P. 1
27696640-Materi-1-Kuliah-AMDAL

27696640-Materi-1-Kuliah-AMDAL

|Views: 939|Likes:
Dipublikasikan oleh kaum_hina

More info:

Published by: kaum_hina on Oct 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Materi kuliah

:

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)
Dosen : Dr. Ir. Ja far Salim, MT.

LATAR BELAKANG
1. Pembangunan berwawasan lingkungan tidak hanya mengutamakan ekonomi, tetapi aspek kelestarian lingkungan 2. Setiap pembangunan harus dilakukan dengan berwawasan lingkungan 3. Setiap Pembangunan yang akan menimbulkan perubahan aspek bentang alam & ekologi 4. UU No. 23 Th 1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup; Permen LH No. 11 Tahun 2006 Jenis rencana kegiatan wajib AMDAL

Proyek Pembangunan

Pertemuan 2 Kepentingan tersebut Menimbulkan BENTURAN yang disebut DAMPAK (terhadap lingkungan) DAMPAK yang bersifat BESAR dan PENTING WAJIB DIKELOLA melalui STUDI AMDAL. Studi AMDAL Merupakan persyaratan yg ditetapkan

11 (2006) Tentang jenis Kegiatan yang wajib AMDAL 5. No. No. Berbagai Peraturan lain yang terkait . PP. 32 (2004) Tentang Pemerintahan Daerah 3. UU. UU.DASAR HUKUM STUDI AMDAL 1.23 (1997) Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup 2. 27 (1999) Tentang AMDAL 4. No. No. Permen LH.

Tujuan Studi AMDAL 1. 3. Menyusun rencana atau langkah-langkah untuk mencegah dan menanggulangi serta memantau dampak penting yang akan timbul. Mengidentifikasi rencana kegiatan yang diprakirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan baik yang bersifat positif maupun negatif. 2. Mengidentifikasi komponen atau parameter lingkungan yang diprakirakan terkena dampak penting. . Memprakirakan dan mengevaluasi segenap dampak penting yang akan timbul akibat adanya rencana kegiatan sebagai dasar untuk menilai kelayakan lingkungan. 4.

23/1997) besar dan penting suatu yang direncanakan pada diperlukan bagi proses tentang penyelenggaraan (Psl 1 angka 21 UU. RKL 4. KA-ANDAL (Kerangka Acuan-ANDAL) 2. No. RPL (Analisis Dampak Lingkungan) (Rencana Pengelolaan Lingkungan) (Rencana Pemantauan Lingkungan . AMDAL Terdiri Atas 4 Dokumen: 1.PENGERTIAN dan DEFINISI AMDAL AMDAL adalah: Kajian mengenai dampak usaha dan/atau kegiatan lingkungan hidup yang pengambilan keputusan usaha dan/atau kegiatan. ANDAL 3.

RKL adalah: Dokumen Ketiga yang berisi tentang rekomendasi ANDAL tentang berbagai alternatif rencana upaya pengelolaan lingkungan yang perlu dilakukan dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak negatif penting yang diprakirakan terjadi dan mendorong dampak positif penting yang diprakirakan terjadi. ANDAL adalah: Dokumen Kedua yang berisi tentang kajian secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana kegiatan terhadap LH. RPL adalah: Dokumen Keempat yang berisi tentang rekomendasi ANDAL tentang berbagai alternatif rencana upaya pemantauan lingkungan yang akan dilakukan dalam rangka melihat efektifitas RKL dan kecenderungan perubahan lingkungan yang terjadi sekaligus sebagai early warning system.KA . .ANDAL adalah: Dokumen pertama yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun studi ANDAL.

KEGUNAAN STUDI AMDAL a. dan kepedulian pemrakarsa (perusahaan) terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Rencana Rencana Sebagai salah satu persyaratan bagi diterbitkannya surat perijinan yang diperlukan. Bagi Pemrakarsa Sebagai masukan bagi penyempurnaan desain teknis rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Pemantauan Lingkungan (RPL). Sebagai bukti kesadaran. ketaatan. .

. sehingga dapat mengantisipasi resiko negatip yang akan dihadapi dengan adanya proyek tsb dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada sehubungan dengan adanya kegiatan tersebut. c.b. Bagi Pemerintah : Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan bagi rencana penambangan batu bara oleh perusahaan Menjadi bahan acuan dalam pengawasan terutama dalam pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan. Menyediakan informasi bagi perencanaan pembangunan wilayah di Kabupaten/Kota. Bagi Masyarakat : Mengetahui informasi lebih dini tentang adanya rencana kegiatan tersebut. seperti : kesempatan kerja dan peluang berusaha Turut berperan serta dalam mencegah dan menanggulangi dampak negatif yang diprakirakan terjadi.

Persiapan RUANG LINGKUP STUDI Sosialisasi & Konsultasi Publik Survei Lapang Utama Pengumpulan data sekunder & Survei lap.ANDAL Persetujuan dokumen ANDAL. RKL dan RPL (masukan dari Komisi Penilai AMDAL Kabupaten atau kota) . RKL dan RPL di Komisi Penilai AMDAL Kabupaten atau kota Perbaikan Draft Dokumen KA ² ANDAL (masukan dari Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota) Perbaikan dokumen ANDAL. RKL dan RPL & Ringkasan Eksekutif Draft Dokumen KA . RKL & RPL Presentasi draft KA .ANDAL Presentasi Draft Dokumen ANDAL. awal Pengolahan dan analisis data Pengolahan & Analisis Data Draft Dokumen ANDAL.

75 hari) KEPUTUSAN KELAYAKAN LINGKUNGAN . 75 hari) PENYUSUNAN ANDAL. RPL OLEH KOMISI (maks. PENDAPAT. PENDAPAT. RKL. PENDAPAT. DAN TANGGAPAN PENILAIAN KA-ANDAL OLEH KOMISI (maks.Masyarakat Berkepentingan Instansi yang Bertanggung Jawab Pemrakarsa PENGUMUMAN RENCANA USAHA DAN KEGIATAN PENGUMUMAN PERSIAPAN PENYUSUNAN AMDAL SARAN. RKL. RPL SARAN. DAN TANGGAPAN PENILAIAN ANDAL. DAN TANGGAPAN KONSULTASI PENYUSUNAN KA-ANDAL SARAN.

Rehabilitasi lahan bekas Pencucian batubara tambang Pentirisan dan Penimbunan batu bara 3. 7. base camp dsb) 3. Tahap Pra Kontruksi 1. 5. Penerimaan Tenaga Kerja Pengadaan dan Mobilisasi Peralatan Pengupasan dan penggalian tanah D. Tahap Pascaoperasi Penimbunan tanah galian 1. Pembangunan Sarana penambangan (jalan. 4. Pemutusan hubungan kerja Pengangkutan batu bara . Mobilisasi peralatan 4. 8. 6. Pengembalian tanah Penambangan batu bara 2. 2. 3.TAHAPAN RENCANA KEGIATAN Contoh PENAMBANGAN BATU BARA A. Sosialisasi dan negoisasi dengan masyarakat 3. Survei potensi deposit batu bara 2. Tahap Kontruksi 1. Aspek Legal dan Perizinan lokasi penambangan B. Penetapan batas wilayah penambangan 4. Penerimaan tenaga kerja 2. Pembukaan dan Pembersihan Lahan C. Tahap Operasi 1.

Budaya Masyarakat D. FISIKA ± KIMIA 1. Erosi dan Banjir B. . Kondisi Sanitasi E. KAMTIBMAS 1. Kualitas Udara 5. SOSIAL 1. BIOLOGI 1.RONA LINGKUNGAN AWAL A. Penyelundupan 2. Satwa C. Tingkat Kesehatan Masyarakat 2. Kualitas Air 4. Tingkat Kriminalitas 2. Tingkat Pengangguran 2. Persepsi masyarakat 6. Mata Pencaharian 3. Kondisi Lalu Lintas F. Tinggi Muka Air 8. Tingkat PAD 4. Kebisingan 6. Iklim dan Curah Hujan 2. Vegetasi 2. HANKAMNAS 1. KESLINGMAS 1. Bentang Alam 7. Tata Ruang dan Penggunaan Tanah 3.

Kesempatan Kerja 2. Persepsi Masyarakat 6. Bentuk lahan 5 Kualitas tanah 6 Permukaan air tanah 7 Genangan/banjir 8 Erosi BIOLOGI 1 Vegetasi budidaya 2 Satwa SOSEKBUD 1. Rencana Kegiatan 3 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 A. Tahap Konstruksi X X X X X X X (1)Rekruitmen tenaga kerja X X X (2)Mobilisasi X X X X X X X X X X peralatan&material (3)Pembersihan lahan X X (4)Pembangunan X X X sarana&prasarana X X X X X X X X X X X X X X X C. Sanitasi Lingkungan 2 Kesehatan Masyarakat KAMTIBMAS 1 Kriminalitas 2 Gangguan lalu lintas Prakon 1 2 Konstruk si Operasi Paso p Ket. Tahap Pra Konstruksi 4 (1)Penyelidikan geologi X X X X X X X X (2)Sosialisasi&Negoisasi X X X X X X (3)Perizinan X X X X X X X X X X X X X B. Peningkatan PAD 4. Perubahan gaya hidup KESLINGMAS 1.Contoh MATRIK IDENTIFIKASI DAMPAK POTENSIAL Komponen Lingkungan FISIK KIMIA 1 Kualitas udara 2. Peluang Usaha 3. Tahap Pasca Operasi (1)Pengembalian tanah galian (2)Reklamasi lahan bekas . Tahap Operasi (1)Rekruitmen tenaga kerja X (2)Mobilisasi peralatan X X (3)Pengupasan lahan X X X X X X X X X (4)Penimbunan tanah galian X (5)Penggalian batubara (6)Pencucian batubara X X X X (7)Penirisan & penimbunan X X X X X batubara (8)Pengangkutan batubara X X D. Kecemburuan sosial 5. Kebisingan 3 Kualitas air 4.

Bentuk Wilayah 5. Kecemburuan Sosial 5. Peingkatan perekonomian daerah 4. KAMTIBMAS 1. Perubahan Gaya Hidup D. Kualitas tanah B. Penurunan Kualitas Lingkungan 3. KAMTIBMAS 1. Peluang Usaha 3. Peningkatan PAD 4. Sanitasi E.RENCANA KEGIATAN: . BIOLOGI C. Kecelakaan Lalin 3. Erosi 8. KESLINGMAS 1. Kuantitas Air 4. Persepsi masyarakat C. Peningkatan PAD 4. BIOLOGI 1. Kualitas Udara 3. Kualitas Udara 3. Perubahan Muka Air 7. Kesempatan Kerja 2. Erosi 6. KAMTIBMAS F O C U S S I N G ISU POKOK 1. Perubahan bentang alam 2. Kecemburuan Sosial 5. Kriminalitas 2. Keresahan masyarakat Metode Matriks Diskusi antar pakar Studi pustaka Survei lapang Profesional judgment Konsultasi publik Metode analisis keterkaitan Bagan Alir Pelingkupan Rencana Penambangan Batubara Oleh PT «««« di Kabupaten . Vegetasi C. SOSEKBUD D. KESLINGMAS 1. FISIKA ± KIMIA 1. KONSTRUKSI . SOSIAL 1. PASCA OPERASI DAMPAK POTENSIAL A. Bentuk Wilayah 5. Persepsi masyarakat 6. Gangguan kesehatan E. KESLINGMAS E. BIOLOGI 1. Gangguan kesehatan 2. Vegetasi 2. Gangguan Lalu Lintas RONA LINGKUNGAN A. SOSIAL 1. Kriminalitas 2. Gangguan Lalu Lintas Evaluasi Dampak Potensial DAMPAK PENTING HIPOTETIK A. FISIKA KIMIA 1. Kualitas Air 2. Peluang Usaha 3. FISIKA ± KIMIA B. Satwa C. Kualitas Tanah 6. Kualitas Air 2. Kesempatan Kerja 2. OPERASI . PRAKONSTRUKSI . Kebisingan 4. Banjir Identifikasi Dampak Potensial B.

Bentuk wilayah Banjir/Genangan Perubahan Bentang Alam Erosi Kesempatan kerja Peluang usaha Peningkatan Perekonomian daerah Peningkatan PAD .

Kualitas udara Kualitas Air Vegetasi Penurunan Kualitas Lingkungan Banjir/genangan Erosi Kesehatan masyarakat Kualitas Tanah .

Kualitas udara Kualitas Air Vegetasi Banjir/genangan Bentuk wilayah Kesehatan masyarakat Kesempatan kerja Keresahan Masyarakat Peluang usaha Peningkatan PAD Banjir/Genangan Erosi .

Metode Evaluasi Dampak Penting . Metode Pengumpulan dan Analisis Data II. Metode Prakiraan Dampak Penting III.METODE STUDI I.

113/2003) No 1 2 3 4 5 6 Parameter Suhu Padatan tersuspensi Padatan terlarut pH Besi total (Fe) Mangan (Mn) Metode/Alat Pemuaian Gravimetri Spektrofotometer pH meter AAS AAS 2. Kualitas air permukaan (Kep. Metode Pengumpulan dan Analisis Data A.I.Men. FISIKA ² KIMIA 1. Kualitas Udara No Parameter 1 2 Debu Kebisingan Metode/Alat Gravimetri Sound level meter .LH No.

3. Bentuk Wilyah Bentuk Wilayah diukur dengan melihat topografi 4. Erosi tanah (Pendekatan USLE) A = R K LS C P A adalah rata-rata erosi (t/ha/th) R adalah faktor erosivitas hujan K adalah faktor erodibilitas tanah LS adalah faktor panjang dan kemiringan lereng C P adalah faktor pengelolaan tanah .

Kualitas tanah Sampling tanah komposit Analisis Laboratorium Sifat Fisik ±kimia tanah: -Berat jenis -Tekstur -Kandungan hara N. P. K dan unsur-unsur mikro .4.

Biologi : Vegetasi : Kepadatan Jenis Dominasi Relatif Survai lapangan metode kuadran/transek Keragaman Relatif Indeks Nilai Penting .B.

Sosek-bud dan Keslingmas Konsultasi dan diskusi dgn key-person Wawancara dgn penduduk ( 45 org responden) Observasi lapangan Data sekunder Analisis statistik deskriptif: * Peluang kerja * Peluang berusaha * Peningkatan PAD * Persepsi masyarakat * Peluang insiden penyakit tertentu .C.

D.  Analisis statistik deskriptif: *Peluang terjadinya kriminalitas *Level of service jalan . kepadatan lalin. Kamtibmas (Kriminalitas dan Gangguan Lalin)  Data sekunder mengenai kriminalitas dan kepadatan lalu lintas jalan  Konsultasi/wawancara dengan key-person  Observasi lapangan/pencatatan : kapasitas dan kondisi jalan.

Lokasi pengambilan Sample Rencana lokasi pengambilan contoh di .

056 /1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (1). Metode Prakiraan Dampak Penting 1. Model Matematik (Simulasi) . (7). (5). Intensitas berlangsungnya dampak Luas penyebaran dampak Lamanya dampak berlangsung Sifat kumulatif dampak Berbalik atau tidaknya dampak Jumlah komponen lingkungan yang terkena dampak 2.II. (3). (4). KepKa Bapedal No. Jumlah manusia yang terkena dampak (2). (6).

Analog III. 056/1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting . Baku Mutu Lingkungan 4. Metode Evaluasi Dampak Penting Metode Matriks Bagan Alir  Overlay peta sebaran dampak penting Berpedoman pada KepKa Bapedal No.3.

Pengupasan & penggalian tanah 4. Mobilisasi peralatan & material 4.P TP + P + P + P .P -TP + P + P + P . Pembukaan dan pembersihan lahan Tahap Operasi 1.P -P -P -P -P TP -TP T P . Pengembalian tanah & reklamasi lahan 2. Pencucian.Matrik Evaluasi Dampak Penting Penambangan Batu bara 7 Kriteria Dampak Penting A1 A2 -P -P -P -P A3 -P -P -P -P Fisik . bt bara 7. omponen lain terkena dampak Derajat kumulatif dampak Sumber dampak penting Tahap Prakonstruksi 1. Berbalik tidaknya dampak 7. Penerimaan tenaga kerja 2. Luas sebaran dampak 4.P -P +P +P +P -P -TP T P T P -TP + P + P + P . Lamanya dampak 5.P -P +P +P +P -P -P C1 = Kesempatan kerja C2 = Peluang usaha . Jumlah manusia terkena dampak 2.P -TP -TP .P -P -P -P -P -P -P -P TP + P + P + P T P . Penambangan batu bara 6. Intensitas dampak 3. Pengadaan & mobilisasi peralatan 3. Penerimaan tenaga kerja 2.P -TP .P -TP . Penimbunan Tanah galian 5. Penyelidikan Geologi 2.P -TP + P + P + P .Kimia A4 -P -P -P -P -P -P -P -P A5 -P -P TP -P TP -P -P A6 -P A7 -P A8 -P TP -P -P -P -P -P -P -P -P Bio B1 C1 Sosek. pentirisan & penimb. osialisasi & Negoisasi 3.P -TP -TP -P -TP -P -TP -P -P -TP -TP -TP -TP -TP -TP T P T P -TP . Perizinan & Penetapan batas lokasi Tahap Konstruksi 1. ifat kumulatif dampak 6. Pemutusan hubungan kerja -TP +P + P +P -TP . Pembangunan sarana & prasarana 3.Bud C2 C3 C4 C5 -P -P -P -P -P -P -P -P Kesling Kamtib Komponen Lingkungan C6 -P -P TP -P Tp TP TP -P D1 -P D2 -P E1 -P -P TP -P -P -P E2 A1 = Kualitas udara -P A2 = Kebisingan TP A3 = Kualitas air TP A4 = Kuantitas air TP A5 = Kualitas tanah TP A6 = Fisiografi Lahan TP A7 = Banjir dan Erosi -P A8 = Longsor B1 = vegetasi X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X C3 = Peningkatan PA C4 = Kecemburuan sosial C5 = Persepsi Masyarakat C6 = Situs/Keramat D1 = Sanitasi Lingkungan D2 = Gangguan kesehatan X X E1 = Gangguan lalu lintas E2 = Kecelakaan lalu lintas X X X X X X X X X X X   1. Pengangkutan batu bara Tahap pasca operasi 1.

Disain Reklamasi Sebelum penambangan Luasan diusahakan sama Sesudah penambangan .

baik langsung maupun tidak langsung. khusunya mereka yang akan terkena dampak. Perse psi masya rakat Smbe r dmpk Kegiat an sosiali sasi dan peneta pan batas wilaya h penam banga n (KP) eksplo itasi batuba ra yang menca kup bebera pa desa di Keca matan Bojong manik. 2. 3. Institusi Pengelola Pelaksana : PT.Tabel 3. sehingga komitmen dan menghargai keputusan yang diambil sehubungan dengan rencana kegiatan tersebut. Mempertimbangkan permintaan masyarakat tentang dana kompensansi dan berbagai permintaan lainnya oleh masyarakat sesuai dengan kemampuan perusahaan baik dari segi finansial maupun segi teknik. Pengawas : Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan. komp onen Sosial a. Lokasi pengelolaan Desa Bojongmanik. Tujuan Rencana Pengelolaan Agar masyarakat mengetahui dengan jelas tentang rencana kegiatan penambangan batubara beserta dampaknya yang dapat terjadi. Camat Bojongmani k dan Aparat Pelaporan : Bupati Kabupaten Lebak Sm ber dna Pe mra kars a Upaya Pengelolaan 1. Periode pengelolaa n Kegiatan sosialisasi minimal dilakukan satu kali di setiap desa selama tahap prakontruksi atau sebelum dilakukan kegiatan penentuan batas-batas wilayah KP di lapangan. baik yang positif maupun negatif sehingga masyarakat setempat dapat mengambil keputusan yang terbaik sehubungan dengan rencana kegiatan tersebut. Melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lebak dan instansi terkait lainnya. Kabupaten Lebak.Melakukan sosialisasi secara memadai dalam rangka menjelaskan rencana kegiatan penambangan kepada masyarakat. Rencana Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Batubara d Kabupaten Lebak Tah apa n Tah ap Prak onst ruks i Komp tkena dmpa k a. 4. Adanya penolakan dari pemilik/pengg arap lahan untuk ditambang sedemikian banyaknya sehingga merubah batas-batas wilayah KP eksploitasi yang telah diajukan oleh pemrakarsa atau merubah keputusan pemrakarsa mengenai rencana penambanga n tersebut. Desa Mekarmanik dan Desa Cempaka dan Desa Cempaka. Tolok ukur dampak Adanya ketidakpuasa n para pemilik/pengg arap lahan atas bentuk kerjasama dan konpensasi yang ditawarkan oleh pemrakarsa. Desa Bojongmanik.1. Lebak. dan tokoh masyarakat di . Melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat berkaitan dengan masalah kerjasama dan konpensasi kepada pemilik/penggarap lahan dan masyarakat setempat sehubungan dengan dampak negative dari rencana kegiatan. 5. Dinas Pertambanga n dan Energi. Agar masyarakat mengetahui dan memahami batas wilayah rencana penambangan batubara yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak kepada pemrakarsa. Melibatkan berbagai pihak yang terkait dan disepakati oleh para pemilik/penggarap lahan dalam penentuan batas wilayah penambangan batubara di lapangan. ««««.1. Dinas Sosial Kab. Kecamatan Bojongmanik. Kabup aten Lebak.

Tahapan Ope rasi Kompo -nen kena dampak ‡Komp onen Fisikkimia Penuru nan Kualita s Udara Sumber dampak Tolok ukur dampak Tujuan Rencana Pengelola Tujuan pengelolaa n dampak peningkata n debu adalah untuk meminimal isasi peningkata n kadar debu di udara hingga berada dibawa baku mutu kualitas udara. tentang baku mutu udara ambient dan 1. Pengawas : Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Dinas Pertambangan dan Energi. Luas lahan yang dibuka untuk pit dibuka secara bertahap 2.31/694BKPMD/82 tahun 2000. Menutup bak angkutan batu bara dengan terpal. penumpukan batubara hasil olahan untuk dipasarkan). Pelaksana : PT. Mempercepat proses reklamasi setelah tambang selesai dimanfaatkan 6. dan pembukaan lahan batubara untuk pit tambang. Selain itu penyebaran debu juga dapat berasal dari kendaraan yang melewati jalan-jalan yang belum mengalami pengaspalan serta gas buang dari kendaaran angkutan batu bara. Camat Bojongmanik dan Aparat Desa Pelaporan : Bupati Kabupaten Lebak . lahanlahan kebun milik masyarakat terutama yang masih produktif. 4. Posisi lahan yang segera dibuka disesuaikan dengan pemukiman penduduk. Posisi lahan pit tambang memperhatikan arah angin yang dominan di Kecamatan Bojongmanik. Lakukan penyiraman secara periodik atau setiap hari terhadap lahanlahan gundul hasil kupasan dan jalan pengangkutan batu bara dari mulai tambang hingga stock pile 3. Upaya Pengelolaan Lokasi pengelo laan Pengelol aan dilakukan pada pit. Tolok ukur untuk mengklaim bahwa telah terjadi peningkatan kadar debu di udara selain visual juga adalah baku mutu yang digunakan sebagai tolok ukur dampak adalah SK Gubernur Jawa Barat No. 660. Lebak. sejak lahan mulai ditambang dan pada saat pengangkut an batu bara dari tambang hingga stock pile Institusi Pengelola Sumber pendanaan Pemrak arsa PT Sumber dampak peningkatan partikulat (debu) di udara selama tahap operasi penambangan batubara di Kecamatan Bojongmanik adalah debu tanah akibat adanya pwnimbunan tanah. jalan tambang dan jalan angkutan Periode pengelolaan Selama tahap operasi. 5. Kab. sehingga debu batu bara yang diangkut tidak berterbangan.

Kecamat an Bayat. Perse psi masy arakat Taha pan Sumber dampak Tolok ukur dampak Tujuan Rencana Pemantauan Upaya Pemantau an Lokasi Pemanta uan Perio dePe mant auan Kegia tan pema ntaua n minim al dilaku kan satu kali di setiap desa selam a tahap prako ntruks i atau sebel um dilaku kan kegiat an penen tuan Institusi Pengelola Sumb er dana Taha p Prak onst ruks i Kegiata n sosialis asi dan penetap an batas wilayah penamb angan (KP) eksploit asi batubar a yang mencak up beberap a desa di Kecama tan Bojong manik. Rencana Pemantauan Lingkungan Pertambangan Batubara di Kabupaten Lebak Kom pone n kena dmpa k a.Tabel 3. . Kabupate n Lebak. yAdanya penolakan dari pemilik/penggar ap lahan untuk ditambang sedemikian banyaknya sehingga merubah batasbatas wilayah KP eksploitasi yang telah diajukan oleh pemrakarsa atau merubah keputusan pemrakarsa mengenai rencana yMengetahui jumlah atau proporsi penduduk pemilik/pengg arap lahan dan masyarakat yang menolak rencana penambangan batubara oleh pemrakarsa yMengetahui jenis tuntutan kompensasi yang diajukan oleh masyarakat setempat dan konpensasi yang dipenuhi oleh pemrakarsa yMengetahui kesungguhan respon pemrakarsa dan masyarakat yMelakuk an wawanca ra dengan penduduk pemilik/p enggarap lahan dan masyarak at setempat. Mekarma nik dan Cempaka dan sekitarny a. yAdanya ketidakpuasan para pemilik/penggar ap lahan atas bentuk kerjasama dan konpensasi yang ditawarkan oleh pemrakarsa.1. Pengawas : DinasLingku ngan Hidup dan Kebersihan. yMelakuk an wawanca ra dengan penanggu ngjawab dan pelaksan a kegiatan penamba ngan batubara (pihak pemrakar sa dan kontraktor Desa Bojongm anik. Dinas Pertambangan dan Energi. Kabupat en Lebak. Dinas Sosial Kab. Pelaksana : PT. komp onen Sosia l a. Lebak.. Camat Bojongmanik dan Aparat Pelaporan : Bupati Kabupaten Lebak Pemra karsa .1. «.

Tambang Batu Bara Rakyat di Kabupaten Lebak .

Terima kasih .

Referensi lain tentang AMDAL 1. 3.Referensi AMDAL: Otto Soemarwoto . 2.Gunarwan Suratmo ± AMDAL Pedoman Penyusunan AMDAL Wisnu AW ± Dampak Pencemaran Lingkungan 5.AMDAL F. . 4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->