Anda di halaman 1dari 1

Tafsir Bi Ra'yi

Posted by Admin at 1:12 AM Saturday, June 12, 2010


Labels: Tafsir
Tafsir bi-ra’yi adalah metodologi penafsiran Al-Qur’an berdasarkan rasionalitas pikiran (ar-ra’yu),
dan pengetahuan empiris (ad-dirayah). Tafsir jenis ini mengandalkan kemampuan “ijtihad”
seorang mufassir, dan tidak berdasarkan pada kehadiran riwayat-riwayat (ar-riwayat). Disamping
aspek itu, kemampuan tata bahasa, retorika, etimologi, konsep yurisprudensi, dan pengetahuan
tentang hal-hal yang berkaitan dengan wahyu dan aspek-aspek lainnya menjadi pertimbangan
para mufassir.

Kata “ar-ra’yu” yang berarti “kebebasan pemikiran”, cenderung berkonotasi pada rasionalitas
ijtihad terhadap penafsiran al-Qur’an. Ini berarti, al-Qur’an dianggap sebagai teks “fleksibel” yang
memberi ruang gerak secara bebas bagi mufassir untuk menentukan dan memberi penafsiran
sesuai dengan “kepentingannya”. Sehingga perlu adanya syarat-syarat tertentu yang membatasi
pengertian Tafsir bi ar-ra’yi terutama dalam aplikasinya. Ijtihad yang dimaksud disini adalah
berdasarkan dasar-dasar yang benar dan kaidah-kaidah yng lurus. Jadi, jelaslah bahwa tafsir bi
ra'yi bukanlah sekedar berdasarkan pendapat atau ide semata, atau hanya ekedar gagasan yang
terlintas dalam fikiran seseorang.

Sebagaimana yang diriwayatkan at-Turmudzi, bahwa; "Barang siapa menafsirkan al-Qur’an


dengan tanpa berdasarkan “pengetahuan” (al-ilmu), maka neraka adalah tempatnya”.
Al-Qurthubi berkata: "Barangsiapa berkata tentang Al-Qur'an (menafsirkannya) dengan suatu
dugaan atau gagasan yang terlintas dalam fikirannya, tanpa adanya dasar-dasar yang kuat,
maka ia salah dan tercela. Dan dia termasuk dalam golongan orang yang disebut dalam sebuah
hadits yang berbunyi: "Barangsiapa dengan sengaja berbohong atas namaku, maka ambillah
tempat duduknya di neraka (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

Terdapat dua pendapat terhadap Hadits-hadits semacam ini; pertama, bila proses tafsir tersebut
tidak berdasarkan riwayat-riwayat. Kedua, bila penafsiran tersebut berlawanan dengan teks al-
Qur’an yang kemudian dinilai sebagai suatu kebenaran.

Pembagian Tafsir bi Ra'yi:


Tafsir bi ra'yi terbagi menjadi dua jenis:
1. Tafsir Mahmud
Yaitu suatu penafsiran yang cocok dengan tujuan syar'i, jauh dari kesalahan dan kesesatan,
sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, serta berpegang teguh pada ushlub-ushlubnya dalam
memahami nash Al-Qur'an. jadi barangsiapa menafsirkan Al-Qur'an dengan memenuhi syarat-
syarat tersebut, maka tafsirnya patut disebut afsir tafsir mahmud atau tafsir masyru'.

2. Tafsir Al-Bathil Al-Madzmum


Yaitu penafsiran berdasarkan hawa nafsu, yang berdiri di atas kebidihan dan kesesatan.
Manakala seseorang tidak faham dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, serta tujuan syara', maka
ia akan jatuh dalam kesesatan, dan pendapatnya tidak bisa dijadikan acuan.

http://islam.pusatstudi.com/2010/06/tafsir-bi-rayi.html