Anda di halaman 1dari 2

Terapi Puasa

Puasa sangat menyehatkan tubuh dan dapat menjadi suatu metode


Detoksifikasi (Pembersihan darah) yang sangat baik. Telah terbit banyak buku
tentang Puasa yang ditulis oleh para pakar kesehatan. Salah satunya adalah ?
Manfaat Puasa menurut ilmu kesehatan? karya Dr. Bahar Azwar, SpB Onk.

Abdul Mujib, M.Ag dan Jusuf Mudzakir, Msi. Dalam buku berjudul
Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, menulis : Dengan puasa, baik puasa fisik seperti
menahan lapar, minum, dan hubungan seksual, maupun puasa psikis seperti
menahan hawa nafsu dari mencuri, marah, dengki, iri hati, angkuh, perilaku agresif
dan sebagainya maka akan mengobati rasa sakit seseorang yang bersemayam di
hatinya.

BJ Habibie (Mantan Presiden RI). Mantan Presiden RI ini sudah


puluhan tahun rutin melakukan puasa Senin-Kamis. Menurut pengakuannya, puasa
senin-kamis itu memberikan manfaat yang sangat besar, yakni membuat sehat
jasmani dan rohani. Puasa senin-kamis secara rutin tersebut juga ikut mendukung
terciptanya resep hidupnya yang sabar dan tawakal. Itu pula, yang membuatnya tak
marah kendati dicaci, dihujat, atau dihina ketika memasuki gedung MPR tahun
1999 silam. Ketika menjadi Presiden, pada 1999 silam dia juga pernah mengajak
agar masyarakat Indonesia melakukan puasa Senin-Kamis. Saat itu konteksnya
selain manfaat fisik dan batin, juga untuk penghematan beras yang dari tahun ke
tahun kebutuhannya naik melebihi suplainya.

Prof. Dr. Tri Sutanto (Ketua LP POM MUI untuk Indonesia Bagian
timur). Puasa Senin-Kamis sudah dijalaninya sejak mahasiswa di Universitas
Gajah Mada Yogyakarta, tahun 1970-an sampai sekarang. Banyak manfaat yang
saya alami selama menjalankan puasa sunah senin-kamis ini, di antaranya :
Alhamdulillah saya diberi sehat wal afiat, dijauhkan dari buruk sangka terhadap
orang lain, kecemerlangan berpikir, dan dimudahkan segala urusan. Manfaat dari
segi kesehatan, Jika dilihat dari faktor usia, saya sudah melewati usia lanjut, 60
tahun lebih. Tapi, alhamdulillah, saya sehat wal afiat, tidak sampai ada sakit serius.
Paling tidak, kalau sakit, flu atau sakit kepala. Manfaat dari segi kecemerlangan
berpikir, saya rasakan ketika mengalami kekalutan berkaitan dengan ?geger?
masalah adanya kandungan lemak babi dari beberapa makanan yang saya lakukan
penelitian. Di tahun akhir 1980-an itu, benar-benar merupakan tahun ujian bagi
saya setelah mencuat berita ?geger lemak babi? itu. Saya sempat diintimidasi dan
ditakut-takuti akan dibui segala. Tapi, saya memasrahkan problem ini kepada Allah
SWT., bahwa apa yang saya lakukan itu demi orang banyak dan umat Islam
khususnya. Puasa senin-kamis membuat saya berpikir tenang menghadapi ujian
itu, emosi saya endapkan. Saya optimistis, bahwa Allah akan memberikan
pertolongan terhadap hambanya yang di dalam melakukan pemikiran maupun
penelitian hanya mengharap Ridha Allah SWT. Dan demi kemashlahatan umat.
Toh, nyatanya, sampai sekarang saya ditolong Allah SWT. Dan diselamatkan dari
ujian itu. Saya tidak sampai dibui.

Ahmad Nadhim Amir (Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab.
Sidoarjo). Puasa senin dan kamis sudah menjadi kebiasaan dan sudah lama saya
mengamalkannya. Banyak manfaat langsung yang saya alami dari amalan puasa
dua kali sepekan ini. Di antaranya, dari segi kesehatan, saya sekalipun sudah
mendekati usia 60 tahun, tapi Alhamdulillah diberi kesehatan yang luar biasa. Saya
tidak pernah sakit serius seperti yang dialami kebanyakan orang pada usia di atas
50 tahun. Manfaat lainnya, di dalam menghadapi problema bisnis yang tanpa
dinyana-nyana acap kali saya diberikan jalan kemudahan. Sehingga, hal ini
menjadikan saya tambah optimistis, bahwa yang disabdakan Nabi Muhammad
SAW. Dalam Hadist Riwayat ad-Darimiy ihwal ?amalan seseorang akan
didatangkan pada hari senin dan kamis? benar adanya. Hal yang demikian ini, saya
alami berulangkali.

Asty Ananta (Artis Sinetron). Dalam mengamalkan puasa senin dan


kamis, saya melakukannya sejak kelas 2 SD. Saya sudah terbiasa melakukan
puasa senin-kamis. Meskipun pada awalnya berat, namun lambat laun puasa
sunnah tersebut menjadi kebiasaannya hingga tumbuh remaja, bahkan sampai kini.
Puasa yang selama ini saya lakukan ternyata punya banyak manfaatnya, salah
satunya, tidak lagi gampang emosi. Dulu aku ini pemarah lho, dan kalau sudah
emosi, saya menjadi pusing-pusing. Pikiran pun menjadi tidak begitu
terkonsentrasi. Dengan melaksanakan ibadah puasa semua itu bisa diatasi. Pusing
biasa bisa hilang tanpa perlu minum obat.