Anda di halaman 1dari 49

A

Presentation By:
Group A1
Gastrointestinal System
Tutorial 3
Tutor: dr. Zairul Arifin, SpA,
DAFK
MAWAR_diahmed
Tutor : dr. ZAIRUL ARIFIN, SpA,

KELOMPOK A 1
DAFK
Ketua : ZHAHRY MUBARAK
Sekretaris : DITA ARFINA
Anggota : BERTHA G N NAPITUPULU
MARS EVIANTA
RIZKA FARAHIN ASSANIA
RAFIKA RAHMAN
RARA PUTRI RIANDANA
PUTRI ANNISA MELIA SARI
PUJA NASTIA
MUHAMMAD RAFI JUNIOR A
AHMED MAWARDI
EDWIN YOSUA S SILITONGA
MULIADI LIMANJAYA
Pemicu

Ny. N, 35 tahun datang dengan keluhanperut

PEMICU
kembung disertai dengan mencret apabila
memakan makanan pedas. Ny. N sering
merasa mulas, dan menghilang apabila
buang air besar. Keluhan ini hilang timbul.
Mencret dialami dengan frekuensi 3 – 4
x/hari, terdapat air dan ampas, dan
terkadang disertai dengan lendir tetapi tidak
pernah ada darah, tidak disertai oleh rasa
sakit disubur Itenesmi. Keluhan ini sudah
dialami oleh Ny. N secara berulang-ulang,
selama 2 tahun terakhir ini.

MAWAR_diahmed
Pemicu

Pemeriksaan fisik:

PEMICU
vital sign dalam batas normal.
Pemeriksaan abdomen:
soepel, tidak ada organomegali,
tidak nyeri tekan, peristaltik
usus agak meningkat.

Apa yang terjadi pada Ny. N?

MAWAR_diahmed
More Info

MORE INFO
Ny. N kadang-kadang tidak buang air
besar lebih dari 3 hari, kadang-kadang
disertai kram pada perut.
Pemeriksaan lab : darah rutin dalam
batas normal.
Pemeriksaan feses : lendir (+), darah
(-), tidak dijumpai parasit.

Bagaimana pendapat anda sekarang


mengenai Ny. N?
MAWAR_diahmed
Klarifikasi Istilah

KLARIFIKASI
ISTILAH
(tidak ada istilah asing
ditemukan)

MAWAR_diahmed
Identifikasi Masalah

IDENTIFIKASI
• Perempuan, 35 tahun, perut kembung

MASALAH
disertai mencret setelah makan makanan
pedas;
• Mulas, hilang setelah BAB;
• Keluhan hilang timbul;
• Frekuensi 3-4 x/hari, terdapat air dan
amaps, terkadang disertai lendir,darah
(-);
• Rasa sakit di dubur Itenesmi (-);
• Keluhan berulang-ulang, selama 2 tahun
terakhir.
MAWAR_diahmed
Hipotesis

HIPOTESIS
•Irritable Bowel Syndrome (IBS);
•Food Allergy;
•Ca Colon;
•Inflammatory Bowel Disease;
•Malabsorbsi.

MAWAR_diahmed
Learning Issues

• Anatomi dan Fisiologi Kolon (+

LEARNING
peraturan pergerakan usus

ISSUES
melalui persarafan autonom);
• Mekanisme defekasi;
• Irritable Bowel Syndrome;

MAWAR_diahmed
ANATOMI DAN FISIOLOGI
KOLON
MAWAR_diahmed
ANATOMI DAN FISIOLOGI
KOLON
MAWAR_diahmed
ANATOMI DAN FISIOLOGI
KOLON
MAWAR_diahmed
ANATOMI DAN FISIOLOGI
KOLON
MAWAR_diahmed
ANATOMI DAN FISIOLOGI
KOLON
MAWAR_diahmed
Venous drainage of the abdominal portion of the
gastrointestinal tract.

ANATOMI DAN FISIOLOGI


KOLON
MAWAR_diahmed
Venous drainage of the abdominal portion of the
gastrointestinal tract.

ANATOMI DAN FISIOLOGI


KOLON
MAWAR_diahmed
Kolon
Fungsi:

FISIOLOGI
• Absorbsi H2O dan elektrolit
• Sekresi mukus
• Pembentukan, propulsi & penyimpanan bahan
yang tidak dapat diabsorbsi (feces)
• Pencernaan oleh beberapa bakteri
• Gerakan Mass Peristaltic (2-3x/hari)
• Dicapai oleh chyme dalam 12-24 jam

MAWAR_diahmed
Kolon
AKTIVITAS
KOLON

FISIOLOGI
struktur aktivita efek
s
Mucosa Sekresi Melicinkan colon & melindungi
mukus mucosa
Absorbsi Menjaga keseimbangan air;
air mengeraskan feces; absorbsi
vitamin & beberapa ion
Lumen Aktivitas Mencerna karbohidrat, protein,
bakteri & as amino mjd produk yg dpt
dikeluarkan melalui feces atau
diabsorbsi & didetoksifikasi oleh
hatiMAWAR_diahmed
Kolon
AKTIVITAS
KOLON

FISIOLOGI
struktur aktivita efek
s
Muscularis Haustral Kontraksi mengerakkan isi
churning colon dri haustrum ke
haustrum
Peristalsis Kontraksi otot sirkuler &
longitudinal menggerakkan isi
sepanjang colon
Mass Mendorong isi ke colon sigmoid
peristalsis

Defecation Keluarnya
MAWAR_diahmed
feces oleh kontraksi
MEKANISME DEFEKASI
MAWAR_diahmed
Mekanisme Defekasi

• Gerakan massa  mendorong isis kolon

MEKANISME
DEFEKASI
ke dalam rektum  peregangan rektum
 merangsang reseptor regang 
refleks defekasi.
• Sfingter anus internus melemas, rektum
dan sigmoid berkontraksi lebih kuat.
• Sfingter anus eksternus juga melemas
 defekasi
• Sfingter anus eksternus  otot rangka
dibawah kontrol kesadaran  defekasi
dapat ditunda

MAWAR_diahmed
REFLEKS
DEFEKASI

MEKANISME
DEFEKASI
MAWAR_diahmed
IRRITABLE BOWEL SYNDROME

MAWAR_diahmed
Definisi

IRRITABLE BOWEL
• Kelainan gastrointestinal
fungsional, merupakan kumpulan

SYNDROME
gejala (nyeri perut, distensi dan
gangguan pola defekasi) tanpa
adanya gangguan mekanik,
inflamasi atau biokimia.

MAWAR_diahmed
Etiologi

IRRITABLE BOWEL
1. Tidak jelas
2. Berhubungan :

SYNDROME
– Gangguan motilitas
– Intoleransi makanan
– Abnormalitas sensorik
– Abnormal dan interaksi Brain-gut
– Hipersensitivitas visceral
– Pasca infeksi usus
– Stress psikologis
– Faktor genetik

MAWAR_diahmed
Faktor Risiko

IRRITABLE BOWEL
• Wanita : Pria = 2 : 1

SYNDROME
• Penderita Dispepsia
• Penderita Asma
• Riwayat keluarga dengan
kelainan gastrointestinal
• Childhood Sexual abuse
• Sexual abuse in women
• Depresi
• Kebiasaan makan
MAWAR_diahmed
Klasifikasi

IRRITABLE BOWEL
• IBS Predominan nyeri

SYNDROME
• IBS Predominan diare
• IBS Predominan Konstipasi
• IBS Alternating Pattern

MAWAR_diahmed
Klasifikasi

IRRITABLE BOWEL
SYNDROME
MAWAR_diahmed
Klasifikasi

IRRITABLE BOWEL
SYNDROME
MAWAR_diahmed
Patogenesis

IRRITABLE BOWEL
1)Motility Impaired
intestinal

SYNDROME
inhibitory >>freq
>>Freq reflex of the
and MMC
duration Small
of DCC bowel
motor
CRH disturban
>>Retrogr Ileal
ces
ade distensio
dudodenal n,
jejunal Exxagerate
>>CCK
contractio d motor
ns response to
meal
ingestion
MAWAR_diahmed
Patogenesis

IRRITABLE BOWEL
2) Visceral Hypersensitivity

SYNDROME
History Primary
of tissue Hyperalge Allodynia
injury sia

Peripheral
nociceptor PAIN
terminals HYPERSENSITI
exposed to a
mixture and VITY
inflammatory
mediators
Upregulate
Leading to the their
activation of excitability and
intracellular sensitivity
signaling (peripheral
pathways MAWAR_diahmed sensitization)
Patogenesis

IRRITABLE BOWEL
3) Post-infective IBS
Post >>ent

SYNDROME
infectious erochr
IBS omaffi
n cells
>>post
>>lymphocy prandial
te numbers
5HT
in mucosal
biopsy of release
colon
>>
Diarrh peristalti
ea c
MAWAR_diahmed
Patogenesis

IRRITABLE BOWEL
4) Stress
Chronic Response
disease Exxagerat

SYNDROME
with ed
inadequat endocrine
e stress
physiologi response
c
response >>release
Environme of ACTH
ntal and cortisol
tressor

Associated
Prior life with
stressor mucosal
(negative immune
life
events) IBS
MAWAR_diahmed
activation
Patofisiologi

IRRITABLE BOWEL
Hipersensitivitas visceral

SYNDROME
Ambang sensitivitas anorektal + refleks motor di
sensasi gas rektum

Nyeri abdomen/kram BAB


Perut
Kembung
Gangguan motilitas usus Rangsangan
Mekanoreseptor

Peristaltik menurun dan Peristaltik meningkat dan


Mulas
reabsorbsi air meningkat reabsorbsi air menurun
Hilang

Konstipasi Mencret
MAWAR_diahmed
Diagnosis Diferensial

IRRITABLE BOWEL
• IDS (Inflamatory Disease Syndrome)

SYNDROME
• Kanker kolorectal
• Diverticulus
• Obstruksi mekanik pada usus halus/kolon
• Infeksi usus
• Iskemia usus
• Maldigesti dan malabsorbsi
• Endometriosis

MAWAR_diahmed
Diagnosis

IRRITABLE BOWEL
• Diagnosis tegak bila keluhan sesuai
kriteria Manning dan Rome III dan

SYNDROME
tidak ada keluhan organik.
• Manning:
- Gejala yang sering diderita:
- feses cair pada saat nyeri
- frekuensi BAB bertambah saat nyeri
- nyeri berkurang setelah BAB
- tampak distensi abdomen
- 2 gejala tambahan:
- Lendir saat BAB
- Perasaan tidak lampias saat BAB

MAWAR_diahmed
Diagnosis

IRRITABLE BOWEL
• Rome III
- keluhan berupa rasa tidak nyaman/nyeri

SYNDROME
yang berlangsung selama sedikitnya 3
hari/bulan selama 3 bulan pertama dan
berlangsung dalam 3 bulan terakhir
tanpa ada kelainan/abnormalitas
struktur/biokimiawi.
- Ada 2/3 hal dari:
o Nyeri membaik setelah defekasi
o Perubahan frekuensi dan defekasi
o Perubahan bentuk feses
MAWAR_diahmed
Pemeriksaan Penunjang

IRRITABLE BOWEL
• Untuk menyingkirkan

SYNDROME
differential diagnosis
• Pemeriksaan darah lengkap
• Pemeriksaan biokimia darah
• Pemeriksaan hormon tiroid
• Sigmoidoskopi
• Colonoskopi
MAWAR_diahmed
Penatalaksanaan
(Farmakologi)

IRRITABLE BOWEL
• Diare • Nyeri

SYNDROME
- antispasmodik
-
- Serotonin antagonist
Antispasmodik
- Antidepressant tricyclic
-
• Konstipasi
Antidepressant
- Serotonin Agonist - SSRI
- Fibre/colloid agent
- SSRI

MAWAR_diahmed
IRRITABLE BOWEL
SYNDROME
MAWAR_diahmed
IRRITABLE BOWEL
SYNDROME
MAWAR_diahmed
IRRITABLE BOWEL
SYNDROME
MAWAR_diahmed
Penatalaksanaan (Non -
Farmakologi)

IRRITABLE BOWEL
• DIET
- Konsumsi banyak serat  pada konstipasi

SYNDROME
- Konsumsi banyak air
- Menjauhi makanan dan minuman pencetus
IBS (gandum, susu, kafein, bawang, coklat)

• PSIKOTERAPI
- Tidak bekerja berlebihan
- olahraga teratur

MAWAR_diahmed
Pencegahan

IRRITABLE BOWEL
• Hindari Stress
• Konsumsi makanan yang banyak

SYNDROME
mengandung serat
• Hindari makanan pemicu (makanan pedas)
• Kurangi intake lemak
• Kurangi intake short chain carbohidrat
• Kurangi konsumsi alkohol,kafein,pemanis
buatan
• Menjaga kebersihan makanan

MAWAR_diahmed
Komplikasi

IRRITABLE BOWEL
• Malnutrisi

SYNDROME
• Prolapse Rektum  akibat
konstipasi
• Penurunan kualitas hidup
• Gangguan psikologis

MAWAR_diahmed
Prognosis

IRRITABLE BOWEL
• Penyakit IBS tidak akan

SYNDROME
meningkatkan mortalitas,
gejala-gejala pasien IBS
biasanya akan membaik dan
hilang setelah 12 bulan pada
50% kasus dan hanya <5% yang
akan memburuk dan sisanya
dengan gejala yang menetap
• IBS  Standard kompetensi 3a

MAWAR_diahmed
Indikasi Rujukan

IRRITABLE BOWEL
• Rujuk pasien IBS bila ada :
– komplikasi

SYNDROME
– BB menurun
– Perdarahan rectal
– Riwayat keluarga Ca. Colon
– Jika berusia >60 tahun dan
memiliki perubahan dalam
kebiasaan BAB >6 minggu dengan
perubahan frekuensi BAB
– Anemia
– Ada massa abdomen atau rectal
MAWAR_diahmed
Kesimpulan

KESIMPULAN
 Ny. N mengalami IBS
predominan diare.
 Tatalaksana : modifikasi
diet + antidiare golongan
opioid agonist.

MAWAR_diahmed