Anda di halaman 1dari 5

Istriku sempat protes saat melihat iklan kecap merk Sedap, menurutnya iklan tersebut tidak

mendidik. Di iklan tersebut digambarkan seorang anak yang makan dengan lauk kerupuk yang
diolesi dengan kecap sedap. Terlihat ia begitu lahap sekali makannya. Setelah kecapnya habis ia
berteriak-teriak seperti anak yang tidak dituruti permintaannya. Begitu ibunya memberikan
kecap Sedap ia pun gembira lagi sambil melanjutkan makan yang terlihat urakan.

Di akhir iklan terdapat kata-kata (sori tepatnya lupa) yang intinya mengatakan kalauu anak hanya
mau makan kalau ada kecap sedap.

Tentu saja istriku mencak-mencak karena iklan tersebut mengajarkan sesuatu yang salah. Anak
hanya mau makan kalau ada kecap Sedap. Kalau kata-kata ini telah tertanam di pikiran anak bisa
jadi anak tersebut benar-benar tidak mau makan kalau tidak ada kecap Sedap. Bagaimana kalau
orang tuanya tidak mampu membeli kecap Sedap?

Memang itu hanya bahasa iklan untuk mencari konsumen. Namun, sebuah bahasa iklan yang
salah juga dapat membentuk budaya yang salah. Beberapa bahasa iklan telah menjadi tren di
masyarakat, sering diucapkan dan tanpa sadar juga dilakukan.

Hal lainnya yang tidak mendidik ialah cara makan anak yang terlihat urakan. Hal ini juga bisa
membentuk suatu budaya yang salah apalagi bila sering dilihat oleh anak. Seorang anak biasanya
senang menirukan apa yang mereka lihat.

Semoga saja pihak kecap Sedap mau memperbaiki iklan tersebut.

XL Cabut Iklan "Kawin dengan Monyet"


Rabu, 16 April 2008 22:10 WIB | Iptek | | Dibaca 7058 kali
Jakarta (ANTARA News) - PT Excelcomindo Pratama akhirnya mencabut iklan selulernya --
yang memasukkan unsur komedi pernikahan seorang lelaki dengan kambing dan monyet -- dari
penayangan di seluruh stasiun televisi di Indonesia.

"Kami telah mencabut iklan efektif sejak Senin minggu lalu (7/4). Kita cabut iklan itu dari
seluruh stasiun TV di seluruh Indonesia," kata Head of Regulatory XL Nies Purwati usai
pertemuan para operator dengan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar di Jakarta,
Rabu.
Nies mengatakan iklan tersebut dicabut setelah banyak pihak termasuk Dirjen Postel, BRTI
(Badan Regulasti Telekomunikasi Indonesia) mengkritik dan meminta agar iklan tersebut
dicabut.

"Kita sudah merencanakan untuk menarik iklan itu, sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu,"
ujar Nies.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam rapat plenonya memutuskan untuk
menghentikan tayangan iklan operator seluler XL dan iklan layanan supranatural Ki Joko Bodo
dan meminta stasiun TV untuk mematuhinya.

"KPI Pusat meminta seluruh stasiun TV untuk menghentikan tayangan iklan layanan
supranatural Ki Joko Bodo dan iklan operator seluler XL yang menggambarkan adanya
pernikahan manusia dengan binatang," kata Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja di Jakarta,
Kamis (10/4).

KPI menilai iklan XL memperolokkan dan merendahkan martabat manusia.

"BRTI menilai iklan operator telekomunikasi kebablasan," kata anggota BRTI Heru Sutadi
melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (9/4)

Heru mengatakan, iklan layanan telekomunikasi yang ditawarkan penyelenggara telekomunikasi


di media cetak, elektronik dan media luar ruang dinilai tidak memberikan informasi yang
lengkap sehingga terjadi misinterpretasi di kalangan konsumen, melampaui batas etika dan tidak
memberikan nilai pendidikan bagi masyarakat.

Iklan operator telekomunikasi juga dan yang melanggar UU No.8/1999 pasal 17f pelaku usaha
periklanan dilarang memproduksi iklan yang melanggar etika dan atau ketentuan peraturan
perundang-undangan mengenai periklanan.(*)

Jakarta - Beberapa hari terakhir ini saya melihat Iklan XL Gratis facebook yang
ditayangkan hampir tiap menit di TV. Iklan ini benar-benar tidak mendidik.
Mengajari anak untuk mengikuti Baim sebagai bintang iklannya untuk mecari tahu
apa itu facebook dan mencobanya.

Pihak facebook sendiri melarang anak-anak berusia di bawah 13 tahun untuk


mengakses facebook. Hal ini jelas-jelas tercantum dalam facebook privacy policy,
dalam
kalimat:

No information from children under age 13. If you are under age 13, please do not
attempt to register for Facebook or provide any personal information about yourself
to us. If we learn that we have collected personal information from a child under
age 13, we will delete that information as quickly as possible. If you believe that we
might have any information from a child under age 13, please contact us through
this help page.

Jadi saya meminta dengan sangat untuk menghapus iklan tersebut atau mengganti
pemeran iklannya dari Baim menjadi orang dewasa saja. Demi anak-anak bangsa.
Terima kasih.

TRIBUN-TIMUR.COM (21/9) malam, sehabis makan malam bersama keluarga, saya


menyempatkan diri menonton di kanal salah satu televisi swasta. Acaranya menarik, namun saya
tiba-tiba kehilangan semangat setelah dijeda iklan sosis dari merk ternama.

Ini iklan sosis versi terbaru karena pemerannya Sinta dan Jojo, dua mahasiswi dari Bandung
yang pamornya langsung melejit setelah menyanyikan lagu Keong Racun di internet. Iklan ini
menggantikan versi lama dengan bintang ternama seperti Nasyila Mirdad dan Deddy Mizwar.
Iklan versi baru ini rupanya mengadopsi gaya penyanyinya sewaktu menyanyikan Keong Racun.
Tangan kiri bergerak penuh gaya dengan sesekali memainkan rambutnya dan tangan kanan
memegang sosis, sambil sesekali memakannya.
Iklan ini sama sekali bertolak belakang dengan citranya sebagai produk sehat dan cerdas karena
ada gerakan dalam iklan tersebut sedang triping. Gerakan ini sangat tidak mendidik bagi
generasi muda karena target iklan sosis lebih fokus ke usia remaja.
Sebagai orangtua dari satu anak, seharusnya produsen memikirkan dampak dari iklan itu
sebelum ditayangkan. Sebab usia anak-anak sampai remaja rentan mengikuti apa yang dilihat.(*)
Good...good... testi nya oche oke juga... gue malah juga berpikir... Seharusnya KD
juga sadar dan mawas diri untuk ngaca apa emang dia pantas jadi icon iklan
shampoo (meskipun gosipnya yang milih Madonna dan Unilever)... tapi kan kita
tetep masyarakat beradat timur yang udah pada pinter2x, jadi anehlah kalo sunsilk
iconnya KD.. kalo mau jujur paling tidak KD bisa menolak untuk menerima iklan
tersebut... tapi mana mungkin?! wong itu duit2 juga yang berbicara... samber aja
jobnya gak peduli pantes atau enggaknya.. Jangan2x ini emang style/sifatnya KD...
selama ada job yang menguntungkan hajar bleh.. Toh, sebelumnya juga ada kasus
tahun baru yang mana KD dkk (3 diva) maen di Hotel dengan bayaran besar.. KD
dkk samber jobnya gak peduli akan ada 2 orang yang berjasa besar dalam karir
musiknya dikorbankan... Yang penting KD dapat duit banyak toh..? Emang sih gak
bisa disamakan kasus tersebut dengan topik yang ini... Tapi lama-lama eneg juga
lihat sepak terjangnya KD yang sekarang seperti gak keruan... Menjadi duta-duta an
segala macam lah...hehehe jadi Duta Adam Air tapi kok malah Adam Airnya
bubaran.. Pensiun aja deh mbak KD.. urus mas anang aja.. Udah sugih toh... Kaya
Vina Panduwinata donx... Sangat Elegan karena tidak rakus... Kembali ke topik...
Yang pasti pendapat2x yang kontra mengenai KD jadi icon Sunsilk bukan karena
sirik... Kalo emang itu rejekinya KD yo wes... Honornya yang mahal tersebut kan
bisa buat untuk.. pedikur medikur.. botox... dll... dan tentunya bisa untuk beli wig
berbagai bentuk dengan harganya yang mahal2... wakakakaka..

Contoh Iklan Gagal

Perusahaan pakaian luar Weatherproof menggunakan foto berita sang Presiden di depan Tembok
Besar di Badaling, China, untuk papan reklamenya di Times Square, New York, AS, dengan
label ”Seorang Pemimpin dalam Gaya”. . Mantelnya tampak akrab sehingga Stollmack
mengambil sebuah kaca pembesar dan menemukan logo merek perusahaantersebut. Reklame
atau Iklan itu diturunkan karena tidak masuk dalam standard ASA, dinilai membodohi
masyarakat. .
Dulu ada Iklan Shampoo dari Unilever di mana ada wanita diikat di kursi malah ditarik karena
protes keras kekerasan pada wanita.

Ada lagi iklan Electrolux Swedia yang menunjukkan Candi Borobudur yang berantakan setelah
dibom pada tahun 1985. Iklan tersebut langsung diprotes dan dilarang.

Selain itu iklan untung beliung britama BRI. Ngapain nnggu lama-lama dapat mobil, dianggap
mengajari orang untuk tidak akan berkerja keras dan menggantungkan hidup pada nasib.

Contoh Iklan Tidak Mendidik

Contoh l Simpati Max


Iklan Simpati Max (dari Telkomsel) di TV, hati saya miris. Pada iklan itu digambarkan seorang
wanita muda sedang menelepon sambil membawa alat pemukul dari kayu. Tiba-tiba saja wanita
tersebut dengan raut wajah senang dan sambil tertawa, memukul dengan kerasnya sebuah Jam
yang masih bagus dengan pemukul kayu yang dia pegang sehingga Jam tersebut pecah.

Iklan Kondom Jupe

Iklan kondom yang diperankan artis Julia Perez, dinilai tidak mendidik kaum perempuan
khususnya ibu-ibu memahami keluarga berencana (KB). Selain itu, iklan kondom ini dianggap
tidak sopan untuk ditayangkan di televisi. “Julia Perez terlalu vulgar dalam iklan ini, dimana
gerakan-gerakannya memancing birahi. Iklannya tidak mendidik,”

Iklan Komparasi tarif Hape Seluler GSM vs CDMA

Contoh Iklan Tidak Mendidik Operator seluler dalam iklan komparasi harga yang beda jenis dan
kelompoknya. Tabel komparasi harga yang ditampilkan tidak memberi perbandingan dalam
kelompok jenis, jam, waktu dan durasi yang sama antara satu operator dengan operator yang
lain. Misal CDMA ‘X’ memberi perdangingan dengan GSM dalam waktu yang berbeda, jarak
yang berbeda dan pada jam yang berbeda. Ya jelas lebih murah CDMA..

Semua ujuan pembuatan Iklan adalah positif. Hanya saja jika tidak memiiki Tema yang tepat,
segmentasi yang akan diraih, penyampaian informasi yang mudah dan dukungan jaringan
distribusi yang handal maka pantas iklan tersebut dianggap hanya menghabiskan anggaran sa…

Maksud hati ingin membuat iklan hebat melalui ide brilian yang bisa mendorong konsumen
membeli produk itu, apa daya visualisasi yang ditampilkan membuat blunder karena tidak
menguasai tema dan teknis terapan serta bidikan pasar yang spesifik, bahkan sebaliknya orang
jadi tidak tertarik, atau malah ikut jijik. Yang terjadi, biaya tinggi yang dikeluarkan untuk
membayar pembuatan iklan menjadi sia-sia.

Semoga bermanfaat..

Anda mungkin juga menyukai