Anda di halaman 1dari 6

Nama : Nuriman Sufgiarto

Kelas : 1KA34
NPM : 15110172
Warga Negara & Negara

Hukum & Negara B. Negara


1. Hukum Negara dan Pemerintah Tugas utama negara
A. Hukum 1. Mengatur dan menertibkan gejala-gejala dalam masyarakat yang bertantangan satu
Menurut JCT Simorangkir SH. Dan Woerjono Sastropranoto SH. Hukum sebagai peraturan-peraturan sama lainnya.
yang memaksa, menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat 2. Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan
oleh badan-badan resmi yang berwajib. bersama yang disesuaikan dan di arahkan pada tujuan negara.

a. Ciri dan sifat hukum: a. Sifat-sifat Negara


1. Adanya perintah atau larangan 1. Sifat memaksa
2. Perintah/larangan yang harus dipatuhi oleh setiap orang 2. Sifat Monopoli
b. Sumber-sumber hukum 3. Sifat mencakup semua
Segala sesuwatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa, b. Bentuk Negara
dengan sanksi yang tegas dan nyata. 1. Negara kesatuan
ada 2 macam bentuk negara kesatuan
a. Sistem sentralisasi
Sumber hukum formal: b. Sistem desentralisasi
1. Undang-undang (statue), peraturan negara yang mempunyai kekuasaan hukum yang mengikat. Bentuk kenegaraan
2. Kebiasaan (costum), perbuatan manusia yang dilakukan berulang kali dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat 1. Negara Dominion
3. Keputusan Hakim (yurisprudensi), keputusan hakim yang terdahulu dijadikan dasar keputisan hakim mengenai masalah yang sama 2. Negara Uni (Uni rill; Uni Eropa, Uni personil;Uni soviet)
4. Traktat (treaty), perjanjian yang mengikat antar dua orang atau lebih mengenai sesuatu hal c. Unsur-unsur Negara
5. Pendapat Sarjana Hukum, pendapat sarjana sering dikutip para hakim untuk penyelesaian suatu masalah 1. Harus berwilayah
2. Harus ada Rakyat
c. Pembagian hukum 3. Harus ada pemerintahan
Menurut sumbernya 4. Harus ada tujuan
1. Hukum undang-undang, hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan. 5. Harus ada kedaulatan
2. Hukum kebiasaan, hukum yang terletak pada kebiasaan (adat)
3. Hukum Traktat, hukum yang ditetapkan oleh negara-negara suatu perjanjian antar negara Tujuan Negara
4. Hukum Yurisprudensi, hukum yang terbentuk karena keputusan hakim 1. Perluasan kekuasaan semata
Menurut bentuknya 2. Perluasan kekuasaan untuk mencapai tujuan lain
1. Hukum tertulis, kodifikasi (hukum yang telah dibukukan jenis-jenisnya dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap 3. Penyelenggaraan ketertiban hukum
dan yang tidak terkodifikasi 4. Penyelenggaraan kesejahteraan umum
Menurut tempat berlakunya Tujuan Negara Republik Indonesia
1. Hukum Nasional, hukum dalam suatu Negara 1. Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia
2. Hukum Internasional, mengatur hubungan Internasional 2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Hukum Asing, hukum dalam negara lain 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Hukum Gereja, norma gereja yang ditetapkan oleh anggotanya 4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia
Menurut waktu berlakunya
1. Ius Constitutum (Hukum positif), berlaku sekarang bagi masyarakat dalam daerah tertentu Sifat-sifat kedaulatan:
2. Ius Constituendum, diharapkan akan berlaku di waktu yang akan datang 1. Permanen
3. Hukum asasi (hukum alam), berlaku dalam segala bangasa di dunia 2. Absolut
Menurut Cara mempertahankan 3. Tidak terbagi-bagi
1. Hukum material, hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah dan larangan 4. Tidak terbatas
2. Hukum formal (hukum proses atau acara), ialah hukum yang memuat peraturan bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan Sumber kedaulatan
hukum material atau peraturan yang mengatur bagaimana cara mengajukan sesuatu perkara ke muka pengadilan dan bagaimana 1. Teori Kedaulatan Tuhan
caranya hakim memberi keputusan. (Hukum Acara Pidana / Perdata) 2. Teori Kedaulatan Rakyat
Menurut sifatnya 3. Teori Kedaulatan nergara
1. Hukum yang memaksa, hukum yang mempunyai paksaan mutlak 4. Teori Kedaulatan Hukum
2. Hukum yang mengatur (pelengkap), hukum yang dapat dikesampingkan
Menurut wujudnya Himpunan pengertian hukum yang dibenarkan masyarakat (Purnadi P, Soerjono S)
1. Hukum obyektif, hukum yang berlaku umum dan tidak mengenai orang/golongan tertentu 1. Hukum Sebagai Ilmu Pengetahuan.
2. Hukum subyektif, timbul dari hubungan obyektif dan berlaku bagi seseorang tertentu atau lebih 2. Hukum Sebagai Disiplin
Menurut isinya 3. Hukum Sebagai Kaidah
1. Hukum privat (hukum sipil), hukum yang mnitik beratkan kepada kepentingan perseorangan 4. Hukum Sebagai Tata Hukum
2. Hukum publik (hukum negara), hukum yang mengatur hubungan antar negara dan alat perlengkapan atau negara dengan 5. Hukum Sebagai Petugas
warganegaranya 6. Hukum Sebagai Keputusan Penguasa
7. Hukum Sebagai ProsesPemerintah
Tugas pokok negara 8. Hukum Sebagai Sikap
1. Mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan asosial 9. Hukum Sebagai Jalinan Nilai-nilai
2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia ke arah tercapainya tujuan dari masyarakat / tujuan sosial
Hukum & Negara Negara

Agar masyarakat siap memakai hukum positif, perlu mempelajari manajemen dan kultur hukum, yang sistemnya terurai dalam Hubungan antara negara dan hukum
tiga komponen, yaitu: a. Hegara lebih tinggi daripada hukum, bersumber pada teori absolutisme
1. Substansi absolutisme negara.
2. Struktur, dan b. Negara sebenarnya identik / sama dengan hukum.
3. Kultur c. Negara harus tunduk pada hukum, teori kedaulatan hukum.
Negara hukum dalam arti sempit, yakni negara hukum liberal, ditandai dengan dua ciri:
10 aspek penganalisa, yaitu: 1. Adanya perlindungan hak asasi manusia
1. Jangan mengidentifikasi hukum dengan kebenaran dan keadilan 2. Pemisahan kekuasaan, antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif
2. Tidak dengan sendirinya harus adil dan benar Negara hukum dalam arti formal, lebih luas daripada negara hukum liberal, mengandung
3. Hukum tetap mengabdikan diri untuk menjamin kegiatan masa, sistem, dan bentuk pemerintahan empat unsur sebagai berikut:
4. Meskipun mengandung unsur keadilan atau kebaikan tidak selamanya disambut dengan tangan terbuka 1. Perlindungan sebagai hak asasi manusia
5. Hukum dapat didefinisikan dengan kekuatan atas kekuasaan 2. Pemisahan kekuasaan
6. Macam-macam hukum terlalu dipukulratakan 3. Setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada undang-undang
7. Jangan apriori hukum adat lebih baik dari hukum tertulis 4. adanya peradilan administrasi yang berdiri sendiri
8. Jangan mencampuradukan substansi hukum dengan cara/proses sampai terbentuk
9. Jangan mencampuradukan "law is activis" dengan "law is books" dari aparat penegak hukum 3 unsur the rule of law (Anglo Saxon)
10. Jangan menganggap sama aspek terjang penegak hukum dengan hukum 1. Supremasi Hukum
2. Persamaan kedudukan di depan hukum
3. Konstitusi bukan satu-satunya sumber bagi hak asasi manusia

C. Pemerintah
Dalam arti luas
Segala kegiatan atau usaha yang terorganisir, bersumber pada kedaulatan dan berlandaskan dasar negara
Segala tugas, kewenangan, kewajiban negara yang harus dilaksanakan menurut dasar-dasar tertentu
Dalam arti sempit
Montesquieu, hanya tugas, kewajiban, dan kekuasaan negara di bidang eksekutif
vollenhoven, kekuasaan di bidang bestuur

1. Warga Negara dan Negara 2. Hak dan kewajiban warga negara Indonesia
Menurut kansil, orang-orang berada dalam wilayah suatu negara itu dapatdibedakan menjadi: Pasal 26, yang menjadi warga negara adalah orang-orang warga Indonesia asli.
a. Penduduk Pasal 27 (2), Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidpan yang layak bagi kemanusiaan
1. Penduduk Warga Negara Pasal 28, Kemerdekaan berserikat berkumpul mengeluarkan pendapat dengan lisan dan tulisan ditetapkan oleh undang-undang
2. Penduduk Bukan Warga Negara Pasal 29 (2), Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing.
b. Bukan Penduduk Pasal 30 (1), Tiap-tiap warga negara wajib dan berhak ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
Pasal 31 (1), Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pengajaran.
1. Asas Kewarganegaraan Pasal 34, Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
a. Kriterium kelahiran menurut asas keibu bapaan atau disebut pula "Ius Sanguinis"
b. Kriterium kelahiran menurut asas tempat kelahiran / "Ius Soli"
Pelaksanaan kedua stelsel ini dibedakan dalam:
hak opsi, hak untuk memilih kewarganegaraan
hak repudiasi, hak untuk menolak kewarganegaraan (stelsel pasif)
2. Naturalisasi/pewarganegaraan :
Proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syarat-syarat tertentu mempunyai kewarganegaraan

Syarat warganegara Indonesia yang tertuang dalam pasal 26 UUD 1945, yaitu
1. Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkanUUD sebagai warganegara
2. Dalam penjelasan umum UU. No. 62 Tahun 1958, diperoleh
a. Karena kelahiran
b. Karena pengangkatan
c. Karena dikabulkan permohonan
d. Karena pewarganegaraan
e. Karena atau akibat dari perkawinan
f. Karena turunan ayah/Ibunya
g. Karena pernyataan