Anda di halaman 1dari 2

Tulisan dibawah berikut ini bukanlah hasil dari surpai ataupun polling yang aku lakukan,

tetepi murni perkiraan aku saja dari apa yang aku perhatikan selama ini.
Rata - rata anak kost di Indonesia pernah namanya makananan siap saji, bukan?...
jangankan anak kost anak - anak kecilpun sudah disuguhi dengan makanan yang instan
dan apesnya mereka menyukainya. Sebenarnya gaya hidup sekarang memang berbeda
jauh dari djaman doeloe, sekarang semua serba instant sampai pola makanpun terkena
imbasnya. Dan bisa anda jumpai banyak sekali menjamur makanan siap saji di kota - kota
besar dan selalu ramai dengan pengunjung terutama kaula muda.
Sebenarnya berapa berbahayanya dan berapa keuntungan yang di dapat dari memakan
makanan siap saji dan makanan yang diawetkan?...

Situs berita HealthDaysNews belum lama ini menyatakan tahun ini di Amerika Serikat
(AS) saja sudah ada 57.000 orang meninggal akibat kanker usus besar. Mayoritas (97
persen) penderitanya adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun. Di Indonesia
pasiennya belum terdeteksi secara pasti. Namun Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
(RSCM) Jakarta menyatakan setiap tahun menerima 50 pasien baru penderita kanker usus
besar.
Sedemikian besarnya risiko kanker usus besar ini kian mengintai, sampai-sampai di di
AS bulan Maret ini ditetapkan sebagai bulan kewaspadaan terhadap kanker usus besar.
Hal tersebut diakibatkan semakin banyaknya orang di AS yang mengonsumsi makanan
siap saji yang notabene memiliki kandungan serat sangat rendah. Kepada mereka yang
sudah punya gejala kanker usus besar, diharuskan mengonsumsi banyak sayuran, buah
dan zat besi. ”Tapi yang paling penting adalah kedisiplinan mereka,” ujar Dr. David A.
Johnson, kepala bagian gastrieoterologi di Eastern Virginia School of Medicine.
Siapa yang berpotensi kena kanker usus besar? Tentu saja mereka yang paling sering
mengonsumsi makanan berlemak seperti yang disajikan pada rumah makan cepat saji.
Makanan berlemak seperti hamburger, ayam goreng, kentang goreng, dan sejenisnya
hanya akan memperlambat waktu transit makanan. Zat karsinogenik yang terkandung
dalam makanan tadi akan lama mengendap di dinding usus sehingga memicu
pertumbuhan kanker di sana.
Penelitian tentang hubungan antara konsurnsi serat dengan pencegahan kanker usus terus
dilakukan di banyak negara. Temuan terbaru tahun 2003 di Eropa, disebutkan bahwa
peningkatan konsumsi serat pada masyarakat Eropa hingga 30 gram per hari dari
sebelumnya hanya 15 gram per hari, terbukti dapat mengurangi risiko pembentukan
kanker usus hingga 40 persen.

Deteksi Dini
Langkah terbaik adalah, pada usia antara 30-40 tahun mulai memeriksakan diri ke dokter.
Ini bermanfaat bagi deteksi dini pertumbuhan kanker usus besar. Gejala kanker ini nyaris
mirip dengan diare, yaitu adanya darah dalam tinja. Gejala akhir termasuk pucat, sakit
pada umumnya, malnutrisi, lemah, kurus, terjadi cairan di dalam rongga perut,
pembesaran hati, serta pelebaran saluran limpa.
Kalau memang ditemukan tanda-tanda tersebut dokter akan mengambil tindakan berupa
kolonoskopu, sigmoidoskopi atau tes darah. Kolonoskopi adalah prosedur memasukkan
tabung panjang berkamera ke dalam usus besar melalui lubang anus. Dari sini bisa
terlihat jelas bagian mana saja yang sudah terkena kanker. Sedangkan sigmoidoskopi
merupakan prosedur yang hampir serupa yang terbatas memonitor bagian usus yang
bernama sigmoid.
Daripada harus mengikuti prosedur ”mengerikan” seperti di atas, bukankah sebaiknya
kita membiasakan diri dengan pola makan sehat? Sebenarnya mudah saja, kata kuncinya
adalah makanan berserat. Mengkonsumsi makanan berserat banyak manfaatnya. Serat
merupakan bagian dari tumbuhan yang tak sepenuhnya dapat diserap, sehingga
menambah massa dalam tinja. Hal ini akan memicu pergerakan tinja dalam usus, yang
akan menimbulkan keteraturan pergerakan usus.
Dengan banyak makan makanan berserat, maka jadwal buang air besar akan lebih teratur.
Buang air besar yang teratur akan memperpendek lamanya tinja berada di usus, sehingga
memperkecil penyerapan zat-zat berbahaya oleh dinding usus. Hal ini akan mengurangi
kemungkinan mendapat kanker usus di kemudian hari. Serat dapat diperoleh dari beras,
sayuran, beras merah, gandum, kacang, popcorn, dan tentunya dari sayuran dan buah-
buahan. Tentu saja, semua bahan makanan itu jauh lebih murah daripada harga makanan
di restoran cepat saji.

Masihkah anda untuk berniat makan siang bersama orang terdekat anda di Restoran Siap
Saji minggu ini?