Anda di halaman 1dari 14

HIBRIDISASI MELON

KELOMPOK 1
Arif Hermanto (0910480021)
Dedi Murtiawan (0910480036)
Evana Nuzulia Pertiwi (0910480060)
Ghufrillah Navratilova (0910480073)
 
KLASIFIKASI
• Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta
• Kelas : Magnoliopsida
• Ordo : Cucurbitales
• Famili : Cucurbitaceae
• Genus : Cucumis
• Spesies : Cucumis melo
BUNGA MELON
Tanaman melon bersifat polimorfik yaitu
spesiesnya ada yang berbunga jantan,
berbunga betina dan berbunga sempurna.
Mahkota bunga berjumlah lima helai,
berwarna kuning cerah menyala
Bunga Betina
• mempunyai putik dan bakal
buah berbentuk bulat
sampai lonjong di bawah
mahkotanya
• Bunga betina terbentuk
dengan tangkai yang
pendek dan tebal. Jika tidak
sempat terserbuki, bunga
betina akan rontok dalam
2-3 hari.
• Bunga betina terdapat pada
ketiak daun ke-1 atau ke 2
dari berbagai cabang
Bunga Jantan
• bunga jantan berbentuk
terompet, mempunyai
benang sari dan tanpa
bakan buah
• Bunga jantan terbentuk
berkelompok 3-5 buah,
terdapat pada semua ketiak
daun, kecuali ketiak daun
yang ditempati bunga betina
• Bunga jantan memiliki
tangkai yang tipis dan
panjang, akan rontok dalam
1-2 hari setelah mekar
Penyerbukan Bunga Melon
Walaupun tanaman ini menghasilkan bunga
sempurna dengan putik dan benang sari,
penyerbukan sendiri (self pollination) tidak
dapat terjadi. Penyerbukan harus melalui
penyerbukan silang antara bunga jantan
dengan bunga sempurna dari tanaman yang
sama atau antar tanaman
• Penyerbukan biasanya dilakukan ketika
tanaman melon berumur 21 HST
• Keberhasilan penyerbukan dapat terluhat 2-3
hari setelah penyerbukan yang ditandai
dengan terbentuknya bakal buah yang mulai
menggembung dan bunga betina yang sudah
mulai layu
Tujuan Persilangan
• Untuk menghasilkan varietas baru yang lebih
unggul
• Untuk menghasilkan buah yang lebih
berkualitas yang dapat meningkatkan nilai
jual.
• Untuk meningkatkan variabilitas genetic.
Cara pemilihan tetua
• Harus menentukan sifat tetua terlebih dahulu.
• Harus memilih tetua sesuai tujuan pemuliaan
kita
• Memilih karakter yang di kedua genotip berbeda.
• Menentukan tanaman yang akan dijadikan jantan
dan betinanya.
• Biji yang diperoleh ditumbuhkan kembali,
tanaman yang berdaging kuning
• Buang salah satu kelamin untuk menempatkan
jenis tetua bila tanaman itu
Emaskulasi
• Emaskulasi adalah langkah kedua setelah
pemilihan tetua. Emaskulasi adalah
pembuangan alat kelamin jantan pada tetua
yang ditujukan sebagai tetua betina.
• Waktu yang baik untuk melakukan emaskulasi
adalah setelah pukul 3.00 sore. Stadia bunga
yang baik untuk dikastrasi adalah pada saat
ujung benang sari berada pada pertengahan
bunga. Pada stadia demikian, benang sari akan
mekar dalam 1-2 hari.
Polinasi
• Penyerbukan sebaiknya dilakukan pada pukul
09.00 sampai 10.00
• Untuk proses penyerbukan, semua lampu di
ruang persilangan dinyalakan sejak pagi hari
agar suhu ruangan meningkat untuk
mempercepat pemasakan tepung sari.
• Penyerbukan dilakukan tergantung kepada
serbuk sari matang dan kepala putik reseptif.
Dasar Genetik
• Tanaman menyerbuk silang
Pada dasarnya tanaman penyerbuk silang adalah
heterozigot dan heterogenus. Satu individu dan
individu lainnya genetis berbeda. Karena keragaman
genetis yang umumnya cukup besar dibanding
dengan tanaman penyerbuk sendiri dalam
menentukan kriteria seleksi diutamakan pada sifat
ekonomis yang terpenting dulu, tanpa dicampur
aduk dengan sifat – sifat lain yang kurang
urgensinya.
• Tanaman menyerbuk sendiri
Tanaman menyerbuk sendiri yang
disilangkan heterosigot makin kurang
keragaman genetiknya terjadi penyerbukan
sendiri terus menerus, perubahan susunan
genetika pada masing–masing pasangan. Alel
mengarah ke homosigositas, sehingga susunan
genetik dalam tanaman semua / sebagian
besar homosigot.
TERIMA KASIH