Anda di halaman 1dari 11

TUGAS INDIVIDU

ASAS-ASAS ILMU LINGKUNGAN, PEMAHAMAN


DAN IMPLIKASI

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Dalam Mata Kuliah:


ILMU LINGKUNGAN

DOSEN :
Dr. BETSY SIHOMBING, M.Si

DISUSUN OLEH :
NUR FADLI HAZHAR FACHRIAL
NO REG : 7416100274

PASCASARJANA
PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
TAHUN 2010
TUGAS INDIVIDU KE 2
MATA KULIAH ILMU LINGKUNGAN

ASAS-ASAS ILMU LINGKUNGAN


Asas ke 1
Semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem
dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat
diubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak dapat hilang,
dihancurkan atau diciptakan

Pengertian
Asas ini serupa dengan hukum Thermodinamika I yang sangat dasar dalam
ilmu Fisika. Asas ini juga dikenal dengan hukum konservasi energi yang dapat
dikemukakan dengan persamaan matematika yang menunjukan equivalen dengan
berbagai bentuk energi. Dalam hukum ini dijelaskan bahwa energi yang berasal
dari energi matahari tersebut sesampai di bumi. tidak pernah habis dipakai.
Sebaliknya energi tersebut akan terus mengalami perubahan menjadi bentuk.
energi lain. Jadi ilmu termodinamik ini merupakan kajian ilmu yang
menghubungkan antara panas/heat(Kalori), kerja/work, suhu/temperatur dan
energi, dimana terjadi dalam kondisi keseimbangan yang sangat ideal sehingga
dikatakan sebagai hukum kekekalan energi.
Prinsip kekekalan energi mungkin dapat lebih difahami melalui persamaan
matematis misalnya :
W = Ep(potensial)+Ek(kinetik)
Besar suatu usaha yang terjadi equivalen dengan total penjumlahan energi
potensial yang dimiliki dan energi kinetik/gerak. Misalkan usaha (work) bernilai
100 maka Ep bisa bernilai 50 dan Ek juga bisa bernilai 50, atau nilai lainnya yang
menggambarkan adanya keseimbangan. Bentuk dari Ep dapat macam-macam
antara lain gravitasi, suhu, volume, listrik dan sebagainya. Perkembangan
selanjutnya dari konsep ini mampu menjelaskan perubahan volume (v), tekanan
(P) dan temperatur (T) dalam Gas Ideal persamaan matematisnya Pv=RT

2
Implikasinya dalam lingkungan
1. Angin yang berhembus diubah menjadi energi listrik
Merupakan contoh dari asas hukum kekekalan energi yang terjadi. Sinar
Radiasi dari matahari yang mengenai permukaan bumi diubah bentuk menjadi
energi kalori (panas) yang kemudian memanaskan daratan dan lautan. Daratan
memiliki massa lebih padat dibandingkan lautan sehingga temperatur di daratan
akan lebih cepat meningkat meskipun dengan waktu pemanasan yang sama
dengan lautan. Tempat yang lebih panas memiliki materi yang lebih renggang
sehingga tekanan udaranya lebih rendah. Udara akan bergerak dari tempat yang
bertekanan lebih tinggi (lautan) ke tempat udara yang bertekanan rendah (daratan)
dengan demikian terjadilah hembusan angin.
Hembusan angin dimanfaatkan energi geraknya (energi kinetik) untuk
mendorong kincir pembangkit listrik sehingga mampu menggerakan turbin
generator/dinamo. Dinamo adalah suatu alat yang mengubah energi mekanik
menjadi energi listrik akibat perpaduan dua buah gaya yang terjadi yaitu gaya
medan magnet (flux) dengan gaya gerak gulungan kabel (coil dan besi) pada
stator yang dihubungkan dengan cicin tembaga pada ujungnya sehingga
terbentuklah energi listrik. Energi listrik ini yang kemudian dimanfaatkan lebih
lanjut oleh manusia untuk diubah seterusnya menjadi berbagai macam bentuk-
bentuk energi lain seperti energi panas, cahaya, suara dan sebagainya.
2. Proses fotosintesis pada tumbuhan
Salah satu contoh lainya dari asas hukum kekekalan energi adalah
fotosintesis pada tumbuhan hijau yang memiliki klorofil. Fotosintesis adalah suatu
proses perubahan energi radiasi sinar matahari diubah bentuk oleh klorofil (zat
hijau daun) menjadi energi kimia. Energi ini kemudian digunakan untuk
mengubah unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam
senyawa air (H2O), Carbondioksida (CO2) menjadi Oksigen murni (O2), (H2O) air
(berupa uap) dan glucose (CH2O) sederhana. Persamaan kimiawinya yaitu :
CO2+2H2O (CH2O)+O2+H2O
Sinar
Matahari

3
Dari persamaan diatas nampak bahwa kekekalan energi hanya dapat
diubah bentuk dan tidak dapat diciptakan. Fotosintesis hanyalah sebuah proses
pengubahan materi yang terjadi di klorofil dengan bantuan sinar matahari berupa
Energi radiasi melalui proses kimiawi penggabungan dan pemecahan senyawa
kimia alam. Pemanfaatan energi kimia ini kemudian ditransfer melalui proses
makan memakan oleh mahluk hidup lain, proses respirasi menyerap O2
mengeluarkan CO2 serta proses sekresi akibat metabolisme. Pergerakan,
pertumbuhan, dan perkembangbiakan pada mahluk hidup adalah hasil
pemanfaatan energi kimia tersebut yang terjadi dalam tubuh individu spesies
bersangkutan.

Asas ke 2
Tidak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien

Pengertian
Efisiensi merupakan istilah yang dipergunakan untuk mengukur
pemanfaatan sumber daya masukan/Input dengan Output sebagai hasil sebuah
proses. Proses yang dikatakan efisien apabila perbandingan Output/input semakin
mendekati 100 persen. Asas ini menerangkan bahwa setiap pemakaian suatu
bentuk atau unit energi tidak pernah tercapai efisiensi 100%. Dalam proses
perubahan satu bentuk energi menjadi bentuk energi yang lain selalu
menghasilkan sisa yang disebut dengan entropi. Sisa terbut bentuknya dapat
bermacam-macam contohnya panas, cadangan makanan (biji/kulit) pada
tumbuhan, sekresi setelah proses metabolisme. Karena sifat energi yang kekal
sebenarnya entropi tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk diubah menjadi
bentuk energi lain, hanya saja tidak signifikan hasilnya sehingga kecenderungan
kita manusia menganggapnya sebagai limbah/sesuatu yang tidak termanfaatkan.

4
Implikasinya dalam lingkungan
1. Pemanfaatan limbah domestik (sampah organik) untuk pupuk
Potongan sayur-sayuran yang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau
memang sengaja dipisahkan adalah contoh sangat mudah untuk menjelaskan asas
ini. Seperti kita pahami bahwa transfer energi pada mahluk hidup adalah melalui
proses makan memakan, namun tidak semua perpidahan energi melalu proses ini
dikonsumsi secara keseluruhan. Terdapat bagian-bagian tertentu dari yang kita
konsumsi itu sengaja disisakan karena tidak layak konsumsi misalkan, atau karena
ketidaktahuan kita untuk bagaimana memanfaatkanya. Asas ini menerangkan
bahwa Sisa energi tersebut dapat diubah atau dapat dimanfaatkan lebih lanjut.
Untuk yang sifatnya organik dapat diurai dan diproses dengan bantuan bakteri
(decomposer) pembusuk menjadi pupuk organik. Proses ini kemudian
dimanfaatkan lebih lanjut oleh tumbuh-tumbuhan sebagai unsur hara yang
membantu pertumbuhan dan perkembangan.

2. Pemanfaatan Radiasi Sinar Matahari untuk Listrik


Sinar matahari yang mengenai permukaan bumi sebenarnya hanyalah
sebesar 54 persen dari keseluruhan total sinar yang diterima bumi. 46 persen
diantaranya ternyata ada yang dipencarkan kembali ke luar angkasa dan diserap
oleh permukaan atmosfer di udara. Asas pengubahan sistem energi tidak ada yang
100 persen mengilhami sejumlah ilmuwan fisika untuk memanfaatkan energi
yang ada pada sinar matahari ini untuk diubah menjadi energi yang lain yang
bermanfaat. Dengan menggunakan sel surya (solar cell) yaitu suatu alat yang
direkayasa sedemikian rupa dapat menghasilkan listrik akibat reaksi permukaan
materi semikonduktor yang dikenai sinar radiasi matahari.
Pemanfaatan sinar matahari yang terdiri dari 3 bagian utama yaitu 1) sinar
kasat mata/cahaya tampak 2) sinar ultra violet dan 3) sinar infra red, selain
mampu memberikan kehangatan juga dengan teknologi yang berkembang mampu
diperoleh energi listrik. Teknologi sel surya saat ini sudah mampu menyerap
sekitar 37 persen sinar yang diterima permukaan sel surya tersebut diubah
menjadi energi listrik.

5
Asas ke 3
Materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semua termasuk kategori
sumber alam.

Pengertian
Sumber alam didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki potensi
untuk diproses, dimanfaatkan dan diolah yang berasal dan tersedia dari alam.
Sumber alam menurut penggunaan dibagi menjadi 2 jenis yaitu sumber alam yang
dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Menurut materi penyusun
ialah sumber alam mineral dan non mineral.Materi, Energi, Ruang, Waktu dan
Keanekaragaman semua termasuk sumber alam. Materi menurut teori relativitas
adalah sesuatu yang memiliki berat dan energi. Energi menurut ilmu fisika adalah
segala sesuatu yang memiliki potensi untuk melakukan usaha (work). Energi
dapat berwujud berupa energi potensial, kinetik, elektrik, kimia, thermal/panas,
nuklir.Ruang merupakan segala sesuatu yang memiliki perpanjangan 3 dimensi
serta memiliki posisi dan arah. Waktu adalah ukuran periodik yang memiliki
skala ukuran.Keanekaragaman merupakan istilah yang dipergunakan untuk
menggambarkan aneka ragam (variasi) populasi spesies hewan dan tumbuhan
yang terwujud secara alamiah.

Implikasinya dalam lingkungan


1. Pengaruh waktu terhadap perkembangan tanaman kelapa sawit
untuk menghasilkan tandan sawit
Tanaman kelapa sawit membutuhkan waktu 4 tahun sebelum akhirnya
dimanfaatkan tandan buahnya yang mengandung minyak sawit. Waktu yang
dibutuhkan tersebut dimulai semenjak bibit (tunas) ditanam hingga dapat berbuah
merupakan sumber alam. Kelapa sawit memiliki waktu produktif untuk selalu
menghasil tandan sawit setiap tahun yaitu berkisar 15 tahun hingga 25 tahun
tergantung perawatan. Waktu yang dibutuhkan dalam menunggu sebuah kelapa
sawit mulai berbuah dan waktu produktif dari kelapa sawit adalah contoh waktu

6
sebagai sumber alam, manusia harus mampu mengetahui dan memanfaatkan
sumber alam tersebut untuk kesejahteraan secara maksimal.

2. Alternatif pemanfaatan daging burung unta sebagai alternatif


keanekaragaman kebutuhan manusia akan protein daging
Keanekaragaman jenis makanan oleh manusia akan konsumsi protein yang
berasal dari daging selain diperoleh dari hewan sapi atau kambing adalah juga
dapat dipeoleh dari burung unta

Asas ke 4
Untuk semua kategori sumber alam kalau pengadaanya sudah mencapai
optimum, pengaruh unit kenaikanya sering menurun dengan penambahan sumber
daya alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampau batas maksimum ini
tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi.

Pengertian
Asas ini menjelaskan adanya ukuran optimum dalam pengadaan sumber
alam bagi suatu populasi. Naik turunya jumlah populasi tergantung terhadap
ketersediaan sumber daya alam yang tertentu. Akan terjadi pengintensifan
perjuangan hidup apabila persediaan alam itu berkurang dan sebaliknya akan
terjadi ketenangan apabila sumber alam itu bertambah

Implikasinya dalam lingkungan


1. Pemanfaatan radiasi nuklir untuk memperoleh bibit tanaman unggul
Pemberian dosis atau kadar tertentu dalam memanfaatkan radiasi nuklir
dalam memperoleh gen tumbuhan yang unggul merupakan contoh implikasi asas
4 dalam lingkungan. Energi radiasi nuklir merupakan sumber alam yang dapat
dipergunakan oleh manusia dalam pemanfaatan memperoleh bibit unggul
tanaman, namun didalam pemanfaatanya haruslah terukur dan dalam dosis
tertentu. Sebab apabila pemberian radiasi ini berlebihan akan mengakibatkan
kerusakan struktur gen tanaman keseluruhan dan ini jelas sangat merugikan.

7
2. Kepadatan populasi manusia dalam suatu wilayah perkotaan
Wilayah perkotaan merupakan areal yang diciptakan manusia sebagai
tempat bernaungnya segala aktifitas manusia seperti tempat tinggal, bekerja,
berbisnis, kegiatan sosial dan sebagainya. Kepadatan populasi yang berlebihan
dalam suatu areal akan menekan daya dukung sumber alam disekitarnya misalkan
sumber tanah, air, makanan, udara. Sesuai dengan asas lingkungan ke 4 kepadatan
populasi ini bila tidak segera diatasi dengan cara dibatasi jumlahnya akan
berdampak merusak baik untuk manusia akibat persaingan yang kuat juga
terhadap dampak lingkungan sekitar.

Asas ke 6
Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada
sainganya, cenderung berhasil dalam mengalahkan sainganya itu.

Pengertian
Asas ini memberikan pemahaman bahwasanya mahluk hidup yang mampu
beradaptasi terhadap lingkungannya akan lebih kuat untuk melangsungkan
kehidupan dan keturunanya dibandingkan dengan mahluk hidup yang lemah
adaptasinya. Dengan adaptasinya yang kuat kemudian mampu berkembangbiak
meningkatkan jumlah populasinya yang akan menekan jumlah populasi yang
lebih kecil sebagai konsekuensi persaingan dalam memperebutkan makanan. Atau
dalam hal mekanisme/teknik mahluk hidup tersebut beradaptasi mempertahankan
diri dari pemangsanya dimana mahluk hidup yang tidak mampu mempertahankan
diri akan punah dengan sendirinya.

Implikasinya terhadap lingkungan


1. Burung Elang dalam upaya kelangsungan kehidupanya beradaptasi
dengan indera pengheliatan yang tajam serta kemampuan terbang tinggi
mampu menempatkan sarangnya jauh dari hewan predator lain
Burung elang merupakan hewan pemangsa/predator untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam memperoleh makanan dibekali

8
dengan indera pengheliatan yang tajam untuk meindentifikasi mangsanya dari atas
udara yang jauh. Ini merupakan contoh adaptasi terhadap lingkungan untuk
mempertahankan kelangsungan hidup memperoleh makanan. Adaptasinya yang
lain ialah untuk menjaga keturunanya (anak burung elang) agar tidak dimangsa
predator lain, selalu menempatkan sarangnya jauh di atas puncak-puncak gunung
atau ujung pepohonan.

2. Ikan belut memiliki permukaan kulit luar yang halus dan


mengandung lendir untuk mepertahankan diri dari tangkapan pemangsanya
dan memudahkan dia menggali lubang dalam tanah sebagai tempat tinggal
(berlindung)
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya ikan belut dilengkapi
mekanisme pertahanan dirinya dengan permukaan kulit yang halus dan berlendir.
Adaptasi terhadap lingkungannya ini yang membuat ikan belut mampu
berkembang biak dibandingkan dengan hewan lainya di komunitas air sungai.
Dengan kulitnya ini pula ikan belut mudah menggali tanah pada tepian sungai
sebagai tempatnya berlindung

Asas ke 11
Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengekploitasi sistem yang belum mantap
(dewasa)

Pengertian
Ekosistem, populasi atau tingkatan makanan yang sudah dewasa
memindahkan energi, biomasa dan keanekaragaman tingkat organisasi ke arah
yang belum dewasa. Dengan kata lain terdapat perpindahan usaha sebuah
subsistem yang rendah keanekaragamanya ke subsistem yang tinggi. Gejala alam
ini dapat dijelaskan mengikuti asas 5 yang menyatakan bahwa pengadaan yang
meningkat daripada sumber alam mungkin dapat merangsang lebih banyak
penggunaan sumber alam tersebut. Lalu diikuti dengan asas ke 9 mengatakan
bahwa keanekaragaman yang meningkat dalam sebuah sistem berarti

9
meningkatkan pula efisiensi penggunaan energi. Suatu cara untuk meningkatkan
kecermatan penggunaan energi ialah dengan mengeksploitasi sistem lain dimana
menghabiskan energinya untuk mengumpulkan materi dan energi.

Implikasinya terhadap lingkungan


1. Kegiatan perekonomian sebuah negara maju mengeksploitasi negara
yang belum maju
Sebagai sistem perekonomian yang sudah beragam dan kompleks negara
maju memiliki kecenderungan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan
energinya. Oleh sebab itu, cara pandang negara maju sebagai sistem
perekonomian yang sudah mantap senantiasa mencari sumber-sumber pengumpul
energi/perekonomian yang belum mantap untuk dieksploitasi.

2. Populasi kera mengeksploitasi tanaman diperladangan


Kera yang biasa hidup di hutan (ekosistem yang sudah mantap)
memanfaatkan ekosistem yang belum mantap disekitar hutan itu. Apabila areal
sekitar hutan terdapat perladangan baru yang ditanami misalkan dengan jagung,
padi, ubi, singkong dan buah-buahan (minim keanekaragaman) maka tanaman
perladangan itu menjadi sumber makanan yang mudah terhadap populasi kera.

10
DAFTAR PUSTAKA

Chiras, Daniel D., Environmetal Science Action For Suitanable Future, 3Rd
Edition, The Benjamin/Cumming Publishing Company Inc, California
1990.

Manik, K.E.S., Pengelolaan Lingkungan Hidup, Cet.2, Penerbit Djambatan,


Jakarta 2007.

Odum, Eugene P,Ph.D. & Gary W Barrett,P.hd., Fundamental Of Ecology, Fifth


Edition, Thomson Books/Cole, California,2005

Soeriaatmadja, E.,Ilmu Lingkungan, Cet ke 7, Penerbit ITB, Bandung, 1997

Supardi, Imam., Lingkungan Hidup dan Kelestarianya, Penerbit PT. Alumni,


Bandung, 2003

11