengkungan badan
dapat membantu mendorong janin.
Mengobservasi cara mengejan ibu.
Melakukan penyuluhan cara mengatasi nyeri
a. Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Nyeri disebabkan karena adanya
kontraksi pad dinding rahim yang akan membantu janin untuk turun.
b. Mengajarkan cara mengatasi nyeri. Ibu disuruh untuk berjalan-jalan bila
masih bias, kemudian menganjurkan ibu untuk terus tidur dengan posisi
miring kiri, agar pembukaan serviks lebih cepat.
3. Evaluasi
1. Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini bahwa sedang menjalani proses
persalinan.
2. Alat-alat persalinan telah disterilkan dan siap digunakan untuk menolong
persalinan.
3. Ibu berada diruangan yang nyaman.
4. Lata genetalia externa ibu terlhat bersih.
5. Melakukan pengawasan Kala I.
6. Melakukan pemeriksaan vital sign dengan hasil yaitu:
TD : 120/70 mmHg
Pols : 80x/menit
RR : 24x/menit
Temp : 37oC
Ibu menjadi tenang setelah diberi penjelasan tentang tahap-tahap persalinan
yang akan ibu jalani.
Ibu yakin persalinan akan berjalan lancer dengan didampingi keluarga dan
suami.
Kandung kemih dan kandung rectum telah kosong.
Ibu mengerti cara mengejan yang baik bila His timbul.
Hasil observasi Djj 134x/menit.
Catatan Perkembangan, 2 September 2007 Jam 21.00 WIB
Kala II Pukul 21.00 WIB
S : Ibu mengatakan perutnya mulas-mulas seperti masuk angina BAB, dan ingin
keluar air dari kemaluannya
O : Vital Sign
Keadaan Umum : Baik, kesadaran : cm
TD : 120/70 mmHg RR : 22x/menit
Pols : 80x/menit Temp : 37oC
Kontraksi uterus 5x dalam 10 menit intensitas kuat dan teratur lamanya
>45 detik, Djj: 130x.menit, teratur,
Pengeluaran pervaginaan blood slym yang makin banyak.
Keadaan kandung kemih kosong.
Inspeksi: vulva membuka, anus mengembang, perineum menonjol.
Pemeriksaan dalam atas indikasi pemantauan kemajuan persalinan.
Pembukaan : lengkap
Presentasi : belakang kepala
Posisi : Puka
Ketuban : Jernih
Penurunan : 0/5 hodge IV
Effacement : 100%
A : a. Diagnosa
G1P0A0 usia kehamilan 36 minggu, janin hidup, tunggal, intra uterus inpartu Kala
II, fase aktif.
Dasar
Ibu mengatakan hamil anak ke I
Kontraksi uterus 5x dalam 10 menit, lamanya 45 detik, teratur
Pada Inspeksi tampak: vulva membuka, anus mengembang, perineum
menonjol.
Pada pemeriksaan dalam; pembukaan servikx 10 cm, ketuban (-),
presentasi kepala, penurunan kepala 0/5 hodge IV.
Djj 130x/menit dalam 10 menit, teratur.
b. Masalah
ibu cemas menghadapi persalinan
Dasar : Ibu memasuki Kala II persalinan
Ibu hamil anak pertama
c. Kebutuhan
Beri asuhan pertolongan persalinan normal.
Cara mengejan yang baik
Pernafasan saat His
Relaksasi
Pertolongan persalinan.
Informasi tentang kondisi ibu saat ini.
Dukungan psikologis.
Masalah potensial
Potensial terjadinya partus lama.
P : 1. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini, sudah memasuki kala
persalinan.
2. Lakukan pengawasan Kala II menggunakan partograf, pantau tenaga
ibu, kontraksi uterus, pantau penurunan, presentasi kepala janin dan Djj
setelah kontraksi, dan vital Sign
3. Anjurkan ibu mengejan jika ada His.
4. Lakukan pertolongan persalinan, lahirkan kepala, bahu dan tubuh bayi
kemudian lakukan resusitasi karena bayi tidak menangis spontan,
keadaan bayi lemah, warna kulit bayi merah muda pucat.
5. Segera keringkan bayi sebagai upaya mencegah kehilangan panas
akibat evaporasi air ketuban pada permukaan kulit, kemudian setelah
memotong tali pusat dan mengikatnya, ganti dengan bedong/handuk
kering sambil digosok (rangsangan taktil) pada seluruh tubuh dengan
lembut, kemudian bayi akan mulai menangis dan warna kulitnya
kemerahan, berikan pada ibu untuk disusukan.
6. Periksa dan pastikan bahwa janin tunggal.
7. Observasi perdarahan pervaginaan.
8. Libatkan keluarga, terutama suami dalam memberikan motivasi dan
dukungan pada ibu.
9. Bayi lahir pukul 21.30 WIB
BB : 2900gr Nilai apgar : 6-7
PB : 49 cm Anus : ada
Jenis kelamin : Laki-laki
Kala III Pukul 21.45 WIB
S : Ibu mengatakan perutnya sangat mulas
O : Keadaan umum : lemah
Kesadaran : Composmentis
TTV = TD : 90/70 mmHg
Pols : 70x/menit
RR : 24x/menit
Tem : 37oC
Kandung kemih kosong, tinggi fundus sepusat, kontraksi baik, tanda-tanda
pelepasan plasenta: perut bulat keras, tali pusat memanjang dan tidak berdenyut,
darah memancar tiba-tiba.
A : 1. Diagnosa
P1A0 partus spontan, pervaginaan persalinan Kala III
Dasar : Bayi lahir pukul 21.30 WIB
Plasenta belum lahir.
Masalah potensial
Potensial terjadi perdarahan hebat
Dasar : Fase laten berkepanjangan 6-8 jam
Kebutuhan
Memberi dukungan pada ibu
Menghentikan perdarahan
Melahirkan plasenta
P : 1. Jelaskan kondisi ibu saat ini
2. Lakukan pemeriksaan tanda vital
3. Lakukan manajemen aktif kala III
a. Pemberian oksitosin 10 IV, secara IM di 1/3 paha bagian luar
b. Lakukan peregangan tali pusat terkendali
c. mambantu melahirkan plasenta
4. Lahirkan plasenta dengan hati-hati
Plasenta lahir lengkap pukul 21.55 WIB
Kortiledon dan selaput utuh
Panjang tali pusat 35 cm
Lebar plasenta 14 cm
Berat Plasenta 200 gr
Tebal plasenta 2 cm
5. setelah 19 detik lakukan masase fundus secara sirkuler, ditemukan
fundus teraba lembek, kontraksi lemah.
6. Memeriksa jalan lahir atau pemeriksaan inspekulo dengan menggunakan
klem ovum, dan ditemukan ada robekan pada serviks, kemudian jika
robekan luas berikan diazepam dan petidin, secara IV perlahan. Tahan
fundus dan rujuk ke tempat yang memiliki fasilitas lengkap.
Pada saat merujuk persiapan dalam rujukan yaitu dengan :”BAKSOKU DO”
yaitu”
Bidan : Pastikan penolong persalinan yang kompeten untuk menatalaksanakan
kegawatdaruratan obstetric
Alat : Bawa perlengkapan untuk persiapan asuhan persalinan, nifas, BBL ke
tempat rujukan.
Keluarga : Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi ibu mengapa perlu
dirujuk, alasan dan tujuannya.
Surat : Membawa surat ketempat rujukan, cantumkan alas an merujuk dan uraikan
hasil pemeriksaan, sertakan juga partograf untuk membuat
keputusan klinik
Obat : Membawa obat-obatan esensial pada saat merujuk, bila mungkin
diperlukan dalam perjalanan
Kendaraan : Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk
Uang : Ingatkan keluarga untuk membawa uang yang cukup untuk membeli obat
dan bahan kesehatan lain yang diperlukan selama difasilitas
rujukan
Donor Darah : Sertakan 2 anggota keluarga untuk menjadi donor darah bila
diperlukan.
Selain persiapan, kita juga harus mengetahui proses rujukan yaitu:
Menjelaskan pada ibu dan keluarga serta beritahu prosedur yang akan dilakukan,
tujuan dan alasannya.
Rujuk pasien ke rumah sakit dengan membuat surat rujukan.
Amati pemberian cairan selama perjalanan ke rumah sakit.
Baringkan pasien dengan posisi miring ke kiri.
sertakan 2 anggota keluarga untuk menjadi donor darah bila diperlukan.
(Dikutip dari: Buku II. Perdarahan Antepartum. Depkes. 1996. Jakarta)
Segera lakukan kolaborasi dengan dokter kandungan, karena robekan pada serviks
yang luas bukan wewenang bidan dan harus segera ditangani karena dapat
mengakibatkan kematian, penanganannya dilakukan oleh ahlinya sesuai dengan
prosedur. Kemudian amati tekanan darah dan nadi ibu untuk mengetahui ada atau
tidaknya syok akibat perdarahan.
Kala IV Post Partum
S : Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas
O : 1. Pemeriksaan tanda vital
Keadaan umum : Ibu masih lemah
TD : 100/70 mmHg
Pols : 83 x/menit
RR : 18 x/menit
Temp : 36,50 C
Keadaan kandung kemih kosong
Fundus teraba keras dan tingginya masih sepusat
Kontraksi uterus baik
perdarahan pervaginam ± 800 cc
Pengeluaran lochea negra
Keadaan jahitan baik
A : 1. Diagnosa
a. Ibu P1A0 partus spontan pervaginam kala IV
Dasar :
Ibu partus spontan pervaginam pukul 21.30 WIB
Plasenta lahir lengkap pukul 21.55 WIB
Robekan pada serviks
Pengeluaran lochea negra
TFU sepusat
Potensial terjadi perdarahan pervaginam
Dasar :
Plasenta lahir pukul 21.55 WIB
Perdarahan pervaginam berupa lochea negra
Terdapat robekan pada serviks
Masalah
Gangguan rasa nyaman
Dasar :
Terdapat robekan pada serviks
Kebutuhan
Personal hygiene
Pemberian cairan
Perawatan jahitan laserasi
Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman, miring kanan/kiri
P : 1. Jelaskan kondisi ibu saat ini dan dampingi ibu, anjurkan suami selalu berada
di dekat ibu.
2. Perbaikan robekan pada serviks
Persiapan pasien :
Memperbaiki keadaan umum ibu dengan memantau pemberian cairan
infus dengan RL dan pantau tanda vital
Ambil darah untuk penggolongan, pencocokan silang dan mengukur
kadar Hb, untuk persiapan apabila memerlukan transfusi.
3. Menyiapkan peralatan dan persediaan yang dibutuhkan antara lain :
1. Sumber pencahayaan yang baik
2. Larutkan antiseptik (klorin 0,5%)
3. Sarung tangan steril
4. Transfusi darah bila diperlukan
5. Benang, cutget
6. Klem (pemegang jarum)
7. Dua forsep sponge
8. Anestesi lokal (lidokain 1%)
9. Spekulum
4. Prosedur tindakan pada serviks :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada ibu
2. Bantu ibu berbaring dengan litotomi
3. Bersihkan perineum, vulva dan vagina (vulva hygiene) 4. Cuci tangan
kemudian gunakan sarung tangan steril
5. Bantu ibu berkemih, jika ibu tidak mampu lakukan kateterisasi
6. Tempatkan korsep sponge pertama pada salah satu sisi laserasi, dan forsep
kedua pada sisi lain laserasi. Letakkan pegangan kedua forsep
padasatu tangan dan tarik kearah anda. Forsep akan
menyeimbangkan serviks saat melakukan sutura pada serviks.
7. Mulailah menjahit bagian apeks (atas) robekan
8. Lakukan penjahitan terputus di sepanjang luka berjarak 1 cm, dengan
mengambil seluruh ketebalan pada setiap bibir serviks.
9. Gunakan pembalut steril pada perineum.
5. Perawatan lajutan
Pantau tanda vital setiap 15 menit pada 1 jam pertama
Pantau tanda vital setiap 30 menit pada 1 jam kedua
Penyuluhan personal hygiene
Mandi
Vulva hygiene
Ajarkan ibu untuk memantau perdarahan pervaginam setiap hygiene
Pemenuhan mobilisasi ibu
Anjurkan ibu untuk miring kekiri dan kekanan secara bergantian,
untuk menghindari dukubitus
Ibu boleh mulai berjalan apabila keadaan ibu sudah mulai membaik,
ibu sudah mampu
Pemenuhan nutrisi ibu
Makanan dan minuman
Pemenuhan istirahat
Tidur
Libatkan suami dan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Pada ibu
Membantu mobilisasi
Membantu ibu dalam merawat anak
Memberikan dukungan
Pada bayi
Memberikan bantuan pada ibu saat menyusui, misalnya dengan
memberikan bantal untuk menopang baayi saat ibu menyusui dan
posisi saat menyusui

DAFTAR PUSTAKA
Sarwono. Prawiroharjo. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Tridasa Printer.
Safe Motherhood. 2001.Modul hemoragi Post Partum. Materi Pendidikan
Kebidanan/WHO. Jakarta. EGC.
Modul Unpad episiotomi dan Penjahitan Robekan Jalan Lahir. 1994. Departemen
Kesehatan RI. Jakarta.
Safe Motherhood, 2002. Modul Persalinan Macet. Materi Pendidikan
Kebidanan/WHO.Jakarta.EGC.
Buku II. Perdarahan Antepartum. 1996. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.

Sumber : http://bejocommunity.blogspot.com/2010/06/asuhan-kebidanan-pada-
persalinan.html
Akses tgl : 27 Juli 2010-07-28