Anda di halaman 1dari 10

10 TANTANGAN UTAMA

DI MASA DEPAN
TUGAS
MATA KULIAH ADMINISTRASI PEMBANGUNAN

Disusun oleh :
Dhanar Ardha Yuasta
0841010006

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “ VETERAN”
JAWA TIMUR
2010
“SEPULUH TANTANGAN UTAMA DI MASA DEPAN”

Sepuluh jenis tantangan yang diidentifikasikan dan dibahas diantaranya adalah :

I. Globalisasi ekonomi

II. Pengangguran

III. Tanggung jawab sosial

IV. Pelestarian lingkungan hidup

V. Peningkatan mutu hidup

VI. Penerapan norma-norma moral dan etika

VII. Keanekaragaman tenaga kerja

VIII. Pergeseran konfigurasi demokrasi

IX. Penguasaan dan pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

X. Tantangan di bidang politik,yang kesemuanya disoroti dari sudut pandang tanggapan


yang harus diberikan di bidang administrasi.

I. GLOBALISASI EKONOMI

Masalah kemiskinan adalah masalah dunia karena tidak ada satu negara bangsa pun
yang mampu menghapusnya sendirianPenduduk dunia masih hidup dalam
kemiskinan,berbagai kriteria yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan “warga
masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan” kriteria Bank Dunia yang menggunakan
pendapatan per kapita sebesar tiga ratus tujuh puluh dolar Amerika sebagai tolak ukur.
Masalah kemiskinan adalah masalah yang sudah mendunia sifatnya dan bahwa tidak ada satu
negara bangsa manapun yang secara sendirinya memiliki kemampuan untuk menghapus
kemiskinan tersebut. Diperlukan kerjasama yang bersifat multilateral,regional dan bilateral
untuk mengatasinya,adanya kemauan dan keputusan politik sekalipun.
Kategori negara-negara bangsa dari sudut perekonomian,negara-negara di dunia dapat
digolongkan dalam negara industri maju,negara industri baru (Newly industrializing
countries),dan negara miskin yang sedang membangun,yang tahap industrialisasinya masih
terbelakang. Kategori pertama adalah dengan kriteria tertentu seperti Gross Domestic Product
percapita,negara tersebut terletak dibagian utara bumi ditanbah dengan Jepang. Negara
industri maju bergabung dalam “klub” yang sejak lama disebut “G-7”. Negara-negara
tersebut menguasai pola teknologi tinggi yang merupakan salah satu faktor keunggulan
kompetitif mereka. Secara tradisional perusahaan multinasional ciri-cirinya antara lain :

 Modal kerjanya yang sangat besar

 Beroprasi di banyak negara

 Produk nya yang sangat beragam

 Penghasilan demikian besarnya hingga ada kalanya melebihi pendapatan negara


dimana perusahaan tersebut beroperasi

 Jumlah karyawan,termasuk manajer,yang sangat banyak terdiri dari berbagai


suku,ras,asal-usul nasionalitas.

 Kecenderungan mempengaruhi politik negara dimana mereka banyak


bergerak,paling sedikit dalam bentuk upaya agra peraturan perundangan dan
kebijaksanaan negara yang bersangkutan menguntungkan dan tidak merugikan
kegiatan bisnis.

Negara indutri maju itu pulalah yang dharapkan oleh negara lain sebagai salah satu
sumber bantuan dana bagi kegiatan negara-negara lain sebagai salah satu sumber bantuan
bagi kegiatan pembangunan mereka baik dalam bentuk garnts-in-aid atau untied aids maupun
dalam bentuk pinjaman dan hibah.

Negara yang termasuk kategory ke dua adalah apa yang dikenal sebagai Newly
Industrialiying Countries yaitu negara-negara yang sudah memasuki era industrial yang di
pandang sebagai salah satu wahana yang paling efektif dalam melakukan pembanguana di
bidang ekonomi.Negara –negara tersebut adalah terdapat di belahan selatan bumi dan dikenal
sebagai asia.
Salah satu tolak ukur ialah pendatan perkapita rakyatnya mulai mencapai min
$10.000 Amirika pertahun,kedua ini yang sudah memiliki organisasi bisnis multinasional
yang beroperasi di manca negara termasuk negara-negara industri maju,akan tetapi meski pun
demikian dapat dikatakan pula bahwa tingkat kesejahateran rakyat banyak di negara-negar
tersebut jauh di bawah tingkat kesejahteran negara industri maju.

Negara yang termasuk pada kategori industri ketiga adaalh negara-negara yang
tergolong miskin,berbagai ciri dari negara-negar tersebutan antara alin ialah pendapatan
perkapita yang kecil yaitu kurang dari US$ 370.00,timgkatan pendidikan yang rendah dan
bahkan presentase rakyat yang masih buta huruf tinggi,perekonomian yang masih bersifat
tardisional,jaringan komunikasi yang masih sangat terbatas dan belum berkembang
penguasaan teknologi tinggi,di negara-negara inilah sebagai besar warga masyarakat miskin
tinggal.

Keinginan untuk menutasakan kemiskinan juga dilakukan melalui kerja sama bidang
ekonomi baik yang bersifat multilateral maupun kerjasama regional dan bilateral,mugkin
dapat dikatakan bahwa yang sagat menonjol regional dan bilateral,mugkin dapat dikatakan
bahwa yang sangat menojol pada pengujung abad XX ini ialah maraknya pertumbuhan
forum kerjasama ekonomi tingakat ragional.di seluruh bagian dunia terdaoat forum kerja
sama ekonomi regional seperti itu.

Suatu hal yang mengembirakan dan patut dicatat dalam hubungan ini adalah bahwa
para kepala negara dan kepala pemerintahan yang mnedorong dan bahkan terlibat langsung
dalam pembentukan berbagai forum kerjasama tersebut sudah menujukan politik yang sangat
tinggi,berbagai faktir yang sifatnya politisi dan ekonomi sering menjadi penyebabnya.

Terdapat kesadaran yang mendunia bahwa mengatasi masalah kemiskinana


merupakan tanggung jawab bersama secara global,praktek-praktek ekonomi yang sering
timbul ke permukan tidak selalu mengambarkan secara positif tindakan nyata yang bersifat
global pula.Industri maju tersebut tidak mau kehilanagn keunggulan kompetitifnya di bidang
tersebut,bahkan negara-negara yang sedang membangun sebagai :

1. Sumber bahan mentah atau bahan baku denagn harag murah

2. Sumber tenaga kerja dengan uapah yang sangat rendah


3. Sebagai daerah pembungan produk tertentu yang di dalam negri sendiri sudah
dianggap kedalawarsa,hubungan selatan-selatan pun tidak lancar,antar lain karan
persepsi tentang kepentingan nasional yang sudah di singung di atas.

II. MASALAH PENGANGGURAN

Masalah pengangguran merupakan masalah yang sangat rumit.Hal ini dikarenakan


jenisnya yang beraneka ragam dan implikasinya yang bersifat multifaset yang berarti
pemecahanya pun menuntut pendekatan yang multifungsional dan lintas sektoral.

Perihal pengangguran terbuka , masalahpengangguran menjadi semakin rumit apabila


di kaitkan dengan berbagai bentuk pengangguran terbuka , pengangguran terselubung ,
pengangguran musiman,seperti di maklumi,yang di maksud dengan pengangguran terbuka
adalah bekerjanya tenaga kerja yang seharusnya memilik pekerjan,faktor penyebabnya pun
beraneka ragam,berberapa di antaranya di identifikasikan dan di bahas berikut ini :

 Para pencari lapangan pekerjan tidak memilik pengetahuan dan alat keterampilan
yang di perlukan teanaga kerja sehingga meskipun sebenarnya tersedia lapangan
pekerjaan ,maka para pencari pekerjan tidak dapat di terima karena tidak memliki
prasyaratan tertentu oleh perusahan yang sesungguhnay memerulakan tenaga kerja

 Terjadi kelesuhan di bidang ekonomi sehingga berbagai organisasi dan perusahan


mengambil keputusan untuk tidak merekrut tenaga kerja yang baru

 Meski situasi perekonomian tidak mengalami kelesuahan bahkan mengalami


pertumbuhan yang mengembirakan ,tuntutan persaigan,tuntutan para pemilik
modaldan pemilik saham dan tuntuatan pemanfaatan teknologi cangih pada
umumnya sering berakibat pada terjadinya restruksisasi berbagai oragnisasi bisnis
yang tidak mustahil menuntut pengetahuan baru,keterampilan baru dan kemapuan
berkarya yang lebih tinggi yang tidak di milik para pencari pekerjaan.

 Kurangnya jiwa kewirausahan

 Kurangnya kesempatan berusaha.Banyak faktor yang menjadi kendala seperti


jenuhnyanyapasar yang ingiin di amsuki dengan produk tertentu,batasnya
kemampuan sendiri menyediakan modal kerja,sukarnya memperoleh kredit,tidak
memilikinya pengetahuan yang memadai tentang manajemen bisnis pada
umumnya serta manajeman fungsional dan operasional,ketakutan mengambil
resiko.

Perihal penggaguran terselubung adalah mereka yang mempunyai pekerjaan,tetapi


tingakt produktivitasnya yang rendah imbalan yang di terima pun menjadi tidak
memadaiuntuk memenuhi semua jenis kebutuhanya secara wajar,penaguran terselubung bisa
timbul karean beberapa faktor penyebab :

 Ketika suatu organisasi berkembang pesat,salah satunya konsekunsinya ialah


organisasi menempuh kebijaksanan untuk tidak melakukan pemutusan hubungan
kerja melainkan mempertahankannya dengan akibat menurunya produktivitas
kerja dan jumlah imbalam yang di terima oleh para karyawan.

 Karena organisasi tidak mempunyai rencana ketenagakerjaan yang mantap

Perihal pengangguran musiman,pengangguran musiaman paling jelas tampak dalam


masayrakat agraris yang kegitan perekonomiannya berkisar pada bidang pertanian.Jika
masalah pengguran tidak ditangani dengan efektif berbagai implikasinya yang dapat diamati
anatara lain ialah :

 Makin melebarnya kesenjangan ekonomi antara warga masyarakat mampu dan


tidak mampu yang dapat meningkatkan menjadi kecemburuan sosial dan
keresahan sosial

 Gangguan keamaman dan ketertiban umum

 Menjamurnya perumahan kumuh serta urabnisasi yang tidak terkendali.

III.TANGGUNG JAWAB SOSIAL SEBAGAI TANTANGAN

Pengamatan dan pengalaman banyak organisasi menujukan bahwa terdapat paling


sedikit lima wujud kepedulian sosial,yaitu sebagai berikut :

1. Penggunaan tenaga kerja setempat dalam penyelenggan berbagai kegiatan


organisasi sepanjang tenaga kerja lokal.

2. Pemanfaatan masyarakat sekitar organisasi sebagai pemasok bahan yang di


perlukan.
3. Keterlibatan dalam aktivitas sosial yang berkangsung di masayrakat sekitar.

4. Penyedian sarana dan prasarana umum dan sosial

5. Berperan aktif dalam membangun masyarakat sekitar sehingga menjadi


masyarakat yang mandiri dengan kemampuan yang makin tinggi.

IV. PELESATARIAN LINGKUNGAN

Menyelenggarakan pembangunan dengan memanfaatkan teknologi dan sekaligus


melestarikan lingkungan hidup sering di anologikan denagan makan buah
simakalama,analogi tersebut ditunjukan kepada tiga hal utama.

1. Telah umum diketahui bahwa percepatan laju pembangunan khususnya di bidang


ekonomi,biasanya berakibat pada terjadi perubahan kegiatan dan struktur
perekonomian dari perekonimian yang di dasarkan pada kegitan industri.

2. Pemanfaatan sumber daya alam memanag harus dilakukan akan tetapi harus di
lakukan dengan cara-cara yang bertanggung jawab.

3. Keberhasilan pembangunan ekonomi berakibat pada meningkatnya kesejahteran


masyrakat tersebut untuk memuaskan kebutuhan primernya.

Ketiga hal tersebut turut berperan dalam menimbulakan ancaman terhadap lingkungan
hidup baik di darat,di laut maupun udara.Disamping itu ,industrial dan taraf hidup manusia
yang semakin meningkatakn mengakibatkan peningkatakan paenggunan alat-alat dan bahan
yang menghasilakn kloroflourokarbon(CFC).

V. PENINGKATAN MUTU HIDUP

Peningktan mutu hidup merupakan tantangan sentral yang berkisar pada pengakuan
atas harkat dan martabat manusia insan politik,insan ekonomi,makhluk sosial dan sebagai
individu yang mempunyai jati diri yang khas.

Mutu hidup di bidang politik adalah pemerdayan untuk menuntukan jalan hidupnya
dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Mutu hidup di bidang ekonomi peningkatan mutu hidup pada dasarnay berkisar pada
peningkatan taraf hidup.
Mutu hidup di bidang sosial,salah satu prediket yang di berikan kepada manusia ialah
bahwa manusia merupakan makhluk sosial,implikasinya yang sangat menojol berkisar pada
kemampuan menjaga keseimbangan antara berbagai hak dan kewajibanya.

Mutu hidup pada tingkat indivudual meskipun manusia merupakan insan politik,insan
ekonomi dan makhluk sosial tapi insan merupakan manusia indivudu dengan jati dirinya yang
khas di tinjau dari sudut pandang karakteristik biografinya,filsafat
hidupnya,kepribadiannya,kemampuanya,sitem nilaihidupnya yang dianutnya,persepinya dan
motivasinya.

VI. PENERAPAN NORMA-NORMA MORAL DAN ETIKA

Keterkaitan tersebut dalam penerapan yang berlaku dalam semua tindakan yang di
lakuaknya,perwujudannya pun sungguh beraneka ragam dan sekedar sebagai contoh,tujuh di
antarnya di singgung berikut ini :

1. Dalam upaya mencapai tujuan norma-norma moral dan etika pasti tidak
membenarkan penggunaan segala cara untuk mencapai tujuan.

2. Loyalitas yang di maksud di sini ialah kesetian kepada berbagai pihak di mana
sesorang menajadi anggota.

3. Kejujuran kepada diri sendiri organisasi,mitar kerja dan masyarakt luas.

4. Etos kerja ,setiap orang yang berkarya pada suatu organisasi selalu terkait pada
etos kerja yang di terapakan dan disepakati bersama.

5. Iklim keterbuakan,termasuk penciptaan suasana saling mendukung dan saling


mempercayai.

6. Pemberdayan sumber daya manusia dalam organisasi.

7. Ketaatan pada peraturan perundang-undangan.

VII. KEANEKARAGAMAN TENAGA KERJA

Keanekaragaman tanaga kerja sebagai salah satu tantangan sentral dimasa depan
timbul karena berbagai faktor,seperti emansipasi wanita,akses kepada pendidikan formal
yang semakin terbuka,makin kuatnya tuntutan agar para pengguna tenaga kerja tidak
bertindak diskriminatif terhadap para pekerja,berdasarkan suku ras,warna ,kulit,jenis
kelamin,nasioanlitas daerah,usia,dan agama dan bahkan juga pergesaran dalam nilai-nilai
budaya yang di anut oleh warga masyrakat.faktor penyebabnya adalah :

1. Makin banyak wanita karir.

2. Para istri sebagai pencari nafka utama.

3. Para istri bekerja untuk menambah penghasialan suami.

4. Makin banyaknya ibu-ibu muda memasuki lapangan kerja.

5. Anak-anak sebagai tenaga kerja.

6. Warga masyarakat yang menderita kelainan seksual.

7. Para pendatang sebagai tenaga kerja.

Berbagai implikasi dari keanekaragaman tenaga kerja yang harus di tangani oleh
berbagai organisasi antara lain adalah perubahan dalam proses requitmen,perubahan pada
proses seleksi,kebijaksanaan penempatan,penugasan,kebijaksanan kepesertaan pada program
pelatihan dan pengembangan,sistem imbalan,pola pembinaan karir,sistem promosi,jam kerja
dan praktek kerja lembur dan kebijaksanan tentang cuti tahuan serta cuti di luar tanggungan.

VIII. KONFIGURASI DEMOGRAFI

Konfigurasi demografi adalah bahwa penduduk terbagi atas tiga kategori yaitu :
penduduk yang belum memasuki lapangan pekerjaan,penduduk yang tergolong pada
angkatan kerja dan penduduk termasuk pada kategori purnakarya.

Implikasinya dari kenyatan bahwa yang harus di pikul oleh penduduk yang masih
produktif yaitu yang termasuk pada angktan kerja akan semakin berat karena meraka harus
mencari nafkah sedemikain rupa sehingga penghasilanya dapat menghidupi diri sendiri,anak-
anak,orang tua usia lanjut yang menjadi tangungannya , oleh karena itu para pimpinan
organisasi harus mampu menemukan dan menerapkan sistem imbalan yang efektif.

XI. PENGUASAN DAN PEMANFAATAN ILMU PENGETAHUAN DAN


TEKNOLOGI

Perkembangan ilmu pengetahuan ,dewasa ini sering terdengar ungkapan bahwa ilmu
pengetahuan dan teknologi,sebagai salah satu produknya,belum pernah berkembang sepesat
seperti sekarang ini.Tiga implikasi yang menojol dari perkembangan tersebut ialah sebagai
berikut :

 Dengan dinamika yang makin tinggi umat manusia memerlukan instrumen yang
ilmiah yang dapat di guankan untuk memecahkan berbagai masalah yang
dihadapai dan perkembangan ini merupakan hal yang sangat positif karena dengan
demikian nilai ilmiah suatu disipiln ilmu menampakan diri pada aplikasinya.

 Ilmu pengetahuan yang berkembang denagn pesat melahirkan disiplin ilmiah baru
yang bersifat spesialistik dan dengan demikian lebih ampuh sebagai pemecah
permasalah yang di hadapi dalam segi kehidupan dan penghidupan umat manusia.

 Sebagi tantangan,perkembangan demikian menuntut upaya sadar dan sistematis


dari berkepentingan untuk selalu memutakhirkan ilmu dan pengetahuanya.

X. BIDANG POLITIK SEBAGAI TANTANGAN

Masih terlihat lima perkembangan geopolitik yang menjadiakn dunia belum


sepenuhnya bebas dari ancaman perang dunia,perang ragional dan perang lokal :

1. Di berbagi bagian dunia masih terdapat despot yang memrintah bangsanya denagn
tangan besi secara diktatoral dan proses demokratisasi di bidang politik tidak terjadi
sama sekali.

2. Berbagai negara masih terus memperkuat dan memperluas hegemoninya di bidang


politik,ekonomi dan militer.

3. Di banyak negara terdapat gerakan-gerakan separatis.

4. Di banyak negara bangsa timbul gerakan-gerakan ekstrem fundamentalis berdasarkan


agama.

5. Melihat adanya pandangan tentang supermasi bangsa tertentu yang antar lain
berakibat pada pelevehan martabat bangsa lain dan menolak kehadirannya bangsa-
bangsa lain itu di negara yang bersangkutan.

Pembahasan ini menunjukan bahwa untuk mencapai tujuannya dan mempertahankan


eksistensinya untuk meningkatkan kemampuanya memecahkan berbagai permasalahan yang
di hadapai dengan mengandalkan kemampuaan dan kekuatan negara yang bersangkutan.