Anda di halaman 1dari 3

Wikiberita.

Com – Perempuan: BELUM genap usia kehamilan Irma mencapai 14 minggu, tiba-tiba saja bercak
kemerahan membasahi roknya saat ia bekerja. Sontak Irma panik bukan main. Setelah
memeriksakan diri ke dokter kandungan, ternyata ia mengalami keguguran. Irma hanya mampu
tertunduk lemas, apalagi jika mengingat ini pertama kalinya ia mengandung.

Memiliki buah hati sungguh merupakan kebahagiaan bagi pasangan istri suami. Tapi kalau Moms pernah
mengalami keguguran, tentu tidak gampang melupakan peristiwa tersebut. Apa yang dimaksud keguguran
dan bagaimana seluk-beluknya? Simak ulasan menarik dr RM Denny Dhanardono MPH&TM SpOG, dari
RS Budhi Jaya, Tebet, Jakarta Selatan.

Keguguran atau abortus spontan (spontaneous abortion) adalah kehamilan yang terhenti sebelum usia
kehamilan mencapai 20 minggu. Tapi, kebanyakan ibu hamil mengalami keguguran pada 13 minggu pertama
kehamilan.

Penyebab Keguguran

Bila Moms mengalami keguguran, agak sulit mendapatkan penyebab pastinya. Ya! karena banyak faktor
yang memengaruhi terjadinya keguguran.

Biasanya keguguran pada trimester pertama akibat kelainan kromosom pada janin atau disebabkan masalah
dari sel telur atau sperma orangtuanya.

Selain itu ada pula penyebab lainnya. Antara lain masalah hormonal, ibu hamil terkena infeksi, proses
menempelnya sel telur dalam rahim yang tidak sesuai atau sempurna, gaya hidup (merokok, mengonsumsi
kafein berlebih), kurang gizi dan usia kehamilan.

Proses Terjadinya Keguguran

Keguguran tidak terjadi begitu saja, tetapi ada proses yang menyertainya. Sehingga Moms bisa menjaga
dengan baik kesehatan kandungan, terutama trimester pertama yang rentan dengan kemungkinan
keguguran.

Ancaman Keguguran (Threatened Miscarriage) yaitu perdarahan -bisa disebabkan menempelnya kantong
dan calon janin pada dinding rahim- yang disertai tegang di seputar punggung bagian bawah. Dan, mulut
rahim tertutup. Pada ancaman keguguran ini, biasanya, janin masih bisa diselamatkan.

Keguguran Setengah atau Tidak Sempurna (Incomplete Miscarriage) yakni ada nyeri pada punggung dan
perut. Lalu muncul perdarahan dengan pembukaan mulut rahim. Saat yang bersamaan, keluarlah sebagian
jaringan.

Keguguran Sempurna (Complete Miscarriage) adalah seluruh embrio hasil konsepsi keluar dari rahim melalui
vagina. Nyeri, tegang di daerah punggung, perdarahan akan berkurang. Agar lebih yakin, akan dilakukan
pemeriksaan USG atau tindakan kuretase -mengerok lapisan dalam rahim- supaya tidak ada jaringan yang
tertinggal dalam rahim.

Jenis-jenis Keguguran

Selain proses keguguran, ada pula beberapa jenis keguguran, seperti:

1. Keguguran Tidak Jelas (Missed Miscarriage) ialah keguguran yang tidak jelas penyebabnya. Janin
meninggal tanpa paksaan keluar dari rahim. Untuk mengetahui benarkah kehamilan akan gagal musti
dilakukan pemeriksaan detak jantung janin.

2. Hamil Kosong (Blighted Ovum) kerap pula disebut Anembryonic Pregnancy. Hasil konsepsi akan menempel
pada dinding rahim. Sayangnya, kantong janin tidak ada isinya dan janin pun tidak akan berkembang.

3. Hamil Anggur (Molar Pregnancy) yaitu hasil dari kesalahan genetik selama proses konsepsi yang
memengaruhi jaringan menjadi tidak normal. Hal ini bisa dilihat dari gelembung-gelembung cairan-mirip
buah anggur-dalam rahim. Meski ibu hamil mengalami gejala kehamilan pada umumnya, misal berhenti
menstruasi, tes kehamilan positif dan mual. Kenyataannya, hamil angur ini jarang sekali menghasilkan janin
berkembang.

4. Keguguran Berulang (Recurrent Miscarriage). Kerap kali keguguran ini dialami ibu hingga tiga kali atau
lebih secara berurutan pada trimester pertama.

Mencegah Terjadinya Keguguran


Kalau kasus keguguran disebabkan kelainan kromosom, tidak ada yang bisa Moms lakukan selain menjaga
tubuh tetap sehat dan bugar agar konsepsi dalam kondisi baik. Ada pun hal-hal yang bisa Moms lakukan
adalah asup makanan sehat dan banyaklah mengonsumsi asam folat, hindari merokok, batasilah konsumsi
kafein, dan rajinlah berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Ingin Hamil Lagi? Tuntaskan Penyebabnya!

Sekali lagi, keguguran terjadi karena banyak faktor, salah satunya infeksi. Jika keguguran sebelumnya
disebabkan infeksi, misalnya virus, bakteri, jamur, maka Moms musti berantas dengan obat sesuai dengan
penyebabnya. Jadi, jangan malas ya Moms melakukan tes TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus
(CMV) dan Herpes Simplex Virus II (HSV-II) dan menjaga kebersihan tubuh!

Begitu pula dengan masalah hormonal. Moms bisa ditangani dengan suntikan hormon progesteron yang
dapat membantu proses penempelan janin dalam rahim.

Bila ada kelainan yang dikenal dengan antiphospolipid sindrom atau biasanya kita kenal dengan darahnya
“kental” maka diberikan pengobatan supaya tidak terjadi abortus yang berulang (recurrent miscarriage) atau
spontaneus abortion.

Jika ternyata kasus keguguran karena mulut rahim pendek, maka saat hamil, Moms musti dijahit mulut
rahimnya. Karena mulut rahim pendek itu cenderung membuat mulut rahim gampang terbuka.

PROSES KEGUGURAN TANPA DI KURET


Wednesday, August 11, 2010

Apa sebetulnya yang disebut keguguran? “Keguguran adalah peristiwa keluarnya janin dan
plasenta secara spontan dari rahim sebelum usia kehamilan 20 minggu. Nah di sini saya Hanya
mau sharing pengalaman pribadi mengenai keguguran tanpa di kuret, Saat usia kandungan saya
menginjak 7 minggu dokter menyatakan kalau kandungan saya sangat lemah jadi harus
beristirahat total apalagi sebelumnya telah keluar bercak2 yang berwarna coklat. Setelah dokter
memberikan obat penguat kandungan yang harus di minum selama 20 hari keluar bercaknya
sudah mulai berkurang,tapi pada usia kehamilan hampir 10 minggu tiba2 bercak2 itu datang
kembali bahkan lebih parah dari sebelumnya,saya berpikir ini terjadi karna tubuhku terlalu
kecapean atau pengaruh pikiran yang kurang tenang.

Karena merasa khawatir dengan kondisi kandngan saya,akhirnya kami memutuskan untuk
periksa ke dokter,tapi ternyata saat malam hari sebelum pergi ke dokter,saya mengalami
pendarahan yang cukup banyak,,,lalu saya coba rebahan namun darah segar terus keluar di sertai
perut mulas dan kedua kaki terasa pegal2. Karena sudah tengah malam jadi saya mencoba
bertahan sampai pagi untuk pergi ke dokter,tapi saat bangun tidur pagi harinya saya merasakan
ada sesuatu yang keluar dan itu seperti bukan hanya darah biasa,,,dan ternyata benar sebuah
gumpalan berwarna putih sebesar telur mentah keluar desertai darah segar.

Setelah di periksa oleh bidan,gumpalan itu disebut ari2 dan janinnya ternyata masih berada di
dalam kandunganku. Setelah istirahat sampe sore akhirnya ada gumpalan lagi yang keluar seperti
akar2 lembut dan berwarna agak kehitaman. Itulah ternyata janin yang masih berumur 10 minggu
yang hanya sebesar ibu jari. Lega sudah ternyata tak ada lagi yang tersisa di kandunganku.Bidan
pun memberiku obat penambah darah dan beberapa obat lainnya. Banyak teman yang
menyarankan untuk di kuret agar bersih,tapi saya merasa takut banget. Bimbang juga sih antara
kuret atau tidak tapi ada beberapa teman yang juga pernah keguguran tanpa di kuret dan mereka
pun bisa hamil lagi dan memiliki beberapa anak. Jadi intinya,,,jika janin dan ari2nya sudah keluar
dan setelah keesok harinya di test kehamilan ulang menggunakan test pack dan hasilnya negatif
itu berarti kandungannya sudah bersih.

Seseorang yang pernah mengalami keguguran sebaiknya mencari penyebab keguguran melalui
pemeriksaan terutama agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Memang tidak semua keguguran
memerlukan tindakan kuretase. Misalnya, kalau keguguran terjadi secara lengkap (semua rahim
sudah keluar). Bahkan, beberapa kasus keguguran dapat diselesaikan dengan obat-obatan saja.
Tapi jika masih merasa takut ada darah kotor yang belum keluar ada baiknya periksakan ke
dokter,karna dengan USG kita bisa mengetahui kalau ada kelainan pada kandungan kita.Dan di
sarankan juga agar tidak hamil dulu selama 3 bulan.TRIMS