Anda di halaman 1dari 1

Terapi kasih Sayang

Manusia merupakan umat yang satu sehingga persaudaraan


kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) harus tetap terjalin dan terpelihara dengan
penuh persahabatan dan kasih sayang. Dalam Islam, rasa kasih sayang
(mawadda) tidak boleh diputuskan oleh perang dan tidak pula oleh pertikaian.
Apabila rasa kasih sayang itu hidup terus dan tidak terputus, pintu gerbang
perdamaian akan terbuka. Islam hanya membolehkan menyerang musuh yang ada
di medan pertempuran, tetapi rasa kasih sayang harus tetap terpelihara dan tidak
boleh terpengaruh oleh permusuhan. Dengan demikian, Islam mengharuskan iba
dan kasih sayang sekalipun di tengah-tengah medan peperangan.

Berdasarkan kasih sayang yang merata terhadap sesama manusia dan


menciptakan kekhalifahan (kepemimpinan) manusia di atas bumi ini, Islam
melarang semua perbuatan yang merusak dan menyeru kerjasama sesama
manusia dalam mengerjakan kebaikan dan melindungi semua kepentingan umum.

Joe H. Slate, Ph.D (psikolog berlisensi, profesor, dan pendiri


Parapsychology Research Foundation), dalam bukunya yang berjudul Energi
Aura ?memanfaatkan energi aura untuk menjaga kesehatan dan meraih
keberhasilan karier?, menulis : Keadaan positif apa yang dapat mempengaruhi
aura? Kasih sayang ?kekuatan yang paling dahsyat di alam semesta- pasti
memperluas, menyinari, dan memberi tenaga bagi aura. Pengaruh lain yang
memberdayakan mencakup konsep diri yang positif, perasaan sejahtera yang kuat,
dan keadaan batin yang seimbang dan yang sesuai, serta kepedulian yang tulus
terhadap orang lain. Setiap upaya untuk menolong orang-orang lain atau membuat
dunia menjadi tempat yang lebih baik memberi energi yang cemerlang pada sistem
aura.

Terapi berbaik sangka kepada Allah, Terapi Menangis karena Allah,


Terapi takut dan berharap kepada Allah, Terapi Menyebarkan Salam
dan berjabat tangan, Terapi bersabar dan bersyukur, Terapi
Silaturahmi, Terapi Mengajak kepada Kebaikan, Terapi Qana?ah,
Terapi Introspeksi diri, Terapi beramah-tamah, Terapi Menerima
Takdir, Terapi berbakti kepada kedua orang tua, Terapi menjadi
komunikator dan komunikan yang baik, Terapi Menikah, Terapi
Membantu orang lain, Terapi Menutupi Aib sesama Muslim, Terapi
Musyawarah, Terapi menerima tamu, Terapi Menjaga lisan dan
kemaluan, Terapi Gotong-Royong, Terapi Hemat, Terapi menjaga
kebersihan, Terapi Tawakal, Terapi Qana?ah, Terapi Tawadhu,
Terapi Disiplin, dan lain-lain

?Hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-


cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam sebagai
agamamu? (Q.S. Al-Maidah [5] : 3)