P. 1
CEDERA MUSCULOSKELETAL

CEDERA MUSCULOSKELETAL

|Views: 287|Likes:
Dipublikasikan oleh Joko Sutrisno,S.Kep,Ns.M.Kes

More info:

Published by: Joko Sutrisno,S.Kep,Ns.M.Kes on Oct 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

Kegawatdaruratan Pada Musculoskeletal

Disampaikan pada Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat Semester III IKP (Transfer)

Di Sampaikan Oleh Joko sutrisno .,S.Kep.,Ns,M.Kes

• Tulang :

ANATOMI

• Tulang gerak : • Persendian : • Otot :
– Gerak atas – Gerak bawah

– Tl batang badan. – Tl belakang. – Tl tengkorak. – Tl Pembentuk badan.

Mekanisme cedere
• Langsung :
– Kena pukulan. – Jatuh dari ketinggian. – Efek benda lain yg kena trauma (pengemudi terbentur dasboard saat mobil tabrakan). – Mis : kasus olahragawan gulat,

• Tidak langsung : • Melintir

Akibat cedera pada musculoskelatal
• Fraktur • Dislokasi • Strain • Sprain • Putus ligament • Ruftur tendon • Kerusakan neurovaskuler.

Posisi cedere perlu dijaki ?
• Posisi pasien dlm kendaraan saat kecelakaan • • • • • • •
(pengemudi, penumpang). Posisi kecelakaan (dlm mobil, terlempar keluar). Kerusakan mobil (bag luar dan bag dalam). Penggunaan sabuk pengaman. Apakah pasien jatuh, berapa jaraknya, bgmn mendaratnya. Apakah terlindas. Apakah terjadi ledakan. cedere lain. Pejalan kaki tertabrak kendaraan.

Tipe Cedera
• Terbuka. • Tertutup.
– Terjadi kerusakan kulit dandisertai perdarahan. – Tdk terjadi kerusakan kulit ttp kemungkinan adanya perdarahan di dalam bisa terjadi

Cedera penyerta
• Cedera saraf • Cedera arteri • Cerera vena • Cedera jaringan lunak

FRAKTUR
• Nyeri dan kemerahan. • Pembengkakan. • Deformitas. • Krepitasi. • Keterbatasan gerak sendi. • Bone expose. • Perubahan posisi.

Pengkajian
• ABC. • Cedera lain : kepala, cervikal, spine,

thorak, abdomen, ektremitas atas dan bawah. • Fr terbuka harus tangani perdarahannya. • Gunakan balut tekan. • JANGAN gunakan torniquet kerusakan neurovaskuler.

Pengkajian Sistem Muskuloskeletal
• Status lokalis : pemeriksaan dilakukan
secara sistematis : Inspeksi (Look), Palpasi (Feel), Kekuatan otot (Power), Pergerakan (Move).

• Inspeksi (look) : • Palpasi (Feel) :

– Raut muka pasien, cara berjalan/duduk/tidur. – Lihat kulit, jar lunak, tulang dan sendi. – Suhu kulit panas atau dingin, denyutan arteri teraba/tdk, adakah spasme otot. – Nyeri tekan atau nyeri kiriman (refered pain) – Grade 0,1,2,3,4,5 (Lumpuh s/d normal) – ROM (Range of Joint Movement) – Pergerakan sendi : abduksi, adduksi, ekstensi, fleksi dll

• Kekuatan otot (Power) : • Pergerakan (Move) :

Pembidaian.
• Pengertian : • Indikasi : • Tujuan :
– – – – – Memasang alat untuk mempertahankan kedudukan tulang.

– Patah tulang terbuka / tertutup

Mencegah pergerakan tulang yang patah. Mengurangi nyeri. Mencegah cedera lebih lanjut. Mengistirahatkan daerah patah tulang. Mengurangi perdarahan.

• Prinsip pembidaian :
– – – – – – – – – –

Pastikan ABC aman. Kontrol perdarahan. Pasien sadar : informsikan adanya nyeri. Buka daerah yg akan dibidai. Periksa dan catat PMS (pulse, motor, sensasi) sebelum dan sesudah. Ada anggulasi yang besar dan pulsasi hilang lakukan traksi secara gentle. Luka terbuka tutp dgn kasa steril. Bidai mencakup sendi atas dan bawah cedera. Berikan bantalan yang lunak. Bila ragu-ragu apakah ada fraktur/tdk sebaiknya lakukan bidai untuk pencegahan.

Jenis dan tehnik pembidaian
• Bidai kaku (rigit splint) : cardboard, plastik kaku, • • •
metal, kayu, atau vacum splint. Bidai lunak (soft splint) : air splint, bantal sling. Sling dan bebat (sling and swathe) : anggota tubuh diikat dan digantung ke anggota tubuh. Bidai tarik (traction splint) : alat khusu untuk fr femur, dipakai untauk membidai sekaligus menarik (traksi) pada kaki.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->