Anda di halaman 1dari 8

Khutbah Idul Adha: Kisah Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim AS

25/11/2009

KHUTBAH PERTAMA:

3×) ‫ل َاكَبْر‬ ُ ‫(ا‬3×) ‫ل َاْكَبْر‬ ُ ‫×( ا‬3) ‫ل َاْكَبْر‬ ُ ‫ا‬


ُ‫حْمد‬
َ ‫ل ْال‬
ِ ‫ل َاْكَبْر َو‬
ُ ‫ل َاْكَبْر ا‬ُ ‫ل َوا‬ ُ ‫ل ِاَلَه ِالّ ا‬
َ ‫ل‬ ً ‫صْي‬
ِ ‫ل ُبْكَرًة َوأ‬ ِّ ‫ل َاْكَبْر َكِبْيًرا َوالحَْمُد‬ ُ ‫ا‬
‫حَدُه‬
ْ ‫ل َو‬
ُ ‫لا‬ ّ ‫ل ِاَلَه ِا‬
َ ‫ن‬
ْ ‫شَهُد َا‬ ْ ‫×( َا‬3) ‫ل َاْكَبْر‬ ُ ‫ ا‬.‫عَرَفَة‬َ ‫حى َبْعَد َيْوِم‬َ‫ض‬ْ َ‫عيَد ْال‬ ْ ‫ن َو‬َ ‫ضا‬َ ‫صيَاِم َرَم‬ ِ ‫طِر َبْعَد‬ ْ ‫عْيَد ْالِف‬
ِ ‫ن‬ َ ‫سِلِمْي‬ْ ‫ل ِلْلُم‬َ ‫جَع‬
َ ‫ل اّلِذى‬ ِ ‫حْمُد‬َ ‫َاْل‬
َ ‫ن َاْذَه‬
‫ب‬ َ ‫حاِبِه اّلِذْي‬
َ‫ص‬ ْ ‫عَلى َاِلِه َوَا‬َ ‫حّمٍد َو‬
َ ‫سّيِدَنا ُم‬
َ ‫ى‬
َ ‫عل‬َ ‫ل‬ّ‫ص‬ َ ‫ اللُهّم‬.‫سْوُلُه‬ُ ‫عْبُدُه َوَر‬ َ ‫حّمًدا‬َ ‫سّيَدنَا ُم‬َ ‫ن‬ ّ ‫شَهٌد َا‬
ْ ‫لْكَبْر َوَا‬ َ ‫ظْيُم ْا‬
ِ ‫ك ْالَع‬ ُ ‫ك َلُه َلُه ْالمَِل‬
َ ‫شِرْي‬
َ ‫ل‬ َ
‫طهّْر‬َ ‫س َو‬ َ ‫ج‬ ْ ‫عْنُهُم الّر‬
َ
َ ‫سِلُمْو‬
‫ن‬ ْ ‫ن ِالّ َوَاْنُتْم ُم‬
ّ ‫ل َتُمْوُت‬َ ‫ق ُتَقاِتِه َو‬ّ‫ح‬َ ‫ل‬ َ ‫ل ِاّتُقواا‬ ِ ‫عَباَدا‬ِ ‫ َفَيا‬.‫َاّما َبْعُد‬

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Di pagi hari yang penuh berkah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Baru saja kita ruku’ dan
sujud sebagai pernyataan taat kepada Allah SWT. Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid
sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir
tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa manusia
yang beriman. Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah.

Karena itu, melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin sekalian: Marilah
tundukkan kepala dan jiwa kita di hadapan Allah Yang Maha Besar. Campakkan jauh-jauh sifat keangkuhan dan
kecongkaan yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Apapun kebesaran yang kita sandang, kita kecil
di hadapan Allah. Betapa pun perkasa, kita lemah dihadapan Allah Yang Maha Kuat. Betapapun hebatnya
kekuasaan dan pengaruh kita, kita tifdak berdaya dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Idul adha yang kita rayakan pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”,
dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai
pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan
pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat
dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha
Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

َ ‫ك َل‬
‫ك‬ َ ‫شِرْي‬
َ َ‫ك ل‬
َ ‫ك َلّبْي‬
َ ‫ك الّلهّم َلّبْي‬
َ ‫َلّبْي‬

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, jiga dinamakan “Idul Qurban”, karena merupakan hari raya yang
menekankan pada arti berkorban. Arti Qurban ialah memberikan sesuatu untuk menunjukkan kecintaan kepada
orang lain, meskipun harus menderita . Orang lain itu bias anak, orang tua, keluarga, saudara berbangsa dan
setanah air. Ada pula pengorbanan yang ditujukan kepada agama yang berarti untuk Allah SWT dan inilah
pengorbanan yang tinggi nilainya.

Masalah pengorbanan, dalam lembaran sejarah kita diingatkan pada beberapa peristiwa yang menimpa Nabiyullah
Ibrahim AS beserta keluarganya Ismail dan Siti Hajar. Ketika orang ini telah membuat sejarah besar, yang tidak
ada bandingannya: Yaitu ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar
bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus,
gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun.
Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan
putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM
dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan
ikhlas dan penuh tawakkal.

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

َ ‫س َتْهِوي ِإَلْيِهْم َواْرُزْقُهم ّم‬


‫ن‬ ِ ‫ن الّنا‬
َ ‫ل َأْفِئَدًة ّم‬
ْ ‫جَع‬
ْ ‫لَة َفا‬
َ‫ص‬ّ ‫حّرِم َرّبَنا ِلُيِقيُموْا ال‬
َ ‫ك اْلُم‬
َ ‫عنَد َبْيِت‬
ِ ‫ع‬
ٍ ‫غْيِر ِذي َزْر‬
َ ‫ت ِمن ُذّرّيِتي ِبَواٍد‬ُ ‫سَكن‬ ْ ‫ّرّبَنا ِإّني َأ‬
َ ‫شُكُرو‬
‫ن‬ ْ ‫ت َلَعّلُهْم َي‬
ِ ‫الّثَمَرا‬

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak
mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar
mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah
mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)
Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa
menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah
sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail
memperoleh sumber kehidupan.
Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari
berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat siti hajar dan nabi ismail, untuk membeli air. Datang rejeki
dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan kota
mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur, berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam
mengelola kota dan masyarakat. Kota mekkah yang aman dan makmur dilukiskan oleh Allah kepada Nabi
Muhammad dalam Al-Qur’an:

‫خِر‬
ِ ‫ل َواْلَيْوِم ال‬
ّ ‫ن ِمْنُهم ِبا‬
َ ‫ن آَم‬
ْ ‫ت َم‬
ِ ‫ن الّثَمَرا‬
َ ‫ق َأْهَلُه ِم‬
ْ ‫ل َهَـَذا َبَلدًا آِمنًا َواْرُز‬
ْ ‫جَع‬
ْ ‫با‬
ّ ‫ل ِإْبَراِهيُم َر‬
َ ‫َوِإْذ َقا‬

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman
sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah
dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Dari ayat tersebut, kita memperoleh bukti yang jelas bahwa kota Makkah hingga saat ini memiliki kemakmuran
yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, memperoleh fasilitas yang cukup, selama melakukan
ibadah haji maupun umrah.

Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran modern, dalam tata pemerintahan dan ekonomi, serta kaemanan hukum,
sebagai faktor utama kemakmuran rakyat yang mengagumkan. Yang semua itu menjadi dalil, bahwa do’a Nabi
Ibrahim dikabulkan Allah SWT. Semua kemakmuran tidak hanya dinikmati oleh orang islam saja. Orang-orang
yang tidak beragama Islam pun ikut menikmati.
Allah SWT berfirman:

‫صيُر‬
ِ ‫س اْلَم‬
َ ‫ب الّناِر َوِبْئ‬
ِ ‫عَذا‬
َ ‫طّرُه ِإَلى‬
َ‫ض‬ْ ‫ل ُثّم َأ‬
ً ‫ل َوَمن َكَفَر َفُأَمّتُعُه َقِلي‬
َ ‫َقا‬

Artinya: Allah berfirman: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia
menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Idul Adha yang kita peringatisaat ini, dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari rara memotong kurban binatang ternak.
Sejarahnya adalah bermula dari ujian paling beratyang menimpa Nabiyullah Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan
ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah
kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

Setelah titel Al-khalil disandangnya, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan
Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman:
“Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal bhaktinya!”
Sebagai realisasi dari firmannya ini, Allah SWT mengizinkan pada para malaikat menguji keimanan serta
ketaqwaan Nabi Ibrahim. Ternyata, kekayaan dan keluarganya dan tidak membuatnya lalai dalam taatnya.”
disebutkan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.
Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Suatu jumlah yang menurut orang
di zamannya adalah tergolong milliuner. Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa
ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah
menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail,
niscaya akan aku serahkan juga.”

Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qur’anul ‘adzim mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan
mengorbankan anaknya jika dikehendaki oleh Allah itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah
menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu
masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan
menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa spektakuler itu dinyatakan dalam Al-
Qur’an:

َ ‫صاِبِري‬
‫ن‬ ّ ‫ن ال‬
َ ‫ل ِم‬
ُّ ‫شاء ا‬
َ ‫جُدِني ِإن‬
ِ ‫سَت‬
َ ‫ل َما ُتْؤَمُر‬
ْ ‫ت اْفَع‬
ِ ‫ل َيا َأَب‬
َ ‫ظْر َماَذا َتَرى َقا‬
ُ ‫ك َفان‬
َ‫ح‬
ُ ‫ي ِإّني َأَرى ِفي اْلَمَناِم َأّني َأْذَب‬
ّ ‫ل َيا ُبَن‬
َ ‫َقا‬

Artinya: Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu
“maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102)
Ketika keduanya siap untuk melaksanakan perintah Allah. Iblis datang menggoda sang ayah, sang anak, dan sang
ibu silih berganti. Akan tetapi Nabi Ibrahim, Siti hajar dan Nabi Ismail tidak tergoyah noleh bujuk rayuan iblis
yang menggoda agar membatalkan niatnya. Mere
ka tidak terpengaruh sedikitpun untuk mengurunkan niatnya melaksanakan perintah Allah. Ibrahim melempar iblis
dengan batu, mengusirnya pergi. Dan ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Ketika sang ayah belum juga mengayunkan pisau dileher putranya. Ismail mengira ayahnya ragu, seraya ia
melepaskan tali pengikat tali dan tangannya, agar tidak muncul suatu kesan atau image dalam sejarah bahwa sang
anak menurut untuk dibaringkan karena dipaksa ia meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya
tidak melihat wajahnya.

Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah bulat-bulat, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Sedetik
setelah pisau nyaris digerakkan, tiba-tiba Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan
perbuatannyatidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Allah telah meridloi kedua ayah dan anak
memasrahkan tawakkal mereka. Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan
seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110:

ٍ‫ظيم‬
ِ‫ع‬َ ‫ح‬
ٍ ‫َوَفَدْيَناُه ِبِذْب‬

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

َ ‫خِري‬
‫ن‬ ِ ْ‫عَلْيِه ِفي ال‬
َ ‫َوَتَرْكَنا‬

“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

َ‫عَلى ِإْبَراِهيم‬
َ ‫لٌم‬
َ‫س‬
َ

“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

َ ‫سِني‬
‫ن‬ ِ‫ح‬
ْ ‫جِزي اْلُم‬
ْ ‫ك َن‬
َ ‫َكَذِل‬

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril
kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim
menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian dismbung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil
Hamdu.’

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Inilah sejarah pertamanya korban di Hari Raya Qurban. Yang kita peringati pada pagi hari ini. Allah Maha
Penyayng. Korban yang diperintahkan tidak usah anak kita, cukup binatang ternak, baik kambing, sapi, kerbau
maupun lainnya.

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat umat manusia itu membuat Ibrahim menjadi
seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar.

Dari sejarahnya itu, maka lahirlah kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia, dengan air
zam-zam yang tidak pernah kering, sejak ribuan tahunan yang silam, sekalipun tiap harinya dikuras berjuta liter,
sebagai tonggak jasa seorang wanita yang paling sabar dan tabah yaitu Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail.

Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha, bahwa hakikat manusia adalah sama. Yang
membedakan hanyalah taqwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada waktu wukuf di Arafah memberi
gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan dipadang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban.

Di samping itu, kesan atau i’tibar yang dapat diambil dari peristiwa tersebut adalah: Pertama, perintah dan
ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT, harus dilaksanakan tanpa reserve. Harus disambut
dengan tekad sami’na wa ‘ata’na. Nabi Ibrahim, istri, dan anaknya, telah meninggalkan contoh bahwa bila perlu,
jiwa sendiripun haruslah dikorbankan, demi melaksanakan perintah-perintah Allah.

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,


‫‪I’tibar kedua yang dapat kita tarikdari peristiwa tersebut, adalah kegigihan syaitan yang terus menerus‬‬
‫‪mengganggu manusia, agar membangkang dari ketentuan ilahi. Syaitan senantiasa terus berusaha menyeret‬‬
‫‪manusia ke jurang kejahatan dan kehancuran. Allah sendiri mengingatkan kepada kita.‬‬

‫عُدّو ّمِبي ٌ‬
‫ن‬ ‫ن ِإّنُه َلُكْم َ‬
‫طا ِ‬
‫شْي َ‬
‫ت ال ّ‬
‫طَوا ِ‬
‫خُ‬
‫ل َتّتِبُعوْا ُ‬
‫َو َ‬

‫‪Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang‬‬
‫”‪nyata bagimu.‬‬

‫‪Ketiga, jenis sembelihan berupa bahimah (binatang ternak), merupakan gambaran bahwa hawa nafsu hawaiyah‬‬
‫‪harus dihilangkan.‬‬

‫‪Keempat, bahimah bila dilihat dari unsur gizinya, mengandung suatu arti bahwa makanan, disamping halal harus‬‬
‫‪yang diutamakan juga masalah gizinya.‬‬

‫‪Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,‬‬

‫‪Tepatlah apabila perayaan Idul Adha digunakan menggugah kesedihan kita untuk berkorban bagi negeri kita‬‬
‫‪tercinta yang tidak pernah luput dirundung kesusahan.‬‬

‫‪Dalam kondisi seperti ini sebenarnya kita banyak berharap dan mendoakan mudah-mudahan para pemimpin kita,‬‬
‫‪elit-elit kita, dalam berjuang tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya, tapi untuk‬‬
‫‪kepentingan bangsa dan negara. Pengorbanan untuk kepentingan orang banyak tidaklah mudah, berjuang dalam‬‬
‫‪rangka mensejahterahkan umat memang memerlukan keterlibatan semua pihak. Hanya orang-orang bertaqwalah‬‬
‫‪yang sanggup melaksanakannya.‬‬

‫‪Mudah-mudahan perayaan Idul Adha kali ini, mampu menggugah kita untuk rela berkorban demi kepentingan‬‬
‫‪agama, bangsa dan negara amiin 3x ya robbal alamin.‬‬

‫لْبَترُ‬
‫ك ُهَو ا َْ‬
‫شاِنَئ َ‬
‫ن َ‬ ‫حْر ِإ ّ‬‫ك َواْن َ‬ ‫ل ِلَرّب َ‬
‫صّ‬ ‫ك اْلَكْوَثَر َف َ‬
‫طْيَنا َ‬
‫عَ‬‫حيِم‪ِ .‬إّنا َأ ْ‬
‫ن الّر ِ‬
‫حم ِ‬
‫ل الّر ْ‬ ‫سِم ا ِ‬
‫جْيِم‪ِ .‬ب ْ‬
‫ن الّر ِ‬ ‫شْيط ِ‬ ‫ن ال ّ‬‫ل ِم َ‬‫عْوُذ ِبا ِ‬‫أُ‬
‫سِمْيُع ْالَعِلْيُم‪.‬‬
‫ي َوِمْنُكْم ِتلَوَتُه ِاّنه ُهَو ال ّ‬‫ل ِمّن ْ‬‫ت َوالّذْكِر اْلحَِكْيِم‪َ .‬وَتَقّب ْ‬
‫ن الَيا ِ‬ ‫ظْيِم‪َ .‬وَنَفَعِني َوِاّياُكْم بما فيه ِم َ‬
‫ن اْلَع ِ‬‫ل ِلي َوَلُكْم ِفي اْلُقْرآ ِ‬ ‫كا ُ‬ ‫َباَر َ‬
‫حْيُم‬
‫سَتْغِفُرْوا ِاّنُه ُهَوْالَغُفْوُر الّر ِ‬
‫َفا ْ‬

‫‪KHUTBAH KEDUA:‬‬

‫ل َاْكَبْر َو ِ‬
‫ل‬ ‫ل َو الُ َاْكَبْر ا ُ‬ ‫ل َوا ُ‬ ‫لا ُ‬ ‫ل ِاَلَه ِا ّ‬
‫ل َ‬ ‫صْي ً‬ ‫ن ال ُبْكَرًة َو َأ ْ‬ ‫حا َ‬ ‫سْب َ‬
‫ل َكِثْيًرا َو ُ‬ ‫حْمُد ِ‬ ‫ل َاْكَبْر كبيرا َوْال َ‬ ‫ل َاْكَبْر )‪ (×4‬ا ُ‬ ‫ل َاْكَبْر )‪ (×3‬ا ُ‬ ‫ا ُ‬
‫حْمُد‬
‫ْال َ‬
‫عْبُدُه‬
‫حّمًدا َ‬ ‫سّيَدَنا ُم َ‬‫ن َ‬ ‫شَهُد َا ّ‬‫ك َلُه َوَا ْ‬‫شِرْي َ‬ ‫ل َ‬ ‫حَدُه َ‬ ‫ل َو ْ‬ ‫ل َوا ُ‬ ‫لا ُ‬ ‫ن لَ ِاَلَه ِا ّ‬‫شَهُد َا ْ‬ ‫ى َتْوِفْيِقِه َوِاْمِتَناِنِه‪َ .‬وَا ْ‬‫عل َ‬ ‫شْكُر َلُه َ‬ ‫ساِنِه َوال ّ‬‫حَ‬ ‫ى ِا ْ‬‫عل َ‬ ‫ل َ‬ ‫حْمُد ِ‬ ‫َاْل َ‬
‫سِلْيًما َِكثْيًرا‬‫سّلْم َت ْ‬‫حاِبِه َو َ‬‫صَ‬ ‫عَلى َاِلِه َوَا ْ‬ ‫حّمٍد َِو َ‬ ‫سّيِدَنا ُم َ‬
‫عَلى َ‬ ‫ل َ‬ ‫صّ‬ ‫ضَواِنِه‪ .‬اللُهّم َ‬ ‫ى ِر ْ‬ ‫عى ِال َ‬ ‫سْوُلُه الّدا ِ‬ ‫َوَر ُ‬
‫عّما َنَهى‬ ‫ل ِفْيَما َاَمَر َواْنَتُهْوا َ‬ ‫س ِاّتُقواا َ‬ ‫َاّما َبْعُد َفيَا َاّيَها الّنا ُ‬
‫ن آَمُنْوا‬ ‫ى الّنِبى يآ َاّيَها اّلِذْي َ‬ ‫عل َ‬ ‫ن َ‬ ‫صّلْو َ‬‫ن الَ َوَمل ِئَكَتُه ُي َ‬ ‫ل َتعَاَلى ِا ّ‬ ‫سِه َوَقا َ‬ ‫سِه َوَثـَنى ِبَمل ِئَكِتِه ِبُقْد ِ‬ ‫ل َاَمرَُكْم ِبَاْمٍر َبَدَأ ِفْيِه ِبَنْف ِ‬ ‫نا ّ‬ ‫عَلُمْوا َا ّ‬‫َوا ْ‬
‫ك َوَملِئكَِة‬ ‫سِل َ‬
‫عَلى َاْنِبيآِئكَ َوُر ُ‬ ‫حّمٍد َو َ‬ ‫سّيِدنَا ُم َ‬‫ل َ‬ ‫عَلى آ ِ‬ ‫سّلْم َو َ‬‫عَلْيِه َو َ‬ ‫ل َ‬ ‫صّلى ا ُ‬ ‫حّمٍد َ‬ ‫سّيِدَنا ُم َ‬‫عَلى َ‬ ‫ل َ‬ ‫صّ‬ ‫سِلْيًما‪ .‬اللُهّم َ‬ ‫سّلُمْوا َت ْ‬ ‫عَلْيِه َو َ‬‫صّلْوا َ‬ ‫َ‬
‫سا ٍ‬
‫ن‬ ‫حَ‬ ‫ن َلُهْم ِبِا ْ‬
‫ن َوَتاِبِعي الّتاِبِعْي َ‬ ‫حاَبِة َوالّتاِبِعْي َ‬ ‫صَ‬ ‫ن َبِقّيِة ال ّ‬ ‫عْ‬ ‫عِلى َو َ‬ ‫عْثَمان َو َ‬ ‫عَمرَو ُ‬ ‫ن َاِبى َبْكٍرَو ُ‬ ‫شِدْي َ‬
‫خَلَفاِء الّرا ِ‬ ‫ن ْال ُ‬ ‫عِ‬‫ض الّلهّم َ‬ ‫ن َواْر َ‬ ‫ْالُمَقّرِبْي َ‬
‫حِمْي َ‬
‫ن‬ ‫حَم الّرا ِ‬ ‫ك َيا َاْر َ‬ ‫حَمِت َ‬‫عّنا َمَعُهْم ِبَر ْ‬ ‫ض َ‬ ‫ن َواْر َ‬ ‫ِاَلىَيْوِم الّدْي ِ‬
‫شِرِكْي َ‬
‫ن‬ ‫ك َوْالُم ْ‬ ‫شْر َ‬ ‫ل ال ّ‬ ‫ن َوَأِذ ّ‬‫سِلِمْي َ‬
‫لَم َوْالُم ْ‬ ‫سَ‬ ‫لْ‬ ‫عّز ْا ِ‬ ‫ت اللُهّم َا ِ‬ ‫حيآُء ِمْنُهْم َوْالَْمَوا ِ‬ ‫ت َالَ ْ‬ ‫سِلَما ِ‬ ‫ن َوْالُم ْ‬ ‫سِلِمْي َ‬
‫ت َوْالُم ْ‬ ‫ن َوْالُمْؤِمَنا ِ‬ ‫غِفْر ِلْلُمْؤِمِنْي َ‬‫َاللُهّم ا ْ‬
‫ن‪ .‬اللُهّم اْدَفْع‬ ‫ك ِاَلى َيْوَم الّدْي ِ‬ ‫ل َكِلَماِت َ‬ ‫عِ‬‫ن َوا ْ‬ ‫عَداَءالّدْي ِ‬ ‫ن َو َدّمْر َا ْ‬ ‫سِلِمْي َ‬
‫ل ْالُم ْ‬‫خَذ َ‬‫ن َ‬ ‫ل َم ْ‬ ‫خُذ ْ‬
‫ن َوا ْ‬ ‫صَر الّدْي َ‬ ‫ن َن َ‬ ‫صْر َم ْ‬ ‫حِدّيَة َواْن ُ‬ ‫ك ْالمَُو ّ‬ ‫عَباَد َ‬‫صْر ِ‬ ‫َواْن ُ‬
‫سِلِمْي َ‬
‫ن‬ ‫ن ْالُم ْ‬‫ساِئِر ْالُبْلَدا ِ‬‫صًة َو َ‬ ‫سّيا خآ ّ‬ ‫ن َبَلِدَنا ِاْنُدوِنْي ِ‬‫عْ‬ ‫ن َ‬ ‫طَ‬ ‫ظَهَر ِمْنَها َوَما َب َ‬ ‫ن َما َ‬ ‫حَ‬ ‫سْوَء ْالِفْتَنِة َوْالِم َ‬‫ن َو ُ‬ ‫حَ‬ ‫ل َوْالِم َ‬ ‫لِز َ‬‫لَء َوْالَوَباءَ َوالّز َ‬ ‫عّنا ْالَب َ‬‫َ‬
‫حْمَنا َلَنُكْوَن ّ‬
‫ن‬ ‫ن َلْم َتْغِفْر َلَنا َوَتْر َ‬ ‫سَناَوِا ْ‬
‫ظَلْمَنا َاْنُف َ‬
‫ب الّناِر‪َ .‬رّبَنا َ‬ ‫عَذا َ‬ ‫سَنًة َوِقَنا َ‬ ‫حَ‬ ‫خَرِة َ‬ ‫سَنًة َوِفى ْال ِ‬ ‫حَ‬ ‫ن‪َ .‬رّبَنا آِتنَا ِفى الّدْنَيا َ‬ ‫ب ْالَعاَلمِْي َ‬ ‫عآّمًة َيا َر ّ‬
‫ظُكْم َلَعّلُكْم َتَذّكُرْو َ‬
‫ن‬ ‫حشآِء َوْالُمْنَكِر َوْالَبْغي َيِع ُ‬ ‫ن ْالَف ْ‬ ‫عِ‬ ‫ى َوَيْنَهى َ‬ ‫ن َوِإْيتآِء ِذى ْالُقْرب َ‬ ‫سا ِ‬ ‫حَ‬‫لْ‬ ‫ل َوْا ِ‬ ‫ل َيْأُمُرَنا ِبْالَعْد ِ‬ ‫نا َ‬ ‫ل ! ِا ّ‬ ‫عَباَدا ِ‬ ‫ن‪ِ .‬‬ ‫سِرْي َ‬ ‫خا ِ‬‫ن ْال َ‬ ‫ِم َ‬
‫ل َاْكَبْر‬‫ى ِنَعِمِه َيِزْدُكْم َوَلِذْكُر ا ِ‬ ‫عل َ‬ ‫شُكُرْوُه َ‬ ‫ظْيمَ َيْذُكْرُكْم َوا ْ‬ ‫ل ْالَع ِ‬‫َواْذُكُرواا َ‬

‫سوَۡرُة ی ٓ‬
‫س‬ ‫ُ‬
‫حيِم‬
‫ن ٱلّر ِ‬ ‫ل ٱلّرحۡ َ ٰ‬
‫مـ ِ‬ ‫ِ ۡ‬
‫بسِم ٱ ِ‬
‫مسَتِقيٍم۬ )‬ ‫ط ّ ۡ‬ ‫صَرٲ ٍ۬‬ ‫عَلىٰ ِ‬ ‫ن )‪َ (٣‬‬ ‫سِلي َ‬‫ن ٱ ۡلُمرۡ َ‬ ‫ك َلِم َ‬ ‫حِكيِم )‪ِ (٢‬إّن َ‬ ‫ن ٱ ۡل َ‬ ‫يس )‪َ (١‬وٱ ۡلُقرَۡءا ِ‬ ‫ٓ‬
‫ن )‪َ (٦‬لَقــدۡ‬ ‫غـ ـِٰفُلو َ‬ ‫حيِم )‪ِ (٥‬لُتنِذَر َقوۡ ً۬ما ّمآ ُأنِذَر َءاَبآُؤُهمۡ َفُهمۡ َ‬ ‫ل ٱ ۡلَعِزيِز ٱلّر ِ‬ ‫‪َ (٤‬تنِزي َ‬
‫ى ِإَلــى‬ ‫ل َفِه َ‬ ‫أغَلـٰ ً۬‬ ‫أعَنـِٰقِهمۡ َ ۡ‬‫ن )‪ِ (٧‬إّنا جََعلَۡنا ِفىٓ َ ۡ‬ ‫يؤِمُنو َ‬ ‫لُ ۡ‬ ‫أكَثِرِهمۡ َفُهمۡ َ‬ ‫عَلىٰٓ َ ۡ‬ ‫ق ٱ ۡلَقوۡلُ َ‬ ‫حّ‬ ‫َ‬
‫شيۡ َ ٰنـُهمۡ‬ ‫س ّ۬دا َفَأغۡ َ‬ ‫خلِۡفِهمۡ َ‬ ‫س ّ۬دا َوِمنۡ َ‬ ‫دي ۡأي ِہم ۡ َ‬ ‫ن َِ‬‫جَعلَۡنا ِمنۢ َبيۡ ِ‬ ‫ن )‪َ (٨‬و َ‬ ‫حو َ‬ ‫مقَم ُ‬ ‫ن َفُهم ّ ۡ‬ ‫ٱ ۡلَأذَۡقا ِ‬
‫ن )‪ِ (١٠‬إّنَمــا‬ ‫ل ُيؤِۡمُنــو َ‬ ‫عَ ِليۡہمۡ َءَأنـَذرَۡتُهمۡ َأمۡ َلـمۡ ُتنـِذرُۡهمۡ َ‬ ‫سَوآٌء َ‬ ‫ن )‪َ (٩‬و َ‬ ‫صُرو َ‬ ‫ل ُ ۡيب ِ‬ ‫َفُهمۡ َ‬
‫ڪِري ـٍم )‬ ‫مغِفَرٍة۬ َوَأجۡۡ ٍ۬ر َ‬ ‫شرُۡه ِب َ ۡ‬ ‫ب َفَب ّ‬ ‫ن ِبٱ ۡلَغيِۡۖ‬ ‫مـ َ‬ ‫ى ٱلّرحۡ َ ٰ‬ ‫شَ‬ ‫خِ‬ ‫ن ٱّتَبَع ٱلّذۡڪَر َو َ‬ ‫ُتنِذُر َم ِ‬
‫ۡ‬
‫صيَۡنــُٰه ِفــىٓ‬ ‫شــىٍۡء َأحۡ َ‬ ‫ل َ‬ ‫ب َما َقّدُموْا َوَءاَثـَٰرُهمۡۚ َوُكـ ّ‬ ‫ى ٱ ۡلَموَۡتىٰ َوَنڪُت ُ‬ ‫ن ُنحۡ ِ‬ ‫‪ِ (١١‬إّنا َنحۡ ُ‬
‫ن )‪(١٣‬‬ ‫سُلو َ‬ ‫جآَءَها ٱ ۡلُمرۡ َ‬ ‫ب ٱ ۡلَقرَۡيِة ِإذۡ َ‬ ‫حـٰ َ‬ ‫ل َأصۡ َ‬ ‫رب َلُهم ّمَث ً‬ ‫ضِ ۡ‬ ‫ن۬ )‪َ (١٢‬وٱ ۡ‬ ‫ِإَماٍم۬ ّمِبي ٍ‬
‫ن )‪َ (١٤‬قــاُلوْا‬ ‫سُلو َ‬ ‫ث۬ َفَقاُلوْٓا ِإّنآ ِإَليُۡكم ّمرۡ َ‬ ‫ن َفَكّذُبوُهَما َفَعّززَۡنا ِبَثاِل ٍ‬ ‫سلَنآ ِإَ ِليۡہُم ٱ ۡثَنيۡ ِ‬ ‫ِإذۡ َأرۡ َ ۡ‬
‫ن )‪َ (١٥‬قــاُلوْا‬ ‫ل َتكِۡذُبو َ‬ ‫شىٍۡء ِإنۡ َأنُتمۡ ِإ ّ‬ ‫ن ِمن َ‬ ‫رحَمـٰ ُ‬ ‫ل ٱل ّ ۡ‬ ‫مثُلَنا َوَمآ َأنَز َ‬ ‫شٌر۬ ّ ۡ‬ ‫ل َب َ‬ ‫َمآ َأنُتمۡ ِإ ّ‬
‫ن )‪َ (١٧‬قــاُلوْٓا ِإّنــا‬ ‫ل ٱ ۡلَبَلـ ـُٰغ ٱ ۡلُمِبي ـ ُ‬ ‫عَ ۡليَنــآ ِإ ّ‬‫ن )‪َ (١٦‬وَما َ‬ ‫سُلو َ‬ ‫َرّبَنا َيعَۡلُم ِإّنآ ِإَليُۡكمۡ َلُمرۡ َ‬
‫طــٰٓٮ ِٕرُُكم‬ ‫ب َأِليـٌم۬ )‪َ (١٨‬قــاُلوْا َ‬ ‫عَذا ٌ‬ ‫سّنُكم ّمّنا َ‬ ‫جَمّنُكمۡ َوَلَيَم ّ‬ ‫نر ُ‬ ‫ۖ َلٮ ِٕن ّلمۡ َتنَتُهوْا َل َ ۡ‬ ‫طّيرَۡنا ِبُكمۡ‬ ‫َت َ‬
‫ل۬‬
‫جـ ٌ‬ ‫صــا ٱ ۡلَمِديَنـِة رَ ُ‬ ‫جــآَء ِمـنۡ َ ۡأق َ‬ ‫ن )‪َ (١٩‬و َ‬ ‫ّرُتمۚ َبــلۡ َأنُتــمۡ َقــوٌۡم۬ ّمس ۡـِرُفو َ‬ ‫ّمَعُكمۡۚ َأٮ ِٕن ُذڪ ۡ‬
‫كم َأجۡۡ ً۬را َوُهــم‬ ‫ل َيسۡــَٔلُ ُ ۡ‬ ‫ن )‪ (٢٠‬ٱّتِبُعــوْا َمــن ّ‬ ‫سـِلي َ‬ ‫َيسـَۡعىٰ َقــالَ َيـ ٰـَقوِۡم ٱّتِبُعــوْا ٱ ۡلُمرۡ َ‬
‫خـذُ ِمــن‬ ‫ن )‪َ (٢٢‬ءَأّت ِ‬ ‫جُعــو َ‬ ‫طَرِنــى َوِإَليِۡۡه ُترۡ َ‬ ‫أعُبـُد ٱّلـِذى َف َ‬ ‫لٓ َ ۡ‬ ‫ى َ‬ ‫ن )‪َ (٢١‬وَما ِل َ‬ ‫ّمهَۡتُدو َ‬
‫ن )‪(٢٣‬‬ ‫ل ُينِق ـُذو ِ‬ ‫شيۡ ً۬ٔـا َو َ‬‫شَفـَٰعُتُهمۡ َ‬ ‫عّنى َ‬ ‫ن َ‬ ‫ل ُتغۡ ِ‬ ‫ضّر۬ ّ‬ ‫ن ِب ُ‬ ‫مـ ُ‬ ‫ن ٱلّرحۡ َ ٰ‬ ‫ُدوِن ۦِۤه َءاِلَهًة ِإن ُيِردۡ ِ‬
‫ل‬
‫خـ ِ‬ ‫ل ٱ ۡد ُ‬ ‫ن )‪ِ (٢٥‬قيـ َ‬ ‫ت ِبَرّبُكــمۡ َفٱسـَۡمُعو ِ‬ ‫ن )‪ِ (٢٤‬إّنــىٓ َءاَمنـ ُ‬ ‫ل۬ ّمِبي ٍ‬ ‫ضَلـٰ ٍ‬ ‫ِإّنىٓ ِإًذ۬ا ّلِفى َ‬
‫ن)‬ ‫مكَرِمي َ‬ ‫ن ٱ ۡل ُ ۡ‬ ‫جَعَلِنى ِم َ‬ ‫غَفَر ِلى َرّبى َو َ‬ ‫ن )‪ِ (٢٦‬بَما َ‬ ‫يعَلُمو َ‬ ‫ت َقوِۡمى َ ۡ‬ ‫ل َ ٰيـَليۡ َ‬‫ۖ َقا َ‬ ‫ٱ ۡل َ‬
‫جّنَة‬
‫ن )‪(٢٨‬‬ ‫سَمآِء َوَمــا ُكّنــا ُمنِزِليـ َ‬ ‫جنٍد۬ ّمنَ ٱل ّ‬ ‫من َبعِۡدِهۦ ِمن ُ‬ ‫عَلىٰ َقوِۡمِهۦ ِ ۢ‬ ‫‪َ ۞ (٢٧‬وَمآ َأنَزلَۡنا َ‬
‫عَلى ٱ ۡلِعَبــاِدۚ َمــا َيــأِۡتيِهم‬ ‫حسَرًة َ‬ ‫ن )‪َ (٢٩‬يـٰ َ ۡ‬ ‫خـِٰمُدو َ‬ ‫حَدًة۬ َفِإَذا ُهمۡ َ‬ ‫حًة۬ َوٲ ِ‬ ‫صيۡ َ‬ ‫ل َ‬ ‫ِإن َكاَنتۡ ِإ ّ‬
‫ن‬ ‫ن ٱ ۡلُقـُرو ِ‬ ‫لكَنــا َقبَۡلُهــم ّمـ َ‬ ‫ن )‪َ (٣٠‬أَلمۡ َيـَروْۡا َكــمۡ َأهَۡ ۡ‬ ‫يسَتہِۡزُءو َ‬ ‫ل َكاُنوْا ِبِهۦ َ ۡ‬ ‫ل ِإ ّ‬ ‫سو ٍ‬ ‫ّمن ّر ُ‬
‫ن )‪َ (٣٢‬وَءاَيٌة۬ ّلُهــُم‬ ‫ضُرو َ‬ ‫ديَنا ُمحۡ َ‬ ‫جِميٌع۬ ّل َ ۡ‬‫ل۬ ّلّما َ‬ ‫ن )‪َ (٣١‬وِإن ُك ّ‬ ‫جُعو َ‬ ‫ل َيرۡ ِ‬ ‫َأّن ُہم ۡ ِإَ ِليۡہمۡ َ‬
‫جّنـٰتٍ۬‬ ‫علَنا ِفيَها َ‬ ‫ن )‪َ (٣٣‬وجَ َ ۡ‬ ‫حّب۬ا َفِمنُۡه َيأۡڪُُلو َ‬ ‫أخَرجَۡنا ِمنَۡہا َ‬ ‫ميَتُة َأحۡ َ ۡييَنـَٰها َوَ ۡ‬ ‫ض ٱ ۡل َ ۡ‬ ‫ٱ ۡلَأرۡ ُ‬
‫عِمَلتُۡۡه‬ ‫ن )‪ِ (٣٤‬لَيأۡڪُُلوْا ِمن َثَمِرِه ـۦ َوَمــا َ‬ ‫ن ٱ ۡلُعُيو ِ‬ ‫جرِۡفي َہا ِم َ‬ ‫ب َوَف َّنا‬ ‫أعَنـٰ ٍ۬‬ ‫ل۬ وََ ۡ‬ ‫خي ٍ‬ ‫ّمن ّن ِ‬
‫ڪّلَهــا ِمّمــا ُتنِۢبــ ُ‬
‫ت‬ ‫ج ُ‬ ‫ق ٱ ۡلَأزَۡوٲ َ‬ ‫خَلــ َ‬ ‫ن ٱّلــِذى َ‬ ‫حـــٰ َ‬ ‫سبۡ َ‬ ‫ن )‪ُ (٣٥‬‬ ‫ل َيشــۡڪُُرو َ‬ ‫ۖ َأَف َ‬ ‫َ ۡأيِۡديِهمۡ‬
‫منُه لّنٱ َہاَر‬ ‫خ ِۡ‬ ‫ل َنسَۡل ُ‬ ‫ن )‪َ (٣٦‬وَءاَيٌة۬ ّلُهُم ٱّ ۡلي ُ‬ ‫ل َيعَۡلُمو َ‬ ‫سِهمۡ َوِمّما َ‬ ‫من َأنُف ِ‬ ‫ض وَ ِ ۡ‬ ‫ٱ ۡلَأرۡ ُ‬
‫تقِديُر ٱ ۡلَعِزيـِز ٱ ۡلَعِليـِم‬ ‫كَۡ‬ ‫س َتجِۡرى ِلُمسَۡتَقّر۬ ّلَهاۚ َذٲِل َ‬ ‫شمۡ ُ‬ ‫ن )‪َ (٣٧‬وٱل ّ‬ ‫مظِلُمو َ‬ ‫َفِإَذا ُهم ّ ۡ‬
‫شــمۡ ُ‬
‫س‬ ‫ل ٱل ّ‬ ‫ن ٱ ۡلَقـِديِم )‪َ (٣٩‬‬ ‫جو ِ‬ ‫عــاَد َكـٱ ۡلُعرۡ ُ‬ ‫حّتــىٰ َ‬ ‫ل َ‬ ‫درَنـُٰه َمَناِز َ‬ ‫)‪َ (٣٨‬وٱ ۡلَقَمَر َق ّ ۡ‬
‫ن)‬ ‫حو َ‬ ‫ك۬ َيس ۡـَب ُ‬ ‫ل۬ ِفــى َفَلـ ٍ‬ ‫ق لّنٱ َہ اِر ۚ َوُكـ ّ‬ ‫ســاِب ُ‬ ‫ل َ‬ ‫ل ٱّليۡ ُ‬ ‫ك ٱ ۡلَقَمَر َو َ‬ ‫َينَۢبِغى َلَهآ َأن ُتدِۡر َ‬
‫ن )‪٤١‬‬ ‫حو ِ‬ ‫مش ُ‬ ‫ك ٱ ۡل َ ۡ‬ ‫هم َأّنا حَناَملُۡذّرّيَت ُہم ۡ ِفى ٱ ۡلُفلۡ ِ‬ ‫)‪َ (٤٠‬وَءاَيٌة۬ ّل ُ ۡ‬
‫ل ُهــمۡ‬ ‫خ َلُهــمۡ َو َ‬ ‫ص ـِري َ‬ ‫ل َ‬ ‫نغِرقُۡهــمۡ َف َ‬ ‫شــأۡ ُ ۡ‬ ‫ن )‪َ (٤٢‬وِإن ّن َ‬ ‫خَلقَۡنا َلُهم ّمن ّمثِۡلِهۦ َما َيرَۡكُبو َ‬ ‫َو َ‬
‫ل َلُهـُم ٱّتُقــوْا َمــا َبيۡۡنَ‬ ‫ن۬ )‪َ (٤٤‬وِإَذا ِقيـ َ‬ ‫حيـ ٍ‬ ‫ل َرحَۡمًة۬ ّمّنا َوَمَتـًٰعا ِإَلــىٰ ِ‬ ‫ن )‪ِ (٤٣‬إ ّ‬ ‫ُينَقُذو َ‬
‫تِيـٰ َرّب ِہم ۡ ِإلّ‬ ‫من َءا َ‬‫ن )‪َ (٤٥‬وَماِتيَتأۡ ِہم ّمن ۡ َءاَيٍة۬ ّ ۡ‬ ‫حُمو َ‬ ‫تر َ‬ ‫خلَۡفُكمۡ َلَعّلُكمۡ ُ ۡ‬ ‫َ ۡأيِديُكمۡ َوَما َ‬
‫ڪَفُرواْ‬ ‫ن َ‬ ‫ل ٱّلِذي َ‬ ‫ل َقا َ‬ ‫ل َلُهمۡ َأنِفُقوْا ِمّما َرَزَقُكُم ٱ ُّ‬ ‫ن )‪َ (٤٦‬وِإَذا ِقي َ‬ ‫ضي َ‬ ‫عنَۡہا ُمعِۡر ِ‬ ‫َكاُنوْا َ‬
‫ن )‪(٤٧‬‬ ‫ل۬ ّمِبيـ ٍ۬‬ ‫ضَلــٰ ٍ‬ ‫ل ِفــى َ‬ ‫لـ َأطَۡعَمـُهۥۤ ِإنۡ َأنُتــمۡ ِإ ّ‬ ‫شآُء ٱ ُّ‬ ‫ن َءاَمُنوْٓا َأُنطِۡعُم َمن ّلوۡ َي َ‬ ‫ِلّلِذي َ‬
‫حـَدًة۬‬ ‫حًة۬ َوٲ ِ‬ ‫صـ ۡـي َ‬
‫ل َ‬ ‫ن ِإ ّ‬‫ظـُرو َ‬ ‫ن )‪َ (٤٨‬مــا َين ُ‬ ‫صـِٰدِقي َ‬ ‫ن َمَتىٰ َهـَٰذا ٱ ۡلَوعُۡد ِإن ُكنُتمۡ َ‬ ‫َوَيُقوُلو َ‬
‫ن )‪(٥٠‬‬ ‫جُعو َ‬ ‫لٓ ِإَلىٰٓ َأهِۡلِهمۡ َيرۡ ِ‬ ‫صَي ً۬ة َو َ‬ ‫ن َتوۡ ِ‬ ‫طيُعو َ‬ ‫ل َيسَۡت ِ‬ ‫ن )‪َ (٤٩‬ف َ‬ ‫صُمو َ‬ ‫خ ّ‬ ‫خُذُهمۡ َوُهمۡ َي ِ‬ ‫َتأۡ ُ‬
‫ن )‪َ (٥١‬قاُلوْا َيــَٰويَۡلَنا َمـنۢ‬ ‫سُلو َ‬ ‫ث ِإَلىٰ َرّبِهمۡ َين ِ‬ ‫ن ٱ ۡلَأجَۡدا ِ‬ ‫صوِر َفِإَذا ُهم ّم َ‬ ‫خ ِفى ٱل ّ‬ ‫َوُنِف َ‬
‫نت‬ ‫ن )‪ِ (٥٢‬إن ڪَــا َ ۡ‬ ‫سـُلو َ‬ ‫ق ٱ ۡلُمرۡ َ‬ ‫صـَد َ‬ ‫ن َو َ‬ ‫عَد ٱلّرحَۡمــٰ ُ‬ ‫َبَعَثَنا ِمن ّمرَۡقِدَناۜۗ َهـَٰذا َما َو َ‬
‫شيۡــً۬ٔا‬ ‫س َ‬ ‫ل ُتظَۡلـُم َنفۡۡ ٌ۬‬ ‫ن )‪َ (٥٣‬فٱ ۡلَيوَۡم َ‬ ‫ضُرو َ‬ ‫مح َ‬ ‫جِميٌع۬ ّلَديَۡنا ُ ۡ‬ ‫حَدًة۬ َفِإَذا ُهمۡ َ‬ ‫حًة۬ َوٲ ِ‬ ‫صيۡ َ‬‫ل َ‬ ‫ِإ ّ‬
‫ل۬‬
‫ش ـُغ ٍ‬‫جّن ـِة ٱ ۡلَيــوَۡم ِفــى ُ‬ ‫ب ٱ ۡل َ‬ ‫حـ ـٰ َ‬ ‫ن َأصۡ َ‬ ‫ن )‪ِ (٥٤‬إ ّ‬ ‫تعَمُلــو َ‬ ‫ل َمــا ڪُنُتــمۡ َ ۡ‬ ‫ل ُتجَۡۡزوۡنَ ِإ ّ‬ ‫َو َ‬
‫هـمۡفي َہ ا‬ ‫ن )‪َ (٥٦‬ل ُ ِ‬ ‫ك ُمّتِكــُٔو َ‬ ‫عَلـى ٱ ۡلَأَرآٮ ِٕ ِ‬ ‫ل َ‬ ‫لــ ٍ‬
‫ظَ ٰ‬ ‫جُهمۡ ِفـى ِ‬ ‫ن )‪ُ (٥٥‬همۡ َوَأزَۡوٲ ُ‬ ‫َ ٰفـِكُهو َ‬
‫حيٍم۬ )‪َ (٥٨‬وٱ ۡمَتـُٰزوْا ٱ ۡلَميوَۡأيّ َہا‬ ‫ب۬ ّر ِ‬ ‫ل ّمن ّر ّ‬ ‫سَلـٰ ٌ۬م َقوۡ ً۬‬
‫ن )‪َ (٥٧‬‬ ‫عو َ‬ ‫َفـِٰكَهٌة۬ َوَلُهم ّما َيّد ُ‬
‫ن ِإّنـُه ۥ َلُكــمۡ‬ ‫طــَٰۖ‬ ‫شيۡ َ‬ ‫تعُبـُدوْا ٱل ّ‬ ‫لَۡ‬ ‫أعَهدۡ ِإَليُۡكــمۡ َيــَٰبِنىٓ َءاَدَم َأن ّ‬ ‫ن )‪َ ۞ (٥٩‬أَلمۡ َ ۡ‬ ‫مجِرُمو َ‬ ‫ٱ ۡل ُ ۡ‬
‫ل‬‫جِب ّ۬‬ ‫ل ِمنُكــمۡ ِ‬ ‫ضـ ّ‬ ‫مسَتِقيٌم۬ )‪َ (٦١‬وَلَقدۡ َأ َ‬ ‫ط ّ ۡ‬ ‫صَرٲ ٌ۬‬ ‫عُبُدوِنىۚ َهـَٰذا ِ‬ ‫نٱ ۡ‬ ‫ن۬ )‪َ (٦٠‬وَأ ِ‬ ‫عُدّو۬ ّمِبي ٌ‬ ‫َ‬
‫لوَها‬ ‫ن )‪ (٦٣‬ٱصـَۡ ۡ‬ ‫عـُدو َ‬ ‫جَهّنُم ٱّلِتــى ُكنُتــمۡ ُتو َ‬ ‫ن )‪َ (٦٢‬هـِٰذِهۦ َ‬ ‫تعِقُلو َ‬ ‫را َأَفَلمۡ َتُكوُنوْا َ ۡ‬ ‫َكِثي ًۖ‬
‫عَلىٰٓ َأفَۡوٲِهِهمۡ َوُتَكّلُمَنــآ َِأيديۡۡ ِہم ۡ َوَتش َـۡہُد‬ ‫ن )‪ (٦٤‬ٱ ۡلَيوَۡم َنخِۡتُم َ‬ ‫تكُفُرو َ‬ ‫ٱ ۡلَيوَۡم ِبَما ُكنُتمۡ َ ۡ‬
‫عَلــىٰٓ َُيِنأعۡ ِہ م ۡ َفٱسـَۡتَبُقواْ‬ ‫طَمسـَۡنا َ‬ ‫شــآُء َل َ‬ ‫ن )‪َ (٦٥‬وَلــوۡ َن َ‬ ‫سـُبو َ‬ ‫جُلُهــم ِبَمــا َكــاُنوْا َيكۡ ِ‬ ‫َأرۡ ُ‬
‫طـُٰعوْا‬ ‫سَت َ‬ ‫عَلىٰ َمڪَاَنِتِهمۡ َفَما ٱ ۡ‬ ‫سخَنـُٰهمۡ َ‬ ‫شآُء َلَم َ ۡ‬ ‫ن )‪َ (٦٦‬وَلوۡ َن َ‬ ‫صُرو َ‬ ‫ط َفَأّنىٰ ُيبۡ ِ‬ ‫صَرٲ َ‬ ‫ٱل ّ‬
‫ن )‪َ (٦٨‬وَمــا‬ ‫ل َيعِۡقُلــو َ‬ ‫ق َأَف َ‬‫خلِۡۡۖ‬ ‫ّسُه ِفى ٱ ۡل َ‬ ‫مرُه ُنَنڪ ۡ‬ ‫ن )‪َ (٦٧‬وَمن ّنَع ّ ۡ‬ ‫جُعو َ‬ ‫ل َيرۡ ِ‬ ‫ض ّ۬يا َو َ‬‫ُم ِ‬
‫ن۬ )‪ّ (٦٩‬لُين ـِذَر َمــن َكــانَ‬ ‫ن۬ ّمِبي ٌ‬ ‫ل ِذكۡ ٌ۬ر َوُقرَۡءا ٌ‬ ‫إن ُهَو ِإ ّ‬ ‫شعَۡر َوَما َينَۢبِغى َلُه ۥۤۚ ِ ۡ‬ ‫عّلمَۡنـُٰه ٱل ّ‬ ‫َ‬
‫عِمَلــتۡ َأيِۡۡديَنآ‬ ‫خَلقَۡنا َلُهم ّمّما َ‬ ‫روْا َأّنا َ‬ ‫ن )‪َ (٧٠‬أَوَلمۡ َي َ ۡ‬ ‫كـِفِري َ‬ ‫عَلى ٱ ۡل َ ٰ‬ ‫ل َ‬ ‫ق ٱ ۡلَقوۡ ُ‬ ‫حّ‬ ‫ح ّ۬يا َوَي ِ‬ ‫َ‬
‫ن )‪َ (٧٢‬وَلُهـمۡ‬ ‫منَرُكوُب ُہم ۡ َوِمنَۡہ ا َيـأُۡكُلو َ‬ ‫ن )‪َ (٧١‬وَذّللَۡنـَٰها َلُهمۡ َف اَِہۡ‬ ‫عـ ً۬ما َفُهمۡ َلَها َمـِٰلُكو َ‬ ‫َأنۡ َ ٰ‬
‫لـ َءاِلَهـًة۬ لَّعّلُهـمۡ‬ ‫ن ٱ ِّ‬ ‫خـُذوْا ِمـن ُدو ِ‬ ‫ن )‪َ (٧٣‬وٱّت َ‬ ‫ل َيشُۡكُرو َ‬ ‫ب َأَف َ‬ ‫شاِرُۖ‬ ‫ِفي َہا َمَنـ ِٰفُع َوَم َ‬
‫ل َيحُۡزنــ َ‬
‫ك‬ ‫ن )‪َ (٧٥‬ف َ‬ ‫ضُرو َ‬ ‫مح َ‬ ‫جنٌد۬ ّ ۡ‬ ‫هم ُ‬ ‫ن َنصَۡرُهمۡ َوُهمۡ َل ُ ۡ‬ ‫طيُعو َ‬ ‫يسَت ِ‬ ‫لَ ۡ‬ ‫ن )‪َ (٧٤‬‬ ‫صُرو َ‬ ‫ُين َ‬
‫نطَفـٍة۬‬ ‫خَ ۡلقَنــُٰه ِمــن ّ ۡ‬ ‫ن َأّنا َ‬ ‫سـٰ ُ‬‫ن )‪َ (٧٦‬أَوَلمۡ َيَر ٱ ۡلِإن َ‬ ‫ن َوَما ُيعِۡلُنو َ‬ ‫سّرو َ‬ ‫َقوُۡلُهمۡۘ ِإّنا َ ۡ‬
‫نعَلُم َما ُي ِ‬
‫ظـ ـٰمَ‬ ‫ل َمــن ُيحۡۡىِ ٱ ۡلِع َ‬ ‫ۖ َقــا َ‬‫خلَقُه ۥ‬
‫سىَ َ ۡ‬ ‫ل۬ َوَن ِ‬ ‫ب َلَنا َمَث ً‬ ‫ضَر َ‬ ‫ن۬ )‪َ (٧٧‬و َ‬ ‫صيٌم۬ ّمِبي ٌ‬ ‫خ ِ‬ ‫َفِإَذا ُهَو َ‬
‫عِلي ـٌم )‪(٧٩‬‬ ‫ق َ‬ ‫خلۡۡ ٍ‬ ‫ل َ‬ ‫ۖ َوُهَو ِبُك ـ ّ‬ ‫ل َمّرٍة۬‬ ‫شَأَهآ َأّو َ‬ ‫يح َہا ٱّلِذىٓ َأن َ‬ ‫ى َرِميٌم۬ )‪ُ (٧٨‬قلۡ ُِيي ۡ‬ ‫َوِه َ‬
‫ن )‪َ (٨٠‬أَوَليۡۡسَ‬ ‫ضِر َنا ً۬را َفِإَذآ َأنُتــم ّمنُۡۡه ُتوِق ـُدو َ‬ ‫جِر ٱ ۡلَأخۡ َ‬ ‫شَ‬ ‫ن ٱل ّ‬ ‫ل َلُكم ّم َ‬ ‫جَع َ‬‫ٱّلِذى َ‬
‫ق‬
‫خّلـ ٰـ ُ‬ ‫ق ِمثَۡلُهمۚ َبَلــىٰ وَُهـَو ٱ ۡل َ‬ ‫عَلىٰٓ َأن َيخُۡل َ‬ ‫ض ِبَقـِٰدٍر َ‬ ‫ت َوٱ ۡلَأرۡ َ‬ ‫سَمـَٰوٲ ِ‬ ‫ق ٱل ّ‬ ‫خَل َ‬
‫ٱّلِذى َ‬
‫ن‬
‫حــٰ َ‬ ‫سب َ‬‫ن )‪َ (٨٢‬ف ُ ۡ‬ ‫ل َلـُه ۥ ُكــن َفَيُكــو ُ‬ ‫شيۡـ ٔـًا َأن َيُقــو َ‬ ‫ذا َأَراَد َ‬ ‫ٱ ۡلَعِليـُم )‪ِ (٨١‬إّنَمــآ َأمُۡۡرُه ۥۤ ِإ َ ٓ‬
‫ن )‪٨٣‬‬ ‫جُعو َ‬ ‫شىۡ ٍ۬ء َوِإَليِۡه ُترۡ َ‬ ‫ل َ‬ ‫ت ُك ّ‬ ‫)ٱّلِذى ِبَيِدِهۦ َمَلُكو ُ‬

‫‪DOA SESUDAH SHALAT TARAWIH‬‬


‫ك ‪َ /‬الّلُهّم ﴿‬ ‫طاِن ْ‬
‫سْل َ‬
‫ظْيِم ُ‬
‫عِ‬ ‫ك اْلَكِرْيِم َو َ‬
‫جِه َ‬‫ل َو ْ‬‫لِ‬ ‫جَ‬ ‫حْمُد َكَما َيْنَبِغى ِل َ‬ ‫ك اْل َ‬‫ئ َمِزْيَدْه ‪َ /‬ياَرّبَنا َل َ‬ ‫حْمًدا ُيَواِفي ِنَعَمُه َوُيَكاِف ُ‬ ‫ن‪َ /‬‬ ‫ل َرّباْلَعاَلِمي َ‬ ‫حْمُد ِ‬‫ال َ‬
‫صَلَوا ِ‬
‫ت‬ ‫عَلى ال ّ‬ ‫ن ‪َ /‬و َ‬‫ضي ْ‬‫ن الّلْغِو ُمْعِر ِ‬ ‫عِ‬ ‫ن ‪َ /‬و َ‬ ‫ك ُمَؤّدي ْ‬‫ضَ‬ ‫ن ‪َ /‬وِلَفَراِئ ِ‬ ‫ن َكاِمِلي ْ‬ ‫ليمَا ِ‬‫جَعْلَنا ِبْا ِ‬
‫ن ‪َ /‬الّلُهّم ا ْ‬ ‫جَمِعي ْ‬‫حِبِه َأ ْ‬
‫صْ‬‫عَلى آِلِه َو َ‬ ‫حّمٍد َو َ‬ ‫صّلَعَلى ُم َ‬ ‫َ‬
‫سّيِدنَا‬
‫ت ِلَواِء َ‬ ‫ن ‪َ /‬وَتحْ َ‬ ‫غِبي ْ‬
‫خَرِة َرا ِ‬ ‫ى ْال ِ‬‫ن ‪َ /‬وف ِ‬ ‫ن ‪َ /‬وِفى الّدْنيَا َزاِهِدي ْ‬ ‫صاِبِري ْ‬ ‫لِء َ‬ ‫عَلى اْلَب َ‬ ‫ن ‪َ /‬و َ‬ ‫شاِكِري ْ‬ ‫ن ‪َ /‬وِبالّنْعَماِء َ‬ ‫عِلي ْ‬
‫ن ‪َ /‬وِللّزَكاِة َفا ِ‬ ‫ظي ْ‬ ‫حاِف ِ‬‫ُم َ‬
‫سْنُد ٍ‬
‫س‬ ‫ن ُ‬ ‫ن ‪َ /‬وِم ْ‬ ‫عِدي ْ‬
‫سُرِر اْلَكَرامَِة قَا ِ‬ ‫عَلى ُ‬ ‫ن ‪َ /‬و َ‬ ‫جي ْ‬‫ن الّناِر نَا ِ‬ ‫ن ‪َ /‬وِم َ‬ ‫خِلي ْ‬
‫جّنِة َدا ِ‬‫ن ‪َ /‬وِفي اْل َ‬ ‫ساِئِري ْ‬ ‫سّلَم َيْوَم اْلِقَياَمِة َ‬
‫عَلْيِه َو َ‬
‫ل َ‬ ‫صّلى ا ُ‬ ‫حّمٍد َ‬ ‫ُم َ‬
‫ن َأْنَعْمتَ‬ ‫ن ‪َ /‬مَع اّلِذي َ‬‫ن َمِعي ْ‬ ‫ق َوَكْأسٍ ِم ْ‬ ‫ب َوَأبَاِري َ‬‫ن‪ِ /‬بَأْكَوا ٍ‬ ‫شاِرِبي ْ‬‫صّفى َ‬ ‫ل ُم َ‬ ‫سٍ‬‫عَ‬ ‫ن َو َ‬‫ن َلَب ٍ‬ ‫ن ‪َ /‬وِم ْ‬ ‫جّنِة آِكِلي ْ‬
‫طَعاِم اْل َ‬‫ن َ‬ ‫ن ‪َ /‬وِم ْ‬ ‫سي ْ‬ ‫ق ُمَتَلّب ِ‬‫سَتْبَر ٍ‬
‫َوِإ ْ‬
‫ل َرّباْلَعاَلِمي ْ‬
‫ن‬ ‫ن ‪َ /‬واْلحَْمُد ِّ‬ ‫جَمِعي ْ‬
‫حِبِه َأ ْ‬
‫صْ‬‫عَلى آِلِه َو َ‬ ‫حّمٍد َو َ‬ ‫لِالّلُهّمَعَلى ُم َ‬ ‫صّ‬ ‫ن ‪َ /‬و َ‬ ‫حي ْ‬ ‫صاِل ِ‬‫شَهَداِء َوال ّ‬ ‫ن َوال ّ‬‫صّديِقي َ‬‫ن َوال ّ‬ ‫ن الّنِبيّي َ‬‫عَلْيِهْم مِ َ‬‫﴾ َ‬

‫‪DOA SESUDAH WITIR RAMADHAN‬‬

‫عّنا ‪َ /‬الّلُهّم ِإّنا ﴿‬


‫ف َ‬
‫ع ُ‬
‫ب اْلَعفَْو فَا ْ‬
‫ح ّ‬
‫عُفّو َكِريْم ‪ُ /‬ت ِ‬
‫ك َ‬
‫ن ‪َ / /‬الّلُهّم ِإّن َ‬
‫جَمِعي ْ‬
‫حِبِه َأ ْ‬
‫صْ‬‫عَلى آِلِه َو َ‬
‫حّمْد ‪َ /‬و َ‬
‫صّلَعَلى ُم َ‬
‫ن‪َ /‬الّلُهّم َ‬
‫ل َرّباْلَعاَلِمي ْ‬
‫حْمُد ِ‬
‫َاْل َ‬
‫شَعنَا ‪/‬‬
‫خّ‬ ‫عنَا ‪َ /‬وَت َ‬
‫ضّر َ‬‫جْوَدنَا ‪َ /‬وَت َ‬
‫سُ‬‫عنَا ‪َ /‬و ُ‬ ‫صيَاَمنَا ‪َ /‬وِقيَاَمنَا ‪َ /‬وُرُكْو َ‬
‫ل ِمّنا ِ‬ ‫ك َوالّناْر ‪َ /‬الّلُهّم َتَقّب ْ‬ ‫طَ‬‫خِ‬‫سَ‬ ‫ن َ‬ ‫ك ِم ْ‬
‫جّنَة ‪َ /‬وَنُعْوُذ ِب َ‬
‫ك َواْل َ‬
‫ضا َ‬‫سَأُلَكِر َ‬‫َن ْ‬
‫ن َرّب َ‬
‫ك‬ ‫سْبحَا َ‬ ‫حيْم ‪ُ /‬‬‫ت الّتّوابُ الّر ِ‬‫ك َأْن َ‬
‫عَلْينَا ِإّن َ‬
‫ب َ‬
‫سِمْيُع اْلَعِليْم ‪َ /‬و ُت ْ‬
‫ت ال ّ‬
‫ك َأْن َ‬
‫ل ِمّنا ِإّن َ‬ ‫ن ‪َ /‬الّلُهّم َتَقّب ْ‬
‫حِمي ْ‬
‫حَم الّرا ِ‬
‫ك يَا َأْر َ‬‫حَمِت َ‬
‫صْيَرنَا ‪ِ /‬بَر ْ‬
‫َوَتّمْم َتْق ِ‬
‫ل َرّباْلَعاَلِمي ْ‬
‫ن‬ ‫حْمُد ِّ‬
‫ن ‪َ /‬واْل َ‬
‫صُفو ْ‬‫عّما َي ِ‬‫ب اْلِعّزِة َ‬ ‫﴾ َر ّ‬

‫‪DOA BERBUKA PUASA‬‬

‫ظَمـأ ﴿‬
‫ب ال ّ‬
‫ت ‪َ /‬ذَه َ‬
‫طْر ُ‬
‫ك َأْف َ‬
‫عَلى ِرْزِق َ‬
‫ت ‪َ /‬و َ‬
‫صْم ُ‬
‫ك ُ‬
‫‪َ ُ/‬الّلُهّم َل َ‬
‫ل َتَعـاَلى‬
‫شاَء ا ُ‬
‫ن َ‬
‫جـُر ِإ ْ‬
‫لْ‬
‫ت ْا َ‬
‫ق ‪َ /‬و َثـَب َ‬
‫ت اْلُعُرْو ُ‬
‫﴾ َواْبـَتَّل ِ‬
‫‪Allahumma laka shumtu , wa ‘ala rizqika afthartu , dzahaba z-zhama’u‬‬
‫‪Wa-btallati l-uruqu , wa tsabata l-ajru insya Allahu ta’ala, aamiin‬‬

‫‪SHALAWAT TIAP DUA RAKAAT TARAWIH‬‬

‫حّمْد ﴿‬
‫عَلى ُم َ‬
‫ل َ‬
‫صّ‬‫‪َ ﴾BILAL :‬الّلُهّم َ‬
‫عَلْيه ﴿‬
‫ك َ‬
‫سّلمْ َوبَاِر ْ‬
‫لَِو َ‬
‫صّ‬‫‪َ ﴾JAMA’AH :‬الّلُهّم َ‬

‫‪TASBIH SESUDAH RAKAAT WITIR‬‬

‫ت َأَبدًا ‪﴿ /‬‬‫ل َيُفْو ُ‬‫ت َو َ‬


‫ل َيُمْو ُ‬ ‫ل َينَاُم َو َ‬
‫ي اّلِذي َ‬‫حّ‬ ‫ك اْل َ‬
‫ن اْلَمِل ِ‬
‫حا َ‬
‫سْب َ‬‫جْود ‪ُ /‬‬ ‫ك اْلَمْو ُ‬
‫ن اْلَمِل ِ‬
‫حا َ‬
‫سْب َ‬
‫ك اْلَمْعُبوْد ‪ُ /‬‬
‫ن اْلَمِل ِ‬
‫حا َ‬‫سْب َ‬
‫س‪ُ /‬‬ ‫ك اْلُقّدو ْ‬
‫ن اْلَمِل ِ‬
‫حا َ‬‫سْب َ‬
‫ُ‬
‫ظيْم‬
‫يِاْلَع ِ‬‫ل اْلَعِل ّ‬
‫ل ِبا ِ‬
‫ل قُّوَة ِإ ّ‬
‫ل َو َ‬
‫حْو َ‬ ‫ل َ‬‫ل َأْكَبْر ‪َ /‬و َ‬
‫ل َوا ُ‬‫لا ُ‬ ‫ل ِإَلَه ِإ ّ‬
‫ل َو َ‬
‫حْمُد ِّ‬‫ل َواْل َ‬‫نا ِ‬ ‫حا َ‬
‫سْب َ‬
‫ح‪ُ /‬‬‫لِئَكِة َوالّرو ْ‬ ‫ب اْلَم َ‬
‫ح ُقّدْوسٌ َرّبنَا َوَر ّ‬‫سّبْو ٌ‬
‫﴾ُ‬

‫‪LAFAZ NIAT PUASA RAMADHAN ESOK HARI‬‬

‫ل َتَعاَلى ﴿‬
‫سَنِة ِّ‬
‫ن َهِذِه ال ّ‬
‫شْهِر َرَمضَا َ‬
‫ض َ‬
‫ن َأَداِء َفْر ِ‬
‫عْ‬
‫غٍد َ‬
‫صْوَم َ‬
‫ت َ‬
‫﴾َنَوْي ُ‬
‫‪Nawaytu shawma ghadin , ’an ada’i fardhi syahri ramadhana‬‬
‫‪hadzihi s-sanati lillahi ta’ala‬‬

‫‪makna doa tarawih‬‬

‫‪Hai Allah, jadikanlah kami orang yang imannya sempurna. Bisa mengerjakan yang wajib. Bisa‬‬
‫‪menjaga sholat dan bisa menunaikan zakat. Bisa menuntut/ mencari kebaikan di sisi-Mu,‬‬
‫‪mengharap ampunan-Mu, memegang teguh petunjuk-Mu, berpaling dari penyelewengan, zuhut‬‬
‫‪(sederhana) terhadap dunia, mencintai amal untuk bekal akhirat, ridho terhadap kepastian‬‬
‫‪(Allah), syukur terhadap nikmat yang telah diberikan, dan sabar terhadap segala cobaan.‬‬

‫‪Dan mudah2an di hari kiamat nanti, kami dalam satu barisan dibawah panji junjungan Nabi‬‬
‫‪Muhammad SAW melewati telaga yang sejuk, bisa masuk surga, duduk diatas tahta kehormatan,‬‬
didampingi bidadari, mengenakan pakaian kebesaran dari sutra warna warni, menikmati
makanan surga, minum susu dan madu murni. Dalam gelas2 dan kendi2 yang tak pernah kering,
bersama mereka yang tlah Engkau beri nikmat kepadanya dari golongan para Nabi para
Shiddiqin, para syahid (yang gugur dalam membela agama Allah), para shoolihin, dan baik sekali
mereka menjadi kawan kami.

Demikianlah kemurahan dari Allah dan mudah2an Dzat yang Maha Mengetahui memberi
kecukupan. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta alam.