KELAHIRAN ALI BIN ABI THALIB R.A.

Ali bin Abu Thalib lahir pada tanggal 13 Rajab, 12 tahun sebelum masa kenabian. Ada yang mengatakan bahwa kelahiran Ali bin Abu Thalib adalah 10 tahun sebelum Rasul diangkat menjadi Nabi. Abu Thalib adalah paman Nabi yang memelihara Nabi setelah Abdul Muthalib, kakek Nabi wafat. Bersama Abu Thalib, Muhammad pernah berdagang dan mengunjungi negeri yang jauh yaitu negeri Syam. Bersama Abu Thalib pun Muhammad bertemu Pendeta Buhaira yang mengetahui tanda-tanda kenabian Muhammad. Kelahiran Ali bin Abu Thalib dari ibunya Siti Fatimah bintu Assad merupakan kelahiran yang hebat. Ketika kandungan Siti Fatimah bintu Assad telah sampai sembilan bulan, Siti Fatimah bintu Assad bertawaf bersama suaminya. Pada saat itu, Fatimah merasakan tanda-tanda akan lahirnya bayi. Peristiwa ini disaksikan oleh orang-orang yang sedang tawaf ketika itu, dinding Ka'bah terbelah dan Siti Fatimah terbawa masuk ke dalamnya. Orang-orang merasa heran karena bukan pintu yang terbelah melainkan dinding Ka'bah yang terbelah itu. Sesaat setelah Siti Fatimah berada di dalam Ka'bah, dinding Ka'bah pun kembali tertutup. Peristiwa itu diketahui oleh orang-orang dan pada saat itu masih terlihat bekas-bekas dinding yang terbelah itu. Fatimah berada di dalam Ka'bah itu selama empat hari dan keluar sambil membawa seorang bayi. Bayi ini diantarkan kepada Rasulullah saw. Ketika melihat bayi Fatimah ini, dengan jari tangannya, Rasulullah memberikan ludahnya sebagai makanan pertama bagi sang bayi. Ali bin Abi Thalib mendapatkan makanan dari ludah Rasulullah sebelum mendapat air susu ibunya. Kisah kelahiran Ali bin Abu Thalib ini dapat dibandingkan dengan kisah kelahiran Isa putra Maryam. Maryam adalah wanita yang diwakafkan ayahnya untuk mengabdi di rumah Allah (masjid). Ketika Maryam akan melahirkan Isa, Allah swt memerintahkan Maryam untuk keluar dan menghindar dari masjid (Baitul Maqdis). Abu Thalib adalah seorang yang sederhana hidupnya tetapi ia mempunyai banyak anak. Oleh karena itu, Muhammad mengajak pamannya yang lain yaitu Abbas untuk mengambil masing-masing satu dari anak Abu Thalib. Muhammad mengambil Ali sebagai asuhannya. Ketika Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Ali bin Abi Thalib telah berumur dua belas tahun. Di dalam asuhan Nabi Muhammad, Ali bin Abu Thalib menjadi pria pertama yang menjadi mukmin.

Khalifah Yazid mengejek kekalahan Imam Husain di Karbala tetapi Zainab dengan tegas membela kemenangan kakaknya (Imam Husain). Ia adalah wanita yang santun dan sekaligus pemberani. Demi menjaga kesatuan kaum mukminin. banyak orang kafir Quraisy yang terbunuh di tangan Ali bin Abu Thalib. Kata-katanya yang tajam seperti ini tak dapat dipatahkan oleh Yazid. Zainab lahir pada tanggal 15 Rajab.Ketika Nabi Muhammad memerintahkan perang untuk membela kaum mukminin. Pada bulan Rajab ini pula lahir Zainab al Kubra adik Imam Hasan dan Imam Husain. Karena itu Bani Umayah banyak yang membenci Ali bin Abu Thalib dan ngeri akan kilatan pedangnya. Dengan sikapnya yang berani itu pulalah ia menghadapi Ibnu Ziyad dan Khalifah Yazid. Zainab menjadi pengajar ibu-ibu di Madinah. . Ketika Yazid membebaskannya dari penjara. Bani Umayah merasa dapat membalas dendam ketika Imam Husain bin Ali bin Abu Thalib terbantai di Karbala. Ibnu Ziyad mengawal sisa keluarga Nabi yang terbantai di Karbala ini untuk menemui Khalifah Yazid bin Muawiyah. Zainab pun membela kehidupan keponakannya (Imam Ali Zainal Abidin Assajad) dari pembunuhan Yazid. Ali membiarkan pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah. Ali bin Abu Thalib mengikuti perintah Nabi. Zainab merupakan wanita terpandang di zamannya. Di dalam peperangan yang diikutinya. Zainab ini menyaksikan kakaknya yaitu Imam Husain terbantai di Karbala dan menjadi tawanan Ibnu Ziyad.