Anda di halaman 1dari 2

Infeksi

1.BAKTERI
Kelumpuhan wajah sebagai komplikasi dari otitis media merupakan hal yang jarang terjadi.
Kelumpuhan wajah ini biasanya memiliki progresi yang cukup lambat jika dibandingkan dengan
bell palsy.CT scan dapat dilakukan pada semua pasien untuk mnenghilangkan diffrerensial diagnosa
mastoiditis. Managemen yang dapat dilakukan yaitu antibiotik intravena yang dikombinasikan
dengan myringostomy dan juga ytmpanostomy.
Kelumpuhan wajah yang disebabkan oleh komplikasi dari mastoiditis atau choleastoma juga
jarang terjadi. Managemen yang dapat dilakukan yaitu mastoidectomy, eksisi choleastoma dan juga
terapi antibiotik.
Infeksi dengan (penyakit Lyme) burgdorferi spirochete Borrelia juga dapat mengakibatkan
paralysis. Seperti halnya dengan infeksi spirochete lain, manifestasi klinis penyakit Lyme adalah
protean diplegia Facial telah dilaporkan dalam penyakit Lyme dan harus dipertimbangkan pada
anak-anak mempresentasikan dengan diagnosis paralysis.Serologic wajah harus diikuti oleh
therapy.Tetracycline antibiotik dianggap sebagai agen pilihan, namun, eritromisin dan penisilin
telah berhasil digunakan.

2.VIRAL.
RAMSAY HUNT SYNDROME (HERPES ZOSTER OTICUS)
4 klasifikasi yang dapat ditemui :

(1) penyakit yang mempengaruhi indra bagian dari CN VII


(2) penyakit yang menyerang yang sensori dan motor divisi VII CN
(3) penyakit yang menyerang divisi sensorik dan motorik CN VII dengan gejala auditori
(4) penyakit
mempengaruhi divisi sensori dan motor dari CN VII dengan baik gejala auditori dan
vestibular.

Pasien mungkin mengalami paresis atau kelumpuhan lengkap,oprognosisnya sangat jelek. Hal seing
didapatkan yaitu adanya konka pada aurikel. Selain itu, ada tiga daerah lain di mana vesikula dapat
ditemukan selama oticus herpes zoster: strip kecil pada permukaan kulit posteromesial dari daun
telinga, mukosa pada langit-langit mulut, dan dua-pertiga anterior lidah. asam penta gadolinium
diethylenetriamine asetat (Gd-DTPA),dan juga MRI dapat menjadi penenda klinis sindroma ramsay
hunt. Pemakaian Gd-DTPA dan MRI terbukti dapat meningkatkan kemampuan saraf wajah pada
pendrita sindrom Ramsay Hunt. Pada pemeriksaan histopatologi, hal yang sering terlihat yaitu
adanya infiltrasi limfosit pada geniculate ganglion, dan juga perubahan geniculate ganglion
somata.Selain itu pada ramsay hunt syndrome sering ditemukan cranial polyneuropathy.
Managemen yang sering menjadi pilihan adalah dekompresi dari nervus fasialis, selain itu
facial electroneurografi juga sering menjadi pilihan lain tetapi mempunyai efek samping yang lebih
buruk jika dibandingkan dengan dekompresi nervus facialis. Adanya diffuse inflamatory edema
merupakan salah satu komplikasinya.
Pemberian acyclovir secara intravena dapat menjadi terapi dari penyakit ini. Pemberian
secara intravena dirasa lebih efektif ika dibanduingkan dengan pemberian acyclovir secara oral.
Alternatif lain yg dapat diberikan yaitu valacyclofir ( 1 gram,3 kali sehari selama10-14 hari), tau
famcyclovir (500 mg, 3 kali sehari selama 10 hari).