Anda di halaman 1dari 17

7.

8
PENGANALISA OKSIGEN
(OXYGEN ANALIZERS)

Dalam siklus aquatic, oksigen memegang peranan penting. Jika airnya


transparan, maka tumbuh-tumbuhan yang hidup akan menghasilkan oksigen. Ada dua
jenis pengukuran oksigen yang dipakai dalam pengolahan limbah yaitu : DO
(Dissolved Oxygen ) dan BOD (biochemical oxygen demand), yaitu jumlah kerusakan
akibat pembuangan limbah terhadap air penerima. Serta COD (chemical oxygen
demand), yaitu menghitung OD secara kimia.
Bypass Filter dan Homogenizer
Dalam pendeteksian DO, parameter diukur dalam fase liquid dan solid
disaring diluar. Dalam pengukuran BOD, oxygen demand umumnya dalam bentuk
solid. Dan mereka harus dievaluasi. Sehingga kebanyakan penganalisa BOD dan
COD yang dipakai adalah homogenizer (pencairan solid) dan menggunakan filter
untuk pencegah penyumbatan menahan penggabungan sample.
Slipstream dan Bypass Filter
Slipstream digunakan untuk mengurangi kemacetan transportasi dari proses ke
analyzers. Karena aliran sample ke analyzer kecil maka analyzer hanya menggunakan
sebagian kecil aliran ini dan mengembalikannya ke proses (lihat gambar 7.8.1).
slipstream filter menggunakan inlet-to-outlet port pada opposite end dari filter agar
alirannya cepat untuk menyapu permukaan filter dan reservoir. Juga menggunakan
port ke tiga yang menghubungkan laju aliran lambat dengan analyzer.

Homogenizer
Permasalahan yang sering terjadi adalah plugging (penyumbatan). Ada dua cara
untuk mengatasinya, yaitu filter dan homogenizer.
Pada filter, selain menghilangkan material yang mungkin menyumbat system, dia
juga membuang konsituen proses dan membuat sample tidak representative lagi.
Sedangkan pada homogenizer, pemisahan dan menurunkan ukuran partikel solid,
menurunkan agglomerasi dan mencairkan sample. Salah satu contohnya adalah
Ultrasonic Homogenizer yang menggunakan gelombang untuk menggetarkan pada
bagian orifice (lihat gambar 7.8.4)
Penganalisa DO (Dissolved Oxygen)
1. Type
 Polarografik
 Galvanik
 Coulometrik
 Multiple anoda
 Thallium

SEL POLAROGRAFIK

Sel polarografik mempunyai 2 elektroda logam mulia dan memakai polarisasi


tegangan untuk mengurangi oksigen. Sample DO didifusi melewati membrane ke
dalam elektrolit, yang biasanya larutan KCl. Jika tegangan polarisasi konstan
melewati elektroda, oksigen menurun pada katoda dan mengalir ke elektrolit.
Sel polarografik dipengaruhi oleh temperature, yaitu antara 32 dan 110 0F (0 dan 43
0
C), ketelitian tinggi, yaitu lebih kurang 1 sampai 2% akurasi.
SEL GALVANIC
Range analisa rendah antara 0 sampai 20 ppb untuk mengukur kandungan DO
pada boiler feedwater. (lihat gambar 7.8.8) sel galvanic terdiri dari elektrolit dan dua
elektroda. Elektroda dipolarisasi oleh tegangan yang menyebabkan reaksi
elektrokimia ketika oksigen kontak dengan elektroda

2. tekanan operasi diatas 50 psig (3,5 bar) dengan kedalaman diatas 25 ft (8,3 m)
3. range temperature operasi; 32 – 122 0F (0 – 50 0C); design khusus diatas
1750F (80 0C)
4. laju aliran pada membrane ( flow velocity pada sensing membrane)
dianjurkan excess 1 fps (0,3 m/s) ; beberapa bisa beroperasi dibawah 0,2 fps
(0,06 m/s)
5. konstruksi material
sensor housing : PVC
elektroda : emas dan perak atau tembaga
membrane : plastic ABS atau stainless-steel, mesh-reinforced
teflon membrane
6. kecepatan respon : 90% dalam 30 detik ; 98% dalam 60 detik
7. range
umumnya 0 – 5, 0 – 10, 0 – 15, dan 0 – 20 ppm; unit khusus bias mencapai
diatas 0 – 150 ppm atau dibawah 0 – 20 ppb yang digunakan untuk boiler
feedwater. System bisa juga dikalibrasi dalam unit tekanan parsial.
8. ketidakakuratan
umumnya ± 1 – 2 % ; error transmitter industri biasanya 0,02 ppm diatas
range 0 – 20 ppm. Sel thallium bias mencapai range 0 – 10 ppb dan bias
dibaca DO dengan kesalahan 0,5 ppb
9. Biaya
1,5 – 2% unit FS, $300 - $700; penggantian pemeriksaan $250; 1% FS,
mikroprosesor, laboratorium $1000 - $2000, transmitter $3500, pembersihan
$500 - $2000.

BOD, COD, dan TOD SENSOR


Tipe Pengukuran
a. BOD (biological agency)
A1.Titrasi winkler
A2.Sensor DO
A3.Metode manometrik (termasuk respirometer online)
A4.Metoda Coulometrik (elektrolisis)
A5.BOD untuk sebelas sample, semiotomatis
b. COD (chemical agency)
B1. Oksidasi dengan dikromat
B2. Pembakaran (katalitik) dengan karbondioksida (termasuk
nondispersive IR {NDIR} detector)
B3. Pembakaran dengan oksigen
c. TOD
Teknik Sampling
A dan B. mengambil sample untuk metode manual; sample automatic untuk
instrument kontinyu
Tekanan Sampel
Disukai atmosperik
Temperature sample
A. 20 0C (68 0F) selama tes untuk metoda secara biologi
B. 150 s/d 1000 0C (302 s/d 1832 0F) selama tes untuk metoda secara kimia
Suspended solid
Ukuran partikel diatas 200 µm
Konstruksi material
A dan B. Kaca, kwarsa, Teflon, polietilen, tygon dan PVC
Range
A dan B 0,1 mg/l dan diatasnya
C standart 0 - 100 s/d 0 – 5000 ppm ; range yang lebih tinggi oleh dilusi
Ketidakakuratan
A dan B sampai dengan 20% tergantung metodanya
C ± 2% dari range level 95% confiden
Respon
A. 2 jam sampai 5 hari
B dan C. 2 sampai 15 menit
B1 (automatik). Antara 10 menit sampai 2 jam
Biaya
A1. $400
A2. $1000 s/d $5000
A3. %500 s/d $3000
A4. $10000 keatas
A5. Lebih dari $25000
B1. Manual $500
B2. $18000
C. lebih dari %15000
OXYGEN DEMAND (OD)
Oksigen demand adalah jumlah oksigen yang dipakai untuk bereaksi dengan
oksigen atau biodegradable material, dissolved atau suspended dalam sample. Jumlah
ini ditunjukkan dalam milligram oksigen per sample. Ketika agent yang dipakai untuk
bereaksi dengan oksigen adalah populasoo bakteri, oksigen yang dipakai disebut
BOD. Ketika oksidasi yang dipakai dengan reagen kimia seperti potassium dikromat,
maka oksigen yang dipakai disebut COD.
Selain itu, yang mempengaruhi oksidasi material dalam sample air, termasuk
pemanasan sample dalam furnace menggunakan oksigen, disebut TOD, atau yang
menghasilkan karbondioksida dan pengukurannya dalam Total Carbondioksida
Demand (TCO2D)
Faktor yang mempengaruhi hasil BOD adalah :
 Bibit biological yang dipakai
 pH jika tidak dekat dengan aslinya (netral)
 Temperatur jika selain 20 0C (68 0F) seperti yang ditunjukkan gambar 7.8.10
 Keracunan sample
 Waktu inkubasi
PROSEDUR 5-HARI BOD
Jika sample air BOD pada 20 0C diukur berdasarkan fungsi waktu, maka akan
diperoleh kurva seperti gambar 7.8.10.untuk 10 sd 15 hari, kurva mendekati
eksponensial, tapi sekitar 15 hari, kurva meningkat tajam yang menurunkankan
kestabilan laju BOD. Karena panjangnya waktu dan kurvanya tidak datar, maka para
engineer lingkungan mengambil secara universal untuk test standar pada 5 hari untuk
prosedur BOD.

TEST BOD MANOMETRIK


Dalam standar metode dilusi, semua oksigen yang dipakai dalam botol BOD
ditutup rapat pada awal-awal inkubasi, tidak boleh udara masuk kedalam sample.
Pada manometrik, bibit sample dibatasi dalam system tertutup dan termasuk sejumlah
udara. Oksigen dalam air dikosongkan, kemudian diisi dengan fase gas. Oksigen
hilang dari fase udara karena didorong tekanan manometer. Dorongan ini terhubung
ke sample BOD.
Metoda manometrik, tekananya bisa dikontrol secra kontinyu.
TAKSIRAN BOD DALAM SEMENIT
Bioreactor dimasukkan dengan beberapa cincin plastic, pompa sirkulasi
mendistribusikan secara cepat limbah kedalam bioreactor dan menjaga gerakan cincin
plastic kontinyu. Konsentrasi limbah dalam reactor constant low value, menghasilkan
oksigen demand (OD) sekitar 3 mg/l

COD
Sample dipanaskan sampai titik didihnya dengan sejumlah asam sulfur dan
potassium dikromat. Gunakan kondensor refluks untuk meminimasi kehilangan air.
Setelah 2 hari, larutan didinginkan dan hitung jumlah dikromat yang bereaksi dengan
oksigen dalam air dengan cara titrasi kelebihan potassium dikromat dengan ferrous
sulfat (ferrous 1,10-phenanthralin (ferroin) sebagai indicator).
Factor yang menghalangi tes COD :
1. Banyak material organic dioksidasi oleh dikromat tapi tidak secara
biokimia oksidasi .
2. Sejumlah substan anorganik seperti sulfide, sulfite, thio sulfat, nitrit,
ferrous iron dioksidasi dikromat menghasilkan COD anorganik yang
menyesatkan ketika kandungan organic limbah cair diukur.
3. Clorida dengan analisa COD dan efeknya harus diminimasi untuk
hasil yang konsisten.

DETECTOR COD
Digunakan dalam prosedur dikromat untuk operasi manual dan operasi
otomatis online. Keuntungannya, bisa mengurangi analisa waktu dari hari (5-hari
BOD) dan berjam-jam (dikromat dan respirometer) menjadi beberapa menit.

DESAIN OTOMATIS ONLINE


Gambar 7.8.13 menunjukkan penganalisa online dengan range COD dari 0 –
100 ppm sampai dengan 0 – 5000 ppm, selama 10 menit sampai 5 jam. Aliran sample
dengan laju 0,25 gpm (1,0 lpm) dan mengandung partikel solid 100µ.
sample diinjeksi 5-cc ke reflux chamber, setelah dicampur dengan air tambahan (jika
ada) dan 2 reagent : larutan dikromat dan asam sulfur. Kemudian dipanaskan 302 0F
(1500C) dan air pendingin dalam refluks condenser mengembunkan uap. Ion crom
memberikan warna hijau larutan. Konsentrasi COD diukur dari jumlah dikromat yang
berubah menjadi ion crom dengan mengukur intensitas warna hijau melalui detector
fiber-optik.

TOD
Metoda TOD berdasarkan pengukuran kuantitatif oksigen yang seharusnya
membakar pengotor dalam sample liquid.
Penganalisa TOD mengubah komponen oksidasi dalam sample liquid dalam tube
pembakaran menjadi oksida stabil dengan menggunakan sebuah reaksi yang
mengganggu kesetimbangan oksigen dalam aliran gas.
Hubungan antara BOD, COD dan TOD
1. Hubungan statistic antara limbah cair BOD dan COD, TOC atau TOD bisa
dicapai, ketika kekuatan organic tinggi dan perbedaan konstituen dissolved
oksigen (DO) rendah.
2. Hubungan yang paling baik digambarkan oleh kuadrat regresi dengan derajat
koefisien korelsi.
3. Hubungan COD-TOD lebih baik dibandingkan COD-BOD untuk limbah cair
4. Perbandingan BOD-COD atau BOD-TOC yang tidak disukai adalah indikasi
pengolahan limbah cair secara biologi. Jika perbandingan meningkat , maka
kandungan organic akan hilang lebih cepat dengan metoda biological.

PENGANALISA TOTAL KARBON


Metoda deteksi
a. NDIR
b. FID
c. Konduktifiti aquos dengan irradiasi ultraviolet (UV)
d. Colorimetri

Sample
Range sample labor antara 0,01 sampai 10 cc. untuk aplikasi in-line, range
laju sample dari 0,25 sampai 30 cc/menit secara kontinyu. Ketika sample bypass
kontinyu digunakan dalam siklus analisa sample injeksi, laju bypass dari 50 s/d 1000
cc/menit.

Kandungan solid sample


Diatas 1000 mg/l; ukuran diameter partikel diatas 200 µ.

Konstruksi material
Kaca, kwarsa, Teflon, stainless-steel, Hastelloy, polietilen, dan PVC

Lama siklus pengukuran


A dan B. 2 s/d 15 menit (untuk tipe A, TC menggunakan waktu 2,5 menit, dan
TOC 6 menit)
C. kontinyu dengan kecepatan respon 90 detik

Reagen yang dipakai


Udara (10 atmospherik ft3/jam (acfh), atau 4,6 alpm)
Oksigen, nitrogen (gas bawaan 100 cc/menit pada 50 psig, atau 3,5 bar)
Hydrogen, asam mineral (1 galon/bulan sulfur atau pospor)
Reagent oksidasi, buffer dan air pendingin.

Range
A dan B, 0 – 2 ppm sampai 0 – 30000 ppm ( 0 sampai 3 %)
C, 0 – 100 ppb sampai 0 -1 ppm

Sensitivity
A dan B. 0,1 ppm atau 0,5 % skla penuh

Ketidakakuratan
2 sampai 5% skala penuh sebagai fungsi desain, ukuran sample, dan range

Biaya
$10000 sampai $20000; NDIR TC $20000, dan NDIR TOC dengan detector
berbeda $25000

TOC, TC dan TIC.


TIC dalam sample air biasanya dalam bentuk bikarbonat dan karbonat.
Komponen ini independent dan mengsubtract dari TC. TOC = TC – TIC.

Desain automatic online


Gambar 7.8.16, menunjukkan tipe oksidasi-katalitik penganalisa TOC untuk
operasi yang kontinyu. System injeksi mengubah IC menjadi karbondioksida dan
menghilangkannya didalam sparging chamber sebelum mencapai analyzer. Jika
bagian sparging dimatikan, maka analyzer menjadi TC analyzer. Jika reaksi
temperature rendah dalam chamber ditambahkan secara parallel maka analyzer
menjadi TOC analyzer. Lama siklus dalam instrument ini 2,5 menit dalam mode TC
dan 6 menit dalam mode TOC.
FID
Gambar 7.8.17, menunjukkan metode lain untuk menganalisa VOC secara
langsung setelah TIC (CO2) dihilangkan. Dalam metode ini, pembakaran oksidasi
katalitik diganti oleh metoda oksidasi basah. Metoda ini menambahkan persulfat
kedalam sample dan diekspose dengan radiasi sinar UV. Hasilnya, CO2 hilang dalam
Nikel-reduksi metanator, dan konsentrasinya diukur dalam FID analyzer.
Konduktivity Aquos
Gambar 7.8.18, menunjukkan kesensitifan tinggi, analyzer TOC online yang
digunakan dalam boiler feedwater; condensate return; atau semikonduktor, nuklir, dll.
Analizer ini membutuhkan 25 cc/menit sample kontinyu dari proses air, campur
dengan oksigen dan irradiasi dengan sinar UV dalam chamber. Oksigen dikatalis oleh
sinar UV, molekul karbon dioksidasi menjadi karbondioksida. Karbondioksida
dilarutkan dalam air, konduktivitinya meningkat. Analizer ini cepat (90 detik waktu
respon) dan sensitive.
Tugas Resume

OXYGEN ANALIZERS
(PENGANALISA OKSIGEN)