Anda di halaman 1dari 1

REFLEKSI PEMBANGUNAN DAERAH UNTUK “ IMPIAN INDONESIA “ KEDEPAN

Pembangunan Pemerintahan Daerah Kabupaten selayak nya melihat dan mengendalikan


tujuan visi-misi yang dicanangkan seiring capaian terkini Pembangunan dan Pengembangan
yang telah berjalan maupun sedang berlangsung terhadap fenomena: model pembangunan,
metode, dan dampak bagi masyarakat. Baik yang terjadi didalam tataran lingkup paling terkecil
masyarakat atau dalam tataran lingkup garis skala besar dalam masyarakat Pemerintahan
daerah masing – masing Kabupaten.

Karena fenomena Pembangunan yang terlihat dan terkendali itu menunjukkan suatu budaya
pembangunan secara realistis terhadap Transisi antara apa, siapa, kenapa dan bagaimana
terhadap visi-misi yang dicanagkan. Namun bila tidak, kondisi pembangunan selayaknya
memperhatikan Keunggulan Komparatif-Kompetitif jadi terabaikan, dan akhirnya budaya
perekonomian, kesehatan, pendidikan dan keadaan social berjalan pincang minim akan
panduan arah tujuan kesiap siagaan keberdayaan teknologi tepat guna pemerintahan daerah
berkemajuan.

Hal demikian ini sangatlah penting diperhatikan terutama dari sebaran masukan – masukan
oleh pelaku Kepentingan pembangunan baik dalam pemerintahan daerah tertentu atau oleh
pelaku kepentingan pembangunan yang berada diluar daerah pemerintahan tersebut. Agar
apabila pemerintahan daerah akan menjalankan sinkronisasi para pihak pemangku kepentingan
Pembangunan untuk “Keunggulan Komperatif” dapat dengan seksama menemukan Mata
Ruang sudut pandang sistim pembangunan tepat guna sesuai kontekstual pada masing-masing
kompetensi yang sangat diminati oleh masing-masing SKPD.

Kondisi Paradigm seperti ini sangat ditentukan keberadaan adanya suatu mekanisme dan
proses sinkronisasi perencanaan pembangunan tepat guna yang memiliki konsekwensi
Kebijakan dan arah manajemen sistim resiko kerugian dengan memperhatiakan; Ruang,
Waktu, dan Hasil. Guna percepatan meraih impian pemerintahan daerah dan Negara
Indonesia berkemajuan globalisasi. Komitmen dan konsistensi arah pandang ini setidaknya
memerlukan fleksibelitas kebijakan local yang padu dalam satu rumusan harmonisasi dan
dinamis pembangunan daerah, dukungan undang-undang dan kebijakan dari Nasional, serta
adanya peran jalur diplomasi mengarah antara Daerah dan Nasional menuju Sinergis
Desentralisasi Fiskal kedepan yang lebih berimbang.

Dengan demikian diharapkan, Model Pembangunan Keunggulan Komperatif dapat dimulai.


Artinya, dari tiap perencanaan pembangunan Komparatif yang ada dapat mewujudkan potensi
Komparatif dan Kompetitif pada SKPD daerah yang memiliki Kemampuan Fiskal Daerah (KFD)
dengan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dalam kaitannya terhadap Keseimbangan Pendanaan,
untuk terwujudnya peningkatan PDRB (Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto).
Sebagai indicator yang menunjukkan kesejahteraan masyarakat pemerintahan daerah
Kabupaten,dan Negara Kesatuan Republik Indonesi. (NKRI).