Anda di halaman 1dari 37
BBUUKKUU CCAATTAATTAANN olEH : Muhammad Ivan suryadi Distribusi tenaga listrik Semester 3 Transmisi, Distribusi
BBUUKKUU CCAATTAATTAANN
olEH :
Muhammad Ivan suryadi
Distribusi tenaga listrik
Semester 3
Transmisi, Distribusi beserta Perhitungan dan analisanya
Dosen : Bpk A.Tatang
family
Semester 3
Distribusi tenaga listrik Semester 3 First Session PENDAHULUAN Guna Saluran Transmisi dan Distribusi : è
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
First Session
PENDAHULUAN
Guna Saluran Transmisi dan Distribusi :
è Untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat – pusat pembangkit tenaga listrik ke
pusat – pusat beban ( Load Center ).
Fungsi Saluran Distribusi dan transmisi :
ð
Sebagai media penghubung antara : Power Plan; Sub-Station ( Gardu Induk – GI );
Load Center ( Pusat Beban ).
Untuk membedakan saluran transmisi dan distribusi dilihat dari tegangan yang melaluinya.
STANDARD TEGANGAN PADA JARINGAN
No
Negara
Transmisi
Distribusi
01
amrerika
≥ 34.5 KV
4.16 – 27 KV
02
Inggris
66 KV;132KV;275KV
6.6KV;11KV;33KV
03
Jepang
≥ 7KV
< 7KV
04
Indonesia
70KV;150KV;250KV;500KV
6KV;20KV
Pengaruh Tegangan di-UP-kan pada daya yang sama.
ð
ð
Daya Guna Penyaluran akan naik
Kenaikan Isolasi
ð
Cost Equipment Gardu Induk + Jaringan
Hal – Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan Tegangan:
ð Perhitungan Daya yang akan disalurkan
ð Jumlah rangkaian
ð Jarak Penyaluran
ð Kehandalan
ð Harga Peralatan
ð Pengembangan
ð Regulasi Tegangan
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
2
Distribusi tenaga listrik Semester 3 ð Standardisasi Peralatan yang telah ada Faktor – Faktor yang
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
ð
Standardisasi Peralatan yang telah ada
Faktor – Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan tegangan :
ð
Faktor Tekno-Ekonomis
Dengan perubahan tegangan dapat menimbulkan masalah teknis yang akan
berdampak pada ekonomi( dengan kualitas yang didapat adalah baik).
ð
Faktor Kepadatan Penduduk
Dengan adanya kepadatan penduduk menimbulkan tingkat pelayanan yang sangat
tinggi dan akan menimbulkan ketidakstabilan sistim.
ð
Faktor Besar Daya Listrik yang akan disalurkan dari PTL ke Load Centre.
ð
Faktor Jarak
ð
Faktor Perencanaan Jangka Panjang
ð
factor Kemajuan (Ilmu) Teknik masing – masing Negara ( each country ).
TEGANGAN JATUH ( Drop Voltage )
Tegangan Jatuh (
Drop Voltage ) pada saluran merupakan selisih tegangan antara
tegangan kirim dan tegangan penerima.
Besar Drop Voltage tergantung pada :
- Impedansi dan Admitansi Saluran.
- Power Faktor ( pf ). è Berhubungan dengan cos f
Drop Tegangan Relative ( Regulasi Tegangan Jatuh )
Adapun rumusan dari Regulasi tegangan jatuh adalah :
( )
x 100%
è Besarnya ± 5-10 % ( Rata – rata dengan hasil BAIK )
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
3
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Next Session ( November 2 nd 2007 ) SALURAN DISTRIBUSI
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Next Session ( November 2 nd 2007 )
SALURAN DISTRIBUSI
1. Overhead line ( Saluran Udara )
Example : Saluran Udara Tegangan Menengah ( SUTM )
2. Underground ( Saluran Bawah Tanah )
Example : Saluran Kabel Tegangan Menengah ( SKTM )
Gambaran Menara ( Tiang Listrik ) à Electrical’s Pillar
Menara 3 Phasa, 3 Kawat
Menara 3 Phasa, 4 Kawat
Penghantar Netral
Penghantar
Isolator
Tiang
Menara
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
4
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Komponen – komponen 1. Tiang Bahan <Material> : Bentuk :
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Komponen – komponen
1. Tiang
Bahan <Material> :
Bentuk :
- Kayu ( Wood )
- Kotak
- Besi ( Iron )
- Lingkaran
- Beton ( Concrete )
2. Isolator
Bahan <Material> :
Bentuk :
- Kaca ( Glass )
- Mika
- Pyn Type
- Duduk
- Porcelain
- Karet
- Udara ( Air )
3.
Konduktor
Bahan<Material> :
- Cu ( Tembaga )
# Cu murni ( 100% )
# Cu murni++ ( 97% )
- Al ( Aluminium )
# Al murni ( misalnya A2C à All Aluminium Conductor )
# Al camp. ( misalnya A3C à All Aluminium Alloy Conductor )
Perbandingan antara Cu dan Al
Cu
Al murni
Al campuran
W
W
W
Tahanan Jenis ( r )
54
34 W
31
W
W
Konduktivitas (
r
)
Keterangan :
Pada saat kondisi penghantar dengan nilai tahanan yang sama
ð
R Cu = R Al
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
5
Distribusi tenaga listrik Semester 3 ð Cu lebih berat ð Luas Penampang Al lebih besar
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
ð Cu lebih berat
ð Luas Penampang Al lebih besar dibandingkan dengan luas penampang Cu
Hal ini dapat dibuktikan dengan mempergunakan rumus :
r.
R =
, maka dengan R yang sama, diperoleh : ( Kita misalkan 1 W )
Untuk Cu, berlaku :
Untuk Al murni, berlaku :
.
1
=
1 =
.
Untuk Al campuran, berlaku :
.
1
=
Dari semua rumusan di atas, maka luas penampang memiliki rumusan sbb :
1
.
1
54
=
= ( dengan panjang dianggap sama pula = 1 m )
.
1
54
1
.
1
34
.
=
= ( dengan panjang dianggap sama pula = 1 m )
1
34
1
.
1
31
=
=
. ( dengan panjang dianggap sama pula = 1 m )
1
31
Konfigurasi Sistim
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
6
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Terdapat 4 sistim, yaitu : 1. Sistim Radial Gambar Rangkaian
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Terdapat 4 sistim, yaitu :
1.
Sistim Radial
Gambar Rangkaian
DS
DS
BUS
GD
CS
CB
Penjelasan : Sistim ini merupakan sistim terbuka yang disupp;y scara Radial
melelui gardu listrik ke konsumen ( terpisah satu sama lain ).
Kelebihan :
- Lebih sederhana
- Lebih Ekonomis
Kelemahan :
- Kurang Handal ( isn’t riable )
- Kontinuitas tidak terjamin
- Stabilitas tegangan rendah
- Daya terbatas
Apabila terjadi kerusakan ( mis: disambar petir, maka semua komponen yang
rusak harus diganti dan ini membutuhkan waktu yang relative lama ).
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
7
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Untuk mengantisipasi kelemahan – kelemahan yang terjadi di atas, maka
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Untuk mengantisipasi kelemahan – kelemahan yang terjadi di atas, maka sistim
dapat dibuat secara parallel. Adapun rangkaian dari sistim tersebut terdapat
pada gambar di bawah ini :
Analisa : Apabila terjadi gangguan, maka maintenance hanya menukar padaline
lainnya yang tidak rusak.
Gangguan
Penyakit
Timbul
Akibat
Internal
- Keausan
Hubung Singkat
- Ketuaan
I >>
( arus sangat besar )
Eksternal
-
Petir
Putus
I >> atau I >
-
Burung
-
Pohon
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
8
Distribusi tenaga listrik Semester 3 2. Sistim Loop Gambar Rangkaian Penjelasan : Sistim ini adalah
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
2.
Sistim Loop
Gambar Rangkaian
Penjelasan : Sistim ini adalah sistim tertutup yang pendistribusian tenaga listrik
berasal dari substasiun ke pusat beban melalui dua atau lebih saluran feeder yang
saling berhubungan membentuk rangkaian tertutup.
Kebaikan :
-
Handal ( is riable )
-
Kontinuitas yang terjamin
-
-
Regulasi Besar
Kualitas Tegangan lebih baik
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
9
Distribusi tenaga listrik Semester 3 3. Sistim Spindel ( Belum ada penjelasan ) 4. Sistim
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
3. Sistim Spindel
( Belum ada penjelasan )
4. Sistim Grid
Gambar Rangkaian
Penjelasan : Sistim ini merupakan sistim terpadu yang biasanya digunakan pada
tempat – tempat strategis. ( Istana dll ).
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
10
Distribusi tenaga listrik Semester 3 KARAKTERISTIK KOMPONEN Pada saluran Udara maupun pada kabel, memiliki :
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
KARAKTERISTIK KOMPONEN
Pada saluran Udara maupun pada kabel, memiliki :
ð
Impedansi
Z = R ± j X
à Komponen RLC
Z 1 = R 1 + j X
r.
W
- R 1 =
- X 1 = 0.1447 log
GMD è √
( meter )
Perhatikan Gambar Konfigurasi berikut :
GMR è Tergantung luas penampang yang dapat menentukan jumlah urat ( strand ).
x r ( Berlaku untuk solid )
TABEL
Jumah Strand
Luas Penampang
GMR
7
>16 mm 2 dan ≤ 70mm 2
0.726 r
19
>70 mm 2 dan ≤250mm 2
0.758 r
38
0.768 r
61
0.772 r
91
0.774 r
127
0.776 r
30
( 2 lapis )
0.826 r
26
( 2 lapis )
0.809 r
54
( 2 lapis )
0.810 r
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
11
Distribusi tenaga listrik Semester 3 KONFIGURASI LINE Ø SUTM 3 phasa, 3 Kawat Ø SUTM
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
KONFIGURASI LINE
Ø
SUTM 3 phasa, 3 Kawat
Ø
SUTM 3 Phasa, 4 Kawat
Untuk sistim 3 f harus ditinjau dari komponen simetris
Ø
Urutan Positif ( 1 )
Ø
Urutan Negatif ( 2 )
Ø
Urutan Nol ( 0 )
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
12
Distribusi tenaga listrik Semester 3 SALURAN 3f , 3 KAWAT Nilai Impedansi urutan positif =
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
SALURAN 3f , 3 KAWAT
Nilai Impedansi urutan positif = Impedansi urutan negatif ( perbedaan hanya terletak pada arahnya
saja ).
Impedansi Positif = Impedansi Negatif ( Z 1 = Z 2 )
Z 1 = R 1 + j x 1 ( ohm/km)
r.
W
R
1 =
Keterangan :
r = massa jenis penghantar ( Wmm 2 /m)
l
= panjang [ jarak ] penghantar ( meter )
ð
Jika panjang penghantar 50 km, maka kita jadikan terlebih dahulu tahanan dalam
ohm per kilometer sehingga l kita jadikan bernilai 1000 m ( 1 km ).
A = luas penampang penghantar ( m 2 )
X
1 = 0.1447 log
Keterangan :
X
1 = reaktansi ( W )
GMD = nilai matematis pada jarak antar penghantar ( m )
GMR = nilai matematis penghantar terhadap luas penampangnya ( mm).
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
13
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Impedansi urutan nol ( Z 0 ) R 0 =
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Impedansi urutan nol ( Z 0 )
R 0 = R 1 + R E
Dimana :
R 0 = tahanan penghantar urutan nol ( ohm/km )
R 1 = tahanan penghantar urutan positif dan negatif ( ohm/kilometer )
R E = ketetapan tahanan ( sebesar 1.5127 ohm/kilometer )
X 0 = ( X a + X e - 2 X d )
Dimana :
X 0 = reaktansi urutan nol ( ohm/kilometer )
X a = 0.1447 log ( ohm/kilometer )
X d = 0.1447 log GMD ( ohm/kilometer )
Saluran Equivalen
Is
Z
IR
Vs
VR
I S = I R è I R < - f ampere
V S = V R + I . Z
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
14
Distribusi tenaga listrik Semester 3 V S = V R + I R < -
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
V S = V R + I R < - f . Z 1 < f ( volt )
∆ V = I R < - f . Z 1 < f ( volt )
% V R =
× 100% ( )
P S = V S . I S . cos f S . √3 ( watt )
P R = V R . I R . cos f R . √3 ( watt )
h =
× 100%
Contoh soal :
Penghantar yang digunakan adalah tipe A3C, dengan luas penampang 150 m 2 dan panjang
saluran adalah 50 km.
Tentukan :
a.
b.
c.
Impedansi urutan positif dan negatif
Impedansi urutan nol
Tegangan Ujung Kirim ( V S ), jika arus beban 100 ampere dengan 0.8 lagging dan V R =
18.8 kV
d.
Regulasi tegangan
e.
Daya Input ( kW )
Penyelesaian :
a. Impedansi Urutan positif dan negative
ð Prinsip bahwa Nilai Impedansi urutan positif = nilai impedansi urutan negatif
Z 1 = Z 2
Z 1 = R 1 + j x 1 ( ohm/km)1
ð R 1 = r . dengan ( r A3C = W 2/ )
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
15
Distribusi tenaga listrik Semester 3 × R 1 = = 0.215 ℎ / keterangan :
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
×
R 1 =
= 0.215 ℎ /
keterangan : l = 1000 m ( 1 km ) karena menggunakan satuan ohm/km
ð
X 1 ( karena penghantar memiliki luas penampang sebesar 150mm 2 , maka penghantar
tersebut memiliki 19 urat, sehingga nilai GMRnya adalah 0.758 r )
X 1 = 0.1447 log
( ohm / kilometer )
Nilai GMR = 0.758 r = 0.758 . p = 0.758 = 5.237 mm = 5.237 x 10 -3 meter
p
Nilai GMD = √
= √0,8 . 0,8 . 1,6 = 1.008 meter
.
MAka,
X 1 = 0.1447 log
= 0.1447 log . = 0.33 ℎ /
.
.
ð
Z 1 = R 1 + j X 1
Z 1 = ( 0.215 + j 0.33 ) ohm/km
Maka, impedansi urutan positif dan negatif pada saluran sepanjang 50 km adalah :
Z
1(50)
Z
= 50 km x ( 0.215 + j 0.33 ) ohm/km
= 10.75 + j 16.52 ohm
1(50)
= 19,71 < 56.95 ohm
Z 1(50)
b.
Impedansi urutan nol
Z 0 = R 0 + j X 0
ð
R 0
= R 1 + R e
=
0.215 + 0.148 = 0.363 ohm/km
R 0
= 0.363 ohm/km
ð
X 0
= ( X a + X e – 2 X d )
-
X a = 0.1447 log = 0.1447 log
= 0.33 ohm/km
.
-
X e = 1.5127 ohm / km
-
2 X d = 2 ( 0.1447 log GMD ) = 2 ( 0.1447 log 1.008 ) = 0.007 ohm / km
X 0
= ( 0.33 + 1.5127 – 0.007 ) = 1.8357 ohm/km
Z 0
= R 0 + j X 0
=
( 0.363 + j 1.837 ) ohm/km
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
16
Distribusi tenaga listrik Semester 3 = 50 km ( 0.363 + j1.837 ohm/km ) Z
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
= 50 km ( 0.363 + j1.837 ohm/km )
Z 0(50)
= 18.15 + j 91.85 ohm =
Z 0(50)
c.
Tegangan ujung kirim ( V S ), jika arus beban 100 ampere dengan 0.8 lagging dan V R =
18.8 kV = 18800 volt
V S
= V R + I < -f . Z 1(50) < f
V S1 f
=
+
100 <
−36.87 × 19.71 < 56.95
=
10854.2 + 1971 < 20.08
=
10854.2 + ( 1851.1 + j633.03 )
=
12705.3 + j633.03
V S1 f
= 12723.3 < 3.05
Karena jaringan ini merupakan jaringan 3f, maka kita gunakan pula tegangan supply
3f, sehingga mendapatkan nilai :
V S3 f = 12723.3 < 3.05 (√3 ) = 22037.4 volt atau 22.0374 kV
d.
Regulasi tegangan
% V R =
× 100% ( )
Maka didapatkan nilai regulasi sebesar :
%V R =
× 100 % =
× 100% = 17.22 %
.
e.
Daya Input ( kW )
P S = V S . I S . cos f S . √3 ( watt )
Maka didapatkan nilai daya input sebesar :
P S = V S x I S x cos f S. √3 = 22.0374 x 100 x cos 39.92 x √3
P S = 2927.35 kW
Sudut 39.92 berasal dari 3.05 – (-36.87 )
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
17
Distribusi tenaga listrik Semester 3 SALURAN 3f , 4 KAWAT Nilai Impedansi urutan positif =
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
SALURAN 3f , 4 KAWAT
Nilai Impedansi urutan positif = Impedansi urutan negatif ( perbedaan hanya terletak pada arahnya
saja ).
Impedansi Positif = Impedansi Negatif ( Z 1 = Z 2 )
r.
W
R
1 =
Keterangan :
r = massa jenis penghantar ( Wmm 2 /m)
l
= panjang [ jarak ] penghantar ( meter )
ð
Jika panjang penghantar 50 km, maka kita jadikan terlebih dahulu tahanan dalam
ohm per kilometer sehingga l kita jadikan bernilai 1000 m ( 1 km ).
A = luas penampang penghantar ( m 2 )
X
1 = 0.1447 log
Keterangan :
X
1 = reaktansi ( W )
GMD = nilai matematis pada jarak antar penghantar ( m )
GMR = nilai matematis penghantar terhadap luas penampangnya ( mm).
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
18
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Impedansi urutan nol ( Z 0 ungrounded ) R 0
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Impedansi urutan nol ( Z 0 ungrounded )
R 0 = R 1 + R E
Dimana :
R 0 = tahanan penghantar urutan nol ( ohm/km )
R 1 = tahanan penghantar urutan positif dan negatif ( ohm/kilometer )
R E = ketetapan tahanan ( sebesar 0.148 ohm/kilometer )
X 0 = ( X a + X e - 2 X d )
Dimana :
X 0 = reaktansi urutan nol ( ohm/kilometer )
X a = 0.1447 log ( ohm/kilometer )
X e = 1.5127 ( ohm/kilometer )
X d = 0.1447 log GMD ( ohm/kilometer )
Dalam analisa sistim 3f dengan metoda 4 kawat, terdapat pula impedansi
ungrounded ( yaitu impedansi urutan nol yang telah kita cari sebelumnya ). Dimana, pada
sistim ini kita mencari pula nilai impedansi Grounded. Adapun rumusnya adalah sbb :
( )
Z MULTIGROUNDED = Z UNGROUNDED –
Dimana :
Z MULTIGROUNDED = Impedansi pada metoda 4 kawat
( ohm/km)
= Impedansi urutan nol
( ohm/km)
Z GROUNDED
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
19
Distribusi tenaga listrik Semester 3 = + ( − ) ( ohm/km ) Z an
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
=
+
( −
)
( ohm/km )
Z an
= +
+
(
+ )
( ohm/km )
Z nn
r.
W
ð
Rn
=
( jenis penghantar netral )
ð
X dn = 0.1447 log GMD N ( ohm/km )
ð
X N = 0.1447 log
( ohm/km )
ð
GMD N = Perbandingan jarak antara penghantar dengan netral ( meter )
ð
GMR N = Nilai GMR pada netral ( mm )
Saluran Equivalen
Is
Z
IR
Vs
VR
I S = I R è I R < - f ampere
V S = V R + I . Z
V S = V R + I R < - f . Z 1 < f ( volt )
∆ V = I R < - f . Z 1 < f ( volt )
% V R =
× 100% ( )
P S = V S . I S . cos f S . √3 ( watt )
P R = V R . I R . cos f R . √3 ( watt )
h =
× 100%
Keterangan : Untuk analisa rangkaian, impedansi urutan nol tidak digunakan, sehingga penyelesaian
seperti pada metoda 3 kawat.
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
20
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Contoh Soal : Penghantar yang digunakan untuk Line dan Netral
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Contoh Soal :
Penghantar yang digunakan untuk Line dan Netral : A2C 95 mm 2 dengan panjang saluran 50
km.
1.
Hitunglah besar impedansi urutan ( + ) dan nol dari saluran tersebut
2.
Bila saluran di atas dibebani dengan daya 4MW pada pf = 0.707 lag dan Tegangan
beban adalah 20 KV V R , tentukan :
- Besar Tegangan Ujung Kirim ( V S ) ( volt )
- Besar Regulasi tergangan ( % )
- Effisiensi
Penyelesaian:
1.
ð
GMD PENGHANTAR = √
- D ab = D bc = √0.6 + 0.8
= 1 m
- D ac = 1.2 m
Maka besar GMD PENGHANTAR = √1 × 1 × 1.2 = 1.06
ð
GMR penghantar = GMR netral ( karena jenis dan luas penampang penghantar dan
netral sama ) è 95 mm 2 = 19 urat = 0.758 r
Nilai GMR = 0.758 r = 0.758 . p = 0.758 = 4.16 mm = 4.16 x 10 -3 meter
p
Z 1 = R 1 + j x 1 ( ohm/km)1
ð
R 1 = r . dengan ( r A3C = W 2/ )
×
R 1 =
= 0.309 ℎ /
keterangan : l = 1000 m ( 1 km ) karena menggunakan satuan ohm/km
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
21
Distribusi tenaga listrik Semester 3 ð X 1 ( karena penghantar memiliki luas penampang sebesar
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
ð
X 1 ( karena penghantar memiliki luas penampang sebesar 95mm 2 , maka penghantar
tersebut memiliki 19 urat, sehingga nilai GMRnya adalah 0.758 r )
X 1 = 0.1447 log
( ohm / kilometer )
.
MAka,
X 1 = 0.1447 log
= 0.1447 log . = 0.348 ℎ /
.
.
ð
Z 1 = R 1 + j X 1
Z 1 = ( 0.309 + j 0.348 ) ohm/km
Maka, impedansi urutan positif pada saluran sepanjang 50 km adalah :
Z
1(50)
Z
= 50 km x ( 0.309 + j 0.348 ) ohm/km
= 15.45 + j 17.4 ohm
1(50)
= 23.28 < 48.34 ohm
Z 1(50)
( )
ð
Z 0(grounded) = Z 0(ungrounded) –
Z 0 = R 0 + j X 0
Z 0(ungrounded) =
R 0
= R 1 + R e
=
0.309 + 0.148 = 0.457 ohm/km
R 0
= 0.457 ohm/km
X 0
= ( X a + X e – 2 X d )
-
X a = 0.1447 log = 0.1447 log
= 0.344 ohm/km
.
-
X e = 1.5127 ohm / km
-
2 X d = 2 ( 0.1447 log GMD ) = 2 ( 0.1447 log 1.06 ) = 0.007 ohm / km
X 0
= ( 0.344 + 1.5127 – 0.007 ) = 1.8497 ohm/km
Z 0
= R 0 + j X 0
=
( 0.457 + j 1.8497 ) ohm/km
= 50 km ( 0.457 + j1.8497 ohm/km )
Z 0(50)
= 22.88 + j 92.49 ohm è ( hasil di bulatkan, sehingga berbeda dari
Z 0(50)
perhitungan di atas).
)
= +
+
(
+
( ohm/km )
Z nn
ð
-
Rn sama dengan R 1 ( karena jenis dan luas penghantar dan netral sama )
Nilai R n = 0.309 ohm/km
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
22
Distribusi tenaga listrik Semester 3 - Nilai X n = 0.1447 log ( GMR NETRAL
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
- Nilai X n = 0.1447 log
( GMR NETRAL = GMR PENGHANTAR , karena jenis dan luas penampang sama )
Maka nilai X n = nilai X a =0.344 ohm/km
- R e = 0.148 ohm/km
- X e = 1.5127 ohm/km.
Maka nilai Z nn = 0.309 + . + (0.344 + . )
= 0.358 + 0.848 ohm/km
Karena panjang saluran penghantar netral adalah 50 km, maka :
= 50( 0.358 + 0.848 ) = 17.9 + 42.4 ℎ
Z nn(50)
=
46 < 67.1 ℎ
ð
=
+ ( − )
Z an
-
X dn = 0.1447 log GMD NETRAL
GMD NETRAL = √
Dan = Dcn è√0.6 + 1 = 1.16
Dbn è 1 + 0.8 = 1.8 meter
Maka GMD NETRAL = √1.16 × 1.8 × 1.16 = 1.34
X dn = 0.1447 log 1.34 = 0.018 ohm/km
Maka nilai dari Z an adalah :
.
=
+
( .
− 0.018)
Z an
=
0.049 + ( 0.504 − 0.018 )
=
0.049 + 0.486 ℎ /
Karena panjang saluran penghantar netral adalah 50 km, maka :
= 50 ( 0.049 + 0.486 )
=
2.45 + 24.3 ℎ
Z an(50)
( )
Z (MULTIGROUNDED)
= Z (GROUNDED) –
)
= (22.88 + 92.48) − (
.
= 22.88 + 92.48 −
.
= 22.88 + 92.48 − 38.82 < 101.3
= 22.88 + 92.48 − ( −7.6 + 38.067 )
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
23
Distribusi tenaga listrik Semester 3 = 30.48 + 54.413 ℎ = 62.87 < 60.74 ℎ
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
= 30.48 + 54.413 ℎ
= 62.87 < 60.74 ℎ
Z (MULTIGROUNDED)
2.
– Tegangan Ujung Kirim
V S = V R + I <-f . Z 1(50) <f
V S =
+
<−f
×Z< f
Cari terlebih dahulu arus pada rangkaian, dengan mengacu pada rumusan :
P R = V R x I R x cos f R x √3
×
Maka I R =
× f ×√ = × . ×√
I R = 163.32 < - 45 è -45 dari 0.707 lag
V S1 f
=
+ 163.32 < −45 × 23.28 < 48.34
=
11547 + 3801.6 < 3.34
=
15342 + 221.48
=
15343 < 0.83 volt
Karena jaringan merupakan sistim 3f, maka kita peroleh :
V S3 f= √3 × 1f = √3 × 15.343 = 26.57
-
Regulasi Tegangan
% V R =
× 100% ( )
Maka didapatkan nilai regulasi sebesar :
. ×
%V R =
× 100 % =
× 100% = 32.8 %
-
Effisiensi
h
=
× 100%
Keterangan : f R = sudut beban dan f S = sudut supply
45.053 berasal dari 0.053-(- 45 )
P S
=
V S
.
I S
.
cos
f S
.
√3
(
watt
)
è
26570 × 163.3 × cos 45.083 × √3
=
5185462 ( 5.2 )
P R = V R . I R . cos f R . √3 ( watt ) è 20000 × 163.3 × cos −45 × √3 = 4000000 watt ( 4 MW )
h
=
× 100% = 76.92%
.
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
24
Distribusi tenaga listrik Semester 3 session January 25 th 2008 POWER FLOW Untuk analisa aliran
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
session January 25 th 2008
POWER FLOW
Untuk analisa aliran daya, pada umumnya dilakukan dengan analisa menggunakan
per unit sistem.
Per Unit ( PU ) =
Langkah – langkah analisa :
1.
Lakukan konversi
- Besaran listrik ( V,A,VA,Hz,dll ) à PU
- % à PU
- PU à Besaran Listrik
2.
Tentukan Nilai Dasar dari 2 variabel besaran listrik
Nilai Dasar Daya ( ditentukan sembarang )
Nilai Dasar Tegangan ( ditentukan dari soal [single line ] diagram yang mengikuti
zona.
-
-
-
Dari hal di atas, maka dapat dicari :
-
@ Nilai Arus Dasar
I dasar =
@ Nilai Impedansi Dasar
Z dasar =
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
25
Distribusi tenaga listrik Semester 3 3. Buatlah Rangkaian Equivalen dari Single Line Singe Line [
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
3.
Buatlah Rangkaian Equivalen dari Single Line
Singe Line [ SOAL ]
Rangkaian Equivalen
Contoh soal :
Arus starting motor = 5 Arus ( I ) full load
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
26
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Prosedur pengoperasian saluran yaitu saluran beban domestic yang dioperasikan
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Prosedur pengoperasian saluran yaitu saluran beban domestic yang dioperasikan terlebih
dahulu, setelah itu baru saluran untuk motor induksi.
Pertanyaan :
1. Hitunglah besar tegangan pada sisi beban domestic pada saat beban tersebut
dioperasikan dan motor beban induktif “OFF”
2. Hitung besar tegangan pada sisi beban motor induksi pada saat diasut dan berapa
besar tegangan pada sisi beban domestic
Penyelesaian :
KVA DASAR = 50 MVA
KV DASAR = 132 KV, 33 KV, 66 KV
X T1 = ( beban induktor )
ð
0.04 50
= 50 , 1 = 0.04
X T2 = ( Trafo pertama )
ð
0.1 50
= 50 , 2 = 0.1
X T3 = ( beban capasitor )
ð
− 0.1 50
= 50 , 3 = − 0.1
X T4 = ( trafo domestic dan motor induktif è harga sama )
ð
0.1 25
Karena menggunakan KVA DASAR = 50 MVA, maka X T4 =
× 0.1 = 0.2
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
27
Distribusi tenaga listrik Semester 3 Rangkaian Equivalen ( Karena pada saat awal beban domestik saja
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
Rangkaian Equivalen
(
Karena pada saat awal beban domestik saja yang aktif, maka pada beban induktif diberikan
saklar, dimana saklar ini akan bekerja saat beban domestic telah bekerja ).
j 0.04 PU
j 0.1 PU
- j 0.1 PU
j 0.2 PU
j 0.2 PU
AC
VS
Beban
Beban
Domestik
Motor
Induktif
VR
VR
Arus dasar =
=
= 4373.87 ( digunakan sebagai arus dasar
√ × .
pada beban domestic dan beban motor industry, karena KV dasar beban sama )
Keterangan : KV dasar yang digunakan adalah 6.6 KV, karena arus mengalir dari beban,
dimana area tegangan untuk beban adalah 6.6 KV )
(
Beban Domestik
I DOMESTIK(PU) =
I AKTUAL DOMESTIK =
√ ×
(
apabila daya dalam satuan watt, maka berlaku rumusan
√ × × f )
= 1924.5 ampere < - 36.87
√ ×
.
= 0.44 < −36.87
I (PU)(DOMESTIK) =
.
Sehingga didapatkan nilai tegangan pada beban domestik :
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
28
Distribusi tenaga listrik Semester 3 V S ( Pu ) è ( ) = =
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
V S ( Pu ) è ( )
=
= 1
( )
Keterangan : V S aktual merupakan tegangan kirim yang berasal dari sumber.
V R(DOMESTIK) = V S – I (DOMESTIK) X Z (TOTAL )
Dimana Z (TOTAL) = j 0.04 + j 0.01 – j.0.01 + j. 0.2 = j 0.24 PU
ð
Impedansi pada beban motor tidak dihitung karena beban belum aktif.
V R(DOMESTIK) = 1- (( 0.44 ( 0.8 – j 0.6 )) x ( j 0.24 )
Keterangan : Sudut -36.87 0 dikonversi menjadi 0.8 – j 0.6
V
= 1 – (0.352-j 0.264)(j0.24)
R(DOMESTIK)
= 1 – ( 0.44 < -36.87)( 0.24 < 90 )
= 1 – ( 0.11 < 53.13 )
= 1 – (0.07 + j 0.09 )
= 0.93 – j 0.09
V
= 0.93 < - 5.53 volt
R(DOMESTIK)
Pada saat Beban Domestik dan Beban Motor Induktif berjalan ( saklar ON )
Arus Motor Induksi
× 5 ( arus starting = 5 x arus nominal )
Arus (AKTUAL MOTOR) =
= √ ×
=
-j 7216.8 ampere ( beban induktif, arus tertinggal )
= − 1.65
Arus (MOTOR)(PU) = .
.
= V S – I TOT [j 0.04] – I MOTOR [j 0.2]
VL (MOTOR)
-
I TOT = I DOMESTIK + I MOTOR
= {0.44(0.8-j0.6) + (-j1.65)}
= (0.352-j1.914) ampere
= 1 –{(0.352-j.1914)[j 0.04]}-{(-j1.65)[j 0.2]}
VL (MOTOR)
=
0.9235 – j 0.344 volt
= 0.98 < - 20.4 volt
VL (MOTOR)
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
29
Distribusi tenaga listrik Semester 3 = V S – I TOT [j 0.04] – I
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
= V S – I TOT [j 0.04] – I DOMESTIK [j 0.2]
VL (DOMESTIK)
-
I TOT = I DOMESTIK + I MOTOR
= {0.44(0.8-j0.6) + (-j1.65)}
= (0.352-j1.914) ampere
= 1 –{(0.352-j.1914)[j 0.04]}-{(0.44[0.8-j0.6])[j 0.2]}
VL (DOMESTIK)
=
0.97 + j 0.056 volt
= 0.97 < 3.3 volt.
VL (DOMESTIK)
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
30
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 31
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
31
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 32
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
32
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 33
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
33
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 34
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
34
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 35
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
35
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 36
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
36
Distribusi tenaga listrik Semester 3 cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008 37
Distribusi tenaga listrik
Semester
3
cooperight:_Muhammad_Ivan_Suryadi@TL-3A-Thursday, February 21, 2008
37