P. 1
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin

|Views: 1,688|Likes:
Dipublikasikan oleh Yip Yipp

More info:

Published by: Yip Yipp on Oct 25, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN Ny.

N 22 Tahun G1 P0 Ab0 Ah0 dengan umur kehamilan 41 minggu di RSUD Yogyakarta NO REGISTER MASUK RS TANGGAL, JAM DI RAWAT DI RUANG Biodata Nama Umur Agama Suku/ bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat Panjatan No Telephon/ HP DATA SUBYEKTIF 1. Alasan masuk kamar bersalin Ibu mengatakan perutnya terasa kenceng- kenceng sejak tadi pagi dan sudah ada lendir darah keluar dari jalan lahir. 1. Keluhan utama Ibu merasakan kenceng-kenceng semakin sering, lendir darah sudah keluar 1. Tanda- tanda persalinan 1. Kontraksi uterus sejak tanggal 8 Juli 2009 jam 05.00 WIB. Frekuensi Durasi : 2-3 kali dalam 10 menit. : 10-15 detik. :: 09058 : 8 JULI 2009 JAM 09.30 WIB : Kamar Bersalin RSUD Yogyakarta IBU : Ny. Nur Widayanti : 22 tahun : Islam : Jawa / Indonesia : SMA : Ibu Rumah Tangga : Tayuban RT 9 RW 10 Panjatan SUAMI Tn. Tri Waluyo 21 tahun Islam Jawa / Indonesia SMA Swasta Tayuban RT 9 RW 10

-

Kekuatan

: lemah

Lokasi ketidaknyamanan di perut bagian bawah 1. Pengeluaran per vaginam Lendir darah Air ketuban Darah : tidak : ya : tidak

1. Riwayat sebelum masuk kamar bersalin Ibu mengatakan kenceng- kenceng sejak pukul 05.00 WIB 1. Riwayat kehamilan sekarang HPM 20 September 2008, HPL 27 Juni 2009 Menarche umur 13 tahun, siklus 28 hari, lama 5- 6 hari, banyaknya tidak terkaji ANC teratur, frekuensi 12 kali, di RSUD Yogyakarta Keluhan/ komplikasi selama kehamilan: Ibu mengeluh mual muntah di awal hamil dan dalam trimester 3 punggungnya sering pegal-pegal Riwayat merokok/ minum- minuman keras/ minum jamu tidak ada Imunisasi TT 1 Imunisasi TT 2 : caten : caten

1. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir > 10 kali 2. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu G1 P0 Ab0 Ah0 Hamil ini 1. Riwayat kontrasepsi yang digunakan Belum pernah KB 1. Riwayat kesehatan 1. Penyakit yang / sedang diderita

Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit hipertensi, jantung, asma, TBC, DM, dan hepatitis. 1. Penyakit yang pernah / sedang diderita keluarga Ibu mengatakan bahwa dari keluarga tidak ada riwayat penyakit hipertensi, jantung, asma, TBC, DM, dan hepatitis. 1. Riwayat keturunan kembar Tidak ada keturunan kembar. 1. Makan terakhir tangga 8 Juli 2009 Jam 08.00 Jenis nasi, sayur, lauk Minum terakhir tanggal 8 Juli 2009 jam 09.15 jenis air putih dan teh manis 1. 2. 3. 4. BAB terakhir tanggal 7 Juli 2009 jam 18.00 BAK terakhir tanggal 8 Juli 2009 jam 09.20 Istirahat atau tidur dalam 1 hari terakhir 7 jam Keadaan psikososiospiritual / kesiapan menghadapi proses persalinan 1. Pengetahuan tentang tanda- tanda persalinan dan proses persalinan

Ibu sudah tahu tentang tanda-tanda persalinan seperti lender darah, pecahnya ketuban dan kontraksi teratur dan sering. 1. Persiapan persalinan yang telah dilakukan ( pendamping ibu, biaya, dll) Ibu ingin didampingi suami, biaya sudah disiapkan 1. Tanggapan ibu dan keluarga terhadap proses persalinan yang dihadapi Ibu ingin bayinya segera lahir, sehat dan normal. Keluarga siap membantu Ibu. DATA OBYEKTIF 1. Pemeriksaan fisik 1. Keadaan umum 2. Status emosional 3. Tanda vital Tekanan darah Nadi Pernafasan

: baik Kesadaran : compos mentis : baik, stabil

: 120/80 mmHg : 84 kali/ menit : 23 kali/ menit

Suhu 1. TB BB sebelum hamil BB sekarang LLA 1. Kepala dan leher Edema wajah Cloasma gravidarum Mata Mulut Leher 1. Payudara Bentuk Putting susu Kolostrum 1. Abdomen Pembesaran Benjolan Bekas luka Striae gravidarum Palpasi Leopold Leopold I tidak melenting

: 370 C : 154 cm : 53 kg : 62 kg : 24 cm

: tidak ada : tidak ada : sclera putih, konjungtiva merah muda, palpebra tidak edema : bersih, tidak ada caries, tidak ada gusi berdarah : tidak ada pembesaran tyroid, limfe, dan vena jugularis

: simetris : bersih, menonjol : sudah keluar

: pembesaran kea rah memanjang : tidak ada benjolan abnormal : tidak ada : tidak ada

: TFU 3 jari di bawah PX, teraba bagian lunak, kurang bulat,

Leopold II teraba bagian kecil Leopold III Leopold IV Osborn test TBJ Auskultasi DJJ Frekuensi : 144 kali/menit HIS Durasi : 15-20 detik Kekuatan : lemah Palpasi suprapubik 1. Punggung 2. Pinggang 3. Ekstremitas Kekakuan otot dan sendi Edema Varises Reflek patella Kuku 1. Genitalia luar Tanda chadwich Varises Bekas luka Kelenjar bhartolini

: bagian kanan teraba tahanan luas memanjang, bagian kiri

: teraba bagian bulat, keras, melenting : divergen ( sudah masuk panggul ) : tidak dilakukan : ( 32 ± 11) x 155 = 3255 gram : punctum maximum bawah pusat agak ke kanan

: Frekuensi : 2-3 kali dalam 10 menit

: kandung kemih kosong : tidak dilakukan : tidak nyeri

: tidak kaku : tidak ada : tidak ada :+/+ : bersih, merah muda

: ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada kista, tidak ada edema

Pengeluaran 1. Anus Hemoroid

: belum keluar lendir darah

: tidak ada

1. Pemeriksaan dalam, tanggal 8 Juli 2009 jam 10.00 WIB oleh Bidan Vulva uretra tenang , portio lunak, pembukaan 1 cm, selaput ketuban positif, presentasi kepala di Hodge 3, STLD ( sarung tangan lendir darah) + 1. Pemeriksaan penunjang Tidak dilakukan` ASSESMENT 1. Diagnosis kebidanan Ny. N, 22 tahun, G1P0Ab0Ah0, UK 41+3 minggu masuk inpartu kala 1 fase laten. 1. Masalah Perut ibu sering kenceng-kenceng. 1. Kebutuhan Konseling tentang mengurangi nyeri saat kenceng-kenceng. 1. Diagnosis potensial Tidak ada 1. Masalah potensial Tidak ada 1. Kebutuhan tindakan segera berdasarkan kondisi klien 1. Mandiri Tidak ada 1. Kolaborasi Tidak ada

1. Merujuk Tidak ada PLANNING ( termasuk pendokumentasian implementasi dan evaluasi) Tanggal 8 Juli 2009 jam 10.15 WIB 1. Memberi tahu Ibu hasil pemeriksaan bahwa saat ini pembukaan jalan lahir 1 cm, kondisi Ibu dan janin baik serta member dukungan agar ibu tetap semangat, sabar, dan kuat menghadapi persalinan. Evaluasi : Ibu merasa senang setelah tahu keadaan diri dan janinnya baik. 1. Memberi tahu ibu cara mengurangi nyeri di perut saat kenceng-kenceng yaitu dengan menarik nafas panjang melalui hidung dan mengeluarkan lewat mulut, serta member tahu ibu bahwa semakin sering kenceng-kenceng timbul dan semakin lama maka kemajuan persalinan baik. Evaluasi : Ibu mengerti penjelasan bidan dan bersedia melakukan teknik pernapasan yang diajarkan bidan. 1. Menganjurkan ibu tidur miring kiri agar penurunan kepala janin lebih cepat dan aliran darah ke janin tetap lancar atau jalan-jalan jika ibu masih mampu. Evaluasi : Ibu bersedia tidur miring kiri namun tidak kuat jalan-jalan lagi. 1. Memberikan minum berupa the manis pada ibu agar ibu mempunyai tenaga untuk proses persalinan. Evaluasi : Ibu bersedia minum the manis. 1. Memantau kemajuan persalinan dengan memeriksa his, DJJ, TTV, dan pembukaan (VT 4 jam lagi jam 14.00 ). OBSERVASI KALA I (8 Juli 2009 ) Jam 11.00 : His 2-3 kali/10 menit durasi 20-25 detik.

DJJ + 136 kali/menit Jam 12.00 Suhu : 370C Nadi : 85 kali/menit : TD = 120/70 mmHg

Respiratori : 25 kali/menit His : 3 kali/10 menit durasi 25-30 detik Jam 13.00 : His 4 kali/10 menit durasi 40-45 detik

DJJ : + 146 kali/menit Jam 14.00 UUK jam 11, Planning : VT : dinding vagina licin, portio tipis, pembukaan 9 cm, presentasi kepala, penurunan kepala di hodge ke 2, ketuban sudah pecah, STLD +. : 1. Menyiapkan pakaian bayi.

2. Menyiapkan partus set, oksitosin dan APD penolong persalinan. 3. Melatih ibu posisi mengejan yang benar (litotomi). CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal«jam DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF ASSESMENT PLANNING Tanggal«jam

KETUBAN PECAH PADA KEHAMILAN KURANG DARI 37 MINGGU DAN KETUBAN PECAH LEBIH DARI 24 JAM PADA KEHAMILAN ATERM
10 20 10 Written by khanzima Tinggalkan komentar 1. Pengertian Ketuban pecah dini yaitu keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu sebelum proses persalinan berlangsung dan dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu. (saifudin,2002) Ketuban pacah lebih dari 24 jam yaitu pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu apabila pembukaan pada primipara kurang dari 3 cm dan pada multipara kurang dari 5 cm dan berlangsung lebih dari 24 jam. (mohtar,1998). 1. Tanda dan gejala 1. Keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. 2. Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes, dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. 3. Bila Ibu duduk atau berdiri, kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya ³mengganjal´ atau ³menyumbat´ kebocoran untuk sementara. 4. Demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut, denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi.

1. Alasan merujuk pasien dengan ketuban pecah dini yaitu karena ketuban pecah dini beresiko : 2. Terhadap janin Walaupun ibu belum menunjukkan gejala-gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah terkena infeksi, karena infeksi intrauterin lebih dulu terjadi ( amnionitis, vaskulitis) sebelum gejala pada ibu dirasakan. Jadi jika tidak dirujuk maka akan meninggikan mortalitas dan morbiditas perinatal. 1. Terhadap ibu Karena jalan telah terbuka, maka dapat terjadi infeksi intrapartal, apalagi bila terlalu sering diperiksa dalam. Selain itu juga dapat dijumpai infeksi peurpuralis (nifas), peritonitis dan septikemia, serta dry-labour. Ibu akan merasa lelah karena terbaring di tempat tidur, partus akan

menjadi lama, maka suhu badan naik, nadi cepat dan nampaklah gejala-gejala infeksi. Hal-hal tersebut meninggikan angka kematian dan angka morbiditas pada ibu.

1. Cara merujuk pasien dengan ketuban pecah dini: 1. Bila janin hidup dan terdapat prolaps tali pusat, pasien dirujuk dengan posisi panggul lebih tinggi dari badannya, bila mungkin dengan posisi bersujud. Kalau perlu kepala janin didorong ke atas dengan 2 jari agar tali pusat tidak tertekan kepala janin. Tali pusat di vulva dibungkus kain hangat yang dilapisi plastik. 2. Bila ada demam atau dikhawatirkan terjadi infeksi saat rujukan atau ketuban pecah lebih dari 6 jam, berikan antibiotik seperti penisilin prokain 1,2 juta IU intramuskular dan ampisilin 1 gr per oral. Bila pasien tidak tahan ampisilin, diberikan eritromisin 1 gr per oral. 3. Bila keluarga pasien menolak dirujuk, pasien disuruh istirahat dalam posisi berbaring miring, diberikan antibiotik penisilin prokain 1,2 juta IU intramuskular tiap 12 jam dan ampisilin 1 gr per oral diikuti 500 gr tiap 6 jam atau eritromisin dengan dosis yang sama.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->