Anda di halaman 1dari 88

TAFSIR SURAH YUSUF

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 1

1) ‫ن‬
ِ ‫ب اْلُمِبي‬
ِ ‫ت اْلِكَتا‬ َ ‫)الر ِتْل‬
ُ ‫ك آَيا‬

Ayat pertama dari surat Yusuf ini sama bunyinya dengan ayat pertama pada surat
Yunus kecuali pada akhir ayat pertama surat Yunus ada kata "Al-Hakim" sedang
pada ayat pertama surat ini terdapat kata "Al-Mubin".

"Al-Hakim" artinya penuh hikmah dan "Al-Mubin" artinya nyata, jelas dan terang.
Biasanya dengan memperhatikan ayat pertama dari tiap-tiap surat sudah dapat
diperkirakan apa pokok-pokok isi surat itu. Surat Yunus yang ayat pertamanya
diakhiri dengan "Al-Hakim" terdapat di dalamnya masalah-masalah hikmah dan
filsafat, seperti masalah keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, kebenaran risalah yang
dibawa para Nabi yang dikuatkan dengan berbagai macam mukjizat, masalah hari
berbangkit, hari pembalasan dan sebagainya. Semuanya itu adalah masalah-
masalah yang harus direnungkan dan dipikirkan secara mendalam dan termasuk
masalah hikmah dan filsafat. Adapun surat Yusuf ayat pertamanya diakhiri dengan
Al-Mubin. Hal ini mengisyaratkan bahwa di dalamnya terdapat suatu kisah yang
sangat menarik, digubah dengan susunan kata-kata yang mempesona penuh
balagah dan falsafah dalam suatu jalinan cerita yang indah yang mendorong
pembacanya untuk mengikutinya sampai akhirnya, suatu kisah yang patut menjadi
contoh dan teladan yang menggambarkan dengan jelas bagaimana kehidupan
seorang Nabi yang mulia semenjak kecilnya mengalami beraneka ragam
penderitaan sampai ia menjadi penguasa yang disegani dan dihormati di negeri
Mesir.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 1

1) ‫ن‬
ِ ‫ب اْلُمِبي‬
ِ ‫ت اْلِكَتا‬ َ ‫)الر ِتْل‬
ُ ‫ك آَيا‬

(Alif laam raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya (ini) ayat-ayat ini
(adalah ayat-ayat Kitab) yakni Alquran; idhafat di sini mengandung makna min,
artinya bagian daripada Alquran (yang jelas) yang membedakan perkara hak
daripada perkara yang batil.
2 Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al quran dengan berbahasa
Arab, agar kamu memahaminya.(QS. 12:2)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 2

2) ‫ن‬ َ ‫)ِإّنا َأْنَزْلَناُه ُقْرآًنا‬


َ ‫عَرِبّيا لََعّلُكْم َتْعِقُلو‬

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia menurunkan Alquran dalam bahasa
Arab yang fasih agar dapat direnungkan dan dipikirkan semua isi dan maknanya.
Memang Alquran diturunkan untuk semua manusia, bahkan juga untuk jin tetapi
karena yang pertama-tama menerimanya ialah penduduk Mekah, maka wajarlah
bila firman itu ditujukan lebih dahulu kepada mereka dan seterusnya berlaku untuk
semua umat manusia. Pertama-tama Allah menuntut perhatian orang-orang Quraisy
dan orang-orang Arab seluruhnya supaya mereka memperhatikan isinya dengan
sebaik-baiknya karena di dalamnya terkandung bermacam-macam ilmu
pengetahuan yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat seperti hukum-
hukum agama, kisah nabi-nabi dan Rasul-rasul, hal-hal yang bertalian dengan
pembangunan masyarakat, pokok-pokok kemakmuran, akhlak, filsafat, tata cara
berpolitik baik yang bersifat nasional maupun yang bersifat internasional dan lain
sebagainya. Semuanya itu diutarakan dalam bahasa Arab yang indah susunannya
mudah dipahami oleh mereka.

3 Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan


Al quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya
adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.(QS. 12:3)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 3

3) ‫ن‬
َ ‫ن اْلَغاِفِلي‬
َ ‫ن َقْبِلِه َلِم‬
ْ ‫ت ِم‬
َ ‫ن ُكْن‬
ْ ‫ن َوِإ‬
َ ‫ك َهَذا اْلُقْرآ‬
َ ‫حْيَنا ِإَلْي‬
َ ‫ص ِبَما َأْو‬
ِ ‫ص‬
َ ‫ن اْلَق‬
َ‫س‬َ‫ح‬
ْ ‫ك َأ‬
َ ‫عَلْي‬
َ ‫ص‬
ّ ‫ن َنُق‬
ُ‫ح‬ْ ‫)َن‬

Pada ayat ini Allah mengkhususkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw. dan
tentu saja untuk diperhatikan oleh orang Arab dan umat manusia seluruhnya. Para
mufassirin mengatakan bahwa surat Yusuf ini adalah salah satu di antara surat-
surat dalam Alquran yang diturunkan untuk menghibur dan menggembirakan hati
Nabi Muhammad saw. di kala beliau menderita tekanan-tekanan yang berat dari
kaum Quraisy berupa cemoohan, hinaan, kekerasan sehingga beliau terpaksa hijrah
bersama Abu Bakar ke Madinah. Memang demikianlah halnya karena kisah Nabi
Yusuf ini adalah suatu kisah yang menarik sekali, dikisahkan dengan cara terperinci
tiap babak mengandung hikmah yang dalam dan pelajaran yang besar manfaatnya
bagi orang yang memperhatikannya apalagi bila dilihat dari segi keindahan susunan
bahasanya dan isi ceritanya yang belum dikenal seluruhnya baik oleh Nabi
Muhammad saw. sendiri maupun oleh kaum Quraisy dan orang Arab pada
umumnya.

Kisah ini selain menceritakan keadaan Nabi Yakub as. beserta anak-anaknya yang
masih hidup dengan cara kehidupan orang-orang Badui, menceritakan pula
bagaimana kehidupan dalam masyarakat yang telah maju dan berkebudayaan
tinggi, bagaimana kehidupan golongan atas para penguasa yang penuh dengan
kemewahan dan kesenangan dan bagaimana pula cara mereka mengendalikan
pemerintahan dan mengatur perekonomian negara. Benarlah firman Allah yang
mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf as. yang akan dikisahkan berikut ini yang baik
dan menarik, kisah yang paling indah.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 3

3) ‫ن‬
َ ‫ن اْلَغاِفِلي‬
َ ‫ن َقْبِلِه َلِم‬
ْ ‫ت ِم‬
َ ‫ن ُكْن‬
ْ ‫ن َوِإ‬
َ ‫ك َهَذا اْلُقْرآ‬
َ ‫حْيَنا ِإَلْي‬
َ ‫ص ِبَما َأْو‬
ِ ‫ص‬
َ ‫ن اْلَق‬
َ‫س‬َ‫ح‬
ْ ‫ك َأ‬
َ ‫عَلْي‬
َ ‫ص‬
ّ ‫ن َنُق‬
ُ‫ح‬ْ ‫)َن‬

(Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan)


melalui apa yang Kami wahyukan (Alquran ini kepadamu dan sesungguhnya) lafal in
merupakan takhfif daripada lafal inna (kamu sebelumnya adalah termasuk orang-
orang yang belum mengetahui).

4 (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: `Wahai ayahku,


sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan;
kulihat semuanya sujud kepadaku.`(QS. 12:4)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 4

4) ‫ن‬
َ ‫جِدي‬
ِ ‫سا‬
َ ‫س َواْلَقَمَر َرَأْيُتُهْم ِلي‬
َ ‫شْم‬
ّ ‫شَر َكْوَكًبا َوال‬
َ‫ع‬
َ ‫حَد‬
َ ‫ت َأ‬
ُ ‫ت ِإّني َرَأْي‬
ِ ‫لِبيِه َيا َأَب‬
َِ ‫ف‬
ُ ‫س‬ َ ‫)ِإْذ َقا‬
ُ ‫ل ُيو‬

Pada suatu ketika Nabi Yusuf as. memberitahukan kepada ayahnya Nabi Yakub bin
Ishak bin Ibrahim bahwa ia bermimpi dan melihat dalam mimpinya itu sebelas buah
bintang, matahari dan bulan, semuanya tunduk dan sujud kepadanya. Tentu saja
sujud di sini bukanlah dengan arti menyembah seperti yang kita kenal, tetapi
hanyalah sujud dalam arti kiasan yaitu tunduk dan patuh. Sujud dengan arti tunduk
dan patuh itu ada juga terdapat dalam Alquran seperti firman Allah:

ِ ‫جَدا‬
‫ن‬ ُ‫س‬
ْ ‫جُر َي‬
َ‫ش‬
ّ ‫جُم َوال‬
ْ ‫َوالّن‬

Artinya:

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

(Q.S. Ar Rahman: 6)

Setelah mendengar cerita itu, mengertilah Nabi Yakub as. bahwa mimpi anaknya itu
bukanlah mimpi biasa sekadar hiasan tidur tetapi mimpinya itu adalah suatu ilham
dari Allah sebagaimana kerap kali dialami oleh para nabi. Ia yakin bahwa anaknya
ini akan menghadapi suatu urusan yang sangat penting dan setelah dewasa
menjadi penguasa di mana masyarakat akan tunduk kepadanya tidak terkecuali
saudara-saudaranya dan ibu bapaknya. Ia merasa khawatir kalau hal ini diketahui
oleh saudara-saudaranya dan tentulah mereka akan merasa iri dan dengki
terhadapnya dan berusaha untuk menyingkirkannya atau membinasakannya
apalagi mereka telah merasa bahwa ayah mereka lebih banyak menumpahkan
kasih sayangnya kepadanya. Tergambarlah dalam khayalnya bagaimana nasib
anaknya bila mimpi itu diketahui oleh saudara-saudaranya tentulah mereka dengan
segala usaha dan tipu daya akan mencelakakannya.

5 Ayahnya berkata: `Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu


kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)
mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagi manusia.`(QS. 12:5)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 5

5) ‫ن‬
ٌ ‫عُدّو ُمِبي‬
َ ‫ن‬
ِ ‫سا‬
َ ‫لْن‬
ِْ ‫ن ِل‬
َ ‫طا‬
َ ‫شْي‬
ّ ‫ن ال‬
ّ ‫ك َكْيًدا ِإ‬
َ ‫ك َفَيِكيُدوا َل‬
َ ‫خَوِت‬
ْ ‫عَلى ِإ‬
َ ‫ك‬
َ ‫ص ُرْؤَيا‬
ْ ‫ص‬
ُ ‫ل َتْق‬
َ ‫ي‬ َ ‫)َقا‬
ّ ‫ل َيا ُبَن‬

Oleh sebab itu berkatalah Nabi Yakub as. kepada anaknya: "Hai anakku jangan
sekali-kali engkau beritahukan apa yang engkau lihat dalam mimpi itu, karena kalau
mereka sampai mengetahuinya, mereka akan mengerti takbir mimpi itu dan
mereka akan iri dan dengki terhadapmu. Aku melihat bahwa mimpi itu bukan
sembarang mimpi. Mimpimu itu adalah sebagai ilham dari Allah bahwa engkau di
belakang hari akan menjadi orang besar dan berpengaruh dan manusia akan
tunduk patuh kepadamu termasuk saudara-saudaramu dan aku beserta ibumu. Aku
tidak dapat menjamin bahwa saudara-saudaramu tidak akan melakukan tindakan-
tindakan buruk terhadapmu karena memang manusia ini selalu diperdayakan oleh
setan semenjak dari Adam as. sampai sekarang dan tetap akan
memperdayakannya sampai hari kiamat agar mereka tersesat dari jalan yang benar
dan tetap akan membujuk dan merayunya untuk rela melakukan tindakan-tindakan
yang bertentangan dengan agama dan perikemanusiaan."

Nasihat ayahnya itu disadari sepenuhnya oleh Yusuf dan selalu diingat dan
dikenangnya sehingga nanti pada akhir kisah ketika ia telah dapat bertemu dengan
seluruh keluarganya ia tetap mengatakan bahwasanya setanlah yang
memperdayakan saudara-saudaranya sehingga terputus hubungan antara dia
dengan keluarganya sebagai tersebut dalam firman Allah:

َ‫ن َنكَزغ‬ ْ ‫ن َبْعكِد َأ‬ْ ‫ن اْلَبكْدِو ِمك‬َ ‫جاَء ِبُككْم ِمك‬َ ‫ن َو‬
ِ‫ج‬ْ‫س‬ّ ‫ن ال‬
َ ‫جِني ِم‬ َ ‫خَر‬ ْ ‫ن ِبي ِإْذ َأ‬َ‫س‬ َ‫ح‬ْ ‫حّقا َوَقْد َأ‬
َ ‫جَعَلَها َرّبي‬
َ ‫ل َقْد‬
ُ ‫ن َقْب‬
ْ ‫ي ِم‬
َ ‫ل ُرْؤَيا‬
ُ ‫ت َهَذا َتْأِوي‬
ِ ‫ل َيا َأَب‬
َ ‫َوَقا‬
‫حِكيُم‬
َ ‫شاُء ِإّنُه ُهَو اْلَعِليُم اْل‬َ ‫ف ِلَما َي‬
ٌ ‫طي‬ ِ ‫ن َرّبي َل‬
ّ ‫خَوِتي ِإ‬
ْ ‫ن ِإ‬
َ ‫ن َبْيِني َوَبْي‬ ُ ‫طا‬
َ ‫شْي‬
ّ ‫ال‬

Artinya:

Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku, inilah takbir mimpiku yang dahulu itu,
sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan suatu kenyataan. Dan sesungguhnya
Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah
penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir setelah setan
merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku
Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

(Q.S. Yusuf: 100)

6 Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan


diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta_bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-
Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Yaqub, sebagaimana Dia telah
menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu)
Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS. 12:6)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 6


ّ‫ق ِإن‬
َ ‫حا‬
َ ‫سك‬
ْ ‫ل ِإْبَراِهيكَم َوِإ‬
ُ ‫ن َقْبك‬
ْ ‫ك ِمك‬
َ ‫عَلى َأَبَوْي‬
َ ‫ب َكَما َأَتّمَها‬
َ ‫ل َيْعُقو‬
ِ ‫عَلى آ‬
َ ‫ك َو‬
َ ‫عَلْي‬
َ ‫ث َوُيِتّم ِنْعَمَتُه‬
ِ ‫حاِدي‬
َ‫ل‬
َْ ‫ل ا‬
ِ ‫ن َتْأِوي‬
ْ ‫ك ِم‬
َ ‫ك َوُيَعّلُم‬
َ ‫ك َرّب‬
َ ‫ك َيجَْتِبي‬
َ ‫َوَكَذِل‬
6) ‫حِكيٌم‬ َ ‫عِليٌم‬َ َ‫)َرّبك‬

Selanjutnya ayahnya berkata: "Demikianlah Tuhan akan memilihmu untuk menjadi


Nabi dan mengangkat derajatmu menjadi penguasa serta menganugerahkan
kepadamu berbagai macam nikmat dan kemuliaan dan Dia akan memberikan
kepadamu ilmu dengan mengilhamkannya kepadamu. Dengan ilmu itu kamu dapat
menakbirkan mimpi dan mengetahui hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh
manusia biasa. Hal ini terbukti di waktu Yusuf dalam penjara dapat menakbirkan
mimpi raja Mesir sehingga ia menjadi orang yang disegani, dan diangkat menjadi
penguasa tertinggi. Selain itu dapat mengetahui makanan apa yang akan dibawa
oleh pegawai penjara sebelum makanan itu sampai ke kamar temannya seperti
tersebut dalam firman Allah dalam surat ini juga:

‫عّلَمِني َرّبي‬
َ ‫ن َيْأِتَيُكَما َذِلُكَما ِمّما‬
ْ ‫ل َأ‬
َ ‫ل َنّبْأُتُكَما ِبَتْأِويِلِه َقْب‬
ّ ‫طَعاٌم ُتْرَزَقاِنِه ِإ‬
َ ‫ل َيْأِتيُكَما‬
َ ‫ل‬
َ ‫َقا‬

Artinya:

Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan
diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu
sebelum makanan itu sampai kepadamu; yang demikian itu adalah sebagian dari
apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku."

(Q.S. Yusuf: 37)

Kemudian ayahnya berkata lagi: "Allah akan menyempurnakan nikmat dan karunia-
Nya kepadamu dan kepada keluarga Yakub termasuk ayahmu, saudaramu dan
keturunan mereka di belakang hari. Adapun nikmat dan karunia-Nya kepadamu
ialah seperti yang telah saya terangkan tadi, sedang nikmat dan karunia-Nya
kepada ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu dan keturunan mereka ialah
terlepasnya mereka dari berbagai macam kesulitan dan marabahaya dan mendapat
kehormatan serta kedudukan di Mesir, kemudian di antara turunan keluarga Yakub
akan diangkat pula beberapa orang nabi. Semua nikmat dan karunia itu telah
diberikan Allah kepada nenekmu Ibrahim dan Ishak dan kepada Ibrahim Allah telah
menjanjikan akan memilih di antara keluarga dan keturunannya untuk menerima
kenabian dan kitab suci."

Demikianlah takbir mimpi itu dan bergembiralah dengan rahmat dan karunia Allah
yang dianugerahkan kepadamu tetapi engkau harus tabah dan sabar menghadapi
segala ujiannya dan penuh tawakal serta rela atas segala yang ditimpakan-Nya
kepadamu, karena Dia Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui segala apa yang
ditetapkan-Nya.
7 Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuatan Allah pada (kisah) Yusuf
dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.(QS. 12:7)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 7

7) ‫ن‬
َ ‫ساِئِلي‬
ّ ‫ت ِلل‬
ٌ ‫خَوِتِه آَيا‬
ْ ‫ف َوِإ‬
َ ‫س‬ َ ‫)َلَقْد َكا‬
ُ ‫ن ِفي ُيو‬

Allah memperingatkan lebih dahulu bahwa pada kisah Nabi Yusuf as. ini terdapat
contoh teladan yang baik dan pelajaran bagi orang yang memperhatikannya yaitu
betapa besarnya kekuasaan Allah swt., dan betapa luasnya hikmah dan
kebijaksanaan-Nya dalam mengatur sesuatu dalam suatu rentetan kejadian yang
akhirnya sampai kepada tujuan yang dimaksud yaitu pemberian rahmat dan
karunia kepada orang yang dikasihi-Nya. Sesudah itu barulah Allah mengisahkan
bagaimana sikap saudara-saudara Yusuf terhadapnya.

8 (Yaitu) ketika mereka berkata: `Sesungguhnya Yusuf dan saudara


kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal
kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam
kekeliruan yang nyata.(QS. 12:8)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 8

8) ‫ن‬
ٍ ‫ل ُمِبي‬
ٍ‫ل‬َ‫ض‬
َ ‫ن َأَباَنا َلِفي‬
ّ ‫صَبٌة ِإ‬
ْ ‫ع‬
ُ ‫ن‬
ُ‫ح‬ْ ‫ب ِإَلى َأِبيَنا ِمّنا َوَن‬
ّ ‫ح‬
َ ‫خوُه َأ‬
ُ ‫ف َوَأ‬ ُ ‫)ِإْذ َقاُلوا َلُيو‬
ُ ‫س‬

Berkatalah saudara Yusuf antara sesama mereka: "Sesungguhnya ayah kita lebih
banyak menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin dan lebih banyak
menumpahkan perhatiannya kepada keduanya, padahal kitalah yang lebih berhak
untuk disayangi dan diperhatikan karena kita ini sudah menjadi orang dewasa yang
kuat dan dapat membelanya dan memenuhi segala kebutuhannya. Sikap ayah kita
itu adalah sikap yang bertentangan dengan keadilan dan persamaan hak antara
anak-anak. Kenapa ayah lebih mengutamakan dua orang anak yang lemah dan tak
berdaya itu daripada kita yang kuat dan lebih sanggup berkhidmat dan berbakti
kepadanya?"
Sepintas lalu tampak dengan jelas kebenaran ucapan saudara-saudaranya Yusuf
itu, seakan-akan Nabi Yakub as. telah membuat kekeliruan dengan tindakannya itu
padahal dia seorang Nabi yang selalu dibimbing Allah dalam segala sikap dan
tindakannya. Menurut riwayat memang Yakub menumpahkan perhatian yang besar
sekali terhadap Yusuf, karena dia melihat bahwa ada firasat dan tanda-tanda yang
menunjukkan bahwa dia mempunyai keistimewaan tentang sifat dan
pembawaannya. Keistimewaan ini tak terdapat pada saudara-saudaranya yang lain.
Maka dia amat menggantungkan harapan kepadanya apalagi setelah ia mendengar
Yusuf menceritakan mimpinya itu. Jadi kalau ia lebih cinta kepadanya dan lebih
banyak memperhatikannya, maka hal itu adalah wajar apalagi Yusuf dan Bunyamin
masih kecil-kecil lebih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan orang
tuanya dibanding saudara-saudaranya yang sudah besar. Hanya sifat iri dan dengki
sajalah yang mendorong saudara-saudaranya untuk melakukan tindakan
permusuhan terhadapnya, bukanlah karena ayah mereka sudah menyimpang dari
jalan keadilan. Bagi seorang manusia apalagi bagi Yakub yang sudah tua itu tidak
ada salahnya kalau hatinya cenderung kepada salah satu anaknya, cinta kasihnya
lebih banyak tertumpah kepada anak-anaknya yang masih kecil, karena cinta dan
kasih sayangnya itu tidaklah berada dalam kekuasaan manusia. Allah berfirman:

‫صُتْم‬
ْ ‫حَر‬
َ ‫ساِء َوَلْو‬
َ ‫ن الّن‬
َ ‫ن َتْعِدُلوا َبْي‬
ْ ‫طيُعوا َأ‬
ِ ‫سَت‬
ْ ‫ن َت‬
ْ ‫َوَل‬

Artinya:

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun
kamu sangat ingin berbuat demikian.

(Q.S. An Nisa': 129)

9 Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya
perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu
menjadi orang-orang yang baik.`(QS. 12:9)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 9

9) ‫ن‬
َ ‫حي‬
ِ ‫صاِل‬
َ ‫ن َبْعِدِه َقْوًما‬
ْ ‫جُه َأِبيُكْم َوَتُكوُنوا ِم‬
ْ ‫ل َلُكْم َو‬
ُ‫خ‬ْ ‫ضا َي‬
ً ‫حوُه َأْر‬
ُ ‫طَر‬
ْ ‫ف َأِو ا‬ ُ ‫)اْقُتُلوا ُيو‬
َ ‫س‬

Dalam suatu musyawarah untuk menetapkan suatu tindakan yang tepat dan tegas
terhadap Yusuf, mereka mengusulkan agar dia dibunuh saja, atau dibuang ke
tempat yang jauh sehingga ia tidak mungkin kembali atau binasa dan mati di
tempat pembuangan itu. Dengan demikian ayah mereka Yakub akan berputus asa
dan tidak mempunyai harapan lagi untuk bertemu dengan anaknya yang paling
disayanginya itu, dan lama-kelamaan tentunya dia akan melupakannya. Selama ini
yang menjadi halangan baginya untuk memperhatikan kita ialah Yusuf di
sampingnya. Bila Yusuf sudah tiada atau tersingkir ke negeri yang jauh tentulah
ayah kita akan kembali memperhatikan kita dan menyayangi kita. Mereka
menginsyafi bahwa tindakan ini adalah suatu tindakan yang kejam tidak
berperikemanusiaan, suatu tindakan kriminal yang sangat besar dosanya, tetapi
mereka telah jauh tersesat dari jalan yang benar dan terjerumus ke dalam
perangkap setan sehingga tidak tampak lagi oleh mereka akibat perbuatan itu bagi
ayahnya dan bagi diri mereka sendiri dengan melakukan perbuatan yang amat
besar dosanya.

Mereka membujuk diri mereka sendiri dengan mengatakan meskipun kita telah
berdosa tetapi pintu tobat masih terbuka lebar bagi kita semua. Kita akan bertobat
dengan tobat nasuha dan tidak akan berbuat seperti itu lagi kemudian kita semua
akan menjadi hamba Allah yang saleh. Dan tentulah Allah akan menerima tobat kita
dan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita dengan demikian ayah kita akan
merasa senang dan sayang kepada kita dan Allah tidak akan menyiksa kita.

10 Seorang di antara mereka berkata: `Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi


masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir,
jika kamu hendak berbuat.`(QS. 12:10)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 10

10) ‫ن‬
َ ‫عِلي‬
ِ ‫ن ُكْنُتْم َفا‬
ْ ‫سّياَرِة ِإ‬
ّ ‫ض ال‬
ُ ‫طُه َبْع‬
ْ ‫ب َيْلَتِق‬
ّ ‫ج‬
ُ ‫غَياَبِة اْل‬
َ ‫ف َوَأْلُقوُه ِفي‬
َ ‫س‬
ُ ‫ل َتْقُتُلوا ُيو‬
َ ‫ل ِمْنُهْم‬ َ ‫)َقا‬
ٌ ‫ل َقاِئ‬

Rupanya masih ada di antara mereka yang tidak mau melaksanakan usul itu dan
masih mengalir dalam tubuhnya rasa kasih sayang terhadap saudaranya dan
tergambar dalam khayalnya, betapa ngerinya perbuatan itu, maka dia mengusulkan
agar Yusuf jangan dibunuh. Maksud tujuan kita hanyalah supaya dia terpisah dari
ayahnya dan demikian perhatian ayah kita akan tertumpah kembali kepada kita.
Mengapa untuk mencapai tujuan itu kita harus melakukan pembunuhan, melakukan
suatu dosa besar yang belum tentu akan diampuni Tuhan? Saya mempunyai usul
yang tidak begitu berat dosanya yaitu kita jatuhkan saja dia ke dalam sebuah
sumur yang tidak ada airnya dan nanti dia akan ditemukan oleh para musafir dan
akan dibawa mereka ke negeri yang jauh. Dengan demikian dia tidak akan mati dan
kita bebas dari dosa pembunuhan sedang maksud dan tujuan kita tercapai juga.
Akhirnya usul ini mereka terima dengan baik, dan mereka sudah bertekad dalam
hati untuk melaksanakannya.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 10

10) ‫ن‬
َ ‫عِلي‬
ِ ‫ن ُكْنُتْم َفا‬
ْ ‫سّياَرِة ِإ‬
ّ ‫ض ال‬
ُ ‫طُه َبْع‬
ْ ‫ب َيْلَتِق‬
ّ ‫ج‬
ُ ‫غَياَبِة اْل‬
َ ‫ف َوَأْلُقوُه ِفي‬
َ ‫س‬
ُ ‫ل َتْقُتُلوا ُيو‬
َ ‫ل ِمْنُهْم‬ َ ‫)َقا‬
ٌ ‫ل َقاِئ‬

(Seorang di antara mereka berkata,) yaitu Yahudza ("Janganlah kalian bunuh Yusuf,
tetapi lemparkanlah dia) masukkanlah dia (ke dasar sumur) yang gelap sekali.
Menurut qiraat lafal al-jub dibaca dalam bentuk jamak (supaya dia dipungut oleh
beberapa orang musafir) orang-orang yang sedang melakukan perjalanan (jika
kalian hendak berbuat.") apa yang kalian kehendaki, yaitu ingin memisahkan antara
Yusuf dan ayahnya, maka cukuplah dengan cara tersebut.

11 Mereka berkata: `Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai
kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
mengingini kebaikan baginya.(QS. 12:11)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 11

11) ‫ن‬
َ ‫حو‬
ُ‫ص‬
ِ ‫ف َوِإّنا َلُه َلَنا‬
َ ‫س‬
ُ ‫عَلى ُيو‬
َ ‫ل َتْأَمّنا‬ َ ‫)َقاُلوا َيا َأَباَنا َما َل‬
َ ‫ك‬

Pada ayat ini terbayang dengan jelas betapa besar kecurigaan Nabi Yakub terhadap
saudara-saudara Yusuf dan dia sangat khawatir membiarkannya bergaul dengan
mereka, apalagi setelah mendengar cerita Yusuf tentang mimpinya itu. Sikap ayah
mereka ini sangat menyesalkan hati dan menyinggung perasaan mereka. Dengan
terus-terang mereka berkata: "Wahai ayah kami, mengapa engkau selalu
mencurigai kami terhadap Yusuf padahal kami tetap mencintai dan menyayanginya,
selalu berusaha agar dia senang dan gembira dan tidak pernah terlintas dalam
pikiran kami akan menyakiti hatinya apalagi menganiayanya. Mengapa engkau
tidak membiarkan dia bergaul, bercengkerama dengan sewajarnya seakan-akan
engkau menaruh curiga terhadap kami."

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 11

11) ‫ن‬
َ ‫حو‬
ُ‫ص‬
ِ ‫ف َوِإّنا َلُه َلَنا‬
َ ‫س‬
ُ ‫عَلى ُيو‬
َ ‫ل َتْأَمّنا‬ َ ‫)َقاُلوا َيا َأَباَنا َما َل‬
َ ‫ك‬
(Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Apa sebabnya engkau tidak mempercayai
kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
menginginkan kebaikan baginya.") orang-orang yang bersedia mengurusi semua
kepentingan-kepentingannya.

12 Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-
senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.`(QS.
12:12)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 12

12) ‫ن‬
َ ‫ظو‬
ُ ‫حاِف‬
َ ‫ب َوِإّنا َلُه َل‬
ْ ‫غًدا َيْرَتْع َوَيْلَع‬ ِ ‫)َأْر‬
َ ‫سْلُه َمَعَنا‬

Biarkanlah dia pergi berekreasi dengan kami besok ke tempat penggembalaan,


berolah raga dan berlomba. Kami akan membawa makanan enak-enak, buah-
buahan yang lezat yang akan kami santapi setelah selesai bermain-main. Kami
akan selalu menjaga dan memeliharanya dari segala bahaya. Percayalah dia
kepada kami. Insya Allah dia akan senang kepada kami dan kami pun menyenangi
dia dan dia akan kami bawa pulang dengan selamat dan tidak kurang suatu apa.

13 Berkata Yaqub: `Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat


menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu
lengah daripadanya.`(QS. 12:13)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 13

13) ‫ن‬
َ ‫غاِفُلو‬
َ ‫عْنُه‬
َ ‫ب َوَأْنُتْم‬
ُ ‫ن َيْأُكَلُه الّذْئ‬
ْ ‫ف َأ‬
ُ ‫خا‬
َ ‫ن َتْذَهُبوا ِبِه َوَأ‬
ْ ‫حُزُنِني َأ‬ َ ‫)َقا‬
ْ ‫ل ِإّني َلَي‬

Yakub berkata kepada mereka: "Hai anak-anakku! Aku akan menjadi gelisah dan
sedih jika kamu membawanya bermain-main berolah raga dan berlomba dan
tinggal sendirian karena masih kecil dan belum sanggup melayanimu bermain-
main? Siapa tahu kalau-kalau datang serigala lalu menerkam dan memakannya
sedangkan kamu semua sedang asyik bermain-main."
14 Mereka berkata: `Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami
golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang
merugi.`(QS. 12:14)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 14

14) ‫ن‬
َ ‫سُرو‬
ِ ‫خا‬
َ ‫صَبٌة ِإّنا ِإًذا َل‬
ْ ‫ع‬
ُ ‫ن‬
ُ‫ح‬ْ ‫ب َوَن‬ ْ ‫)َقاُلوا َلِئ‬
ُ ‫ن َأَكَلُه الّذْئ‬

Mereka menjawab: "Wahai ayah kami, sungguh tidak pada tempatnya ayah curiga
dan gelisah serupa itu dan janganlah ayah merasa khawatir atas keselamatan si
Yusuf. Kami ini sudah besar-besar dan dewasa kami ini orang-orang kuat semuanya
dan kami telah berjanji akan menjaga dan memeliharanya. Apa yang ayah
khawatirkan itu tidak mungkin akan terjadi dan kalau terjadi juga, maka apalah arti
hidup bagi kami jika kami yang besar dan yang kuat ini tidak menjamin
keselamatan adik kami. Dengan demikian kami akan termasuk orang-orang yang
merugi, orang yang tidak berharga sedikit pun. Akhirnya karena desakan yang
sangat kuat dari saudara-saudara Yusuf dan mereka telah memberikan jaminan
pula, maka dengan perasaan berat terpaksalah Yakub memberi izin kepada mereka
untuk membawa Yusuf bermain-main ke tempat gembala padang pasir.

15 Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar


sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami
wahyukan kepada Yusuf: `Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka
perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.`(QS. 12:15)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 15

15) ‫ن‬
َ ‫شُعُرو‬
ْ ‫ل َي‬
َ ‫حْيَنا ِإَلْيِه َلُتَنّبَئّنُهْم ِبَأْمِرِهْم َهَذا َوُهْم‬
َ ‫ب َوَأْو‬
ّ ‫ج‬
ُ ‫غَياَبِة اْل‬
َ ‫جَعُلوُه ِفي‬
ْ ‫ن َي‬ ْ ‫)َفَلّما َذَهُبوا ِبِه َوَأ‬
ْ ‫جَمُعوا َأ‬

Pada ayat 10 surat ini telah diterangkan bahwa saudara-saudara Yusuf telah
sepakat akan memasukkan Yusuf ke dalam sumur dengan harapan ia akan
ditemukan oleh kafilah yang ingin mengambil air dan dibawa ke negeri yang jauh
agar ia tidak dapat bertemu lagi dengan ayahnya. Pada ayat ini diterangkan bahwa
sesampainya mereka di suatu tempat yang ada sumurnya mereka melaksanakan
permufakatan jahat mereka, dan memasukkan Yusuf ke dalam sumur dengan
demikian mereka merasa amat gembira karena momok yang selama ini
menghantui jiwa mereka sudah tidak ada lagi. Menurut anggapan mereka Yusuflah
yang merebut kasih sayang ayahnya dan sekarang karena dia tidak ada lagi
tentulah kasih sayang Yakub akan tertumpah kepada mereka. Bagaimana dengan
Yusuf sendiri yang telah mendekam dalam sumur yang gelap itu? Tentulah dia akan
sangat bersedih hati dan terbayanglah dalam pikirannya bahwa dia akan mati
kedinginan dan kelaparan dan tidak akan dapat bertemu lagi dengan ayah ibunya
serta saudara-saudaranya. Pada saat yang amat kritis itulah Allah mengilhamkan
kepadanya agar dia jangan khawatir dan jangan bersedih hati, Allah akan
memeliharanya dan melepaskannya dari bahaya yang menimpanya. Nanti dia akan
mendapat pertolongan dari kafilah dan akhirnya ia akan mendapat kedudukan yang
tinggi sehingga ia dapat mengingatkan saudara-saudaranya atas pengkhianatan
mereka sedang mereka sendiri tidak sadar bahwa orang yang menceritakan itu
adalah Yusuf sendiri.

16 Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.
(QS. 12:16)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 16 - 17

‫ن َلَنككا َوَلكْو ُكّنككا‬


ٍ ‫ت ِبُمكْؤِم‬
َ ‫ب َوَمككا َأْنك‬
ُ ‫عَنككا َفكَأَكَلُه الكّذْئ‬
ِ ‫عْنَد َمَتا‬
ِ ‫ف‬
َ ‫س‬
ُ ‫ق َوَتَرْكَنا ُيو‬ ْ ‫( َقاُلوا َيا َأَباَنا ِإّنا َذَهْبَنا َن‬16) ‫ن‬
ُ ‫سَتِب‬ َ ‫شاًء َيْبُكو‬
َ‫ع‬
ِ ‫جاُءوا َأَباُهْم‬
َ ‫َو‬
17) ‫ن‬ َ ‫صاِدِقي‬َ )

Bagaimana pula dengan saudara-saudara Yusuf? Mereka kembali menemui Yakub


pada malam hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran
seraya berkata: "Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-
benar telah terjadi tanpa iradat dan kemauan kami. Kami pergi bermain-main dan
berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-
barang kami, karena dia masih kecil dan tidak sanggup ikut bermain dengan kami.
Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh
terpisah dari dia dan setelah kami kembali kami dapati Yusuf sudah diterkam dan
dimakan oleh serigala. Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami
telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan
percaya kepada cerita kami ini meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya
telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang
tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kami pun tidak berdaya untuk
menolongnya."

17 Mereka berkata: `Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-


lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami
adalah orang-orang yang benar.`(QS. 12:17)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 16 - 17

‫ن َلَنككا َوَلكْو ُكّنككا‬


ٍ ‫ت ِبُمكْؤِم‬
َ ‫ب َوَمككا َأْنك‬
ُ ‫عَنككا َفكَأَكَلُه الكّذْئ‬
ِ ‫عْنَد َمَتا‬
ِ ‫ف‬
َ ‫س‬
ُ ‫ق َوَتَرْكَنا ُيو‬ ْ ‫( َقاُلوا َيا َأَباَنا ِإّنا َذَهْبَنا َن‬16) ‫ن‬
ُ ‫سَتِب‬ َ ‫شاًء َيْبُكو‬
َ‫ع‬
ِ ‫جاُءوا َأَباُهْم‬
َ ‫َو‬
17) ‫ن‬ َ ‫صاِدِقي‬َ )

Bagaimana pula dengan saudara-saudara Yusuf? Mereka kembali menemui Yakub


pada malam hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran
seraya berkata: "Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-
benar telah terjadi tanpa iradat dan kemauan kami. Kami pergi bermain-main dan
berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-
barang kami, karena dia masih kecil dan tidak sanggup ikut bermain dengan kami.
Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh
terpisah dari dia dan setelah kami kembali kami dapati Yusuf sudah diterkam dan
dimakan oleh serigala. Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami
telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan
percaya kepada cerita kami ini meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya
telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang
tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kami pun tidak berdaya untuk
menolongnya."

18 Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah


palsu. Yaqub berkata: `Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik
perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan
Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu
ceritakan.`(QS. 12:18)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 18

18) ‫ن‬
َ ‫صُفو‬
ِ ‫عَلى َما َت‬
َ ‫ن‬
ُ ‫سَتَعا‬
ْ ‫ل اْلُم‬
ُّ ‫ل َوا‬
ٌ ‫جِمي‬
َ ‫صْبٌر‬
َ ‫سُكْم َأْمًرا َف‬
ُ ‫ت َلُكْم َأْنُف‬
ْ ‫سّوَل‬
َ ‫ل‬
ْ ‫ل َب‬
َ ‫ب َقا‬
ٍ ‫صِه ِبَدٍم َكِذ‬
ِ ‫عَلى َقِمي‬ َ ‫)َو‬
َ ‫جاُءوا‬

Untuk memperkuat kebenaran cerita itu mereka membawa baju Yusuf yang telah
berlumuran darah dan mereka berkata kepada ayahnya inilah bukti kebenaran
kami, padahal darah yang melekat pada baju itu bukanlah darah Yusuf. Yakub
melihat dan memperhatikan baju itu. Didapatinya baju itu hanya berlumuran darah
saja, tetapi masih utuh tak ada yang robek dan tak ada pula yang berlubang-lubang
bekas cakaran dan gigitan serigala, tetapi saudara-saudaranya inilah yang telah
berbuat aniaya terhadapnya, lalu ia berkata kepada mereka: "Aku tidak percaya
sama sekali akan ceritamu yang dibuat-buat itu dan aku yakin bahwa jiwamu yang
jahat dan kotor telah mempengaruhi dan mendorongmu untuk melakukan
penganiayaan terhadap saudaramu sendiri. Tetapi apalah daya seorang ayah yang
telah tua terhadap anak-anaknya yang sudah besar dan kuat." Dia tidak dapat
berbuat apa-apa lagi kecuali memendam rasa amarah dan menekan perasaan
hatinya yang amat kecewa dan sedih itu. Kini anaknya yang paling dicintainya dan
kepadanya dia selalu menggantungkan harapan dan idaman hati sudah tak ada lagi
di sampingnya karena tindakan anak-anaknya sendiri. Apakah dia akan menuntut
balas ataukah dia akan menyelidiki sendiri ke mana anaknya itu sebenarnya sedang
dia tidak berdaya lagi.

Dalam keadaan seperti itu tidak ada yang lebih baik baginya kecuali bersabar dan
tawakal sepenuhnya kepada Allah. Jalan inilah yang dipilih Yakub meskipun ia tetap
sedih tetap menangis atas kehilangan jantung hatinya. Ia tidak percaya sama sekali
akan cerita anak-anaknya karena itu ia berserah diri kepada Allah dan selalu
memohonkan pertolongan-Nya agar anaknya Yusuf diselamatkan dari segala
marabahaya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 18

18) ‫ن‬
َ ‫صُفو‬
ِ ‫عَلى َما َت‬
َ ‫ن‬
ُ ‫سَتَعا‬
ْ ‫ل اْلُم‬
ُّ ‫ل َوا‬
ٌ ‫جِمي‬
َ ‫صْبٌر‬
َ ‫سُكْم َأْمًرا َف‬
ُ ‫ت َلُكْم َأْنُف‬
ْ ‫سّوَل‬
َ ‫ل‬
ْ ‫ل َب‬
َ ‫ب َقا‬
ٍ ‫صِه ِبَدٍم َكِذ‬
ِ ‫عَلى َقِمي‬ َ ‫)َو‬
َ ‫جاُءوا‬

(Mereka datang membawa baju gamisnya) lafal `alaa qamiishihi beri'rab mahal
nashab karena menjadi zharaf. Artinya yang berlumuran padanya (dengan darah
palsu) darah yang bukan darah Nabi Yusuf; hal ini mereka lakukan dengan
menyembelih seekor kambing, kemudian mereka lumurkan darahnya pada baju
gamis Nabi Yusuf, akan tetapi mereka lupa merobek-robeknya. Lalu mereka
menghadap kepada ayahnya seraya berkata, "Sesungguhnya ini adalah darah
Yusuf." (Yakub berkata) sewaktu ia melihat baju Yusuf dalam keadaan utuh dan ia
mengetahui bahwa mereka berdusta dalam hal ini ("Sebenarnya telah menghiasi)
menganggap baik (diri kalian suatu perbuatan yang buruk) kemudian kalian
mengerjakannya (maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku) kesabaran yang
tidak disertai rasa kaget dan gelisah. Lafal fashabrun jamiil ini adalah mubtada
sedangkan khabarnya tidak disebutkan, yaitu amri yang artinya adalah
kesabaranku. (Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya) hanya Allahlah
yang diminta pertolongan-Nya (terhadap apa yang kalian ceritakan.") apa yang
kalian kisahkan tentang perkara Yusuf ini.

19 Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh


seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: `Oh; kabar
gembira, ini seorang anak muda!` Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai
barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(QS.
12:19)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 19

19) ‫ن‬
َ ‫عِليٌم ِبَما َيْعَمُلو‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫عًة َوا‬
َ ‫ضا‬
َ ‫سّروُه ِب‬
َ ‫لٌم َوَأ‬
َ‫غ‬ُ ‫شَرى َهَذا‬
ْ ‫ل َيا ُب‬
َ ‫سُلوا َواِرَدُهْم َفَأْدَلى َدْلَوُه َقا‬
َ ‫سّياَرٌة َفَأْر‬
َ ‫ت‬ َ ‫)َو‬
ْ ‫جاَء‬

Tidak lama sesudah Yusuf berada di dalam umur, datanglah suatu kafilah yang
datang dari Madyan hendak berangkat ke Mesir. Kebetulan air persiapan mereka
sudah habis dan pergilah mereka ke sumur itu lalu menjatuhkan timba ke dalamnya
untuk mengambil air. Melihat timba diulurkan orang ke dalam sumur, gembiralah
hati Yusuf dan timbullah harapan di dalam hatinya bahwa dia akan dapat keluar
dari bahaya yang sedang dihadapinya itu. Dengan cepat dia pegang tali timba itu
kuat-kuat sehingga orang di atas sumur itu merasa heran kenapa air sumur ini amat
berat. Tetapi mereka tetap menarik tali itu bersama-sama, dan ternyata bukan air
yang terangkat ke atas tetapi seorang anak muda yang manis dan elok rupanya.
Alangkah gembiranya pemimpin kafilah itu melihat anak yang sehat dan segar
bugar ini terbayanglah dalam pikirannya ia akan mendapat keuntungan yang besar
dengan menjualnya kepada orang kaya di Mesir nanti. Dengan cepat ia
memerintahkan agar Yusuf disembunyikan supaya jangan kelihatan oleh orang lain
karena mungkin orang-orang di daerah itu akan mendakwa bahwa anak itu adalah
anak penduduk kampung itu sendiri. Tetapi Allah Maha Mengetahui niat pemimpin
kafilah itu sebagaimana Dia mengetahui apa maksud dan tujuan saudara-saudara
Yusuf memasukkannya ke dalam sumur.
20 Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa
dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.(QS. 12:20)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 20

20) ‫ن‬
َ ‫ن الّزاِهِدي‬
َ ‫س َدَراِهَم َمْعُدوَدٍة َوَكاُنوا ِفيِه ِم‬
ٍ ‫خ‬ َ ‫)َو‬
ْ ‫شَرْوُه ِبَثَمنٍ َب‬

Akhirnya sampailah kafilah itu ke Mesir dan di sana mereka jual Yusuf dengan harga
yang murah sekali dibanding dengan mahalnya harga budak di negeri itu, apalagi
Yusuf adalah seorang anak yang tampan dan segar bugar.

Para mufassirin mengatakan tentang "beberapa dirham yang dihitung" bahwa yang
pasti harganya kurang dari 40 dirham, karena menurut adat kebiasaan di sana bila
uang itu jumlahnya 40 dirham atau lebih, maka uang itu tidak dihitung lagi tetapi
ditimbang. Mereka jual Yusuf dengan harga yang begitu murah karena mereka
khawatir kalau-kalau ada orang yang tahu bahwa Yusuf bukan budak, mengapa ia
diperjualbelikan sedang dia adalah anak yang merdeka, anak orang-orang baik.
Karena kekhawatiran itulah mereka ingin cepat-cepat berlepas diri dari dia, asal
mereka diberi uang berapa pun jumlahnya cukuplah bagi mereka. Rupanya sudah
ditakdirkan Allah mereka menjual Yusuf kepada seorang penguasa yang amat
berpengaruh di Mesir yaitu perdana menteri yang kaya yang biasa disebut di sana
dengan Al-Aziz agar dia mendapat kesempatan untuk menaiki tangga kekuasaan
dan kemuliaan.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 20

20) ‫ن‬
َ ‫ن الّزاِهِدي‬
َ ‫س َدَراِهَم َمْعُدوَدٍة َوَكاُنوا ِفيِه ِم‬
ٍ ‫خ‬ َ ‫)َو‬
ْ ‫شَرْوُه ِبَثَمنٍ َب‬

(Dan mereka menjual Yusuf) orang-orang musafir itu membelinya dari tangan
penimba air dan teman-temannya (dengan harga yang murah) kurang dari
semestinya (yaitu hanya beberapa dirham saja) sekitar dua puluh atau dua puluh
dua dirham saja (dan mereka) yakni saudara-saudara penimba air itu (merasa tidak
tertarik hatinya kepada Yusuf) kemudian rombongan musafir itu membawa Yusuf ke
negeri Mesir selanjutnya Nabi Yusuf dijual oleh orang yang membelinya dengan
harga dua puluh dinar, dua pasang terompah dan dua buah baju.

21 Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: `Berikanlah


kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita
atau kita pungut dia sebagai anak.` Dan demikian pulalah Kami memberikan
kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan
kepadanya ta_bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi
kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.(QS. 12:21)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 21

ِ‫ن َتْأِويكل‬
ْ ‫ض َوِلُنَعّلَمكُه ِمك‬
ِ ‫لْر‬ َْ ‫ف ِفككي ا‬ َ ‫سك‬ ُ ‫ك َمّكّنككا ِلُيو‬َ ‫خَذُه َوَلًدا َوكَكَذِل‬
ِ ‫ن َيْنَفَعَنا َأْو َنّت‬
ْ ‫سى َأ‬
َ‫ع‬
َ ‫لْمَرَأِتِه َأْكِرِمي َمْثَواُه‬
ِ ‫صَر‬
ْ ‫ن ِم‬
ْ ‫شَتَراُه ِم‬
ْ ‫ل اّلِذي ا‬
َ ‫َوَقا‬
21) ‫ن‬ َ ‫ل َيْعَلُمو‬
َ ‫س‬ ِ ‫ن َأْكَثَر الّنا‬
ّ ‫عَلى َأْمِرِه َوَلِك‬
َ ‫ب‬ ٌ ‫غاِل‬
َ ُّ‫ث َوال‬ ِ ‫حاِدي‬ َ‫ل‬ َْ ‫)ا‬

Al-Aziz Mesir yang mengambil Yusuf sangat gembira dan berbesar hati karena
dapat membeli seorang anak yang elok rupanya, segar dan sehat badannya
ditambah lagi karena terdapat padanya tanda-tanda yang baik yang menunjukkan
bahwa dia akan mempunyai masa depan yang gemilang sama seperti firasat
ayahnya Yakub terhadapnya.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah berkata tentang hal ini, katanya:
"Orang-orang yang paling tepat firasatnya adalah tiga orang, pertama Aziz Mesir
ketika ia memerintahkan kepada istrinya supaya kepada Yusuf agar diberikan
tempat dan kedudukan yang baik di istananya; kedua putri (putri Nabi Syuaib) yang
meminta kepada ayahnya agar Nabi Musa as. diserahi tugas memelihara dombanya
sebagai orang gajian dan ketiga Abu Bakar ketika dia mengangkat Umar bin
Khattab sebagai penggantinya.

Oleh karena gembiranya Aziz Mesir memerintahkan kepada istrinya: "Berikanlah


kepadanya tempat yang baik di istana ini, perlakukanlah dia sebagai salah seorang
keluarga bukan sebagai hamba atau pelayan karena dia akan menjadi seorang
yang berjasa kepada kita dan negara atau kita angkat dia sebagai anak yang kita
cintai dan kita sayangi yang akan menjadi pewaris kita kelak di kemudian hari."

Demikianlah Allah mengatur dan menakdirkan dengan membentangkan jalan bagi


Yusuf dan memberi kesempatan kepadanya agar ia mengembangkan bakat dan
kepandaiannya sehingga dia mendapat kedudukan yang tinggi di Mesir. Di samping
itu Allah mengajarkan pula kepadanya ilmu menakbirkan mimpi dan dengan ilmu
itu dapat berhubungan dengan raja sehingga ia dikeluarkan dari penjara dan
mendapat kepercayaan yang besar sekali dan akhirnya diserahkan kepadanya
urusan perbendaharaan dan kekayaan negara. Demikianlah Allah melaksanakan
kehendak-Nya itu tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
22 Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS.
12:22)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 22

22) ‫ن‬
َ ‫سِني‬
ِ‫ح‬
ْ ‫جِزي اْلُم‬
ْ ‫ك َن‬
َ ‫عْلًما َوَكَذِل‬
ِ ‫حْكًما َو‬ ُ ‫)َوَلّما َبَلَغ َأ‬
ُ ‫شّدُه آَتْيَناُه‬

Di kala dia mulai dewasa Allah memberikan pula kepadanya kecerdasan dan
kebijaksanaan sehingga ia memberikan pendapat dan pikirannya dalam berbagai
macam masalah yang dihadapi dan memberikan kepadanya ilmu meskipun ia tidak
belajar. Ilmu yang didapat tanpa belajar ini dinamai ilmu "ladunni" karena ia
semata-mata ilham karunia dari Allah.

Demikianlah Allah memberi balasan kepada Yusuf yang tidak pernah mengotori
dirinya dengan perbuatan keji dan jahat selalu menjaga kebersihan hati nuraninya,
selalu bersifat sabar dan tawakal atas musibah dan bahaya yang menimpanya.
Demikianlah Allah membalasi setiap insan yang berbuat baik.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 22

22) ‫ن‬
َ ‫سِني‬
ِ‫ح‬
ْ ‫جِزي اْلُم‬
ْ ‫ك َن‬
َ ‫عْلًما َوَكَذِل‬
ِ ‫حْكًما َو‬ ُ ‫)َوَلّما َبَلَغ َأ‬
ُ ‫شّدُه آَتْيَناُه‬

(Dan tatkala dia cukup dewasa) yaitu mencapai umur tiga puluh tahun atau tiga
puluh tiga tahun (Kami berikan kepadanya hikmah) kebijaksanaan (dan ilmu)
pengetahuan agama sebelum ia diangkat menjadi nabi. (Demikianlah) sebagaimana
Kami berikan imbalan kepadanya (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang
berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri.

23 Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf


untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya
berkata: `Marilah ke sini.` Yusuf berkata: `Aku berlindung kepada Allah, sungguh
tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.` Sesungguhnya orang-orang yang
zalim tiada akan beruntung.(QS. 12:23)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 23

23) ‫ن‬
َ ‫ظاِلُمو‬
ّ ‫ح ال‬
ُ ‫ل ُيْفِل‬
َ ‫ي ِإّنُه‬
َ ‫ن َمْثَوا‬
َ‫س‬َ‫ح‬
ْ ‫ل ِإّنُه َرّبي َأ‬
ِّ ‫ل َمَعاَذ ا‬
َ ‫ك َقا‬
َ ‫ت َل‬
َ ‫ت َهْي‬
ْ ‫ب َوَقاَل‬
َ ‫لْبَوا‬
َْ ‫ت ا‬
ِ ‫غّلَق‬
َ ‫سِه َو‬
ِ ‫ن َنْف‬
ْ‫ع‬َ ‫)َوَراوََدْتُه اّلِتي ُهَو ِفي َبْيِتَها‬

Istri Al-Aziz adalah seorang wanita yang cantik dan ayu, sangat dimuliakan oleh
seluruh penghuni istana karena di samping dia istri Al-Aziz, dia juga berbudi tinggi,
berakhlak mulia, bersih dari sifat-sifat congkak dan sombong, menjauhi segala hal
yang akan menjatuhkan derajatnya. Tetapi setelah beberapa lama Yusuf tinggal di
istana sebagai salah seorang keluarganya, istri Al-Aziz mulai tertarik kepadanya
karena akhlak dan ketampanannya. Pada suatu ketika dicobanyalah merayu Yusuf
dengan cara yang halus agar ia melakukan sesuatu yang sudah diidam-idamkannya
yaitu untuk memenuhi naluri seksnya dengan dikuncinya semua pintu sambil
berkata: "Berbuatlah sekehendakmu seluruh jiwa ragaku kuserahkan padamu."
Yusuf sebagai seorang yang jujur dan berakhlak mulia sangat terkejut mendengar
rayuan dan ajakan itu, apalagi yang mengajaknya itu adalah istri majikannya sendiri
yang telah memberinya tempat berteduh dan memperlakukannya seperti anaknya
sendiri. Selain dari itu bila ia mematuhi ajakan demikian berarti ia telah melakukan
maksiat yang sangat dimurkai Allah. Karena itu dengan spontan ia menjawab: "Aku
berlindung kepada Allah agar aku jangan terjerumus ke dalam perbuatan keji dan
mungkar. Suamimu itu adalah tuanku, majikanku yang telah berbuat baik
kepadaku, apakah dengan perbuatan keji itu akan kubalasi budi baiknya itu? Ini
adalah suatu kelaliman dan aku tidak akan melakukannya karena tidak ada orang
yang lalim yang sukses dan bahagia hidupnya."

24 Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu)


dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu
andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami
memalingkan daripadanya kemunkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu
termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.(QS. 12:24)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 24

24) ‫ن‬
َ ‫صي‬
ِ ‫خَل‬
ْ ‫عَباِدَنا اْلُم‬
ِ ‫ن‬
ْ ‫شاَء ِإّنُه ِم‬
َ‫ح‬
ْ ‫سوَء َواْلَف‬
ّ ‫عْنُه ال‬
َ َ‫صِرف‬
ْ ‫ك ِلَن‬
َ ‫ن َرّبِه َكَذِل‬
َ ‫ن َرَأى ُبْرَها‬
ْ ‫ل َأ‬ ْ ‫)َوَلَقْد َهّم‬
َ ‫ت ِبِه َوَهّم ِبَها َلْو‬

Dalam suasana yang kritis ini istri Al-Aziz tidak mau mundur setapak pun karena ia
menganggap Yusuf adalah budak yang harus melaksanakan segala keinginan dan
perintahnya apalagi dia merasa telah merendahkan dirinya dengan menolak ajakan
dan penyerahan jiwa raganya. Maka ketika Yusuf menolak juga, maka dia telah
bertekad untuk membalas dendam dengan mencelakakan Yusuf. Tetapi dari pihak
Yusuf, ia telah bertekad pula untuk menolaknya karena perbuatan itu melanggar
agama, mengkhianati tuannya yang telah berjasa dan berbuat baik kepadanya dan
merusak kehormatannya dan kehormatan tuannya. Kedua, Yusuf dan istri Al-Aziz
masing-masing telah mempunyai tekad yang bertentangan antara satu sama
lainnya. Sebagian ahli tafsir mengartikan (hamma) dalam ayat ini dengan arti "ada
perhatian" untuk melakukan perbuatan terlarang itu. Adapun dari pihak Yusuf
sebagai seorang pemuda yang jantan dan ganteng tidak ada salahnya kalau ia
mempunyai perhatian terhadap istri Al-Aziz yang cantik dan ayu itu sedangkan dia
telah membujuk dan merayunya pula.

Jadi dalam hal ini hanya sekadar perhatian tidaklah akan mengurangi kesucian jiwa
dan kebersihan hatinya karena ia sebagai manusia normal tentu mempunyai tabiat
dan naluri yang sesuai dengan kemudaannya. Tetapi Yusuf dengan segera sadar
dan insyaf dan mengingat Tuhannya sehingga tetaplah ia menolak ajakan itu.
Dengan kesadaran dan keinsyafan itu bebaslah dia dari bujukan setan. Demikianlah
Allah memelihara Yusuf dari perbuatan keji dan mungkar itu karena ia memang
termasuk hamba Allah yang saleh.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 24

24) ‫ن‬
َ ‫صي‬
ِ ‫خَل‬
ْ ‫عَباِدَنا اْلُم‬
ِ ‫ن‬
ْ ‫شاَء ِإّنُه ِم‬
َ‫ح‬
ْ ‫سوَء َواْلَف‬
ّ ‫عْنُه ال‬
َ َ‫صِرف‬
ْ ‫ك ِلَن‬
َ ‫ن َرّبِه َكَذِل‬
َ ‫ن َرَأى ُبْرَها‬
ْ ‫ل َأ‬ ْ ‫)َوَلَقْد َهّم‬
َ ‫ت ِبِه َوَهّم ِبَها َلْو‬

(Sesungguhnya wanita itu telah mempunyai maksud terhadap Yusuf) artinya dia
telah bermaksud terhadap Nabi Yusuf supaya menyetubuhinya (dan Yusuf pun
bermaksud melakukannya pula dengan wanita itu) artinya Yusuf pun mempunyai
keinginan yang sama (andaikata dia tidak melihat tanda dari Rabbnya) menurut
Ibnu Abbas r.a. bahwa pada saat yang kritis itu tiba-tiba Nabi Yakub atau ayahnya
tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat
yang telah membara itu dari semua ujung-ujung jarinya. Jawab dari lafal laulaa ialah
lajaama`ahaa; artinya niscaya Yusuf menyetubuhinya. (Demikianlah) Kami
perlihatkan tanda kekuasaan-Ku kepadanya (agar Kami memalingkan daripadanya
kemungkaran) perbuatan khianat (dan kekejian) perbuatan zina. (Sesungguhnya
Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas) dalam hal ketaatan.
Menurut suatu qiraat dibaca mukhlishiin dengan dikasrahkan huruf lam-nya; artinya
sama dengan lafal al-mukhtaariina atau orang-orang yang terpilih.
25 Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju
gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami
wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: `Apakah pembalasan terhadap orang
yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau
(dihukum) dengan azab yang pedih?`(QS. 12:25)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 25

25) ‫ب َأِليٌم‬
ٌ ‫ن َأْو عََذا‬
َ‫ج‬َ‫س‬
ْ ‫ن ُي‬
ْ ‫ل َأ‬
ّ ‫سوًءا ِإ‬
ُ ‫ك‬
َ ‫ن َأَراَد ِبَأْهِل‬
ْ َ‫جَزاُء م‬
َ ‫ت َما‬
ْ ‫ب َقاَل‬
ِ ‫سّيَدَها َلَدى اْلَبا‬
َ ‫ن ُدُبٍر َوَأْلَفَيا‬
ْ ‫صُه ِم‬
َ ‫ت َقِمي‬
ْ ‫ب َوَقّد‬ ْ ‫)َوا‬
َ ‫سَتَبَقا اْلَبا‬

Dalam keadaan yang bertambah gawat itu yang seorang tetap mendesak dan yang
lain tetap menolak, Yusuf memutuskan akan lari saja dari hadapan istri majikannya
dan dengan cepat ia melompat ke pintu tetapi istri Al-Aziz menangkap bajunya dari
belakang hingga robek. Dalam keadaan tarik-menarik itu muncullah Al-Aziz di muka
pintu. Dengan serta merta berteriaklah istri Al-Aziz mengatakan bahwa Yusuf
mencoba memperkosanya dengan kekerasan. Dia meminta kepada suaminya agar
Yusuf diberi ganjaran yang setimpal. Balasan yang tepat bagi orang yang
melakukan kejahatan terhadap keluarganya ialah penjara atau siksa yang pedih.

26 Yusuf berkata: `Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)`,


dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: `Jika baju
gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang
yang dusta.(QS. 12:26)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 26

26) ‫ن‬
َ ‫ت َوُهَو ِمنَ اْلَكاِذِبي‬
ْ ‫صَدَق‬
َ ‫ل َف‬
ٍ ‫ن ُقُب‬
ْ ‫صُه ُقّد ِم‬
ُ ‫ن َكانَ َقِمي‬
ْ ‫ن َأْهِلَها ِإ‬
ْ ‫شاِهٌد ِم‬
َ ‫شِهَد‬
َ ‫سي َو‬
ِ ‫ن َنْف‬
ْ‫ع‬َ ‫ي َراَوَدْتِني‬ َ ‫)َقا‬
َ ‫ل ِه‬

Ayat ini menerangkan tentang bersihnya Yusuf dari berbuat serong, Yusuf adalah
seorang pemuda yang takut kepada Tuhannya, yang tidak goyah imannya oleh
bujuk rayu seorang wanita. Dengan tegas dia berkata kepada perdana menteri,
suami dari perempuan itu, katanya: "Bahwa dalam peristiwa yang terjadi ini,
sebenarnya perempuan itulah yang menggoda saya dan mengajak saya untuk
memenuhi kehendak nafsunya sampai saya melompat lari seperti yang tuan dapati
sekarang ini. " Dalam peristiwa Yusuf ini banyak bukti-bukti untuk membenarkan
bahwa Yusuf adalah seorang yang bersih, karena Yusuf adalah budak yang
biasanya tidak berani berbuat serong terhadap istri majikannya, Yusuf didapati oleh
suami Zulaikha sedang melompat hendak keluar dari dalam rumah. Ini
menunjukkan bahwa suami Zulaikha melihat istrinya dalam keadaan bersalah
dengan mengenakan pakaian yang bagus sekali, dengan bedak dan wangi-wangian
yang semerbak baunya, sedang tidak terdapat di muka Yusuf bekas-bekasnya
sebagai bahan yang lain yang kuat sekali, bahwa suaminya tidak pernah melihat
akhlak Yusuf yang buruk semenjak Yusuf tinggal di rumahnya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 26

26) ‫ن‬
َ ‫ت َوُهَو ِمنَ اْلَكاِذِبي‬
ْ ‫صَدَق‬
َ ‫ل َف‬
ٍ ‫ن ُقُب‬
ْ ‫صُه ُقّد ِم‬
ُ ‫ن َكانَ َقِمي‬
ْ ‫ن َأْهِلَها ِإ‬
ْ ‫شاِهٌد ِم‬
َ ‫شِهَد‬
َ ‫سي َو‬
ِ ‫ن َنْف‬
ْ‫ع‬َ ‫ي َراَوَدْتِني‬ َ ‫)َقا‬
َ ‫ل ِه‬

(Yusuf berkata) membela dirinya ("Dia menggodaku untuk menundukkan diriku


kepadanya," dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya)
sepupu Zulaikha. Tetapi menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa saksi itu adalah
bayi yang masih dalam ayunan. Kemudian saksi itu mengatakan ("Jika baju
gamisnya koyak di muka) pada bagian muka Yusuf (maka wanita itu benar dan
Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.").

27 Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta,
dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.`(QS. 12:27)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 27

27) ‫ن‬
َ ‫صاِدِقي‬
ّ ‫ن ال‬
َ ‫ت َوُهَو ِم‬
ْ ‫ن ُدُبٍر َفَكَذَب‬
ْ ‫صُه ُقّد ِم‬ ْ ‫)َوِإ‬
ُ ‫ن َكانَ َقِمي‬

Dengan pengetahuan dan pengalamannya terhadap Yusuf, sebenarnya suami


Zulaikha telah mempercayai bahwa yang tidak berbuat salah ialah Yusuf. Kemudian
keyakinannya ini dikuatkan lagi oleh saksi yang lain yang menyatakan bahwa Yusuf
tidak bersalah. Saksi itu ialah anak paman Zulaikha sendiri, seorang cerdik
cendekiawan lagi bijaksana, saksi itu berkata: "Kami mendengar suatu keributan,
tarik-tarikan dalam rumah sampai kami mendengar bunyi kain sobek. Kalau baju
Yusuf yang sobek di sebelah muka, maka perempuan itulah yang benar dan Yusuf
pendusta. Kalau bajunya sobek sebelah belakang, benarlah Yusuf dan perempuan
itu pendusta." Menurut sebagian riwayat yang menjadi saksi peristiwa ini ialah
seorang bayi yang ditakdirkan Allah dapat berbicara untuk sekadar menjadi saksi.
Tetapi riwayat ini adalah lemah. Pendapat yang kuat yang menyatakan bahwa saksi
dalam peristiwa ini ialah anak paman Zulaikha itu sendiri.
28 Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang
berkatalah dia: `Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu,
sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.`(QS. 12:28)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 28

28) ‫ظيٌم‬
ِ‫ع‬َ ‫ن‬
ّ ‫ن َكْيَدُك‬
ّ ‫ن ِإ‬
ّ ‫ن َكْيِدُك‬
ْ ‫ل ِإّنُه ِم‬
َ ‫ن ُدُبٍر َقا‬ َ ‫)َفَلّما َرَأى َقِمي‬
ْ ‫صُه ُقّد ِم‬

Setelah diadakan penyelidikan dan pertukaran pikiran antara Perdana Menteri


dengan keluarga istrinya tentang peristiwa yang terjadi ini, maka diperiksalah baju
Yusuf yang sobek itu. Ternyata baju Yusuf yang sebelah belakang sobek. Jelaslah
dalam peristiwa ini, Yusuf adalah benar tidak dapatlah dibantah dan diragukan lagi.
Maka tuduhan perempuan itu terhadap Yusuf adalah palsu. Tapi bagaimana
pandainya pun seorang bersalah mengemukakan alasan-alasannya itu namun yang
bersalah akan diketahui juga sesuai dengan pepatah "Sepandai-pandainya
membungkus yang busuk, akhirnya akan berbau juga". Setelah jelas duduk
persoalan peristiwa ini, maka Perdana Menteri berkata kepada istrinya: "Sekarang
jelaslah, engkau telah membujuk dan merayu Yusuf. Ketahuilah, bujuk rayu yang
seperti itu besar bahayanya. Untung Yusuf seorang pemuda yang kuat imannya,
tidak terpengaruh oleh godaan seperti yang engkau lakukan itu."

29 (Hai) Yusuf: `Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah
atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat
salah.`(QS. 12:29)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 29

29) ‫ن‬
َ ‫طِئي‬
ِ ‫خا‬
َ ‫ن اْل‬
َ ‫ت ِم‬
ِ ‫ك ُكْن‬
ِ ‫ك ِإّن‬
ِ ‫سَتْغِفِري ِلَذْنِب‬
ْ ‫ن َهَذا َوا‬
ْ َ‫ض ع‬
ْ ‫عِر‬
ْ ‫ف َأ‬ ُ ‫)ُيو‬
ُ ‫س‬

Selanjutnya dalam ayat ini Perdana Menteri berkata: "Wahai Yusuf, peliharalah
dirimu, tutup mulutmu, jangan sampai kejadian ini engkau ceritakan kepada orang
lain. Kejadian ini adalah rahasia kami, kalau diketahui kami akan mendapat malu.
Engkau jangan merasa takut dalam persoalan ini, percayalah bahwa kami tetap
menjaga namamu, sebab engkau benar-benar orang yang berakhlak mulia dan
beriman kuat. Dan engkau hai istriku, bertawakallah kepada Tuhanmu, minta
ampunlah terhadap dosamu karena engkau termasuk orang yang bersalah dan
berdosa. Kesalahanmu adalah besar, yaitu mengkhianati suamimu, dan kesalahan
menuduh orang lain yang bersih dan suci."

30 Dan wanita-wanita di kota berkata: `Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk


menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu
adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan
yang nyata.`(QS. 12:30)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 30

30) ‫ن‬
ٍ ‫ل ُمِبي‬
ٍ‫ل‬َ‫ض‬
َ ‫حّبا ِإّنا َلَنَراَها ِفي‬
ُ ‫شَغَفَها‬
َ ‫سِه َقْد‬
ِ ‫عنْ َنْف‬
َ ‫سَوٌة ِفي اْلَمِديَنِة اْمَرَأُة اْلَعِزيِز ُتَراِوُد َفَتاَها‬ َ ‫)َوَقا‬
ْ ‫ل ِن‬

Dalam ayat ini diterangkan bahwa kejadian yang dirahasiakan itu, akhirnya tersiar
juga. Bagaimana usaha Perdana Menteri beserta segenap keluarga istana menutup-
nutupi rahasia rumah tangganya, usahanya itu akan sia-sia saja. Telah menjadi
tutur kata oleh perempuan-perempuan dalam kota mengenai rahasia rumah tangga
itu. Lebih-lebih di kalangan istri pembesar-pembesar dan pemimpin kerajaan itu.
Ributlah mereka membicarakannya, bahwa istri Perdana Menteri menggoda
bujangnya. Dengan nada yang sangat mengharukan keluarlah kata-kata seperti itu
dari mulut mereka. Kadang-kadang antara percaya dan tidak memperbincangkan
kata-kata itu. Namun berita itu telah menjadi buah bibir di kalangan pemimpin-
pemimpin. Bukan hanya sekadar mengatakan bahwa istri Perdana Menteri telah
jatuh cinta kepada bujangnya itu, tidak mempedulikan lagi akibat-akibat buruk yang
akan terjadi, seperti cemar nama suaminya. Selanjutnya mereka mengatakan:
"Sungguh-sungguh kami melihat istri Perdana Menteri itu sudah menempuh jalan
sesat yang akan membawa kepada kehinaan."

31 Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka,


diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk,
dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong
jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): `Keluarlah (nampakkanlah dirimu)
kepada mereka.` Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum
kepada (keelokan rupa) nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata:
`Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah
malaikat yang mulia.`(QS. 12:31)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 31

ّ ‫ن َأْيكِدَيُه‬
‫ن‬ َ ‫طْع‬
ّ ‫ن َفَلّما َرَأْيَنُه َأْكَبْرَنُه َوَق‬
ّ ‫عَلْيِه‬
َ ْ‫خُرج‬
ْ‫تا‬ِ ‫سّكيًنا وََقاَل‬
ِ ‫ن‬
ّ ‫حَدٍة ِمْنُه‬
ِ ‫ل َوا‬
ّ ‫ت ُك‬
ْ ‫ن ُمّتَكًأ َوآَت‬
ّ ‫ت َلُه‬
ْ ‫عَتَد‬
ْ ‫ن َوَأ‬
ّ ‫ت ِإَلْيِه‬
ْ ‫سَل‬
َ ‫ن َأْر‬
ّ ‫ت ِبَمْكِرِه‬
ْ َ‫سِمع‬
َ ‫َفَلّما‬
31) ‫ك َكِريٌم‬ ٌ ‫ل َمَل‬ّ ‫ن َهَذا ِإ‬ ْ ‫شًرا ِإ‬ َ ‫ل َما َهَذا َب‬ِّ َ‫حاش‬
َ ‫ن‬َ ‫)وَُقْل‬

Tutur kata perempuan-perempuan itu sampai juga ke telinga istri Perdana Menteri
yang menyebabkan ia merasa marah bercampur malu. Dia tidak mengira bahwa
berita mengenai dirinya akan tersebar luas seperti itu, sebab sudah cukup
usahanya untuk menutupi rahasia itu. Dia carilah akal bagaimana caranya menutup
malu yang sudah tersebar luas itu. Maka diundangnyalah perempuan-perempuan
terkemuka itu datang ke rumahnya menghadiri suatu jamuan. Untuk pesta itu
sudah diatur tempat sebaik-baiknya, makanan yang enak-enak sudah disediakan,
minuman yang berbagai macam sudah disiapkan. Tidak ketinggalan persediaan
buah-buahan yang ranum dan manis yang bermacam jenis dan ragamnya. Di meja
makanan sudah disusun kursi-kursi yang bagus untuk dapat duduk bersantai,
menikmati makanan-makanan dan buah-buahan yang lezat cita rasanya. Undangan
ini mendapat sambutan yang hangat, lebih-lebih dari perempuan-perempuan yang
ingin mengetahui kejadian yang sudah menjadi buah bibir selama ini, terutama
ingin melihat anak muda yang bernama Yusuf itu. Meriah sekali pesta itu. Gelak
ketawa bersahut-sahutan, omong dan kelakar menjadi-jadi. Bermacam makanan
yang dihidangkan tidak putus-putusnya, habis satu datang yang lain. Begitu juga
minum-minuman. Terakhir sekali dihidangkan buah-buahan. Kepada masing-masing
yang hadir diserahkan sebuah pisau untuk mengupas buah-buahan, istri Perdana
Menteri yang menjadi nyonya rumah memerintahkan kepada Yusuf untuk keluar ke
tengah-tengah para tamu yang sedang duduk bersantai memotong buah-buahan
untuk memperkenalkan dirinya. Maka keluarlah Yusuf di hadapan tamu-tamu itu.
Baru saja perempuan-perempuan itu melihat wajah Yusuf yang sangat elok itu
seperti bulan purnama raya, kagumlah mereka melihatnya, bahkan lupa akan diri
mereka masing-masing terpesona oleh kegagahan (ketampanan) Yusuf. Dengan
tidak sadar, pisau yang ada di tangan mereka, mereka potongkan ke tangan dan
jari mereka sendiri dan mereka tidak merasakan sakit perihnya.

Dari mulut mereka keluar kata-kata: "Maha Sempurna Allah bukanlah dia manusia
tetapi adalah malaikat yang mulia." Begitu kagum dan tercengang mereka melihat
Yusuf yang sangat menawan dan mendenyutkan jantung mereka, yang mereka
bicarakan sehari-hari dengan mempersalahkan dan mengejek istri Perdana Menteri.
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 31

ّ ‫ن َأْيكِدَيُه‬
‫ن‬ َ ‫طْع‬
ّ ‫ن َفَلّما َرَأْيَنُه َأْكَبْرَنُه َوَق‬
ّ ‫عَلْيِه‬
َ ْ‫خُرج‬
ْ‫تا‬ِ ‫سّكيًنا وََقاَل‬
ِ ‫ن‬
ّ ‫حَدٍة ِمْنُه‬
ِ ‫ل َوا‬
ّ ‫ت ُك‬
ْ ‫ن ُمّتَكًأ َوآَت‬
ّ ‫ت َلُه‬
ْ ‫عَتَد‬
ْ ‫ن َوَأ‬
ّ ‫ت ِإَلْيِه‬
ْ ‫سَل‬
َ ‫ن َأْر‬
ّ ‫ت ِبَمْكِرِه‬
ْ َ‫سِمع‬
َ ‫َفَلّما‬
31) ‫ك َكِريٌم‬ ٌ ‫ل َمَل‬ّ ‫ن َهَذا ِإ‬ ْ ‫شًرا ِإ‬ َ ‫ل َما َهَذا َب‬ِّ َ‫حاش‬
َ ‫ن‬َ ‫)وَُقْل‬

(Maka tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka) pergunjingan mereka


terhadap dirinya (diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya) Zulaikha
mempersiapkan (bagi mereka makanan) yang harus dipotong terlebih dahulu
dengan pisau dan beralaskan pada talenan (dan diberikannya) Zulaikha
memberikan (kepada masing-masing mereka sebuah pisau, kemudian dia berkata)
kepada Yusuf ("Keluarlah kepada mereka." Maka tatkala wanita-wanita itu
melihatnya, mereka merasa kagum terhadapnya) kepada ketampanan dan
keelokan rupanya (dan mereka melukai jari tangannya) dengan pisau-pisau yang
mereka pegang itu tanpa mereka sadari dan tanpa merasa sakit karena kekaguman
mereka terhadap ketampanan Yusuf (dan berkatalah mereka, "Maha Sempurna
Allah) dimaksud sebagai ungkapan memahasucikan Allah swt. (ini bukanlah) artinya
Nabi Yusuf ini (manusia tetapi) melainkan (ia adalah malaikat yang mulia.")
mengingat ketampanan dan keelokan rupanya hal ini tidak akan ditemui pada
manusia. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwasanya Nabi Yusuf telah
dianugerahi separuh dari ketampanan dan keelokan rupa.

32 Wanita itu berkata: `Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik)
kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan
dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak
mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan
dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.`(QS. 12:32)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 32

32) ‫ن‬
َ ‫غِري‬
ِ ‫صا‬
ّ ‫ن ال‬
َ ‫ن َوَلَيُكوًنا ِم‬
ّ ‫جَن‬
َ‫س‬
ْ ‫ل َما آُمُرُه َلُي‬
ْ ‫ن َلْم َيْفَع‬
ْ ‫صَم َوَلِئ‬
َ ‫سَتْع‬
ْ ‫سِه َفا‬
ِ ‫ن َنْف‬
ْ‫ع‬َ ‫ن اّلِذي ُلْمُتّنِني ِفيِه َوَلَقْد َراَوْدُتُه‬ ْ ‫)َقاَل‬
ّ ‫ت َفَذِلُك‬

Ayat ini menerangkan bahwa perempuan-perempuan yang diundang itu kagum dan
terpesona melihat Yusuf, maka istri Perdana Menteri itu gembira lalu berkata:
"Inilah dia Yusuf yang selalu kamu percakapkan dan selalu kamu mencela saya
berhubung kejadian antara saya dengan dia baru-baru ini. Sekarang kamu semua
terpesona memandanginya, baru memandangnya sesaat saja sedang saya selalu
memandangnya. Baru sepintas lalu kamu memandangnya kamu sudah lupa diri.
Lihatlah kamu sudah memotong jarimu karena terpesona memandang Yusuf."

Zulaikha berkata: "Saya akui terus terang, memang sayalah yang telah jatuh cinta
kepadanya dan sayalah yang menggodanya dan mengajaknya berlaku serong.
Tetapi dia tetap enggan dan berlindung diri kepada Tuhannya. Dia berpaling dan
menjauhkan dirinya daripadaku. Aku akan terus menggodanya dan merayunya
sampai dia mau mengikuti keinginan hawa nafsuku. Andaikata dia juga tidak mau
aku akan katakan kepada suamiku, supaya dia dimasukkan ke dalam penjara dan
tentunya dia akan menjadi orang yang hina. Suamiku tidak berani menolak usulku
itu tentu suamiku akan menghukum dia sesuai dengan keinginanku.

Sengaja kata-kata itu dilontarkannya di hadapan tamu-tamu dalam jamuan yang


meriah itu supaya didengar oleh Yusuf sendiri dan supaya para tamu dapat
melunakkan hati Yusuf. Lebih baik mematuhi apa saja kehendak istri raja daripada
mendapat kemarahan yang akhirnya akan dipenjarakan, hidup bersama-sama
dengan orang-orang jahat dan hina dina. Bila Yusuf mau mengikuti kehendaknya,
tentu Yusuf akan beruntung seluruh kekayaan dan kemewahan isi istana itu dapat
pula dikuasai Yusuf. Pendeknya, semua yang hadir pada waktu itu telah berpihak
kepada istri raja, tidak lagi menyalahkan dan mengejeknya. Semua membenarkan,
sudah sepantasnya istri Perdana Menteri tergoda dan tergila-gila oleh Yusuf yang
selalu bergaul di rumahnya. Maka semua perempuan itu, turut membujuk hati Yusuf
mematuhi hati istri Perdana Menteri itu, tidak usah malu-malu dan takut-takut.

33 Yusuf berkata: `Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi
ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya
mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan
tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.`(QS. 12:33)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 33

33) ‫ن‬
َ ‫جاِهِلي‬
َ ‫ن اْل‬
َ ‫ن ِم‬
ْ ‫ن َوَأُك‬
ّ ‫ب ِإَلْيِه‬
ُ ‫ص‬
ْ ‫ن َأ‬
ّ ‫عّني َكْيَدُه‬
َ ‫ف‬
ْ ‫صِر‬
ْ ‫ل َت‬
ّ ‫عوَنِني ِإَلْيِه َوِإ‬
ُ ‫ي ِمّما َيْد‬
ّ ‫ب ِإَل‬
ّ ‫ح‬
َ ‫ن َأ‬
ُ‫ج‬ْ‫س‬
ّ ‫ب ال‬ َ ‫)َقا‬
ّ ‫ل َر‬

Ayat ini menerangkan bagaimana keteguhan hati dan kekuatan iman Yusuf. Tidak
mempan kepada Yusuf segala bujukan dan rayuan, begitu juga semua kata-kata
untuk melunakkan hati Yusuf yang keluar dari mulut perempuan-perempuan itu.
Tidak mencemaskan hati Yusuf gertakan dan ancaman yang mengatakan bahwa
Yusuf akan dipenjarakan dan dihukum kalau dia tidak mau tunduk mengikuti ajakan
untuk berbuat serong itu. Mendengar semua itu, Yusuf hanya berlindung diri kepada
Allah, menundukkan kepala sambil berdoa agar dijauhkan Tuhan dari godaan
perempuan-perempuan itu seraya berkata: "Ya Tuhanku, penjara yang gelap lagi
sempit itu lebih baik bagiku daripada dalam istana menghadapi perempuan-
perempuan yang cantik yang selalu menggoda dan mengajakku untuk memenuhi
keinginan hawa nafsunya. Aku khawatir ya Allah, bila aku masih tinggal dalam
istana ini selalu berhadapan dengan perempuan-perempuan yang menggodaku,
kalau-kalau semangatku lemah, imanku luntur sehingga aku terperosok jatuh ke
lembah kehinaan bersama mereka. Ya Allah hindarkanlah aku dari godaan-godaan
mereka. Tidak ada daya dan kekuatan bagiku untuk lepas dari bahaya itu selain
dengan pertolongan dan petunjukmu ya Allah. Kalau bukan karena pertolongan dan
petunjuk-Mu, aku akan jadi orang yang bodoh, sesat jalan dan mudah terpedaya
akhirnya terjerumus ke dalam lembah kehinaan dan maksiat."

34 Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf


dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.(QS. 12:34)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 34

34) ‫سِميُع اْلَعِليُم‬


ّ ‫ن ِإّنُه ُهَو ال‬
ّ ‫عْنُه َكْيَدُه‬
َ ‫ف‬
َ ‫صَر‬
َ ‫ب َلُه َرّبُه َف‬
َ ‫جا‬ ْ ‫)َفا‬
َ ‫سَت‬

Ayat ini menerangkan bahwa akhirnya Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Doa
Yusuf diperkenankan Tuhannya agar Yusuf tetap dipelihara dari godaan dan tipu
daya perempuan-perempuan itu. Maka Perdana Menteri memasukkan Yusuf ke
dalam penjara sekadar memenuhi permintaan istrinya, oleh karena istrinya
meminta kepada suaminya supaya jangan membocorkan berita peristiwa itu dan
berusaha menenteramkan suasana rumah tangganya. Maksud Allah mengabulkan
doa Yusuf untuk masuk penjara berlainan dengan maksud pembesar itu (Al-Aziz).
Maksud Allah ialah supaya Yusuf tetap bersih terpelihara dari segala godaan yang
mengotori jiwanya. Juga supaya Yusuf menjadi orang yang sabar dan tahan
menderita dalam penjara, bergaul dengan orang-orang yang sudah lama meringkuk
dalam penjara yang bermacam-macam karakter, tingkah laku dan perangainya.
Sebab Yusuf akan diangkat Allah menjadi Nabi untuk kaumnya. Penjara adalah
tempat mendewasakannya dan tempat pertama kali Allah menurunkan wahyu
kepadanya. Karena itu Allah selalu menjaganya dan Allah adalah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui segala doa yang dipanjatkan dan segala perbuatan yang
dikerjakan hamba-Nya.
35 Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda
(kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.
(QS. 12:35)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 35

35) ‫ن‬
ٍ ‫حي‬
ِ ‫حّتى‬
َ ‫جُنّنُه‬
ُ‫س‬
ْ ‫ت َلَي‬
ِ ‫لَيا‬ ْ ‫)ُثّم َبَدا َلُهْم ِم‬
ْ ‫ن َبْعِد َما َرَأُوا ا‬

Ayat ini menerangkan bahwa Perdana Menteri beserta istrinya telah melihat bukti-
bukti bahwa Yusuf adalah orang baik, jujur dan mempunyai akhlak yang mulia.
Mempunyai keimanan dan kepercayaan yang teguh kepada Tuhannya. Selama
mereka bergaul dengan Yusuf, tidak pernah mereka melihat perbuatan Yusuf yang
salah. Nyata bagi mereka, bahwa Yusuf selalu dipelihara Tuhannya dan dilindungi-
Nya dari perbuatan-perbuatan yang keji. Walaupun dia dituduh, dibujuk dan
diancam namun Yusuf tetap tenang dan selalu meminta perlindungan kepada
Tuhannya. Hal seperti itu bukan saja diketahui dengan jelas oleh Perdana Menteri
dan istrinya, tetapi juga oleh seluruh keluarga istana. Sungguh pun begitu, Yusuf
tetap dimasukkan ke dalam penjara untuk waktu yang tidak ditentukan sebagai
pelaksanaan dari permintaan istrinya agar dianggap oleh orang banyak bahwa
Yusuf bersalah, padahal istrinya yang bersalah. Dalam ayat ini jelaslah bahwa yang
berkuasa bukanlah Perdana Menteri, tetapi istrinyalah yang memerintah suaminya
sedang suaminya patuh saja mengikutinya, walaupun akan menjerumuskan orang
yang tak bersalah ke dalam penjara. Yusuf sendiri tidaklah merasa sengsara dan
hina dalam penjara. Dengan pergaulan dalam penjara itu, Yusuf bertambah kuat
imannya, bertambah tabah hati dan jiwanya, makin banyak rahasia manusia yang
diketahuinya dan makin besar keagungan Allah yang dirasakannya.

36 Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda.
Berkatalah salah seorang di antara keduanya: `Sesungguhnya aku bermimpi,
bahwa aku memeras anggur.` Dan yang lainnya berkata: `Sesungguhnya aku
bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan
burung.` Berikanlah kepada kami ta_birnya; sesungguhnya kami memandang kamu
termasuk orang-orang yang pandai (mena_birkan mimpi).(QS. 12:36)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 36

‫طْيكُر ِمْنكُه َنّبْئَنككا‬


ّ ‫ل ال‬ُ ‫خْبكًزا َتْأُكك‬
ُ ‫سككي‬ ِ ‫ق َرْأ‬َ ‫ل َفكْو‬
ُ ‫حِمك‬
ْ ‫خُر ِإّنككي َأَراِنككي َأ‬
َ‫ل‬
ْ‫لا‬
َ ‫خْمًرا َوَقا‬
َ ‫صُر‬
ِ ‫ع‬
ْ ‫حُدُهَما ِإّني َأَراِني َأ‬
َ ‫ل َأ‬
َ ‫ن َقا‬
ِ ‫ن َفَتَيا‬
َ‫ج‬ْ‫س‬
ّ ‫ل َمَعُه ال‬
َ‫خ‬َ ‫َوَد‬
36) ‫ن‬ َ ‫سِني‬
ِ‫ح‬ْ ‫ن اْلُم‬
َ ‫ك ِم‬َ ‫)ِبَتْأِويِلِه ِإّنا َنَرا‬

Dalam ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa bersama-sama dengan Yusuf masuk
pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Menurut riwayat, kedua pemuda itu ialah
bekas tukang siram kebun raja dan bekas bendahara raja. Keduanya dimarahi
karena bersalah dan dimasukkan ke dalam penjara. Pada suatu ketika, Yusuf
melihat kedua pemuda itu duduk dengan bersedih hati dan seperti orang melamun.
Maka Yusuf menyapa kedua pemuda itu: "Mengapa kalian dalam keadaan begini?"
Jawab mereka: "Kami tadi malam bermimpi yang aneh dan ajaib, sehingga kami
gelisah dan sedih seperti yang engkau lihat ini dan kami tidak tahu apa takwil
mimpi kami ini." Yusuf berkata kepada keduanya: "Takwil mimpi kamu itu hanya
Allah yang mengetahuinya, cobalah ceritakan kepada saya apa mimpi kalian berdua
itu." Maka salah seorang dari keduanya bercerita tentang mimpinya dan katanya:
"Saya bermimpi bahwa saya sedang berada dalam sebuah kebun anggur yang
sangat lebat buahnya dan menghijau warnanya. Seakan-akan di tangan saya ada
sebuah gelas kepunyaan raja. Dengan gelas itulah saya menampung airnya
sesudah saya peras anggur itu untuk dijadikan minuman." Sesudah itu yang
seorang lagi menceritakan mimpinya pula seraya berkata: "Saya bermimpi bahwa
saya membawa sebuah keranjang di atas kepala saya penuh dengan bermacam-
macam roti dan makanan. Tiba-tiba terbang melayang di atas kepala saya
beberapa ekor burung, lalu disambarnya semua roti dan makanan yang ada dalam
keranjang itu dan dibawanya terbang jauh." Keduanya memohon kepada Yusuf agar
Yusuf sudi memberikan takwil mimpi mereka. Kepada Yusuflah tertumpah
harapannya, karena hanya Yusuflah yang paling mereka percayai sebab mereka
telah mengetahui Yusuf, bahwa dia adalah seorang Nabi Allah. Dengan kenabian
itu, tentu Yusuf banyak mengetahui rahasia-rahasia yang gaib begitu pula yang
berkenaan dengan takwil mimpi. Selama dalam penjara mereka telah mengenal
Yusuf sebagai orang yang baik, luas ilmunya, baik pergaulannya dan dekat dengan
Tuhannya.

37 Yusuf berkata: `Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan
diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu,
sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari
apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan
agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar
kepada hari kemudian.(QS. 12:37)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 37

ْ‫خَرِة ُهم‬
ِ‫ل‬ْ ‫ل َوُهْم ِبا‬
ِّ ‫ن ِبا‬
َ ‫ل ُيْؤِمُنو‬
َ ‫ت ِمّلَة َقْوٍم‬
ُ ‫عّلَمِني َرّبي ِإّني َتَرْك‬
َ ‫ن َيْأِتَيُكَما َذِلُكَما ِمّما‬
ْ ‫ل َأ‬
َ ‫ل َنّبْأُتُكَما ِبَتْأِويِلِه َقْب‬
ّ ‫طَعاٌم ُتْرَزَقاِنِه ِإ‬
َ ‫ل َيْأِتيُكَما‬
َ ‫ل‬
َ ‫َقا‬
37) ‫ن‬ َ ‫)َكاِفُرو‬

Dalam ayat ini diterangkan sebelum Yusuf memberikan takwil mimpi kedua pemuda
itu, lebih dahulu dia berdakwah tentang kebesaran dan kekuasaan Allah, tentang
nikmat Allah yang telah diperolehnya dan sikap yang tidak mau tunduk kepada
agama yang tidak benar. Yusuf berkata kepada kedua pemuda itu: "Sebelum kamu
berdua menerima makanan yang dikirimkan untukmu, aku sudah tahu apa
makanan itu dan akan aku jelaskan kepadamu sekarang ini."

Menurut riwayat, bahwa orang-orang kerajaan ada yang mengirimkan kepada


orang-orang yang bersalah dalam penjara yaitu makanan yang dicampur dengan
racun dengan maksud untuk membunuh mereka. Yusuf sudah tahu maksud orang-
orang kerajaan itu dan telah dijelaskan kepada kedua orang pemuda itu. Yusuf
menjelaskan bahwa ilmu yang seperti itu adalah wahyu dari Tuhannya kepadanya.
Dengan ilmu itulah saya dapat menakwilkan mimpi bukan seperti tukang tenung
dan ahli nujum yang dengan mempergunakan pertolongan setan, menerka-nerka
dan menjampi-jampi yang belum tentu benar terkaannya itu. Selanjutnya Yusuf
menjelaskan bahwa dia tidak mau terpengaruh oleh ajaran agama yang salah. Dia
tinggalkan kepercayaan orang-orang yang tidak benar itu, orang-orang yang tidak
mau beriman kepada Allah dan mengingkari terhadap kehidupan akhirat.

38 Dan aku mengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yaqub.
Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan
Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada
manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri- (Nya).(QS.
12:38)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 38

ِ ‫ن َأْكَثكَر الّنككا‬
‫س‬ ّ ‫س َوَلِكك‬
ِ ‫عَلى الّنا‬
َ ‫عَلْيَنا َو‬
َ ‫ل‬
ِّ ‫ل ا‬
ِ‫ض‬ْ ‫ن َف‬
ْ ‫ك ِم‬
َ ‫يٍء َذِل‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ل ِم‬
ِّ ‫ك ِبا‬
َ ‫شِر‬
ْ ‫ن ُن‬
ْ ‫ن َلَنا َأ‬
َ ‫ب َما َكا‬
َ ‫ق َوَيْعُقو‬
َ ‫حا‬
َ‫س‬
ْ ‫ت مِّلَة آَباِئي ِإْبَراِهيَم َوِإ‬
ُ ‫َواّتَبْع‬
38) ‫ن‬ َ ‫شُكُرو‬ َ)
ْ ‫ل َي‬

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Yusuf melanjutkan pembicaraannya dengan


kedua pemuda itu sebelum menerangkan takwil mimpi mereka. Yusuf mengatakan,
bahwa dia hanya patuh mengikuti agama bapak-bapaknya, yaitu agama Nabi
Ibrahim, Ishak dan Yakub as. agama tauhid bukan agama yang mempersekutukan
Allah. Tidaklah sepantasnya bagi kami para Nabi dan Rasul untuk
mempersekutukan Allah dengan yang lain, seperti halnya dengan golongan Firaun
dan pengikut-pengikutnya dan lain-lain yang seperti itu. Mereka mempersekutukan
Allah dengan yang lain, seperti matahari, bulan, berhala-berhala dan lain-lain.
Kepercayaan tauhid itu termasuk karunia Allah kepada kami para Nabi dan Rasul,
begitu juga kepada semua orang yang mempunyai kepercayaan tauhid. Allah telah
memberikan petunjuk kepada kami dan manusia yang beriman. Dengan diutusnya
kami para Nabi dan para Rasul kami menunjukkan kepada mereka mana jalan yang
lurus dan mana jalan yang bengkok, kami terangkan kepada mereka kepercayaan
yang benar. Namun begitu masih ada saja manusia yang tidak tahu bersyukur
kepada Allah.

39 Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang
bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?(QS. 12:39)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 39

39) ‫حُد اْلَقّهاُر‬


ِ ‫ل اْلَوا‬
ُّ ‫خْيٌر َأِم ا‬
َ ‫ن‬
َ ‫ب ُمَتَفّرُقو‬
ٌ ‫ن َأَأْرَبا‬
ِ‫ج‬ْ‫س‬
ّ ‫ي ال‬
ِ ‫حَب‬ َ ‫)َيا‬
ِ ‫صا‬

Yusuf meneruskan lagi dakwahnya dengan menyeru kedua pemuda itu menjadi
kawannya dalam penjara itu: "Wahai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih
baik, tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa Yang
Perkasa?" Seruan ini adalah yang ikhlas dari seorang kawan yang setia dan jujur
kepada kawan-kawannya. Pertanyaan dalam seruan ini adalah merupakan suatu
penegasan, bahwa berhentilah menyembah tuhan-tuhan yang bermacam-macam
itu dan sembahlah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Tuhan-tuhanmu yang
bermacam-macam itu tidak akan dapat menolong dari siksaan di akhirat. Hanya
Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa saja yang dapat memberikan pertolongan di
kala susah dan membantu di kala sempit.

40 Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah)


nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak
menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah
kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.
Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.(QS. 12:40)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 40

ُ‫ن اْلَقّي كم‬


ُ ‫ك ال كّدي‬َ ‫ل ِإّياُه َذِل‬
ّ ‫ل َتْعُبُدوا ِإ‬
ّ ‫ل َأَمَر َأ‬
ِّ ‫ل‬
ّ ‫حْكُم ِإ‬
ُ ‫ن اْل‬
ِ ‫ن ِإ‬
ٍ ‫طا‬
َ ‫سْل‬
ُ ‫ن‬
ْ ‫ل ِبَها ِم‬
ُّ ‫ل ا‬
َ ‫سّمْيُتُموَها َأْنُتْم َوآَباُؤُكْم َما َأْنَز‬
َ ‫سَماًء‬
ْ ‫ل َأ‬
ّ ‫ن ُدوِنِه ِإ‬
ْ ‫ن ِم‬
َ ‫َما َتْعُبُدو‬
40) ‫ن‬ َ ‫ل َيْعَلُمو‬
َ ‫س‬ ِ ‫ن َأْكَثَر الّنا‬ ّ ‫)َوَلِك‬

Kelanjutan dari seruan Yusuf, semua yang kamu sembah selain Allah itu adalah
tuhan-tuhan palsu yang sengaja diberi nama bermacam-macam oleh kamu sendiri
dan oleh bapak-bapak dan nenek moyang kamu. Kamu yang membuatnya, kamu
yang memberinya nama dan kamu pula menyembahnya sebagai Tuhan. Padahal
dia adalah benda yang lemah yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa dan tidak
pula keterangan dari Allah kepada Rasul-rasul-Nya untuk membenarkan tuhan yang
kamu buat-buat itu. Bahwa ketentuan yang benar tentang ketuhanan dan
pengabdian ialah yang diatur oleh Allah yang telah diwahyukan-Nya kepada Rasul-
rasul-Nya. Allah memerintahkan, bahwa janganlah kamu menyembah selain Allah.
Kepada-Nyalah kamu berdoa dan minta tolong, kepada-Nyalah kamu sujud
bersimpuh. Itulah agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia belum
mengetahuinya.

Hai kedua temanku dalam penjara:` Adapun salah seorang di antara kamu berdua,
akan memberi minum tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia
akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan
perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku). `(QS. 12:41)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 41

41) ‫ن‬
ِ ‫سَتْفِتَيا‬
ْ ‫لْمُر اّلِذي ِفيِه َت‬
َْ ‫ي ا‬
َ‫ض‬ِ ‫سِه ُق‬
ِ ‫ن َرْأ‬
ْ ‫طْيُر ِم‬
ّ ‫ل ال‬
ُ ‫ب َفَتْأُك‬
ُ ‫صَل‬
ْ ‫خُر َفُي‬
َ‫ل‬
ْ ‫خْمًرا َوَأّما ا‬
َ ‫سِقي َرّبُه‬
ْ ‫حُدُكَما َفَي‬
َ ‫ن َأّما َأ‬
ِ‫ج‬ْ‫س‬
ّ ‫ي ال‬
ِ ‫حَب‬ َ ‫)َيا‬
ِ ‫صا‬

Maka pada ayat ini barulah diterangkan takwil mimpi kedua pemuda itu oleh Yusuf.
Berkatalah Yusuf: "Hai kedua kawan penghuni penjara, adapun mimpi yang
pertama, takwilnya ialah bahwa dia segera akan keluar dari penjara ini dan kembali
bekerja seperti dulu sebelum masuk penjara, yaitu sebagai tukang siram kebun raja
dan akan memberi minum raja dengan khamar. Takwil mimpi kedua, bahwa dia
akan dihukum salib lalu bangkainya dan sebagian dari kepalanya akan dimakan
burung. Begitulah takwil mimpi yang kamu tanyakan kepada saya sebagai wahyu
yang telah diwahyukan kepadaku."
42 Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara
mereka berdua:` Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu. `Maka syaitan
menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu
tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.(QS. 12:42)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 42

42) ‫ن‬
َ ‫سِني‬
ِ ‫ضَع‬
ْ ‫ن ِب‬
ِ‫ج‬ْ‫س‬
ّ ‫ث ِفي ال‬
َ ‫ن ِذْكَر َرّبِه َفَلِب‬
ُ ‫طا‬
َ ‫شْي‬
ّ ‫ساُه ال‬
َ ‫ك َفَأْن‬
َ ‫عْنَد َرّب‬
ِ ‫ج ِمْنُهَما اْذُكْرِني‬
ٍ ‫ن َأّنُه َنا‬
ّ‫ظ‬ َ ‫)َوَقا‬
َ ‫ل ِلّلِذي‬

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Yusuf berpesan kepada pemuda yang keluar
dengan takwil yang baik agar disampaikan kepada raja di dalam penjara masih
banyak orang yang tidak bersalah dihukum. Mereka dihukum karena tuduhan-
tuduhan yang tidak benar agar hal ini menjadi perhatian oleh raja. Sampaikanlah
juga kepada raja apa yang engkau lihat dan yang engkau dengar sekitar aku dan
sampaikan seruanku untuk menganut agama tauhid dan lain-lain apa yang terjadi
selama engkau dalam penjara. Rupanya pemuda itu setelah sampai di luar lupa
menyampaikan pesan-pesan Yusuf kepada raja sehingga Yusuf terpaksa meringkuk
dalam penjara beberapa tahun lamanya.

43 Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya):` Sesungguhnya


aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk di makan oleh
tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan
tujuh butir lainnya yang kering. `Hai orang-orang yang terkemuka:` Terangkanlah
kepadaku tentang ta_bir mimpiku itu jika kamu dapat mena_birkan mimpi. `(QS.
12:43)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 43

ْ‫ن ُكْنُت كم‬


ْ ‫ي ِإ‬
َ ‫ل َأْفُتوِني ِفي ُرْؤَيككا‬
َُ ‫ت َيا َأّيَها اْلَم‬
ٍ ‫سا‬
َ ‫خَر َياِب‬
َ ‫ضٍر وَُأ‬
ْ ‫خ‬
ُ ‫ت‬
ٍ ‫ل‬
َ ‫سْنُب‬
ُ ‫سْبَع‬
َ ‫ف َو‬
ٌ ‫جا‬
َ‫ع‬
ِ ‫سْبٌع‬
َ ‫ن‬
ّ ‫ن َيْأُكُلُه‬
ٍ ‫سَما‬
ِ ‫ت‬
ٍ ‫سْبَع َبَقَرا‬
َ ‫ك ِإّني َأَرى‬
ُ ‫ل اْلَمِل‬
َ ‫َوَقا‬
43) ‫ن‬ َ ‫)ِللّرْؤَيا َتْعُبُرو‬

Dalam ayat ini diterangkan bahwa raja pada suatu ketika bermimpi yang sangat
ajaib sekali dan sangat menggelisahkan hatinya. Belum pernah raja bermimpi
seperti itu selama hidupnya. Maka dikumpulkannya semua orang cerdik pandainya,
juru-juru tenung dan pembesar-pembesar kerajaannya. Lalu dia berkata: "Aku
bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan tujuh ekor sapi yang
kurus, aku melihat tujuh bulir gandum yang subur dan tujuh bulir pula yang kering.
Cobalah kamu ceritakan takbir mimpiku itu kalau di antara kamu ada yang
mempunyai ilmu takbir mimpi."

44 Mereka menjawab:` (Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-
kali tidak tahu mena_birkan mimpi itu. `(QS. 12:44)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 44

44) ‫ن‬
َ ‫لِم ِبَعاِلِمي‬
َ‫ح‬ْ‫ل‬
َْ ‫ل ا‬
ِ ‫ن ِبَتْأِوي‬
ُ‫ح‬ْ ‫لٍم َوَما َن‬
َ‫ح‬ْ ‫ث َأ‬ ْ ‫)َقاُلوا َأ‬
ُ ‫ضَغا‬

Permintaan raja itu tidak seorang pun yang dapat memecahkannya. Bermacam-
macam pendapat mereka, ada yang mengatakan, bahwa itu adalah sebagai mimpi
permainan tidur saja dan ada pula yang mengatakan bahwa itu adalah pengaruh
angan-angan di waktu tidur yang tidak mempunyai arti apa-apa. Terhadap mimpi
yang seperti itu, kami tidak mempunyai ilmu untuk mencarikan takbirnya.

45 Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat
(kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya:` Aku akan memberitakan
kepadamu tentang (orang yang pandai) mena_birkan mimpi itu, maka utuslah aku
(kepadanya). `(QS. 12:45)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 45

45) ‫سُلوِني‬
ِ ‫جا مِْنُهَما َواّدَكَر َبْعَد ُأّمٍة َأَنا ُأَنّبُئُكْم ِبَتْأِويِلِه َفَأْر‬ َ ‫)َوَقا‬
َ ‫ل اّلِذي َن‬

Raja tidak bersenang hati mendengar jawaban mereka itu dan raja bertambah
gelisah tampaknya. Raja ingin hendak mengetahui takbir mimpinya, tetapi tidak
tahu kepada siapa akan ditanyakan. Setelah tukang siram kebun raja yang pernah
meringkuk dalam penjara bersama Yusuf mendengar kabar ini, dia teringat akan
Yusuf yang sedang meringkuk dalam penjara yang pernah menakwilkan mimpinya
sendiri dengan tepat. Dia dengan cepat-cepat datang menghadap raja seraya
berkata: "Ya tuanku, di dalam penjara ada seorang pemuda bernama Yusuf. Dia
seorang yang mulia, mempunyai pikiran yang dalam, pandangan yang luas, dapat
membukakan keajaiban-keajaiban alam dengan akalnya dan dapat pula
menakbirkan mimpi dengan tepat. Kalau tuanku utus saya kepadanya, pastilah
saya kembali dengan membawa tabir mimpi tuanku itu yang tentunya akan
meyakinkan tuanku kebenarannya.

46 (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru):` Yusuf, hai orang
yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi yang
gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh
butir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada
orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya. `(QS. 12:46)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 46

‫س َلَعّلُهكْم‬
ِ ‫جكُع ِإَلككى الّنككا‬
ِ ‫ت َلَعّلكي َأْر‬
ٍ ‫سككا‬
َ ‫خكَر َياِب‬
َ ‫ضٍر َوُأ‬
ْ ‫خ‬
ُ ‫ت‬
ٍ ‫ل‬
َ ‫سْنُب‬
ُ ‫سْبِع‬
َ ‫ف َو‬
ٌ ‫جا‬
َ‫ع‬
ِ ‫سْبٌع‬
َ ‫ن‬
ّ ‫ن َيْأُكُلُه‬
ٍ ‫سَما‬
ِ ‫ت‬
ٍ ‫سْبِع َبَقَرا‬
َ ‫ق َأْفِتَنا ِفي‬
ُ ‫صّدي‬
ّ ‫ف َأيَّها ال‬
ُ ‫س‬
ُ ‫ُيو‬
46) ‫ن‬ َ ‫)َيْعَلُمو‬

Raja gembira mendengar pendapat tukang siram kebunnya itu, lalu mengutusnya
untuk menemui Yusuf dalam penjara. Sesampainya di penjara dan bertemu dengan
Yusuf, dia berkata: "Hai Yusuf, saudaraku yang mulia yang dapat dipercaya. Saya
datang kepadamu untuk meminta suatu takbir mimpi, yaitu tujuh ekor sapi yang
gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus dan tujuh bulir gandum yang
hampa kering dan ada pula tujuh bulir gandum yang rimbun. Mudah-mudahan saya
kembali telah dapat membawa takbir mimpi itu dari engkau dan supaya dapat
diketahui oleh orang banyak yang tentunya mereka akan berterima kasih
kepadamu atas segala kelebihan dan kebaikan yang engkau berikan itu."

47 Yusuf berkata:` Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana


biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit
untuk kamu makan.(QS. 12:47)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 47

47) ‫ن‬
َ ‫ل ِمّما َتْأُكُلو‬
ً ‫ل َقِلي‬
ّ ‫سْنُبِلِه ِإ‬
ُ ‫صْدُتْم َفَذُروُه ِفي‬
َ ‫ح‬
َ ‫ن َدَأًبا َفَما‬
َ ‫سِني‬
ِ ‫سْبَع‬
َ ‫ن‬
َ ‫عو‬ َ ‫)َقا‬
ُ ‫ل َتْزَر‬

Dengan segala kemurahan hati Yusuf menerangkan takbir mimpi raja itu seolah-
olah Yusuf menyampaikan kepada raja dan pembesar-pembesarnya. Katanya:
"Wahai raja dan pembesar-pembesar negara semuanya, kamu akan menghadapi
suatu masa tujuh tahun lamanya penuh dengan segala kemakmuran dan
keamanan. Ternak berkembang biak, tumbuh-tumbuhan subur, dan semua orang
akan merasa senang dan bahagia. Maka galakkanlah rakyat bertanam dalam masa
tujuh tahun itu. Hasil dari tanaman itu harus kamu simpan, gandum disimpan
dengan tangkai-tangkainya supaya tahan lama. Sebagian kecil kamu keluarkan
untuk dimakan sekadar keperluan saja."

48 Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang
menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali
sedikit dari (bibit gandum) yang akan kamu simpan.(QS. 12:48)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 48

48) ‫ن‬
َ ‫صُنو‬
ِ ‫ح‬
ْ ‫ل ِمّما ُت‬
ً ‫ل َقِلي‬
ّ ‫ن ِإ‬
ّ ‫ن َما َقّدْمُتْم َلُه‬
َ ‫شَداٌد َيْأُكْل‬
ِ ‫سْبٌع‬
َ ‫ك‬ ْ ‫)ُثّم َيْأِتي ِم‬
َ ‫ن َبْعِد َذِل‬

Sehabis masa yang makmur itu akan datang masa yang penuh kesengsaraan dan
penderitaan selama tujuh tahun pula. Pada waktu itu ternak habis musnah,
tanaman-tanaman tidak berbuah, udara panas, musim kemarau panjang. Sumber-
sumber air menjadi kering dan rakyat menderita kekurangan makanan. Semua
simpanan makanan akan habis kecuali tinggal sedikit untuk kamu jadikan benih.

49 Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan
(dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur. `(QS. 12:49)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 49

49) ‫ن‬
َ ‫صُرو‬
ِ ‫س َوِفيِه َيْع‬
ُ ‫ث الّنا‬
ُ ‫عاٌم ِفيِه ُيَغا‬
َ ‫ك‬ ْ ‫)ُثّم َيْأِتي ِم‬
َ ‫ن َبْعِد َذِل‬

Kemudian sesudah berlalu masa kesulitan dan kesengsaraan itu, maka datanglah
masa hidup makmur, aman dan sentosa. Di masa itu bumi menjadi subur, hujan
turun sangat lebatnya, manusia kelihatan beramai-ramai memeras anggur dengan
aman dan gembira. Mereka telah duduk bersantai menikmati buah-buahan hasil
kebunnya bersama anak-anak dan keluarganya. Itulah takbir mimpi raja itu saya
sampaikan kepadamu untuk saudara sampaikan kepada raja dan pembesar-
pembesarnya.

50 Raja berkata:` Bawalah dia kepadaku. `Maka tatkala utusan itu datang
kepada Yusuf, berkatalah Yusuf:` Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah
kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya.
Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka. `(QS. 12:50)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 50

50) ‫عِليٌم‬
َ ‫ن‬
ّ ‫ن َرّبي ِبَكْيِدِه‬
ّ ‫ن ِإ‬
ّ ‫ن َأْيِدَيُه‬
َ ‫طْع‬
ّ ‫لِتي َق‬
ّ ‫سَوِة ال‬
ْ ‫ل الّن‬
ُ ‫سَأْلُه َما َبا‬
ْ ‫ك َفا‬
َ ‫جْع ِإَلى َرّب‬
ِ ‫ل اْر‬
َ ‫ل َقا‬
ُ ‫سو‬
ُ ‫جاَءُه الّر‬
َ ‫ك اْئُتوِني ِبِه َفَلّما‬ َ ‫)َوَقا‬
ُ ‫ل اْلَمِل‬

Dalam ayat ini diterangkan bagaimana tertariknya raja dengan takbir mimpi yang
disampaikan oleh utusannya itu sehingga raja ingin sekali bertemu langsung
dengan Yusuf, maka raja memerintahkan kembali menemui Yusuf di penjara lalu
berkata: "Pergilah engkau temui Yusuf di penjara dan bawalah dia kemari, supaya
langsung aku mendengarkan perkataannya dan aku dapat mengukur sampai di
mana tinggi ilmunya dan luas pandangannya. Mudah-mudahan ilmunya itu dan
pandangan-pandangannya itu berguna bagiku untuk keselamatan bangsa dan
negaraku." Maka utusan itu pergi menemui Yusuf dan menyampaikan panggilan
raja terhadap dirinya agar ia datang menghadap raja, sebab raja membutuhkan
nasihat-nasihatmu dan akan mengangkatmu ke derajat yang tinggi. Yusuf
memenuhi panggilan raja. Tetapi sebelum Yusuf datang menghadap, Yusuf minta
kepada utusan raja itu agar dia kembali dan menanyakan kepada raja tentang
peristiwa perempuan-perempuan yang sudah memotong jarinya sendiri dengan
pisau supaya diketahui dengan jelas duduk perkaranya yang sebenarnya mengenai
hal itu supaya dia datang menghadapnya dalam keadaan bebas dari tuduhan-
tuduhan. Tuhanku lebih mengetahui tentang tipu daya perempuan-perempuan itu.
51 Raja berkata (kepada wanita-wanita itu):` Bagaimana keadaanmu ketika
kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)? `Mereka berkata:`
Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan daripadanya.
`Berkata isteri Al Aziz:` Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya
untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-
orang yang benar. `(QS. 12:51)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 51

ْ‫عن‬
َ ‫حقّ َأَنا َراَوْدُتُه‬َ ‫ص اْل‬َ ‫ح‬ َ‫ص‬ْ ‫ح‬ َ ‫ن‬ َ‫ل‬
ْ ‫ت اْمَرَأُة اْلَعِزيِز ا‬
ِ ‫سوٍء َقاَل‬
ُ ‫ن‬
ْ ‫عَلْيِه ِم‬
َ ‫عِلْمَنا‬
َ ‫ل َما‬
ِّ ‫ش‬
َ ‫حا‬
َ ‫ن‬
َ ‫سِه ُقْل‬
ِ ‫ن َنْف‬
ْ‫ع‬
َ ‫ف‬
َ ‫س‬
ُ ‫ن ُيو‬
ّ ‫ن ِإْذ َراَوْدُت‬
ّ ‫طُبُك‬
ْ ‫خ‬
َ ‫ل َما‬
َ ‫َقا‬
51) ‫ن‬ َ ‫صاِدِقي‬
ّ ‫ن ال‬ ِ ‫)َنْف‬
َ ‫سِه َوِإّنُه َلِم‬

Setelah utusan kembali menemui raja dan menyampaikan permintaan Yusuf


kepadanya, maka dengan segera raja memanggil semua perempuan-perempuan
yang memotong jarinya itu dan berkata: "Bagaimana pandanganmu terhadap Yusuf
ketika kamu menggodanya dulu? Sebab Yusuf akan aku keluarkan dari penjara."
Mereka menjawab: "Bahwa Yusuf seorang pemuda yang suci murni, Maha
Sempurna Allah, kami tiada melihat sesuatu yang buruk padanya." Berkatalah pula
istri Perdana Menteri yang tergila-gila dan terus menggoda Yusuf selama bersama-
sama tinggal di rumahnya: "Memang sudah terlalu lama Yusuf dalam penjara tanpa
kesalahan apa-apa. Sayalah yang bersalah karena aku tidak dapat menahan hawa
nafsuku, aku selalu menggodanya. Sekarang jelaslah kebenaran itu, bahwa Yusuf
tidak bersalah dan dia termasuk orang-orang yang benar."

52 (Yusuf berkata):` Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa
sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya
Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.(QS. 12:52)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 52

52) ‫ن‬
َ ‫خاِئِني‬
َ ‫ل َيْهِدي َكْيَد اْل‬
َ ‫ل‬
َّ ‫ن ا‬
ّ ‫ب َوَأ‬
ِ ‫خْنُه ِباْلَغْي‬ َ ‫)َذِل‬
ُ ‫ك ِلَيْعَلَم َأّني َلْم َأ‬

Ayat ini menerangkan pengakuan Zulaikha yang terus terang mengatakan bahwa
dialah yang bersalah, dialah yang menggoda tetapi Yusuf tetap enggan dan
berpaling karena takut kepada Tuhannya. Semuanya itu menjadi bukti tentang
kejujurannya. Ia tidak mau berdusta terhadap Yusuf walaupun Yusuf dalam penjara.
Juga supaya diketahui oleh suaminya bahwa dia berterus terang seperti itu
menunjukkan bahwa dia bersih, terpelihara dari perbuatan keji karena kekuatan
iman Yusuf. Istrinya tidak mau dituduh pengkhianat sebab Allah swt. tidak akan
memberi petunjuk kepada setiap pengkhianatan.

53 Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya


nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh
Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.
12:53)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 53

53) ‫حيٌم‬
ِ ‫غُفوٌر َر‬
َ ‫ن َرّبي‬
ّ ‫حَم َرّبي ِإ‬
ِ ‫ل َما َر‬
ّ ‫سوِء ِإ‬
ّ ‫لّماَرٌة ِبال‬
َ ‫س‬
َ ‫ن الّنْف‬
ّ ‫سي ِإ‬ ُ ‫)َوَما ُأَبّر‬
ِ ‫ئ َنْف‬

Dengan perasaan yang amat terharu dan sesal yang amat mendalam, istri Al-Aziz
mengakui bahwa dia tidak dapat membersihkan dirinya dari kesalahan dan
keterlanjuran dan memang dialah yang telah mengkhianati suaminya dengan
merayu Yusuf ketika suaminya tidak di rumah. Untuk mempertahankan nama
baiknya dan nama baik suami dan keluarganya dia telah menganjurkan supaya
Yusuf dipenjarakan atau ditimpakan kepadanya siksaan yang pedih. Dia telah
melakukan kesalahan berganda yaitu berdusta dan memfitnah orang yang jujur dan
bersih sehingga dia dijebloskan dalam penjara. Sebagai alasan bagi kesalahan dan
keterlanjurannya itu dia mengemukakan bahwa memang jiwa manusia itu condong
kepada berbuat maksiat karena dorongan hawa nafsu dan syahwatnya, dan
bujukan setan yang selalu berusaha untuk menjerumuskan ke lembah kehinaan dan
dorongan ingin mempertahankan kedudukan, kehormatan dan sebagainya.
Begitulah sifat manusia pada umumnya kecuali orang-orang yang telah mendapat
rahmat Allah, orang-orang yang teguh imannya, teguh pendiriannya, kuat jiwanya
sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu dan bujukan setan. Berkata istri
Al-Aziz: "Saya memang telah bersalah besar dan amat menyesali keterlanjuran saya
itu dan memohon kepada Allah atas semua dosa dan kesalahan saya semoga doaku
ini dikabulkan-Nya, karena Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
54 Dan raja berkata: `Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai
orang yang rapat kepadaku`. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia,
dia berkata: `Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang
berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami`.(QS. 12:54)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 54

54) ‫ن‬
ٌ ‫ن َأِمي‬
ٌ ‫ك اْلَيْوَم َلَدْيَنا َمِكي‬
َ ‫ل ِإّن‬
َ ‫سي َفَلّما َكّلَمُه َقا‬
ِ ‫صُه ِلَنْف‬
ْ ‫خِل‬
ْ ‫سَت‬
ْ ‫ك اْئُتوِني ِبِه َأ‬ َ ‫)َوَقا‬
ُ ‫ل اْلَمِل‬

Dalam suasana yang sangat mengharukan itu raja memerintahkan supaya Yusuf
dijemput ke penjara dan dibawa menghadap ke istana. Di istana, Yusuf
menerangkan kepada raja semua pengalamannya semenjak dia tinggal di istana Al-
Aziz sampai dia masuk penjara dan akhirnya dapat bertemu muka dengan raja.
Mendengar penjelasan Yusuf timbullah keyakinan dalam hati raja bahwa dia benar-
benar seorang yang jujur dan setia, seorang yang penuh rasa tanggung jawab,
seorang yang berbudi mulia, seorang yang berilmu, seorang yang tabah dan kuat
imannya. Karena keyakinan itu raja mengumumkan di hadapan pembesar dan
pemimpin negara bahwa dia telah mengangkat Yusuf menjadi orang
kepercayaannya. Semua urusan negara diletakkan di bawah pimpinan dan
tanggung jawabnya, dialah yang berhak sepenuhnya mengendalikan pemerintahan,
dialah satu-satunya orang yang dapat berhubungan langsung dengan raja. Menurut
riwayat Ibnu Abbas: Ketika utusan raja sampai di penjara dia berkata kepada Yusuf:
"Tanggalkanlah baju penjara yang engkau pakai itu, pakailah baju baru ini dan
marilah bersama saya menghadap raja." Semua penghuni penjara berdoa
untuknya, demikian pula sebaliknya Yusuf berdoa pula untuk mereka. Ketika sampai
di istana, raja merasa sangat heran karena dilihatnya Yusuf masih muda (waktu itu
umurnya lebih kurang 30 tahun). Apakah dia yang masih muda ini telah dapat
menakbirkan mimpiku dengan tepat, sedangkan semua para ahli sihir dan pemuka-
pemuka agama di negeriku tidak ada yang dapat menakbirkannya. Lalu raja
memerintahkan supaya dia duduk di hadapannya dan bertitah: "Janganlah engkau
merasa takut, lalu dikalungkan ke lehernya kalung emas dan diberi jubah kebesaran
dari sutra dan disediakan pula untuknya kuda berpelana yang dihiasi berbagai
macam hiasan dan dipukulkan genderang di seluruh pelosok negeri Mesir sebagai
pertanda dan pernyataan bahwa Yusuf telah diangkat menjadi khalifah (tangan
kanan) raja. Demikian riwayat Ibnu Abbas. Kemudian raja bertitah: "Semenjak hari
ini engkau mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi kami dan kami angkat engkau
sebagai seorang yang terpercaya, kami percayakan kepadamu semua urusan
negara."
55 Berkata Yusuf: `Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya
aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan`.(QS. 12:55)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 55

55) ‫عِليٌم‬
َ ‫ظ‬
ٌ ‫حِفي‬
َ ‫ض ِإّني‬
ِ ‫لْر‬
َْ ‫ن ا‬
ِ ‫خَزاِئ‬
َ ‫عَلى‬
َ ‫جَعْلِني‬ َ ‫)َقا‬
ْ‫لا‬

Kemudian raja bermusyawarah dengan Yusuf mengenai mimpinya dan bagaimana


tindakan yang paling baik untuk menanggulangi tujuh tahun masa kering. Yusuf
meminta kepada raja supaya diserahkan kepadanya semua urusan yang
berhubungan dengan produksi pertanian agar dia dapat mengaturnya dengan
sebaik-baiknya sehingga tidak akan terjadi kelaparan walaupun musim kemarau
amat panjang. Selanjutnya Yusuf mengetengahkan rencana jangka panjangnya dan
berkata: "Dalam musim subur yang panjang itu hendaklah dipergiat pekerjaan
pertanian dan kepada seluruh rakyat diperintahkan supaya jangan ada tanah
kosong yang tidak ditanami. Kemudian dibangun gudang-gudang yang besar yang
dapat menampung semua hasil tanaman dan disimpan di sana dengan batang-
batangnya agar tahan lama. Kemudian bila datang musim kemarau yang panjang
itu, dapatlah kita ambil simpanan itu sedikit demi sedikit, sedang batang gandum
itu boleh kita manfaatkan untuk makanan ternak." Raja sangat gembira mendengar
pendapat Yusuf dan bertambah kuatlah kepercayaannya kepada kecerdasan dan
kebijaksanaannya dan semua usul Yusuf itu dapat diterimanya. Janganlah urusan
pertanian bahkan semua urusan negara telah diserahkan bulat-bulat kepadanya.
Maka dengan demikian jadilah Yusuf sebagai penguasa yang sangat disegani,
dihormati dan disayangi di Mesir.

56 Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir;


(dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu.
Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.(QS. 12:56)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 56

56) ‫ن‬
َ ‫سِني‬
ِ‫ح‬
ْ ‫جَر اْلُم‬
ْ ‫ضيُع َأ‬
ِ ‫ل ُن‬
َ ‫شاُء َو‬
َ ‫ن َن‬
ْ ‫حَمِتَنا َم‬
ْ ‫ب ِبَر‬
ُ ‫صي‬
ِ ‫شاُء ُن‬
َ ‫ث َي‬
ُ ‫حْي‬
َ ‫ض َيَتَبّوُأ ِمْنَها‬
ِ ‫لْر‬
َْ ‫ف ِفي ا‬
َ ‫س‬ َ ‫)َوَكَذِل‬
ُ ‫ك َمّكّنا ِلُيو‬
Demikianlah Allah mengatur langkah-langkah tahap demi tahap untuk
menempatkan Yusuf pada kedudukan yang tinggi dan terhormat di negara Mesir
dan berkuasa penuh di setiap pelosok negeri itu sesuai dengan sunah-Nya yang
dimulai dengan mimpinya melihat 11 buah bintang, matahari dan bulan sujud
kepadanya yang menyebabkan ayahnya Yakub bertambah sayang kepadanya dan
karena itu saudara-saudaranya bertambah dengki dan iri terhadapnya. Kemudian
dia dimasukkan ke dalam sumur, lalu diambil oleh kafilah yang hendak pergi ke
Mesir. Lalu dijual kepada penguasa di sana (Al-Aziz) dengan harga yang amat
murah sampai ia menetap di istana sebagai salah seorang keluarga yang dipercaya.
Kemudian ia digoda oleh istri Al-Aziz dan difitnah sehingga dijebloskan ke dalam
penjara. Dalam penjara dia dikaruniai Allah ilmu menakbirkan mimpi dan
menakbirkan mimpi penghuni penjara. Akhirnya ia menakbirkan mimpi raja dan
setelah istri Al-Aziz sendiri mengakui bahwa Yusuf tidak bersalah, timbullah
kepercayaan raja terhadap dirinya sebagai orang yang jujur, setia tabah dan sabar
menghadapi cobaan, berakhlak mulia, berilmu dan bijaksana, dia diangkat sebagai
penguasa. Semua kejadian itu merupakan suatu rentetan yang jalin-berjalin sangat
erat hubungan satu dengan yang lainnya yang pada mulanya seakan-akan dia
sudah ditakdirkan untuk selalu dirundung malang, tetapi pada akhirnya dia
mendapat keberuntungan dan kebahagiaan. Dia sampai di Mesir sebagai seorang
budak belian, tetapi kemudian dia menjadi orang yang paling dihormati dan
disegani di sana. Kalau bukanlah dia seorang manusia yang jujur dan ikhlas, suka
berbuat baik dalam segala tindakannya tentulah Allah tidak akan mengaruniakan
kepadanya nikmat yang sebesar itu. Demikianlah Allah memberi rahmat kepada
siapa yang dikehendaki-Nya dan sesungguhnya Allah akan memberi balasan yang
berlipat ganda bagi setiap orang yang berbuat baik.

57 Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
beriman dan selalu bertakwa.(QS. 12:57)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 57

57) ‫ن‬
َ ‫ن آَمُنوا َوَكاُنوا َيّتُقو‬
َ ‫خْيٌر ِلّلِذي‬
َ ‫خَرِة‬
ِ‫ل‬
ْ ‫جُر ا‬َ ‫)َو‬
ْ‫ل‬

Di samping balasan di dunia Allah menyediakan pula di akhirat balasan yang lebih
baik, lebih berharga dan lebih membahagiakan bagi orang-orang yang tetap
beriman dan selalu bertakwa kepada-Nya yaitu surga Jannatun na'im yang terdapat
di dalamnya segala macam nikmat dan kesenangan yang belum pernah terlihat
oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam
hati manusia.

58 Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)
nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.
(QS. 12:58)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 58

58) ‫ن‬
َ ‫عَلْيِه َفَعَرَفُهْم َوُهْم َلُه ُمْنِكُرو‬
َ ‫خُلوا‬
َ ‫ف َفَد‬
َ ‫س‬
ُ ‫خَوُة ُيو‬ َ ‫)َو‬
ْ ‫جاَء ِإ‬

Untuk memenuhi permintaan Yakub, berangkatlah saudara-saudara Yusuf kecuali


Bunyamin karena tidak diizinkan oleh Yakub untuk membeli bahan makanan yang
sangat mereka perlukan. Ketika sampai di sana mereka langsung menemui Yusuf
dengan harapan akan segera dapat membeli bahan makanan, karena urusan ini
sepenuhnya berada di tangan Yusuf. Ketika mereka masuk menghadap, tahulah
Yusuf bahwa yang datang itu adalah saudara-saudaranya sendiri, karena rupa dan
jenis pakaian mereka masih melekat dalam ingatannya apalagi dengan jumlah
mereka sepuluh orang pula. Berkatalah Yusuf dalam hatinya tidak diragukan lagi
mereka ini adalah saudara-saudara saya. Sebaliknya mereka tidak tahu sama sekali
bahwa yang mereka hadapi adalah saudara mereka sendiri.

Mereka semua tidak lagi ingat bentuk Yusuf karena sudah lama berpisah apalagi
yang mereka hadapi adalah seorang perdana menteri dengan pakaian kebesaran
dan tanda-tanda penghargaan berkilau di bajunya. Tidak mungkin Yusuf akan
sampai kepada martabat yang amat tinggi itu karena mereka telah membuangnya
ke dalam sumur dan kalau dia masih hidup tentulah dia akan menjadi budak beliau
yang diperas tenaganya oleh tuannya.

59 Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata:


`Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah
kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik
penerima tamu?(QS. 12:59)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 59

59) ‫ن‬
َ ‫خْيُر اْلُمْنِزِلي‬
َ ‫ل َوَأَنا‬
َ ‫ن َأّني ُأوِفي اْلَكْي‬
َ ‫ل َتَرْو‬
َ ‫ن َأِبيُكْم َأ‬
ْ ‫خ َلُكْم ِم‬
ٍ ‫ل اْئُتوِني ِبَأ‬
َ ‫جَهاِزِهْم َقا‬ َ ‫)َوَلّما‬
َ ‫جّهَزُهْم ِب‬

Yusuf mengabulkan permintaan mereka membeli barang-barang mereka dan


menukarkan dengan bahan makanan dan memerintahkan supaya disiapkan untuk
mereka 10 pikul bahan makanan dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan
dalam perjalanan, karena mereka berjumlah sepuluh orang, masing-masing berhak
mendapat satu pikul. Tetapi mereka menceritakan bahwa di kampung mereka ada
lagi 2 orang yang sangat memerlukan bahan makanan yaitu seorang saudara dan
seorang ayah mereka sendiri.

Mereka memohon supaya kepada mereka diberikan 12 pikulan sebab yang sepuluh
pikulan itu hanya cukup untuk mereka saja: "Ayah kami tidak dapat datang kemari
karena sudah tua dan lemah sedang saudara kami sengaja kami tinggalkan untuk
menjaganya dan menyenangkan hatinya." Mendengar keterangan saudara-
saudaranya itu Yusuf berkata: "Kalau demikian bawalah saudaramu itu kemari
sebagai bukti bagi kami atas kebenaranmu dan kami akan mengabulkan
permintaanmu itu. Kami telah melihat sendiri bahan-bahan makanan yang
disediakan untuk kamu semua berjumlah 10 pikulan, karena kami hanya sanggup
menyerahkan satu pikulan untuk satu orang. Selain dari itu selama di sini kamu
semua sudah kami perlakukan dengan baik sebagai tamu kami karena begitulah
biasanya kami memperlakukan tamu dengan sebaik-baiknya. Sekarang pulanglah
kamu semua dan bawalah bahan makanan itu, kemudian kamu datang kembali
membawa barang daganganmu untuk ditukar dengan bahan makanan tetapi
dengan syarat harus membawa saudaramu sebagai bukti bagi kebenaran dan
kejujuranmu."

60 Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat
sukatan lagi daripadaku dan jangan kamu mendekatiku.`(QS. 12:60)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 60

60) ‫ن‬
ِ ‫ل َتْقَرُبو‬
َ ‫عْنِدي َو‬
ِ ‫ل َلُكْم‬
َ ‫ل َكْي‬ ْ ‫)فَِإ‬
َ ‫ن َلْم َتْأُتوِني ِبِه َف‬

Jika kamu tidak membawa saudaramu itu maka kamu tidak akan mendapat bahan
makanan sama sekali karena terbuktilah bagi kami kamu bukan orang-orang yang
jujur. Orang-orang yang pembohong dan pendusta tidak akan mendapatkan
layanan dari kami dan kami sangat membencinya. Sekali lagi kami tegaskan
kepadamu, kalau kamu tidak membawa saudaramu itu janganlah diharapkan
bahwa kalian akan diberi bahan makanan dan janganlah mencoba mendekat ke
negeri kami apalagi menghadap kepada kami karena tidak ada tempat di sini bagi
orang-orang yang tidak jujur.

61 Mereka berkata: `Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke


mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya`.(QS. 12:61)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 61

61) ‫ن‬
َ ‫عُلو‬
ِ ‫عْنُه َأَباُه َوِإّنا َلَفا‬ َ ‫)َقاُلوا‬
َ ‫سُنَراِوُد‬

Saudara-saudara Yusuf menjawab: "Kalau begitu kami akan kembali pulang dan
berusaha dengan sungguh-sungguh agar ayah kami dapat mengizinkan saudara
kami itu pergi bersama kami ke Mesir. Kami akan menceritakan kepadanya semua
yang telah terjadi dan mengatakan bahwa kami telah disambut dengan baik sekali
dan diperlakukan sebagai tamu selama kami berada di Mesir."

62 Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya: `Masukkanlah barang-barang


(penukar kepunyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka
mengetahui apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan
mereka kembali lagi`.(QS. 12:62)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 62

62) ‫ن‬
َ ‫جُعو‬
ِ ‫حاِلِهْم َلَعّلُهْم َيْعِرُفوَنَها ِإَذا اْنَقَلُبوا ِإَلى َأْهِلِهْم َلَعّلُهْم َيْر‬
َ ‫عَتُهْم ِفي ِر‬
َ ‫ضا‬
َ ‫جَعُلوا ِب‬ َ ‫)َوَقا‬
ْ ‫ل ِلِفْتَياِنِه ا‬

Kemudian Yusuf memerintahkan kepada petugas-petugasnya yang mengurus


bahan makanan agar semua barang-barang yang dibawa mereka dimasukkan
kembali ke dalam karung-karung bahan makanan tanpa setahu mereka. Barang-
barang itu terdiri dari berbagai macam bahan hasil produksi padang pasir seperti
kulit bulu domba dan lain sebagainya. Dengan mengembalikan barang-barang itu,
Yusuf bermaksud supaya bila mereka sampai di kampung halaman dan membuka
barang-barang itu semua dan terdapat di dalamnya selain bahan makanan ada pula
barang-barang dagangan yang mereka bawa sendiri, tentulah mereka akan
menyadari sepenuhnya betapa baiknya hati penguasa Mesir itu, dan betapa tinggi
budi dan jasanya terhadap mereka. Mereka telah diperlakukan sebagai tamu
selama di Mesir kemudian diberi pula bahan makanan serta barang-barang
dagangan mereka sendiri dikembalikan, lagi pula seakan-akan bahan makanan
yang sepuluh pikul itu diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma sebagai hadiah
yang bagi mereka sendiri sangat diperlukan dan tak ternilai harganya. Dengan
kesadaran itu semoga timbullah tekad yang kuat dalam hati mereka untuk kembali
ke Mesir membawa barang-barang dan membawa Bunyamin sekaligus
sebagaimana diamanatkan oleh Yusuf.

63 Maka tatkala mereka telah kembali pada ayah mereka (Yaqub) mereka
berkata: `Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika
tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-
sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar-benar
akan menjaganya`.(QS. 12:63)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 63

63) ‫ن‬
َ ‫ظو‬
ُ ‫حاِف‬
َ ‫ل َوِإّنا َلُه َل‬
ْ ‫خاَنا َنْكَت‬
َ ‫ل َمَعَنا َأ‬
ْ‫س‬ِ ‫ل َفَأْر‬ َ ‫)َفَلّما َر‬
ُ ‫جُعوا ِإَلى َأِبيِهْم َقاُلوا َيا َأَباَنا ُمِنَع ِمّنا اْلَكْي‬

Tatkala mereka sampai di rumah dan bertemu dengan ayah mereka, mereka
memberitahukan semua pengalaman mereka di Mesir dan bagaimana baiknya
sambutan penguasa di sana terhadap mereka dengan memperlakukan mereka
sebagai tamu dan ketika akan pulang dibekali lagi barang-barang yang diperlukan
selama dalam perjalanan. Kami diberi bahan makanan sebagai tukaran barang-
barang kami sebanyak 10 pikulan karena kami hanya sepuluh orang.

Karena itu kami ceritakan bahwa kami mempunyai ayah yang telah tua dan seorang
saudara lagi yang tidak dapat datang karena kami tugaskan menjaga ayah dan
meminta supaya kami diberikan 12 pikulan. Penguasa itu menjawab kalau benar
kamu mempunyai saudara bawalah dia kemari dan kami akan memberimu lagi
bahan makanan sebanyak yang kamu minta itu dan memperingatkan kami kalau
Bunyamin tidak dapat dibawa tak usahlah kami datang ke Mesir, kami tidak akan
diberi makanan bahkan dia akan melarang kami memasuki negeri Mesir karena
kami dianggap sebagai orang pendusta yang tidak layak dipercayai lagi. Oleh sebab
itu kami memohon kepada ayah dengan sekuat-kuatnya agar ayah mengizinkan
Bunyamin ikut bersama kami dan dengan demikian kami akan diberi bahan
makanan dan disambut dengan sambutan yang lebih baik karena kami telah
memenuhi janji kami kepadanya yaitu membawa Bunyamin ke hadapannya. Kami
berjanji akan memelihara dan menjaganya dengan sebaik-baiknya.

64 Berkata Yaqub: `Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin)


kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada
kamu dahulu?` Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha
Penyayang di antara para penyayang.(QS. 12:64)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 64

64) ‫ن‬
َ ‫حِمي‬
ِ ‫حُم الّرا‬
َ ‫ظا َوُهَو َأْر‬
ً ‫حاِف‬
َ ‫خْيٌر‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫ل َفا‬
ُ ‫ن َقْب‬
ْ ‫خيِه ِم‬
ِ ‫عَلى َأ‬
َ ‫ل َكَما َأِمْنُتُكْم‬
ّ ‫عَلْيِه ِإ‬
َ ‫ل آَمُنُكْم‬ َ ‫)َقا‬
ْ ‫ل َه‬

Yakub terkejut mendengar permintaan mereka yang terakhir ini dan dengan
seketika menjawab: "Apakah aku akan mempercayakan Bunyamin kepadamu
sebagaimana aku telah mempercayakan Yusuf di masa yang lalu?" Apakah kamu
belum puas dengan mencelakakan Yusuf sehingga sekarang kamu ingin
mencelakakan Bunyamin lagi? Apakah aku akan percaya saja kepada janji-janji dan
jaminanmu terhadap Bunyamin padahal kamu dahulu telah membuat janji dan
jaminan serupa ketika kamu hendak membawa Yusuf bermain-main ke tempat
penggembalaan di padang pasir? Aku tidak percaya lagi kepada ucapan dan
janjimu. Aku akan menggantungkan harapanku kepada Allah agar Dia tetap
memelihara Bunyamin karena Dialah sebaik-baik Penjaga dan Penyayang. Kepada-
Nyalah aku bertawakal dalam menghadapi segala persoalan. Hanya Dialah Yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku bermohon agar Dia selalu melimpahkan
rahmat-Nya kepadaku dengan melindungi Bunyamin dan menjaga keselamatannya
dan tidak akan menimpakan cobaan kepadaku seperti cobaan kehilangan Yusuf
anakku yang tercinta. Sesungguhnya rahmat Allah Maha luas dan Karunia-Nya
Maha Besar.

65 Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali


barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata:
`Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan
kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan
dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan
(gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja
Mesir)`.(QS. 12:65)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 65

ٍ‫ل َبِعيكر‬
َ ‫خاَنا َوَنْزَداُد َكْي‬َ ‫ظ َأ‬
ُ ‫حَف‬
ْ ‫ت ِإَلْيَنا َوَنِميُر َأْهَلَنا َوَن‬
ْ ‫عُتَنا ُرّد‬
َ ‫ضا‬
َ ‫ت ِإَلْيِهْم َقاُلوا َيا َأَباَنا َما َنْبِغي َهِذِه ِب‬
ْ ‫عَتُهْم ُرّد‬
َ ‫ضا‬
َ ‫جُدوا ِب‬
َ ‫عُهْم َو‬
َ ‫حوا َمَتا‬
ُ ‫َوَلّما َفَت‬
65) ‫سيٌر‬ ِ ‫ل َي‬
ٌ ‫ك َكْي‬َ ‫)َذِل‬

Setelah saudara-saudara Yusuf membuka karung bahan makanan yang mereka


bawa dari Mesir itu, ternyata barang-barang mereka sendiri ada pula di dalamnya.
Mereka berkata pada ayah mereka: "Wahai ayah kami inilah barang-barang kita
yang kami bawa ke Mesir dikembalikan kepada kita. Ini adalah bukti yang nyata
betapa baiknya hati penguasa Mesir itu kepada kita dan betapa pemurahnya
sehingga dia tidak mau mengambil barang-barang kita sebagai tukaran makanan
yang diberikan kepada kita. Dia telah menolong kita dengan ikhlas tanpa
mengharapkan balasan. Memang amat besar pertolongannya kepada kita dan amat
besar pula utang budi kita terhadapnya. Oleh sebab itu kita harus membalas
jasanya dan budi baiknya itu sekurang-kurangnya dengan memenuhi janji kami
dengan dia yaitu akan membawa adik kami Bunyamin ke Mesir. Sekarang kita
dapat memanfaatkan barang-barang kita itu untuk kepentingan kita di sini di
samping kita juga mempunyai makanan untuk mencukupi keperluan kita. Dan kalau
kami kembali ke Mesir membawa Bunyamin tentulah kita akan mendapat bahan
makanan lebih banyak paling tidak akan bertambah satu pikulan karena kami
sudah berjumlah sebelas orang. Bagi Penguasa Mesir satu pikulan bahan makanan
itu tidaklah akan memberatkan karena gudang-gudangnya penuh dengan bahan
makanan."

66 Yaqub berkata: `Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-


sama kamu sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama
Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu
dikepung musuh`. Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Yaqub berkata:
`Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)`.(QS. 12:66)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 66

66) ‫ل‬
ٌ ‫ل َوِكي‬
ُ ‫عَلى َما َنُقو‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫ل ا‬
َ ‫ط ِبُكْم َفَلّما آَتْوُه َمْوِثَقُهْم َقا‬
َ ‫حا‬
َ ‫ن ُي‬
ْ ‫ل َأ‬
ّ ‫ل َلَتْأُتّنِني ِبِه ِإ‬
ِّ ‫ن ا‬
َ ‫ن َمْوِثًقا ِم‬
ِ ‫حّتى ُتْؤُتو‬
َ ‫سَلُه َمَعُكْم‬
ِ ‫ن ُأْر‬ َ ‫)َقا‬
ْ ‫ل َل‬
Mendengar ucapan anak-anaknya itu mulailah Yakub sadar bahwa budi baik
penguasa Mesir itu harus dibalas dengan budi baik pula dan tidak ada jalan untuk
membalasnya kecuali dengan menepati janji anak-anaknya akan membawa
Bunyamin karena dia dan anak-anaknya tidak mempunyai apa-apa untuk
dipersembahkan apalagi dia telah menolak menerima barang tukaran dan
mengembalikan semuanya. Dengan perasaan yang berat dia berkata kepada anak-
anaknya: "Kalau kamu perlu juga membawa Bunyamin ke Mesir, maka aku tidak
akan mengizinkan kecuali dengan janji dan ikrar yang dikuatkan dengan sumpah
bahwa kamu benar-benar akan menjaga keselamatannya dan membawanya
kembali pulang dan kamu bersedia mengorbankan jiwa ragamu bila terjadi hal-hal
yang membahayakannya atau mengancam jiwanya." Anak-anak Yakub bersedia
bersumpah untuk memenuhi syarat yang dikemukakan ayah mereka dan
bersumpahlah mereka dengan menyebut nama Allah bahwa mereka akan menjaga
keselamatan Bunyamin membelanya mati-matian bila ada bahaya dan akan
membawa Bunyamin pulang kembali kecuali jika benar tidak berdaya lagi karena
dikepung oleh bahaya dari segala penjuru. Setelah mendengar sumpah anak-
anaknya itu barulah hati Yakub merasa lega dan berkatalah dia: "Allah menjadi
saksi atas semua ucapan dan janjimu itu. Dialah Yang Mengawasi segala perbuatan
dan tindak-tandukmu dan kepada-Nyalah aku serahkan keselamatan anakku."

67 Dan Yaqub berkata: `Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama)


masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang
berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun
daripada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah;
kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang
bertawakkal berserah diri`.(QS. 12:67)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 67

‫عَلْيكِه‬
َ ‫ت َو‬ُ ‫عَلْيكِه َتكَوّكْل‬
َ ‫لك‬ ِّ ‫ل‬ ّ ‫حْككُم ِإ‬
ُ ‫ن اْل‬
ِ ‫يٍء ِإ‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ل ِم‬
ِّ ‫عْنُكْم ِمنَ ا‬
َ ‫غِني‬
ْ ‫ب ُمَتَفّرَقٍة َوَما ُأ‬
ٍ ‫ن َأْبَوا‬
ْ ‫خُلوا ِم‬
ُ ‫حٍد َواْد‬
ِ ‫ب َوا‬
ٍ ‫ن َبا‬
ْ ‫خُلوا ِم‬
ُ ‫ل َتْد‬
َ ‫ي‬
ّ ‫ل َيا َبِن‬
َ ‫َوَقا‬
67) ‫ن‬ ِ ‫)َفْلَيَتَوّك‬
َ ‫ل اْلُمَتَوّكُلو‬

Nabi Yakub berkata: "Hai anak-anakku, nanti jika kamu sekalian sampai di muka
istana raja di Mesir, janganlah masuk bersama-sama dari satu pintu gerbang, tetapi
masuklah dari pintu-pintu gerbang yang lain, supaya terhindar dari penglihatan
mata orang yang hasud atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan."

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. mengakui adanya hasud itu sehingga
beliau mengatakan: "Sesungguhnya hasud itu dapat memasukkan seorang ke
dalam kubur dan seekor unta ke dalam periuk besar." Dan beliau pernah pula
mengajarkan sebuah doa supaya terhindar dari padanya. Doanya demikian: "Aku
berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan yang
jahat, dan dari setiap mata yang hasud."

Nabi Yakub menasihatkan pula, bahwa walaupun ada usaha demikian namun beliau
tidak dapat mencegah tibanya kepastian dari Allah, sebab keputusan menetapkan
sesuatu hanyalah berada di tangan-Nya. Semua pekerjaan harus dilaksanakan
sesuai dengan kemampuan akan tetapi disertai keyakinan, bahwa ketentuan dari
Allah pasti terjadi, dan tidak seorang pun yang dapat menghalang-halanginya. Oleh
karena itu kepada-Nyalah dia bertawakal dan kepada-Nyalah semua orang yang
bertawakkal berserah diri.

68 Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka
(cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir
Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Yaqub yang telah
ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah
mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.(QS.
12:68)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 68

ّ‫عّلْمَنككاُه َوَلِككن‬
َ ‫عْلٍم ِلَما‬
ِ ‫ضاَها َوِإّنُه َلُذو‬
َ ‫ب َق‬
َ ‫س َيْعُقو‬
ِ ‫جًة ِفي َنْف‬
َ ‫حا‬
َ ‫ل‬
ّ ‫يٍء ِإ‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ل ِم‬
ِّ ‫ن ا‬
َ ‫عْنُهْم ِم‬
َ ‫ن ُيْغِني‬
َ ‫ث َأَمَرُهْم َأُبوُهْم َما َكا‬
ُ ‫حْي‬
َ ‫ن‬
ْ ‫خُلوا ِم‬
َ ‫َوَلّما َد‬
68) ‫ن‬ َ ‫ل َيْعَلُمو‬َ ‫س‬ ِ ‫)َأْكَثَر الّنا‬

Dan tatkala putra-putra Nabi Yakub itu masuk ke istana Yusuf di Mesir sesuai
dengan yang diperintahkan oleh beliau yaitu masuknya dari pintu gerbang yang
berlain-lainan, maka cara yang mereka lakukan itu tidak dapat melepaskan mereka
sedikit pun dari kepastian Allah, akan tetapi di sana ada keinginan Nabi Yakub yang
dapat dilaksanakan, di antaranya yaitu pertemuan Yusuf dengan Bunyamin dengan
empat mata yang disusul dengan berbagai-bagai perencanaan dan tindakan yang
bijaksana. Memang Nabi Yakub itu telah diberi ilmu pengetahuan dengan wahyu
oleh Allah swt. hanya kebanyakan manusia tidak mengetahui termasuk anak-
anaknya sendiri.
69 Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf membawa saudaranya
(Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: `Sesungguhnya aku (ini) adalah
saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka
kerjakan`.(QS. 12:69)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 69

69) ‫ن‬
َ ‫س ِبَما َكاُنوا َيْعَمُلو‬
ْ ‫ل َتْبَتِئ‬
َ ‫ك َف‬
َ ‫خو‬
ُ ‫ل ِإّني َأَنا َأ‬
َ ‫خاُه َقا‬
َ ‫ف آَوى ِإَلْيِه َأ‬
َ ‫س‬
ُ ‫عَلى ُيو‬ َ ‫)َوَلّما َد‬
َ ‫خُلوا‬

Dan tatkala mereka masuk ke tempat Yusuf dalam sebuah majelis yang khusus,
mula-mula mereka memperkenalkan Bunyamin seraya berkata: "Inilah saudara
kami Bunyamin yang dipesan supaya datang bersama-sama dengan kami, sekarang
kami memperkenalkan kepada baginda." Yusuf menjawab: "Terima kasih banyak,
dan untuk kebaikan ini niscaya kami akan menyediakan balasannya." Lalu Yusuf
menyediakan hidangan makanan untuk mereka yang semuanya sebelas orang.
Tiap-tiap meja untuk dua orang, sehingga semuanya sudah duduk berhadap-
hadapan pada lima meja dalam lima buah petak yang tertutup. Hanya tinggal
Bunyamin sendirian tidak mempunyai kawan. Beliau merasa sedih dan hampir-
hampir menangis, ingat kepada kakak-kakaknya yang hilang. Dalam hatinya dia
mengeluh: "Seandainya kakanda saya Yusuf masih hidup tentulah beliau duduk
bersama-sama saya." Yusuf berkata kepada tamu-tamunya: "Kamu yang sepuluh
orang, masing-masing berdua masuklah makan dalam kamar, dan karena yang
seorang ini, yaitu Bunyamin tidak mempunyai kawan, maka baiklah saya yang
menemaninya." Setelah Yusuf dan Bunyamin berempat mata dalam sebuah kamar,
maka Yusuf merangkulnya dengan penuh kemesraan dan katanva: Saudara sudah
mempunyai anak berapa?" Jawab Bunyamin: "Anak saya semuanya sepuluh laki-laki
dan saya beri nama dengan nama saudara saya yang hilang." Yusuf bertanya:
"Apakah kamu suka menerima aku sebagai saudaramu, gantinya saudaramu yang
hilang itu?" Bunyamin menjawab: "Siapa yang akan menolak mendapatkan seorang
saudara seperti engkau yang mulia ini? Cuma sayang satu perkara saja, yaitu
karena tidak dilahirkan dari bapakku Yakub dan ibuku Rahil." Karena tidak tahan
mendengar ucapan itu, lalu Yusuf menangis dan merangkul lagi Bunyamin seraya
berkata: "Akulah Yusuf saudaramu yang dikatakan hilang itu." Lalu Yusuf
menasihati saudaranya supaya jangan berduka cita terhadap apa yang telah
dikerjakan oleh saudara-saudaranya terhadapnya. Dan Yusuf memberitahukan pula
kepada Bunyamin rencana pekerjaannya yang akan dibuat terhadap saudara-
saudaranya untuk menguji mereka, apakah akhlaknya masih seperti dahulu atau
sudah ada perubahan. Maksudnya supaya Bunyamin jangan kaget, bila nanti terjadi
hal-hal yang aneh.
70 Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yusuf
memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian
berteriaklah seseorang yang menyerukan: `Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah
orang-orang yang mencuri`.(QS. 12:70)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 70

70) ‫ن‬
َ ‫ساِرُقو‬
َ ‫ن َأّيُتَها اْلِعيُر ِإّنُكْم َل‬
ٌ ‫ن ُمَؤّذ‬
َ ‫خيِه ُثّم َأّذ‬
ِ ‫ل َأ‬
ِ‫ح‬
ْ ‫سَقاَيَة ِفي َر‬
ّ ‫ل ال‬
َ ‫جَع‬
َ ‫جَهاِزِهْم‬ َ ‫)َفَلّما‬
َ ‫جّهَزُهْم ِب‬

Maka tatkala sudah dipenuhi keperluan mereka tentang bahan makanan itu, Yusuf
memasukkan piala raja ke dalam karung Bunyamin secara sembunyi. Setelah
kafilah itu berangkat akan meninggalkan Mesir, segera diutus seorang utusan yang
menyusul kafilah itu seraya berseru dengan suara yang keras: "Hai kafilah, tunggu
dulu sesungguhnya kamu adalah pencuri-pencuri."

71 Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu: `Barang


apakah yang hilang daripada kamu?`(QS. 12:71)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 71

71) ‫ن‬ َ ‫)َقاُلوا َوَأْقَبُلوا‬


َ ‫عَلْيِهْم َماَذا َتْفِقُدو‬

Saudara-saudara Yusuf bertanya kepada penyeru itu sambil berhadap-hadapan


dengan dia: "Barang apakah yang hilang daripada kamu, sehingga kamu sekarang
menyusul kami untuk mencarinya?"

72 Penyeru-penyeru itu berkata: `Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang
dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta
dan aku menjamin terhadapnya`.(QS. 12:72)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 72

72) ‫عيٌم‬
ِ ‫ل َبِعيٍر َوَأَنا ِبِه َز‬
ُ ‫حْم‬
ِ ‫جاَء ِبِه‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ك َوِلَم‬
ِ ‫ع اْلَمِل‬ ُ ‫)َقاُلوا َنْفِقُد‬
َ ‫صَوا‬

Penyeru itu berkata: "Kami kehilangan takaran raja yang ada cap padanya, dan
barang siapa yang dapat mengembalikan takaran itu dia akan memperoleh hadiah
yaitu bahan makanan seberat beban unta." Dan penyeru itu menjelaskan pula
bahwa dia menjamin tetap memberikan hadiah itu pada orang yang
mengembalikannya.

73 Saudara-saudara Yusuf menjawab: `Demi Allah sesungguhnya kamu


mengetahui bahwa kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini)
dan kami bukanlah orang-orang mencuri`.(QS. 12:73)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 73

73) ‫ن‬
َ ‫ساِرِقي‬
َ ‫ض َوَما ُكّنا‬
ِ ‫لْر‬
َْ ‫سَد ِفي ا‬
ِ ‫جْئَنا ِلُنْف‬
ِ ‫عِلْمُتْم َما‬ ِّ ‫)َقاُلوا َتا‬
َ ‫ل َلَقْد‬

Saudara-saudara Yusuf berkata dengan maksud membersihkan diri dari tuduhan


pencuri itu: "Demi Allah, kamu telah mengetahui bahwa kami datang ke Mesir ini
baik pertama maupun yang kedua kalinya bukan untuk membuat kerusakan di
negeri Mesir dengan mengadakan pencurian atau pun kejahatan lainnya, dan kami
yakin bahwa kami bukanlah pencuri."

74 Mereka berkata: `Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta?


`(QS. 12:74)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 74

74) ‫ن‬
َ ‫ن ُكْنُتْم َكاِذِبي‬ َ ‫)َقاُلوا َفَما‬
ْ ‫جَزاُؤُه ِإ‬
Mereka bertanya: "Tetapi apa akibatnya jika kamu berdusta dan ternyata takaran
raja itu ada disembunyikan di karung-karungmu."

75 Mereka menjawab: `Balasannya ialah pada siapa diketemukan (barang yang


hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya).
Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.`(QS.
12:75)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 75

75) ‫ن‬
َ ‫ظاِلِمي‬
ّ ‫جِزي ال‬
ْ ‫ك َن‬
َ ‫جَزاُؤُه َكَذِل‬
َ ‫حِلِه َفُهَو‬
ْ ‫جَد ِفي َر‬
ِ ‫ن ُو‬ َ ‫)َقاُلوا‬
ْ ‫جَزاُؤُه َم‬

Mereka menjawab: "Balasannya ialah barang siapa saja diketemukan takaran itu di
dalam karungnya, maka dialah yang menerima akibat pencurian itu." Dan menurut
syariat yang berlaku di Mesir pada waktu itu ialah bahwa si pencuri dijadikan hamba
sahaya bagi orang yang kecurian selama satu tahun. Dan demikian itulah Allah
membalas kepada orang-orang yang lalim.

76 Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum


(memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu
dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf.
Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali
Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di
atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.(QS.
12:76)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 76

ُ‫لك َنْرَفكع‬
ُّ ‫شككاَء ا‬
َ ‫ن َي‬
ْ ‫ل َأ‬
ّ ‫ك ِإ‬
ِ ‫ن اْلَمِلك‬
ِ ‫خاُه ِفككي ِديك‬
َ ‫خَذ َأ‬
ُ ‫ن ِلَيْأ‬
َ ‫ف َما َكا‬
َ ‫س‬
ُ ‫ك ِكْدَنا ِلُيو‬
َ ‫خيِه َكَذِل‬
ِ ‫عاِء َأ‬
َ ‫ن ِو‬
ْ ‫جَها ِم‬
َ ‫خَر‬
ْ ‫سَت‬
ْ ‫خيِه ُثّم ا‬
ِ ‫عاِء َأ‬
َ ‫ل ِو‬
َ ‫عَيِتِهْم َقْب‬
ِ ‫َفَبَدَأ ِبَأْو‬
76) ‫عِليٌم‬ َ ‫عْلٍم‬ِ ‫ل ِذي‬ ّ ‫ق ُك‬
َ ‫شاُء َوَفْو‬َ ‫ن َن‬
ْ ‫ت َم‬ٍ ‫جا‬َ ‫)َدَر‬

Setelah kafilah itu kembali lagi ke Mesir dan berhadapan dengan Yusuf, maka
mulailah Yusuf memeriksa karung-karung mereka semuanya dan yang terakhir
sekali memeriksa karung Bunyamin. Sengaja beliau berbuat demikian untuk
menutupi tipu taktik. Kemudian Yusuf menemukan takaran yang hilang itu dari
karung Bunyamin. Dengan cara demikianlah Allah mengatur taktik Yusuf untuk
mencapai maksudnya. Dan Yusuf sama sekali tidak bermaksud menghukum
saudaranya menurut undang-undang kerajaan kecuali jika Allah menghendakinya.
Beliau sengaja membuat taktik ini untuk sekadar menguji akhlak saudara-
saudaranya dan bukan untuk menyakiti Bunyamin, karena kepadanya terlebih
dahulu telah diberitahukan tentang rencana taktik tersebut. Allah meninggikan
derajat orang-orang yang dikehendaki-Nya tentang ilmu dan keimanan dan
memperlihatkan pula jalan kebenaran untuk mencapai maksudnya, seperti Allah
telah mengangkat derajat saudaranya Yusuf di atas saudara-saudaranya. Dan di
atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan ada lagi yang Mengetahui.

77 Mereka berkata: `Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri


pula saudaranya sebelum itu`. Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada
dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya):
`Kamu lebih buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu terangkan itu`.(QS. 12:77)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 77

77) ‫ن‬
َ ‫صُفو‬
ِ ‫عَلُم ِبَما َت‬
ْ ‫ل َأ‬
ُّ ‫شّر َمَكاًنا َوا‬
َ ‫ل َأْنُتْم‬
َ ‫سِه َوَلْم ُيْبِدَها َلُهْم َقا‬
ِ ‫ف ِفي َنْف‬
ُ ‫س‬
ُ ‫سّرَها ُيو‬
َ ‫ل َفَأ‬
ُ ‫ن َقْب‬
ْ ‫خ َلُه ِم‬
ٌ ‫ق َأ‬
َ ‫سَر‬
َ ‫ق َفَقْد‬
ْ ‫سِر‬ ْ ‫)َقاُلوا ِإ‬
ْ ‫ن َي‬

Saudara-saudara Yusuf berkata: "Jika Bunyamin mencuri, maka sesungguhnya telah


mencuri pula saudaranya sebelum itu." Tuduhan bahwa Yusuf pernah mencuri
menunjukkan bahwa sifat hasud masih tersembunyi dalam hati saudara-
saudaranya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Nabi saw., bahwa Yusuf pernah mencuri sebuah
patung emas dan perak dari kakeknya, lalu patung tersebut dipecahkan dan
dibuangnya di jalan. Itulah yang menjadikan alasan saudara-saudaranya menuduh
beliau pernah mencuri. Ada pula riwayat lain dari Mujahid yang menegaskan bahwa
Yusuf ketika kecilnya dipelihara oleh bibinya yang sangat sayang kepadanya.
Bibinya itu menyimpan ikat pinggang Nabi Ishak as. secara turun-temurun
diwariskan kepada anaknya yang tertua. Nabi Yakub sering datang kepada saudara
perempuannya untuk mengambil Yusuf, karena bibinya sangat sayang kepadanya,
beliau mempertahankan Yusuf supaya tetap di bawah asuhannya, sehingga
akhirnya beliau membuat suatu taktik dengan mengikatkan ikat pinggang pusaka
itu ke pinggang Yusuf, lalu di luarnya ditutup dengan bajunya sehingga tidak
kelihatan. Lalu beliau mengumumkan bahwa ikat pinggang pusaka itu hilang dan
dicuri orang. Kemudian semua anggota keluarga diperiksa dan ternyata ikat
pinggang itu kedapatan dipakai oleh Yusuf. Dan menurut syariat Nabi Yakub as.
waktu itu Yusuf harus diserahkan kepada bibinya sebagai hamba sahaya selama
satu tahun. Dan beliau baru dapat kembali kepada ayahnya (Nabi Yakub) setelah
bibinya meninggal dunia. Dan peristiwa inilah yang dijadikan tuduhan oleh saudara-
saudaranya bahwa beliau pernah mencuri.

Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan hatinya ketika mendengar tuduhan itu,


hanya hati kecilnya berkata: "Kamu lebih buruk kedudukanmu karena kamu dahulu
pernah mencuri Yusuf sehingga dijauhkan dari ayahnya, lalu dimasukkan ke dalam
sumur, kemudian dijual sebagai budak belian kepada kafilah yang menuju ke Mesir
dan menerangkan kepada Nabi Yakub bahwa Yusuf dimakan serigala. Allah lebih
mengetahui tentang ucapan kamu itu."

78 Mereka berkata: `Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang


sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai
gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang berbuat
baik`.(QS. 12:78)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 78

78) ‫ن‬
َ ‫سِني‬
ِ‫ح‬
ْ ‫ن اْلُم‬
َ ‫ك ِم‬
َ ‫حَدَنا َمَكاَنُه ِإّنا َنَرا‬
َ ‫خْذ َأ‬
ُ ‫خا َكِبيًرا َف‬
ً ‫شْي‬ ّ ‫)َقاُلوا َيا َأّيَها اْلَعِزيُز ِإ‬
َ ‫ن َلُه َأًبا‬

Saudara-saudara Yusuf berkata: "Wahai Al-Aziz sesungguhnya Bunyamin


mempunyai ayah yang telah lanjut usianya, dan hampir-hampir tidak kuat untuk
berpisah dengan dia sebagai seorang ganti saudaranya yang hilang. Oleh karena itu
ambillah salah seorang daripada kami sebagai gantinya karena dia lebih dicintai
ayahnya daripada kami, dan kami pun telah berjanji kepada ayah kami untuk
menjaga keselamatan Bunyamin selama dalam perjalanan dan sesungguhnya kami
melihat bahwa kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik. Kami merasa bahwa
kami sebagai tamu telah mendapat pelayanan yang baik sekali, telah dapat
membeli bahan makanan yang kami perlukan maka sempurnakanlah kebaikanmu
kepada kami dengan menerima usul kami supaya Bunyamin dapat diganti dengan
salah seorang di antara kami."
79 Berkata Yusuf: `Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan
seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami
berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim`.(QS. 12:79)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 79

79) ‫ن‬
َ ‫ظاِلُمو‬
َ ‫عْنَدُه ِإّنا ِإًذا َل‬
ِ ‫عَنا‬
َ ‫جْدَنا َمَتا‬
َ ‫ن َو‬
ْ ‫ل َم‬
ّ ‫خَذ ِإ‬
ُ ‫ن َنْأ‬
ْ ‫ل َأ‬ َ ‫)َقا‬
ِّ ‫ل َمَعاَذ ا‬

Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah daripada perbuatan kelaliman dengan
menahan seseorang kecuali orang yang kami ketemukan barang yang hilang itu
pada karungnya. Dan jika kami menerima usul dari saudara-saudara itu, niscaya
kami termasuk orang-orang yang lalim, karena kami menyalahi syariat kami dan
menyalahi undang-undang kerajaan kami."

80 Maka tatkala mereka berputus asa daripada (putusan) Yusuf mereka


menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di
antara mereka: `Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah
mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-
nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku
mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku.
Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya`.(QS. 12:80)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 80

َ‫ن َأْبكَرح‬
ْ ‫ف َفَلك‬
َ ‫سك‬ ُ ‫طُتكْم ِفككي ُيو‬
ْ ‫ل َمككا َفّر‬
ُ ‫ن َقْبك‬
ْ ‫ن الِّ َوِمك‬
َ ‫عَلْيُكْم َمْوِثًقا ِم‬
َ ‫خَذ‬َ ‫ن َأَباُكْم َقْد َأ‬
ّ ‫ل َكِبيُرُهْم َأَلْم َتْعَلُموا َأ‬
َ ‫جّيا َقا‬
ِ ‫صوا َن‬
ُ ‫خَل‬
َ ‫سوا ِمْنُه‬
ُ ‫سَتيَْأ‬
ْ ‫َفَلّما ا‬
80) ‫ن‬ َ ‫حاِكِمي‬َ ‫خْيُر اْل‬
َ ‫ل ِلي َوُهَو‬ ُّ ‫حُكَم ا‬
ْ ‫حّتى َيْأَذنَ ِلي َأِبي َأْو َي‬ َ ‫ض‬ َ ‫لْر‬ َْ ‫)ا‬

Tatkala saudara-saudara Yusuf berputus asa karena usul mereka ditolak oleh Yusuf
yaitu untuk menggantikan Bunyamin dengan salah seorang dari mereka, lalu
mereka berkumpul untuk merundingkan secara rahasia apa-apa yang akan mereka
kerjakan selanjutnya. Maka berkatalah saudaranya yang tertua yang bernama
Yahuz: "Tidakkah kamu mengetahui bahwa ayahmu Nabi Yakub telah mengambil
janji yang berat dari kami dengan nama Allah bahwa kami akan sungguh-sungguh
menjaga keselamatan Bunyamin dan sanggup mengembalikannya kepada ayahnya
kecuali jika kamu menghadapi bahaya yang besar yang tidak dapat dihindarinya.
Maka bertambah pula kesedihan ayah kita jika diingatkan bahwa kamu dahulu
sudah menyia-nyiakan Yusuf. Oleh sebab itu tidak akan meninggalkan negeri Mesir
sampai ayahku mengizinkan untuk kembali atau sampai Allah memberi keputusan
lain kepadaku karena Allahlah Yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib,
dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya."

81 Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: `Wahai ayah kami!


Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami hanya menyaksikan apa yang kami
ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.
(QS. 12:81)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 81

81) ‫ن‬
َ ‫ظي‬
ِ ‫حاِف‬
َ ‫ب‬
ِ ‫عِلْمَنا َوَما ُكّنا ِلْلَغْي‬
َ ‫ل ِبَما‬
ّ ‫شِهْدَنا ِإ‬
َ ‫ق َوَما‬
َ ‫سَر‬
َ ‫ك‬
َ ‫ن اْبَن‬ ِ ‫)اْر‬
ّ ‫جُعوا ِإَلى َأِبيُكْم َفُقوُلوا َيا َأَباَنا ِإ‬

Lalu Yahuz memerintahkan kepada saudara-saudaranya yang sembilan orang


supaya pulang menghadap ayahnya dan melaporkan segala kejadian yang
dialaminya di Mesir untuk menghindarkan tuduhan-tuduhan yang buruk. (Yusuf)
berkata: "Kembalilah kepada ayahmu dan sampaikanlah kepadanya bahwa anaknya
Bunyamin telah mencuri takaran raja dan akibatnya dijadikan hamba sahaya
selama setahun sesuai dengan syariat kami. Kami hanya dapat menyaksikan apa
yang kami ketahui, karena kami melihat sendiri bahwa takaran raja itu dikeluarkan
dari kantung Bunyamin. Dan kami sekali-kali tidak mengetahui barang yang gaib.
Seandainya kami mengetahui bahwa dia akan mencuri tentu kami tidak akan
memberikan janji yang berat pada ayah."

82 Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang
kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
benar`.(QS. 12:82)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 82

82) ‫ن‬
َ ‫صاِدُقو‬
َ ‫ل اْلَقْرَيَة اّلِتي ُكّنا ِفيَها َواْلِعيَر اّلِتي َأْقَبْلَنا ِفيَها َوِإّنا َل‬ ْ ‫)َوا‬
ِ ‫سَأ‬
Dan tanyakanlah hal ini kepada penduduk negeri yang kami berada di situ untuk
membeli bahan makanan, karena soal pencurian itu sudah tersebar beritanya di
kalangan mereka. Dan tanyakan pulalah kepada kafilah yang datang bersama-sama
dengan kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar dan selalu
melaporkan apa yang benar-benar terjadi.

83 Yaqub berkata: `Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan


(yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan
Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana`.(QS. 12:83)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 83

83) ‫حِكيُم‬
َ ‫جِميًعا ِإّنُه ُهَو اْلعَِليُم اْل‬
َ ‫ن َيْأِتَيِني ِبِهْم‬
ْ ‫ل َأ‬
ُّ ‫سى ا‬
َ‫ع‬
َ ‫ل‬
ٌ ‫جِمي‬
َ ‫صْبٌر‬
َ ‫سُكْم َأْمًرا َف‬
ُ ‫ت َلُكْم َأْنُف‬
ْ ‫سّوَل‬
َ ‫ل‬ َ ‫)َقا‬
ْ ‫ل َب‬

Nabi Yakub berkata setelah berhadapan dengan putra-putranya yang memberi


laporan seperti yang diamanatkan oleh Yahuz: "Hanya dirimu sendirilah yang
memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan mengapa kamu mengatakan
bahwa yang mencuri harus dijadikan hamba sahaya selama satu tahun, padahal
ketentuan itu hanya ada pada syariat kita dan tidak ada dalam perundang-
undangan mereka. Maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku yang tidak diliputi
oleh perasaan kejengkelan dan kemarahan, maka mudah-mudahan Allah
mendatangkan mereka semuanya kepadaku yaitu Yusuf, Bunyamin dan Yahuz,
karena sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

84 Dan Yaqub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: `Aduhai


duka citaku terhadap Yusuf`, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan
dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).(QS.
12:84)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 84


84) ‫ظيٌم‬
ِ ‫ن َفُهَو َك‬
ِ ‫حْز‬
ُ ‫ن اْل‬
َ ‫عْيَناُه ِم‬
َ ‫ت‬
ْ ‫ض‬
ّ ‫ف َواْبَي‬
َ ‫س‬
ُ ‫عَلى ُيو‬
َ ‫سَفى‬
َ ‫ل َيا َأ‬ َ ‫)َوَتَوّلى‬
َ ‫عْنُهْم َوَقا‬

Karena tidak senang menerima laporan yang disampaikan para putranya, maka
Nabi Yakub berpaling dari mereka seraya berkata penuh kesedihan: "Aduhai duka
citaku terhadap Yusuf, karena aku tadinya menunggu-nunggu berita yang
menggembirakan dari Mesir tapi kenyataannya justru berita yang menyedihkanlah
yang kuterima." Karena kesedihan yang terus-menerus dialaminya itu, maka kedua
matanya menjadi putih karena seringnya menangis sehingga keadaannya seperti
orang buta, akan tetapi beliau walaupun demikian tetap masih bisa menahan
amarahnya terhadap anak-anaknya.

85 Mereka berkata: `Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga


kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa`.
(QS. 12:85)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 85

85) ‫ن‬
َ ‫ن اْلَهاِلِكي‬
َ ‫ن ِم‬
َ ‫ضا َأْو َتُكو‬
ً ‫حَر‬
َ ‫ن‬
َ ‫حّتى َتُكو‬
َ ‫ف‬
َ ‫س‬ ِّ ‫)َقاُلوا َتا‬
ُ ‫ل َتْفَتُأ َتْذُكُر ُيو‬

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa anak-anak Yakub yang baru kembali
dari Mesir, ketika mendengar keluhan dan kesedihan ayahnya yang mendalam,
berkata mereka kepada ayahnya yang diawali dengan sumpah kepada Allah swt.
melahirkan rasa kasih dan sayangnya: "Ayah jangan hendaknya selalu mengingat
Yusuf karena mengenai peristiwa Yusuf itu sudah lama berlalu. Kalau saja selalu
mengingat Yusuf yang dibarengi dengan kesedihan yang mendalam, kami khawatir
ayah akan ditimpa penyakit yang akan membinasakan atau ayah meninggal dunia
karenanya."

86 Yaqub menjawab: `Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan


kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada
mengetahuinya.(QS. 12:86)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 86

86) ‫ن‬
َ ‫ل َتْعَلُمو‬
َ ‫ل َما‬
ِّ ‫ن ا‬
َ ‫عَلُم ِم‬
ْ ‫ل َوَأ‬
ِّ ‫حْزِني ِإَلى ا‬
ُ ‫شُكو َبّثي َو‬ َ ‫)َقا‬
ْ ‫ل ِإّنَما َأ‬

Pada ayat ini Allah swt. menceritakan sambutan Nabi Yakub kepada anak-anaknya
dengan berkata: "Wahai anak-anakku, janganlah kalian mencela dan mencercaku.
Saya tidak pernah mengadu kepadamu, begitu juga kepada manusia yang lain
tentang kesedihan dan kesusahanku. Saya mengadu dan menyampaikan keluhan
atas musibah yang menimpaku hanya kepada Allah swt. Kepada-Nya aku meminta
perlindungan, berdoa dan memohon untuk menghilangkan kesusahan dan
kesedihan itu. Biarkanlah aku bermunajat dengan Tuhanku. Saya mengetahui dari
ilmu yang diberikan Allah kepadaku bahwa Yusuf itu masih hidup dan tetap
memperoleh rezeki. Ia adalah pilihan Allah swt. dan Dia akan menyempurnakan
nikmat-Nya kepada Yusuf dan kepada keluarga Yakub. Kesemuanya itu kalian tidak
mengetahuinya, bahkan telah mengira bahwa Yusuf itu telah mati."

87 Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan
saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir`.(QS. 12:87)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 87

87) ‫ن‬
َ ‫ل اْلَقْوُم اْلَكاِفُرو‬
ّ ‫ل ِإ‬
ِّ ‫ح ا‬
ِ ‫ن َرْو‬
ْ ‫س ِم‬
ُ ‫ل َيْيَأ‬
َ ‫ل ِإّنُه‬
ِّ ‫ح ا‬
ِ ‫ن َرْو‬
ْ ‫سوا ِم‬
ُ ‫ل َتْيَأ‬
َ ‫خيِه َو‬
ِ ‫ف َوَأ‬
َ ‫س‬
ُ ‫ن ُيو‬
ْ ‫سوا ِم‬
ُ‫س‬
ّ‫ح‬ ّ ‫)َيا َبِن‬
َ ‫ي اْذَهُبوا َفَت‬

Berkata Yakub: "Wahai anak-anakku, saya tahu bahkan yakin mimpi Yusuf itu benar
dan saya akan sujud kepadanya menghormatinya. Kalau kalian berpendapat lain
ketahuilah bahwa satu waktu Allah swt. akan memperlihatkan kebenaran
pendapatku itu. Untuk ini kembalilah kalian ke Mesir menyelidiki sampai mendapat
berita yang pasti tentang Yusuf dan adiknya Bunyamin. Jangan kalian berputus asa,
karena yang demikian itu dilarang oleh Allah swt. sebagaimana firman-Nya:

ِّ ‫حَمِة ا‬
‫ل‬ ْ ‫ن َر‬
ْ ‫طوا ِم‬
ُ ‫ل َتْقَن‬
َ

Artinya:

Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah."

(Q.S. Az Zumar: 53)


Selanjutnya Yakub berkata: "Carilah Yusuf dan saudaramu sampai ketemu. Tidak
ada putus asa dalam kamus hidup, dan tidak berarti hidup dengan berputus asa
dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir dan orang-orang yang telah sesat
sebagaimana firman Allah swt.:

َ ‫ضاّلو‬
‫ن‬ ّ ‫ل ال‬
ّ ‫حَمِة َرّبِه ِإ‬
ْ ‫ن َر‬
ْ ‫ط ِم‬
ُ ‫ن َيْقَن‬
ْ ‫ل َوَم‬
َ ‫َقا‬

Artinya:

Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang
sesat.

(Q.S. Al-Hijr: 56)

Adapun orang-orang mukmin, mereka tidak akan berputus asa karena musibah
yang menimpanya, tidak akan goyah imannya karena bahaya yang melandanya.
Mereka bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang dialaminya. Ia
dengan rela penuh ikhlas menerima qada dan qadar dari Allah swt. dengan
keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menghilangkan semuanya itu
sebagaimana firman-Nya:

‫ن آَمُنوا‬
َ ‫ن اّلِذي‬
ِ‫ع‬َ ُ‫ل ُيَداِفع‬
َّ ‫ن ا‬
ّ ‫ِإ‬

Artinya:

Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman.

(Q.S. Al Hajj: 38)

88 Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: `Hai Al Aziz,
kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa
barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan
bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-
orang yang bersedekah`.(QS. 12:88)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 88


)‫ن‬
َ ‫ص كّدِقي‬
َ ‫ج كِزي اْلُمَت‬
ْ ‫ل َي‬
َّ ‫ن ا‬
ّ ‫عَلْيَنا ِإ‬
َ ‫ق‬
ْ ‫صّد‬
َ ‫ل َوَت‬
َ ‫ف َلَنا اْلَكْي‬
ِ ‫جاٍة َفَأْو‬
َ ‫عٍة ُمْز‬
َ ‫ضا‬
َ ‫جْئَنا ِبِب‬
ِ ‫ضّر َو‬
ّ ‫سَنا َوَأْهَلَنا ال‬
ّ ‫عَلْيِه َقاُلوا َيا َأّيَها اْلَعِزيُز َم‬
َ ‫خُلوا‬
َ ‫َفَلّما َد‬
88)

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa setelah anak-anak Yakub menerima
anjuran dari ayahnya supaya mereka kembali ke Mesir berangkatlah mereka.
Setelah sampai di Mesir mereka masuklah ke istana Yusuf dengan mengemukakan
keadaannya dengan segala kerendahan diri. Mereka ingin mengetahui sampai di
mana pengaruh pancingannya itu untuk mengetahui kebenaran ayahnya yang
pernah mengatakan bahwa Al-Aziz itu adalah Yusuf. Mereka berkata: "Wahai Al-
Aziz, kami ditimpa musibah kelaparan karenanya kami pada kurus-kurus, lemah
karena kekurangan makanan, sedang keluarga kami tidak sedikit." Mereka pura-
pura mengadukan halnya itu kepada Al-Aziz padahal maksud sebenarnya ialah
untuk mengetahui keadaan Yusuf dan Bunyamin. Mereka juga mengemukakan
bahwa mereka datang membawa dagangan yang jelek dan rendah mutunya,
mungkin tak ada pedagang yang mau menawarnya dengan harapan kiranya Al-Aziz
mau menolongnya dengan menyempurnakan takaran dagangannya itu dengan
tanpa mempertimbangkan kejelekannya, dan kelebihan dari nilai sebenarnya
disedekahkan saja kepada mereka. Allahlah yang membalas budi baik seseorang
yang suka bersedekah dan Dia pulalah yang akan mengganti segala apa yang telah
disedekahkan dan dinafkahkan itu sebagaimana firman-Nya:

‫خِلُفُه‬
ْ ‫يٍء َفُهَو ُي‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن‬
ْ ‫َوَما َأْنَفْقُتْم ِم‬

Artinya:

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan
Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

(Q.S. Saba': 39)

89 Yusuf berkata: `Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu
lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat)
perbuatanmu itu?`(QS. 12:89)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 89

89) ‫ن‬
َ ‫جاِهُلو‬
َ ‫خيِه ِإْذ َأْنُتْم‬
ِ ‫ف َوَأ‬
َ ‫س‬
ُ ‫عِلْمُتْم َما َفَعْلُتْم ِبُيو‬
َ ‫ل‬ َ ‫)َقا‬
ْ ‫ل َه‬
Setelah anak-anak Yakub mengemukakan isi hatinya kepada Al-Aziz yang di dalam
ucapannya mengandung pengertian bahwa mereka menuntut supaya adiknya
Bunyamin dikembalikan, Yusuf menjawab: "Wahai kamu sekalian, apakah kalian
tidak mengingat kejahatan yang kalian telah lakukan terhadap Yusuf dan Bunyamin
adiknya? Alangkah jeleknya apa yang telah kalian perbuat terhadap Yusuf dan
saudaranya itu. Mungkin karena kejahilanmu pada waktu itu kamu tidak
mengetahui dan merasakan buruknya perbuatanmu itu yang bertentangan dengan
syariat agamamu, melanggar kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dan
bergaul secara baik terhadap karib kerabat." Ini adalah realisasi dari apa yang telah
Allah wahyukan kepada Yusuf ketika ia dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-
saudaranya sebagaimana firman Allah:

َ ‫شُعُرو‬
‫ن‬ ْ ‫ل َي‬
َ ‫حْيَنا ِإَلْيِه َلُتَنّبَئّنُهْم ِبَأْمِرِهْم َهَذا َوُهْم‬
َ ‫َوَأْو‬

Artinya:

Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada


mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.

(Q.S. Yusuf: 15)

90 Mereka berkata: `Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?` Yusuf menjawab:


`Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-
Nya kepada kami`. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka
sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik `.
(QS. 12:90)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 90

90) ‫ن‬
َ ‫سِني‬
ِ‫ح‬
ْ ‫جَر اْلُم‬
ْ ‫ضيُع َأ‬
ِ ‫ل ُي‬
َ ‫ل‬
َّ ‫ن ا‬
ّ ‫صِبْر َفِإ‬
ْ ‫ق َوَي‬
ِ ‫ن َيّت‬
ْ َ‫عَلْيَنا ِإّنُه م‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫ن ا‬
ّ ‫خي َقْد َم‬
ِ ‫ف َوَهَذا َأ‬
ُ ‫س‬
ُ ‫ل َأَنا ُيو‬
َ ‫ف َقا‬
ُ ‫س‬
ُ ‫ت ُيو‬
َ ‫لْن‬ َ ‫)َقاُلوا َأِئّن‬
َ ‫ك‬

Setelah mereka mendengar ucapan Yusuf yang diikutinya dengan seksama


timbullah di hati mereka bahwa yang dihadapannya itu adalah Yusuf benar-benar.
Untuk menguatkan sangkaannya itu, mereka memajukan pertanyaan disertai
tekanan penuh dengan rasa heran, katanya: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?"
Mereka heran. Dua tahun lebih mereka pulang balik kepada Yusuf tetapi tidak
mengetahuinya, sedang Yusuf mengetahui mereka hanya dia sembunyikan dalam
hatinya. Pertanyaan mereka dijawab oleh Yusuf katanya: "Saya ini adalah Yusuf
yang telah kalian aniaya dengan penganiayaan yang cukup berat. Allah swt. telah
menolongku dan memuliakanku sampai menduduki pangkat yang tinggi. Saya tidak
berdaya sama sekali ketika kalian merencanakan membunuhku kemudian
melemparkan aku ke dasar sumur yang dalam. Dan ini adikku Bunyamin yang telah
kalian pisahkan dari aku yang kemudian Allah swt. memberikan karunia kepadanya
sebagaimana kalian lihat. Allah swt. melimpahkan karunia-Nya kepada kami
berdua, mengumpulkan kami kembali sesudah berpisah sekian lama, memuliakan
kami sesudah dihina, kembali beramah-tamah sesudah kesepian, menyelamatkan
kami dari segala ujian dan cobaan. Tidak semua apa yang dibenci itu buruk
akibatnya. Sebaliknya tidak semua yang disenangi itu baik akibatnya. Adakalanya
sesuatu yang dibenci itu padahal hakikatnya adalah kebaikan, begitu pula
sebaliknya sebagaimana firman Allah swt.:

َ ‫ل َتْعَلُمو‬
‫ن‬ َ ‫ل َيْعَلُم َوَأْنُتْم‬
ُّ ‫شّر َلُكْم َوا‬
َ ‫شْيًئا َوُهَو‬
َ ‫حّبوا‬
ِ ‫ن ُت‬
ْ ‫سى َأ‬
َ‫ع‬
َ ‫َو‬

Artinya:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui
sedang kamu tidak mengetahui."

(Q.S. Al-Baqarah: 216)

Agama-agama samawi telah sepakat menetapkan, dan pengalaman-pengalaman


telah menunjukkan bahwa orang yang bertakwa kepada Allah swt. dengan
mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta
bersabar menghadapi ujian dan bencana yang menimpanya, godaan-godaan setan
dan hawa nafsu, Allah tidak akan menyia-nyiakan balasan amalnya itu di dunia
lebih-lebih di akhirat kelak. Di dunia diberi hidayah untuk dapat keluar dari kesulitan
yang dialaminya serta diberi rezeki dari arah yang tidak diduga sebelumnya, dan di
akhirat diberi pahala tanpa ada perhitungan. Firman Allah swt.:

ُ ‫س‬
‫ب‬ ِ ‫حَت‬
ْ ‫ل َي‬
َ ‫ث‬
ُ ‫حْي‬
َ ‫ن‬
ْ ‫جا َوَيْرُزْقُه ِم‬
ً ‫خَر‬
ْ ‫ل َلُه َم‬
ْ ‫جَع‬
ْ ‫ل َي‬
َّ ‫ق ا‬
ِ ‫ن َيّت‬
ْ ‫َوَم‬

Artinya:

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan keluar, dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

(Q.S. At Talaq: 2, 3)

Dan firman-Nya:
ٍ ‫سا‬
‫ب‬ َ‫ح‬
ِ ‫جَرُهْم ِبَغْيِر‬
ْ ‫ن َأ‬
َ ‫صاِبُرو‬
ّ ‫ِإّنَما ُيَوّفى ال‬

Artinya:

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala


mereka tanpa batas.

(Q.S. Az Zumar: 10)

91 Mereka berkata:` Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu


atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa) `.
(QS. 12:91)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 91

91) ‫ن‬
َ ‫طِئي‬
ِ ‫خا‬
َ ‫ن ُكّنا َل‬
ْ ‫عَلْيَنا َوِإ‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫ك ا‬ ِّ ‫)َقاُلوا َتا‬
َ ‫ل َلَقْد آَثَر‬

Setelah Yusuf memberikan pengakuan dan saudara-saudaranya telah meyakini


bahwa Al-Aziz itu adalah Yusuf sendiri, mereka secara jujur mengakui dan
menghargai kemuliaan yang diberikan Allah swt. kepada Yusuf tentang kelebihan
ilmunya, ketinggian kesopanan yang dimilikinya dan dengan terus-terang mereka
mengakui kesalahan yang telah diperbuat kepada Yusuf dan Bunyamin dengan
sengaja dan direncanakan sebelumnya. Suatu kesalahan yang tidak dapat diampuni
oleh Allah swt. kecuali dengan tobat nasuha dan tidak dapat dimaafkan kecuali
dengan hati lapang dan budi luhur dari yang bersangkutan.

92 Dia (Yusuf) berkata:` Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-
mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara
para penyayang `.(QS. 12:92)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 92

92) ‫ن‬
َ ‫حِمي‬
ِ ‫حُم الّرا‬
َ ‫ل َلُكْم َوُهَو َأْر‬
ُّ ‫عَلْيُكُم اْلَيْوَم َيْغِفُر ا‬
َ ‫ب‬
َ ‫ل َتْثِري‬ َ ‫)َقا‬
َ ‫ل‬
Yusuf seorang nabi, manusia pilihan mempunyai budi pekerti yang mulia,
kesopanan yang tinggi, setelah mendengar pengakuan kesalahan dari saudara-
saudaranya secara terus-terang dengan tandas dan gamblang ia mengatakan:
"Tidak ada celaan, cercaan dan kekerasan dari diri saya sekarang ini, tetapi saya
memaafkan segala kesalahan kalian yang telah diperbuat kepada saya dan kepada
adikku Bunyamin. Saya doakan semoga Allah swt. mengampuni dosa kalian yang
tidak ringan itu asal kalian dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati mau
bertobat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan burukmu itu dan tidak akan
melakukan dan mengulangi lagi serta berbuat baik karena Dia adalah Maha
Penyayang."

Budi pekerti yang mulia dan kesopanan yang tinggi yang telah dilakukan oleh Nabi
Yusuf as. itu pernah juga dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad
saw., yaitu pada ketika beliau dan bala tentaranya menaklukkan kota Mekah.
Setelah Nabi Muhammad saw. bertawaf dan kemudian salat sunat dua rakaat,
beliau dengan mengambil tempat di samping Kakbah menghadap para tawanan
perang lalu berkata yang artinya:

"Apakah perkiraanmu yang akan saya perbuat terhadap kalian." Para tawanan
menjawab: "Kami hanya menyangka yang baik saja, saudara yang mulia dan anak
saudara yang mulia." Nabi saw. berkata: "Saya akan mengatakan sebagaimana
yang telah dikatakan oleh rekanmu Yusuf: "Tidak ada celaan, cercaan dan
kekerasan sekarang ini." Maka keluarlah para tawanan itu (meninggalkan tempat)
seakan-akan mereka dibangkitkan dari kubur.

(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah)

93 Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke
wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya
kepadaku`.(QS. 12:93)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 93

93) ‫ن‬
َ ‫جَمِعي‬
ْ ‫صيًرا َوْأُتوِني ِبَأْهِلُكْم َأ‬
ِ ‫ت َب‬
ِ ‫جِه َأِبي َيْأ‬
ْ ‫عَلى َو‬ ِ ‫)اْذَهُبوا ِبَقِمي‬
َ ‫صي َهَذا َفَأْلُقوُه‬

Setelah Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, dia lalu


menanyakan kepada mereka tentang ayahnya yang oleh mereka dijawab, bahwa
beliau buta tidak melihat lagi. Seketika itu Yusuf memberikan baju gamisnya
kepada saudara-saudaranya dan disuruhnya mereka membawanya pulang ke
negerinya. Dan apabila mereka sudah sampai supaya dengan segera baju gamisnya
itu diletakkan ke wajah beliau, niscaya akan melihatlah dia karenanya dan akan
lepaslah kotoran yang menutupi matanya itu. Yusuf berani berkata demikian karena
dia mengetahui hal itu dengan perantara wahyu. Selain dari itu dia juga mengetahui
bahwa sebab tertutupnya penglihatan ayahnya itu ialah karena terlalu banyak
menangis dan merasa sempit dada. Apabila ayahnya mengetahui baju gamisnya
yang menandakan bahwa Yusuf masih hidup dan selamat dari aniaya dan cobaan
yang dialaminya, tentulah ia akan senang dan timbullah di dalam hatinya perasaan
gembira. Akhirnya ia akan melihat kembali seperti sedia kala. Selain dari itu, Yusuf
juga meminta kepada saudaranya supaya mendatangkan segenap keluarganya ke
Mesir baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang dalam suatu riwayat,
bahwa semuanya berjumlah tujuh puluh orang.

94 Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka:
`Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah
akal (tentu kamu membenarkan aku)`.(QS. 12:94)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 94

94) ‫ن‬
ِ ‫ن ُتَفّنُدو‬
ْ َ‫ل أ‬
َ ‫ف َلْو‬
َ ‫س‬
ُ ‫ح ُيو‬
َ ‫جُد ِري‬
ِ‫ل‬
َ ‫ل َأُبوُهْم ِإّني‬
َ ‫ت اْلِعيُر َقا‬ َ ‫)َوَلّما َف‬
ِ ‫صَل‬

Tatkala barisan unta anak-anak Yakub keluar dari perbatasan negeri Mesir menuju
tanah Syam, berkatalah Yakub kepada cucu-cucunya dan orang-orang lain yang
berada di sampingnya pada waktu itu: "Saya telah mencium bau Yusuf yang wangi
itu, persis baunya yang pernah saya kenal di waktu kecilnya. Andaikata kalian tidak
buruk sangka kepada saya, menyangka bahwa saya lemah akal, rusak pikiran
karena terlalu tua, tentunya kalian membenarkan ucapanku ini bahwa saya benar-
benar telah mencium bau Yusuf, dan dia masih hidup serta di dalam waktu yang
tidak lama lagi saya akan berjumpa dengan dia dan merasa senang melihatnya." Ini
adalah suatu mukjizat bagi Yakub yang dapat mencium bau Yusuf dari tempat yang
amat jauh itu, yang di dalam perjalanan unta memakan waktu delapan hari.

95 Keluarganya berkata: `Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam


kekeliruanmu yang dahulu`.(QS. 12:95)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 95

95) ‫ك اْلَقِديِم‬
َ ‫لِل‬
َ‫ض‬َ ‫ك َلِفي‬ ِّ ‫)َقاُلوا َتا‬
َ ‫ل ِإّن‬

Para hadirin yang mendengar ucapan Yakub itu, tidak seorang pun di antara
mereka yang membenarkannya, bahkan mereka mengeluarkan kata-kata yang
pedas dan tajam yang tidak pantas ditujukan kepada seorang yang telah tua.
Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih saja dalam kekeliruanmu
seperti dulu-dulu juga, yang menyangka bahwa Yusuf masih hidup di dalam waktu
singkat akan bertemu dan merasa senang melihatnya. Kami berpendapat bahwa
pikiran semacam itu adalah pikiran yang kacau dan sesat."

96 Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju
gamis itu ke wajah Yaqub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Yaqub:
`Tidakkah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu
tidak mengetahuinya?`(QS. 12:96)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 96

96) ‫ن‬
َ ‫ل َتْعَلُمو‬
َ ‫ل َما‬
ِّ ‫ن ا‬
َ ‫عَلُم ِم‬
ْ ‫ل َلُكْم ِإّني َأ‬
ْ ‫ل َأَلْم َأُق‬
َ ‫صيًرا َقا‬
ِ ‫جِهِه َفاْرَتّد َب‬
ْ ‫عَلى َو‬
َ ‫شيُر َأْلَقاُه‬
ِ ‫جاَء اْلَب‬ ْ ‫)َفَلّما َأ‬
َ ‫ن‬

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa setelah pembawa kabar gembira itu
sampai ke tempat ayahnya sesuai dengan anjuran Yusuf, tampillah ke depan Yahuz
yang membawa baju gamis itu dan meletakkannya ke wajah Yakub, dengan
seketika wajah Yakub kembali melihat seperti sediakala. Berkatalah Yakub: "Apakah
tidak pernah saya katakan kepadamu ketika saya menyuruhmu ke Mesir mencari
berita tentang Yusuf dan saudaranya, bahwa sesungguhnya saya tahu dengan
perantaraan wahyu dari Allah swt., bukan khayal dan ramalan bahwa Yusuf itu
masih hidup sedang kamu tidak mengetahuinya." Penyampaian baju gamis Yusuf
kepada ayahnya oleh Yahuz adalah untuk kedua kalinya guna menutupi
kesalahannya yang lain lampau. Sebelum itu Yahuz jugalah yang pernah
menyampaikan baju Yusuf yang berlumuran darah palsu kepada ayahnya pada
permulaan peristiwa kisah itu.
97 Mereka berkata: `Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap
dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)`.
(QS. 12:97)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 97

97) ‫ن‬
َ ‫طِئي‬
ِ ‫خا‬ ْ ‫)َقاُلوا َيا َأَباَنا ا‬
َ ‫سَتْغِفْر َلَنا ُذُنوَبَنا ِإّنا ُكّنا‬

Setelah saudara-saudara Yusuf melihat bukti-bukti dan kenyataan yang tidak dapat
dipungkiri, sadarlah mereka dan dengan jujur mereka mengakui kesalahannya, dan
meminta kepada ayahnya mau memohonkan ampun kepada Allah swt. atas
kedurhakaan yang telah dibuat kepadanya dan kelaliman yang dilakukan terhadap
Yusuf. Pengakuan saudara-saudara Yusuf tentang kesalahan dan dosa yang telah
diperbuatnya itu adalah pengakuan yang kedua kalinya. Sebelum itu pernah
mereka mengakui dosa dan kesalahannya di hadapan Yusuf, hanya pada waktu itu
Yusuf langsung memohon semoga Allah swt. mengampuninya tanpa ada
permintaan dari mereka.

98 Yaqub berkata: `Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku.


Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang`.(QS. 12:98)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 98

98) ‫حيُم‬
ِ ‫سَتْغِفُر َلُكْم َرّبي ِإّنُه ُهَو اْلَغُفوُر الّر‬
ْ ‫ف َأ‬ َ َ‫)َقال‬
َ ‫سْو‬

Setelah Yakub melihat kesadaran anak-anaknya dan mengakui kesalahannya


dengan terus-terang yang kemudian meminta supaya ayahnya memohonkan
ampunan kepada Allah swt., beliau menjawab: Nantilah aku akan memohonkan
ampun bagimu kepada Allah swt. Semoga Allah swt. mengampunimu karena Dia itu
Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia tidak akan mengecewakan seorang
mukmin yang memohon kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
99 Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf merangkul ibu bapanya
dan dia berkata: `Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan
aman`.(QS. 12:99)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 99

99) ‫ن‬
َ ‫ل آِمِني‬
ُّ ‫شاَء ا‬
َ ‫ن‬
ْ ‫صَر ِإ‬
ْ ‫خُلوا ِم‬
ُ ‫ل اْد‬
َ ‫ف آَوى ِإَلْيِه َأَبَوْيِه َوَقا‬
َ ‫س‬
ُ ‫عَلى ُيو‬ َ ‫)َفَلّما َد‬
َ ‫خُلوا‬

Pada ayat-ayat ini dikisahkan bahwa saudara-saudara Yusuf berangkat pulang ke


negerinya untuk memboyong semua keluarganya ke Mesir sesuai dengan anjuran
Yusuf. Setelah sampai, mereka memberitahukan kepada kedua orang tuanya
tentang kedudukan Yusuf di Mesir dan bahwa Yusuf adalah penguasa yang
berkuasa penuh di sana yang kemudian disampaikan pula bahwa Yusuf
mengundang semua keluarganya untuk menetap di Mesir bersama-sama dengan
dia, menikmati kemajuan dan keindahan kota Mesir. Mendengar berita itu
berangkatlah mereka beramai-ramai ke Mesir. Setelah mereka sampai di Mesir dan
menuju ke tempat Yusuf, bertemulah mereka dengan Yusuf dan rombongannya di
tengah jalan yang pergi menjemput mereka. Yusuf merangkul kedua orang tuanya
dan berkata: "Silakan memasuki negeri Mesir dengan selamat dan aman. Kamu
sekalian tidak akan mengalami kesulitan dan kelaparan insya Allah sekalipun
musim kemarau masih saja mencekam." Ucapan Yusuf "insya Allah" ini menjadi
pelajaran bagi kita kaum muslimin bahwa bila hendak melakukan sesuatu supaya
disandarkan kepada kehendak Allah dengan mengucapkan "insya Allah". Hal ini
menjadi kebiasaan bagi para nabi-nabi dan siddikin sesuai dengan firman Allah
swt.:

‫غًدا‬
َ ‫ك‬
َ ‫ل َذِل‬
ٌ‫ع‬ِ ‫يٍء ِإّني َفا‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن ِل‬
ّ ‫ل َتُقوَل‬
َ ‫َو‬

Artinya:

Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: Sesungguhnya aku


akan mengerjakan itu besok pagi kecuali (dengan menyebut) insya Allah."

(Q.S. Al-Kahfi: 23, 24)

Menurut suatu riwayat atas anjuran seorang Yahudi ada beberapa orang Quraisy
bertanya kepada Muhammad saw. tentang ruh, ashabul kahfi dan Zulkarnain.
Beliau menjawab: "Datang saja besok pagi, nanti akan aku jelaskan pertanyaanmu
itu," tanpa mengucapkan insya Allah. Tetapi besok pagi wahyu belum juga datang
menceritakan hal-hal tersebut sebagai jawaban kepada mereka. Nabi pun gelisah,
maka turunlah ayat ini.
100 Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka
(semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: `Wahai
ayahku inilah ta_bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah
menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik
kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa
kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku
dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang
Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS. 12:100)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 100

َ ‫جِنكي ِمك‬
‫ن‬ َ ‫خَر‬
ْ ‫ن ِبكي ِإْذ َأ‬ َ ‫سك‬
َ‫ح‬ْ ‫حّقكا َوَقكدْ َأ‬
َ ‫جَعَلَهككا َرّبككي‬
َ ‫ل َقكْد‬
ُ ‫ن َقْب‬
ْ ‫ي ِم‬ َ ‫ل ُرْؤَيا‬ُ ‫ت َهَذا َتْأِوي‬
ِ ‫جًدا َوَقالَ َيا َأَب‬ّ‫س‬ُ ‫خّروا َلُه‬ َ ‫ش َو‬ِ ‫عَلى اْلَعْر‬
َ ‫َوَرَفَع َأَبَوْيِه‬
100) ‫حِكيُم‬ َ ‫شاُء ِإّنُه ُهَو اْلَعِليُم اْل‬
َ ‫ف ِلَما َي‬
ٌ ‫طي‬
ِ ‫ن َرّبي َل‬ ّ ‫خَوِتي ِإ‬
ْ ‫ن ِإ‬
َ ‫ن َبْيِني َوَبْي‬
ُ ‫طا‬َ ‫شْي‬ّ ‫غ ال‬َ ‫ن َنَز‬
ْ ‫ن بَْعِد َأ‬
ْ ‫ن اْلَبْدِو ِم‬
َ ‫جاَء ِبُكْم ِم‬
َ ‫ن َو‬
ِ‫ج‬ ّ ‫)ال‬
ْ‫س‬

Kemudian Yusuf mengangkat kedua orang tuanya dan mendudukkannya di atas


singgasana kerajaannya sebagai penghormatan lebih daripada apa yang telah
diperbuat kepada saudara-saudaranya. Mereka merebahkan diri seraya sujud
menghormat kepada Yusuf sebagaimana lazimnya orang-orang menghormati
kepada raja dan orang-orang besarnya pada waktu itu. Cara ini pernah juga berlaku
pada diri Yakub. Dia pernah sujud menghormat kepada saudaranya ketika bertemu
setelah berpisah sekian lamanya. Berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku, inilah takbir
mimpiku dahulu ketika saya masih keci1 yang telah saya sampaikan kepada ayah
dengan ucapan:

َ ‫جِدي‬
‫ن‬ ِ ‫سا‬
َ ‫س َواْلَقَمَر َرَأْيُتُهْم ِلي‬
َ ‫شْم‬
ّ ‫شَر َكْوَكًبا َوال‬
َ‫ع‬
َ ‫حَد‬
َ ‫ت َأ‬
ُ ‫ِإّني َرَأْي‬

Artinya:

Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat
semuanya sujud kepadaku.

(Q.S. Yusuf: 4)

Allah swt. menjadikan mimpiku itu benar-benar terjadi bukan khayalan. Sebelas
bintang itulah saudara-saudaraku yang berjumlah sebelas orang sedang matahari
dan bulan adalah ayah dan ibuku. Dengan keluarga inilah Allah swt. memelihara
keturunan Nabi Ishak anak Nabi Ibrahim as. untuk mengembangkan agama tauhid
di muka bumi ini. Selanjutnya Yusuf berkata kepada ayahnya: "Allah swt. telah
berbuat baik kepadaku. Dia melepaskan aku dari penjara dan mengangkatku
sebagai penguasa. Dia yang memindahkan ayah dari dusun padang pasir
berpenghidupan sederhana dan kasar ke negeri yang ramai, menikmati hidup yang
bahagia, penyiaran agama yang benar, tolong-menolong di dalam memajukan ilmu
pengetahuan dan perindustrian. Ini semua terjadi setelah setan memutus hubungan
silaturahmi antara aku dan saudara-saudaraku sehingga rusaklah perhubungan
persaudaraan, dan timbullah rasa dengki dan jahat sangka antara kita.
Sesungguhnya Allah swt. itu mengetahui segala sesuatu yang bagaimana pun
halusnya, bersifat lemah lembut kepada hamba-hamba-Nya, menetapkan apa yang
Dia kehendaki dengan kebijaksanaan. Sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui apa
yang menjadi maslahat bagi hamba-hamba-Nya. Tiada suatu hal yang tersembunyi
bagi-Nya mulai dari pangkal sampai ujungnya. Maha Bijaksana di dalam segala hal,
membalas orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan, dan kesudahan yang
baik diberikan kepada orang-orang yang bertakwa."

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 100

َ‫جِنكي ِمكن‬
َ ‫خَر‬
ْ ‫ن ِبكي ِإْذ َأ‬ َ ‫سك‬
َ‫ح‬ْ ‫حّقكا َوَقكدْ َأ‬
َ ‫جَعَلَهككا َرّبككي‬
َ ‫ل َقكْد‬
ُ ‫ن َقْب‬
ْ ‫ي ِم‬ َ ‫ل ُرْؤَيا‬ُ ‫ت َهَذا َتْأِوي‬
ِ ‫جًدا َوَقالَ َيا َأَب‬ّ‫س‬ُ ‫خّروا َلُه‬ َ ‫ش َو‬ِ ‫عَلى اْلَعْر‬
َ ‫َوَرَفَع َأَبَوْيِه‬
100) ‫حِكيُم‬ َ ‫شاُء ِإّنُه ُهَو اْلَعِليُم اْل‬
َ ‫ف ِلَما َي‬
ٌ ‫طي‬
ِ ‫ن َرّبي َل‬ ّ ‫خَوِتي ِإ‬
ْ ‫ن ِإ‬
َ ‫ن َبْيِني َوَبْي‬
ُ ‫طا‬َ ‫شْي‬ّ ‫غ ال‬َ ‫ن َنَز‬
ْ ‫ن بَْعِد َأ‬
ْ ‫ن اْلَبْدِو ِم‬
َ ‫جاَء ِبُكْم ِم‬
َ ‫ن َو‬
ِ‫ج‬ ّ ‫)ال‬
ْ‫س‬

(Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya) yakni Yusuf mendudukkan kedua orang


tuanya sejajar dengannya (ke atas singgasananya.) tempat duduknya (Dan mereka
merebahkan diri) yakni kedua orang tuanya dan semua saudara-saudaranya
(kepada Yusuf seraya bersujud) yang dimaksud adalah sujud dengan
membungkukkan badan bukannya sujud dalam arti kata meletakkan kening; cara
itu merupakan penghormatan yang berlaku pada zamannya. (Dan berkata Yusuf,
"Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Rabbku telah
menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik
kepadaku) terhadap diriku (ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara) Nabi
Yusuf tidak menyinggung masalah sumur, hal ini sengaja ia lakukan demi
menghormati saudara-saudaranya supaya mereka tidak malu (dan ketika
membawa kalian dari dusun padang pasir) dari kampung padang pasir (setelah
dirusak) dikacaukan (oleh setan hubungan antara aku dan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui) tentang makhluk-Nya (lagi Maha
Bijaksana.") di dalam pekerjaan-Nya. Kemudian ayah Nabi Yusuf (Yakub) bermukim
bersama Yusuf selama dua puluh empat tahun atau tujuh belas tahun. Disebutkan
bahwa masa perpisahan mereka delapan belas tahun lamanya atau empat puluh
tahun atau delapan puluh tahun. Kemudian Nabi Yakub menjelang ajalnya, sebelum
itu ia berwasiat kepada Nabi Yusuf supaya ia dikebumikan di dekat ayahnya, yaitu
Nabi Ishak. Lalu Nabi Yusuf membawa jenazah ayahnya ke tempat yang
diisyaratkannya dalam wasiat dan mengebumikannya di tempat tersebut. Setelah
itu Nabi Yusuf kembali ke Mesir dan ia tinggal di negeri itu sesudah Nabi Yakub
meninggal dunia selama dua puluh tiga tahun. Ketika urusannya telah sempurna
kemudian ia mengetahui bahwa dirinya tidak akan abadi dalam keadaan demikian
lalu hatinya menginginkan agar ia hijrah ke kerajaan yang abadi, yakni akhirat.
Untuk itu berkata seraya berdoa:

101 Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku


sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta_bir mimpi.
(Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di
akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan
orang-orang yang saleh`.(QS. 12:101)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 101

‫حْقِنكي‬
ِ ‫سكِلًما َوَأْل‬
ْ ‫خكَرِة َتكَوّفِني ُم‬
ِ‫ل‬
ْ ‫ت َوِلّيكي ِفكي الكّدْنَيا َوا‬
َ ‫ض َأْنك‬
ِ ‫لْر‬
َْ ‫ت َوا‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫طَر ال‬
ِ ‫ث َفا‬
ِ ‫حاِدي‬
َ‫ل‬
َْ ‫ل ا‬
ِ ‫ن َتْأِوي‬
ْ ‫عّلْمَتِني ِم‬
َ ‫ك َو‬
ِ ‫ن اْلُمْل‬
َ ‫ب َقْد آَتْيَتِني ِم‬
ّ ‫َر‬
101) ‫ن‬ َ ‫حي‬ ّ ‫)ِبال‬
ِ ‫صاِل‬

Ayat ini adalah doa yang diucapkan Yusuf as. sesudah Allah swt. menyempurnakan
karunia kepadanya, menyelamatkannya dari penyiksaan ketika dimasukkan ke
dalam sumur, membebaskannya dari fitnahan istri Al-Aziz dan perempuan-
perempuan lainnya, dan pahit getir di dalam penjara, menganugerahinya pangkat
dan kedudukan sesudah ia bebas dari semua tuduhan yang ditujukan kepadanya,
segeralah ia berdoa memohon kepada Allah swt. supaya dilipat-gandakan
pahalanya di akhirat kelak sebagaimana dilipatgandakan karunia-Nya di dunia ini.
Berkatalah Yusuf: "Ya Tuhanku, Engkau telah menganugerahkan kepadaku paras
yang cantik, kedudukan di Mesir dengan kekuasaan yang penuh, mengajarkan
kepadaku takbir mimpi, memberitahukan kepadaku hal-hal yang akan terjadi di
kemudian hari dan rahasia-rahasia yang terkandung di dalam wahyu-Mu. Ya Allah,
ya Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi ini, menciptakan keduanya dengan
baik dan teratur, kokoh dan rapi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat,
melindungiku dari maksud jahat orang-orang yang memusuhiku dan orang-orang
yang ingin berbuat jahat kepadaku. Ya Allah Yang Maha Kuasa! Wafatkanlah aku
dalam keadaan Islam sesuai dengan wasiat leluhurku yang berbunyi:

َ ‫سِلُمو‬
‫ن‬ ْ ‫ل َوَأْنُتْم ُم‬
ّ ‫ن ِإ‬
ّ ‫ل َتُموُت‬
َ ‫ن َف‬
َ ‫طَفى َلُكُم الّدي‬
َ‫ص‬ْ ‫لا‬
َّ ‫ن ا‬
ّ ‫ي ِإ‬
ّ ‫ب َيا َبِن‬
ُ ‫صى ِبَها ِإْبَراِهيُم َبِنيِه َوَيْعُقو‬
ّ ‫َوَو‬

Artinya:
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya demikian pula
Yakub (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih
agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk Agama
Islam."

(Q.S. Al-Baqarah: 132)

Ya Allah, ya Tuhanku! Gabungkanlah aku bersama-sama dengan orang-orang yang


saleh dari leluhur kami seperti Nabi-nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, begitu pula dengan
para Nabi dan Rasul sebelumnya. Engkaulah Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha
Kuasa atas segala sesuatu." Doa ini sejalan dengan doa:

َ ‫ضاّلي‬
‫ن‬ ّ ‫ل ال‬
َ ‫علَْيِهْم َو‬
َ ‫ب‬
ِ ‫ضو‬
ُ ‫غْيِر اْلَمْغ‬
َ ‫عَلْيِهْم‬
َ ‫ت‬
َ ‫ن َأْنَعْم‬
َ ‫ط اّلِذي‬
َ ‫صَرا‬
ِ ‫سَتِقيَم‬
ْ ‫ط اْلُم‬
َ ‫صَرا‬
ّ ‫اْهِدَنا ال‬

Artinya:

Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau
anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

(Q.S. Al-Fatihah: 6, 7)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 101

‫حْقِنكي‬
ِ ‫سكِلًما َوَأْل‬
ْ ‫خكَرِة َتكَوّفِني ُم‬
ِ‫ل‬
ْ ‫ت َوِلّيكي ِفكي الكّدْنَيا َوا‬
َ ‫ض َأْنك‬
ِ ‫لْر‬
َْ ‫ت َوا‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫طَر ال‬
ِ ‫ث َفا‬
ِ ‫حاِدي‬
َ‫ل‬
َْ ‫ل ا‬
ِ ‫ن َتْأِوي‬
ْ ‫عّلْمَتِني ِم‬
َ ‫ك َو‬
ِ ‫ن اْلُمْل‬
َ ‫ب َقْد آَتْيَتِني ِم‬
ّ ‫َر‬
101) ‫ن‬ َ ‫حي‬ ّ ‫)ِبال‬
ِ ‫صاِل‬

(Ya Rabbku! Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian


kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takbir mimpi) takwil-takwil
mimpi (Ya Rabb Pencipta) yang menjadikan (langit dan bumi! Engkaulah
Pelindungku) yang mengatur kebaikanku (di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku
dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah aku dengan orang-orang yang saleh) di
antara bapak moyangku. Maka setelah ia berdoa, ia hidup hanya seminggu atau
lebih dari seminggu. Kemudian ia wafat, pada saat itu usianya telah mencapai
seratus dua puluh tahun. Lalu semua orang Mesir mengiringkan jenazahnya sampai
ke tempat kuburannya; mereka meletakkan jenazah Nabi Yusuf di dalam sebuah
tabelah yang terbuat dari marmer, dan mereka mengebumikannya di tempat yang
terletak di antara kedua tepi sungai Nil, dimaksud supaya keberkahan terlimpahkan
kepada kedua tepi sungai Nil. Maha Suci Allah yang tiada akhir bagi kerajaan-Nya.
102 Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad) padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika
mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan
mereka sedang mengatur tipu daya.(QS. 12:102)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 102

102) ‫ن‬
َ ‫جَمُعوا َأْمَرُهْم َوُهْم َيْمُكُرو‬
ْ ‫ت َلَدْيِهْم ِإْذ َأ‬
َ ‫ك وََما ُكْن‬
َ ‫حيِه ِإَلْي‬
ِ ‫ب ُنو‬
ِ ‫ن َأْنَباِء اْلَغْي‬ َ ‫)َذِل‬
ْ ‫ك ِم‬

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa kisah yang telah dibentangkan yang
berhubungan dengan Yusuf, termasuk berita gaib yang tidak seorang pun
mengetahuinya kecuali Allah swt. Berita gaib itu diwahyukan kepada Muhammad
dengan memberitahukan kepadanya padahal sebelumnya tidak diketahuinya begitu
pula umatnya. Juga dia tidak mengetahui ketika saudara-saudara Yusuf bersatu dan
mufakat untuk membuang Yusuf ke dalam sumur yang dalam, begitu juga ketika
mereka mengatur tipu daya dan makarnya. Berita gaib itu dapat diketahui oleh
Muhammad. Apakah itu, karena Muhammad hadir menyaksikan hal itu? Ataukah
dengan perantaraan orang yang hadir menyaksikannya? Tidak Semuanya itu tidak.
Muhammad saw. mengetahui peristiwa yang telah dialami oleh Yusuf itu ialah
dengan perantara wahyu dari Allah swt. Kejadian ini adalah bukti yang nyata atas
kebenaran kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Bagi orang yang sadar, cukup
menjadi alasan untuk mempercayai dan membenarkan kerasulan Muhammad saw.
itu.

103 Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman--walaupun kamu sangat
menginginkannya--(QS. 12:103)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 103

103) ‫ن‬
َ ‫ت ِبُمْؤِمِني‬
َ ‫ص‬
ْ ‫حَر‬ ِ ‫)َوَما َأْكَثُر الّنا‬
َ ‫س َوَلْو‬

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang telah mendalam
kekafirannya yang terus-menerus pembangkangannya, mereka tidak akan beriman
bagaimana pun kita mengharap dan menginginkannya, sekalipun telah diberikan
alasan-alasan yang nyata dan meyakinkan. Begitu pula halnya kebanyakan dari
orang-orang Quraisy Mekah. Sekalipun telah diberikan bukti-bukti yang nyata,
mereka tidak akan percaya dan tidak akan membenarkan kenabian dan kerasulan
Muhammad saw. Firman Allah swt.:

َ ‫عَلُم ِباْلُمْهَتِدي‬
‫ن‬ ْ ‫شاُء َوُهَو َأ‬
َ ‫ن َي‬
ْ ‫ل َيْهِدي َم‬
َّ ‫ن ا‬
ّ ‫ت َوَلِك‬
َ ‫حَبْب‬
ْ ‫ل َتْهِدي َمنْ َأ‬
َ ‫ك‬
َ ‫ِإّن‬

Artinya:

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu
kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan
Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

(Q.S. Al-Qasas: 56)

Diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Quraisy meminta kepada


Muhammad saw. agar dia menceritakan kepadanya kisah Yusuf dan berjanji akan
masuk Islam. Setelah Muhammad saw. menceritakan kepada mereka kisah Yusuf
sesuai dengan apa yang tercantum di dalam kitab Taurat tetapi mereka tidak
beriman memenuhi janjinya, berduka citalah dia. Untuk menenangkan hati
Muhammad, maka turunlah ayat ini.

104 Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap
seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.(QS. 12:104)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 104

104) ‫ن‬
َ ‫ل ِذْكٌر ِلْلَعاَلِمي‬
ّ ‫ن ُهَو ِإ‬
ْ ‫جٍر ِإ‬
ْ ‫ن َأ‬
ْ ‫عَلْيِه ِم‬ ْ ‫)َوَما َت‬
َ ‫سَأُلُهْم‬

Pada ayat ini Allah swt. memperingatkan kepada Muhammad saw. agar dia tidak
meminta upah kepada orang-orang yang mengingkari kenabiannya sebagai imbalan
dari dakwah dan anjurannya supaya mereka taat dan menyembah hanya kepada
Allah swt. saja dan supaya mereka meninggalkan agama berhalanya. Allahlah yang
akan memberikan upah dan pahala atas usahanya itu, karena memang Alquran
yang diturunkan kepadanya untuk melaksanakan tugasnya sebagai Rasul hanya
merupakan peringatan dan nasihat untuk membimbing dan memberi petunjuk alam
semesta yang akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
105 Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang
mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.(QS. 12:105)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 105

105) ‫ن‬
َ ‫ضو‬
ُ ‫عْنَها ُمْعِر‬
َ ‫عَلْيَها َوُهْم‬
َ ‫ن‬
َ ‫ض َيُمّرو‬
ِ ‫لْر‬
َْ ‫ت َوا‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫ن آَيٍة ِفي ال‬ ْ ‫)َوَكَأّي‬
ْ ‫ن ِم‬

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa tidak sedikit yang terdapat di langit
dan di bumi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan keesaan-Nya, kesempurnaan
kekuasaan-Nya, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, lautan,
tanam-tanaman dan lain-lain yang dilihat dan disaksikan oleh mata kepala manusia,
tetapi mereka tidak memperhatikannya, tidak memikirkan hikmah-hikmah yang
terkandung di dalamnya, yang kesemuanya itu menunjukkan bahwa Allah swt. itu
Esa tiada Tuhan melainkan Dia, Dialah yang menciptakan semua makhluk dengan
rapi dan teratur. Kalau pun ada di antara mereka yang sibuk dan berusaha ingin
mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, tetapi mereka lupa kepada
Penciptanya, tidak diingatnya sama sekali. Dengan akalnya, mereka asyik
menikmati ilmunya, mengembangkan dan meningkatkannya tetapi sayang jiwanya
kosong dari mengingat Allah, tidak memperdalam tentang makrifat kepada Allah
swt. Berpikir saja meskipun ada gunanya tetapi tidak banyak bermanfaat di akhirat
kecuali apabila disertai dengan zikir mengingat Allah. Berzikir sekali pun berguna di
dunia dan di akhirat tetapi tidaklah sempurna kecuali dengan mempergunakan akal
dan pikiran. Alangkah berbahagianya orang yang dapat menjalin keduanya, berpikir
dan berzikir, atau berzikir dan berpikir. Orang itulah yang akan memperoleh
kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan selamat dari azab api neraka kelak.

106 Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan
dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).(QS.
12:106)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 106

106) ‫ن‬
َ ‫شِرُكو‬
ْ ‫ل َوُهْم ُم‬
ّ ‫ل ِإ‬ ُ ‫)َوَما ُيْؤِم‬
ِّ ‫ن َأْكَثُرُهْم ِبا‬
Pada ayat ini Allah swt. menjelaskan keadaan orang-orang Quraisy Mekah. Mereka
di samping percaya kepada Allah bahwa Dialah yang menciptakannya dan segala
sesuatunya, tetapi juga mereka menyekutukan-Nya. Kalau mereka ditanya siapa
yang menciptakan semua yang ada baik di bumi maupun di langit, mereka akan
menjawab dengan tegas bahwa yang menciptakan semuanya itu ialah Allah swt.
sebagai tercantum dalam Alquran.:

ُّ ‫ن ا‬
‫ل‬ ّ ‫ض َلَيُقوُل‬
َ ‫لَْر‬
ْ ‫ت َوا‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫ق ال‬
َ ‫خَل‬
َ ‫ن‬
ْ ‫سَأْلَتُهْم َم‬
َ ‫ن‬
ْ ‫َوَلِئ‬

Artinya:

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang


menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah."

(Q.S. Luqman: 25)

Di samping pengakuannya itu, juga mereka mempersekutukan Allah. Mereka


menyembah berhala, menjadikan pendeta itu sebagai Tuhan bahkan ada di antara
mereka yang mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak. Maha Suci Allah dari
apa yang disangkakan mereka itu. Menyekutukan Allah itu adalah dosa yang paling
besar. Ibnu Mas'ud pernah bertanya kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad
saw. tentang dosa yang paling besar. Nabi menjawab:

‫أن تجعل ل ندا وهو خلقك‬

Artinya:

Bahwa kamu jadikan sekutu bagi Allah swt. padahal Dialah yang menciptakanmu.

(H.R. Bukhari dan Muslim)

107 Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi
mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang
mereka tidak menyadarinya?(QS. 12:107)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 107


107) ‫ن‬
َ ‫شُعُرو‬
ْ ‫ل َي‬
َ ‫عُة َبْغَتًة َوُهْم‬
َ ‫سا‬
ّ ‫ل َأْو َتْأِتَيُهُم ال‬
ِّ ‫ب ا‬
ِ ‫عَذا‬
َ ‫ن‬
ْ ‫شَيٌة ِم‬
ِ ‫غا‬ ْ ‫)َأَفَأِمُنوا َأ‬
َ ‫ن َتْأِتَيُهْم‬

Apakah orang-orang yang mengakui Allah swt. sebagai Penciptanya bahkan


Pencipta seru sekalian alam dan di samping itu mereka juga menyekutukan-Nya
dengan mengadakan sembahan-sembahan selain pada-Nya akan merasa aman dan
tidak akan ditimpakan azab yang meliputinya, atau apakah mereka merasa aman
akan kedatangan kematian kepadanya secara mendadak yang tidak pernah diduga
sebelumnya? Sekali-kali tidak! Sewaktu-waktu Allah swt. dapat saja menimpakan
kepada mereka azab yang meliputinya, begitu juga sewaktu-waktu Allah swt. dapat
memerintahkan malaikat maut, Izrail, mencabut nyawanya secara mendadak tanpa
diduga sebelumnya apabila Dia menghendakinya. Allah swt. Maha Pelaksana
terhadap apa yang Dia kehendaki sebagaimana firman-Nya:

‫ل ِلَما ُيِريُد‬
ٌ ‫ن َرّبكَ َفّعا‬
ّ ‫ِإ‬

Artinya:

Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

(Q.S. Hud: 107)

Sejalan dengan ayat 107 ini, firman Allah swt.:

‫ن َأْو‬َ ‫جِزيك‬
ِ ‫خَذُهمْ ِفي َتَقّلِبِهْم َفَما ُهكْم ِبُمْع‬
ُ ‫ن َأْو َيْأ‬
َ ‫شُعُرو‬
ْ ‫ل َي‬
َ ‫ث‬
ُ ‫حْي‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ب ِم‬
ُ ‫ض َأْو َيْأِتَيُهُم اْلَعَذا‬
َ ‫لْر‬
َْ ‫ل ِبِهُم ا‬
ُّ ‫ف ا‬
َ ‫س‬
ِ‫خ‬
ْ ‫ن َي‬
ْ ‫ت َأ‬
ِ ‫سّيَئا‬
ّ ‫ن َمَكُروا ال‬
َ ‫ن اّلِذي‬
َ ‫َأَفَأِم‬
ٌ‫حيم‬ ِ ‫ف َر‬ٌ ‫ن َرّبُكْم َلَرُءو‬ ّ ‫ف َفِإ‬
ٍ ‫خّو‬ َ ‫عَلى َت‬َ ‫خَذُهْم‬ ُ ‫َيْأ‬

Artinya:

Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari
bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya
azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari; atau Allah mengazab
mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat
menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai
binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.

(Q.S. An Nahl: 45, 46, 47)

Hikmah disembunyikannya ketentuan kedatangan azab dengan tiba-tiba dan


pencabutan nyawa oleh Izrail secara mendadak ialah supaya mereka selalu di
dalam kekhawatiran akan datangnya yang demikian itu, padahal mereka tetap di
dalam keadaan menyekutukan Allah swt. yang menyebabkan masuknya ke dalam
neraka untuk selama-lamanya. Dengan demikian mereka akan sadar sehingga
penyembahannya itu hanya kepada Allah swt. semata-mata dan tidak
menyekutukan-Nya lagi sedikit pun.

108 Katakanlah: `Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku
mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku
tiada termasuk orang-orang yang musyrik`.(QS. 12:108)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 108

108) ‫ن‬
َ ‫شِرِكي‬
ْ ‫ن اْلُم‬
َ ‫ل َوَما َأَنا ِم‬
ِّ ‫ن ا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ ‫ن اّتَبَعِني َو‬
ِ ‫صيَرٍة َأَنا وََم‬
ِ ‫عَلى َب‬
َ ‫ل‬
ِّ ‫عو ِإَلى ا‬
ُ ‫سِبيِلي َأْد‬ ْ ‫)ُق‬
َ ‫ل َهِذِه‬

Pada ayat ini Allah swt. memerintahkan kepada Muhammad saw. supaya
memberitahu kepada umatnya bahwa dakwah yang dijalankannya begitu juga jalan
yang ditempuhnya seperti bertauhid kepada Allah swt., mengikhlaskan ibadat
kepada-Nya semata-mata adalah menjadi tugas dan kewajibannya. Dia yakin bahwa
usahanya ini akan berhasil karena apa yang dikemukakan dan dilaksanakannya itu
dilandasi dengan bukti-bukti dan hujah yang nyata. Yang demikian itu menjadi
tugas dan kewajiban pula bagi orang-orang yang mempercayai dan mengikutinya
sebagai penerus sehingga segala macam bentuk perbudakan dan perhambaan
musnah dan tersapu bersih di permukaan bumi ini. Perhatikanlah firman Allah swt.:

‫سَنِة‬
َ‫ح‬
َ ‫ظِة اْل‬
َ‫ع‬ِ ‫حْكَمِة َواْلَمْو‬
ِ ‫ك ِباْل‬
َ ‫ل َرّب‬
ِ ‫سِبي‬
َ ‫ع ِإَلى‬
ُ ‫اْد‬

Artinya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.

(Q.S. An Nahl: 125)

Maha Suci Allah swt. dari sangkaan bahwa Dia mempunyai sekutu dalam kuasa-
Nya, dan bahwa ada yang wajib disembah selain Dia. Langit dan bumi serta segala
isinya bahkan semua yang ada bertasbib menyucikan Allah dari hal yang demikian
itu sebagaimana firman Allah swt.:

‫غُفوًرا‬
َ ‫حِليًما‬
َ ‫ن‬
َ ‫حُهْم ِإّنُه َكا‬
َ ‫سِبي‬
ْ ‫ن َت‬
َ ‫ل َتْفَقُهو‬
َ ‫ن‬
ْ ‫حْمِدِه َوَلِك‬
َ ‫ح ِب‬
ُ ‫سّب‬
َ ‫ل ُي‬
ّ ‫يٍء ِإ‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ن ِم‬
ْ ‫ن َوِإ‬
ّ ‫ن ِفيِه‬
ْ ‫ض َوَم‬
ُ ‫لْر‬
َْ ‫سْبُع َوا‬
ّ ‫ت ال‬
ُ ‫سَماَوا‬
ّ ‫ح َلُه ال‬
ُ ‫سّب‬
َ ‫ُت‬

Artinya:
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu
sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun
lagi Maha Pengampun.

(Q.S. Al-Isra': 44)

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Nabi Muhammad saw. tidaklah
termasuk orang-orang yang musyrik dan orang-orang musyrik tidak masuk di dalam
golongannya.

109 Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami
berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka
bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum
mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?(QS.
12:109)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 109

ُ‫ن َقْبِلِهكْم َوَلكَدار‬


ْ ‫ن ِمك‬َ ‫عاِقَبكُة اّلكِذي‬
َ ‫ن‬ َ ‫ف َكككا‬
َ ‫ظكُروا َكْيك‬
ُ ‫لْرضِ َفَيْن‬
َْ ‫سككيُروا ِفكي ا‬
ِ ‫ل اْلُقَرى َأَفَلْم َي‬
ِ ‫ن َأْه‬
ْ ‫حي ِإَلْيِهْم ِم‬
ِ ‫ل ُنو‬
ً ‫جا‬
َ ‫ل ِر‬
ّ ‫ك ِإ‬
َ ‫ن َقْبِل‬
ْ ‫سْلَنا ِم‬
َ ‫َوَما َأْر‬
109) ‫ن‬ َ ‫ل َتْعِقُلو‬ َ ‫ن اّتَقْوا َأَف‬
َ ‫خْيٌر ِلّلِذي‬
َ ‫خَرِة‬
ِ‫ل‬ ْ ‫)ا‬

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa Dia tidak mengutus Rasul-rasul
sebelum Muhammad saw. kecuali laki-laki, bukan Malaikat dan bukan perempuan.
Dia menurunkan kepada mereka wahyu dan diperkuat dengan jiwa yang mantap.
Mereka itu diambil dari orang-orang di antara penduduk negeri supaya penduduk
negeri lain mengikutinya jika mereka itu beriman. Ini merupakan jawaban terhadap
syubhat yang dilancarkan oleh orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad
saw. yang menghendaki supaya Rasul yang diutus itu terdiri dari jenis malaikat
sebagaimana dihikayatkan Allah swt. di dalam firman-Nya:

‫لِئَكًة‬
َ ‫ل َم‬
َ ‫لْنَز‬
َ ‫ل‬
ُّ ‫شاَء ا‬
َ ‫َوَلْو‬

Artinya:

Dan kalau Allah menghendaki tentu Dia mengutus beberapa orang Malaikat.

(Q.S. Al-Mu'minun: 24)


Tidakkah orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan kenabian Muhammad
saw. dan mengingkari apa yang dibawanya seperti mentauhidkan Allah,
mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya bepergian di muka bumi
dan melihat serta menyaksikan bagaimana kesudahan orang-orang yang
mendustakan Rasul-rasul dahulu itu. Mereka dibinasakan, negerinya dihancurkan
seperti kaum Nabi Hud, kaum Nabi Saleh dan lain-lainnya. Sebaliknya orang-orang
yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut mempersekutukan Allah, tidak
berbuat dosa dan maksiat akan memperoleh kesenangan nanti di negeri akhirat
yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan apa yang didapat orang-orang
musyrik di dunia ini. Apakah mereka tidak sampai memikirkan perbedaan
pembatasan antara orang-orang yang ingkar dan orang-orang yang percaya.
Kesenangan yang didapat di dunia oleh orang-orang yang ingkar itu sangat
terbatas. Apabila mereka meninggal dunia berakhirlah kesenangan itu, dan di
negeri akhirat kelak mereka mendapat azab yang amat pedih tak henti-hentinya.
Dan kesenangan yang diperoleh orang-orang yang beriman itu, tidak saja di dunia
tetapi lebih-lebih di negeri akhirat nanti, karena kesenangan yang diperolehnya itu
terus-menerus tak terbatas jangka waktunya.

110 Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang
keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah
kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami
kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.
(QS. 12:110)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 110

110) ‫ن‬
َ ‫جِرِمي‬
ْ ‫ن اْلَقْوِم اْلُم‬
ِ‫ع‬
َ ‫سَنا‬
ُ ‫ل ُيَرّد َبْأ‬
َ ‫شاُء َو‬
َ ‫ن َن‬
ْ ‫ي َم‬
َ‫ج‬ّ ‫صُرَنا َفُن‬
ْ ‫جاَءُهْم َن‬
َ ‫ظّنوا َأّنُهْم َقْد ُكِذُبوا‬
َ ‫ل َو‬
ُ‫س‬ُ ‫س الّر‬
َ ‫سَتْيَئ‬ َ)
ْ ‫حّتى ِإَذا ا‬

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa di kala rasul-rasul yang diutus itu
seakan-akan berputus asa tidak mempunyai harapan lagi tentang kemungkinan
kaumnya beriman karena Rasul-rasul itu didustakan oleh kaumnya, ditentang
sehebat-hebatnya risalah yang dibawanya, datanglah pertolongan Allah swt.
kepada Rasul-rasul itu. Demikianlah sunnatullah yang telah berlaku pada umat-
umat terdahulu. Allah swt. mengutus Rasul-rasul-Nya dengan bukti-bukti yang
nyata dan diperkuat dengan mukjizat. Setelah Rasul-rasul itu ditentang oleh
kaumnya, didustakan dan dimusuhinya dan mereka merasakan tekanan yang amat
berat, timbullah suatu perasaan seakan-akan mereka berputus asa karena tidak
ada harapan lagi kaumnya akan beriman dan kemenangan yang ditunggu-tunggu
belum juga datang, maka pada saat itulah pertolongan Allah swt. datang, dan
kepada orang-orang yang mendustakan mereka ditimpakan azab dengan tiba-tiba
seperti halnya topan yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh, angin ribut yang
membinasakan `Ad kaum Nabi Hud, siksaan yang menimpa Samud dan bencana
yang melanda negeri dan kaum Nabi Lut sebagaimana tercantum dalam firman
Allah swt.:

ْ‫ظِلَمُه كم‬
ْ ‫ل ك ِلَي‬
ُّ ‫ن ا‬ َ ‫ت َفَما َكككا‬ِ ‫سُلُهْم ِباْلَبّيَنا‬
ُ ‫ت َأَتْتُهْم ُر‬
ِ ‫ن َواْلُمْؤَتِفَكا‬
َ ‫ب َمْدَي‬
ِ ‫حا‬
َ‫ص‬
ْ ‫عاٍد َوَثُموَد َوَقْوِم ِإْبَراِهيَم َوَأ‬
َ ‫ح َو‬
ٍ ‫ن َقْبِلِهْم َقْوِم ُنو‬
ْ ‫ن ِم‬
َ ‫َأَلْم َيْأِتِهْم َنَبُأ اّلِذي‬
َ ‫ظِلُمو‬
‫ن‬ ْ ‫سُهْم َي‬ َ ‫ن َكاُنوا َأْنُف‬ْ ‫َوَلِك‬

Artinya:

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum
mereka (yaitu) kaum Nuh, Ad, Samud, kaum Nabi Ibrahim, penduduk Madyan dan
(penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-
rasul dengan membawa keterangan yang nyata. Maka Allah tidaklah sekali-kali
menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

(Q.S. At Taubah: 70)

Orang-orang Quraisy yang tidak mau insaf dan kembali ke jalan yang benar
sekalipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, maka pada saatnya nanti Allah
akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka. Sedang Muhammad diberi
pertolongan seperti kemenangan-kemenangan yang telah diperolehnya sejak
peperangan Badar dan seterusnya pada peperangan-peperangan berikutnya. Allah
swt. menyelamatkan Rasul-rasul-Nya beserta kaumnya yang beriman kepada-Nya,
sedang orang-orang yang ingkar kepada Allah swt. dan mendustakan Rasul-rasul-
Nya dan agama yang dibawanya akan diazab, dan tidak seorang pun dari mereka
yang dapat menolak dan mengelak dari azab Allah itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 110

110) ‫ن‬
َ ‫جِرِمي‬
ْ ‫ن اْلَقْوِم اْلُم‬
ِ‫ع‬
َ ‫سَنا‬
ُ ‫ل ُيَرّد َبْأ‬
َ ‫شاُء َو‬
َ ‫ن َن‬
ْ ‫ي َم‬
َ‫ج‬ّ ‫صُرَنا َفُن‬
ْ ‫جاَءُهْم َن‬
َ ‫ظّنوا َأّنُهْم َقْد ُكِذُبوا‬
َ ‫ل َو‬
ُ‫س‬ُ ‫س الّر‬
َ ‫سَتْيَئ‬ َ)
ْ ‫حّتى ِإَذا ا‬

(Sehingga) lafal hattaa menunjukkan makna batas atau limit waktu daripada
pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya, "Kami tidak mengutus sebelum
kalian melainkan seorang laki-laki..." Artinya: Maka Allah menangguhkan
pertolongan-Nya terhadap mereka hingga (bila merasa putus asa) putus harapan
(para rasul itu dan mereka telah menyakini) para rasul itu merasa yakin
(bahwasanya mereka benar-benar telah didustakan) sungguh-sungguh didustakan
sehingga mereka tidak dapat diharapkan lagi untuk beriman; makna ini dibaca
kudzdzibuu. Bila dibaca kudzibuu tanpa memakai tasydid, artinya umat-umat
tersebut merasa yakin bahwa para rasul telah mengingkari ancaman yang telah
mereka berikan kepadanya, yaitu mendapat pertolongan dari Allah (maka
datanglah pertolongan Kami kepada mereka lalu Kami selamatkan) dibaca dengan
memakai dua huruf nun yang pertama dibaca takhfif sedang yang kedua dibaca
tasydid, atau dibaca nujjiya menjadi fi`il madhi (orang-orang yang Kami kehendaki.
Dan tidak dapat ditolak siksa Kami) azab Kami (daripada orang-orang yang
berdosa.) yakni orang-orang musyrik.

111 Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-
orang yang mempunyai akal. Al quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat akan
tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala
sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS. 12:111)

::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 111

‫حَمكًة ِلَقكْوٍم‬ْ ‫يٍء َوُهكًدى َوَر‬


ْ ‫شك‬
َ ‫ل‬
ّ ‫ل ُكك‬
َ ‫صككي‬
ِ ‫ن َيكَدْيِه َوَتْف‬
َ ‫ق اّلكِذي َبْيك‬
َ ‫صِدي‬
ْ ‫ن َت‬
ْ ‫حِديًثا ُيْفَتَرى َوَلِك‬
َ ‫ن‬
َ ‫ب َما َكا‬
ِ ‫لْلَبا‬
َْ ‫لوِلي ا‬
ُِ ‫عْبَرٌة‬
ِ ‫صِهْم‬
ِ ‫ص‬
َ ‫ن ِفي َق‬
َ ‫َلَقْد َكا‬
111) ‫ن‬ َ ‫)ُيْؤِمُنو‬

Pada ayat ini, Allah swt. menerangkan bahwa semua kisah Nabi-nabi terutama Nabi
Yusuf as. bersama ayah dan saudara-saudaranya adalah pengajaran bagi orang-
orang yang mempunyai akal sehat, pikiran waras, sedang orang-orang yang lalai
yang tidak memanfaatkan akal dan pikirannya itu untuk mendalami dan memahami
kenyataan-kenyataan yang ada, maka kisah Nabi tersebut tidak akan bermanfaat
baginya, tidak akan mengambil pelajaran dan peringatan daripadanya. Yang
mampu dan kuasa menyelamatkan Nabi Yusuf setelah ia dibuang ke dasar sumur,
mengangkat derajatnya sesudah ia dipenjarakan, menguasai negeri Mesir sesudah
dijual dengan harga murah, meninggikan pangkatnya dari saudara-saudaranya
yang ingin membinasakannya, mengumpulkan mereka kembali bersama kedua
orang tuanya sesudah berpisah sekian lama, yang datang dari tempat jauh,
tentunya sanggup dan kuasa pula memuliakan Muhammad, meninggikan
kalimatnya, memenangkan agama yang dibawanya, membantu dan
menguatkannya dengan tentara dan pengikut serta pendukung setia, sekalipun di
dalam menjalani semuanya itu, sekali-sekali ia mengalami kesukaran dan kesulitan.
Kitab Suci Alquran yang membawa kisah-kisah tersebut, bukanlah suatu cerita yang
dibikin-bikin dan diada-adakan. tetapi ia adalah wahyu yang diturunkan dari Allah
swt. dan ia mempunyai daya melemahkan tokoh-tokoh sastra dan pembawa berita
yang ulung untuk menyusun yang seperti itu, dan ia diberitakan dari orang-orang
yang tidak pernah mempelajari buku-buku dan tidak pernah bergaul dengan ulama-
ulama cerdik pandai. Bahkan kitab Suci Alquran itu membenarkan isi kitab-kitab
samawi yang diturunkan kepada Nabi-nabi sebelumnya, seperti kitab Taurat, kitab
Injil dan kitab Zabur, tentunya ia masih murni, bukan yang sudah ditambah dengan
khurafat dan lain-lain hal yang tidak menggambarkan lagi kemurniannya. Di dalam
kitab Suci Alquran itu diuraikan dengan jelas perintah-perintah Allah, larangan-
larangan-Nya, janji-janji dan ancaman-Nya, sifat kesempurnaan yang wajib bagi-Nya
dan Maha Suci dari sifat-sifat kekurangan dan hal-hal yang lain sebagaimana firman
Allah swt.:

‫يٍء‬
ْ ‫ش‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ب ِم‬
ِ ‫طَنا ِفي اْلِكَتا‬
ْ ‫َما َفّر‬

Artinya:

Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab.

At Taubah: 70)

Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang yang meneliti dan mendalami isinya dan
orang-orang yang membacanya dengan penuh kesadaran. Dia akan membimbing
ke jalan yang benar, amal saleh dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia adalah
rahmat bagi orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang membenarkan dan
mempercayainya serta mengamalkan isinya, karena iman itu ialah ucapan yang
dibenarkan oleh hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan.