Anda di halaman 1dari 7
SALINAN PERATURAN KEPALA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA NOMOR 07/E/2009 TENTANG TATA CARA PENGUKUHAN PENELITI UTAMA UNTUK
SALINAN PERATURAN
KEPALA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
NOMOR 07/E/2009
TENTANG
TATA CARA PENGUKUHAN PENELITI UTAMA
UNTUK MENDAPATKAN GELAR PROFESOR RISET
KEPALA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA,
Menimbang
:
a
bahwa dengan Keputusan Bersama Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) Nomor 412/D/2009 dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara (BKN) Nomor 12 Tahun 2009, tanggal 14 April 2009, telah
ditetapkan perubahan atas Keputusan Bersama Kepala LIPI Nomor
3719/D/2004 dan Kepala BKN Nomor 60 Tahun 2004 tentang Jabatan
Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya;
b bahwa untuk menindaklanjuti ketentuan sebagaimana dimaksud pada
huruf a, perlu untuk menetapkan kembali Tata Cara Pengukuhan Peneliti
Utama untuk Mendapatkan Gelar Profesor Riset;
Mengingat
:
1
Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah
diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3890);
2
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional
Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219);
3
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994
Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3547);
4
Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan
Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
5
Keputusan Presiden Nomor 103 tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga
Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2005;
6
Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan
Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana
telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 52
Tahun 2005;
7
Keputusan Presiden Nomor 164/M Tahun 2002;
8
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
KEP/128/M.PAN/9/2004 tentang Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka
Kreditnya;
1
  • 9 Keputusan Bersama Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3719/D/2004 dan Nomor 60 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bersama Kepala LIPI dan Kepala BKN Nomor 412/D/2009 dan Nomor 12 Tahun 2009;

    • 10 Peraturan Kepala LIPI Nomor 01/E/2005 tentang Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah;

11 Peraturan

Kepala

LIPI

Nomor

03/E/2005

tentang

Pedoman

Pemilihan/Penentuan Bidang Penelitian dan/atau Kepakaran Peneliti;

  • 12 Peraturan Kepala LIPI Nomor 04/E/2005 tentang Tata Cara Pengukuhan Peneliti Utama untuk Mendapatkan Gelar Profesor Riset;

  • 13 Peraturan Kepala LIPI Nomor 04/H/2008 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Peneliti Berjenjang;

  • 14 Peraturan Kepala LIPI Nomor 04/E/2009 tentang Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti;

  • 15 Peraturan Kepala LIPI Nomor 06/E/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti;

  • 16 Keputusan Kepala LIPI Nomor 1151/M/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja LIPI, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Kepala LIPI Nomor 3212/M/2004.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA TENTANG TATA CARA PENGUKUHAN PENELITI UTAMA UNTUK MENDAPATKAN GELAR PROFESOR RISET.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

  • 1. Peneliti adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan penelitian dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada satuan organisasi penelitian dan pengembangan (litbang) instansi pemerintah.

  • 2. Kandidat Profesor Riset adalah Peneliti Utama yang telah memenuhi persyaratan dan akan melakukan orasi pengukuhan Profesor Riset.

  • 3. Satuan/unit organisasi litbang adalah instansi pemerintah yang secara fungsional memiliki tugas pokok dan fungsi litbang.

  • 4. Orasi Ilmiah adalah pidato resmi atau komunikasi formal yang disampaikan kepada hadirin sebagai pengejawantahan karya dan karsa ilmuwan dalam mengabdikan iptek sesuai dengan kepakarannya untuk kemajuan umat manusia serta pembangunan nusa dan bangsa, dan/atau pernyataan diri atas bidang kepakaran yang merupakan refleksi tersurat dari bidang penelitian yang ditekuninya selama ini.

  • 5. Naskah orasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah (KTI) Kandidat Profesor Riset disampaikan dalam bahasa yang komunikatif, sehingga dapat dipahami oleh pendengar atau orang yang tidak sebidang dengan kepakaran atau keilmuannya.

  • 6. Bidang kepakaran peneliti adalah ruang lingkup keahlian, keterampilan, sikap dan tindak seorang Peneliti yang mencerminkan tugas, fungsi, kewajiban, hak, tangggung jawab dan kompetensinya.

Pasal 2

Gelar Profesor Riset merupakan pengakuan, kepercayaan dan penghormatan yang diberikan atas keberhasilan seorang PNS dalam mengemban tugasnya di bidang litbang.

2

BAB II PERSYARATAN

Pasal 3

Gelar Profesor Riset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diberikan kepada Peneliti Utama yang sudah menyampaikan orasi ilmiah dalam suatu prosesi upacara pengukuhan.

Pasal 4

(1) Peneliti yang menduduki jabatan Peneliti Utama - IV/e dapat dikukuhkan untuk mendapatkan gelar Profesor Riset, dengan persyaratan sebagai berikut:

  • a. Menyampaikan permohonan secara tertulis yang ditandatangani oleh Pimpinan atau Pejabat setingkat Eselon I pada Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK)/Daerah kepada Kepala LIPI dengan tembusan kepada Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Peneliti (Pusbindiklat Peneliti) LIPI paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum rencana pengukuhan;

  • b. Melampirkan konsep buku Naskah Orasi Ilmiah pengukuhan sesuai dengan bidang kepakaran/penelitian yang bersangkutan;

  • c. Pendidikan Strata Tiga (S3) yang telah diakui berdasarkan peraturan yang berlaku;

  • d. Telah memperoleh Surat Keputusan Presiden tentang pengangkatan ke dalam jabatan Peneliti Utama;

  • e. Melampirkan Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir dengan pendidikan S3 yang telah dinilai.

(2)

Pangkat/golongan ruang tidak menjadi persyaratan untuk pengajuan pengukuhan Profesor Riset.

Pasal 5

Peneliti Utama yang telah mencapai angka kredit 1.050 atau lebih sesuai ketentuan, dengan pendidikan Strata Satu (S1) atau Strata Dua (S2) tidak berhak melakukan orasi ilmiah, tetapi wajib melakukan pemeliharaan (maintenance) paling kurang 25 angka kredit setiap 2 (dua) tahun sekali, terdiri atas:

  • a. paling kurang 80% dari unsur penelitian dan/atau pengembangan iptek, dan

  • b. paling banyak 20% dari unsur diseminasi pemanfaatan iptek dan/atau unsur pembinaan kader peneliti.

Pasal 6

Orasi Ilmiah dalam rangka pengukuhan Peneliti Utama - IV/e untuk memperoleh gelar Profesor Riset dilakukan paling lama 2 (dua) kali maintenance. Apabila selama 2 (dua) kali maintenance belum melakukan orasi, maka yang bersangkutan tidak berhak memperoleh gelar Profesor Riset, tetapi tetap melakukan maintenance sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pasal 7

Pelaksanaan pengukuhan Profesor Riset diikuti paling banyak 3 (tiga) orang Kandidat Profesor Riset dalam satu kali pengukuhan.

Pasal 8

Untuk kelancaran pelaksanaan pengukuhan Profesor Riset didahului dengan rapat koordinasi dan gladi bersih.

BAB III MAJELIS PENGUKUHAN PROFESOR RISET

Pasal 9

Susunan Majelis Pengukuhan Profesor Riset ditetapkan dengan Keputusan Kepala LIPI dan berlaku untuk 1 (satu) kali penyelenggaraan pengukuhan.

Pasal 10

(1)

Majelis Pengukuhan Profesor Riset, terdiri dari:

  • a. Seorang Ketua;

  • b. Seorang Sekretaris;

  • c. Anggota; paling banyak 7 (tujuh) orang Profesor Riset, yaitu 2 (dua) orang dari instansi Kandidat Profesor Riset dan 5 (lima) orang ditunjuk oleh Kepala LIPI.

(2)

Apabila anggota dari instansi Kandidat Profesor Riset tidak terpenuhi sesuai ayat (1) huruf c, maka anggota ditunjuk oleh Kepala LIPI.

3

Pasal 11

Majelis Pengukuhan Profesor Riset dibantu oleh:

a.

Dua orang Panitera;

b.

Seorang Pedel (pemandu prosesi).

Pasal 12

Majelis Pengukuhan Profesor Riset memiliki bidang kepakaran yang sama atau mendekati bidang kepakaran Kandidat Profesor Riset.

 

BAB IV TIM PENILAI NASKAH ORASI ILMIAH

Pasal 13

Tim Penilai Naskah Orasi Ilmiah ditetapkan oleh Kepala LIPI dan berlaku untuk penyelenggaraan pengukuhan.

1

(satu) kali

 

Pasal 14

(1)

Tim Penilai Naskah Orasi Ilmiah berjumlah 3 (tiga) orang Profesor Riset, yaitu 2 (dua) orang dari instansi Kandidat Profesor Riset dan 1 (satu) orang dari LIPI yang ditetapkan oleh Kepala LIPI;

(2)

Apabila anggota Tim Penilai dari instansi Kandidat Profesor Riset tidak terpenuhi sesuai ayat (1), maka tim penilai ditetapkan oleh Kepala LIPI.

Pasal 15

Tim Penilai Naskah Orasi Ilmiah memiliki bidang kepakaran yang sama atau mendekati bidang kepakaran dengan Naskah Orasi Ilmiah Kandidat Profesor Riset yang dinilai.

 

Pasal 16

Tim Penilai Naskah Orasi Ilmiah bertugas:

 

a.

Memberikan penilaian atas substansi dan sistematika Naskah Orasi Ilmiah;

b.

Memberikan masukan perbaikan Naskah Orasi Ilmiah;

c.

Memberikan rekomendasi kepada Kepala LIPI selaku Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset tentang layak tidaknya Naskah Orasi Ilmiah sebagai bahan pengukuhan.

Pasal 17

(1)

Sidang Tim Penilai Naskah Orasi Ilmiah dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Peneliti Pusat (TP3) dan dihadiri oleh anggota Tim Penilai.

(2)

Sekretaris Tim Penilai Naskah Orasi Ilmiah secara ex officio dijabat oleh Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI.

(3)

Apabila hasil penilaian tidak mencapai kesepakatan, dapat ditunjuk Penilai Ahli (Independent Referee).

(4)

Apabila hasil penilaian menyatakan perubahan mendasar maka Naskah Orasi Ilmiah dinilai kembali oleh 3 (tiga) orang.

(5)

Apabila hasil penilaian menyatakan perubahan tidak mendasar baik substantif maupun teknis, penilaian akhir dilakukan paling kurang oleh 1 (satu) orang Penilai.

(6)

Surat menyurat hasil penilaian dilakukan oleh Pusbindiklat Peneliti LIPI.

BAB V NASKAH ORASI ILMIAH

Pasal 18

Naskah Orasi Ilmiah Profesor Riset berisi:

 

a.

Sari pati/esensi dari seluruh karya ilmiah Kandidat Profesor Riset;

b.

Perspektif perkembangan iptek masa lalu, sekarang dan yang akan datang;

c.

Kontribusi individual Kandidat Profesor Riset dalam membangun dan mengembangkan iptek yang menjadi bidang kepakarannya serta menyebutkan karya ilmiahnya yang relevan;

d.

Kontribusi umum bidang iptek yang menjadi bidang kepakarannya dalam menyelesaikan permasalahan aktual atau strategis dari pemerintah dan masyarakat.

4

Pasal 19

Sistematika penulisan Buku Naskah Orasi Ilmiah adalah:

a.

Halaman sampul;

b.

Ringkasan Daftar Riwayat Hidup disertai foto Kandidat Profesor Riset berukuran 4x6 cm yang ditempel di sudut kiri atas;

c.

Prakata;

d.

Pendahuluan;

e.

Inti Orasi Ilmiah sebagaimana diatur pada Pasal 18;

f.

Kesimpulan;

g.

Penutup.

h.

Ucapan terima kasih;

i.

Daftar pustaka (mengikuti kaidah penulisan yang baku/standar yang ditetapkan LIPI);

j.

Daftar publikasi ilmiah Kandidat Profesor Riset;

k.

Keikutsertaan sebagai pembicara dalam kegiatan ilmiah dan tulisan di media lain;

l.

Editor majalah/prosiding;

m.

Pembinaan Kader Ilmiah;

n.

Aktivitas di organisasi profesi/ilmiah;

o.

Daftar riwayat hidup lengkap.

 

Pasal 20

Format buku Naskah Orasi Ilmiah adalah:

a.

Halaman sampul berisi logo/lambang instansi Kandidat Profesor Riset dan lambang LIPI, ISBN, bidang kepakaran, judul Naskah Orasi Ilmiah, nama penulis dan instansinya serta waktu pelaksanaan;

b.

Judul ditulis dengan huruf kapital tebal (bold), font Times New Roman 20;

c.

Isi Naskah Orasi Ilmiah diketik dengan menggunakan:

1)

Font Times New Roman 12;

2)

Satu spasi;

3)

Ukuran kertas A5, (148 x 210 mm);

4)

Ditulis timbal balik;

5)

Batas atas dan bawah 25 mm, batas kiri dan kanan 20 mm;

6)

Nomor halaman ditulis di sudut bawah.

 

BAB VI

ORASI ILMIAH

Pasal 21 Orasi Ilmiah Pengukuhan Profesor Riset dilakukan 1 (satu) kali selama Peneliti menjadi PNS.

 

Pasal 22

(1)

Penyelenggaraan Orasi Ilmiah dilangsungkan dalam suatu sidang terbuka Majelis

(2)

Pengukuhan Profesor Riset, dihadiri oleh para peneliti, ilmuwan dan undangan lainnya di tempat yang ditentukan oleh instansi Kandidat Profesor Riset atau tempat lain yang disetujui oleh Kepala LIPI. Pembacaan Naskah Orasi Ilmiah paling lama 20 (dua puluh) menit.

 

Pasal 23

(1)

Panitia penyelenggara Orasi Ilmiah dibentuk oleh pejabat berwenang dari instansi Kandidat

BAB VII

(2)

Profesor Riset bekerja sama dengan Pusbindiklat Peneliti LIPI. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut oleh

pimpinan instansi Kandidat Profesor Riset.

PERLENGKAPAN UPACARA ORASI ILMIAH

 

Pasal 24

Pakaian pada upacara Orasi Ilmiah adalah:

a.

Majelis Pengukuhan Profesor Riset, Kandidat Professor Riset dan Pedel (pemandu prosesi)

mengenakan pakaian Toga;

b.

Panitera mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) berwarna gelap.

(1)

Pasal 25

Pakaian Toga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, berwarna hitam dengan lengan panjang melebar ke arah pergelangan tangan, dengan bentuk:

5

  • a. Bagian pergelangan tangan diberi lapisan bahan beludru warna hitam selebar kurang lebih 12 cm;

  • b. Bagian atas lengan sebelah luar dan pada punggung Toga terdapat lipatan-lipatan (plooi);

  • c. Bagian leher dan sepanjang garis pembuka dilapisi dengan bahan beludru warna hitam.

(2)

Pakaian pria disertai dengan kemeja warna putih berdasi kupu-kupu dan celana warna gelap, bagi wanita dengan kemeja warna putih berdasi kupu-kupu dan rok warna gelap atau pakaian nasional.

Pasal 26

Kelengkapan Toga bagi Majelis Pengukuhan Profesor Riset terdiri dari:

  • a. Topi jabatan berbentuk baret (bulat) berwarna hitam;

  • b. Kalung jabatan berbentuk rangkaian logo LIPI terbuat dari logam dan berwarna:

(1)

kuning emas untuk Ketua;

(2)

putih perak untuk Sekretaris dan Anggota.

  • c. Samir sesuai dengan warna dari lambang masing-masing instansi.

Pasal 27 Kelengkapan Toga bagi Pedel memakai topi berbentuk baret (bulat) berwarna hitam.

Pasal 28

Kelengkapan pengukuhan Kandidat Profesor Riset, terdiri dari:

  • a. Widyamala berupa pita beludru berwarna ungu dengan medali logam berwarna kuning emas berlogo LIPI dengan tulisan nama kandidat dan nomor urut pengukuhan;

  • b. Sertifikat Profesor Riset ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Majelis Pengukuhan Profesor Riset.

BAB VIII PROSESI UPACARA ORASI ILMIAH

Pasal 29

Penyelenggaraan pengukuhan Profesor Riset dilaksanakan oleh instansi Kandidat Profesor Riset dengan khidmat dan sederhana.

Pasal 30

Prosesi Upacara Orasi Ilmiah, terdiri atas:

  • a. Majelis Pengukuhan memasuki ruangan diiringi lagu Bagimu Negeri;

  • b. Menyanyikan lagu Indonesia Raya;

  • c. Pembukaan sidang oleh Ketua Majelis;

  • d. Pembacaan Ringkasan Daftar Riwayat Hidup Kandidat Profesor Riset oleh Sekretaris Majelis;

  • e. Penyampaian Orasi Ilmiah oleh Kandidat Profesor Riset;

  • f. Pengalungan Widyamala dan penyerahan sertifikat Profesor Riset oleh Ketua Majelis;

  • g. Penutupan sidang oleh Ketua Majelis;

  • h. Sambutan pimpinan instansi penyelenggara;

  • i. Pembacaan doa;

  • j. Foto bersama;

  • k. Pemberian ucapan selamat.

Pasal 31

Ringkasan Daftar Riwayat Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf b disusun secara ringkas memuat:

  • a. Identitas Kandidat Profesor Riset;

  • b. Keputusan Presiden tentang Peneliti Utama/Keputusan Kepala LIPI;

  • c. Riwayat pendidikan;

  • d. Riwayat diklat yang pernah diikuti;

  • e. Riwayat jabatan fungsional/struktural;

  • f. Daftar publikasi ilmiah;

  • g. Pembinaan kader ilmiah;

  • h. Organisasi profesi;

  • i. Tanda penghargaan.

6

BAB IX ANGGARAN Pasal 32 Anggaran untuk pelaksanaan Pengukuhan Profesor Riset, dibebankan kepada instansi Kandidat Profesor
BAB IX
ANGGARAN
Pasal 32
Anggaran untuk pelaksanaan Pengukuhan Profesor Riset, dibebankan kepada instansi Kandidat
Profesor Riset atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
BAB X
KETENTUAN PERALIHAN
(1)
Pasal 33
Peraturan ini berlaku sesuai dengan berlakunya Peraturan Bersama Kepala LIPI dan Kepala
BKN Nomor 412/D/2009 dan Nomor 12 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan
Bersama Kepala LIPI dan Kepala BKN Nomor 3719/D/2004 dan Nomor 60 Tahun 2004
tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya tanggal 14
April 2009;
(2)
Dikecualikan bagi Kandidat Profesor Riset dengan pendidikan S1/S2 yang telah
menyampaikan naskah orasi pengukuhan dan memperoleh penilaian serta telah melakukan
perbaikan sebagaimana hasil penilaian Tim Penilai Naskah Orasi sebelum tanggal 14 April
2009 tetap diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.
BAB XI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 34
Dengan diberlakukannya Peraturan ini maka Peraturan Kepala LIPI Nomor 04/E/2005 tanggal 20
Agustus 2005 tentang Tata Cara Pengukuhan Peneliti Utama untuk Mendapatkan Gelar Profesor
Riset dinyatakan tidak berlaku lagi.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 30 Desember 2009
KEPALA LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA,
Cap ttd.
UMAR ANGGARA JENIE
NIP 19500822 197603 1 002
SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada Yth.:
1.
Para Menteri/Menteri Negara RI;
2.
Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian;
3.
Para Sekretaris Jenderal Lembaga Tinggi Negara;
4.
Para Gubernur Kepala Daerah Provinsi;
5.
Para Pejabat Eselon I dan II dalam Lingkungan LIPI.
Disalin sesuai dengan aslinya
Kepala Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek,
Deddy Setiapermana
NIP 19501217 197703 1 001
Z:\RUTIN\Peraturan\Peraturan 2009\fix prof riset.doc

7