Anda di halaman 1dari 3

PRINSIP KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM ISLAM

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita

karena komunikasi merupakan dasar dari seluruh interaksi antar manusia.

Tanpa komunikasi,interaksi antara manusia baik secara perorangan,

kelompok maupun organisasi tidak mungkin terjadi. Didalam alqur’an ada

dua kata kunci untuk komunikasi yaitu al-bayan dan “al-qawl”. Firman Allah

SWT:
“Tuhan Yang Maha Pemurah (1) Yang telah mengajarkan Alqur’an (2) Dia menciptakan
manusia (3) Mengajarnya pandai berbicara (4)”

Dalam Alqur’an ada 6 qawl yang disebutkan, yaitu: Qawlan Sadidan,

Qawlan Balighan, Qawlan Mansuran, Qawlan Layyinan, Qawlan Kariman,

dan Qawlan Ma’rufan

Pertama, Qawlan Sadidan yaitu pembicaraan yang jujur dan benar,

lurus, tidak bohong , tidak berbelit. Berdusta merupakan pernyataan keliru

yang dilakukan dengan sengaja dengan maksud menipu; sesuatu yang

dimaksudkan untuk menciptakan kesan yang salah. Sutu kebohongan akan

menimbulkan kebohongan-kebohongan yang lain. Umumnya orang berdusta

untuk mendapatkan imbalan atau menghindari hukuman tertentu demi

kepentingan mereka sendiri. Untuk itu kejujuran amatlah penting dalam

komunikasi karena kejujuran merupakan sarana untuk lebih mendekatkan

hubungan, saling berbagi perasaan dan menanggapi tingkat komunikasi yang

lebih mendalam.

Kedua, Qawlan Balighan ; ucapan yang fasih, jelas maknanya, terang

dan tepat mengungkapkan apa yang dikehendaki (An-Nisaa’ : 63)

Penggunaan kata yang berlebihan dan bertele-tele menimbulkan bahasa


yang rumit dan membingungkan bagi orang lain, sehingga pesan yang akan

kita sampaikan tidak bisa difahami.

Ketiga, Qawlan Mansuran; ucapan yang pantas (Al-Israa’ :28). Ucapan

yang pantas adalah ucapan yang layak dilontarkan kepada lawan bicara kita.

Tidaklah etis mengungkapkan kata atau kalimat yang membuat lawan

bicara kita sakit hati atau merasa rendah diri karena ucapan kita.

Keempat, Qawlan Layyinan; ucapan yang lemah lembut (Thahaa: 44).

Tutur kata yang keluar dari kita mencerminkan kepribadian yang kita

miliki. Kita bisa membandingkan bagaiman reaksi lawan bicara kita ketika

kita bicara dengan bahasa lemah lembut dan kasar. Lawan bicara kita akan

lebih mengargai dan tertarik dengan pembicaraan kita apabila kita

berbicara dengan bahasa yang hangat dan lembut dari pada ketika kita

bicara dengan bahasa emosional yang berlebihan.

Kelima, Qawlan Kariman ; ucapan yang mulia (Al-Israa’ :23). Ucapan

yang mulia akan mengundang, memikat dan menarik lawan bicara kita.

Dengan ucapan yang mulia lawan bicara kita akan lebih tertarik untuk

melakukan interaksi lebih lanjut dengan kita.

Keenam, Qawlan Ma’rufan ; ucapan yang baik (An-Nisaa’ : 5). Ucapan

yang baik merupakakan cerminan kualitas pribadi yang kita miliki. Ucapan

yang baik akan menimbulkan komunikasi yang efektif dan membuat kedua

pihak yang terlibat merasa nyaman dalam situasi komunikasi pada

umumnya.
Keberhasilan hubungan antar pribadi, sosial dan profesional

bergantung pada kemampuan kita menggunakan ketrampilan komunikasi

yang efektif. Komunikasi yang efektif akan meningkatkan kesadaran diri

yang dapat kita gunakan dalam membina, memelihara dan membuat

hubungan yang akrab, memecahkan masalah, berinteraksi di lingkungan

kerja, menyampaikan ceramah, ataupun menghadapi orang dari budaya

yang berbeda.