Anda di halaman 1dari 2

Inilah Hikmah Di Balik Cobaan yang Belum Engkau Tahu

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal


Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah
Ketahuilah Allah Ta'ala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah,
dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Allah akan menguji mereka deng
an
musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Ini semua membutuhk
an
kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama.
Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak
pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap
komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yan
g
mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.
Sikap seperti di atas sangat berbeda
dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian
merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti ini ma
lah
akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.
Renungkanlah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
????? ??????? ????? ??????? ???????
???????????? ?????? ?????? ?????? ????????
?????? ?????? ?????? ?????????
"Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Bara
ng
siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang s
iapa
yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya." (HR. Tirmidzi dan
Ibnu
Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)
Dari Mush'ab bin Sa'id (seorang tabi'in) dari ayahnya berkata,
??? ??????? ??????? ????? ???????? ???????
???????
"Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?" Beliau shallallahu 'ala
ihi
wa sallam menjawab,
« ????????????? ????? ??????????
???????????? ??????????? ????????? ?????
?????? ??????? ?????? ????? ??????? ???????
???????? ????????? ?????? ????? ??? ???????
??????? ????????? ????? ?????? ??????? ?????
???????? ?????????? ??????????? ??????
?????????? ??????? ????? ???????? ???
???????? ????????? »
"Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji
sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia a
kan
mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai
dengan
agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia
berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa." (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi
mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)
Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di
atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Mak
a
bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi. Sesungguhnya para Nabi da
n
orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah sebagaimana yang kita peroleh
.
Lalu kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah? Bahkan orang sholeh dahulu
-sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-, mereka malah memperoleh ujian lebih
berat. Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut.
Al Manawi mengatakan, "Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba
ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah
hilang dan hatinya telah buta
(tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar)
yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai
kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa'ur
Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakka
h
kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Im
am
Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga
lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan
kulitnya disayat dalam keadaan hidup. Dan masih banyak kisah lainnya." (Faidhul
Qodhir Syarh Al Jami' Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)
Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik
dengan hati lisan atau pun anggota badan. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk
hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu.
Sumber Rujukan Utama : Syarh Qowa'idil Arba',
Syaikh Sholih bin 'Abdillah Al Fauzan
Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : http://rumaysho.wordpress.com/2008/12/27/di-balik-cobaan/
--
Jika ilmu yang engkau miliki berbeda dengan hukum yang Allah tetapkan,
Gantilah hukum Allah agar sesuai dengan ilmu-mu sebagaimana yahudi telah melakuk
annya,
Atau engkau tambahlah agar hukum yang Allah tetapkan agar lebih bervariasi
sebagaimana nashrani melakukannya,
Namun jika engkau muslim kewajibanmu hanya sami'na wa atha'na tidak perlu mengur
angi
apalagi menambah.