Anda di halaman 1dari 4

c  

 

 
Om Suastyastu

Om Awghnamastu Namo Siddham

Om Anobhadrah Kratawo Yantu Wiswatah

Pinandhita yang saya sucikan, para dewan juri yang saya homati dan langsung pada
umat sedarma yang berbahagia.

Puji syukur patut kita haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karna atas
asung kerta wara nugraha-Nyalah sehingga pada kesempatan yang sangat berbahagia ini kita
semua bisa berkumpul bersama-sama dapat berkumpul di tempat yang sederhana ini.

Bapak ibu umat sedharma yang berbahagia,

Dewasa ini di kalangan masyarakat sering kali terjadi tindakan Ahimsa(atau


menyakiti orang lain) baik dalam bentuk tidak kekerasan, tindak kriminal, penganiyayaan dan
tindak kekerasan ataupun melontarkan kata-kata yang dapat menyakiti hati orang lain.
Sebagai contoh tawuran antar siswa di kota palu, penindasan terhadap buruh TKW, bahkan
sampai apa yang di terjadi tragedi Bom Bali 2. Yang seakan menyiratkan tidak ada rasa belas
kasihan di dalamnya. Melihat fenomena itu tentu kita bertanya di dalam hati      
  
 
          

Untuk itu pada kesempatan ini maka saya akan membawakan sebuah pesan dharma
yang bertemakan ³ Mengembangkan Cinta Kasih Dan Kasih Sayang´.

Bapak ibu umat sedharma yang saya hormati,

Kata cinta kasih dan kasih sayang adalah suatu sikap kepekaan, kepedulian, belas
kasihan terhadap orang lain atau mahluk yang tidak berdaya yang tulus dan iklas untuk
membantu, menolong dan membahagiakan orang lain. Jadi, sesuatu yang sangat mulia, yang
ada dalam setiap insan manusia yang dapat membawanya dan orang-orang di sekelilingya
kedalam suatu kebahagiaan. Walaupun demikian sering kali cinta kasih dan kasih sayang ini
di selimuti oleh kegelapan sehingga muncullah sikap marah, benci, iri, dan dengki.
Dan hal ini justru terjadi pada diri kita sendiri. Sekarang saya akan mengajak umat sedharma
untuk merenung:

ºY Mengapa kita marah saat orang lain tidak menuruti kehendak kita? Apa untungya buat
kita?
ºY Mengapa kita merasa iri terhadap orang lain, ketika orang lain melebihi kemampuan
kita? Bukankah ini tidak keliru? Dan bukankah yang seharusnya yang perlu anda
lakukan adlah bagaimana agar anda dapat lebih maju dari sekarang ini dengan cara
melenyapkan awidya kita sendiri.
ºY Mengapa kita benci terhadap orang lain yang memiliki pemahaman yang berbeda
dengan kita?

Marah, iri, dan benci. Bukankah semuanya itu hanya membuat pikiran kita menjadi
terbebani dan kita tidak akan bisa maju dari keadaan kita yang sekarang, karena pikiran kita
hanya terus di liputi oleh persaan marah, iri, dan dengki. Lambat laun kita akan semakin
terpuruk. Oleh karena itu satu satunya obat yang dapat menghilangkan marah, iri, dan benci
adalah dengan cint- kasih. Oleh sebab itu ubahlah pola pikir kita mulai saat ini, yaitu;

a)Y jadikanlah diri kita sebagai pelayan. Yang tidak segan-segan melayani dan dengan
ketulus iklasan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan kita. yang
merupakan implementasi dari inti ajaran Tat wam asi.
b)Y Berfikirlah yang positif, bertutur katalah yang baik atau tidak menyakiti persaan
orang lain, bersikaplah yang baik dan sopan terhadap orang yang lebih tua dari pada
kita.
c)Y Usahakanlah tiga hal yang dapat membawa kebahagiaan di muka bumi ini(Tri
Pararta) yaitu asih atau cinta kasih, punya atau berdana punia dengan tulus iklas, dan
bhakti atau hormat kepada orang yang lebih tua.
d)Y Berusahalah memaafkan kesalahan orang lain. Kerena tidak ada manusia yang
sempurna.

Bapak ibu umat sedharma yang banggakan,

Sesungguhnya ajaran cinta kasih ini sangat penting untuk di laksanakan dalam
kehidupan sehari-hari.

Misalnya di sekolah: jadikanlah diri kita sebagai seseorang yang dapat membatu
memecahkan masalah orang lain yang tertimpa masalah, menolong orang lain dengan tulus
iklas, membuat teman atau orang lain yang ada di sekitar kita merasa bahagia, menghargai
pendapat orang lain , menghormati orang lain sebagai sesama manusia dan bhakti kepada
guru dan orang tua. Maka dengan demikian kita akan mudah dalam menjalani hidup ini,
kerena ada saudara saudara kita yang akan membantu kita ketika kita dalam kesusahan.

Untuk itu mulailah dari dalam diri kita sendiri dan biarkanlah cinta itu mengalir pada orang-
orang yang ada di sekitar kita. Mulai dari lingkungan keluaga, sekolah, demikian pula halnya
di lingkungan kerja, kemudian meluas lagi pada masyarakat, bangsa dan negara.

Selanjutnya dengan cintakasih mari kita bergandengan tangan menyambut hari esok yang
lebih baik. Dan kita semua akan sukses dalam menjalani hidup ini dan mencapai kebahagian
sejati.

Umat sedharma yang berbahagia

Dari uraian di atas dapatlah di simpulkan yaitu untuk mencapai kebahagiaan adalah dengan
cara menebarkan cinta kasih atau kasih sayang yang murni kepada orang-orang yang ada di
sekitar kita, yang di mulai oleh diri kita sendiri.

Dimana hal ini seperti yang termuat di dalam;

³semoga terdapat cinta kasih di dalam keluarga. Semoga semuanya hidup dengan kasih
sayang di muka bumi ini. Semoga terdapat kesabaran, kemantapan, dan kepercayaan diri´

Yajurveda VIII.51

Maka pada kesempatan ini saya berharap kita semua dapat memulai hidup ini dengan kasih
sayang, dan taburkanlah cinta kasih itu pada orang-orang di sekitar kita.

Demikianlah dharma wacana yang saya bawakan dan saya akhiri dengan paramasanti. ³Om
Shanti Shanti Shanti Om.

I GEDE ARDANTI KUSUMA

DS.0108016