Anda di halaman 1dari 2

PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA

Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu matakuliah dalam kegiatan perkul


iahan. Matakuliah ini merupakan matakuliah pengembangan pribadi, artinya matakul
iah ini ditujukan untuk membentuk pribadi peserta didik agar menjadi warganegara
yang baik. Pendidikan kewarganegaraan merupakan matakuliah yang wajib diberikan
dalam pendidikan tinggi, sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2003 tentang Sistem Pend
idikan Nasional dan juga Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 267/Dikti/Kep/2000 ten
tang Penyempurnaan Kurukulum Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Ti
nggi, yang kemudian diperbaharui dengan SK Dirjen Dikti No. 43/Dikti/2006 tentan
g Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tingg
i.
Jika dilihat dalam undang-undang di atas, disebutkan bahwa pendidikan kewarganeg
araan merupakan hal yang wajib diajarkan mulai dari pendidikan dasar, hingga ke
pendidikan tinggi. Mengapa pendidikan kewarganegaraan wajib diberikan hingga ke
perguruan tinggi? Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuh
kan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku cinta tanah air yang dib
angun dari kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam
diri mahasiswa sebagai calon cendekiawan harapan bangsa Indonesia. Sebagai calon
cendekiawan, para mahasiswa diharapkan dapat menguasai berbagai bidang ilmu ses
uai minat dan kemampuannya masing-masing yang kelak dapat digunakan sebagai sara
na pembangunan bangsa. Selain memiliki dasar keilmuan, seorang mahasiswa Indones
ia dituntut memiliki kepribadian yang baik dan berwawasan kebangsaan. Oleh karen
a itu diperlukan pembekalan kepada mahasiswa dalam kaitannya dengan pengembangan
nilai, sikap dan kepribadiannya. Serang lulusan Pendidikan Kewarganegaraan diha
rapkan memiliki kompetensi sebagai seorang warga negara yang sanggup bertindak c
erdas dan penuh tanggung jawab dalam berhubungan dengan negara serta dalam memec
ahkan berbagai masalah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan mener
apkan konsep falsafah bangsa, wawasan nusantara dan ketahanan nasional.
Seorang mahasiswa merupakan seseorang yang telah memiliki pendidikan yang tinggi
. Dengan pendidikan yang telah diperolehnya tersebut, ia dapat dikatakan memilik
i pengetahuan yang luas. Namun seperti ada pepatah â Semakin tinggi pohon maka semaki
n kencang anginnyaâ , semakin banyak pengetahuan yang diperoleh seorang mahasiswa, m
aka akan semakin banyak godaan yang didapatnya untuk menyalah gunakan ilmu yang
telah ia peroleh. Misalnya, seorang mahasiswa komputer yang telah memiliki kemam
puan pemrograman yang baik, bukannya membuat program yang berguna bagi masyaraka
t, namun justru membuat virus komputer yang dapat merugikan masyarakat. Hal-hal
semacam ini tentu tidak boleh dibiarkan tumbuh subur di kalangan mahasiswa. Oleh
karena itu diperlukan rambuâ rambu agar penerapan ilmu yang telah didapat melalui ke
giatan pendidikan dapat diamalkan dengan baik dan tidak merugikan orang lain. Di
sinlah peran penting Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan mem
berikan pedoman-pedoman yang penting agar para mahasiswa yang nantinya akan terj
un ke dunia kerja tidak tersesat baik dalam pengamalan ilmu yang tidak pada temp
atnya, maupun pada tindakan-tindakan tidak terpuji dalam pengamalan ilmu, semisa
l menerima suap, menjual rahasia perusahaan, dan lain-lain.
Selain itu, dalam Pendidikan Kewarganegaraan, mahasiswa juga dibekali dengan ped
oman-pedoman hidup sebagai warga negara yang baik. Sebagai seseorang yang masih
berusia belia, seorang mahasiswa masih sering bertindak semaunya sendiri, dan te
rkadang tidak terlalu peduli dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya,
banyaknya mahasiswa yang tidak ikut Pemilu karena malas pulang ke rumah, atau m
alas mengurus perpindahan kependudukannya. Hal semacam ini mtidak bisa dibiarkan
karena pemuda merupakan generasi harapan bangsa. Apa jadinya apabila generasi m
endatang diisi oleh orang-orang yang tidak memiliki kepedulian semacam itu. Kare
na itu, diperlukan adanya suatu pendidikan kewarganegaraan agar dapat menumbuhka
n kepedulian mahasiswa sebagai generasi penerus terhadap kelangsungan bangsa dan
negaranya.
Rasa cinta tanah air merupakan salah satu unsur penting yang harus dimiliki oleh
seorang mahasiswa sebagai seorang warga negara. Dengan adanya rasa cinta tanah
air, maka seorang mahasiswa akan rela berbuat bagi bangsa, termasuk dalam urusan
membela negara dan kelestarian sumber daya bangsa. Belakangan ini banyak kita l
ihat terjadinya pelecehan terhadap harga diri bangsa yang diwujudkan antara lain
dengan pelanggaran batas negara, penganiayaan tenaga kerja dari Indonesia, meng
akui budaya Indonesia sebagai budaya bangsa lain, dan sebagainya. Jika mau dikat
akan secara jujur, maka akan banyak mahasiswa yang tidak terlalu ambil pusing de
ngan hal-hal semacam itu. Atau mungkin ada yang hanya bicara saja bahwa ia pedul
i namun tidak berbuat apa-apa. Biasanya hanya ada sebagian kecil mahasiswa yang
benar-benar peduli dan berbuat untuk menjaga martabat bangsanya. Hal semacam ini
harus dihindari, karena hanya dengan adanya kekompakan, maka akan diperoleh has
il yang maksimal. Dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan, diharapkan dapat men
umbuhkan rasa cinta air dalam diri para mahasiswa. Dengan adanya rasa cinta air
dalam diri para mahasiswa, maka diharapkan akan timbul kekompakan dalam upaya me
mbela negara, sehingga diharapkan negara Indonesia akan menjadi lebih kokoh dan
martabat bangsa Indonesia akan lebih terjaga. Selain itu, dengan adanya rasa cin
ta tanah air, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda tidak melupakan budaya
asli bangsa Indonesia serta mau melestarikan budaya bangsa Indonesia, sebab sepe
rti yang telah banyak kita lihat saat ini, banyak budaya Indonesia yang hampir p
unah. Selain itu ada pula yang telah banyak dipelajari oleh orang asing, namun b
ahkan kita sendiri tidak tahu atau tidak dapat melakukannya karena tidak tertar
ik. Sebagai generasi penerus bangsa yang berpendidikan, maka sepatutnya para mah
asiswa sadar bahwa budaya Indonesia adalah kekayaan yang tak ternilai bagi bangs
a Indonesia. Dengan demikian, para mahasiswa diharapkan untuk tetap menjaga wari
san budaya tersebut.
Pada akhirnya, Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan membentuk moral para mahasis
wa, agar meskipun mereka telah memiliki keilmuan yang tinggi, mereka tetap terja
ga sebagai warga negara Indonesia yang baik. Jangan sampai seseorang yang memili
ki keilmuan yang tinggi tersesat dan salah jalan, sebab orang yang berilmu tingg
i namun salah jalan akan menjadi sangat berbahaya bagi sekitarnya. Namun apabila
seseorang berilmu tinggi memiliki kepribadian yang baik, dan memiliki rasa keba
ngsaan, maka orang itu akan menjadi sangat berguna bagi bangsa dan negara. Denga
n hadirnya generasi-generasi penerus yang berkeilmuan tinggi dan berwawasan keba
ngsaan yang tinggi, tentunya bangsa Indonesia akan menjadi maju. Generasi semaca
m inilah yang diharapkan muncul dari para mahasiswa yang sedang menimba ilmu. Ol
eh karena itu, selain mendalami ilmu yang sedang ditekuni, perlu diberikan rambu
-rambu moral yang tertuang dalam Pendidikan Kewarganegaraan, yang ditujukan untu
k memberikan panduan bersikap bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke lapang
an. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan mutlak diperlukan bagi mahasiswa
.