P. 1
Pengendalian Secara Kimiawi

Pengendalian Secara Kimiawi

|Views: 131|Likes:
Dipublikasikan oleh Janet Angriani Kali

More info:

Published by: Janet Angriani Kali on Oct 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2015

pdf

text

original

Pengendalian secara kimiawi

Faktor kimiawi ini ialah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan. Pusat pernapasan di dalam sumsum sangat peka pada reaksi : kadar alkali darah harus dipertahankan. Karbondioksida adalah produk asam dari metabolisme, dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan.

Kedua, pengendalian, melalui saraf dan secara kimiawi adalah penting. Tanpa salah satunya orang tak dapat bernafas terus. Dalam hal paralisa otot pernapasan (interkostal, dan diafragma), digunakan ventilasi paru-paru atau suatu alat pernapasan buatan lainnya untuk melanjutkan pernapasan, sebab dada harus bergerak supaya udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru.

Faktor tertentu lainnya menyebabkan penambahan kecepatan dan dalamnya pernapasan. Gerakan badan yang kuat yang memakai banyak oksigen dalam otot untuk memberi energi yang diperlukan untuk pekerjaan, akan menimbulkan kenaikan pada jumlah karbon dioksida di dalam darah dan akibatnya pembesaran ventilasi paru-paru.

Emosi, rasa takut dan sakit misalnya, menyebabkan impuls yang merangsang pusat pernapasan dan menimbulkan penghirupan udara secara kuat. Hal yang kita ketahui semua. Impuls aferen dari kulit menghasilkan efek serupa- bila badan dicelup dalam air dingin atau menerima guyuran air dingin, maka penarikan napas kuat menyusul.

Pengendalian secara sadar atas gerakan pernapasan mungkin, tetapi tidak dapat dijalankan lama. Oleh sebab gerakannya adalah otomatik. Suatu usaha untuk menahan napas untuk waktu lama akan gagal karena pertambahan karbondioksida yang melebihi normal di dalam darah akan menimbulkan rasa tak enak.

Kecepatan pernapasan pada wanita lebih tinggi daripada pria. Kalau bernapas secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi, dan kemudian ada istirahat sebentar. Inspirasi-ekspirasi-istirahat. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan

urutannya menjadi : innspirasi-istirahat-ekspirasi. Hal ini disebut pernapasan terbalik. Kecepatan normal setiap menit : Bayi baru lahir 30-40

udara dipaksa keluar oleh pengendoran otot dan karena paru-paru kempes kembali. Istilah lain adalah hipoxemia atau hipoxia. hanya bila inspirasi menjadi gerak sadar. Keadaan genting timbul bila misalnya seorang anak menudungi kepala dan mukanya dengan kantong plastik dan menjadi mati lemas. di dalam tank atau ruang ketel uap: oksigen yang ada mereka habiskan dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk bernapas atau tidak dipindahkan ke udara yang normal. Pada ekspirasi. Otot leher dan bahu membantu menarik iga-iga dan sternum ke atas. Otot interkostal eksterna diberi peran sebagai otot tambahan. Orang tergantung pada oksigen untuk hidupnya. Tetapi bila penyediaan oksigen hanya berkurang. . Otot sebelah belakang dan abdomen juga dibawa bergerak dan alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat kembang kempis. disebabkan sifat elastik paru-paru itu. Paru-paru yang bersifat elastik mengembang untuk mengisi ruang yang membesar itu dan udara ditarik masuk ke dalam saluran udara. Dua saat terjadi sewaktu pernapasan: (a) inspirasi dan (b) ekspirasi. termasuk yang telah disebut. kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari empat menit akan menyebabkan kerusakan pada otak yang tak dapt diperbaiki dan biasanya pasien meninggal. oksigen dapat diatur menurut keperluan.Dua belas bulan 30 Dari dua sampai lima tahun 24 Orang dewasa 10-20 Gerakan pernapasan. Ketika pernapasan sangat kuat. Inspirasi atau menarik nafas adalah proses aktif yang diselenggarakan oleh kerja otot. Penaikan iga-iga dan sternum yang ditimbulkan oleh kontraksi otot interkostalis. gerakan dada bertambah. maka pasien menjadi kacau pikiran (menderita anoxia serebralis) Hal ini terjadi pada orang yang bekerja dalam ruangan sempit tertutup seperti dalam ruang kapal. maka mereka akan meninggal karena anoxemia atau disingkat anoxia. meluaskan rongga dada ke dua sisi dan dari belakang ke depan. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas sampai bawah. Gerakan ini adalah proses pasif. yaitu vertikal. Kebutuhan tubuh akan oksigen Dalam banyak keadaan.

Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi maka warna merahnya hilang dan berubah menjadi kebiru-biruan. melainkan merah ceri ayng khas. bukan saja terkena anoxia tetapi ia juga menghirup karbon monoksida yang bersifat racun dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel darah merah. Pengobatan yang diperlukan adalah pengisapan dan pemberian oksigen dalam konsentrasi sampai lima kali jumlah oksigen udara atmosfer atau lima atmosfer. bibir tidak kebiru-biruan. bibir. Dalam hal ini. menyingkirkan isi normal oksigen. telinga. lengan dan kaki pasien menjadi kebiru.biruan dan ia disebut menderita sianosis. . Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam oven gas.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->