Anda di halaman 1dari 4

Notulensi Presentasi Pak Marzuki Usman : HOW TO SELL YOURSELF

Communication Tautonomy : Impression has to be equal to message

Kita harus konsisten membangun diri. Semakin dipakai semakin “mahal. Jika kita
konsisten membangun diri maka kita akan dikenal “ahli” pada satu hal.

You want to Sell Yourself as Whats?

Anda ingin dikenal sebagai apa? Employee? Employer? Entrepreneur? Executive?

Di sinilah pentingnya Mimpi. Orang tidak punya mimpin tidak akan pergi
kemana-mana. Kualitas seseorang memang ditentukan oleh DNAnya. Namun
bagaimana kita tahu DNA kita seperti apa jika tidak dimunculkan.

Rosswell: “Masa Depan kepunyaan mereka yang menghargai keindahan


mimpinya “ Maka…. Orang yang tidak punya mimpi adalah orang yang
kebangetan.

Pengaktifan DNA: Contoh Gus Dur yang Ayahandanya sudah menjadi menteri,
sehingga mimpi menjadi Presiden bukanlah hal yang aneh karena LINGKUNGAN
MEMUNGKINKAN. Kemudian Gus Dur juga mengembangkan kemampuan sebagai
pemimpin : menjalin network, berorganisasi dsb. Sampai memiliki informasi yang
memungkinkan beliau menjadi “guru bangsa”.

Gus Dur sudah bermimpi jadi Presiden 50 tahun sebelum akhirnya kejadian.

How To Be a skill Person?

1. You have to know the directory of the work. Tahu sebanyak mungkin
tentang bidang kita. Kejar sertifikasi

2. Enough Exercise. Berlatih dan berlatih.

How to Be Professional

1. Master Basic Knowledge. Menguasai prinsip-prinsip dasar dari bidang ilmu


dan pengetahuan yang dituju

2. Master Special Knowledge. Menguasai pengetahuan yang khusus yang


tidak dikuasai banyak orang

3. Master Cases Studies. Mempelajari kasus-kasus di bidangnya. Harvard


Business School dalam 2 tahun harus belajar 2000 kasus bisnis. Dengan
demikian mengetahui aplikasinya

How to Be a Successful Entrepreneur


1. You have to know how to make it (Product Development). Jika berbisnis di
bidang yang kita tidak tahu maka dijamin kurang berhasil. Jika berbisnis maka
kuasailah pembuatannya.

2. You have to know how to sell it (Product Marketing). Salesman yang hebat
adalah yang bisa menjual konsep. Belum ada barangnya orang sudah buy in.
Contoh: Muchtar Riadi dengan Lippo Karawaci. Konsepnya dulu dijual tentang
kota mandiri. Lalu mencari pemodal di Hongkong (Lee Cushing), menawarkan
kepemilikan. Lalu buka di Bursa Efek. Dapat capital gain, baru Lippo Karawaci
dibangun.

3. You have to know how to make profit (Ujung-ujungnya Duit). Semua usaha
harus ada untungnya

The 5 Ho’s Teaching

Hong shui : Talented.

Hopeng : Network

Hoky : Luck

Homia: A person can do!

Hociak: Prosperous

Hosi: RIP?? Rest In Peace?

Contoh :

Prayogo Pangestu yang awalnya tidak punya apa-apa sampai harus


menggadaikan skuternya. Digaet pak Bong untuk bantu “membuka” hutan.
Kerjasama dengan kepala penjara Cipinang untuk mendapatkan tenaga kerja
murah (penjahat dipekerjakan). Prayogo lah yang mengelolanya selama 10
tahun. Belajar tentang kayu. Sampai melihat pucuk daun dari helicopter sudah
bias tahu ini kayu apa, bisa ditebang kapan, keuntungannya kira-kira berapa. Di
sini Prayogo berhasil membangun mastery di bidang perkayuan karena
mendapatkan kepercayaan, meskipun awalnya harus berkutat dengan hutan
rimba. Prayogo juga menjalin network sehingga mendapatkan informasi (suruh
pergi ke orang-orang yang punya HPH untuk kerjasama, ditawari sebagai
komisaris yang mendapatkan penghasilan tanpa bekerja). Hasilnya ia
mendapatkan HPH 5,5 juta hektar. Lalu disarankan (oleh Bp.Marzuki) untuk go
public supaya tidak tergantung oleh pemerintahan yang sedang
berkuasa(karena bisa berganti). Ketika Listed perusahaannya sudah 400.

The 5 Principles of MU – How To Make a Diamond Out of Yourself

1. Alah bisa karena biasa – disiplinkan diri. Orang yang sukses willing to work
the extra mile & the extra hour. Jangan manjakan diri. Pantang tidur siang /
banyak tidur. Pantang Tar – Sok. Berikan selalu yang terbaik (kerjakan
sepenuh hati, bantu orang jangan setengah-setengah).

2. Lancar kaji karena diulang –banyak latihan. Jika sudah terlatih maka
semua menjadi lebih cepat dan tepat. Tidak bisa dikibuli lagi
3. Malu bertanya sesat dijalan –awal kebodohan adalah merasa diri pandai.
Tidak pernah berhenti belajar.

4. Rajin Pangkal Pandai –Be industrious. Kerjakan sesuatu. Buktikan kita bisa
menjadi. Every “Somebody” is used to be a “nobody”

5. Pantang menyerah –berusaha terus sampai selesai dan mendapatkan


hasil.

Various Techniques in Selling Yourself

1. Build up information. Targetnya membangun knowledge, dan focus pada


subjek yang spesifik. Membangun melalui belajar dan orang lain
(network).

2. Build up good anda effective communications. Menulis artikel, berbicara di


Seminar, bertemu dengan orang-orang yang dekat dengan Media.

3. Always asking and or answer question to everybody : What can I do to


make you happy? You are happy, I am happy

A Tip to Become a Rich Person

W = P. M. N

W : Wealth

P : Path. Tentukan jalur Anda.

M : Mind Set. Miliki pola pikir “berdaya”

N : Network. Bangun network yang tepat. Satu musuh terlalu banyak, seribu
teman kurang.

Nilai dengan menggunakan skala 0-10.

e.g. Path: innovator : Bill Gates

CEO : Jack Welsch

Star : Paris Hilton

Accumulator : Mochtar Riyadi

Deal Maker : Warren Buffet

Sesi Tanya Jawab:

1. Pak Bambang: Sebagai karyawan kita membangun kompetensi di satu


bidang. Tapi lalu dimutasi ke bagian lain, harus membangun kompetensi
lagi. Yang mana sebenarnya arah yang harus kita tentukan?
Kita menentukan core competence. Saya ekonom. Saya politisi. Kerjakan
saja apa yang menjadi tugas kita. Capailah prestasi dalam apapun yang
kita kerjakan. Case: karir Pak Marzuki di Bapepam awalnya bukan ke
Bapepam, tapi harus menunggu “giliran” karena pejabat lama masih
menjabat. Tapi meski bukan “tujuan karir”, beliau tetap melakukan
perombakan di Bapepam. Change Threat into Opportunity. If you can’t do
it –quit. If you don’t want to quit – you swallow it. Lihat sisi positifnya:
dengan mutasi, network menjadi lebih luas. Ketika menghadapi
perubahan: jangan focus pada pertanyaan “Mengapa”.

2. Pak Johan: Karena kita punya mimpin maka kita punya kesempatan. Tapi
kalau lihat Gus Dur yang punya mimpi jadi presiden tapi terus 2 tahun
digulingkan.

Gus Dur itu humanis. Dia tidak mau orang “mati” karena dirinya. Semua
karena pilihan. Einstein: nothing is coincidence. Semua sudah diatur. Jadi:
jalani dan syukuri.

Review Pak Sri Bawono:

5 Ho’s

Pengusaha kecil menengah bertanya: Apa Hoki itu Ada? Bagaimana caranya
memiliki Hoki

Pak Sri menjawab: Hoki itu ada. Kita bisa memiliki Hoki dengan kebiasaan kita.
Kalau kita sering memberi maka akan berlaku hukum memberi dan menerima.
Ternyata Hoki juga muncul dengan membangun network dan memiliki talent.