Anda di halaman 1dari 3

AING SALAMUL BAKIR, S.

Sos
NIP : 030241412
Diklatpim Tk. III Dephan Tahun 2008

UPAYA MENGATASI MENURUNNYA NILAI-NILAI NASIONALISME

Nasionalisme merupakan suatu paham, dimana di dalamnya dituntut suatu


pengorbanan berupa kesetiaan total dari tiap individu terhadap bangsa dan
negara, yang berarti bahwa kepentingan negara dan bangsa adalah yang utama
di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semakin kuat rasa nasionalisme yang
dimiliki rakyat di suatu negara semakin kuat pertahanan negara tersebut untuk
menahan berbagai ancaman. Sebaliknya semakin lemah rasa nasionalisme
semakin lemah pula pertahanan bangsa itu.

Sejarah mencatat berbagai kasus yang menggugah rasa kebangsaan


seperti kasus perebutan wilayah Sipadan dan Ligitan dan kasus Ambalat menjadi
isu-isu yang mengancam kedaulatan bangsa Indonesia. Gerakan separatisme
yang menceraiberaikan bangsa, seperti RMS (Republik Maluku Selatan) yang
dilakukan secara terang-terangan di depan Kepala Negara. Seperti terjadi di
lapangan Merdeka, Ambon Maluku, saat itu beberapa penari Cakalele
mengibarkan bendera RMS di tengah momen peringatan Hari Keluarga Nasional
dan menariknya beberapa media memuat berita pengibaran bendera Bintang
Kejora oleh sekelompok orang yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka
(OPM).

Ulah pihak asing yang ingin mengambil alih kekayaan seni dan budaya
Indonesia seperti Malaysia mengklaim terhadap lagu Rasa Sayange dan kesenian
Reog Ponorogo.

Deretan aksi-aksi tersebut tentu saja sangat membahayakan kedaulatan


negara. Ada berbagai tanggapan terhadap aksi tersebut diantaranya mengecam
dan kemudian mau turun tangan untuk membela negara merupakan salah satu
indikasi masih meleknya rasa kebangsaan dalam diri bangsa Indonesia.
2

Juga ada yang menolak dan menyerahkan sepenuhnya persoalan kepada


pemerintah. Sementara ada yang tidak menganggap aksi-aksi tersebut sebagai
ancaman.

Terhadap pendapat bahwa tidak menganggap aksi-aksi tersebut sebagai


ancman ini bukti menipisnya rasa nasionalisme di kalangan sebagian Bangsa
Indonesia. Hal tersebut merupakan ancaman yang cukup seruis bagi keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab dengan memudarnya
nasionalisme, terbuka pula peluang bagi terciptanya konflik-konflik kedaerahan
yang mengancam kedaulatan negara. Hal ini tidak boleh dibiarkan, mengingat
kemerdekaan Indonesia tidak dicapai dengan mudah, tetapi ditempuh melalui
perjalanan dan perjuangan panjang para pahlawan.

Upaya untuk mengatasi cinta tanah air, yang menurut agama Islam hubbul
wathan minal iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman), antara lain dapat
diwujudkan dengan cara sebagai berikut :

1. Menanamkan rasa untuk mencintai produk-produk lokal, yang dalam era


globalisasi telah menjadikan Indonesia banjir produk-produk asing.

2. Aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang bisa menjadi tempat untuk
mendulang prestasi dalam sisi kemanusiaan.

3. Aktif dalam kegiatan seni dan olah raga. Seni dan olah raga dinilai sebagai
bidang yang bisa dijadikan sebagai wadah untuk mencapai prestasi
gemilang.

4. Mengikuti upacara bendera.

5. Melibatkan diri dalam organisasi kepemudaan.

6. Bertindak positif saat berada di negara lain.

7. Memajukan pendidikan yang belakangan ini nasionalisme pendidikan


dikeluhkan banyak pihak karena orientasi pendidikan cenderung kapitalis
dan menghamba masyarakat industri. Pendidikan seharusnya mengajarkan
tiga hal kepada siswa, yakni menghidupi diri sendiri, kehidupan yang
bermakna, dan memuliakan kehidupan.
3

8. Pemberantasan korupsi terhadap koruptor kelas kakap dan penegakan


hukum dan keadilan.