Anda di halaman 1dari 53

Peter Kasenda

Amir Syarifuddin di Persimpangan Jalan

Setelah Partai Sosialis Amir Sjarifuddin menyatakan diri bergabung pada PKI
pada tanggal 27 Agustus 194. Mr. Amir Sjarifudin yang pernah menjadi Menteri
Penerangan RI yang pertama , Menteri Keamanan Rakyat / Pertahanan yang pertama dan
Perdana Menteri yang kedua membuat pengakuan mengenai kesalahannya pada masa
lampau sebagai berikut :

Kita akui dan saya sebagai seorang komunis akui , telah menjalankan kesalahan dalam
lapangan politik dan saya saya berjanji tidak akan menjalankan politik salah lagi , dan
akan saya perbaiki selanjutnya ……..Orang bilang saya mesti digantung . Saya tidak
takut , saya cukup melatih diri dalam penderitaan dan siksaan . Kalau saya harus dihukum
gantung karena kesalahan politik , di zaman Republik ………..Saya akui telah menerima
dari Van der Plas f 25..000,- tetapi saya jalankan itu karena Komintern telah
menganjurkan kepada kami untuk kerjasama dengan kaum penjajah di dalam front
bersama melawan fasisme ………Tetapi setelah Perang Dunia II selesai kaum komunis
telah melepaskan kerjasama itu . Sekarang kami dari PKI tidak mengakui lagi “
Linggarjati ” , ” Renville ”dan Manifest Politik 1 November 1945 dan kami melepaskan
politik kompromi dengan musuh dan kami melepaskan politik kompromi dengan
musuh . 1

Partai Sosialis yang dipimpin Amir Sjarifuddin juga mengeluarkan pernyataan


yang mengakui kesalahan pada masa lampau . Ia menyatakan bahwa pada bulan Oktober
1945 Komunis Ilegal membentuk Partai Sosialis Indonesia ( Parsi ) dan ini dianggap
sebagai suatu kesalahan sebab komunis tidak akan mendirikan Partai Sosialis tetapi
mendirikan suatu Partai Komunis . Ketika Partai Sosialis Indonesia digabungkan
dengan Partai Rakyat Sosialis , yang kemudian merupakan sayap kanan Partai Sosialis
dibawah pimpinan Sutan Sjahrir .Penggabungan ini dianggap sebagai suatu kesalahan
sebab suatu partai yang berdasarkan pada Marxist-Lenisme tidak akan bergabung
dengan kaum reformist . Kesalahan yang lain adalah memberikan kepemimpinan Partai
Sosialis fusi itu dipegang oleh sayap kanan . Koreksi diri dalam bidang organisasi mulai
berhasil ketika Kabinet Sjahrir III jatuh pada bulan Juni 1947 dan dengan diikuti
keluarnya sayap kanan dari Partai Sosialis pada bulan Februari 1948. Sedangkan
kesalahan dalam bidang politik adalah mengadakan kerja sama dengan bangsa-bangsa
imperialis dengan asumsi bangsa-bangsa imperialis dan anti-imperialis sedang melawan
musuh bersama , sebagaimana terjadi di Eropah . Berdasarkan kejadian tersebut maka
komunis di sini mendesak untuk bergabung dengan sosial reformist . 2

Ketika Pemberontakan PKI Madiun meletus pada tanggal 19 September 1948 .


Pada tanggal 23 September 1948 , Amir Sjariduddin yang terlibat di dalamnya ,
mengucapkan pidato radionya lewat Radio Gelora Pemuda yang berbunyi sebagai
berikut :
1
A.H. Nasution , Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia – Pemberontakan PKI 1947 , Jilid 8 ( Bandung ,
Disjarah AD dan Angkasa , 1979 ) , hal. 210 – 213.
2
Kahin , Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia ( Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan Pustaka
Kementerian Pelajaran Malaysia , 1980 ) , hal. 342 – 343 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Perjuangan yang kita sedang lancarkan di sini adalah tidak lebih dan tidak kurang
daripada satu pergerakan untuk membetulkan evolusi revolusi kita . Oleh itu asasnya
masih sama dan tidak pernah berubah . Mengikut pertimbangan kami revolusi kekal
sebagai suatu yang bersifat nasional , yang boleh dinamakan sebagai revolusi borjuis
demokrat . Perlembagaan kami masih lagi sama , bendera kami masih lagi berwarna
merah dan putih , manakala lagu kebangsaan kami tidak lain daripada Indonesia Raya . 3

Abu Hanifah kawan akrab ketika mondok di Indonesiche Studieclub Gebouw


yang mendengar pidato Amir Sjarifuddin yang diradiokan berkali-kali , menaruh rasa
kasihan kepada kawannya itu . Abu Hanifah merasakan bahwa pidato tersebut ada nada-
nada ada frustasi , kebingungan dan keputusasan . Pidato tersebut dianggap sama sekali
bukan pidato seorang seorang pemimpin komunis yang fanatik dan terdidik . Ia tidak
percaya kalau Amir Sjarifuddin , yang selalu membawa Injil kecil dalam sakunya adalah
Komunis . Amir diduga sebagai seorang ‘ radikal –sosialis atau nasionalis revolusioner
atau marxis tok . Abu Hanifah menganggap Amir Sjarifuddin adalah ‘seorang pejuang
yang kecewa dalam cita-citanya buat kemerdekaan tanah airnya ‘. Amir Sjarufuddin
telalu banyak mengharapkan dari manusia-manusia di sekelilingnya . 4

Tetapi mengapa Amir Sjarifuddin mengaku dirinya sebagai seorang Komunis .


Selama ini orang mengenalnya sebagai seorang Kristen yang saleh . Ketika menjadi
menteri penerangan dan menteri keamanan/pertahanan dikenal oleh jemaah Gereja
HKBP Kotabaru ( Yogyakarta ) sering memberikan khotbah pada hari Minggu .
Mengapa ia berada di Madiun . Mengapa semua ini terjadi ? Tulisan ini mencoba
menelusuri perjalanan tokoh kontroversial dalam hidupnya maupun dalam perjalanan
bangsa Indonesia , yang menyebabkan Amir Sjarifuddin berada di kota Madiun . Justru
keberadaannya di sana telah mengantarkan nyawanya untuk dihukum mati .

Keturunan Raja Padang Lawas

Amir Syarifuddin Harahap dilahirkan pada tanggal 27 Mei 1907 di Medan . Ia


adalah buah perkawinan dari Baginda Soripada Harahap dengan Basunu boru Siregar .
Amir Syarifuddin yang berarti “ Pembaru Iman “ bergelar Sutan Gunung Mulia
Soaloon .Ia anak sulung dari tujuh bersaudara . Amir dengan tiga orang adik dibawahnya
tidak mempergunakan nama marga Harahap dan sedangkan tiga adiknya yang terakhir
tetap mempergunakan nama marga Harahap . Tindakan ini dilakukan karena adanya
kesepakatan yang diambil dalam Kongres Pemuda tahun 1927 untuk tidak
mempertahankan nama marga dan gelar-gelar kebangsawanan dan menganggap bahwa
semua orang Indonesia adalah satu dan sama derajatnya . 5

3
Ibid., hal. 363 .
4
Abu Hanifah , ‘ Revolusi Memakan Anaknya Sendiri , Tragedi Amir Sjarifuddin , “ Prisma No. 8 ,
Agustus 1977 , Tahun VI , hal, 86 – 100 .
5
Frederick Djara Wellem , Amir Sjarifoeddin – Pergumulan Imannya dalam Perjuangan Kemerdekaan ,
( Jakarta : Sinar Harapan , 1984 ) , hal. 58 – 61 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Adalah akibat tindakan Tentara Imam Bonjol terhadap penduduk Tapanuli


Selatan pada saat terjadinya Pemberontakan Imam Bonjol ( 1822 – 1837 ) di Sumatra
Barat yang merembes ke Tapanuli Selatan menyebabkan nenek moyang Amir
meninggalkan wilayah Gunung Tua di mana terdapat batu nenek moyang , di dataran
Padang Lawas sampai ke danau Toba menyingkir ke Tapanuli Utara . Di Sipirok Kakek
Amir , Sutan Gunung Tua tertarik pada sekolah yang didirikan di Parausorat pada tahun
1868 oleh pekabar Injil A. Schreiber untuk mendidik para ‘ pekabar Injil ‘. Sutan
Gunung Tua yang merupakan keturunan raja-raja Padang Lawas yang semula
beragama sukunya ‘Parbegu’ dibaptis menjadi seorang Kristen Prostestan pada tahun
1861 dan mendapat nama ‘ Ephraim ‘ .Tahun 1875 , ia diangkat menjadi Jaksa di Sipirok
dan sepuluh tahun kemudian ia menjadi Jaksa Kepala di Tapanuli . 6

Baginda Soripada yang memperoleh pendidikan dalam suasana kekristenan


ketika menikah dengan basunu boru Siregar , anak haji yang terkenal dan kaya di
Sipirok, setuju dengan lingkungan baru keluarga istrinya . Baginda Soripada
mendidiknya dalam disiplin yang keras dan tegas . Basunu boru Siregar adalah seorang
yang berwatak keras dan sangat setia di dalam menjalankan syariat agama Islam . Ia
mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran . Ia mengajar anak-
anaknya mengaji di rumah selain diwajibkannya mengikuti pelajaran mengaji di surau .
Basuni senantiasa memperingatkan anak-anaknya agar jangan melalaikan sholat .
Sebaliknya , ayah Amir tidak pernah memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya,
karena ia sendiri tidak mengenal dengan baik agama Islam . Anak-anaknya mengenal
Baginda Soripada tidak pernah sholat , mengaji dan juga tidak pernah mengunjungi
masjid pada hari Jum’at ataupun pada hari raya Islam lainnya .7

Pada tahun 1915 Amir memasuki Europeesche Lagere School di Medan dan dua
tahun kemudian berpindah ke ELS di Sibolga karena ayahnya sebagai Jaksa Kepala
dipindahkan ke sana . Pada waktu di ELS , ia telah menunjukkan dirinya sebagai anak
yang cerdas dan ia selalu menonjol di antara teman-temannya . Ia dapat menyelesaikan
ELS pada tahun 1921 di Sibolga . Baginda Soripada menginginkan agar anak yang
cerdas itu dapat meneruskan pendidikannya di Negeri Belanda . Amir berangkat ke
Negeri Kincir Angin itu dengan menumpang Kapal Jan Pietersoon Coen milik KPM . Ini
merupakan pengalaman pertama bagi anak yang baru berusia 13 tahun berpisah dengan
keluarga serta kampung halamannya dalam waktu yang lama .

Di sana , Amir bersama kakak sepupunya T.S.G. Mulia mondok pada keluarga
Smink di Haarlem , 29 kilometer sebelah utara kota Leiden . Amir melanjutkan
pendidikannya pada Gymanisium di Haarlem Tahun berikutnya Amir tinggal sendiri
pada keluarga Smink karena Mulia pulang ke tanah air setelah menyelesaikan
sekolahnya .Di Gymnasium Negeri di Haarlem Amir hanya bertahan setahun karena
pada tahun berikutnya ia pindah ke Gymnasium Negeri Leiden . Kepindahannya
mungkin disebabkan keluarga Smink telah memaksanya untuk setiap hari Minggu
mengikuti kebaktian di gereja , tetapi Amir tidak pernah mentaatinya Keluarga Smink
adalah anggota Gereja Gereformeerd yang mewajibkan setiap orang yang berdiam

6
Jacques Leclerc , “ Amir Sjarifuddin 75 Tahun , Prisma No 12 , Desember 1982 , Tahun XI , hal. 54 – 76
7
Frederick Djara Wellem , ibid .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

dalam keluarga anggota Gereja tersebut untuk mengikuti kebaktian pada setiap hari
Minggu . Amir selalu menyatakan pada induk semangnya bahwa ia adalah seorang yang
yang beragama Islam yang memperoleh pendidikan agama Islam dengan baik dan tidak
bisa memenuhi peraturan keluarga itu. Rupanya Amir mengabarkan kepada orang
tuanya tentang peristiwa itu dan meminta persetujuan ayahnya untuk pindah ke Leiden
karena ada mahasiswa Indonesia khususnya Tapanuli di sana .

Di Leiden Amir menumpang di rumah Nyonya A.A. van de Losdrecht –Sizzo ,


janda dari pekabar Injil A.A. van de Loosdrecht yang diutus oleh Gereformeerde
Zendingsbond ke Tanah Toraja pada tahun 1913 dan mati dibunuh di sana . Di
kediamanan yang baru itu berdiam juga beberapa mahasiswa Indonesia . Amir dengan
Ferdinand Tampubolon bergaul sangat erat dan memperoleh cerita-cerita tentang Injil
dari Tampubolon . Ketika Tampubolon jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia di
Leiden ia menghadiahkan Alkitab dengan penuh goresan pada banyak ayat kepada
Amir . Ketika itu Amir mulai tertarik kepada Injil . Amir senantiasa menyatakan pada
teman-teman sekolahnya bahwa dirinya adalah Muslim meskipun selalu menaruh
perhatian terhadap persoalan perbedaan antara agama Islam dan agama Kristen .8

Mengikuti Kristus

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya Amir memasuki


Rechtshogeschool pada tahun 1927 . Ketika itu Baginda Soripada telah kehilangan
pekerjaan sebagai Jaksa Kepala setahun yang lalu dan baru memperoleh perkerjaan pada
tahun 1929 sebagai karyawan biasa dalam pemerintahan Belanda . Basunu tidak bisa
menerima keadaan yang baru itu dan cenderung menjadi depresif . Kembalinya anaknya
yang sulung tidak memberi jaminan kepadanya . 9

Amir tinggal rumah di Jalan Kramat Raya 106 milik Sie Kang Liang .
Pemondokan ini terkenal dengan nama Indonesische Studieclub Gebouw . Di
pemondokan ini berdiam mahaiswa dari sekolah tinggi yang ada di Batavia dan
diantaranya : Mohammad Yamin , A.K. Gani , Asaat , Abu Hanifah , Amir Sjarifuddin ,
Mohammad Abas , Mangaradja Pindor dan sebagainya . Indonesische Studieclub
Gebouw senantiasa diramaikan dengan kehadiran mahasiswa dari luar yang turut
berkumpul di sana untuk membaca surat kabar , majalah dan bermain billiard , pingpong ,
catur dan bridge .

Ia bersama –sama dengan kawan-kawannya mendiskusikan masalah-masalah politik dan


kemasyaraatan di IS . Diskusi –diskusi masalah politik dan kemasyarakatan itu
kadangkala dihadiri juga oleh Ir. Soekarno dan Mr. Sartono dari Bandung , Diskusi-
diskusi tersebut kadang-kadang berjalan dengan sengit . Mereka menganalisa Revolusi
Perancis , Revolusi Rusia, Revolusi Amerika , Revolusi India , Revolusi Tiongkok dan
sebagainya . Demikian juga dengan buah pikiran Karl Marx , Lenin , Stalin , Mahatma
8
Ibid., hal. 61 – 65 .
9
Jaques Leclerc , loc. cit.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Gandhi didiskusikan secara ilmiah . Perpustakaan Museum Pusat mereka dikunjungi


untuk memperoleh bahan agar dijadikan argumentasi dalam perdebatan . Pada umumnya
buah pikiran Karl Marx dan Engles menawan perhatian mereka namun hal itu tidak
berarti bahwa bahwa mereka adalah orang komunis . Setiap revolusi dibahas dengan teliti
untuk mencari hal-hal yang cocok untuk Revolusi Indonesia . Revolusi Perancis
berbulan-bulan lamanya menjadi bahan perdebatan . Masing-masing tokoh Revolusi
Perancis mempunyai pengagumnya . Amir Syarifuddin mengagumi Robespierre ,
Mohammad Yamin mengagumi Marat , Assat menjagoi Danton dan Abu Hanifah
menjagoi Mirabeau . Amir sangat menonjol emosinya diantara peserta diskusi dalam
mempertahankan mati-matian pendapatnya . Setelah puas berlajar , Amir biasanya
melepaskan lelahnya sambil menggesek biola dan biasanya sebuah ciptaan Schubert atau
serenata yang sentimentil . Jikalau ia telah menggesek biolanya maka tenggelam di
dalam suasana lagu tersebut sehingga lupa bahwa sahabat-sahabatnya yang sedang
belajar terganggu dan setelah ditegur barulah berhenti .10

Amir terlibat didalam Jong Batak’s Bond yang mempunyai tujuan untuk
mempererat persatuan dan persaudaraan di antara pemuda asal Batak dan
mempertahankan serta memajukan kebudayaan Batak . Selain itu Amir , Mohammad
Yamin , Bahder Djohan dan Abu Hanifah yang berasal dari Sumatra bergabung dalam
Jong Sumatren Bond pada tahun 1927 yang bertujuan memperkukuh hubungan
mahasiswa asal Sumatra , menanamkan keinsyafan bahwa mereka kelak akan menjadi
pemimpin bangsanya dan mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan Sumatra .
Amir pun bergerak dalam Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia yang beranggotakan
mahasiswa sekolah tinggi di Batavia dan Bandung dengan tujuan mencapai Indonesia
Raya Merdeka . Organisasi ini berhasil mempersatukan perkumpulan-perkumpulan
pemuda kedaerahan menjadi satu organisasi . PPPI mengorganisir terselenggaranya
Kongres Pemuda Indonesia I pada tahun 1926 dan Kongres Pemuda Indonesia II pada
tahun 1928 . Amir ditunjuk sebagai bendahara mewakili Jong Batak’s Bond dalam
panitia persiapan Kongres Pemuda II.11

Di tengah-tengah kesibukannya dalam pendidikan dan pergerakan kemerdekaan


Indonesia mahasiswa yang mondok di Jalan Kramat Raya 106 itu merasakan ada
kekosongan batin .Mereka berusaha mengisi kekosongan batin itu dengan pelbagai
macam cara . Abu Hanifah mencoba memuaskan batinnya dengan belajar filsafat ,
Mohammad Yamin belajar teosofi dan Amir kendati beragama Islam mulai mendekati
Gereja Kristen . Ketika itu tak seorang pun alim ulama Islam yang mendekati mahasiswa
yang beragama Islam yang berada di situ Tidak adanya alim ulama yang datang ke sana
menyebabkan banyak mahasiswa di IS itu mengisi batinnya dengan faslafat dan bukan
dengan agama Islam 12 Dr. C.I. van Doorn dari golongan Protestan dan van Ryckevorsel
dari golongan Katolik selalu mengunjungi mahasiswa-mahasiswa di IS . Mereka
mendiskusikan banyak masalah , termasuk agama . Ada beberapa orang yang bersedia
mengikuti jejak Kristus dan salah satunya Amir Syarifuddin .Ia memperoleh pengaruh
dari van Doorn serta tertarik pada padangannya yang positif terhadap perjuangan

10
Abu Hanifah , loc . cit .
11
Frederick Wellem Djara , loc. cit., hal. 101 – 103 .
12
Abu Hanifah , loc. cit.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

kemerdekaan Indonesia . Van Doorn senantiasa meyakinkan pemuda atau mahasiswa


Krsiten dapat menjadi Krsiten dan sekaligus juga nasionalis.Mereka tidak perlu
meninggalkan Gereja jikalau hendak ikut berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan tanah
airnnya. Tidak bisa dilupakan Prof. Mr. J.M.J. Schepper mahaguru pada
Rechtshogeschool di Batavia . Amir sangat tertarik oleh kepribadian mahaguru ini karena
kesalehannya dan khususnya pada pembelaannya terhadap Ir. Soekarno di hadapan
pengadilan Belanda pada tahun 1930 . 13

Persahabatan Amir dengan Schepper dan van Doorn ini telah Amir turut serta
dalam kegiatan-kegiatan CSV di Kebon Sirih 44 Batavia . Masalah yang didiskusikan
bukan hanya berkisar persoalan keagamaan tetapi persoalan kemasyarakatan . Diskusi-
diskusi tersebut dihadiri mahasiswa-mahasiswa yang tidak beragama Kristen seperti
Djokosoetono ( kemudian menjadi mahaguru Ilmu Hukum di Universitas Indonesia ) ,
Djojodiguno ( kemudian menjadi mahaguru Hukum Adat di Universitas Gadjah Mada ) ,
Mohammad Yamin dan sebagainya . Oleh karena kegiatan-kegiatan Amir dalam CSV
inilah yang mengantar Amir makin lama makin dibawa kepada pengenalan yang
mendalam tentang agama Kristen . Setelah ia menyadari bahwa agama yang akan
diyakini benar . Ia belajar tentang agama Kristen pada Prof . Schepper . Pada akhirnya
Amir menerima baptisan yang dilayanikan oleh pendeta Peter Tambunan ( ayah dari Mr.
A.M. Tambunan ), pendeta dari HKBP Kernolong

Amir memberitahukan kepada orang tuanya terlebih dahulu sebelum menjadi


Kristen . Ibunya pada khususnya telah mendengar tentang kegiatan-kegiatannya dalam
CSV . Orang tuanya mengharapkan agar anaknya tidak sampai menjadi seorang Kristen .
Kecemasan dan kekuatiran orang tuanya telah menjadi nyata dengan keputusan Amir
untuk menjadi seorang Kristen . Orang tuanya mengetahui bahwa Amir adalah seorang
anak yang keras wataknya sebagaimana yang diwariskan dari ibunya yang juga berwatak
keras . Ayahnya tidak dapat berbuat lain daripada menyerah saja pada kemauan Amir .
Bukankah ia dahulu adalah juga seorang Kristen ? Lain halnya dengan ibunya . Ibunya
tidak bisa menerima keputusan anaknya itu . Keputusan Amir untuk menjadi seorang
Kristen dianggap sebagai suatu aib bagi keluarga . Ibunya meminta kepada Amir agar
keputusannya jikalau tidak diubah ibunya akan membunuh diri . Amir dihadapkan pada
sebuah dilemma tetapi akhirnya ia menetapkan hatinya untuk menjadi pengikut Kristus .
Ia telah memperhintungkan akibat-akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang akan
diambil . Amir memberitahukan kepada ibunya bahwa ia tidak dapat mengubah
keputusannya . Ia pada akhirnya dibaptis. Peristiwa tersebut telah mendatangkan
kegoncangan dalam keluarga Soripada Harahap . 14 Ketika itu Basunu pun sedih dengan
kepnidahannya ke Tarutung, kota Kristen , kota di mana ia merasa betul-betul asing dan
sendirian . Apalagi ia telah mendapatkan anaknya telah menjadi seorang Kristen . Pada
hari munggu , 14 Juni 1931 , ketika ia tinggal sendirian di rumah neneknya di Padang
Sidempuan dan ketika suaminya belum pulang . Basunu menggantung diri di dapur . Ia
berumur 41 tahun . Umur yang sama dengan Amir ketika ia ditembak mati tahun 1948.15

13
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 95 – 96 .
14
Ibid .
15
Jacques Leclerc , lo.cit.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Gereja dan Politik

Pada tanggal 16 Oktober 1935 Amir menikah dengan seorang gadis tambatan
hatinya yang bernama Zainah Harahap .Pernikahan pasangan berbahagia itu diberkati
oleh Pendeta Peter Tambunan di HKBP Kernolong . Zainab Harahap adalah putri
seorang tokoh Islam yang terkemuka dan kaya di Batavia Ia bersedia belajar agama
Krsiten pada Prof. Schepper dan dibaptiskan oleh Pendeta Peter Tambunan di HKBP
Kernolong . Sebelum menikah dengan Amir , Zainab dikenal Amir ketika masih belajar
pada Rechtshogeschool . Zainab sering mengunjungi gedung IS namun pada masa itu
belum ada jalinan cinta antara keduanya . Gadis tambahan hatinya itu kadangkala
mengikuti diskusi-diskusi yang diadakan oleh mahasiswa di IS itu serta membantu
mahasiswanya menisik pakaian mahasiswa yang sobek , mencari dana untuk perjuangan
dan sebagainya Resepsi pernikahannya yang sederhana diadakan di gedung IS dan yang
hadir bukan saja sahabat-sahabat Amir tetapi juga masyarakat sekitarnya . Mereka datang
dengan bantuan penerangan senter karena penerangan jalan masih kurang pada masa itu .
Banyak di antaranya yang datang dengan kaki telanjang saja ( tanpa alas kaki ) .

Keputusan Amir menikah dengan Zainab Harahap tidak memperoleh restu dari
keluarganya karena Zainab berasal dari marga yang sama yaitu marga Harahap . Dalam
Hukum Perkawinan Adat Batak , seorang laki-laki Batak sangat pantang kawin dengan
seorang wanita dari marganya sendiri dan juga dengan anak perempuan dari saudara
perempuan ayah . Laki-laki dan wanita dari marga yang sama dipandang sebagai
bersaudara kandung . Amir dianggap dipandang melanggar adat Batak . Keluarga Zainab
Harahap juga tidak menyetujui perkawinan tersebut dengan alasan melanggar adat dan
agama . Keputusan Zainab untuk berpindah ke dalam agama Kristen dipandang oleh
keluarganya mencermarkan kehormatan keluarga . 16

Ia sering berkothbah di gereja-gereja . Gaya khotbahnya sangat menarik


perhatiaan jemaah ..Amir pernah berkhotbah mengenai Musa membawa keluar orang
Israel dari Mesir ( Keluaran 6 ) . Amir melukiskan menarik sekali peranan Musa ,
penderitaan bangsa Israel dan tindakan Tuhan Allah yang menyematkan umatNya yang
tertindas . Amir tidak menyamakan begitu saja bangsa Israel dengan bangsa Indonesia .
Ia membatasi diri dan menyadari di mana tempatnya ia berpropaganda politik . Amir
pernah berkotbah dari 1 Korintus 3 . Dalam khotbahnya ditekankan bahwa orang Kristen
haruslah menghindari perselisihan di antara mereka . Orang Kristen hanya percaya pada
satu Tuhan maka orang Kristen harus bersatu . Di tengah-tengah orang Kristen harus ada
roh persatuan . Amir tidak menyeruhkan persatuan di kalangan orang Kristen untuk
mengusir Belanda . Ia tidak menyalahgunaakan nas-nas Alktibab . Jemaat yang mulai
cemas kalau Amir mempergunakan mimbar Gereja dan nas-nas Alkitab bagi tujuan-
tujuan politiknya menjadi lega .Di samping berkotbah kadang-kadang Amir memimpin
paduan suara pemuda .

16
Frederick Wellem Djara , op. cit , hal. 90 – 101 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Khotbah-khotbah Amir selalu diucapkan dalam bahasa Indonesia sekalipun dalam


HKBP Hal itu menyebabkan kurang senangnya orang-orang Batak yang
mempertahankan bahasa Batak sebagai khotbah Gereja .Ia mau menghapuskan isolemen
HKPB dari Gereja-gereja dan Suku-suku bangsanya lainnya di Indonesia . Orang Kristen
Batak adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suku bangsa lainnya di Indonesia .
Ia mau menggantikan bahasa Batak dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa Khotbah
HKBP . Ada faktor-faktor yang mendorongnya untuk berbuat demikian . Amir melihat
bahwa pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa Gereja merupakan suatu alternatif
yang menguntungkan demi tercapainya tujuan agar semua orang Kristen menjadi satu
tersebut dan .Selain itu Amir berpendapat bahwa orang Kristen Batak bukan saja bagian
yang tidak terpisahkan dari orang Kristen Indonesia namun juga bagian integral dari
bangsa Indonesia . Oleh karena itu orang Batak tidak boleh tinggal terasing dari suku
bangsa Indonesia lainnya dengan menggunakan bahasa Batak . Bahasa Batak sebagai
penunjuk indetitas suku Batak harus diganti dengan bahasa Indonesia sebagai indentitas
bangsa Indonesia . 17

Keistimewaan Amir di antara pejuang-pejuang kemerdekaan yang beragama


Kristen ketika itu adalah kepeduliannya mengadakan hubungan antara Iman Kristen pada
satu pihak dan tugas politik pada pihak yang lain . Ia telah melihat hubungan antara Iman
Kristen dengan tugas panggilan Kristen dalam bidang politik . Keberhasilan Amir melihat
adanya hubungan Iman Kristen dengan bidang politik adalah berkat hubungnya dengan
Schepper dan van Doorn . Diskusi yang diadakan oleh CSV di jalan Kebon Sirih 44
menyebabkan Amir matang di dalam pengetahuan dan pengertian tentang Gereja dan
theologia . Kaum intelektual pada waktu itu bersikap acuh tak acuh terhadp gereja tetapi
Amir tetap memberi perhatian dan aktif dalam pekerjaan gerejani . Rupanya ia berusaha
untuk menghubungkan secara bertanggung jawab Iman Kristen dengan perjuangan
kemerdekaan indonesia .

Menurut Amir sekarang pergerakan nasional merupakan suatu kenyataan yang


sangat menonjol , yang orang Kristen Indonesia harus memberikan dasar-dasar nilai
religius terhadapnya . Orang Kristen harus menentukan dengan jelas tujuan politiknya di
samping ( tidak terpisah dari ) golongan Islam dan golongan nasionalis lainnya . Tetapi
keterlibatan orang Kristen tersebut harus mempunyai visi dan ideologi tersendiri (khas ) .
Orang Kristen Indonesia harus mempunyai tempat sepatutnya . Kini yang menjadi
persoalan bagi Amir adalah bagaimanakah merumuskan visi dan ideologi Kristen ang
khas itu . Di manakah letak ciri khas Krsiten itu ditempatkan . Persoalan-persoalan ini
tidak dapat dipecahkan oleh Amir karena ia tidak mendapat bimbingan dari Gereja . Oleh
karena itu Amir berseru kepada “ Gereja yang sudah tua “ untuk turut berusaha
memecahkan persoalan-persoalan yang sudah ada dan yang akan dihadapi oleh orang
Kristen Indonesia .

Persoalan-persoalan yang dihadapi Amir agaknya merupakan persoalan yang


dihadapi Orang Kristen Indonesia lainnya juga dan terutama oleh mereka yang turut
dalam pergerakan kemerdekaan . Oleh karena mereka tidak dapat memecahkan sendiri ,
lebih-lebih karena tidak ada bimbingan serta bantuan dari Gereja maka alternatif yang
17
Ibid, hal. 113 – 116 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

pada umumnya ditempuh adalah bersikap acuh tak acuh terhadap Gereja . Mereka
mengira bahwa iman Kristen tidak mempunyai sangkut pautnya dengan urusan gerakan
nasionalisme . Iman Kristen hanya berbicara dengan dan tentang pengharapan yang akan
datang saja , mengenai kehidupan di balik kehidupan ini .

Amir Sjarifoeddin yakin bahwa iman Kristen mempunyai sangkut paut atau
berbicara tentang kehidupan , juga dalam soal pergerakan nasional Indonesia ( dalam
bidang politik ) . Dalam bidang ini orang Kristen harus mempunyai tempatnya yang khas,
visi dan ideologinya yang tersendiri yang berbeda dengan golongan yang lain namun ia
harus bersama –sama dengan golongan yang lain dalam perjuangan kemerdekaan
Indonesia . Tetapi bagiamana ia merumuskannya dan menempatkannya hal itulah yang
tidak /belum dapat dipecahan oleh Amir .

Persoalan lain yang diajukan Amir dalam konperensi ini adalah apakah orang
Kristen perlu membentuk partai Kristen tersendiri atau harus berusaha mempertahankan
pengaruhnya dalam partai-partai nasionalis yang sudah ada . Amir berpendapat orang
Krsiten harus berusaha memasukan dasar-dasar dan cita-cita Krsten ke dalam partai
politik non Kristen . Namun Amir bersedia untuk berada pada pihak partai Kristen
apabila ia dapat diyakinkan tentang makna dan penting adanya suatu partai kristen . Ia
juga mengajak agar Gereja-gereja muda ikut dalam dunia Timur yang sedang bertumbuh
itu .18

Dunia Politik

Amir telah mengembangkan kehidupan intelektualnya di lingkungan yang


dikuasai nilai-nilai Protestan , baik ketika di Belanda maupun di Sekolah Tinggi Hukum.
Tapi penerimaannya pada Protestanisme , yakni suatu bentuk dari budaya Barat ,
menyatu pada saat yang sama dengan tekadnya untuk berjuang melawan dominasi
kolonial Barat . Kawan-kawannya di sekolah Belanda masih ingat bahwa ia pernah
berkata kepada mereka “Aku ingin mengenal kebudayaan dan pemikiran kalian dengan
baik , karena aku akan melawan kalian dengan budaya dan pemikiran itu untuk
membebaskan negeriku.” 19

Apa yang dipelajari Amir di Belanda , tepatnya adalah bagimana memandang


Barat dari depan dan tidak takut terhadapnya . Ia antikolonialis tapi bukan anti Barat
.Pernyataanya di dalam Kongres Bahasa Pertama di Solo , June 1938 , dengan tema “
Menyesuaikan kata dan faham asing ke dalam bahasa Indonesia” telah menunjukkan ,
bagaimana untuk mengembangkan kebudayaan , khususnya bahasa , ia melihat
pentingnya hubungan dengan Barat . Dan secara lebih luas lagi, dengan negeri asing .Di
sini istilah “ vocaliborium “ dan “ kalimat “ dibedakan . Maksudnya , antara kata-kata
dan bahasa , dalam jalan pikiran Amir , adalah signifikatif dari hubungan Barat – Timur.

18
Ibid ., hal. 113 – 121 .
19
Jacques Leclerc , loc. cit.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Kita bisa mengimpor kata-kata asing bila diperlukan tapi kita harus memiliki bahasa yang
bebas. Sudah ada suatu perbendaharaan kata-kata ilmu pengetahuan internasional yang
berasal dari Barat dan yang diperlukan oleh Indonesia . Tapi ia tidak perlu diterjemahkan
bila tidak mengakibatkan perubahan pada bahasa itu sendiri. Dengan demikian
penampilan dan pertahanan bahasa Indonesia bisa diperkuat dan bukan diperlemah.

Masalah bahasa nasional bagi Amir Sjarifuddin merupakan suatu soal yang
mendasar , yang menjadi perhatiannya selama hidup . Masalah bahasa sebagai alat
persatuan nasional telah menjadi salah satu tema utama dalam Kongres Pemuda Oktober
1928 . Kongres itu merupakan pernyataan politik pertama yang besar dalam mana Amir
memainkan peranan penting . Jadi, ketika ia terjun ke dalam kegiatan politik tahun 1928 ,
Amir berhadapan dengan masalah bangsa . Di Gymanisum ia belajar banyak tentang
bahasa Belanda, Inggris, Perancis , Jerman , Yunani Kuno dan Latin . Itulah sebabnya
mengapa ia kemudian dapat mengajar bahasa Belanda, Perancis dan Jerman di Peguruan
Tinggi Rakyat yang didirikan PNI tahun 1929 20.

Sejak kecil , ia sudah menguasai bahasa daerah , bahasa Tapanuli Sipirok ,


Sidempuan , bahasa keluarganya . Di Belanda Amir telah mempelajar peranan satera
dalam bahsa . Ketika ia memasuki sekolah Tinggi Hukum , ia menemukan peranan
penting politik . Ia menyadari pentingnya suatu bahasa yang dapat dipergunakan dan
dimengerti di seluruh Indonesia dan mejadi alat pertukaran ide dan informasi . Ia juga
menyadari bahwa masalah bahasa nasional menyatakan unsur paling mendasar dari
problem nasional itu sendiri . Kemudian Amir pun segera mempelajari bahasa Indonesia
– yang tidak diketahuinya – sebagaimana ia mempelajari bahasa Belanda dan bahasa
Eropa lainnya . Tapi bahasa Indonesia bukanlah bahasa asing , melainkan bahasanya
sendiri , bahasa yang sedang menjadi bahasa negaranya , bahasa yang oleh Amir disadari
sebagai tanah air dan wilayah rakyatnya . Amir mempelajari bahasa Indonesia sambil
menemukan dirinya sebagai warganegara Indonesia dan indetitasnya sebagai bangsa
Indonesia .

Namun ini juga berarti bahwa bahasa Indonesia bukan hanya merupakan
perangkat politik tapi ia memiliki berbagai kemungkinan sebagai suatu bahasa , unsur
dan alat kebudayaan . Tahun 1938 , sepuluh tahun kemudian setelah Sumpah Pemuda ,
Amir menjadi wakil Sutan Takdir Alisyabana sebagai Pemimpin Redaksi majalah
Poedjangga Baroe , majalah yang sangat berperan untuk membina dan
memperkembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang
mempersatukan seluruh rakyat Indonesia . Gerakan dan pertukaran pemikiran di sekitar
Poedjangga Baroe dan Kongres Bahasa di Solo , telah menumbuhkan tuntutan Kongres
Bahasa di Solo , telah menumbuhkan tuntutan yang kemudian dikabulkan Belanda
sebelum pendudukan Jepang , dengan dibentuknya Fakultas Satera di Jakarta . Pada
waktu itu , bahasa Indonesia mulai masuk – walaupun mendapat perlawanan dari
kekuatan penjajah – sebagai salah satu bahasa dalam diskusi dan debat di dalam
organisasi Pemerintahan .21

20
Ibid.
21
Ibid.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Nasionalisme , Demokrasi dan Sosialisme mempengaruhi alam pikiran Amir. Ia


mengenal pemikiran itu lebih mendalam ketika ia sering berdiskusi di tengah
Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia yang mendapat pengaruh besar dari PNI
, lalu di di dalam Partindo yang sejak pertengahan 1931 ia bersama dengan mahasiswa
hukum yang lain seperti M. Yamin menjadi salah seorang pimpinannya di Jakarta .
Menjadi Direktur Perguruan Rakyat dan diangkat sebagai penanggung-jawab sekolah-
sekolah Partindo tahun 1932 , ia wajib menguasai secara baik pemikiran tersebut untuk
dijadikan dasar aksi partai . Partindo menyatakan indentityasnya dengan menolak
bekerjasama dengan Belanda , khusunya dalam penampikan kursi di dalam organisme
resmi pemerintahan kolonial . Sebagai prinsip utamanya ia tidak melakukan kompromi
apa pun dengan perangkat negara kolonial karena tidak ada yang bisa dilakukan di sana .
Sikap ini memumbutuhkan pengorbanan pribadi yang besar dari para pemuda yang
berijazah Sekolah Tinggi Hukum, karena tak ada satu pekerjaan pun yang bisa diperoleh
di luar adimintrasi dan yang dengan penolakan itu berartyi mereka telah menghukum
dirinya sendiri ., menjadi pengacara tanpa klien dan wartawan tanpa gaji . 22

Pidato-pidato Amir sangat tajam mengeritik kepincangan –kepincangan yang ada


dalam masa pemerintahan kolonial Belanda . Pada waktu kongres Partindo di Surabaya
tersebut , Amir berpidato di depan massa rakyat dan mengecam dengan pedas tindakan-
tindakan Belanda yang merampas tanah rakyat serta bermacam-macam pajak yang harus
dibayar oleh rakyat . Pidato Amir dihentikan oleh polisi karena dianggap menghasut
rakyat . Tulisan-tulisannya juga tidak kalah tajamnya seperti yang berjudul De Fiere
Vlaamsche Leuuw mengeritik dengan tajam pemerintah Belanda . Sekalipun Amir
menulis dengan nama samaran namun penciuman polisi rahasia Belanda demikian
tajamnya sehingga dapat mengetahui siapa penulisnya . Ia ditangkap dan dipenjarakan
dengan tuduhan komunis dan anti-penjajahn . Boleh jadi juga ditangkapnya Amir
sehubungan dengan kegiatan-kegiatannya dalam Partindo . Tetapi Amir berhasil
dibebaskan karena pengaruh Prof. Schepper. Demikian juga atas jaminan Prof. Schepper
ia boleh menempuh ujian akhirnya pada bidang Hukum Tata Negara pada
Rechtshogschool pada tahun 1932.23

Pada tahun yang sama , Amir harus merelakan jabatan sebagai direktur pada
perguruan rakyat digantikan oleh Sumanang atas persetujuan Badan Pengurus Perguruan
Rakyat. Pemerintah de Jonge menetang keras adanya pengajaran yang mencoba
menanamkan semangat patriotisme ke dalam jiwa para muridnya . Dengan dikeluarkan
Wilde Scholen Ordonnatie ( Ordonansi Sekolah Liar ) pada tahun itu maka pemerintah
dapat mengenakan larangan mengajar kepada seorang guru yang dicurigai menanamkan
semangat anti penjajah kepada anak muridnya . Amir salah satu guru yang terkena
larangan . Dengan demikian Amir tidak dapat lagi mengajar dan tidak dapat meneruskan
jabatannya sebagai direktur perguruan tinggi tersebut . 24

Pemerintah de Jonge mulai menindas pergerakan nasional Indonesia yang


berasaskan nonkooperatif ( Partindo dan PNI Baru ) . Pada bulan Agustus 1933

22
Ibid.
23
Frederick Wellem Djara , op.cit , hal. 103 – 196 .
24
Ibid .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Soekarno ditangkap dan menyusul Amir pada bulan Desember 1933 serta M. Hatta
( PNI Baru ) pada bulan Februari 1934 . Amir dipenjarakan dari Desember 1933 sampai
Juni 1935 sedangkan Soekarno dan Hatta baru dibebaskan delapan tahun kemudian .
Periode kehidupan poliik Amir berkaitan erat dengan suatu partai polituik dan setiap
kali , satu sama lain dipisahkan oleh masa pemenjaraan . Partindo memutuskan
pembubaan dirinya pada bulan November 1936 . Pembubaran ini bisa dianggap sebagai
pengakuan terhadap kesalahan taktik non-kooperasi . Sebagian dari kader-kadert senior
Partindo siap menyeberang ke Partai Indonesia Raya yang kooperatif . Mereka yang
muda-muda menuju klandestinitas . Baik membangun kembali Partindo sebagai Partai
illegal ataupun mencari kontak dengan sisa-sisa PKI .

Sekeluarnya dari penjara , Amir dan Muh. Yamin berbagai ruangan sebagai
pengacara di Sawah Besar . Kantor itu menjadi salah satu pusat diskusi politik yang
penting . Para pemimpin Perhimpunan Indonesia yang datang dari Belanda seperti
Tanzil yang ikut mendirikan Indonesia Muda pada tahun 1930 , pimpinan PPPI seperti
Sujono , Wilopo, Djohan Sjahruzah dan sejumlah besar lainnya , beberapa penggerak
organisasi pemuda , datang membahas situasi dengan Amir dan Yamin dan bersama-
sama mencari jalan baru Jalan baru itu akan memasukan pertentangan Indonesia –
Belanda dalam peningkatan hubungan internasional dan khususnya pengembangan
hubungan internasional dengan dengan Asia Timur .,mengintegrasikan masalah lembaga-
lembaga kolonial , di dalam satu persoalan yang lebih luas yang telah menjalar ke
seluruh dunia termasuk penjajah Barat : demokrasi . Dengan demikian terbuka
kemungkinan untuk tidak memboikot lembaga-lembaga kolonial tanpa menjadi sekutu
dari sitem kolonial itu , yakni menuntut demokratisasi . Ini berarti , ke luar dari sebutan
masyarakat – kontra untuk bersekutu dengan mereka yang di dalam masyarakat
menghendaki suatu masyarakat demokratis dan kedaulatan berada di tangan rakyat ,
yakni rakyat Indonesia yang terdiri dari seluruh penduduk di Indonesia .25

Untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran itulah pada Juni 1936 Amir dan Yamin
menerbitkan harian Kebangoenan . Kecuali mereka , sebagai pemimpin, keduanya
dibantu Sanusi Pane dan Liem Koen Hian yang tadinya dari harian Siang Po . Dan di
percetakan Siang Po itu harian Kebangoenan dibuat . Usaha memperkuat bangsa
Indonesia asal Cina , perjuangan melawan rasisme anti –Cina , dengan demikian
dianggap sebagai sesuatu keharusan bagi pembangunan demokrasi Indonesia .Kerjasama
Sanuesi Pane , Yamin yang berasal dari Sumatra di dalam komite redaksi Kebangoenan
Dengan Liem Koen Hian yang asli Cina , untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat
dan kedaulatan rakyat yang berarti demokrasi itu , telah menampilkan gambaran suatu
masyarakat baru . Msyarakat yang berasal dari wilayah berbeda dan yang memiliki
sejarah yang berlainan , namun kini bersatu menuntut suatu tanah air yang merdeka yang
disebut “ Indonesia “ .

Ketika itu Jepang menjadi model kekuatan besar bangsa Asia yang banyak
diimpikan sebagai keadaan Indonesia di masa datang oleh kalangan pergerakan
.Mempertanyakan model Jepang , cahaya di Asia , akan sulit diterima . Apalagi dengan
krisis ekonomi di awal tahun 30-an , pengaruh politik Jepang telah begitu merasuk di
25
Jaques Leclerc , loc. cit.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Indonesia , walaupun penetrasi ekonominya juga makin meningkat . Bahaya politik dari
penyerbuan ekonomis itu dengan demikian tidak terlihat .

Jepang telah menyerbu Cina pada tahun 1931 , merebut Machuria dan siap
bergerak ke arah selatan . Banyak pihak , termasuk Indonesia , kemudianmelihat Jepang
sebagai suatu negara pembebas . Jepang yang mengandalkan kekuatan ekonomi dan
militernya , dengan propagandanya yang sangat aktif di Indonesia menyatakan , seluruh
kekuatannya itu akan digunakan untuk melayani seluruh Asia. Bagi Amir dan kawan-
kawannya di harian Kebangoenan , Jepang tidak akan menjadi pembebas Asia melainkan
akan menjadi penyerang baru , penjajah baru , yang akan menacapkan suatu rezim teror
di negara yang didudkinya , lebih buruk darui Belanda . Rezim teror itu telah
dipraktekkan sendiri oleh pemeritah Jepang terhadap rakyatnya sendiri .

Bagi Kebangoenan . “ Asia untuk bangsa Asia “ berarti “ Asia untuk bangsa
Jepang “ Dan pada saat yang sama berarti “ Asia dibawah resim fasis “ . Tidak ada
kemungkinan pembebasan atas berkat Jepang . Tidak ada kemungkinan persekutuan
dengan fasisme ; ia harus diperangi .Tidak ada kemerdekaan melalui fasisme Perjuangan
rakyat Indoneia bagi kemerdekaannya bukanlah suatu perjuangan Timur melawan Barat ,
ia adalah perjuangan untuk membela hak bangsa Indonesia sebagai tuan di negerinya
sendiri . Suatu perjuangan untuk demokrasi dan berpemerintahan sendiri . Dengan
demikian dunia pada tahun 1936 tidak terbagi antara Blok Timur melawan Blok Barat
yang menindasnya. Ia terbagi antara kelompok demokratis melawan kelompok
fasis .Fasis adalah penindas sedang demokrasi adalah kemerdekaan . .Pembagian itu ,
yang merupakan pertentantangan tegas , timbul di kalangan rakyat dan negara . Perang
saudara yang meletus di Spanyol pada Juli 1936 , kemudian telah menjadi bukti .
Fasisme tidak membebaskan rakyat tetapi menindasnya . Artikel pertama Amir di
nomor pertama Kabangoenan melukiskan dengan tegas penyerbuan Italia ke suatu
negara merdeka di Afrika , Ethiopia . 26

Masalah fasisme , yang di dalamnya terdapat rasisme , telah membantu


memberikan pengertian baru pada kata “bangsa” dan perjuangan “nasional “ secara lebih
luas , yang mempersatukan seluruh perjuangan kelompok masyarakat yang sepakat untuk
melakukan perjuangan . Pengertian baru yang diberikan kepada kata “ bangsa “ itu bukan
merupakan titik awal dari gerakan nasional melainkan merupakan tujuan dan cita-cita .
Bangsa terdiri dari mereka yang berjuang untuknya . Inilah sebabnya mengapa partai
politik yang dicetuskan berdasarkan ide-ide yang dicetuskan Kebangoenan , Gerakan
Rakyat Indonesia , tahun 1939 memutuskan untuk menerima keanggotaan bagi siapa saja
yang mau berjuang bagi kedaulatan Indonesia dan demokrasi , termasuk orang Cina .27

Gerakan Rakyat Indonesia didirikan pada bulan Mei 1937 Tokoh-tokohnya


adalah Amir, Sartono , Sanoesi Pane , Wikana , Moh. Yamin dan Adam Malik . Dr. A.K.
Gani ditunjuk menjadi ketua partai baru tersebut . Pada mulanya Amir yang ditunjuk
untuk menjadi ketua partai namun penunjukan tersebut ditolaknya dengan alasan untuk
menyelematkan hidup dan kegiatan-kegiatan partai . Ia selama ini adalah orang yang

26
Ibid .
27
Ibid .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

selalu dalam inceran polisi rahasia Belanda Penolakan ini bukanlah karena ia takut resiko
namun demi berhasilnya perjuangan kemerdekaan Indonesia . Ia rela berkorban demi
kepentingan umum dan bangsanya . 28

Setelah mendirikan Gerindo , Amir pindah ke Sukabumi selama setahun


lamanya .Gerindo pada awalnya adalah karya Amir dan Yamin . Apalagi orang –orang
mula-mula menganggap Gerindo sebagai partainya Amir dan Yamin . Lalu mengapa
Amir meninggalkan Jakarta sesaat setelah pembentukan Gerindo ? Alasan pertama
karena adanya pergesekan antara Amir dengan Yamin , yang sebenarnya mulai terjadi
ketika mereka mempersiapkan Kongres Pemuda 1928 . Pergesekan itu makin tajam
akibat timbulnya usaha sebagai pengacara yang dilakukan dwitunggal itu . Kesulitan ini
muncul dalam masalah pembagian pekerjaan dan pembagian hasil . Ketika ia mulai
bekerja sebagai pengacara sekeluarnya dari penjara tahun 1935 , di kantor Yamin yang
telag dibuka sejak tahun 1933 , Amir berharap bisa memperoleh penghasilan . Pada saat
ia ditangkap Dsember 1933 , Amir baru saja lulus dari Sekolah Tinggi Hukum . Jadi
selama itu ia hidup sebagai mahasiswa dengan sedikit uang . Tapi tahun 1935 , ketika ia
memutuskan untuk menjadi pengacara , ia mengira akan bisa mendapatkan penghasilan
cukup, cukup untuk hidup suatu keluarga . Itulah sebabnya mengapa ia beberapa waktu
kemudian ia menikah .

Namun bekerjasama dengan Yamin ternyata sulit dan bekerja sebagai pengacara
tidak menghasilkan uang . Mereka memang bekerja banyak , terutama membela kurban-
kurban penindasan politik . Tapi klien mereka tidak punya uang . Jadi mereka bekerja
tanpa bayaran . Misalnya , Amir-lah yang mengorganisir pembelaan terhadap pimpinan “
Indonesia Muda “ yang ditangkap karena delik pers pada bulan Juni tahun 1936 dan
dijatuhi hukuman pada Februari 1937 ( mereka adalah Suparna Sastradierdja , Pandu
Kartawiguna , Imam Sudjono dan Supadiono , penanggungjawab bulletin organisasi ).
Tapi pekerjaan itu aalah urusan politik yang dari segi ekonomi tidak menghasilkan apa-
apa , Kesulitan ekonomi kemudian memperburuk hubungan kedua penacara itu , Amir
dan Yamin , apalagi karakter mereka sungguh berlawannan .

Alasan kedua kepergiannya ke Sukabumi adalah karena kebutuhan uang , yang


mempercepat keretakan kerjasama Amir-Yamin . Untuk Tinggal di Sukabumi , di mana
terdapat kelompok masyarakat Cina yang cukup penting , atau yang aslinya dari Cina .
Amir mendapat bantuan dari kawan-kawan Cina peranakan Jakarta , seperti pengacara
Lie Tjiong Tie . Ia berharap , berkat bantuan dan hubungan-hubungan baik yang
melahirkan bantuan itu , ia akan mendapatkan klien dari kalangan pedagang atau
pengusaha Cina yang punya cukup uang untuk untuk membayar jasa-jasanya sebagai
pengacara . Tapi orang-orang kaya Cina itu lebih suka mengambil pengacara Belanda
atau Cina yang berpengaruh dan yang lebih ahli mengenai hukum keuangan atau ahli
mengenai hukum hak-hak pribadi daripada Amir . Seorang pengacara Indonesia dididkan
Jakarta yang telah dipenjarakan karena delik politik , tidak menarik bagi mereka . Amir
memang sudah terkenal sebagai pengacara , tapi pengaraca politik . 29

28
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal,. 100 – 111 .
29
Jacques Leclerc , loc. cit.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Kantor pengacaranya yang dibuka di Sukabumi tidak jalan dan setalah setahun
mendapat pengalaman negatif , Amir lalu kembali ke Jakarta . Ia kemudian diajak Lie
Tjiong Tie untuk bekerjasama di kantor pengacaranya di bilangan kota . Lie baru saja
terpilih sebagai anggota perwakilan masyarakat Cina di Gemeenteraad Jakarta .

Tapi kembalinya Amir ke Jakarta bukan hanya karena pekerjaannya di Sukabumi


mengecewakan atau karena mendapat tawaran kerja dari Lie Tjiong Tie . Ia mempunyai
alasan politik yang besar untuk kembali terjun dalam kegiatan politik di ibukota . Situasi
internasional makin menggawat bagi kekuatan demokratik dan golongan kiri yang
Gerindo menyatakan diri solider terhadapnya .

Di Spanyol , pemberontakan militer yang dipimpin Jendral Franco melawan


pemerintah ‘Front Populer ‘ telah dibantu oleh orang-orang dan material Hitler dan
Mussolini . Franco menguasai seluruh Spanyol pada akhir tahun 1938 . Bukannya
membantu pemerintahan yang demokratik Spanyol untuk mengalahkan fasis , Perancis
dan Inggris malah memutuskan untuk ‘ tidak campur tangan ‘ hingga telah memberikan
kebebasan penuh bagi Hitler . Pada saat yang sama , dalam persetujuan yang
ditandatangani di Munich , Perancis dan Inggris juga mendukung tuntutan wilayah Hitler
atas Cekoslavia .Di Asia , Jepang yang melakukan penyerbuan baru ke Cina dari
Manchuria paa juli 1937, menduduki Peking , Nanking , Wuhan , Kanton . Di sepanjang
perjalannya mereka melakukan pembantaian ( 300.000 mati di Nanking ) . Pemerintahan
Cina di bawah Chiang Kai Sek melarikan diri ke pedalaman , di Cuncing , di mana
mereka tinggal selama tujuh tahun sampai berakhirnya peang dunia II . Di Indonesia,
pada waktu itu ,Jaksa Agung menyita koran-koran yang mengeritik politik Jepang di Cina
.
Nomor pertama Toedjoean Rakyat , yang keluar Novmber 1938 , memuat sebuah
artikel Amir Mengenai masalah Munich dan perang Spanyol , yakni tentang penyerahan
yang dilakukan demokrasi Barat jenis klasik (‘demokrasi borjuisasi ‘) terhadap tuntutan
negara-negara fasis .Namun imbauan Amir yang anti fasis itu apa bisa sungguh-sungguh
didengar ? Di Indonesia , di sebagian besar kalangan pemerintahan , jiwa Munich telah
berpengaruh besar , seperti dari tindakan Jaksa Agung .30

Ketika diadakan kongres Gerindo pada bulan Juli 1939 Amir yang menjadi Ketua
Harian sejak Oktober 1938 , terpilih menjadi Ketua Umum menggangyikan A.K.Gani .Di
situ Amir menyatakan bahwa di kacah percaturan internasional telah terjadi pertentangan
antara kekuatan demokratik, yang membela keadilan dan persamaan , melawan kekuatan
anti demokratik yang berangkat dari teror . Gerakan rakyat Indonesia secara umum ,
adalah gerakan demokrasi di Indonesia yang dengan sednirinya berada di samping
kekuatan demokratik yang berjuang di seluruh dunia melawan rezim-rezim fasis. Amir
juga menyatakan bahwa partainya terbuka bagi orang Indo serta Cina , Arab dan semua
‘peranakan ‘ .Ia menganggap bahwa ‘peranakan ‘ mendapat perlakuan yang sama dari
partai sebagaimana Belanda memperlakukan inlander dengan memberikan kesamaan
kondisi hidup , dan mereka mempunyai hak membagi ide-ide yang sama di tengah
organisasi yang sama . Prinsip utama Gerindo yang disebut “ kebangsaan kerakyatan “
kemudian menjadi kuat . Solidaritas terhadap kekuatan demokratik di tingkat mondial
30
Ibid .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

yang menuntut demokrasi dan perluasan persatuan nasional di dalam negeri Indonesia
merupakan dua tema utama pemikiran Amir .

Demi untuk menumbukan demokrasi di Indonesia partai-partai politik Indonesia


bergabung bulan Mei 1939 dalam Gabungan Politik Indonesia dengan semboyan
Indonesia Berparlemen . Semboyan itu merupakan tuntutan kepada pemerintah Belanda,
atas nama demokrasi , untuk memberikan kepada Indonesia suatu majelis perwakilan
yang angggotanya dipilih secara demokratis dan memiliki kekuasaan legislatif suatu
Parlemen . Eksistensi Parlemen semacam itu sangat dibutuhkan di tengah krisis dunia
tahun 1939 di mana hubungan dengan negeri Belanda sewaktu-waktu bisa terputus .31

Atas usaha M. Thamrin dari Parindra didrikan wadah persatuan yang terdiri dari
Gerindo , Parindra , PSII , Pasoendan , Persatoean Minahasa , Partai Katolik Indonesia ,
Partai Islam Indonesia dan Partai Arab Indonesia pada bulan Mei 1938 . Dalam kegiatan
sehari-hari dipimpin oleh suatu sekretariat tetap yang terdiri dari tiga orang ; Abikoesno
Tjokrosoejoso (PSII ) sebagai Sekretaris Umum , Mr. Amir Syarifoeddin ( Gerindo )
sebagai Pembantu Sekretaris dan Moh. H. Thamrin ( Parindra ) sebagai Bendahara .
Amir kadang-kadang tidak kembali ke rumah karena banyaknya pekerjaan partai yang
harus diselesaikan . Jikalau Amir tidak kembali kerumah bagi istri dan anaknya tidak
menjadi masalah karena pada waktu itu perjuangan kemerdekaan Indonesia .32

Ketika Hitler menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939 menandai


meletusnya Perang Dunia II di Eropa. Gapi menekan Belanda supaya memeberikan
otonomi sehingga dapat dibentuk aksi bersama Belanda – Indonesia dalam melawan
fasisme . Tentu saja Belanda tidak bereaksi bersama . Pada bulan Februari 1940
pemerintah Belanda menyatakan bahwa selama tanggung jawab terakhir atas Indonesia
masih ditangannya tidak akan ada masalah otonomi maupun pemerinahan parlemen
Indonesia .

Pada tanggal 10 Mei 1940 Hitler menyerbu negeri Belanda dan pemerintahan
Belanda Lari ke pengasingan di London. Wajarlah apabila sesudah itu negara tersebut
tidak mau mengubah status Indonesia di saat peperangan sedang berlangsung . Pada hari
yang sama di Indonesia diberlakukan undang-undang darurat perang dan segala rapat-
rapat politik umum dilarang . Pemimpin-pemimpin Indonesia di dalam Voksraad masih
berharap akan memperoleh beberapa konsesi dari Belanda , tetapi tetapi tetap mengalami
kekecewaan .Mereka hanya mendapat jawaban-jawaban yang samar-samar dari Gubernur
Jendral van Starkenborgh bahwa mungkin akan dilakukan beberapa perubahan setelah
peperangan berakhir . Dia sebetulnya tidak dapat memperkirakan seberapa besar
perubahan-perubahan yang kelak akan terjadi .

Tiga mosi di dalam Voksraad yang disponsori oleh Thamrin, Soetardjo dan
Wiwoho meminta agar pemerintah menggunakan istilah ‘ Indonesier ‘ sebagai pengganti
kata penghinaan inlander dalam dokumen-dokumen resmi , menetapkan kewarganegaraa
Hindia , dan melakukan penyelidikan agar merubah Volkraad supaya menjadi semacam

31
Ibid .
32
Frederick Wellem Djara , op.cit. ,hal. 109 – 111.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

parlemen yang sebenarnya . Pada bulan Agutus 1940 mosi-mosi tersebut mendapat
tanggapan yang umumnya negatif dari pemerintah sehingga ditarik kembali oleh para
sponsornya . 33

Tanggal 10 Juni Amir ditangkap oleh Kejaksaaan Agung selama beberapa jam
sehubungan dengan diketemukannya sebuah bulettin komunis Menarah Merah di sebuah
bis di dekat Bandung sehari sebelumnya . Apa yang sebenarnya terjadi baru diketahui
pada awal Juli ketika Wikana yang juga ditangkap pada hari yang sama , dibebaskan .
Dan Wikana kemudian menceritakan tentang apa saja yang diketahuinya . Sementara
Thamrin yang tanggal 1 Juli menanyakan persoalan itu kepada Volksraad , hanya
mendapat jawaban yang tidak jelas dari pemerintah . Mulai dari tanggal 10 Juni sampai
hari-hari berikutnya , pemerintah melancarkan serangkaian penangkapan terhadap kader-
kader Gerindo . Penggeladahan juga dilakukan di beberapa kota utama di Jawa . Dan
Amir kemudian ditangkap lagi tanggal 20 Juni . Namun ia baru dibebaskan tanggal 27
Juni . 34

Sehari sebelum pembebasan Amir , 28 Juni , harian Pemandangan dari Jakarta


memulai kampanye yang sangat keras yang menuduh Thamrin tidak berusaha atau tidak
ingin membantu Amir . Padahal mir adalah Sekretariat GAPI seperti juga Thamrin .
Sbagai wakil ketua Volksraad , tulis Pemandangan , Thamrin mestinya dapat
memberikan bantuan yang sangat berarti bagi pembelaan Amir dengan melakukan
pendekatan kepada pmerintahan penjajahan . Namun Thamrin tidak melakukannya .

Thamrin baru menjawab tuduhan harian itu pada tanggal 24 Juli . Sementara
di antara waktu itu, timbul peasaan tidak enak di kalangan pergerakan , termasuk di tubuh
Parindra Pers pergerakan umumnya sangat menyesalkan nada yang digunakan harian
Pemandangan . Mereka menyesalkan karena tuduhan itu hanya dituliskan beradasarkan
kabar angin dan bukan dari bukti- bukti nyata . Namun mereka juga bertanya - tanya
mengapa Thamrin tidak menjawab tuduhan itu sebelum tanggal 24 Juli dan apa yang
menyebabkan menunggu begitu lama . Akibatnya , Thamrin kemudian kehilangan pamor
yang besar

Beberapa hari sebelum Thamrin memberikan jawaban kepada Pemandangan ,


tanggal 20 Juli , Gerindo mengumumkan suatu pernyataan yang menyebutkan bahwa
Amir ditarik dari kedudukannya sebagai Sekretariat GAPI. Dan Amir kemudian tidak
memberikan rekasi apa pun terhadap pernyataan itu . Akibatnya , keputusan Gerindo
terhadap orang masih menduduki jabatan Ketuanya itu , telah menambahkan ketegangan
di antara anggota-anggota GAPI. Lalu mereka saling bertanya mengenai apa yang telah
terjadi . Dipertanyakan juga apa yang terjadi dalam Gerindo dan apakah pimpinan partai
itu benar-benar telah membantu Amir ketika ia ditangkap .

Akhirnya , pada 1 Agustus , suatu pernyataan baru dari Gerindo menjelaskan : 1.


Sdr. Mr. Amir Sjarifuddin tetap mendapat kepercayaan sepnuhnya dari Pengurus Besar

33
M.C. Ricklefs , Sejarah Modern Indonesia ( Yogyakarta : Gadkah Mada Universityu Press, 1991 ) , hal.
291 – 292.
34
Jacques Leclerc , loc. cit .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Gerindo ( …) ; ( …) 2 .Pencabutan hak kuasa dari Sdr. Amir Sjarifuddin sebagai utusan
adalah sebagai tanda kemasguulan terhadap pimpinan GAPI semenjak berlakunya
keadaan di waktu perang ; 3. Semenjak pertengahan Mei (1940), Sdr. Amir Sjarfuddin
mengambil inisiatif dab meminta kepada anggota Sekretariat supaya selekas-lekasnya
mengadakan rapat GAPI , sehingga dapat memberikan pimpinan kepada pergerakan
rakyat Indonesia . Dari anggota Sekretariat hanya sdr. Abikusno yang setuju , dan
anggota GAPI hanya PSII yang setuju (…) 4. Jadi wakil Gerindo dalam Sekretariat ( Sdr.
Amir Sjarifuddin ) dan wakil Pengurus Gerindo ( Sdr. A.k. Gani ) sudah berusaha GAPI
menjalankan kewajibannya untuk memberikan pimpinan (lebih-lebih lagi dalam zaman
genting ini ) kepada pergerakan rakyat . Kita berusaha dahulu di dalam dan sebab tidak
berhasil , baru kita bertindak ke luar (..) .

Tanggal 8 Agustus , akhirnya berlangsung juga pertemuan GAPI yang dinanti-


natikan itu. Gerindo sekali lagi ikut serta dalam sekretariat . Tapi bukan Amir yang
mewakili partai , melainkan A.K. Gani . Thamrin juga tidak terpilih di sekretariat , tapi
Sukardjo Wirjopranoto yang mewakili Parindra . Namun pernyataan GAPI yang
memperkenalkan sekretariat baru menjelaskan , tidak terpilihnya Thamrin bukan berarti
merupakan penetangannya terhadapnya . Sebaliknya komunike itu tidak menjelaskan
mengapa Amir digantikan oleh Gani .35

Kehidupan keluarganya tidak berjalan dalam keadaan damai . Menurut istrinya ,


Amir kadang-kadang tidak mebali ke rumah karena banyaknya pekerjaan partai yang
harus diselesaikan . Jikalau Amir tidak kembali ke rumah , bagi kami – kata istrinya –
tidak menjadi masalah karena pada waktu itu perjuangan kemerdekaan Indonesia yang
terpenting .Amir memang memperoleh uang banyak dari pekerjaannya sebagai pengacara
, namun ia tidak pernah membantu kami dalam pembiayaan sekolah . Hal itu bukan
karena Amir tidak memperhatikan kami tetapi karena kami mendapat biaya yang cukup
dari orang tua di Sumatra . Uangnya habis dipergunakan untuk pembiayaan partainya
sehingga Amir tetap saja miskin .Kegiatan-kegiatan Amir dalam bidang politik membawa
akibat buruk bagi kehidupaan keluarganya . Tahun 1932 Amir dipenjarakan oleh Belanda
, dan pada medio 1940 Amir kembali ditangkap dan dipenjarakan di “ Sukamiskin “ ,
Bandung . Penangkapan Amir ini turut membawa akibat buruk bagi orang tuannya di
Sumatra . Ayah Amir ditangkap dan diinterogasi oleh Belanda kalau-kalau ayah Amir
turut serta dalam gerakan anti Belanda . Karena tidak ada bukti-bukti yang meyakinkan
bahwa ayah Amir terlibat dalam gerakan anti-Belanda .36

Pada medio 1940 Amir ditangkap dan dipenjarakan di Sukamiskin . Bandung . Ia


dituduh sebagai seorang komunis . Namun mir dibebaskan kembali karena tidak adanya
bukti-bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa Amir adalah seorang Komunis . Prof .
Scheer sering mengunjungi Amir dipakai dalam pemerintahan . Amir diberikan
kebebasan untuk memilih apa ia mau dibuang ke Digul atau bekerjasama dengan Belanda
. Ia bekerja pada Departemen Ekonomi dibawah pimpinan H.J. van Mook . Dengan
demikian Pemerintah belanda dapat mengawasi terus menerus sehingga kegiatan
politiknya , sekurang –kurangnya dapat dibatasi .

35
Ibid.
36
Frederick Wellem Djara , ibid , hal. 91 – 101 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Kerja sama dengan Pemerintah Belanda tersebut merupakan suatu hal yang tidak
sesuai dengan prinsipnya . Namun kerja sama ini ditempuhnya juga mungkin karena
pertimbangan sebagai berikut : Amir pada waktu itu sudah membaca situasi politik
dunia . Perang Dunia II telah berkobar dan bahaya fasis mulai mengacam dunia . Amir
adalah seorang terasing dari pergerakan bangsanya dan dari keluarganya . Ia sadar bahwa
pemimpin –pemimpin besar seperti Soekarno-Hatta, Sjahrir telah terasing dari perjuangan
bangsanya sehingga ia sekarang harus tetap berada di tengah-tengah perjuangan
bangsanya sekalipun ia harus bekerja sama dengan kolonialis . Barangkali inilah jalan
pikiran Amir pada waktu itu. 37

Politik kooperasi dengan pemerintahan yang disetujui oleh pergerakan , telah


memudahkan pilihannya . Sebagaimana dilakukan juga oleh penggerak Gerindo lainnya ,
seperti Sanusi Pane . Dalam keadaan itu , tidak ada kontradiksi antara seorang menjadi
seorang kiri yang anti kolonialisdengan ikut serta bekerja dalam kedudukannya yang
benar-benar besifat teknis di dalam pemerintahan kolonial . Di dalam tardisi demokrasi ,
menjadi pegawai negeri tidak berarti harus selalu setuju dengan pemerintah dan bahwa
kita harus terus mendukungnya . Tidak ada kewajiban bagi seorang pegawai memiliki
opini politik yang sama dengan tempat di mana ia bekerja , walaupun itu bernama Negara
.
Jadi , antara Mei dan September 1940 , Amir , melalui kedudukannya sebagai
pengacara, pemimpin golongan kiri Indonesia , tokoh politik di tingkat pertama , telah
menjadi seorang pekerja kantor biasa , tanpa peranan politik apa-apa . Dan ia cukup
gembira bisa ikut serta dalam kegiatan masyarakat protestan di Jakarta .38

Perkembangan politik di Eropa Barat makin memburuk . Pada bulan Mei 1940
Jerman menyerbu ke Eropa Barat dan berhasil menduduki Belanda pada tanggal 10 Mei
1940 . Ratu melarikan diri ke Inggris dan dari sana ia menyampaikan janjinya bahwa
sesudah perang berakhir akan diadakan perubahan dalam hubungan Belanda dan
Indonesia . Sementara negara Barat memusatkan perhatiannya pada peperangan di Eropa,
Jerman mendesak Jepang agar memulai perangnya . Jepang menghantam Pearl Harbour
sehingga armada Amerika Serikat di Lautan Pasifik menjadi lumpuh pada tanggal 8
Desember 1941. Perkembangan perang di Eropa diikuti dengan cermat oleh para
pemimpin politik di Indonesia .

Menjelang tentara Jepang mendarat di Indonesia Amir didekati oleh Gubernur


Jawa Timur Dr. Charles van der Pals untuk memintanya mengorganisasi suatu geakan
bawah tanah melawan kekuasaan Jepang. Permintaan tersebut diterima oleh Amir karena
ia memang anti-fasis. Belanda memberikan dana sebesar 25.000 gulden untuk membiayai
kegiatan-kegiatan bawah tanah tersebut . Ada dua pertimbangan mengapa P.J.A.
Indeburg Direktur pendidikan Batavia memilih Amir karena ia terkenal sebagai seorang
yang sangat menonjol sikap anti fasisnya di antara semua pemimpin Gerindo lainnya dan
ia mempunyai kecapakan yang luar biasa dan sudah terkenal di kalangan rakyat . Amir

37
Ibid, hal. 109 – 111 .
38
Jacques Leclerc , loc. cit .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

menganggap Jepang bukanlah sebagai pembebas bangsa Indonesia tetapi sebagai


penjajah baru di Indonesia .

Serbuan Jepang berjalan dengan sangat cepat . Ia menempatkan diri sebagai


negara terkuat dan tak terkalahkan di Asia . Dalam tempo tiga bulan saja Jepang sudah
menduduki Indochina , Birma , Singapura dan Indonesia . Serbuan Jepang atas Indonesia
Hamnpir tiak mendapat perlawanan dari piahk tentara Belanda . Rakyat Indonesia
bersikap acuh tak acuh saja dengan penyerbuan Jepang bahkan banyak yang menyambut
tentara Jepang sebagai pembebas dan menganggap kedatangan tentara Jepang merupakan
pemenuhan daripada ramalan Jayabaya . 39

Memanggul Salib

Jepang sangat anti-Barat sehingga segala sesuatu yang berbau Barat harus
dihilangkan . Orang kristen sangat menderita pada masa bukan saja dari pihak Jepang
tetapi juga dari pihak Islam . Orang dicurigai sebagai orang yang berhati Belanda dan
menjadi kaki tangan Belanda. Gereja-gereja dijadikan asrama tentara, gudang atau pun
tempat penyimpanan abu jenazah tentara Jepang .Pengalaman Gereja dan orang Kristen
di Indonsia sangat bevariasi tergantung kepada sikap pemerintah setempat . Di beberapa
tempat seperti di Sulawesi Tenggara dan di Jawa Timur , ibadah dilarang dengan keras
oleh Pemerintah Jepang . Bahkan di Jawa Timur gedung gereja dibakar , Alkitab
dirampas dan dibakar pula . Sekalipun ibadah dilarang namun ibadah tetap dijalankan di
tempat pengungsian dengan berani memikul resiko apabila diketahuii oleh Jepang . Di
Tapanuli Pemerintah Jepang memaksa anggota Gereja untuk bekerja pada hari Minggu ,
melarang menyanyikan nyanyian Geraja dan mengajarkan agama Kristen di sekolah .
Pertemuan di gereja diatur dengan hati-hati dan diamat-amati dengan ketat . Pengajaran
agama Kristen di sekolah dilarang . Guru sekolah dilarang mengajar agama di sekolah
dan menyalani jemaat . Sekolah teologia juga banyak yang ditutup pada zaman Jepang .

Di kalangan orang Kristen tidak ada satu badan yang mempersatukan orang
Kristen di Indonesia . Jepang hanya berusaha membentuk wadah persatuan orang Kristen
(Gereja ) dalam wilayah-wilayah tertentu saja . Penyatuan orang Kristen ( Gereja ) dalam
wilayah-wilayah tertentu tersebut bukanlah didasarkan pertimbangan politik perang
Jepang . Orang Kristen Indonesia harus berdiri dalam barisan politik Jepang ,yaitu untuk
mencapai tujuan perang Asia Timur Raya . Di Jakarta didirikan ‘ Badan Persiapan
Persatuan Kaum Kristen “ dengan Mr. Amir Sjarifuddin memainkan peranan penting. Di
Sulawesi Utara didirikan suatu wadah persatuan yang disebut “ Persatuan Agama Kristen
Sulawesi Utara “ . Untuk bagian Sulawesi lainnya ( di luar Minahasa ) Jepang
membentuk Gereja yang disebut Selebes Krsitokjodan Rengokai ( Persatuan Kristen
Selebes ) Di Kalimantan Jepang tidak membentuk suatu wadah persatuan Gereja tetapi
hanya mengakui Gereja Dayak dengan nama Borneo Dyak Krsito Kjo Kjokai ( Gereja

39
B.R. O’G Anderson , Java in A Time of Revolution : Occupation and Resistance 1944 – 1946 , ( Ithaca :
Cornell University Press , 1972 ) .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Dayak Kristen Borneo Selatan ) .Di Ambon didirikan sebuah federasi Gereja-geraja yang
disebut Ambon Sj Kiristokyo Rengokai ( Penggabungan Gereja Masehi Ambon Sjiu ) .

Kedudukan pendeta Belanda digantikan pendeta dari Gereja Kristen Jepang yang
bekerja sebagai pendeta tentara Jepang di Indonesia . Tidak dapat disangkal bahwa
kehadiran mereka di Indonesia telah membawa manfaat bagi orang Kristen Indonesia .
Kehadiran mereka ditengah-tengah gereja dan umat Kristen Indonesia meringankan
pendritaan yang dialami oleh orang Kristen Indonesia . Persoalan yang mungkin
menimbulkan ketegangan antara pemerinah dengan pihak Gereja dapat diselesaikan
dengan baik berkat usaha para pendeta Jepang ini .Kehadiran pendeta Jepang di indonsia
menyadarkan banyak orang bahwa agama Kristen bukanlah monopoli atau agama orang
kulit putih saja tetapi merupakan agama orang kulit putih berwarna juga . Agama Kristen
adalah agama dunia . Agama Kristen tidak dapat disamakan begitu saja dengan
golongan penjajah ( Belanda ).40

Badan pengurus Badan Persiapan Persatoean Kaoem Kristen adalah Dr. Kajadu ,
Dr. G.S.S.J. Ratulangi , Dr. W.Z. Johanes dan Ds. Gouw Khiam Kiet ( Penasehat ) Mr.
Amir Sjarifuddin (Ketua Umum ) , Rufinus Lumban Tobing ( Ketua Muda ) , Sihalase
dan S. Bone ( Penulis ) serta I. Lesiangi ( Bendhara ) Organisasi yang berdasarkan pada
Kasih tersebut bertujuan untuk mencapai persatuan dalam kalangan kaum Kristen di
Indonesia. Beberapa yang akan dikejakan adalah mengurus kebaktian pada hari raya
Kristen , kebaktian pada hari Minggu dan sekolah agama untuk pengantar jemaat .Badan
ini mendapat dukungan dan diterima oleh semua orang Kristen di Jakarta dan berhasil
menyelesaikan pertikaian-pertikaian yang terjadi dalam jemaat Krsiten . Badan ini
mempunyai wibawa yang besar. Amir dan Rufinus mengadakan kunjungan kepada
semua gereja Protestan yang ada di Jakarta pada waktu itu . Mereka menjelaskan maksud
organisasi tersebut yaitu untuk mencegah perpecahan dalam jemaat-jemaat dan untuk
melindungi orang Kristen di Jakarta terhadap tindakan kekejaman Jepang .

Pembentukan badan persatuan ini sebenarnya untuk menggalang persatuan


dikalangan orang Kristen di Jakarta dan menanamlan sangat perjuangan untuk mencapai
“ Kemakmuran Asia Timur raya “. wadah ini hendak dijadikan wadah propaganda Jepang
dan Amir dipergunakan sebagai seorang propagandais Jepang . Amir sadar bahwa wadah
tersebut dan dirinya sedang diperalat untuk tujuan perang Jepang , sehingga ia tidak dapat
taat begitu saja kepada jepang . Ia sadar bahwa wadah tersebut tidak boleh menjadi alat
propaganda Jepang – sekalipun maksud Jepang demikian adanya – tetapi harus
merupakan alat pelindung bagi orang Kristen di Jakarta dan sekitarnya . Amir dengan
jabatannya dapat bebas bergerak di Jakarta mengunjungi semua Gereja dan bebas pula
berhubungan dengan para pemimpin nasionalis serta kelompok bawah tanahnya .

Badan ini untuk pertama kali berhasil mengadakan Perayaan Natal pada bulan
Desember tahun 1942 , di Kebon Binatang ( kini : Taman Ismail Marzuki ) . Pada
perayaan ini , Amir Sjarifuddin ikut memberikan pidatonya , Amir menganjurkan kepada
umat Krsiten jangan hanya meningat alam baka saja. Orang Kristen harus berdiri dengan
kedua belah kakinya di masyarakat yang sedang bergolak seperti halnya dengan Musa
40
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 132 – 138 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

yang memimpin umat Israel dari Mesir , tanah perhambahan itu . Hadir pada perayaan
Natal ini mahasiswa sekolah-sekolah tinggi di Jakarta dan umat Kristen di Jakarta.
Perayaan Natal ini merupakan perayaan Natal Oikumenis yang pertama di Indonesia .
Perhatian pengunjung terarah kepada pohon Natal yang dipergunakan sebagai pohon
Natal bukanlah pohon cerama sebagaimana biasanya melainkan pohon beringn.
Nampaknya di sini Amir hendak mempribumikan pohon pada perayaan Natal . Pohon
beringin memang pohon khas Indonesia Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa
Amir Sjarifuddin merupakan tokoh perintis pergerakan oukumenis di Indonesia .
Tindakan penyatuan Gereja-gereja di bawah satu organisasi telah membawa Gereja-
gereja di Jakarta untuk mengenal dan bekerja sama Gereja-gereja yang dibandingkan
oleh Lembaga Perkabaran Injil menurut golongan kesukuan kini mulai melampaui garis-
gari kesukuaanya 41

Menentang fasisme

Amir menyusun suatu organisasi bawah tanah Liga Anti Fasis . Amir berhasil
mendirikan cabang-cabang organisasi bawah tanahnya hampir pada setiap kota di Jawa
Tengah dan terutama di Jawa Timur . Pada umumnya anggota gerakan ‘ Liga Anti Fasis
‘ ini adalah bekas anggota sayap kiri Gerindo dan anggota PKI ilegal . Mereka adalah
antinazi , anti imperailis dan antifasis . 42 Oleh karena basis PKI illegal berpusat di Jawa
Timur , maka kekuatan utama Liga Anti Fasis adalah Jawa Timur , khususnya
Surabaya . / Gerakan bawah tanah Amir adalah gerakan bawah tanah yang terbesar di
antara gerakan bawah tanah yang lainnya . Liga Anti Fasisnya lainnya dipimpin oleh
Sutan Sjahrir , dibawah pengaruh Tan Malaka dan kelompok Persatoean Mahasiswa
yang terdiri terutama dari mahasiswa kedokteran di Jakarta . 43

Oleh karena kegiatan Amir tersebut maka ia selalu dicurigai oleh Kenpeitai
sehingga Amir merasa tidak aman . Ke mana Amir pergi selalu diikuti oleh Kenpeitai
atau oleh mata-mata Jepang . Demikianlah juga setiap rumah yang dikunjungi oleh Amir
akan digeledah oleh Jepang . Amir berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya
di Jawa timur dan akhirnya ia bersembunyi di Semarang. Dari Semarang Amir mengirim
seorang kurir ke Jakarta untuk meminta perlindungan kepada Moh. Hatta Hatta berusaha
melindungi sahabatnya itu . Hatta kemudian meminta persetujuan Miyoshi untuk
meminta agar Amir dapat dipekerjakan pada kantornya . Hatta sendiri memberikan
jaminan bahwa tidak terjadi apa-apa kalau dia bekerja dengannya .Atas persetujuan
Pemerintah Jepang Amir bekerja pada kantor Hatta . Namun Amir izin beberapa hari
kepada Hatta untuk mengujungi sahat-sahabat lamanya di Jakarta . Dengan demikian kita
menemui Amir bekerja pada Hatta tanpa rasa takut diganggu oleh Kenpeitei yang
terkenal kejam itu . Pemerintah Militer Jepang telah memberikan instruksi kepada
Kempeitai agar Amir jangan diapa-apakan lagi .44

41
Ibid. hal. 146 – 149 .
42
Abu Hanifah , Tales of Revolution , hal. 213 .
43
Kahin , op. cit., hal . 139 – 141 .
44
Mohammad Hatta , Memoar , ( Jakarta : Tinta Mas , 1979 ) , hal. 434.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Pada akhir tahun 1942 , Amir menyebarkan pamflet-pamlet gelap dan tercium
oleh Kempetai dengan bantuan PID sehingga Ali Satroamidjojo yang dikunjungi oleh
Amir ketika terpaksa digeledah dan dipanggil Kempetai..45 Amir Sjarifuddin bersama 53
orang lainnya ditangkap Kenpeitai di Surabaya . Amir bersama-sama dengan kelompok
bawah tanahnya yang sedang mengadakan rapat dan tiba-tiba mereka digerebek . Amir
ditahan di penjara Kalisosok , Surabaya . Kemudian Amir dipenjarakan di penjara
Salemba , Jakarta . Jepang memindahkan Amir dari satu penjara ke penjara lainnya , dari
penjara Salemba , pindah ke penjara Glodok , penjara Cipinang , penjara ‘ Sukamiskin ‘
dan pindah kembali ke penjara Salemba . Berikutnya Amir dipindahkan ke penjara
Kalisosok sambil menantikan sidang pengadilan . Sebelum Amir dipindahkan ke
Surabaya , ia diperkenankan oleh Jepang untuk bertemu dengan istrinya . Istrinya hampir
tidak mengenalnya lagi . Badannya kurus dan rambut serta janggutnya panjang . Amir
meminta kepada istrinya untuk tetap tabah dan selalu mendoakannya . Sebaliknya istrinya
meminta kepada suaminya agar tetap teguh berjuang bagi kemerdekaan bangsa Indonesia
46
.

Di dalam sidang pengadilan di Surabaya , Amir dijatuhi hukuman mati oleh


Jepang . Ia kemudian dipenjarakan di Malang . Penangkapan atas diri Amir mungkin
karena ucapannya pada Perayaan Natal 1942 di Kebon Binatang , Jakarta . Amir
berpidato yang isisnya mengecam Pemerintah Jepang dan Amir ditangkap dan dijatuhi
hukuman mati dengan tuduhan kegiatan-kegiatan mata-mata bagi Sekutu .

Di dalam penjara ia mengalami siksaan yang hebat dan luar biasa kejamnya .
Hatta terkejut mendengar berita dari keluarga mengenai keadaan Amir di penjara
Lowokwaru dan Jepang telah menjatuhi hukuman mati atas Amir . Hatta berusaha
menolong keselamatan jiwa teman seperjuangnya yang terkenal gigih dan berani itu
.Pada akhir tahun 1943 Hatta mengajak Soekarno untuk membicarakan nasib Amir
dengan Gunseikan . Kedua tokoh itu mengatakan bahwa Amir adalah pemimpin rakyat
yang dan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat . Jikalau hukuman
mati dijalankan atasnya maka rakyat akan membenci Pemerintah Militer Jepang dan
rakyat tidak akan mendukung tujuan perang Jepang . Rupanya Gunseikan dapat
diyakinkan oleh kedua tokoh itu sehingga hubungan Amir diubah menjadi hukuman
penjara seumur hidup . Soekarno dan Hatta yakin bahwa Jepang tidak akan lama
berkuasa di Indonesia . Tanda-tanda kekalahan Jepang sudah mulai nampak . Jikalau
Jepang telah menyerah dengan sendirinya Amir akan dibebaskan dari penjara . Selama
Amir dalam penjara ia tidak mengetahui kejadian-kejadian yang terus cepat berubah
cepat di luar penjara bahkan keadaan istri dan anak-anaknya tidak diketahuinya pula .
Hubuingannya dengan dunia luar terputus sama sekali . 47

Di dalam penjara , Amir lebih menyukai membaca Alkitab . Ia membaca


Perjanjian Baru dan juga Perjanjian Lama . Kitab para nabi , Amos, Yemeria dan
Yesayas sangat menawan hatinya . Kitab-kitab tersebut tidak pernah diperhatkan

45
Ali Sastroamidjojo , Tonggak-tonggak di Perjalanku , ( Jakarta : PT Kinta , 1974 ) , hal. 130 – 131.
46
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 138 – 146 .
47
Ibid .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

sebelumnya . Sekarang Amir mengerti berita Alkitab bagi perjuangan sosial, ekonomi
dan politik .Tertutupnya berita Kitab para nabi bagi Amir dan juga bagi orang Kristen
Indonesia lainnya adalah karena para pekabar Injil Barat kurang memperdengarkan
berita Kitab para nabi . Pertimbangan para pekabar Injil Barat tidak memberitakan berita-
berita nabi tentang kehidupan sosial , ekonomi dan politik tersebut karena mereka
mempunyai latar belakang teologia yang pietis. Itulah sebabnya mengapa hanya
Perjanjian Baru yang lebih ditekankan daripada Perjanjian Lama .Pertimbangan lain
ialah para perkabar Injil Barat takut akan terlibat dalam mengobarkan semangat
perjuangan kemerdekaan Indonesia . Keterlibatan mereka akan mengakibatkan pekerjaan
perkabaran Injil akan dilarang oleh pemerintah seperti terjadi di pedalaman Kalimantan
sesudah pemberontakan Pangeran Hidayat .

Kegiatan Amir yang lain di dalam penjara ialah memimpin ibadah dan
memberitakan Injil kepada teman-temannya . Di antara mereka yang mendengar
pemberitaan Injil tersebut ada beberapa orang yang bersedia menjadi pengikut Krsuitus.
Nampaklah disini bahwa Amir telah membawa Injil ke tengah orang tawanan alam
penjara sehingga Injil bergema juga dalam penjara Jepang di Malang . 48

Sementara itu di medan perang Jepang mulai mengalami kekalahan dan pada
akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 .
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia atas nama seluruh rakyat Indonesia . Peristiwa-peristiwa tersebut tidak
diketahui oleh Amir .Ia baru dibebaskan dua bulan kemudian yaitu pada tanggal 1
Oktober 1945. Pada waktu Soekarno dan Hatta menyusun Kabinet RI yang pertama
maka pemuda mendesak kedua pemimpin itu agar Amir diangkat menjadi menteri
penerangan . Barulah Soekarno dan Hatta sadar bahwa Amir harus dibebaskan dari
penjara di Malang .

Pada tanggal 1 Oktober 1945 Amir dijemput dari penjara di Malang bukan lagi
sebagai seorang tahanan politik tetapi sebagai seorang menteri dalam Kabinet Republik
Indonesia yang merdeka .Amir hampir tidak percaya bahwa Indonesia sudah merdeka
dan kini dirinya adalah seorang menteri . Perlakuan yang diterimanya pada hari terakhir
baik sekali . Amir diberi tempat tidur yang berkasur dan berklambu . Makanannya pun
mengalami perubahan . Makanannya enak sekali . Orang memberitahukan kepadanya
bahwa ia telah diangkat menjadi seorang menteri sehingga perlakuan kepadanya sangat
istimewa . Namun dalam hati Amir timbul keragu-raguan jangan-jangan semua ini adalah
sandiwara Jepang belaka sebagai pertanda bahwa ia sebentar lagi akan ditembak mati .
Barulah setelah tiba di Jakarta dan dimana-mana para pemuda dan rakyat menyambutnya
dengan seruan merdeka dan bahwa ia telah diangkat sebagai menteri penerangan yang
pertama dalam Republik Indonesia yang merdeka . Namun Amir tidak segera memangku
jabatannya sebagai menteri karena ia harus dahulu memulihkan kesehatannya beberapa
hari . Setelah istirahat beberapa hari barulah ia mulai melibatkan diri dengan kesibukan
kementeriannya dan dengan rapat kabinet yang diadakan hampir setiap hari di jalan
Pengangsaaan Timur 56 , rumah kediaman Soekarno .49

48
Ibid .
49
Ibid .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Sebagian besar dari zaman Jepang telah dihabiskannya dalam penjara . Badannya
kurus kering karena ransum makanan yang diperolehnya dalam penjara terlalu sedikit
ditambah lagi dengan siksaan yang dialaminya . Pernah ia mengalami siksaan yang luar
biasa beratnya yaitu di salibkan dengan kaki keatas dan kepala ke bawah . Peristiwa ini
terjadi akhir September 1945 , justru sesudah Jepang menyerah. Oleh karena kacaunya
situasi pada waktu itu , orang dapat saja berbuat sewenang-wenang . Terjadilah dialog
antara Amir dengan tentara Jepang sebagai berikut :

Tentara Jepang : “ Kamu adalah orang Kristen. Tetapkah kamu pada kepercayaan itu/”
Amir : “ Tetap “.
Tentara Jepang : “ Pastikah ?”
Amir : “ Pasti “ .
Tentara Jepang : “ Kristus bersedia berkorban demi kepercayaannya dan bagi pengikut
Nya sampai pula sedia berkorban pada kayu salib . Kalau kamu
Betul seorang Kristen , mestinya kamu juga bersedia berkorban
dengan digantung pada salib . Kamu berjuang melawan Belanda
dan sekarang melawan Jepang demi kemerdekaan bangsamu .
Bersediakah kamu digantung pula demi kepercayaan dan
Bangsamu ? “
Amir : tidak menjawab .
Tentara Jepang : Kristus digantung dengan kepalanya ke atas dan kamu akan dgantung
Dengan kepala dibawah sebab setiap murid harus bersedia berkorban
Lebih berat daripada sang guru .

Kemudian Amir digantung dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas tetapi Amir tidak
menyerah dan memungkurti Tuhan Allahnya . Ketika dilihat bahwa Amir sudah
kecapaian dan sudah hampir tidak bernapas lagi maka kepala penjara rupanya tidak
sampai hati membiarkan Amir menghembuskan napasnya yang terakhir. Ia
memerintahkan agar tambang-tambang yang mengikat tubuh Amir dilepaskan sehingga
ia selamat dari maut .

Pada waktu Amir ditangkap Jepang , istrinya sedang hamil tua dan dua anaknya
yanglain masih kecil . Anaknya yang ketiga lahir pada waktu Amir berada dalam penjara.
Anak itu diberi nama Kefas tetapi setahun kemudan anak itu meninggal dunia . Istrinya
menderita lahir batin. Sang istrilah yang bertindak sebagai ibu dan ayah . Ia kini berusaha
mencari nafkah untuk anak-anaknya . Dalam keadaan yang sulit ini , untunglah Nyonya
Amir mendapat bantan dan kaum kerabatnya dan terutama dari saudara-saudara Amir
sendiri .50

Mengatur tentara

Sesudah Amir menerima pengangkatannya sebagai menteri maka mulailah ia


mengatur kementerian ini supaya dapat berjalan sebagaiman mestinya yaitu suatu pusat
penerangan Republik Indonesia baik di dalam negeri maupun keluar negeri . Kementerian
50
Ibid.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Penerangan ini berkantor di Jalan Cilacap 4 . Kini menjadi Sekretariat Direktorat Jendral
Kebudayaan RI . Peralatannya masih sangat sederhana . Peralatan seperti kursi meja,
lemari dibawa dari gedung Volksraad . Amir berusaha menjalankan kementerian ini agar
dapat menjadi suatu kementerian yang efektif bagi penerangan tentang arti dan tujuan
kemerdekaan Indonesia . Amir sebagai menteri penerangan tetap berdiam di rumahnya ,
Jalan Malabar , Jakarta . Kehidupannya sehari-hari sangat sederhana . Gajinya sebagaian
dipergunakan untuk kegiatan Partai Sosialisnya Amir. 51

Tugas dari Kementerian Penerangan adalah memberi penerangan ke luar negeri


tentang kemerdekaan Repbulik Indonesia dan cita-cita revolusi serta ideologi negara
Pancasila melalui radio Voice of Free Indonesia dan penerbitan-penerbitan dan memberi
penerangan di dalam negeri dengan berbagai cara , antara lain dengan mengirim petugas
ke darah untuk menanamkan pengertian dan menyebarkan arti proklamasi dan untuk
mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia .Tenaga-tenaga penerangan
yang pertama terdiri dari Tenaga pemuda yang melakukan perjuangan di bawah tanah
untuk persiapan kemerdekaan Indonesia , mereka yang menggunakan kedudukannya
sebagai pegawai Sendenbu dan Hosokyuku pada pemerintahan Jepang untuk
menyebarkan kesadaran nasional dan politisi yang banyak berjuang dalam pergerakan
kebangsaan menetang penjajah dan yang tertarik oleh pekrjaan penerangan . 52

Tindakan Amir yang berhubungan dengan kehidupan orang Kristen Indonesia


adalah pengumuman Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin berkenan dengan intimidasi ,
ancaman dan penganiayaan yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab
terhadap orang Kristen di Cilegam, Gunung Putri dan Kampung Sawah . Amir
mengumumkan bahwa hal-hal seperti itu tidak dapat dibernarkan dalam perjuangan
mempertahankan kemedekaan bangsa yang memeluk berbagai agama dan melemahkan
perjuangan itu sendiri , ke dalam dan ke luar.

Ketika itu setelah tentara Sekutu dengan diboncengi tentara NICA mendarat di
Indonesia untuk mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang . Wilayah-wilayah yang
telah diduduki oleh Sekutu kemudian diserahkan kepada Belanda . Belanda terus
mengadakan perluasan wilayahnya dengan kekuatan militer . Wilayah-wilayah yang
diduduki itu dijadikan suatu negara yang berdiri sendiri . Hal ini mengakibatkan Gereja-
gereja di Indonesia berada dalam dua wilayah yang terpisah yaitu sebagian Gerja berada
dalam wilayah pendudukan Belanda dan sebagian lagi terdapat dalam wilayah Republik
Indonesia . Pada umumnya kehidupan Gereja di dalam kedua wilayah tersebut berada
dalam keadaan yang sulit . Orang Kristen yang berada dalam wilayah pendudukan
Belanda ada yang dituduh sebagai agen-agen dan mata-mata Republik sehingga mereka
diangkap dan diinterogasi oleh Belanda , dan bahkan ada yang mati dibunuh . Tindakan
Belanda tersebut didasarkan karena orang-orang Kristen yang berjuang guna
kemerdekaan Indonesia . Orang Kristen-orang Kristen yang berpihak kepada Republik
mengungsi ke dalam wilayah Republik Indonesia atau masuk ke hutan . Para pemuda
Kristen yang berpihak kepada Republik bahu-membahu dengan pemuda golongan
lainnya bertempur melawan Pemerintah Belanda .

51
Ibid, hal. 180 – 182 .
52
Kementerian Penerangan , Dua Puluh Tahun Indonesia Merdeka , Jilid IX , hal. 8 – 10 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Gereja dan orang Kristen yang berada dalam wilayah Republik keadannya lebih
menyedihkan . Orang-orang Kristen dituduh sebagi mata-mata dan pembela Belanda .
Kadang-kadang terjadi penangkapan dan penganiayaan teradap orang Kristen serta
gedung gereja dibakar seperti yang terjadi di Cilegam , Gunung Putri dan Kampung
Sawah pada tahun 1945. Orang-orang Kristen dari ketiga tempat tersebut di atas terpaksa
mengungsi ke Bogor dan Jakarta serta tempat lainnya . Peristwa ini dihentikan sesudah
Pemerintah Republik turun tangan . 53

Partai Sosialis dibentuk pada tanggal 17 Dsember 1945 . Partai ini merupakan
salah satu partai yang terbesar di Indonesia selama dua tahun pertama sesudah
proklamasi kemerdekaan Indonesia . Partai besar lainnya adalah Masyumi dan PNI .
Partai Sosialis telah memegang pemerintahan tertinggi di Indonesia di bawah pasangan
tokoh Partai Sosialis yaitu Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin .Partai Sosialis merupakan
hasil berfusinya dua partai berdasarkan sosialisme , yaitu Partai Sosialis indonesia (Parsi)
dan Partai Rakyat Sosialis ( Paras ) .

Persekutuan itu mencerminkan kelanjutan front rakyat , dengan segala kesulitan


yang menyertainya . Masih lemahnya PKI yang baru kembali dibentuk pada akhir tahun
1945 dan awal tahun 1946 – sebagai prtai ini masih berusaha mengatasi masalah
pimpinan organisasi – berarti bahwa Partai osialis dapat mengkalim tampuk sayap kiri
radikal , dan dalam kedudukannya itu , memainkan peran yang sama dengan yang pernah
dimainkan oleh Gerindo di masa lalu . Sementara Sjahrir dan Amir mengembangkan
hubungan kejasama di antaa mereka dan besiap-siap untuk berunding dengan Belanda ,
dan Tan Malaka mulai melancarkan tentangannya terhadap kebijakan itu , PKI memihak
pemerintah dan menentang Tan Malaka . Persekutuan itu mampu bertahan sampai
jatuhnya pemerintah pimpinan Amir .

Partai Sosialis Indonesia ( Parsi ) didirikan oleh Mr. Amir Sjarifuddin pada
tanggal 1 November 1945 , di Yogyakarta . Pada tanggal 12 November 1945 Parsi
mengadakan kongresnya yang pertama . Kongres ini dihadiri oleh perutusan 51 daerah ,
34 organisasi dan 750 orang peninjau . Anggota Parsi adalah teman-teman seperjuangan
dalam Gerindo , dan anggota oragnisasi buruh yang berafiliasi dengan Gerindo serta
mereka yang ikut serta dalam kelompok bawah tanah Liga Anti Fasis . Dalam kongres
ini Parsi menetapkan programnya adalah Membentuk suatu front rakyat untuk
mempertahakan Republik Indonsia ; berusaha untuk menasionalisasikan perusahan-
perusahaan yangpenting , hutan dan tanah ; memajukan industri , ekonomi , petanian dan
melaksanakan transmigrasi .dan membentuk perserikatan-perserikatan buruh . Kongres
ini memilih Amir sebagai ketua partai dan Soekindar sebagai wakil ketua . Tokoh-tokoh
Partai lainnya adalah Hindromartono dan Usman Sastroamidjojo 54

Kedua partai diatas mengadakan kongres fusi pada tanggal 17 Desember 1945 di
Cirebon . Parsi dan Paras dileburkan menjadi satu partai saja dengan nama “ Partai

53
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 163 – 166 .
54
Ben Anderson , op.cit., hal.202 .dan John D. Legge , Kaum Intelektual dan Perjuangan Kemerdekaan –
Peranan Kelompok Sjahrir , ( Jakarta : Grafitipers , 1993 ) , hal. 209 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Sosialis “.Pada kongres fusi ini diangkat pula Dewan Pimpinan Partai . Mereka adalah
Mr. Amir Sajrifuddin , Mr. Hindromartono , Dr. Sudarsono , Supeno dan Oei Gie Hwat .
Usaha-usaha Amir dalam mempekuat Partai Sosialis sangat besar . Ia berusaha mendapat
sebanyak mungkin pendukung dari kalangan organisasi pemuda . Pengaruh dan peranan
Amir dalam kongres pemuda Indonesia I di Balai Matraman , Yogyakarta, pada tanggal 9
– 10 November 1945 besar sekali . Dalam kongres ini Amir menguraikan tentang hari
depan yang gemilang dari Republik Indonesia . Ia mengingatkan bahwa tugas pemuda di
samping berjuang juga harus membangun negara supaya rakyat jelata dapat meraakan
kebahagiaan dalam alam merdeka . Pada konges ini , Amir berhasil memperoleh
dukungan dari tujuh organisasi pemuda . Organisasi pemuda itu adalah Agkatan Pemuda
Indonesia , Gerakan Pemuda Republik Indonesia , Pemuda Republik Indonesia ,
Angkatan Muda Repblik Indonesia, Angkatan Muda Kereta Api , Angkatan Muda Gas
dan Listrik dan Angkatan Muda Pos dan Telepon . Ketujuh organisasi pemuda ini
kemudian berfusi menjadi “ Pemuda Sosialis indonesia “. Tujuan Pesindo adalah untuk
menegakkan Republik Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat yang benar serta
berasakan sosialisme .

Pada kongres Pemuda Indonesia II di Yogyakarta , tanggal 8 Juni 1946, Amir


membakar semangat pemuda dengan pidato-pidatonya antara lain sebagai berikut :

Revolusi yang telah dimulai oleh pemuda , jangan sampai dicatut lagi oleh pihak atau
golongan lain , akan tetapi hendaknya tetap menjadi revolusi pemuda . Tanggal 17
Agustus tahun yang lalu , yang telah dibuka oleh pemuda haruslah diselesaikan oleh
pemuda juga , jangan sampai diselesaikan oleh kaum kakek .55

Dalam kalangan tentara dan barisan lasykar , Amir berusaha juga mendirikan
basis-basis Partai Sosialis . Jabatan-jabatan penting dalam ketentaraan sedapat mungkin
diduduki oleh orang sosialis . Komando Biro Perjuangan Pusat dan Kelaskaran Seberang
harus dipegang oleh sorang sosialis . Itulah sebabnya maka mir mengankat Mayor Jendral
Djokosujono sebagai Komando Biro Perjuangan Pusat dan Kelasyakaran Tanah
Seberang Djokosujono memegang peranan penting dalam mebawa seagian lasykar-
lasyakar perjuangan di bawah pengaruh amir Sjarifuddin . Usaha Amir untuk
menenamkan paham sosilisme dalam semua kalangan masyarakat membuat partai lain
menentang Partai Sosialis .

Dalam kabinet Sjahrir pertama , Amir menduduki dua kursi kementerian yaitu
Kementerian Penerangan dan Kementerian Keamanan Rakyat . Kementerian Penerangan
dilepaskan pada tanggal 3 Januari 1946 . Ia diganti oleh Moh. Natsir . Dengan demikian
tinggal kursi keamanan rakyat dalam tangan Amir . Jabatannya ini dipegangnya sampai
dengan pembubaran kabinetnya sendiri pada tanggal 23 Januari 1948 .

Pengangkatan Amir sebagai menteri keamanan rakyat didahului oleh suatu


kehobohan . Kalangan tentara menolak pengangkatan tersebut disebabkan karena
menginginkan agar Sultan Hamengku Buwono IX diangkat menjadi menteri keamanan
rakyat . Keinginan tentara tersebut berdasarkan hasil musyawarah TKR yang dihadiri
55
Frederick Wellem Djara , op.cit , hal. 182 – 187 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

oleh para panglima divisi dan komandan resimen dari seluruh Jawa dan Sumatra pada
tanggal 12 November 1945 . Ketika Sjahrir membentuk kabinetnya , ia menolak hasil
musyawarah di kalangan tentara . Sjahrir menuntut bahwa ia saja yang berhak untuk
menunjuk siapa saja yang berhak duduk sebagai menteri dalam kabinetnya . Terjadilah
perdebatan yang sengit antara Sjahrir dengan kalangan tentara . Sjahrir menunjuk Amir
Sjarifuddin sebagai menteri Keamanan rakyat . Oleh karena Sjahrir tetap pada
pendiriannya maka kalangan tentara tunduk kepada putusan pemerinah .

Motif-motif Sjahrir berkonfriontasi dengan tentara mengenai persoalan ini sudah


cukup jelas. Pertama-tama , hak Perdana Menteri untuk memilih anggota kabinetnya
sudah diakui oleh kalangan parlemen dan pemerintah . Ia ingin menegaggkan bentuk
pemerintahan yang demokratis berarti menegakkan supremasi sipil atas militer dan yang
terakhir , Sjahrir sudah terikat untuk memberikan jabatan itu itu kepada Anir yang sudah
memperlihatkan perhatiannya terhadap masalah-masalah militer .56

Adapun keberatan-keberatan yang diajukan oleh kalangan tentara karena


musyawarah TKR relah bersepakat memilih Sutan Hamengku Buwono IX sebagai
menteri keamanan rakyat ; Amir tidak mempunyai pengalaman militer baik pada waktu
penjajahan Belanda aupun pada masa pendudukan Jepang dan Amir adalah seorang
yang beragama Kristen sedang sebagian besar anggota tentara beragama Islam .57

Sebagai menteri keamanan rakyat maka ia menyatakan konsepsinya tentang


tentara . Amir mengemukakan bahwa harus ada perbedaan antara TKR dengan KNIL
dan PETA . Amir mengatakan bahwa KNIL, telah dipergunakan oleh Belanda untuk
memadamkan pemberontakan bangsa Indonesia serta untuk melawan serangan musuh
dari luar . KNIL dipergunakan oleh Belanda untuk memecah-mecahkan persatuan di
antara seluruh rakyat Indonesia . Dasar bagi orang Indonesia yang masuk KNIL ,
hanyalah untuk mencari uang makan . Keyakinan politik asing bagi batin dan pikiran
mereka . Inilah sebabnya mengapa ada KNIL yang mengangkat senjatanya untuk
melawan Belanda sendiri . Mengenai pemuda yang masuk PETA dikatakan bahwa
pemuda tersebut dipaksa oleh Jepang dan bukan dengan sukarela . Pemuda Indonesia
yang masuk PETA tidak mempunyai keyakinan politik pula, seperti KNIL adanya .
Pemuda Indonesia tersebut dijadikan perisai di mana-mana oleh Jepang . Pemberontakan
yang dilaksanakan pleh PETA menunjukkan tidak adanya keyakinan politik di dalam
PETA .

Selanjutnya Amir mengatakan bahwa pemuda yang masuk TKR harus berbeda
dengan kedua jenis kesatuan tentara tadi . TKR harus mempunyai dasar dan keyakinan
politik . Keyakinan politik itu ialah keinginan untuk menyumbanan apa yang ada padanya
untuk menjaga keamanan negaranya . Orang yang berkeyakinan demikian , baginya lebih
baik hancur dari pada hidup sebagai budak : lebih baik pergi ke “neraka akhirat “
daripada masuk “ neraka dunua “ yaitu hidup sebagai anak jajahan . Amir
memperbandingkan Tentara Nazi dengan Tentara Merah . Tentara Merah berhasil

56
Ulf Sundhaussen , Politik Militer Indonesia 1945 – 1965 – Menuju Dwi Fungsi ABRI , ( Jakarta : Lp3ES ,
1980 ) , hal. 35.
57
A.H. Nasution , Tentara Nasional Indonesia , Jilid I , hal. 241 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

mengusir tentara Nazi karena Tentara Merah mempunyai keyakinan politik . 58 Tentara
yang mempunyai samangat patriot yang tinggi . Ia tidak bermaksud untuk menjadikan
TKR berkeyakinan politik komunisme .

Amir juga tidak menginginkan adanya jurang pemisah antara tentara dan rakyat .
Tentara tidak boleh merasa bahwa mereka mempunyai kuasa atas lembaga pemerintahan
sipil seperti yang berlaku dalam ketentaraan Jepang . Ia hendak membangun suatu tentara
yang merupakan milik rakyat . Kejadian seperti di Jepang maupun di Indonesia selama
masa pendudukan Jepang hendaknya tidak terulang lagi dalam sejarah TKR di Indonesia
59
. Selanjutnya Amir berpendapat bahwa TKR bukanlah untuk menindas rakyat ,
menakuti-nakuti rakyat serta menaklukannya . TKR harus menjamin akan adanya
keamanan dan ketentaraman di antara rakyat . TKR haruslah merupakan tentara yang
teratur rapih , disiplin dan selalu siap untuk mempertahankan kedaulatan rakyat dan tanah
airnya . Tentara dalah pelindung rakyat .

Berdasarkan konsep mengenai tentara di atas maka Amir mengatur TKR . Pada
tanggal 1 Januari 1946 TKR diubah namanya menjadi “ Tentara Keselamatan Rakyat “
melalui Penetapan Pemerinah No. 2/SD.1946 , atas usul Menteri Keamanan Amir
Sjarifuddin . Sejak saat itu , Kementerian Keamanan disebut sebagai Kementerian
Pertahanan . Kedudukan TKR ditegaskan sebagai alat negara , alat Republik Indonesia
yang harus patuh kepada pemimpin negara yaitu Pemerintahan Republik Indonesia . 60

Nampaknya nama TKR belum memuaskan Amir sehingga pada tanggal 1946
nama TKR diubah lagi menjadi “ Tentara Republik Indonesia “. Sekarang kedudukan
TRI lebih tegas lagi yaitu TRI merupakan satu-satunya militer dalam Repubik Indonesia .
Ini berarti bahwa hanya ada satu tentara di dalam Negara Republik Indonesia . Juga
diputuskan untuk menyempurnakan susunan dan bentuk tentara serta bentuk ketentaraan .
Gagasan-gagasan menteri pertahanan ini dengan gembira oleh kalangan tentara dan
mereka mengharapkan keputusan-keputusan yang telah dikeluarkan akan mencapai hasil
yang memuaskan .

Untuk merumuskan susunan dan bentuk ketentaraan maka dibentuk sebuah


panitia yang terdiri dari Urip Soemodihardjo , Suridarma ,Kartasasmita , Mustopo, Sitirto
, Sundjojo , Hollan Iskandar , Simatupang , Supomo dam Roesno . Pada tanggal 17 Mei
panitia telah menyelesaikan tugasnya dan mereka menyampaikan usul mengenai bentuk :
Kementerian Pertahanan , bentuk ketentaraan , organisasi tentara , kekuatan tentara ,
kedudukan lasykar dan barisan bersenjata dari badan yang bukan dadan pemerintah . 61

Pembenahan juga dilakukan oleh Kementerian Pertahanan terhadap lasykar dan


barisan bersenjata lainnya . Berdasarkan pada kenyataan setelah terbentuknya berbagai
partai politik maka muncullah barisan bersenjata partai . Di antara barisan bersenjata
tersebut kadang-kadang terjadi persaingan sehingga tidak menguntungkan bagi
perjuangan bangsa Indonesia . Oleh karena itu , menteri pertahanan berusaha mengatur
58
Ben Anderson , hal. 248 – 249 .
59
Ibid .
60
A.H. Nasution , Tentara Nasional Indonesia , Jilid I , op.cit. ,hal. 248 – 249 .
61
Sartyono Kartodirdjo , hal. 17 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

lasykar dan barisan perjuangan ini dibawah komando , yaitu Kementerian Pertahanan .
Oleh karena itu Kementerian Pertahanan dibentuk “ Biro Perjuangan Pusat “ yang
dipimpin oleh Mayor Jendral Djokosujono , seorang sosialis . Pada tingkat daerah
dibentuk “ Biro Perjuangan darah “.

Pembenahan juga ditujukan kepada Lasykar Seberang. , yang didirikan oleh


pemuda dari luar Jawa dengan tujuan untuk bersama-sama dengan golongan lainnya
berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia . Kelasyakaran tersebut aalah
KRIS , Divisi Patimurra , Batalyon Paradja , Resimen Ngurah Rai dan sebagainya .
Untuk mengkoordinasikan Kelasyakaran Seberang ini maka dalam Kementerian
Pertahanan dibentuk “ Dewan Kelasyakaran Seberang” yang dipimpin oleh Biro
Perjuangan Pusat , Mayor Jendral Djoko Sujono

Oleh karena kelasyakaran dan barisan perjuangan lainnya sangat banyak maka
Amir hendak mengadakan rasionaliasi sehingga tercapai suatu effektifitas dalam
perjuangan , dengan cara setiap kelasyakaran harus mendapat pengesahan dari menteri
pertahanan . Syarat-syarat untuk mendapat pengesahan adalah jumlah anggota sesuatu
oraganisasi rakyat dibatasi menurut aturan yang ditetapkan oleh menteri pertahanan atas
pertimbangan Dewan Kelasyakaran dan Dewan Kelasyakaran Seberang dengan
mengingat senjata api yang ada padanya ; Kekuatan sesuatu organisasi rakyat daerah
keresidenan sedikit-sedikitnya 200 orang .dan diasramakan , disusun serta diatur secara
ketentaraan .Disebutkan pula bahwa biaya untuk keperluan lasykar dibayar oleh
pemerintah dan lasykar harus tunduk kepada pimpinan yang ditunjuk oleh Pemerintah .
Juga ditetapkan bahwa kewajiban dan hak lasykar dipersamakan dengan tentara . Lasykar
masih berada di dalam pimpinan organisasinya sendiri dengan memakai tanda dan
pandjinya sendiri .

Bagi Lasykar yang terkena rasionalisasi akan ditampung dalam sebuh badan yang
disebut “ Barisan Cadangan “ Bukan saja lasykar yang terkena rasionalisasi yang
dimasukan dalam Barisan Cadangan tetapi juga setiap warga negara yang berumur 16
tahun ke atas dan yang berumur 50 tahun ke bawah dapat diwajibkan turut serta dalam
mempertahankan atanah airnya di dalam Barisan Cadangan ini. Tugas dari barisan
Cadangan , antara lain untuk memberantas mata-mata musuh , membantu penjagaan
bahaya udara , membantu penjagaan kota , desa , perusahaan yang penting membantu
pekerjaan Palang Merah , membantu dapur umum dan sebagainya .62

Di dalam bidang pertahanan ini nampaklah dualisme . Pada satu pihak pemerintah
mengatakan bahwa TRI adalah satu-satunya tentara dalam Negara Republik Indonesia
namun pada pihak yang lain pemerintah mengakui adanya lasykar-lasykar rakyat yang
hak dan kewajibannya dipersamakan dengan tentara bahkan pembiayaannya ditanggung
oleh pemerintah . Dualisme ini terjadi karena karena Kementerian Pertahanan berusaha
mempersatukan segala tenaga menjadi tentara dan mengikutsertakan seluruh lapisan
masyarakat dalam perjuangan kemerdekaan dan sedangkan Pemipinan-pimpinan laskyar
dan barisan perjuangan lainya tidak mau kehilangan kebebasan dan indetitasnya . Mereka
hanya bersedia bekerja sama dalam pertahanan dan belum bersedia untuk menyatukan
62
A.H. Nasution , Tentara Nasional Indonesia Jilid II , hal. 31 – 32.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

diri dalam TRI . Usaha menteri pertahanan dicurigai karena ingin mengusai mereka ,
terutama untuk dikuasai oleh Partai Sosialis yang sedang memerintah . 63

Amir Sjarifuddin berpendapat bahwa TKR harus mempunyai keyakinan politik .


Untuk mencapai tujuan tersebut maka diangkat Staf Pendidikan TNI , yang merupakan
bagian dalam Kementerian Pertahanan . Soekono Djojopratikno , Anwar Tjokraminto ,
Wijono, Dr. Moestopo , Faried Ma’ruf , Abdul Mukti dan Sumarsono bertugas
mengorganisir lembaga pendidikan tersebut . Staf Pendidikan ini akan mendidik sejumlah
opsir politik yang disebut Peopelit ( Pendidikan Politik Tentara ) . Opsir ini hampir
semuanya adalah Pemuda Pesindo sehingga menimbulkan kerugiaan partai politik
lainnya kalau kalau tentara akan diindoktrinasi dengan dengan idologi sosialisme .
Namun Amir Sjarifuddin menegaskan bahwa opsir politik bertugas untuk mempererat
hubungan dan kerja sama antara tentara dan rakyat . Opsir politik itu berkewajiban untuk
menanamkan jiwa /semangat Undang-undang Dasar Negara ke dalam kalangan tentara
sehingga mereka akan berjuang dengan ketulusan hati bagi negara dan bangsanya .

Usaha penyatuan lasykar dan barisan perjuangan lainnya ke dalam TRI terus
diusahakan oleh menteri pertahanan tidak berhasil dengan jalan musyawarah bersama
sehingga ditempuhlah jalan dekrit . Pada tanggal 5 Mei 1947 mengeluarkan dekritnya
yang berisi bahwa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya lasykar dan barisan
perjuangan lainnya dimasukan ke dalam TRI . Untuk pelaksanaannya diangkat sebuah
panitia dengan Presiden Soekarno ( Ketua ) , Wakil Presiden Moh. Hatta ( Wakil Ketua I
) , Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin ( Wakil Ketua II ) dan Panglima Besar
Sudirman ( Wakil Ketua III dan Pimpinan tentara dan lasykar serta barisan perjuangan
(anggota ). Kemudian disusul dengan dikeluarkan Penetapan Presiden tanggal 7 Juni
1947 yang menyatakan bahwa (1) Mulai tanggal 3 Juni 1947 disahkan berdirinya “
Tentara Nasional Indonesia ;(2) Segenap angggota Angkatan Perang yang ada sekarang
dan segenap angkatan lasykar yang bersenjata , baik yang atau tidak tergabung di dalam
Biro Perjuangan , mulai saat ini dimasukan serentak ke dalam Tentara Nasional Indonesia
; (3) Pimpinan tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia dipegang oleh Panglima Besar
Angkatan Perang Jendral Sudirman dan anggota-anggotanya Letnan Jendral Urip
Soemohardjo ,Laksamana Muda Nazir ,Komodor Muda S. Suriadarma ,Sutom , Ir.
Sakiman dan Djokosujono; (4) Pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia menjalankan
tugas dan kewajiban yang mengenai siasat dan organisasi Tentara Nasional Indonesia ,
selama proses penyempurnaan Tentara Nasional Indonesia sedang berjalan dan (5 )
Semua satuan Angkatan Perang dan satuan lasykar yang mulai hari tanggal penetapan ini
menjelma menjadi satuan Tentara Nasional Indonesia , diwajibkan taat dan tunduk pada
segala perintah dan instruksi yang dikeluarkan oleh pucuk pimpinan Tentara Nasional
Indonesia Dengan demikian semua layskar diintegrasikan ke dalam TNI . Namun usaha
ini berjalan lamban karena tidak lama kemudian Belanda mengadakan agresi militer
yang pertama . 64

Percobaan pembunuhan bukan saja dlakukan oleh tentara NICA tetapi juga oleh
golongan Tan Malaka . Usaha golongan Tan Malaka bertujuan untuk memperoleh

63
A.H. Nasution , Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia , Jilid VI, hal. 3 – 5.
64
A.H. Nasution , Tentara Nasional Indonesia , Jilid II , hlm . 83 – 87 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

kekuasaan atas Republik Indonesia . Oleh karena itu mereka berusaha menculik Soetan
Sjahrir dan Amir Sjarifuddin . Soetan Sjahrir berhasil diculik di Solo pada tanggal 27 Juli
1947 sedangkan usaha penculikan terhadap Amir gagal . Amir diculik oleh Mayor A.K.
Yusup dengan 12 orang tentara . Amir dipaksa naik ke dalam truk di bawah ancaman
senjata . Amir sadar bahwa tindakan ini merupakan suatu aksipenculikan terhadap dirinya
. Ia memberitahukan kepada istrinya bahwa aksi itu adalah penculikan , Amir meminta
kepadanya untuk tabah dan mendoakannya. Nyonya Amir masih sempat memasukan
Kitab Injil ke dalam saku Amir . Ketika Amir sudah berada dalam truk maka di belakang
truk terjadi tembak-menembak antara tentara yang menculik Amir dengan tentara yang
menjaga rmah menteri pertahan . Kesempatan tersebut dipergunakan oleh mir untuk
memaksa sopir truk melarikan truknya menuju istana presiden sehingga ia bebas dari para
penculik tersebut . Mayor A.K. Yusup sendiri tidak tahu ke mana truk itu membawa
Menteri Pertahanan Mr. Amir Sjarifuddin . 65

Memimpin Bangsa

Ketika Sutan Sjahrir memberikan konsesi yang sangat jauh kepada Belanda
sesudah Perjanjian Linggarjati . Partai Sosialis melepaskan dukungnya kepada Sjahrir
sehingga Kabinet Sjahrir III jatuh . Kemudian Presiden Soekarno mengundang
parapemimpin partai politik untuk membicarakan pembentukan kabinet yang baru .
Presiden Soekarno memerintahkan kepada Amir Sjariuddin (Partai Sosialis ), Sukiman
( Masyumi ) , A..K.Gani ( PNI ) dan Setiadjit (PBI ) . Melalui perundingan yang sulit
tanpa mendapat dukungan dari Masyumi yang menginnginkan kursi Perdana Menteri ,
Kementerian Luar Negeri serta dua kursi lainnya , Amir . A.K. Gani dan Setiadjit berhasil
membenrtuk kabinet yang berusaha menghimpun kekuatan seluas mungkin . Pada
tanggal 3 Juli 1947 Kabinet Amir Sjarfuddin dilantik .Amir Sjarifuddin menjadi Perdana
Menteri sekaligus merangkap Menteri Pertahanan . Kabinet Amir yang menetapkan
program politik luar negeri adalah mempertahankan pengakuan de facto Negara Republik
Indonesia ; berusaha sekuat-kuatnya melaksanakan secara damai Persetujuan Linggajati
dan agar Indonesia secapat mungkin harus ikut serta dalam persoalan hidup internasional
sesuai dengan kepentingan kedudukannya dalam dunia . 66

Amir sangat percaya kepada bantuan dari Pemerintah Amerika dalam


menyelesaikan pertikaian Indonesia – Belanda . Hal itu nampak dalam pidato Amir yang
ditujukan kepada rakyat dan Pemerintah Amerika tanggal 6 Juli 1947 . Amir
menyeruhkan agar seluruh pengaruh mereka di pergunakan untuk memelihara
perdamaian di Indonesia . Kabinet Amir percaya bahwa Amerika Serikat sendiri
mempunyai kepentingan di Indonesia karena Amerika menganggap keamanan di
Indonesia sebagai faktor penting untuk stabilitas politik dan ekonomi dunia .Pengaruh
komunis makin meluas di Asia Tenggara sangat dikuatirkan oleh Amerika Serikat .67

65
Fredercik Wellem Djara , op. cit , hal. 197 – 198 .
66
A.H. Nasution , Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia , Jilid V , hal. 50 – 51.
67
Ibid., hal. 52 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Pemerintah segera menyampaikan notanya kepada Belanda , yang memberikan


konsesi kepada Belanda tentang persetujuannya pembentukan suatu pemerintahan
peralihan dengan wakil mahkota Belanda kedudukan istimewa dan kekuasaan de jure .
Hal yang tetap dipertahankan adalah pengakuan de facto dan penjagaan keamanan dalam
negeri adalah urusan Republik sendiri .Kendati telah memperoleh konsesi-konsesi tetapi
Belanda tetap menolak serta menuntut agar gendarmeri bersama diterima oleh Republik .
Ketika perundingan-perundingan dijalankan , Belanda mengadakan serangan atas
Medan , Cianjur , Bandung , Surabaya , Mojokerto . Kejadian ini menyebabkan Republik
menduga Bekanda akan mengadakan agresi militer di Indonesia .Karena itu Republik
menjawab tuntutan Belanda dengan menyetujui pembentukan direktorat bersama untuk
menjaga keamanan dalam negeri . 68

Ternyata Belanda belum puas dengan konsesi yang diberikan kabinet Amir .
Karena sadar bahwa berada dalam kedudukan kuat Belanda terus mendesak RI untuk
menerima tuntutannya . Belanda menginginkan agar Republik hanya merupakan negara
bagian dari sebuah negara federal dan dalam masa peralihan , Belanda mempunyai
kedaulatan atas seluruh wilayah Hindia Belanda . Hal itu berarti Republik akan
kehilangan kekuasaan de facto dan de jure sekaligus . Kabinet Amir tetap pada
pendiriannya bahwa Republik harus diakui secara de facto dan mengenai gendarmeri
adalah urusan Republik sendiri sehingga Belanda mulai menekan Republik dengan
kekuatan militernya .69 Penolakan Kabinet Amir terhadap tuntutan tentang gendarmeri
merupakan rintangan utama dalam perundingan Indonesia-Belanda. Inggris dan Australia
menawarkan jasa-jasanya untuk menyelesaikan soal gendarmeri ini . Sementara itu
kegentingan makin meningkat namun Republik tetap menjalankan persetujuan
Linggarjati . Pada tanggal 8 Juli 1947 Amir menghapuskan jabatan gubernur untuk
daerah Kalimantan , Sulawesi , Maluku dan Nusa Tenggara . Tindakan ini diambil –
walaupun dengan sangat berat hati karena Republik hendak menunjukkan kepada
Belanda dan dunia internasional bahwa Republik hendak menjalankan Persetujuan
Linggarjati dengan konsekuen . Penghapusan jabatan gubernur ini berarti secara resmi
Republik tidak mengakui lagi daerah tersebut sebagai bagian daripada wilayah
Republik . Namun Belanda tetap pada tuntutannya yaitu soal gendarmeri menhentikan
permusuhan dan bakan TNI harus ditarik mundur sampai 10 kilometer dari garis
demarkasi 70

Tuntutan tersebut dibarengi dengan tekanan militer sehingga keadaan makin


genting . Amir mengerti akan arti perkembangan situasi sehingga ia terus menerus
mengadakan perundingan bolak-balik Yogyakarta dan Jakarta . Amir sadar bahwa
kekuatan dan pertahanan TNI kita tidak cukup kuat untuk menghadapi agresi militer
Belanda yang diperlengkapi senajata modern . Itulah sebabnya diusahakan agar sedapat
mungkin penyelesaian ini dapat dilakukan dengan jalan damai , tanpa memakan banyak
korban yang berjatuhan pada kedua belah phak .

68
Ibid., hal. 54.
69
Ibid. , hal. 60.
70
Ibid., hal. 96 – 97 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Dalam perundingan ini Belanda mengeluh karena tidak adanya keamanan pada
garis demarkasi sedangkan Republik membalas bahwa hal itu oleh karena pihak Belanda
selalu melanggar garis dmarkasi . Sejak 14 Juli nampak frekuensi perundingan makin
meningkat . Tanggal 14 – 17 Juli , Amir , A.K. Gani , Setadjit dan Leimena berada di
Jakarta untuk berunding dngan Belanda ( H.J. van Mook , Schermerhorn , van Poll,
Indenburg dan Koets ) . Pokok perundingan adalah mengenai gendarmeri bersama , dan
tentang penyelesaian keadaan di sekitar garis demarkasi . Ternyata perundingan
Indonesia-Belanda menemui jalan buntu . 71

Keinginan Republik untuk menyelesaikan pertikaian Indonesia-Belanda dengan


jalan damai mengalami kegagalan karena pada tanggal 20 Juli 1947 lewat tengah malam
Ketika Gubernur Jendral H.J. van Mook untuk memerintahkan tentara Belanda
melakukan aksi polisionil di Jakarta . Pada malam itulah juga Belanda telah melakukan
aksi militernya di Jakarta dengan menduduki kantor-kantor Republik . Wakil Perdana
Menteri A.K. Gani , Menteri Luar Negeri Tamzil , Walikota Jakarta Suwiryo , Sekretaris
Dewan Kabinet Ali Budiardjo ditangkap dan ditahan oleh Belanda . Tentara Belanda
memukul mundur pasukan Republik serta menduduki daerah-daerah Republik . Pada
malam harinya Perdana Menteri Amir Sjarifuddin mengucapkan pidato radionya
berkenan dengan agresi militer Belanda tersebut . Ia menjelaskan bahwa pihak Belanda
telah mengumumkan bahwa kekuatan militer Belanda telah mulai bertindak yang
menurut pihak Belanda merupakan kewajiban kepolisan untuk menegakkan ketertiban
dan keaamanan . Amir berpendapat bahwa tindakan Belanda tersebut tidak dapat
dipercayai sebagai tindakan posionil tetapi merupakan suatu perang kolonial. Amir
sendiri melihat serngan Belanda atas Maguwo , Yogyakarta . Selanjutnya Amir
menjelaskan perselisihan yang pokok antara Indonesia-Belanda adalah masalah
gendarameri yang ditolak Republik dan Amir menyeruhkan agar rakyat Indonesia
mempertahankan kemerdekaan Indonesia . 72

Amir dalam pidato radionya pada tanggal 22 Juli 1947 meminta perhatian dunia
untuk memberikan bantuannya untuk menghentikan pertumpahan darah di Indonesia .
Amir menyatakan bahwa perselishan politik antara Indonesia-Belanda akan menggaggu
perdamaian dan kestabilan di Asia Tenggara khususnya dan di dunia pada umumnya . 73
Demikian juga Amir meminta intervensi PBB terhadap serangan Belanda tersebut atas
Republik Indonesia . Selanjutnya Pemerintah Republik menjelaskan bahwa RI sangat
menghargai usaha PBB untuk menyelesaikan perselsihan Indonesia-Belanda . Indonesia
bersedia menghentikan permusuhan dengan Belanda namun hendaknya garis demarkasi
dikembalikan seperti yang telah disepakati pada tanggal 14 Oktober 1946 , dan Dewan
Keamanan diminta untuk mengawasi pelaksanannya . RI juga tidak berkeberatan
diadakan suatu arbitrage di bawah pengawasan PBB namun arbitrage itu berbentuk
panitia , terdiri dari beberapa negara yang ditunjuk oleh Dewan Keamaan PBB dan
disetujui oleh kedua belah pihak yaitu Indonesia dan Belanda .

71
Ibid .
72
Ibid., hal. 111.
73
Ibid., hal. 310.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Seruan Perdana Menteri Amir dan Presiden Soekarno mendapat tanggapan dari
negara-negara Timur Tengah, Polandia , Australia, India dan sebagainya . Amerika
menawarkan jasanya untuk menjadi penengah dalam persilihan ini . RI mengucapkan
terima kasih kepada Amerika atas tawaran jasa baiknya dan Repubik meminta kepada
merika untuk mendesak PBB untuk membentuk arbiterage .

30 Juli 1947 India dan Australia mendesak Dewan Kemanan agar masalah agresi
militer Belnda atas Republik Indonesia dijadikan mata acara perdebatan dalam sidang
Dewan Keamanan .Usaha-usaha India dan Australia tersebut berhasil sehingga masalah
agresi militer Belanda tersebut dijadikan mata acara sidang Dewan Keamanan PBB .
Pihak Belanda menolak dengan keras masalah tersebut diperdebatkan dalam Dewan
Keamanan PBB karena masalah itu adalah masalah dalam negeri Belanda . Dewan
Keamanan PBB tidak boleh melakukan internevsi dalam hal-hal intern Belanda . Namun
dalam pemilihan suara Belanda kalah sehingga agresi militer Belanda diterima sebagai
mata acara perdebatan . 74

Sidang Dewan Keamanan PBB tersebut menghasilkan resolusi agar kedua belah
pihak menghentikan permusuhan dan konsul-konsul negara asing yang aa di Jakarta akan
mengadakan penyelidikan tentang keadaan yang sebenarnya . Resolusi Dewan Keamanan
PBB tersebut baru tiba di Yogyakarta tanggal 4 Agustus 1947 .75

Keputusan Dewan Keamanan PBB tersebut diterima dengan gembira oleh


Pemerintah Republik . Amir berpendapat bahwa dengan adanya keputusan Dewan
Keamanan PBB tersebut berarti ribuan pemuda Indonesia yang ditahan Belanda dapat
dibebaskan , tentara harus ditarik ke garis demarkasi yang ditetapkan ; pegawai Republik
yang ditahan Belanda harus dikembalikan pada kedudukannya yang semula dan segala
propaganda Belanda yang menjelekkan Republik harus dihentikan .

Pada tanggal 4 Agustus 1947 Presiden Soekarno dari Yogyakarta dan H.J. van
Mook dari Jakarta bersama-sama mengumumkan penghentian permusuhan dimulai
anggal 4 Agustus 1947 sesuai dengan seruan Dewan Keamanan PBB .Pada hari yang
sama juga Amir menyampaikan pengumuman resmi kepada PBB yang pada garis
besarnya menyatakan bahwa Republik telah memerintahkan penghetian permusuhan pada
hari Senin malam, jam 24.00 waktu Indonesia . Republik minta kepada Dewan
Keamanan PBB agar segera mengirim suatu paniia untuk mengawasi pelaksanaan
penghentian permusuhan suaya berjalan dengan baik .76

Gubernur H.J. van Mook juga dari Jakarta mengumumkan penghentian


permusuan kepada pasukan Belanda, namun usaha pembersihan dalam wilayah yang
dikuasai oleh Belanda sejak 21 Juli terus dilaksanakan , bahkan pasukan Belanda terus
menyelusup ke daerah Republik . Oleh karena itu terus saja terjadi pertempuran-
pertempuran . Pemerintah Republik mencatat pelanggaran-peanggaran Belanda dan
melaporkannya kepaa Dewan Keamanan PBB . Oleh karena nampaknya permusuhan

74
Ibid., hal. 321.
75
Ibid., hal. 324.
76
Ibid., hal. 335

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Indonesia – Belanda tidak berkurang maka Pemerintah Amerika dan Australia


menawarkan jasa-jasa baiknya untuk menjadi penengah dalam perseilihan tersebut .

Maka sidang Dewan Keamanan PBB mengadakan lagi perdebatan soal pertikaian
Indonesia- Belanda . Amerika mengusulkan agar dibentuk Komisi Jasa-jasa Baik untuk
menjadi penengah dalam perundingan Indonesia-Belanda . Oleh karena itu Dewan
Kamanan PBB memutuskan untuk membentuk “ Komisi Jasa-jsa Baik “ yang anggotanya
terdiri dari wakil tiga negara . Masing-masing negara yang berselisih menunjuk sebuah
negara dan kedua negara yang dipilih masing-masing pihak memeilih negara ketiga .77

Berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB itu maka Pemerintah Indonesia


memilih Australia , Belanda memilih Belgia . Belgia dan Australia memilih Amerika
Serikat . Komisi Jasa-jasa baik ini di Indonesia dikal dengan nama “ Komisi Tiga Negara
“. Komisi initerdiri dari Prof. Graham (USA), Kirbi ( Australia ) dan Paul van Zealand
( Belgia ) .

Setelah KTN terbentuk maka segera Perdana Menteri Amir Sjarifuddin meminta
kepada Dewan Keamanan PBB mengirim KTN berkunjung ke Yogyakarta untuk
membicaakan tentanglangkah-langah pertamabagi perundingan yang akan datang .
Mengenai tempat perundingan Perdana Menteri Amir meminta agar jangan diadakan
pada suatu tempat yang dikuasai oleh Belanda , tetapi di luar Indonesia , di luar daerah
pertikaian Indonesia-Belanda. Perdana Menteri Amir yang meminta agar Komisi Konsul
segera memulai tugasnya dan Indonesia akan memberikan segala fasilitas yang
diperlukan dalam pelaksanan tugas tersebut .

Komisi Tiga Negara dan Komisi Konsul mulai bekerja pada bulan September
1947 . Usaha KTN tersebut telah membawa Indonesia dan Belanda ke meja perundingan
di atas kapal “ USS Renville “.

Kini Amir Sjarifuddin mempersiapkan dirinya untuk menghadapi perundingan


dengan Belanda . Di hadapan Badan Pekerja KNIP, Perdana Menteri Amir menerangkan
politik pemerintah dalam menghadapi perundingan dengan Belanda . Politik pemerintah
adalah :Agar Belanda mengakui RI secara de facto dan secara de jure ; pasukan Belanda
harus ditarik kembali ke garis demarkasi pada tanggal 14 Oktober 1946 atau sekurang-
kurangnya keadaan tanggal 20 Juli 1947 dan menuntut seterusnya agar pasukan Belanda
diundurkan dari seluruh daerah Republik dan di kemudian hari dari seluruh Indonesia .

Untuk menghadapi perundingan dengan Belanda maka Amir meminta kepada


Masyumi untuk turut serta dalam kabinet . Permintaan Amir tersebut dipenuhi oleh
Masyumi tanpa menuntut apa pun juga . Keadan Republik yang sangat genting
menyebabkan Masyumi melepaskan tuntutannya dan bersedia bekerja sama untuk
menghadapi Belanda . Oleh karena itu Kabinet Amir diubah susunannya pada tanggal 11
Noember 1947 . Komposisinya sebagai berikut : Partai Sosialis : tujuh orang . PNI :
delapan orang . PSII : tiga orang . Masyumi lima orang . PRI : empat orang , golongan

77
Ibid., hal. 420 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Cina, pemuda , SOBSI,Parkindo, PKRI,PKI masing-masing satu orang dan non partai
empat orang .78

Dalam menghadapi perundingan dengan Belanda .Delegasi Republik Indonesia


dipimpin sendiri oleh Perdana Menteri Amir Sjarifuddin dan Ali Sastroamidjojo sebagai
wakil ketua .Anggota- anggotanya terdiri dari Soetan Sjahrir; Tjoa Sek Ien , Mr. Nasroen
, dan dua anggota cadangan ; Ir. Djuanda dan Setiadjid serta 32 penasehat . Delegasi
Belanda dipimpin oleh .R.Abdulkadir Wirjoatmodjo dan sebagai wakil ketua adalah
H.L.K.F. van Vredenburh .Anggota-anggotanya terdiri Dr. P.J.Koets , Mr. Ch. R.
Soumokil , Tengku Zulkarnaen ,, Mr. Adjie Pangeran Kartanegara , Mr. Masjarie , Thio
Thian , Mr. A.H. Ophuyzen , A. Th. Baud sebagai sekretaris . 79

Amir Sjarifuddin berserta rombongan datang ke Jakarta di bawah tekanan bayonet


musuh . Di sepanjang jalan yang dilewati rombongan Amir selalu disambut hangat oleh
rakyat . Pekikan “ merdeka “ terdengar di mana-mana . Hal itu menunjukkan betapa
berkobar-kobarnya semangat perjuangan rakyat Indonesia bagi kemerdkaan bangsanya .

Perundingan dibuka di atas kapal Renville yang berlabuh di Tanjung Priok pada
tanggal 8 Dsember 1947 . Pada pembukaan ini Perdana Menteri Amir Sjarifuddin
mengucapkan pidatonya ( dalam bahasa Inggris ) yang menyatakan bahwa ia gembira
karena sekarang telah terbuka kesepatan untuk menylesaikan soal pertikaian Indonesia-
Belanda . Namun ia sesalkan bahwa kesempatan ini baru terbuka setelah meminta banyak
korban nyawa manusia , harta benada lainnya . Amir merasa optimis bahwa perundingan
akan mencapai hasil yang memuaskan karena dihadiri oleh Wakil-wakil Dewan
Keamanan PBB sendiri .Lebih lanjut Amir mengingatkan bahwa perundingan ini
dadakan pada bulan Desember , pada bulan mana dirayakan kelahiran “ Pembawa
Damai :. Perundingan kiranya diwarnai oleh amat perdamaian yangdibawa leh Sang
Pembawa Damai itu . 80

Dalam perundingan ini delegasi Belanda menuntut agar perundingan terlebih


dahulu menyelesaikan masalah gencatan senjata dan sesudah itu barulah perundingan
masalah politik . Pihak Repblik menuntut sebaliknya yaitu penyelesaian politik terlebih
dahulu dan sesudah itu masalah gencatan senjata . Masalah permusuhan akan selesai
dengan sendirinya kalau telah ada penyelesaian politik . Oleh kaena Belanda tdak mau
mundur dari tntutannya maka dioutuskan untuk meghentikan permusuhan terlebih
dahalu .Oleh karena itu Komisi Teknis, yang diketuai oleh dr. J. Leimenan dengan
anggota Mr. Abdul Madjid, Letnan Jendral Urip Sumohadjo , Mayor Jendral Didi
Kartasasmita , Kolonel Simbolon dan Letnan Kolonel Bustomi mengadakanperundingan .
Komisi Teknis Belanda yang diketuai oleh van Vredenburgh dengan anggota Mayor
Jendral Buurman van Vreden , Kolonel Drost , Mr. .Zulkarnen , Letnan Kolonel Suria
Santoso dan Dr. Stuys serta Dr. J.P. Koets.

78
George Mc Turnan Kahin , op.cit., hal. 260.
79
Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notopsusanto , Sejarah Nasional Indonesia VI , ( Jakarta :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Balai Pustaka , 1990 ) , hal. 141 – 142 .
80
A.H. Nasution , op.cit. Jilid VI , hal. .,hal. 417.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Perundingan Komisi Teknis mengalami jalan buntu karena Belanda menolak


tunutan Komisi Teknis Indonesia agar tentara Belanda ditarik kembali hingga garis
demarkasi yang telah disepakati bersama 14 Oktober 1946 . Pihak Belanda menuntut
garis demarkasi sesuai dengan kemajuan yang telah dicapai oleh tentara Belanda pada
tanggal 28 Agustus 1947 . Garis ini disebut oleh Belanda sebagai Garis van Mook .

Oleh karena perundingan Komisi Teknis mengalami jalan buntu maka KTN
menyampaikan usulnya agar gencatan senjata diadakan sesuai dengan resolusi Dewan
Keamanan PBB pada tanggal 1 Agustus 1947 ketika Dewan Keamanan PBB
mengeluarkan seruan penghentian permusuhan . Leimena , ketua Komisi Teknis
indonesia menyetujui usul KTN namun pihak Belanda menolaknya . Pihak Belanda
mepertahankan Garis van Mook sebagai garis demarkasi dan jikaulau RI tidak
menerimanya maka pihak Belanda tidak mengaakan gencayan senjata . Perundingan
Komisi Teknis tetap mengalami jalan buntu .

Oleh karena itu KTN pada tanggal 3 Desember mengajukan rencana usul baru .
Sekali lagi Republik menyatakan bersedia menerima usul KTN yang baru itu . Pihak
belanda menolak usul-usul baru ini karena masih memegang garis demarkasi tertanggal 4
Agustus 1947 . Karena sikap Belanda yang demikian maka Perdana Menteri Amir
Sjarifuddin menjadi jengkel dan ia menyatakan akan segera kembali ke Yogyakarta .
Amir berakata ,” Kapan saya akan kembali ke Jakarta , itu tergantung dari Belanda . Saya
hanya kembali ke Jakarta , itu tergantung dari Belanda . Saya hanya kembali ke sini , jika
memang ada pekrjaan yang harus dikerjakan . Perundingan-perundingan politik dengan
Belanda demikian seringnya diundurkan, sehingga saya terpaksa sementara tinggal di
Yogya , di mana saya banyak soal penting yang harus diselesaikan . Kita harus segera
memulai perundingan yang sungguh-sungguh .”.81 Tanggal 24 Dsember1947 Perdana
Menteri Amir Syarifuddin dengan sebagian anggotanya kembali ke Yogyakarta .

Sekalipun perundingan gencatan senjata mengalami jalan buntu namun KTN


selalu berusaha mencari jalan keluar agar Belanda dan Indonesia dapat dibawa lagi ke
meja perundingan. Pada tanggal 25 Desember 1947 pihak KTN mengajukan usul baru
berupa gencatan senjata , yang dikenal dengan “ Usul-usul Hari Natal “. Usul tersebut
memuat hal-hal yang dalam bidang militer mendekati tuntutan Belanda sedangkan dalam
bidang politik membayangkan suatu cara yang demokratis yang bagi Republik
memberikan harapan bahwa daerah yang sudah lepas dari kekuasaannya akan diperoleh
kembali dalam waktu yang tertentu. 82

Usul-usul ini pun diterima oleh Republik sedangkan pihak Belanda menolak usul
KTN serta mengajukan beberapa amademen yang terdiri dari 12 prinsip politik .
Nampaknya Belanda tetap mempertahankan tuntutannya kecuali dalam bentuk
kesediannya membuat jalan untuk pemungutan suara rakyat sebagai keputusan terakhir
mengenai status tiap-tiap daerah . Sementara itu Belanda giat mengadakan persiapan
untuk membentuk Negara Jawa Barat , Negara Jawa Timur dan Negara Sumatra Timur .
Tidakan Belanda merupakan suatu pelanggaran yang nyata di depan KTN karena daerah-

81
Ibid., hal. 437 .
82
Ibid..,hal. 442.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

daerah tersebut merupakan derah daerah RI yang direbut oleh Belanda . Mulai terdengar
desas-desus bahwa Belanda akan menyerang kota Yogyakarta jikalau 12 prinsip politik
Belanda ditolak oleh Republik .

Tanggal 3-5 Januari 1948 kabinet RI bersidang terus-menerus untuk mencari jalan
pemecahan yangaik . Sutan Sjahrir duta keliling RI dipangil kembalintuk diminta
pertimbangannya.. Para pemimpin partai diundang juga untuk menghadiri sidang . Hasil
sidang adalah menolak amademen Belanda . Hasil sidang adalah menolak amademen
tersebut dibawa sendiri oleh Perdana Menteri Amir Sjarifuddin pada anggal 7 Januari
1948 . Usaha-usaha KTN gagal lagi . Kini KNT giat mengadakan perundingan informal
dengan maing-masing pihak . KTN mendesak epublik untuk mendekati tuntutan Belanda
karna Belanda tidak mau mundur lagi dari tuntutannya . Tiba-tiba tanggal 9 Januari .
Belanda memberikan ultimatum bahwa RI harus menerima tuntutan Belanda secara
mutlak dalam tempo tiga hari . Jikalau batas waktu ultimatum selesai maka delegai
Belanda akan meminta instruksi baru dari Den Haag . Hal ini sangat mencemaskan KTN .
Ultimatum ini berarti bahwa jika RI tetap menolak maka Belanda akan menjalankan
kekerasaan dan berarti ula peperangan akan berkobar lagi .

KTN yakin bahwa Republik akan menolak 12 prinsip politik Belanda . Oleh
karena itu KTN berusaha menembusi jalan buntu ini dengan menambahkan keenam
pokok tambahan kepada 12 prinsip politik Belanda . Peranan Frank Graham sangat
menonjol dalam penyusunan enam pokok tambahan tersebut . KTN meminta kepada
Belanda untuk memperpanjang ultimatumnya 48 jam karena KTN masih harus
mengadakan perundingan dengan pihak Republik . Semua anggota KTN terbang ke
Yogyakarta untuk membujuk RI agar mau menerima 12 prinsip politik Belanda dengan
enam pokok tambahan dari KTN. Namun di antara “ Lima Besar RI “ , Hatta dan Sjahrir
tidak berada di Yogyakarta . Oleh karena itu maka Amir Sjarifuddin sendiri rebang ke
Sinagpura untuk mengambil Sjahrir dan Kemudian ke pekanbaru untuk mengambil
Hatta . “ Lima Besar RI “ yang dimaksud adalah Soekarno, Hatta , Sjahrir , Amir
Sjarifuddin dan H. Agus Salim .

Dalam perundingan ini pihak KTN menjelaskan dengan panjang lebar mengenai
keenam pokok tambahan dari KTN itu . Menurut KTN enam pokok tambahan itu dapat
dijadikan pegangan bagi RI untuk menyelesaian politik yang menguntungkan RI . Frank
Graham , wakil Amerika dalam KTN , menyatakan bahwa pihak Amerika tidak dapat
melakukan tekanan supaya Belanda jangan melakukan kekerasaan namun ia berjanji
Amerika bersedia untuk memaksa Belanda akan melakukan plebisit dengan jujur . Para
politisi yang yang mementingkan diplomasi dalam menyelesaikan pertikaian ini melihat
keenam pokok tambahan KTN dapatmengutungkan Republik. Soekarno muncul dengan
semboyannya yang terkenal : “ From the bullet to the ballot “. ( Dari peluru ke
pemungutan suara ).

Pihak Indonesia sangat percaya kepada jaminan KTN dalam pelaksanaan enam
pokok tambahan itu . Pihak Belanda puas karena pada kahirnya Republik terpaksa tunduk
pada tuntutan Belanda . Tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal “ Renville “ maka

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

ditandatanganilah oleh Mr. Amir Sjarifuddin naskah pesetujuan tersebut , yang kemudian
dikenal dengan nama “ Persetujuan Renville “.

Dalam pidato-pidato sesudah penandatangan persetujuan nampak bahwa


pemimpin-pemimin Republik sangat opsitimis dan yakin bahwa persetujuan itu akan
memberi keuntungan kepada Republik . Sebagaimana yang dikatakan Presiden Soekarno,
Wakil Presiden Moh. Hatta dan Panglima Besar Sudirman . Namun reaksi terhadap
Persetujuan Renville tidak diduga-duga . Masyumi menolak Pesetujuan Renville dan
menarik menterinya dari kabinet . Tindakan Masyumi tersebut diikuti oleh PNI sehingga
tinggalah partai-partai kecil dari golongan sayap kiri serta PSII yang mendukung Kabinet
Amir Sjarifuddin . 83

Pada akhirnya Kabinet Amir tidak dapat dipertahankan lagi sehingga tanggal 23
Januari 1948 Presiden Soekarno mengumumkan pembubaran Kabinet Amir setelah Amir
menyerahkan mandatnya kepada Presiden soekarno . Presiden Soekarno menunjuk Wakil
Presiden Moh. Hatta untuk membentuk kabinet presidentiil mengingat keadaan negara
yang genting . Amir sangat kecewa karena sikap Masyumi dan PNI yang tidak menaruh
kepercayaan kepadanya , padahal waki lwakil mereka selalu diikutsertakan dalam
perundingan-perundingan yang sangat menentukan . Amir juga kecewa karena Frank
Graham ditarik dari keanggotaan KTN oleh Pemerintah Amerika atas desakan Belanda.
Dalam kabinet Hatta , Amir tidak lagi duduk dalam pemerintahan . Ia kini menjadi pihak
oposisi .

Salah Langkah

Pada tanggal 23 Januari 1948 Amir menyerahkan mandatnya sebagai perdana


menteri kepada Presiden Soekarno . Pada hari yang sama Gerkan Pemuda Islam
Indonesia mengadakan demontrasi . Mereka mengadakan demontrasi . Mereka menuntut
agar Amir Sjarifuddin tidak lagi menjadi perdana menteri dan kabinet haruslah kabinet
presidentil . Demontrasi GPII dibalas dengan demontrasi oleh golongan sayap kiri
tertanggal 25 Januari 1948 . Sayap kiri menuntut supaya Amir tetap menjadi perdana
menteri dan meranhkap sebagai menteri pertahanan . Mohamad Hatta berusaha menarik
semua wakil-wakil partai untuk duduk dalam kabinet sehingga kabinet ini akan
merupakan kabinet koalisi yang kuat dalam menghadapi perundingan dengan belanda .

Partai Sosialis – Amir bersama –sama dengan golongan sayap kirti menyatakan
bahwa mereka akan mendukung pemerintahan Hatta jikalau sekurang-kurangnya empat
kursi diberikan kepada pihak mereka dan Amir tetap menjadi menteri pertahanan .
Tuntutan Partai Sosliasi dan serta sayap kiri ditentang Masyumi dan PNI. Masyumi
menyatakan kepada Hatta bahwa jikalau tutnutan Partai Sosialis dan golongan sayap kiri
dipenuhi maka mereka tidak mau duduk dalam kabinet , Hatta tidak bia memenuhi
tuntuan golongan Amir sehingga Hatta membentuk kabinet tanpa mengikutsertakan
Partai Sosialis dan sayap kiri .
83
Ibid., hal. 469 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Dalam situasi seperti ini , Amir , bersama komponen Sayap Kiri yang lain – PKI ,
Partai Buruh , dan Pesindo – memutuskan untuk menentang pemerintah Hatta .
Perkembangan itu menyebabkan memuncaknya perpecahan di dalam Partai Sosialis .
Pengikut-pengikut Sjahrir

Amir jatuh dari kabinet , ia mulai dikelilingi oleh tokoh-tokoh komuns dari sayap
kiri seperti Tan Ling Djie , Abdul Madjid, Setiadjit dan sebagainya . Mereka ini hendak
menjadikan Amir sebagai pemimpin mereka . Tan Liang Djie hampir setiap saat berada
di rumah Amir sehingga istrinya Zainab menjadi cemas kalau-kalau Suaminya diseret
oleh golongan komunis . Nyonya Amir meminta kepada Ds F.K.N. Harahap agar ia mau
mendampingi Amir pada saat kekecewaaan karena Amir tidak lagi dipercaya untuk
memimpin Republik . Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Harahap karena
perjuangnya di front Malang tidak dapat ditinggalkan . 84

Sebelum terbentuknya kabinet Hatta Partai Sosialis mengeluarkan seruan kepada


Hatta agar Persetujuan Renville diteruskan dan ia mendesak Hatta agar segera diambil
langkah –langkah pelaksanaan yang kongret . Tetapi satu bulan kemudian setelah
terbentuknya Front Demokrasi Rakyat di Solo pada tanggal 26 Februari 19 . Dalam FDR
bergabunglah Partai Sosialis dan golongan sayap kiri ( PKI, PBI , PESINDO ,SOBSI ).
Amir Sjarifuddin dipilih sebagai pemimpin FDR. Kemudian FDR mengeluarkan
seruannya yang sama sekali bertentangan dengan seruan Partai Sosialis beberapa minggu
sebelumnya . FDR menyeruhkan supaya Persetujuan Renville dibatalkan ; perundingan-
perundingan dengan Belanda dihentikan hingga Belanda meninggalkan Indonesia dan
menasionalisasikan semua milik Belanda dan mili bangsa asing lainnya tanpa ganti
rugi .85

Kini FDR menjadi pihak oposisi terhadap kabinet Hatta dan ia berusaha untuk
menjatuhkan Kabinet Hatta . FDR menuntut agar Kabinet Presidntil Hatta diganti dengan
kabinet parlementer . Proses pendemokrasian dalam bidang politik , sosial dan ekonomi
adalah penting sekali untuk dilaksanakan . FDR juga menyeruhkan agar
mempertahankan tentara ( menentang rasionalisasi ) karena kekuatan tentara sangat
diperlukan untuk menghadapi tekanan militer Belanda . Perbaikan pebaikan di bidang
ekonomi supaya dijalankan dengan cara ekonomi desa harus didasarkan pada koperasi ,
mengurangi keuntungan dalam perdagangan dan melipatgandakan produksi serta
bertindak keras terhadap pasar gelap . 86

Oposisi FDR makin hari makin meningkat dan keras . Sekalipun demikian , Hatta
masih mengikutsertakan FDR dalam penyusuan suatu program yang disebut “ Program
Nasional “. Hatta berpendapat bahwa Program Nasional yang kelak disusun tersebut akan
menjadi dasar bagaimana bentuk kabinet itu . FDR melihat bahwa adanya Program
Nasional ini merupakan kesemptan yang baik baginya untuk kembali menguasai kabinet .
Program Nasional ini diketuai oleh Mr. Tambunan (Parkindo ) Sujono Hadinoto (ONI) ,

84
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 223 – 224.
85
George McTurman Kahin , op.cit., hal. 330 – 332. .
86
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 226.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Mr. Amir Sjarifuddin ( Partasi Sosialis ) , D.N. Aidit (PKI ) , Setiadjit (FBI) M.Saleh
Suhaidi ( Masyumi ) dan Mauto Nitihardjo ( Partai Rakyat ) . Amir Sjarifuddin
memegang peranan yang penting dalam rapat-rapat panitia tersebut . Dalam rapat-rapat
tersebut Amir menekankan agar dasar negara diambil saja “ Pancasila “ . Para petani
harus memiliki tanah sendiri . Oleh karena itu setiap petani yang tidak memiliki tanah
harus diberikan tanah kepadanya . Dengan demikian maka produksi nasional kita dapat
membaik . 87

Panitia ini bekerja dengan keras dan tugasnya selesai tanggal 23 Juni 1948 . Pada
tanggal 27 Juli diadakan pertemuan dengan pemerintah dan wakil-wakil partai untuk
embicaakan Program asional yang telah dihasilkan oleh panitia. Pemerintah menerima
baik rumusan Program Nasional ini dan bahkan beberapa pokok di antaranya dilaksakan
oleh pemertinah .

Dengan diterimanya Program Nasional oleh pemerintah maka FDR telah


mengharapkan bahwa mereka akan behasil menjatuhkan kabinet Hatta dan pihaknya akan
menguasai kabinet Hatta . Namun pengharapan FDR tidak terpenuhi karena Masyumi
dan PNI menolak adanya perubahan sistim kabinet mengingat keadaan negara masih
genting . Masyumi dan PNI setuju kita kabinet diubah harus tetap dipegang oleh Wakil
Presiden Moh. Hatta Dengan demikian usaha FDR untuk memperoleh kekeuasaan lewat
Program Nasional gagal .

Sementara penyusunan Program Nasional berlangsung , kegiatan FDR menentang


pemerintah terus ditingkatkan saja . Tindakan itu diambil untuk menjaga kemungkinan
kalau-kalau usaha lewat Program Nasional tidak berhasil . FDR terus memperkuat
kedudukannya . Para pendukung FDR terdapat dalam kalangan tentara , kaum buruh dan
petani . Selama Amir Sjarifuddin menjadi menteri pertahanan ia telah membangun
pendukung-pendukung Partai Sosialis . Di luar tentara reguler terdapatlah Pesindo dan
lasykar-lasykar lain yang kemudian dikenal nama TNI Masyarakat . Ketika Partai
Sosialis pecah sebagian mengikuti Amir, terutama Pesindo . Dalam kalangan pemuda ,
Pesindolah menjadi pendukung Amir yang militan . Para pendukung Amir bertambah
ketika Hatta menjalankan program rasionalisasi ini sekalipun program ini dicetuskan oleh
Amir sendiri pada waktu itu masih menjadi menteri pertahanan . Mereka yang terkena
nasionalisasi berlaih menjadi pendukung FDR .

FDR menentang program rasionalisasi karena sebenarnya FDR sadar bahwa


program ini membawa akibat yang serius bagi FDR yaitu ia akan kehilangan pendukung
dalam kalangan tentara . Dengan demikian tempat berpijak utama FDR akan lumpuh .
Pendukung FDR dalam tentara yang tetap dipertahankan Hatta tidak lagi diberi posisi
kunci karena pemerintah telah mulai mencuigai usaha-usaha FDR.

Bulan Mei 1948 FDR merancangkan dua program untuk memperoleh kekuasaan
dengan cara berusaha untuk melemahkan dan m endeskreditkan pemerintah lewat
pemogokan - pemogokan yang besar di antara kaum buruh dan petani .serta memajukan
kesatuan nasional . Langkah pertama untuk mencapai kesatuan nasional adalah dengan
87
Ibid.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

melaksanakan progam nasional .Dengan pelaksanaan Program Nasional maka diharapkan


kabinet yang baru itu akan dikuasai oleh FDR.

Awal Juli 1948 pemerintah mulai mencurigai bahwa Amir dan pemimpin FDR
lainnya akan merebut kekuasaan lewat perjuangan politik dan akan memakai jalan
kekuasaan militer .Kabinet Hatta melihat bahwa FDR dalam melakukan aksinya akan
melewati empat tahap .Rapat-rapat besar dan tertutup dengan mengadakan berbagai
demonstrasi .;mengadakan pemogokan-pemogokan ; mengadakan kekacauan dengan
menganjurkan perampokan dan penculikan dan perampasan kekuasaan . Keempat Fase
ini dijalankan oleh FDR dengan teratur sekali .88
.
Pertengahan Juli 1948 FDR merancangkan program untuk menjatuhkan
pemerintah seperti yang tercantum dalam dokumen FDR . Menginjak Tingkatan
Perjuangan Militer Baru Dalam dokumen ini dicantumkan analisa situasi dan rencana
jangka panjang FDR . tentang analisis situasi dikatakan bahwa usaha pejabat pro – FDR
dalam kalangan tentara untuk menghalangi rasionalisasi tidak berhasil . Dari 20
kedudukan kunci kini tinggal dua kedudukan saja yang berada dalam tangan
pendukung FDR yaitu Wakil Komandan Teritorial Jawa dan Kepala Hubungan
Masyarakat TNI . TNI Masyarakat telah dipecahkan ke dalam enam unit dan
berada dalam pengawasan Staf Teritorial . Divisi Informasi Politik TNI Masyarakat yang
dahulu dikuasai oleh pendukung FDR sekarang dalam proses pembubaran . Namun
demikian kekuatan FDR dalam kalangan tentar masih kuat . Diperkirakan 35 % dari unit
–unit tetara masih dibawah pengaruh FDR . Jikalau rencana dilaksanakan dengan baik
dan teliti maka tentara akan banyak mendukung FDR atau sekurang-kurangnya
mengambil sikap netral .

Dalam dokumen itu strategi digariskan atas dua fase yaitu dengan memakai cara
parlementer dan kalau fase ini gagal maka ditempuh fase kedua yaitu dengan memakai
cara non parlementer . Usaha lewat jalan parlementer dilakukan dengan cara
:Mempengaruhi Badan Pekerja KNIP untuk menerima Program Nasional agar dijadikan
program pemerintah sehingga pemeritah sekarang dibubarkan dan kabinet baru yang
bertanggung jawab .; Mempercepat pembentukan Front Nasional , terutamma Frontfront
Nasional Reginal .;Front Nasional akan merupakan tahap perjuangan politik untuk
membubarkan kabine yang sekarang .dan Jika rencana-rencana yang disebut di atas gagal
maka demontrasi-demontrasi dalam skala besar akan dilaksanakan oleh kaum buruh
petani , tentara dan keompok-kelompok yang dapat dibujuk untuk bergabung dengan
kita .
Demontrasi-demontrasi dalam skala besar itu harus diikuti langsung dengan suatu
pemogokan umum dan bila perlu dengan kekerasaan . Dalam aksi ini kaum buruh , petani
dan tentara mengambil bagian adalah mereka yang akan melakukan disiplin kita yang
penuh ; Kader-kader tentara yang akan memimpin aksi massa ini aalah mereka yang
memiliki pendidikan politik dan ideologi yang sesuai dengan tanggung jawa yang kita
berikan kepada mereka ; Aksi massa ini merasa hanya akan dilaksnaakan dalam daerah-
daerah yang cukup mempunyai kekuatan militer untuk mengimbangi kekuatan musuh .

88
A.H. Nasution , op.cit., jilid VIII , hal. 249 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Jikalau pemerintah terus menolak membubarkan kabinet dan menolak


pembentukan kabinet baru yang di dalamnya FDR akan memagang kedudukan kunci
maka kita akan beralih ke dalam fase kedua . Kita akan memutuskan semua hubungan
dengan pemerintah dan melanjutkan perjuangan kita di bawah kepemimpinan kita sendiri
baik sebagai pemberontak ataupun sebagai pemerintahan yang berpisah . Persiapan-
persiapan yang harus dilakukan adalah dengan menarik sebagian tentara kita dari garis
depan ( garis yang memisahkan Republik dengan daerah pendudukan Belanda ).Jikalau
dipaksa untuk mengirimkan tentara kita ke garis depan maka tentara yang belum siap kita
percayai sepenuhnya akan dikirim ke sana . Kemudian memindahan tentara-tentara kita
ke daerah-daerah yang kita pandang sebagai daerah strategis dan meningalkan daerah-
daerah yang tidak dapat lagi dipertahankan . Daerah Madiun akan djadkan sebagai kubu
gerilya yang terkuat guna perjuangan jangka panjang . Kita harus menempatkan
sekurang-kurangnya lima batalyon di Madiun yang sudah siap di sana pada bulan ini atau
bulan gustus .Kita akan menjadikan Solo sebagai daerah pengacauan ( Wild West )
supaya perhatian diarahkan ke sana , teapi kita harus mempunyai tentara yang kuat di
Solo sehingga kekuatan de facto selamanya berada dalam tangan kita . Kedu ,
Yogyakarta , Pati , Semarang , Bojonegoro , Surabaya dan Kediri akan dijadikan daerah
netral yang berarti bahwa jikalau keadaan memungkin kita kan mmpertahankan atau
kalau tidak akan ditinggalkan . Kekuatan pada setiap daerah-daerah tersebut tidak lebih
dari dua batalyon .Kita dapat mengosongan sama sekali daerah-daerah Malang,
Banyumas dan Pemalang

Di samping kekuatan tentara resmi kita sekarang harus membentuk suatu “ tentara
rakyat “ dalam arti yang luas . Pada umumnya berarti kita akan membentuk kekuatan-
kekuatan yang ilegal .Dalam setiap subdistrik yang kita anggap kedudukannya stertegis
dan di dalamnya pengaruh kita kuat maka akan ditempatkan suatu kelompok tentaa yang
erdiri dari 60 orang dipimpin oleh seorang komandan .Ke-60-orang itu akan dibagi ke
dalam 6 atau 10 orang tiap kelompok dan dikirm ke desa-desa .Pimpian umum dalam
setiap subdistrik berada dalam tangan suatu dewan perwakilan dan kaum buruh , petani
dan komandan tentara 60 orang. Program kita untuk fase kedua akan ditentukan lebih
lanjut sesuai dengan situasi . Kita dapat menyatakan lebih lanjur bahwa kita harus
meralisai Program Nasional terutama yang berhubungan dengan perbaikan pertanian ,
pertahanan rakyat dan perjuangan kaum buruh .89 Rencana FDR tersebut tidak diketahui
pemerintah sehingga pecahnya pemberontakan PKI di Madiun , 18 Septmber 1948 .
Barulah tanggal 19 September 1948 Kapten Maulana dari Siliwangi menemukan
dokumen tersebut dari lemari Amir Sjarifuddin di rumahnya . 90

Rencana Amir dengan pemimpin FDR lainnya berjalan di luar apa yang
diharapkan .Pada 3 Agustus 1948 di Bukitinggi tibalah Suripto , perwakilan RI di Praha
bersama sekretarisnya yang bernama Suparto . Ternyata sekretaris Suripto yang bernama
Suparto itu tidak lain daripada Musso . Musso adalah tokoh PKI pada tahun 20-an
sesudah gagalnya pemberontakan PKI tahun 1926 melarikan diri ke Moskwa . Pada tahun
1935 Musso berhasil menyelusup ke Surabaya dan mendirikan ‘PKI Ileggal’ . Pada
tanggal 11 Agustus 1948 Suripto dan Musso terbang ke Yogyakarta . Ia menginap di

89
George McTurman Kahin , op.cit., hal. 331 – 334.
90
A.H. Nasution , op.cit., hal. 273.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

rumah Amir Sjarifuddin . Musso segera mendapat sambutan yang hangat dari PKI dan
bahkan ia diangkat menjadi sekretaris jendral PKI menggantikan Sardjono

Muso mulai menguraikan kesalahan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia


dalam pelaksanaan revolusi . Kesalahan pertama adalah sejak permulaan hingga saat ini
Indonesia selalu bersikap defensif . Menurut strategi yang benar dalam revolusi , menurut
teori Frederick Engles , kita akan kalah jika tidak ada perubahan yang radikal . Tidak
adanya perubahan yang radikal inilah kesalahan yang pertama . Kesalahan yang kedua
adalah menurut hukum revolusi dan menurut teori Lenin , revolusi nasional kita jangan
dipimpin oleh anasir yang burgerlijk tetapi oleh kelas kaum buruh karena kelas buruhlah
yang paling progresif-revolusioner dan anti imperialis . Revolusi nasional adalah revolusi
kerakyatan dan ia harus dilakukan oleh rakyat dan untuk rakyat .

Selanjutnya Musso menganjurkan untuk mendirikan Fronmt Nasional. Setiap


anggota partai harus masuk ke dalam Front Nasional secara individual . Demikianlah
kabinet yang sekarang dibubarkan dan diganti dengan kabinet nasional , yang menteri-
mentreinya bukanlah wakil-wakil partai tetapi oleh front nasional . Kabinet yang
sekarang sangat dikuasai oleh Masyumi dan kabinet yang demikian merupakan kabnet
yang sama sekali tidak kuat . Jikalau pun FDR menguasai kabinet maka keadaannya sama
dengan kabinet sekarang ini . Jalan satu-satunya untuk memperoleh kabinet yang kuat
adalah membentuk kabinet front nasional di mana wakil-wakilnya yang paling cakap
akan duduk di dalamnya .

Dari pendapat Musso jelaslah bahwa yang dipersalahkan bukan saja pemerintahan
Hatta tetapi juga usaha Amir bersama FDR-nya untuk menguasai kabinet .Pergerakan
golongan kiri sekarang berada ditangan Musso dengan adanya sambutan yang hangat dari
massa PKI dan suara Amir mulai jarang terdengar dan pengaruhnya segera
merosot.Pastilah keadaan yang demikian tidak disenangi oleh Amir karena ia selama ini
yang membangun dan membina FDR. Ia merasa diasingkan oleh partainya sendiri. Ia
tidak mungkin memperlihatkan sikap ramah terhadap Masyumi dan PNI serta karena
Hatta karena selama ini ia sangat menentang keras mereka .Mungkin Amir bingung dan
bimbang ke arah mana ia harus bergabung . Apakah ia mau menarik diri dari gelangang
politik . Sebagaimana yang pernah dibicarakan dengan istrinya belajar teologia di luar
negeri dan bisa mengabdikan dirinya kepada Gereja di Indonesia .Mungkin rencana
tersebut belum dipikirkan secara matang sehingga tidak terlaksana . 91

Musso ingin meluruskan revolusi Indonesia yang dianggap selama ini berjalan
tidak sesuai dengan hukum revolusi . Ia menyeruhkan agar semua partai politik partai
politik mengadakan suatu front nasional bersama demi berhasilnya revolusi Indonesia .
Golongan kiri menanggapi seruan Musso tersebut dengan meleburkan diri bergabung
dengan PKI . Partai Sosialis Amir menyatakan diri bergabung dengan PKI pada tanggal
27 Agustus 1948 . Dengan demikian Amir telah berada dalam orbit PKI Pada tanggal 29
Agustus Amir mengeluarkan pernyataan bahwa ia menjadi komunis sejak tahun 1935
ketika Musso mendirikan PKI Illegal di Surabaya serta Gerindo sebenarnya adalah partai
mantel PKI.
91
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 231 – 233 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Gerindo , sesungguhnya , merupakan suatu pengejawantahan di Indonesia dari


pemikiran front rakyat di Eropa , di mana partai-partai kiri, termasuk partai-partai
komunis di bawah pengarahan Komintern , membentuk suatu persekutuan kekuatan
progresif untuk kepentingan perjuangan bersama melawan fasisme . Jika benar bahwa
Amir Sjarifuddin , seperti yang diakuinya , maka wajar sekali bila ia berusaha bersekutu
dengan kaum nasionalis non komunis yang radikal dalam organisasi berbasis luas seperti
Gerindo . Dan adalah wajar bila di dalam barisan Gerindo , di samping para pemimpin
Partindo seperti Sartono , terdapat yang lain-lain , seperti Wikana , yang semasa revolusi
muncul sebagai kaum komunis , atau Sakirman – saudara ipar Sartono – yang duduk
sebagai anggota PKI dalam parlemen sesudah proklamasi kemerdekaan . Bagi kaum
nasionalis radikal maupun kaum komunis , Gerindo merupakan satu-satunya organisasi
yang tersedia . Gerindo mendapat pengakuan hukum dan dapat memberi tempat bernaung
sementara kepada semua orang yang tidak dapat menerima sikap moderat Parindra .

Pengakuan Amir sangat mengangetkan umum . Para pemimpin Indonesia


nonkomunis seperti Soekarno, Hatta dan Sjahrir berpendapat bahwa Amir sebelumnya
bukanlah anggota PKI meskipun ia mempunyai hubungan dengan PKI illegal . Amir
bukanlah seorang komunis stanilist yang otrodoks . Ia adalah nasionalis , bukan seoarng
komunis . Pengakuannya disebabkan karena kekecewaannya kepada Amerika Serikat
dan opotunisme politik . 92

Bisa jadi kekecewaan Amir kepada Amerika Serikat merupakan penyebab utama
bagi Amir hingga ia berorientasi pada kaum Stalinis . Ia merasa bahwa ialah orang yang
paling bertanggung jawab atas Pesertujuan Renville . Ia menandatangani Persertujuan
Renville karena didasarkan kepada kepercayaannya kepada jaminan Amerika Serikat atas
implementasinya Renville namun kemudian ternyata Amerika Serikat menarik Frank
Graham dari keanggotaan KTN karena Frank Graham memberikan keuntungan kepada
Republik Indonesia . 93

Orang-orang yang mengenal Amir sebagai seorang Kristen yang saleh


menyatakan bahwa tibanya Musso di Indonesia dan segera menjadi pemimpin yang
terkemuka dari sayap kiri di Indonesia membuat Amir panik agar ia tidak terasing dari
gelagang politik dan terasing dari FDR maka ia bersedia bekerja sama dengan Musso .
Pastilah Musso dan Amir juga merasakan kebutuhan saling bekerja sama untuk
menjatuhkan pemerintahan Hatta .

Seruan Musso mengundang semua partai untuk membentuk suatu front nasional
ditolak oleh Masyumi dan PNI sehingga Musso membentuk Politbiro PKI (yang
kemudian berubah menjadi Front Nasional ). Politbiro PKI ini diumumkan pada tanggal
1 September 1948 dan disebutkan Musso , Maruto Darusman , Tan Liang Djie dan
Ngadiman bertugas pada Sekretarat Umum sekaligus merangkap Sekretariat Kader
sedangkan Amir Sjarifuddin menangani Sekretariat Pertahanan .Melihat komposisi

92
George McTurnan Kahin , op.cit., hal. 273 – 274 dan J.D. Legge , Kaum Intelektual dan Perjuangan
Kemerdekaan – Peranan Kelompok Sjahrir , ( Jakarta : Grafitipers , 1993 ), hal. 206 – 207 .
93
Ibid. George McTurnan Kahin , hal. 337 – 338. .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Politbiro PKI menimbulkan pertanyaan . Mengapa Amir tidak berasama Musso


menangani Sekretariat Umum merangkap Sekretariat Kader . Padahal Amir adalah Amir
adalah orang yang paling berpengaruh di FDR sebelum Musso tiba .Mungkinkan Musso
meragukan kekomunisan Amir ? Tetapi yang jelas penunjukan Amir menangani
Sekrteriat Pertahanan berdasarkan pengalaman Amir pada saat menjadi menteri
pertahanan yang membangun pendukung Partai Sosialis dari kalangan tentara .

Musso menguraikan kesalahan para pemimpin revolusi Indonesia sejak


proklamasi kemerdekaan . Musso berpendapat bahwa kesalahan revolusi Indonesia sejak
semula karena dipimpin oleh kaum borjuis . Perjuangan revolusi Indonesia akan berhasil
jikalau revolusi itu dipimpin oleh kaum buruh yang progresif dan bergabung dalam PKI .
Ia juga mengatakan bahwa Rusia adalam pemimpin revolusi dunia adalah bagian
daripada revolusi dunia . Jadi , Indonesia harus berada di bawah Soviet . Kalau di pihak
Rusia kita adalah benar 94. Amir pun menguraikan kesalahan revolusi Indonesia . Amir
menyatakan bahwa revolusi kita adalah revolusi istimewa. Amir menyatakan bahwa
pokok pangkal kesalahan politik kita terletak pada Manifesto Politik tanggal 1 Novmber
1945 yang menelorkan Naskah Perjanjian Linggarjati dan Persetujuan Renville dan lain-
lain . Sebenarnya revolusi kita adalah revolusi istimewa . Segera setalah kita peroklamasi
kemerdekaan , segala alat-alat negara dan alat-alat perekonoman telah kita rampas , tetapi
kemudian karena kesalahan yang kita buat pada tanggal 1 November 1945 itu , sebagian
yang ada di tangan kita , kita lepaskan kembali . Terutama bagi Komunis politik ini
adalah politik yang salah . Kaum Komunis semestinya konsekuen tidak berkompromi
dengan pihak musuh . 95

PKI bukan saja mengadakan kritik yang pedas kepada pemerintah tetapi
pertentangan dengan golongan Tan Malaka makin menghebat terutama setelah Tan
Malaka dibebaskan dari penjara pada tanggal 17 Agustus 1948 . Di antara kedua
golongan ini terdapat saling tuduh menuduh . Demikianlah juga antara PKI dan Masyumi
serta PNI terjadi pertentangan yang sengit . Pertentangan antara golongan politik di
Indonesia sangat sengit .

Sementara itu tanggal 20 Agustus 1948 di Solo dibanjiri oleh pasukan yang tidak
dkenal . Keadan kota Solo menjadi sangat kacau . Terjadilah saling culik-menculik dan
tuduh menuduh antara PKI dengan Gerakan Rakyat Revolusi . Masing-masing pihak
mengumumkan orang-orangnya yang hilang dan menuduh pihak yang lainnya yang
menculik . Pertentangan tersebut menjalar menjadi pertentangan antara Divisi Sliwangi
dengan Divisi Senopati yang disebut terakhir adalah pendudkung PKI . Divisi Senopati
Menuduh Divisi Siliwangilah yang meculik anggota Senopati dan anggota PKI di Solo .
Pertentangan tersebut disusul dengan saling serang menyerang . Oeh karena pecahnya
perang antara Divisi Siliwangi dan Divsi Senopati maka Panglima Besar Sudirman
mengeluarkan perintah gencatan senjata pada tanggal 13 Agustus 1948 , namun
pertempuran terus saja berlangsung . Keadaan genting di Solo menyebabkan Kolonel
Gatot Subroto diangkat menjadi gubernur militer di Solo pada tanggal 16 September
1948 . daerah Surakarta dinyatakan berada dalam keadaan darurat perang . Gatot Subroto

94
A.H.Nasution, Jilid VIII ,hal. 209 .
95
Ibid., hal. 220 – 221.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

menyeruhkan agar tembak-menembak dihentikan dengan batas waktu tanggal 20


September.
1948.

Sementra ketegangan di Solo berlangsung para pemimpin PKI seperti Musso,


Amir, Wikana, Harjono, Setiadjit mengadakan perjalanan keliling unuk propaganda
partai di seluruh Jawa Tengah dan beberapa kota di Jawa Timur. Menurut rencana Amir
akan berada seminggu dalam tugas partai ini . Oleh karena itu pakaian yang dibawanya
cukup dipakai dalam waktu seminggu . Ia tidak dapat lebih lama dalam perjalanan
keliling karena Amir akan mengunjungi ayahnya di Sumatra yang sakit keras . Ayahnya
memohon dengan sangat kepada Amir agar datang ke Sumatra untuk untuk melihatnya
karena mungkin ayahnya akan meninggal . Permintaan ayahnya dipenuhi oleh Amir .
Amir meminta kepada adiknya,Sjarief Bachroem untuk mengusahakan tempat pada
pesawat yang akan terbang ke Padang . Adiknya menghubungi Wakil Presiden Hatta
untuk meminta tempat bagi Amir . Hatta memenuhi pada penerbangan tanggal 19
September 1948 . 96

Rencana perjalanan keliling propaganda ini diatur sebagai berikut : Solo ( 7


Septmber ) , Madiun ( 8 September ) , Kediri (10 dan 11 September ) , Jombang ( 13
Sptember ), Bojonegoro (14 September ) , Cepu ( 16 Sptember ) , Purwodadi ( 17
Septmber ) dan Wonosobo ( 24 September ) . Perjalanan terakhir bagi Amir adalah di
Purwodadi dan dari sana Amir akan kembali ke Yogyakarta , sedangkan Musso masih
akan meneruskan perkerjaannya ke Wonosobo . Namun kejadian yang tak diduga oleh
pemimpin PKI itu telah terjadi di Madiun . Tanggal 18 September 1948 , pada pagi hari
pemberontakan PKI di Madiun telah dicetuskan oleh Sumarsono dan Djokosujono .
Kedua orang inilah yang sangat bertanggung jawab atas pemberontakan itu . PKI berhasil
merebut Madiun dari tangan pemberontak RI dan ia mengajak agar PKI di daerah lain
mengikuti jejak yang telah diambil oleh PKI di Madiun . 97

Berita pemberontakan PKI Madiun baru diketahui oleh pemerintah di Yogyakarta


pada tanggal 18 September 1948 , sore harinya . Kabinet segera bersidang untuk
menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk memadamkan pemerontakan
tersebut . Presiden Soekarno atas persetujuan kabient memberikan kekuasaan kepada
Panglima Besar Sudirman untuk menyelamatkan kehidupan negara . TNI segera
mengadakan penangkapan terhadap para pemimpin PKI di Yogyakarta seperti : Tan Ling
Djie, Abdul Madjid, Maruto Darusman dan Ngadiman . Demikian juga nyonya Amir
Sjarifuddin pada malam itu . Penangkapan terhadap para tokoh PKI di kota lainnya juga
segera dilaksanakan . Esok harinya Panglima Besar Sudirman melaporkan kepada
pemerintah bahwa kota Yogyakata telah diamankan .

Musso dan Amir yang mendengar bahwa pemberontakan telah dimulai di Madiun
sangat terkejut karena tindakan tersebut di luar rencana dan persetujuan para pemimpin
PKI . Hal itu menunjukkan bahwa para pemimpin PKI belu siap untuk mengadakan
perebutan kekuasaan dari pemerintah yang sah namun pemimpin PKI di Madiun telah

96
Frderick Wellem Djara , op.cit., hal. 238-239 .
97
A.H. Nasution, op.cit., hal. 235 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

memulai pemberontakan . Pemerintah sendiri memperikirakan bahwa PKI akan


mengadakan pemberontakan pada bulan November atau awal tahun 1949 . Agaknya
pemberontakan PKI di Madiun terpaksa dilancarkan di bawah pimpinan Surmarsono dan
Djokosujono karena PKI di Solo telah melarikan diri ke Madiun . Dalam yang terdesak
itu maka pemimpin PKI Madiun mengambil inisitiatip sendiri tanpa sepengatahuan
pemimpin ertinggi PKI . Dengan demikian tindakan tersebut telah keluar dari rencana
yang FDR semula . Mereka telah beralih ke fase kedalam yang sebenarnya belum
digariskan .

Musso dan Amir yang mendengar berita pemberontakan tersebut tergesa-gesa


berangkat dari Purwodadi menuju Madiun . Mereka kini tidak dapat berbuat lain kecuali
mendukung dan meneruskan pemberontakan yang telah dimulai tersebut . Di Purwodadi
dan pada sepanjang jalan Purwodadi – Madiun serta dalam kota Madiun sendiri berkibar-
kibar bendera merah. Rakyat di sepanjang jalan meneriakan ‘ menang perang , menang
perang “ kepada kepada Musso dan Amir Sjarifuddin .98

Pada tanggal 19 September 1948 Presiden Soekarno mengucapkan pidato


radionya . Soekano menjelaskan akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam
menghadapi ancaman Belanda dan pengacau dalam negeri . Ia juga menguraikan tentang
kerusuhan di Solo dan akhirnya tentang PKI Musso yang telah mengadakan kup terhadap
pemerintah yang sah . Presiden Soekarno menyatakan ada dua pilihan bagi bangsa
Indonesia pada sekarang ini . Ikut Musso dengan PKI-nya , yang akan membawa
bangkrutnya cita-cita Indonesia Merdeka atau ikut Soekarno Hatta , yang insya Alah
dengan bantuan Tuhan , akan memimpin Negara RI yang merdeka , tidak dijajah oleh
negara apa pun juga.99

Kemudian Musso menjawab pidato Presiden Soekarno pada malam harinya juga
dengan mengulangi lagi uraian-uraian kesalahan revolusi Indonesia . Selanjutnya Musso
mencap Soekarno sebagai budak-budak Jepang , penjual romusha dan sekarang menjual
rakyat Indonesia kepada Imperialis Amerika . Musso menyatakan bahwa dirinya
selamanya menghamba rakyat Indonesia . 100

Badan Pekerja KNIP baru mengaakan sidangnya pada tanggal 20 September 1948
, dan Wakil Presiden Moh. Hatta menjelaskan situasi negara yang berada dalam bahaya .
Wakil Presiden Moh. Hatta meminta persetujuan Badan Pekerjan KNIP terhadap
Rencana Presiden Undang-Undang tentang pemberian kuasa penuh kepada Presiden alam
keadaan bahaya yang hanya berlaku selama tiga bulan . 101

Kemudian rencana-rencana operasi dipersiapkan oleh Markas Besar Angkatan


Perang Republik Indonesia , dan Madiun harus sudah berhasil direbut dalam tempo dua
minggu . Operasi penumpasan PKI di Madiun dilaksanakan dari arah timur di bawah
pimpinan Kol. Sungkono dengan Divisi Pertahanan Pertahanannya dan dari arah barat
bergerak Divisi Siliwangi di bawah pimpinan Letnan Kolonel Sadikin . Pertumpahan
98
Frederick Wellem Djara , op.cit., hal. 240 – 241.
99
A.H. Nasution, op.cit., hal. 244.
100
Ibid, hal. 247 .
101
Ibid., hal. 251.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

darah tak tercegah . TNI yang pro-PKI besama Pesindo mengadakan perlawanan terhadap
tentara pemerintah . Namun tentara pro-PKI dan Pesindo tidak dapat mempertahankan
Madiun sehingga tanggal 30 September 1948 kota Madiun dapat diduduki kembali oleh
TNI . Kekuatan PKI merikan diri ke luar kota , dan TNI terus mengadakan pengejaran 30
Oktober 1948 Musso tertembak karena mengadakan perlawanan di Ponorogo . Kemudain
satu per satu para pemimpin PKI dapat ditawan ataupun tertembak . . Pada tanggal 29
November 1048 Djokosujono , Maruto Darusman , Sajogo berhasil ditangkap di
Priangan, 10 kilimeter sebelah barat dari Purwodadi . Djokosujono memebritahukan
bahwa Amir dan Suripno juga berada di Purwodadi sehingga TNI terus mencari kedua
pemimpin itu . Pada hari itu juga Amir dan Suripno ditangkap desa Klambu , 20
kilometer sebelah barat laut Purwodadi , pada hari Senen , jam 20.00 . Tertangkapnya
Amir Sjarifuddin dan kawan-kawannya di huta Ketu , Purwadadi adalah suatu bukti
bahwa daerah Purwadadi dan sekitarnya akan dijadikan basis cadangan bagi komunis .
Rupanya PKI mengalami kesulitan dalam usaha menghimpun massa petani , Ada pun
kesulitannya ialah para petani yang dikategorikan wong abangan lebih suka mendukung
PNI ketimbang PKI .Dengan tertangkapnya Amir dan Suripno , maka semua pemimpin
pemberontakan telah tertangkap atau tertembak dalam pertempuran kecuali Aidit yang
berhasil melarikan diri ke luar negeri . Pada waktu Amir ditangkap itu tidak mengadakan
perlawanan sekalipun dalam tangannya terdapat sepucuk pistol . Pada saat itu Amir
hanya memakai piyama dan kain sarung tanpa memakai sepatu . Ia kelihatan pucat ,
kurus , mungkin akibat penyakit desentri yang dideritanya sejak beberapa hari . Dalam
keterangannya sesudah tertangkap ia menyatakan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud
untuk melarikan diri ke daerah yang diduduki oleh Belanda tetapi hendak kembali ke
Solo dan terus ke Yogyakarta dengan menyamar sebagai pedagang . 102Di Yogyakarta
mereka ditahan di Benteng , depan gedung Agung , Yogyakarta .

Mereka ditahan beberapa hari di sana untuk menunggu proses pemeriksaan .


Namun jaksa agung berpendapat bahwa adalah kewajiban TNI untuk memeriksa . Oleh
karena itu mereka dikirim kembali kepada gubernur militer di Solo untuk diperiska
sebelum diserahkan kepada jaksa agung .

Amir tidak berusaha menyelamatkan diri kendati ia mengetahui bahwa ia pasti


dikenai hukuman mati . Ketika DS F.K.N. Harahap meminta persetujuannya untuk
menghubungi Soekarno dan Hatta , Amir berkata ,” Tidak usah lagi menghubungi
Soekarno dan Hatta untuk menyelamatkan saya . Usaha Soekarno dan Hatta untuk
menyelamatkan saya pada zaman Jepang telah cukup dan saya telah membalasnya
dengan melindungi mereka pada Peristiwa 3 Juli . Telah cukup rasanya penghinaan atas
diri saya yang dilakukan oleh Soekarno –Hatta dengan mengarak saya mengelilingi kta
Yogyakarta .

Setelah ditahan beberapa lama di Yogyakarta , maka Amir dan kawan-kawannya


dikembalikan ke Solo dan dipenjarakan di sana . Bagaimana nasin Amir selanjutnya ?
Dalam rapat kabinet tertanggal 18 Dsember 1948 dibicarakan tindakan apakah yang akan
diambil terhadap pemimpin PKI jikalau Belanda mengadakan agresi militernya . Hadir

102
Ibid., hal. 370 dan Soeyatno , “ Feodalisme dan Revolusi di Surakarta 1945 – 1950 , “ Prisma No. 7 ,
Agustus 1978 , Tahun VII , hal. 49 – 56 .

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

pada waktu itu hanya 12 orang menteri saja. Dalam sidang tersebut empat orang
menghendaki Amir dan kawan-kawannya ditembak mati , empat orang berpendapat
supaya Amir dan kawan-kawannya dibebaskan ( jangan ditembak ) dan empat orang
lainnya tidak memberi suaranya . Kemudian Presiden Soekarno dengan vetonya bahwa
Amir dan kawan-kawannya tidak boleh ditembak .

Tanggal 19 Desember 1948 pada pagi hari Belanda mulai mengadakan agresi
milityernya yang kedua . Gatot Subroto , gubernur militer di Solo memerintahkan untuk
menembak mati semua pemimpin PKI yang sedang di tahan di Solo karena dikwatirkan
akan ikut pemberontakan atau menyeberang membantu Belanda . Demikianlah semua
pemimpin PKI yang mengadakan pemberonakan di Madiun ditembak mati di Ngalihan ,
sebelah timur kota Solo , pada Minggu pagi , tanggal 19 Dsember 1948 .

Di hari-hari terakhirnya Amir dalam perjalanan propaganda partai , Amir selalu


membawa Injil dan Buku Doa-nya . Di dalam tahanan baik di Yoguakarta maupun di
Solo , Amir tetap setia membawa Injilnya dan Buku Doanya . Pada waktu hendak
ditembak mati . Amir hanya meminta waktu satu jam untuk berdoa sebagai permintannya
yang terakhir . Amir ditembak mati sementara kedua tanganya memegang Kitab Injilnya .
Amir mati bersama dengan Kitab Injilnya .103

Jenazah para pemipin itu dikuburkan secara massal di tempat jenazah tersebut .
Pemerintah RI belum dapat mneyerahkan jenazah-jenazah tersebut kepada masing-
masing keluarga karena Belanda telah menyerang Indoesia dan berhasil menawan para
pemimpin Indonesia . Barulah pada tahun 1950 , sesudah keadaan memungkinkan maka
pemerintah menyetujui penggalian kembali jenazah para pemimpin pemberontakan itu
dan menyerahkan kepada keluarga masing-masing .

Pada tanggal 15 November 1950 diadakan penggalian kembali para pemimpin


PKI yang ditembak pada tahun 1948 yang dihadiri oleh keluarga yang bersangkutan .
Pada tanggal 19 diadakan upacara pemakaman kembali kerangka-kerangka tersebut .
Pada tanggal 19 Noember 1950 diadakan upacara pemakam kembali kerangka-kerangka
tersebut . Riwayat hidup masing-masing dibacakan sesudah acara pembukaan Dr. W.
Tambunan atas nama pemerintah menyerahkan kerangka-kerangka tersebut kepada
masing-masing keluarga dan seterusnya kerangka itu diserahkan lagi kepada kepada “
Panitia penguburan kembali : untuk dimakamkan kembali . Kerangka Mr. Mir
Sjarifuddin dikuburkan kembali dengan upacara Kristen .

Selama acara penggalian dan pemakaman kembali kerangka tersebut dikibarkan


bendera ‘ Merah Putih ‘ setengah tiang dan bendera PKI dikibarkan setiang penuh . Hal
itu menujukkan bahwa dalam peristiwa pemberontakan PKI di Madiun . PKI berhasil
menyesatkan putra-putra Indonesia terbaik , terutama Mr. Amir Sjarifoeddin dan
sebaliknya Republik Indonesia berduka cita karena kehilangan putrapejuang yang
terkenal dinamis dan militan .104

103
Frederick Wellem Djara , op.cit.,hal. 244 – 251 .
104
Ibid.

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com
Peter Kasenda

Web: www.peterkasenda.wordpress.com
Email: mr.kasenda@gmail.com

Anda mungkin juga menyukai