P. 1
SOPKomunikasi

SOPKomunikasi

|Views: 574|Likes:
Dipublikasikan oleh Mohammad Syah Reza

More info:

Published by: Mohammad Syah Reza on Oct 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • SOP KOMUNIKASI SOP KOMUNIKASI
  • Tujuan Tujuan
  • Pelaksana Operasi dan Perpiketan Pelaksana Operasi dan Perpiketan
  • UBOS dengan Pembangkit UBOS dengan Pembangkit
  • UBOS dengan GITET UBOS dengan GITET
  • Region dengan Pembangkit Region dengan Pembangkit
  • Region dengan Gardu Induk Region dengan Gardu Induk
  • Region dengan UPT Region dengan UPT
  • UBOS dengan Region UBOS dengan Region
  • Region dengan Distribusi Region dengan Distribusi
  • Antar Region Antar Region
  • Koordinasi Internal Koordinasi Internal
  • Operasi Operasi
  • Pemeliharaan Pemeliharaan
  • Penyelia Operasi dengan Penyelia Operasi dengan
  • Penyelia Pemeliharaan Penyelia Pemeliharaan
  • Penyelia Operasi dengan Piket Penyelia Operasi dengan Piket
  • Pimpinan Pimpinan
  • Piket Pimpinan Piket Pimpinan
  • Pelaksana Pemeliharaan Pelaksana Pemeliharaan
  • Jenis Media Telekomunikasi Jenis Media Telekomunikasi
  • Serat Optik Serat Optik
  • Power Line Carier (PLC) Power Line Carier (PLC)
  • Radio Radio
  • Sarana Telepon Publik Sarana Telepon Publik
  • Facsimile Facsimile
  • Telepon Selular Telepon Selular
  • Teknologi Informasi Teknologi Informasi
  • Perekam Suara Perekam Suara
  • Kondisi Normal Kondisi Normal
  • Kondisi Gangguan Kondisi Gangguan
  • Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS
  • Dispatcher Region/Subregion Dispatcher Region/Subregion
  • Sifat Pelaporan Sifat Pelaporan
  • Format Laporan Gangguan Format Laporan Gangguan

SOP KOMUNIKASI

Tujuan Komunikasi Operasi Sistem Sarana Komunikasi Tata Cara Komunikasi

Tujuan
Agar tatacara berkomunikasi dari setiap unsur personil yang terkait didalam operasi sistem tenaga listrik menggunakan buku pedoman yang sama yaitu Buku Pedoman Komunikasi Operasi Sistem Tenaga Listrik. Listrik.

Komunikasi Operasi Sistem
Batas Wewenang Operasi Pelaksana Operasi dan Perpiketan
Struktur Tugas Pokok dan Wewenang Tatatertib
Serah Terima Dinas Pertukaran Dinas Piket Ruang Kerja

Pengaturan Jadwal

Koordinasi Pelaksanaan Operasi UBOS dengan Pembangkit UBOS dengan GITET Region dengan Pembangkit Region dengan Gardu Induk Region dengan UPT UBOS dengan Region Region dengan Distribusi Antar Region Koordinasi Internal Dispatcher dengan Penyelia Operasi Dispatcher dengan Penyelia Pemeliharaan Penyelia Operasi dengan Penyelia Pemeliharaan Penyelia Operasi dengan Piket Pimpinan Penyelia Pemeliharaan dengan Piket Pimpinan Penyelia Pemeliharaan dengan Pelaksana Pemeliharaan

Batas Wewenang Pengendalian Operasi 500 kV UBOS 150 kV REGION/ SUBREGION 70 kV 20 kV DISTRIBUSI .

Pelaksana Operasi dan Perpiketan Struktur Tugas Pokok dan Wewenang Tatatertib Serah Terima Dinas Pertukaran Dinas Piket Ruang Kerja Pengaturan Jadwal .

Struktur Piket di Region (Contoh) Piket Pimpinan Piket Penyelia Operasi Piket Penyelia Gangguan Instalasi Pengendali Operasi Sistem Region Piket UPT Operator Gardu Induk .

K/021/GM.P3B No.Tugas Pokok dan Wewenang Tugas pokok dan wewenang perpiketan dilingkungan PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali ditetapkan dengan surat Keputusan General Manager No.016. . 2003.K/021/GM.016. /2003 tanggal 28 April 2003.

personal. waktu dan personal. Agar didalam pelaksanaan piket berjalan dengan baik maka diperlukan tata tertib perpiketan. alat.Tatatertib Tata tertib pelaksanaan operasi dan perpiketan meliputi ruang. yaitu : Serah Terima Dinas Pertukaran Dinas Piket Ruang Kerja .

mutasi). . Penyampaian informasi tersebut dilakukan secara lisan dan tertulis (dengan mengisi buku mutasi).Serah Terima Dinas Petugas diwajibkan menyampaikan informasi kondisi sistem dan peralatan selama jam dinasnya kepada petugas penggantinya. penggantinya.

atau keperluan lain) dengan mengisi blangko tukar dinas piket dan disetujui/diketahui oleh pejabat yang berwenang. cuti.Pertukaran Dinas Piket Pertukaran dinas piket dapat dilakukan jika petugas yang seharusnya piket sesuai jadwal berhalangan hadir (dengan alasan sakit. berwenang. . melaksanakan tugas lain.

Ruang Kerja Pelaksana Operasi/Petugas Piket diwajibkan memakai pakaian kerja sesuai dengan peraturan kepegawaian dan K3 di lingkungan PLN. . Mentaati peraturan setempat yang berlaku. berwenang. berlaku. Dokumen operasional harus selalu di tempatnya. PLN. Selain petugas dilarang masuk kecuali ada ijin dari pejabat yang berwenang. tempatnya.

berwenang. .Pengaturan Jadwal Jadwal tugas pelaksana operasi dan perpiketan diatur oleh satuan organisasi masingmasing-masing yang berwenang.

Komunikasi operasi tersebut meliputi : UBOS dengan Pembangkit UBOS dengan GITET Region dengan Pembangkit Region dengan Gardu Induk Region dengan UPT UBOS dengan Region Region dengan Distribusi Antar Region Koordinasi Internal .Koordinasi Pelaksanaan Operasi Didalam mencapai tujuan operasi sistem tenaga listrik memerlukan komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan antara pihak yang terkait. terkait.

energi. perintah pembebanan pembangkit dan konfirmasi pelaksanaannya. .UBOS dengan Pembangkit Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antara dispatcher dengan operator pembangkit yang tersambung ke subsistem 500 kV adalah : kesiapan unit pembangkit. serta pelaporan pembebanan dan energi. Pembangkit. informasi gangguan pembangkitan dan pemulihannya. terkait. penyampaian informasi sistem dan instalasi. perintah start dan atau stop unit pembangkit. Komunikasi untuk koordinasi operasi dan kesiapan pembangkit juga dilakukan antara pejabat yang ditunjuk/penyelia operasi dengan pejabat yang ditunjuk di Pembangkit. Perintah dan konfirmasi operasi dengan pembangkit yang tersambung ke subsistem 150 kV dan 70 kV dilaksanakan melalui Dispatcher Region terkait.

penyampaian informasi sistem dan instalasi. .UBOS dengan GITET Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antara dispatcher dengan operator adalah : kesiapan instalasi penyaluran 500 kV. (UPT). pelaporan pembebanan penyaluran (IBT dan SUTET). informasi gangguan penyaluran 500 kV dan pemulihannya. perintah switching dan konfirmasi pelaksanaannya. Komunikasi untuk koordinasi operasi dan kesiapan instalasi penyaluran 500 kV juga dilakukan antara pejabat yang ditunjuk/ penyelia operasi dengan pejabat yang ditunjuk di Unit Pelayanan Transmisi (UPT). SUTET).

perintah start dan atau stop unit pembangkit. penyampaian informasi sistem dan instalasi. energi. . Komunikasi untuk koordinasi operasi dan kesiapan pembangkit juga dilakukan antara pejabat yang ditunjuk/penyelia operasi dengan pejabat yang ditunjuk di Pembangkit. pelaporan pembebanan dan energi. perintah pembebanan pembangkit dan konfirmasi pelaksanaannya. Pembangkit. informasi gangguan pembangkitan dan pemulihannya.Region dengan Pembangkit Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antara dispatcher dengan operator pembangkit yang tersambung ke subsistem 150 kV dan 70 kV (termasuk 30 kV) adalah : kesiapan unit pembangkit.

Region dengan Gardu Induk
Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antara dispatcher dengan operator adalah :
kesiapan instalasi penyaluran 150 kV dan 70 kV, informasi sistem dan instalasi, perintah switching, perintah perubahan tap changer dan konfirmasi pelaksanaannya, perintah manual load shedding dan konfirmasi pelaksanaannya, pengoperasian kompensator 150 kV dan 70 kV, informasi gangguan penyaluran 150 kV, 70 kV termasuk 30 kV dan pemulihannya, pelaporan pembebanan penyaluran (IBT, SUTT dan Trafo Distribusi). Distribusi).

Komunikasi untuk koordinasi operasi dan kesiapan instalasi penyaluran 150 kV dan 70 kV juga dilakukan antara pejabat yang ditunjuk/penyelia operasi dengan pejabat yang ditunjuk di Unit Pelayanan Transmisi. Transmisi.

Region dengan UPT
Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antara penyelia pemeliharaan Region dengan piket pelaksana Unit Pelayanan Transmisi adalah :
performance instalasi, gangguan peralatan yang berakibat harus diperbaiki, dibatasi pembebanannya atau mengalami kerusakan dan konfirmasi tindak lanjutnya. lanjutnya.

UBOS dengan Region
Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antar dispatcher, adalah :
perintah pembebanan unit pembangkit yang tersambung pada subsistem 150 kV dan 70 kV, perintah manual load shedding dan korfirmasi pelaksanaannya, informasi gangguan pembangkit dan penyaluran, koordinasi switching instalasi penyaluran 500 kV, 150 kV dan 70 kV, koordinasi rekonfigurasi jaringan 500 kV, 150 kV dan 70 kV, informasi dan koordinasi pada kondisi sistem normal, siaga atau gangguan, koordinasi pemulihan dan masalah operasional lainnya. lainnya. koordinasi pengaturan operasi harian. harian.

Komunikasi antar penyelia adalah :
koordinasi penyeliaan operasi dan masalah operasional lainnya. lainnya.

. koordinasi load shedding dan konfirmasi pelaksanaannya serta masalah operasional lainnya. Komunikasi antar penyelia adalah : koordinasi penyeliaan operasi dan masalah operasional lainnya. lainnya. lainnya. koordinasi pengaturan tegangan. koordinasi switching trafo distribusi.Region dengan Distribusi Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antara Dispatcher Region dengan Dispatcher Pengatur Distribusi / Piket Area Pelayanan Jaringan adalah : informasi kondisi sistem.

lainnya. informasi dan koordinasi operasional lainnya. . lainnya. Koordinasi pemeliharaan instalasi penyaluran.Antar Region Informasi yang disampaikan dalam komunikasi antar Dispatcher adalah : Koordinasi transfer daya. Komunikasi antar Penyelia adalah : koordinasi penyeliaan operasi dan masalah operasional lainnya.

Koordinasi Internal Dispatcher dengan Penyelia Operasi Dispatcher dengan Penyelia Pemeliharaan Penyelia Operasi dengan Penyelia Pemeliharaan Penyelia Operasi dengan Piket Pimpinan Penyelia Pemeliharaan dengan Piket Pimpinan Penyelia Pemeliharaan dengan Pelaksana Pemeliharaan .

kondisi dan kesiapan operasi instalasi penyaluran. penyaluran. .Dispatcher dengan Penyelia Operasi Supervisi yang dilaksanakan dan informasi yang disampaikan adalah : kondisi sistem dan permasalahannya.

penyaluran.Dispatcher dengan Penyelia Pemeliharaan Informasi yang disampaikan adalah : kondisi dan penyaluran. kesiapan operasi instalasi .

penyaluran.Penyelia Operasi dengan Penyelia Pemeliharaan Informasi yang disampaikan adalah : kondisi sistem dan permasalahannya. . kondisi dan kesiapan operasi instalasi penyaluran.

. kondisi dan kesiapan operasi instalasi penyaluran. penyaluran.Penyelia Operasi dengan Piket Pimpinan Informasi yang disampaikan adalah : kondisi sistem dan permasalahannya.

. koordinasi pemulihan gangguan tersebut.Penyelia Pemeliharaan dengan Piket Pimpinan Informasi yang disampaikan adalah : gangguan pada instalasi penyaluran. dan prakiraan perbaikan instalasi. tersebut.

transportasinya. .Penyelia Pemeliharaan dengan Pelaksana Pemeliharaan Informasi yang disampaikan adalah : kondisi instalasi penyaluran. koordinasi perbaikan instalasi yang terganggu termasuk pengaturan mobilisasi SDM dan transportasinya.

Sarana Komunikasi Jenis Media Telekomunikasi Serat Optik Power Line Carier (PLC) Radio Sarana Telepon Publik Facsimile Telepon Selular Teknologi Informasi Perekam Suara .

PLC. suara. PLC dan radio.Jenis Media Telekomunikasi Sarana komunikasi data. sedangkan sarana telepon publik (PT Telkom) hanya dipergunakan sebagai media komunikasi suara. . optik. Administrative Telephone System dengan media serat optik. suara dan pengaman yang tersedia di PT PLN (Persero) P3B saat ini menggunakan media serat optik. Di Pusat Pengatur Beban (UBOS) dan Unit Pengatur Beban (Region/ Subregion) untuk komunikasi suara dilengkapi dengan : Hot Line Telephone System (OTS dan OD) dengan media serat optik dan PLC.

Media komunikasi ini Fibre). Media Timur. . komunikasi serat optik ini dipergunakan sebagai sarana komunikasi suara. mempunyai kemampuan dan kapasitas yang tinggi. tinggi.Serat Optik Media komunikasi dengan menggunakan serat optik yang terbentang pada saluran transmisi 500 kV. 150 kV dan 70 kV baik berupa OPGW (Optical Fibre Ground Wire) maupun SPOF (Self Supporting Optical Fibre). data dan pengaman. pengaman. Sarana serat optik sudah meliputi seluruh pusat listrik dan gardu induk di Jawa Bali kecuali sebagian subsistem Jawa Timur.

terbatas. data dan pengaman. 70 kV dan 30 kV).Power Line Carier (PLC) Media komunikasi ini menggunakan saluran udara tegangan tinggi/ ekstra tinggi (500 kV. 150 kV. pengaman. Media komunikasi PLC dipergunakan sebagai sarana komunikasi suara. . namun mengingat frekuensi kerjanya terlalu rendah sehingga jumlah salurannya sangat terbatas. Keuntungan kV). menggunakan PLC antara lain tidak banyak dipengaruhi oleh propagasi udara.

Radio Radio digunakan untuk berkomunikasi suara yang berfungsi sebagai alternatif (cadangan) tidak dimaksudkan sebagai media komunikasi yang tetap. dipergunakan sebagai sarana komunikasi antara Region/Subregion dengan GI/ Pembangkit dan Unit Pengatur Distribusi/ Piket Area Pelayanan Jaringan. Sarana ini tetap. . Jaringan.

terpasang. walaupun setiap Gardu Induk atau Pusat Listrik belum terpasang. .Sarana Telepon Publik Sarana telepon publik (PT Telkom) digunakan sebagai alternatif dari sarana komunikasi operasional.

optik. .Facsimile Fasilitas ini merupakan sarana komunikasi dalam bentuk tulisan dan gambar dengan menggunakan media telepon publik dan serat optik.

kabel. .Telepon Selular Fasilitas ini merupakan teknologi pesawat telepon yang menggunakan media udara tanpa kabel. tersebut. Telepon selular mempunyai fasilitas layanan pesan. yang digunakan untuk mengirimkan pesan kepada piket pimpinan. regu pemeliharaan dan pejabat yang berhak terhadap informasi tersebut. piket penyelia.

Teknologi Informasi Fasilitas ini merupakan teknologi high-end highyang menggunakan media jaringan komputer untuk menyampaikan/ menerima berita beserta data. listrik. Teknologi data. . ini sedang dalam pengembangan untuk memaksimalkan penggunaannya dalam sistem operasi sistem tenaga listrik.

.Perekam Suara Semua pembicaraan didalam komunikasi operasional direkam. Penyimpanan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kapasitas media penyimpan rekaman suara tersebut. diperlukan. direkam. Rekaman tersebut disimpan (diarsipkan) untuk dipergunakan bila diperlukan. tersebut.

Tata Cara Komunikasi Tata Tertib dan Etika Berkomunikasi CALLSIGN Alur Komunikasi Operasi Komunikasi Pengendalian Sistem Kondisi Normal Kondisi Siaga Kondisi Gangguan Dispatcher UBOS Dispatcher Region/Subregion Kondisi Pemulihan Pelaporan Gangguan Klasifikasi Jenis Gangguan Isi Informasi Kejadian Gangguan Sifat Pelaporan Format Laporan Gangguan Komunikasi Untuk Keperluan Pekerjaan Pemeliharaan/ Perbaikan Peralatan Komunikasi Pengoperasian Instalasi Baru .

benar. jawab. (informasi). Bali. Bila hal ini tidak memungkinkan (misal karena saluran langsung. Tidak dibenarkan menggunakan sarana komunikasi operasional untuk bergurau. Dengan menggunakan bahasa dipahami. Jam menerima atau menyampaikan perintah (informasi). . komunikasi rusak) maka perintah (informasi) operasional dapat disampaikan melalui perantara yang bertanggung jawab. Perintah dan informasi operasional harus diusahakan untuk disampaikan secara langsung. Bali.Tata Tertib dan Etika Berkomunikasi Beberapa hal yang harus dipenuhi agar komunikasi dapat berjalan lancar : Menggunakan Bahasa Indonesia Komunikasi operasi menggunakan bahasa Indonesia dan kalimat yang mudah dipahami. Setiap menyampaikan atau menerima perintah (informasi) operasional harus menyebutkan atau mencatat : Callsign. berbincang-bincang (ngobrol) dan berbicara secara tidak sopan. telah diterima selengkapnya. Ketika perintah pembacaannya. berbincangsopan. nama pengirim dan penerima perintah (informasi). Setiap perintah operasional yang disampaikan secara lisan baik melalui radio ataupun telepon harus ditulis dan diulangi pembacaannya. Semua informasi yang dipertukarkan baik lisan maupun tulisan harus direkam dan atau dicatat. benar. (informasi). Indonesia maka setiap personal yang terlibat dalam operasi sistem dapat memahami informasi dengan baik dan benar. Sarana komunikasi operasional terutama hanya digunakan untuk menyampaikan berita (informasi) operasional sistem Jawa Bali. Tidak dibenarkan menyampaikan berita-berita (informasi) yang tidak berkaitan beritadengan pengendalian sistem tenaga listrik Jawa Bali. dicatat. sipenerima perintah harus membaca ulang seluruh perintah tersebut untuk menjamin bahwa perintah telah diterima dengan benar.

. Contoh : PLTGU Muarakarang Pusat Listrik Tenaga Gas .. Contoh : PLTG Cilacap. .. Contoh : PLTP Gunung Salak Gardu Induk ... Contoh : PLTU Muarakarang Pusat Listrik Tenaga Gas/ Uap ........ 11 GI ... Callsign 8 PLTGU ....... 12 GITET . 10 PLTP ... Contoh : GI Waru Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi . 1 2 3 4 5 6 7 Jawa Bali Control Center (JCC) Region Control Center (RCC) Jakarta Banten Region Control Center (RCC) Jawa Barat Region Control Center (RCC) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Region Control Center (RCC) Jawa Timur dan Bali Subregion Control Center Bali Pusat Listrik Tenaga Uap . 9 PLTG . PLTG Gresik Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi . Contoh : GITET Gandul Nama UBOS Region 1 Region 2 Region 3 Region 4 SRB PLTU .CALLSIGN No...

70 kV Penyelia Op-Har Pimpinan Region Pimpinan Distribusi Pimpinan UPT U P D/A P Sub Region Bali Dispatcher Penyelia Op-Har Pimpinan SRB Pimpinan Distribusi Bali Operator GI .ALUR INFORMASI OPERASIONAL SISTEM JAWA BALI P3B Pimpinan P3B DIRUT/ DIREKSI UBOS Pimpinan UBOS Penyelia Sistem Dispatcher Region Dispatcher Operator GITET UPT Operator GITET Operator GI 150.

Alur Komunikasi Operasi Sistem JCC DISPATCHER GI/PL e 150 kV OPERATOR RCC DISPATCHER GITET/PL 500 kV OPERATOR DCC DISPATCHER Keterangan : Instruksi Koordinasi .

Komunikasi Pengendalian Sistem Kondisi Normal Kondisi Siaga Kondisi Gangguan Dispatcher UBOS Dispatcher Region/Subregion Kondisi Pemulihan .

masingberwenang. dispatcher UBOS mengendalikan sistem dengan mengatur pembebanan unit-unit unitpembangkit dan melaksanakan switching 500 kV yang diperlukan. Informasi dan perintah kV. Dispatcher region mengendalikan subsistem diwilayah wewenangnya dan menyampaikan perintah pembebanan pembangkit yang tersambung pada subsistem 150 kV dan 70 kV. . operasional ke GI 150 kV dan 70 kV dilakukan oleh masing-masing Region yang berwenang. diperlukan.Kondisi Normal Selama kondisi sistem normal.

Kondisi siaga pada terpenuhi. selain melakukan tindakan pengamanan sistem. Disamping itu Bali. kV dan 70 kV dinyatakan oleh Region. Bila sistem berada dalam kondisi siaga. .Kondisi Siaga Kondisi siaga dinyatakan apabila seluruh konsumen masih dapat dilayani dan kendala operasi terpenuhi tetapi sekuriti tidak terpenuhi. kerjanya. untuk disampaikan kepada Pejabat operasional yang bertanggung jawab atas kelancaran pengoperasian Sistem Jawa Bali. Kondisi siaga pada subsistem 150 UBOS. subsistem 500 kV dan pasokan sistem Jawa Bali dinyatakan oleh UBOS. dispatcher juga harus melaporkan kejadian tersebut secepatnya kepada Penyelia Operasi. dispatcher segera menyampaikan kondisi ini kepada pengelola instalasi dan konsumen/distribusi di wilayah kerjanya. Region.

Kondisi Gangguan Bila sistem berada dalam kondisi gangguan (padam total atau parsial) maka dispatcher UBOS maupun Region/Subregion. segera melaksanakan langkahlangkah-langkah berikut : Dispatcher UBOS Dispatcher Region/Subregion Kondisi Pemulihan .

Mengintruksikan kepada GITET dan pembangkit di subsistem 500 kV yang kehilangan tegangan untuk melaksanakan pedoman operasi GITET. Melakukan inventarisasi terhadap unit pembangkit dan instalasi penyaluran yang masih bekerja yang masih normal. normal. ada. Menggunakan sarana komunikasi yang ada untuk mempercepat proses pemulihan sistem. Segera melaksanakan tindakan pemulihan sistem sesuai Pedoman Pemulihan Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali dengan menggunakan semua sarana komunikasi yang ada. Setelah sistem kembali normal. UBOS. dispatcher membuat laporan kejadian gangguan beserta pemulihannya. masing-masing. penyebab dan perkiraan waktu pemulihannya kepada dispatcher region dan penyelia operasi UBOS. pemulihannya.Dispatcher UBOS Menyampaikan informasi ke semua dispatcher Region bahwa sistem dalam kondisi gangguan dan menginstruksikan agar masingmasing-masing Region segera mengamankan subsistem di wilayah kerjanya masing-masing. menyampaikan informasi gangguan. sistem. Dalam hal gangguan di subsistem 500 kV. . GITET.

untuk melaksanakan tindakan sesuai pedoman operasi yang berlaku dengan menggunakan semua sarana komunikasi yang ada. . Segera menyampaikan informasi ke Pengatur Distribusi bahwa sistem dalam kondisi gangguan serta penyebab dan perkiraan waktu pemulihan. sistem. Mengadakan komunikasi langsung ke operator GI/ Pembangkit untuk segera melaksanakan tindakan pemulihan sistem sesuai dengan pedoman pemulihan subsistem di region masing-masing. masing-masing. caracara-cara pemulihan serta melaporkan hal-hal lain yang erat halkaitannya dengan pedoman pemulihan sistem. pemulihan. Melakukan inventarisasi terhadap unit pembangkit dan instalasi penyaluran yang masih bekerja yang masih normal diwilayah kerjanya masing-masing.Dispatcher Region/Subregion Segera menyampaikan informasi gangguan ke GI dan pembangkit yang kehilangan tegangan. masing-masing. Setelah sistem kembali normal. melaporkan penyebab gangguan. ada.

berlaku. .Kondisi Pemulihan Sesuai dengan wewenang masing-masing masingDispatcher melaksanakan pemulihan gangguan mengacu pada pedoman pemulihan yang berlaku.

Penyampaian sistem. Dalam hal ini adalah kecepatan berkepentingan. dari Dispatcher kepada Penyelia Operasi atau dari Penyelia Operasi/ Pemeliharaan kepada Para Pejabat lainya yang terkait dengan operasi sistem. kondisinya.E/010/DIR/2000. kecepatan pengambilan keputusan untuk penormalan kembali ataupun tindaktindaklanjutnya adalah sangat tergantung pada kecepatan penyampaian laporan kejadian gangguan kepada pihak yang berkepentingan.Pelaporan Gangguan Pada saat terjadi gangguan. Klasifikasi Jenis Gangguan Isi Informasi Kejadian Gangguan Sifat Pelaporan Format Laporan Gangguan . 22. pelaporan dari Operator GI/ Pembangkit ke Dispatcher. informasi gangguan kepada penerima informasi dapat dilakukan secara berjenjang tergantung pada kondisinya. Pelaporan gangguan dalam rangka penanggulangan dampak non teknisnya berpedoman pada Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) no : 22.E/010/DIR/2000.

Penyelia UBOS Dispatcher. padam total Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Penerima MOPSIS. Penyelia UBOS Penerima MOPSIS. MUBOS. Piket Pimpinan. MOPSIS. GM MOPSIS. Penyelia UBOS Dispatcher. Penyelia UBOS Dispatcher. MOPSIS. MUBOS MOPSIS. Penyelia UBOS Dispatcher. MUBOS MOPSIS. Piket Pimpinan. Penyelia UBOS Dispatcher. Penyelia UBOS Dispatcher. Penyelia UBOS Dispatcher. MUBOS. Piket Pimpinan. MUBOS. Penyelia UBOS Dispatcher. MOPSIS. GM MOPSIS. MOPSIS Piket Pimpinan. GM Kolektor Dispatcher.Klasifikasi Jenis Gangguan Klasifikasi Informasi Gangguan Sistem Jam Kerja No. Penyelia UBOS Dispatcher. MUBOS MOPSIS. GM MOPSIS. GM MOPSIS MOPSIS Dispatcher Region. Penyelia UBOS Dispatcher. MOPSIS MOPSIS MOPSIS Piket Pimpinan. MOPSIS. Penyelia UBOS Dispatcher. GM Luar Jam Kerja 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS Dispatcher UBOS. MUBOS. GM MOPSIS. MUBOS. MUBOS. Piket Pimpinan. MUBOS. Penyelia UBOS Dispatcher. MUBOS. GM MOPSIS MOPSIS Dispatcher Region. load shedding. MUBOS. GM MOPSIS MOPSIS. MUBOS. Piket Pimpinan. MOPSIS Klasifikasi Informasi Gangguan Subsistem . MUBOS. 1 2 Jenis Gangguan Kolektor Pembangkit berdampak beban padam IBT 500/150 kV berdampak beban padam SUTET berdampak beban padam SUTT berdampak beban padam GI 150 dan atau 70 kV padam Kabel Laut Jawa Madura & Jawa Bali beban padam Trafo Distribusi padam IBT 500/150 kV berdampak beban tidak padam SUTET berdampak beban tidak padam SUTT berdampak beban tidak padam Kabel Laut Jawa Madura & Jawa Bali tidak padam Pembangkit berdampak beban tidak padam Emergency : load curtailment. GM Dispatcher Region. GM MOPSIS. MUBOS MOPSIS MUBOS. GM Dispatcher Region.

MOPHAR. Asmanop. MOPHAR. MR Dispatcher UBOS. MR Dispatcher UBOS. MOPHAR. Pimpinan. MOPHAR. MR Dispatcher& Penyelia UBOS. MOPHAR. Asmanop. Pimpinan. Asmanop. MR Dispatcher UBOS. Asmanop. MOPHAR. Penyelia Region Dispatcher. Asmanop. MOPHAR Asmanop. MOPHAR Dispatcher UBOS. MR Dispatcher UBOS. Asmanop . MR Dispatcher UBOS. Pimpinan. Pimpinan.Jam Kerja No. Asmanop. MR 2 Dispatcher Region 3 Dispatcher Region 4 5 SUTT berdampak beban padam GI 150 atau 70 kV berdampak beban padam Kabel Laut Jawa Madura & Jawa Bali berdampak beban padam Trafo Distribusi berdampak beban padam IBT 500/150 kV berdampak beban tidak padam SUTET berdampak beban tidak padam SUTT berdampak beban tidak padam Kabel Laut Jawa Madura & Jawa Bali berdampak beban tidak padam Pembangkit berdampak beban tidak padam Emergency : load curtailment. Asmanop. Pimpinan. Penyelia Region Dispatcher. MOPHAR Pimpinan. Penyelia Region Luar Jam Kerja Penerima Dispatcher & Penyelia UBOS . padam total Dispatcher Region Dispatcher Region 6 Dispatcher Region 7 8 9 10 11 Dispatcher Region Dispatcher Region Dispatcher Region Dispatcher Region Dispatcher Subregion/Re gion Dispatcher Region 12 13 Dispatcher. Asmanop. MOPHAR. MOPHAR Asmanop. Pimpinan. MOPHAR. MOPHAR. Penyelia Region Dispatcher. MOPHAR Dispatcher & Penyelia UBOS. Asmanop. MOPHAR Asmanop. MOPHAR Asmanop. Asmanop. Penyelia Region Dispatcher. Asmanop. MR Dispatcher & Penyelia UBOS. MOPHAR Asmanop. MOPHAR Dispatcher & Penyelia UBOS. MR Dispatcher & Penyelia UBOS. MOPHAR Asmanop. MOPHAR Dispatcher UBOS. Penyelia Region Dispatcher. Asmanop. Asmanop. Penyelia Region Dispatcher. Penyelia Region Dispatcher. MOPHAR. MOPHAR. Asmanop. Penyelia Region Dispatcher. Asmanop. Asmanop. Asmanop. MR Kolektor Dispatcher. Penyelia Region Dispatcher. Asmanop. Penyelia Region Dispatcher. Penyelia Region Dispatcher. Penyelia Region Dispatcher. MOPHAR Dispatcher UBOS. MR Dispatcher & Penyelia UBOS. Asmanop. MOPHAR Dispatcher UBOS. 1 Jenis Gangguan Kolektor Pembangkit berdampak beban padam IBT 500/150 kV berdampak beban padam SUTET berdampak beban padam Dispatcher Region Penerima Dispatcher UBOS. MOPHAR. Pimpinan. MOPHAR Dispatcher & Penyelia UBOS. MR Dispatcher & Penyelia UBOS. load shedding.

Menyatakan tempat/ lokasi serta perkiraan waktu terjadinya gangguan. dilakukan. Perkiraan lama gangguan. Penyebab gangguan. gangguan.. Contoh : diperkirakan ada gangguan pada Pmt 150 kV IBT 1. gangguan. gangguan. Contoh : IBT 1 Bandung Selatan trip pada tanggal pukul . gangguan.. Usaha pemulihan. pemulihan. berupa perkiraan besar beban yang padam dan area pemadaman. .Isi Informasi Kejadian Gangguan Informasi gangguan berisi antara lain : Lokasi dan waktu gangguan. gangguan. gangguan. Menyatakan perkiraan waktu perbaikan peralatan yang mengalami kerusakan. kerusakan. padam. Menyatakan perkiraan sementara penyebab terjadinya gangguan. operator. Dampak gangguan.. Menyatakan usaha pemulihan yang sedang atau akan dilakukan dispatcher dan atau operator. Contoh : diperkirakan sebagian beban Bandung Raya kurang lebih sebesar 200 MW padam. pemadaman.. Contoh : manuver/ pemindahan beban ke Subsistem Cirata dan Mandirancan sedang dilakukan. Menyatakan dampak gangguan terhadap Sistem Jawa Bali.

Sifat Pelaporan Gangguan yang mengakibatkan padam disisi konsumen dan atau ada peralatan rusak sifatnya segera. . sedangkan gangguan yang tidak mengakibatkan padam disisi konsumen sifatnya biasa. biasa.

Format Laporan Gangguan Format laporan pendahuluan gangguan seperti pada lampiran C. .

Biru).Komunikasi Untuk Keperluan Pekerjaan Pemeliharaan/ Perbaikan Peralatan Tata cara komunikasi yang dilakukan dalam rangka pembebasan instalasi tegangan tinggi untuk keperluan pekerjaan atau pemeliharaan diatur sesuai Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pada Instalasi Listrik Tegangan Tinggi/ Ekstra Tinggi (Dokumen K3 Buku Biru). .

Untuk instalasi relokasi (bukan instalasi baru). Konfirmasi siap diberi tegangan dari Manager UPT atau pejabat yang ditunjuk. Biru). ditunjuk. Baru. Jadwal pelaksanaan pemberian tegangan telah disepakati. disepakati. dengan memperhatikan : Surat rekomendasi Laik Bertegangan dari PLN Jastek (LMK) atau lembaga yang ditunjuk. Untuk komunikasi pengoperasian instalasi baru UPT. ditunjuk. Kesiapan Pengawas K3 Kesiapan Pelaksana Manuver (Operator GI) Kesiapan Pengawas Manuver Panduan Manuver Instalasi Baru. rekomendasi cukup dari Manager UPT. .Komunikasi Pengoperasian Instalasi Baru Komunikasi pengoperasian instalasi baru dilaksanakan dalam rangka pemberian tegangan (energize) instalasi baru. mengikuti Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pada Instalasi Listrik Tegangan Tinggi/Ekstra Tinggi (Dokumen K3 Buku Biru).

E/010/DIR/2000 .POLA KOMUNIKASI PENANGANAN DAMPAK NON TEKNIS GANGGUAN SISTEM JAWA BALI Penanggung Jawab Operasi Teknis Pelayanan Gangguan 123 /call center Khalayak Kepala Ranting *) Kepala Cabang Petugas Operasi Teknis ‡Kepala UPD ‡Kepala Sektor ‡Kepala UPB ‡Kepala UP Pemimpin ‡Internet ‡Radio Siaran ‡TV ‡Media Cetak ‡Pelanggan Besar ‡Aparat Keamanan ‡Lembaga Pemerintah/ ‡Pemda/DPRD ‡Tokoh Masyarakat ‡Tokoh LSM ‡Opinion Leader ‡Tempat Ibadah ‡Pesantren ‡Pemimpin KITLUR ‡Pemimpin P3B ‡DIUT/DIRPROD PJB *) Untuk Ranting yang jauh dari Cabang DIRUT & DIROP PT PLN (Persero) Lampiran-1 SE No. 22.

BAGAN WAKTU PENANGANAN DAMPAK NON TEKNIS GANGGUAN SISTEM KELISTRIKAN YANG BERSKALA NASIONAL GANGGUAN Gangguan Selesai Diatasi Sesuai Kebutuhan 1 jam 45 menit 15 menit Sesuai Kebutuhan Laporan hasil Assessment oleh Penanggung Jawab Operasional Bahan penjelasan ke PLN Pusat oleh Unit-unit Terkaitl ‡Penjelasan ke Media Massa ‡Press Release oleh PLN Pusatl Informasi Penjelasan perkembangan Ke Media oleh Unit-unit Massa Terkaitl Informasi Perkembangan Oleh unit-unit terkait Penjelasan ke Media Massa .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->