Anda di halaman 1dari 13

Antara PKS, Tarbiyah, dan Ikhwanul pelaku, pendukung, dan pemimpinnya memahami apa

tujuan hidup dalam Islam.


Muslimin
Sebuah Perjalanan Sejarah Ikhlas
Tahap berikutnya adalah ikhlas. Pemahaman yang
sempurna dan baik akan melahirkan jiwa-jiwa yang ikhlas
Hasan Al-Banna adalah seorang arsitek sebuah peradaban.
untuk mewujudkan cita-cita. Rela berkorban apa saja untuk
Bahkan seolah-olah ia dilahirkan untuk membangun kembali
kemuliaan mimpi-mimpi agung manusia. Keikhlasan itu bisa
harga diri umat yang sedang runtuh dan melorot.
terwujud nyata dan tercermin dari amal, perbuatan, ucapan,
Pembangunan kembali itu ia awali dengan mendirikan
dan pemikiran yang hanya memiliki satu tujuan, yaitu ridha
madrasah terbesar dalam sejarah gerakan dakwah;
Allah, Sang Pencipta.
Madrasah hasan Al-Banna.
Penyebutan Madrasah Hasan Al-
Amal
Banna ini disematkan oleh salah
Keikhlasan pada akhirnya akan mengantarkan setiap kader
satu kader terbaik Ikhwanul
pada amal yang maksimal. Tanpa keikhlasan, amal hanya
Muslimin, Syaikh Yusuf
menjadi beban yang memberatkan. Amal yang ditandai
Qaradhawi. Sebuah madrasah
keikhlasan akan selalu menjadi amal yang paling baik.
yang memiliki dua tujuan besar
Karena, keikhlasan memintanya untuk melengkapi amal
pembangunan umat Islam. Dua
berlandaskan ilmu.
tujuan itu adalah, ilmiyah dan
amaliyah. Berilmu dan beramal.
Amal pun dirumuskan pada beberapa tahapan dan tingkat.
Dalam sistem pendidikannya,
Ikhwanul Muslimin berorientasi  Pertama, memperbaiki diri sendiri.
pada dua pokok tujuan  Kedua, memperbaiki lingkungan trekecil dari
pendidikan. Pendidikan harus masyarakat, yakni keluarga.
melahirkan manusia-manusia  Ketiga, membentuk masyarakat Islami.
yang berjiwa besar dan berakhlak mulia. Hasan Al-Banna  Keempat, membebaskan tanah air dari cengkraman
mengatakannya sebagai “Tongkat Komando Perubahan”. penjajah.
 Kelima, memperbaiki pemerintahan dan negara.
Untuk menyiapkan kader-kader yang berjiwa besar dan  Keenam, mempersiapkan seluruh aset yang dimiliki
berakhlak mulia, Ikhwanul Muslimin memiliki sistem tarbiyah untuk kebaikan kaum Muslim.
atau pendidikan yang dirumuskan oleh sang imam sendiri.  Ketujuh, menegakkan kepemimpinan umat di seluruh
Disiplin tarbiyah yang sering kali disebut dengan al-Iltizamu dunia dan menyebarkan dakwah Islam yang mulia.
al-Kamil atau tingkat kedisiplinan yang sempurna.
Jihad
Paham Dalam agama yang mulia ini, tidak ada amalan yang paling
Setiap kader Ikhwanul Muslimin harus memulainya dari mulia kecuali berjihad di jalan-Nya. Berjihad dengan hati,
tangga kepahaman. Tanpa memahami ajaran dan pesan- lisan, tangan, dan akal. Jihad dengan kata-kata, tulisan,
pesan besar yang diturunkan Allah dalam Islam melalui kekuasaan, dan paling tinggi adalah jihad dengan jiwa dan
Rasul-Nya, tak ada perubahan besar yang akan terjadi. raganya.
Perubahan hanya bisa terjadi dan dilakukan, jika para
Taat
Kader yang baik dalam Ikhwanul Muslimin adalah kader Dengan sistem seperti itu, Ikhwanul Muslimin seperti
yang mampu memupuk ketaatan kepada pemimpin dan mendekati manusia dengan cara yang mereka inginkan.
kebenaran. Dan, satu-satunya syarat ketaatan adalah dalam Ikhwanul Muslimin terus berkembang. Pelan tapi pasti,
rangka beribadah kepada Allah. Tidak ada ketaatan jika membesar dan memberikan pengaruh, tidak saja di Mesir,
bertujuan maksiat kepada Allah. tapi kelak juga lebih dari 40 negara di seluruh dunia.

Pada awal 1941, Ikhwanul Muslimin memiliki anggota 100


orang, orang-orang yang dipilih sendiri oleh hasan Al-Banna.
Tsabat Penguasa Inggris yang menyadari embrio ini memberikan
Bersungguh-sungguh meniti dan mewujudkan cita-cita dan peringatan kepada penguasa Mesir pada saat itu, Raja
tujuan mulia juga merupakan hasil yang ingin dicapai dalam Faruq. Tetapi, sang raja memandang remeh dan tak
sistem tarbiyah Ikhwanul Muslimin. Tanpa kesungguhan, menghiraukan gerakan yang kelak akan menggegerkan
tidak akan ada cita-cita yang bisa dicapai dengan sempurna. dunia ini.
Setiap tujuan selalu meminta upah dan bayaran, satu di
antara upah yang harus kita berikan adalah kesungguhan “Apalah yang mungkin bisa dilakukan oleh seorang pengajar
hati dan tekad jiwa. anak-anak,” kata raja Faruq tak memandang sebelah mata.

Tajarrud Kemudian, Hasan Al-Banna memindahkan kantor Ikhwanul


Setiap perjalanan selalu menyimpan aral dan rintangan. Dan Muslimin, yang semula dui Islamiliyyah ke al-Qadhirah atau
terkadang, aral tersebut adalah godaan-godaan cara berpikir Kairo, ibu kota Mesir. Perkembangan Ikhwanul Muslimin di
dan bersikap pada sesuatu hal. Karena itu, hasan Al-Banna kedua kota ini sungguh luar biasa. Mencengangkan!
ingin para kadernya selalu membersihkan diri dari godaan-
godaan yang bersifat paham dan pemikiran selain Islam. Hasan Al-Banna dan kafilah dakwahnya merambah semua
Kader Ikhwanul Muslimin harus terbebas dari belenggu wilayah di Mesir, dari gang-gang kecil sampai ke
berpikir orang-orang ternama dan individu-individu, kecuali perkantoran. Hanya beberapa tahun, Ikhwanul Muslimin
dalam rangka taat kepada Allah. menjelma menjadi gerakan besar yang mulai
mengkhawatirkan penjajah. Apalagi setelah Ikhwanul
Ukhuwah Muslimin turut berjihad membebaskan Palestina dari
Perjalanan yang panjang menuju cita-cita yang mulia selalu kekangan Zionis Israel.
berat dan terjal. Karena itu, satu-satunya yang bisa menjadi
lampu pertolongan dalam perjalanan ini adalah tongkat Pada 1947-1948, Ikhwanul Muslimin, dengan dipimpin
ukhuwah dan persaudaraan yang menyejukkan. Setiap langsung oleh sang imam, mengirimkan 10.000 pasukan
Muslim adalah saudara yang selalu siap memberi pejuang Ikhwan ke Palestina untuk membebaskan tanah suci
pertolongan kepada saudaranya. itu dari penjajah Zionis Israel. Pasukan yang gagah berani,
yang tak dikenal sama sekali oleh dunia Arab saat itu.
Tsiqah Pasukan gagah berani yang keluar dan dilahirkan oleh
Tidak ada pertolongan yang lebih indah seperti pertolongan sistem pendidikan Ikhwanul Muslimin. Dari Madrasah Hasan
yang diberikan atas dasar rasa kepercayaan. Kepercayaan Al-Banna, Ikhwanul Muslimin berhasil mengirimkan pasukan-
bahwa kita berada di jalan yang sama dan menuju titik akhir pasukan yang lebih mencintai syahid di jalan Allah,
yang sama pula. Kepercayaan akan melahirkan rasa cinta, membantu saudara seiman di Palestina.
saling menghargai, dan penghormatan, bahkan
pengorbanan. Melihat perkembangan yang makin tak terkendali, penjajah
Inggris dan Raja Faruq mulai merencanakan sesuatu untuk
menghentikan pergerakan Ikhwanul Muslimi. Perintah mengantarkan pemakaman rahasia yang dilakukan oleh
penangkapan para anggota Ikhwan mulai diberikan. Penjara- intelijen Mesir saat itu. Mereka dikawal oleh moncong
penjara mulai dipenuhi oleh para pemuda dan pemimpin senjata yang siap menyalak kapan saja, mengakhiri nyawa.
Ikhwanul Muslimin. Tetapi, mereka sengaja tak menyentuh Pemakaman dijaga ketat. Pemerintah Mesir tak mengizinkan
sang imam, Hasan Al-Banna dibiarkan di luar penjara. orang untuk berkumpul, apalagi berkerumun, di tempat lain,
Raja Faruq merasa lega mendengar kabar hasan Al-Banna
Diam-diam, rencana makar sedang disiapkan untuknya. telah diselesaikan.

Pada 8 November 1948, Perdana Menteri Mesir, Muhammad Setelah itu, pada 1954, pembunuhan-pembunuhan lain
Fahmi Naqrasyi, membekukan Ikhwanul Muslimin. Ia susul-menyusul. Kairo dan seluruh Mesir dimerahkan oleh
menyita dan merampas seluruh aset lembaga tersebut. darah dan diramaikan oleh nyawa para syuhada Ikhwanul
Mulai dari kantor berita sampai barang terkecil yang bisa Muslimin yang tak kenal kata menyerah. Termasuk para
disita. pemimpin Ikhwanul Muslimin selain Hasan Al-Banna. Abdul
Qadir Audah, Muhammad Faraghalli, Yusuf Thal’at, Handawi
Pada Desember 1948, Naqrasyi diculik oleh seorang tak Duwair, Ibrahim Thayyib. Dan Muhammad Abdul Lathif
dikenal. Ia kemudian ditemukan tanpa nyawa. Seluruh dihukum mati oleh Perdana Menteri Mesir Gamal Abdul
pendukungnya melayangkan tuduhan bahwa Ikhwanul Nasser.
Muslimin yang melakukan penculikan dan pembunuhan.
Mereka turun ke jalan-jalan dan meneriakkan ganyang Penjara penuh dengan beribu-ribu pejuang Ikhwanul
Hasan Al-Banna. “Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan Muslimin. Perburuan terus dilakukan untuk membunuh dan
kepala Hasan Al-Banna,” ancam mereka. membinasakan Ikhwanul Muslimin. Tetapi, gerakan ini tak
akan pernah bisa mati. Gerakan ini seperti air yang akan
Pada 12 Februari 1949, di satu pagi yang penuh kesaksian, terus mengalir meskipun dibendung sekuat apa pun.
peristiwa besar terjadi. Menurut Fathi Yakan, seorang
petinggi militer Mesir bernama Mahmud Abdul Majid Ikhwanul Muslimin terus menemukan caranya untuk tumbuh
mengutus pembantaian terkeji kepada seorang pemimpin dan menjadi besar meskipun beribu makar telah disiapkan
besar, Hasan Al-Banna. untuk melumpuhkannya. Gerakan Ikhwanul Muslimin
menjadi warisan terbesar yang ditinggalkan oleh sang guru,
Di depan Kantor Pusat Pemuda Ikhwnaul Muslimin, peluru- Hasan Al-Banna.
peluru berhamburan menembus tubuhnya. Hasan Al-Banna
meregang nyawa. Ia dilarikan ke rumah sakit, tapi intelijen Sebuah warisan yang harus dipelajari oleh semua orang
yang keji telah mempersiapkan segalanya. Aliran listrik yang menerimanya. Warisan yang selalu dikukuhkan, di
dipadamkan, dokter dan perawat telah diancam agar tidak manapun benihnya disemai di penjuru dunia. Madrasah
memberikan pertolongan, apalagi menyelamatkan nyawa Hasan Al-Banna yang bernama Ikhwanul Muslimin, oleh
Hasan AL-Banna. majalah al-Mujtama’ disebutkan, kini telah menyebar dan
memberikan inspirasi tak kurang di 70 negara di seluruh
Darah terus mengucur dari tubuh Hasan Al-Banna. Karena dunia. Dari Turki sampai Sudan, dari Afganistan sampai
terlalu banyak darah yang mengalir, akhirnya peristiwa di Pakistan, bahkan di negeri kita sendiri. Indonesia. Kita bisa
pagi buta itu mengantarkannya kepada rabnya yang paling dengan mudah menemukan jejak dan warisan yang
mulia. Hasan Al-Banna menemui syahidnya. ditinggalkan oleh Hasan Al-Banna. Warisan yang lebih
berharga daripada harta. Warisan yang lebih mulia daripada
Namun, kekejian belum juga usai. Hanya ayah Hasan Al- intan permata. Warisan yang akan mengantarkan kita pada
Banna dan empat orang perempuan yang diizinkan untuk
ajaran mulia yang diturunkan Alah SWT lewat Rasul-Nya. yang tumbuh, khususnya di kalangan anak-anak muda,
Warisan yang akan menyelamatkan manusia. terutama di kampus universitas dan perguruan tinggi. Anak-
Pada 8 Juli 2001, untuk pertama kalinya Tarbiyah menyebut anak muda yang sebelum 1998, membangun semacam
dirinya Tarbiyah, secara langsung. Lewat sebuah seminar dunia tersendiri dan komunitas yang lain. Gadis-gadis yang
yang bertajuk “Tarbiyah di Era Baru” yang digelar di Masjid aktif dalam gerakan baru yang masih serba “misterius”, di
Salam Universitas Indonesia, Depok. awal 1970-an sudah mulai mengenakan jilbab. Para prianya
pun punya tradisi baru, memelihara jenggot sebagai tanda
Bahkan, dalam momentum ini pula, para aktivis Tarbiyah pengikut sunnah.
bersepakat mendaulat K.H. Rahmat Abdullah, yang saat itu
menduduki jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Orde Baru yang berada pada puncak-puncak kekuasaannya
Keadilan sebagai Syaikhut Tarbiyah, sang Syaikh Tarbiyah. pada 1970-an sampai 1980-an, punya peran tersendiri
Sebuah babak baru yang lain dari gerakan Tarbiyah yang dalam kelahiran generasi yang kelak disebut dengan
sempat pula disebut dengan Jamaah Usrah ini. generasi Tarbiyah ini.

Pada tahun 2001 atau 1442 H, lewat sebuah seminar, Seperti air, Orde Baru yang demikian represif membuat
dicanangkan sebagai tahun kebangkitan Tarbiyah Islamiyah anak-anak muda dari generasi awal Tarbiyah mencari jalan
di Indonesia. dan celahnya sendiri untuk menyiasati situasi. Orde Baru
memang belum bisa diruntuhkan dan dijebol, tapi parit-parit
Tarbiyah adalah sebuah babak baru dari sebuah gerakan kecil yang berupa pertemuan dari rumah ke rumah, dari
Islam di Indonesia. Tak jelas tahun berapa, Tarbiyah yang daurah ke daurah (pelatihan dan pendidikan yang bersifat
sering disebut-sebut sebagai anak yang lahir dari pemikiran keagamaan yang sering dilaksanakan oleh aktivis Tarbiyah)
gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir ini hadir dan mulai dengan rutin dan masif dilakukan oleh generasi awal ini.
tumbuh di Indonesia. Selain dari tumah ke rumah, dan dari satu daurah ke daurah
lainnya, yang dilakukan sebagai reaksi atas represifnya
Tetapi, jejaknya masih bisa dirunut lewat pemikiran M. penguasa, sebenarnya ada fenomena lain yang dimunculkan
Natsir yang pernah bersentuhan dengan pemikiran Ikhwanul oleh Orde Baru atas gerakan ini. Fenomena itu adalah
Muslimin. Sebelumnya, bahkan pernah tercatat sebuah dibukanya kesempatan pendidikan, khususnya di tingkat
partai bernama Perti, Persatuan Tarbiyah. perguruan tinggi karena perbaikan angka ekonomi Indonesia
pada tahun-tahun itu. Saya memang belum punya detail
Bahkan, Ketua Partai Masyumi ini pernah mengirim tokoh data tentang hal ini, tapi secara sepintas bisa disimpulkan
Masyumi yang lain, K.H. Bustami Darwis, seorang ulama bahwa ini berarti pula kesempatan baru yang tercipta bagi
Sumatera Barat yang menetap di Bandung untuk embrio gerakan Tarbiyah.
mempelajari secara khusus konsep pendidikan dan
pengkaderan yang dicetuskan oleh Hasan Al-Banna itu. Membanjirinya anak-anak muda yang memasuki dunia
kampus, menciptakan parit tersendiri untuk air yang terus
K.H. Bustami Darwis sendiri pernah mendapat gemblengan mencari celah agar terus mengalir.
langsung dari tokoh Ikhwanul Muslimin, salah satunya Abul
Hasan Ali An-Nadwi ketika bermukim di India. Akhirnya, kampus, diakui atau tidak, menjadi semacam
inkubator bagi proses gerakan Tarbiyah. Masa kuliah telah
Tak jelas benar apa yang telah dihasilkan dan dirintis atas menjadi masa inkubasi bagi para aktivis dakwah tarbiyah.
persentuhan dan usaha dua tokoh tadi, M. Natsir dan K.H. Masjid-masjid kampus mulai makmur dengan kehadiran
Bustami Darwis dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin. mereka, jilbaber-jilbaber pun kian tahun kian banyak ditemui
Tetapi, diam-diam, ada sebuah gairah baru dalam ber-Islam di dalam kampus. Dan, yang paling signifikan adalah, tak
hanya ilmu-ilmu eksakta dan humaniora yang mereka kebaikan, dan berbagi pengalaman dalam konteks
pelajari dari kampus-kampus tempat mereka kuliah, tapi keberagamaan .
juga ilmu-ilmu agama lewat daurah dan dakwah gerakan
Tarbiyah. Liqo bisa di mana saja. Di rumah-rumah anggota kelompok,
di masjid atau mushala kampus, di bawah pohon rindang,
Meskipun setiap tahun populasi Tarbiyah kian signifikan di bahkan di Kebun Raya Bogor yang sejuk dan penuh
berbagai universitas baik negeri maupun swasta, belum juga keindahan.
membantu mengidentifikasikan apa, siapa, dan bagaimana
gerakan ini. Mereka ada, tapi susah dipetakan, mereka Yang menarik dari perkembangan gerakan Tarbiyah ini, dari
signifikan, tapi sulit dijelaskan. dulu hingga sekarang, sebagian besar para aktivisnya
adalah para sarjana atau mahasiswa dari bidang ilmu-ilmu
Seorang sahabat saya yang menulis “Fenomena Tarbiyah eksakta. Sarjana matematika, biologi, kimia, dan fisika,
dan Partai Keadilan”, Ali Said Damanik dalam skripsi S1 di teknik mesin atau sipil adalah mayoritas penghuni gerakan
FISIP UI, dengan sangat menarik menuliskannya. ini.

“Mereka anak-anak muda yang berbasis di mushala dan Bahkan, kini dikabarkan aset Tarbiyah yang kelak
masjid-masjid kampus ini menciptakan ruang maya di “dimerger” ke dalam Partai Keadilan Sejahtera berupa
tengah masyarakat. Mereka bisa menciptakan sebnuah orang-orang pintar di ilmu eksakta sebanyak lebih dari 200
ruang kultural yang bisa dilihat, tapi sulit untuk dilacak dan doktor dan Ph.D. Mulai dari kimia, fisika, pertanian, sampai
dibuktikan eksistensinya. Masyarakat sempat dibuat teknik nuklir. Sebuah fenomena yang belum tentu dimiliki
bingung dengan anak-anak muda yang terus lahir, tumbuh, oleh partai-partai besar lainnya yang sudah lebih dulu ada di
dan hidup di tengah-tengah mereka sendiri, tetapi berbeda Indonesia, seperti Golkar, PPP, bahkan PDIP sekalipun.
ekspresinya dengan masyarakat kebanyakan.”
Tentang fenomena ini, ketika memberikan taujih, ustad Anis
Mereka terus bergerak, membangun pertumbuhan- Matta pernah menjelaskan kepada saya ketika saya
pertumbuhan lewat liqo-liqo atau halaqoh yang setiap pekan menanyakan fenomena tersebut. Beliau mengatakan,
rutin mengadakan pertemuan. Liqo dalam bahasa asalnya, “orang-orang eksakta biasanya menerima kebenaran
Arab, berarti pertemuan, dan halaqoh adalah kelompok dari sebagai kebenaran, lalu mengikutinya tanpa banyak
pertemuan itu. Tetapi, dalam komunitas Tarbiyah, kata pertanyaan. Berbeda dengan berdakwah di kalangan ilmu
tersebut digunakan untuk terminologi pertemuan dalam sosial, bahkan lebih berat lagi di kalangan art. Mereka selalu
rangka pembinaan, baik tentang pemahaman Islam, moral dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa.”
dan akhlak, dakwah dan sosial maupun tentang pendidikan
politik dan juga pemikiran. Proses itu menghasilkan dua efek yang kahirnya
memperbanyak fenomena kemunculan mayoritas kaum
Pada mulanya, liqo dilakukan dengan sedikit tersembunyi eksakta dalam gerakan dakwah ini.
atau tidak terlalu terbuka. Sekali lagi, maklum, sebab
utamanya adalah Orde Baru dan kekuasaan yang tak Efek pertama, datang dari kaum eksakta yang sering kali tak
menghendaki kekuatan lain tumbuh dan menguatkan diri. memerlukan penjelasan yang rumit untuk tertarik pada
Tetapi, kian lama kegiatan-kegiatan liqo semakin terbuka, sesuatu yang dianggap benar. Dan ini multiplayer effect,
karena memang, tidak satu pun rahasia atau semacam sebab, major eksakta pada masa itu menjadi jurusan yang
agenda konspirasi yang dibahas dalam pertemuan- favorit dan biasanya jurusan favorit akan mempunyai daya
pertemuan semacam ini. Liqo membahas masalah-masalah magnetis tersendiri untuk terus menghasilkan simpatisan
pendidikan karakter dan pribadi, mengajak orang dalam yang kelak berproses menjadi kader dakwah Tarbiyah.
Efek kedua yang dimunculkan adalah, adanya semacam Singkat cerita, berbondong-bondonglah para kader Tarbiyah,
keengganan di antara pada kader dakwah tarbiyah untuk mendeklarasikan dirinya pula sebagai kader Partai Keadilan.
terjun dan melakukan rekruitmen kaderisasi di ranah ilmu-
ilmu sosial dan art. Karena itu tadi, banyak pertanyaan yang Saya berusaha membatasi untuk tidak terlalu berkutat dan
harus dijawab sementara kesiapan untuk memberikan membahas tentang fenomena Partai Keadilan. Karena itu,
jawaban terlalu minim. izinkan saya langsung mengajukan sebuah fakta bahwa PK
dinyatakan sebagai salah satu partai yang masuk dalam
Keminiman para kader dakwah Tarbiyah dalam memberikan tujuh besar partai pendulang suara. Dengan cara dan sistem
jawaban yang diharapkan oleh kaum di ilmu sosial atau art, sel yang telah terbentuk dalam kultur Tarbiyah, dengan
sebetulnya sebuah keminiman yang bisa dianggap positif semangat dan kerja keras berbagi kebaikan, sebetulnya
menurut saya. Sebab, mereka digedor-gedor oleh semangat fenomena mencuatnya PK sebagai partai pendulang suara
saling berbagi dalam kebaikan lewat dakwah mereka. yang efektif sangat bisa dipahami. Sebab, partai ini adalah
Bagaimanapun minimnya ilmu yang mereka kuasai, justru partai kader.
dari situlah yang memacu pertumbuhan gerakan ini.
Pada Pemilihan Umum 1999, Partai Keadilan berhasil
Salah satu yang layak dicatat sebagai faktor penentu meraup sebanyak 1.436.563 suara umat Islamdi seluruh
perkembangan dakwah gerakan Tarbiyah ini adalah Indonesia. Artinya, PK berhasil mendapatkan 1,36 % dari
semangat mereka untuk berbagi kebaikan, seluas mungkin, total suara sah hasil pemilu 1999. Satu peringkat di bawah
sebanyak mungkin. Para aktivis Tarbiyah tak menunggu Partai Bulan Bintang (PBB) yang memproklamasikan diri
sampai memiliki bertumpuk-tumpuk ilmu, beratus-ratus sebagai penerus cita-cita Masyumi. PBB yang dipimpin oleh
hafalan hadits atau berjuz-juz hafalan qur’an untuk Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra ini mendapatkan 2.069.708
berdakwah. suara.

Satu hadits yang mereka dapatkan dalam pertemuan Lewat pemilu itu, PK berhasil mendudukkan seorang
mingguan, atau satu ayat yang mereka bahas dalam liqo kadernya, Nur Mahmudi Ismail dalam kabinet Gotong
akan segera mereka sebarkan dengan semangat berbagi Royong, memimpin Departemen Kehutanan dan Pertanian.
kebaikan, berbagi ilmu, dan mendapatkan balasan dari Allah
SWT. Mereka mencoba benar-benar mengaplikasikan Namun, itu pun tidak berlangsung lama, setelah Presiden
sebuah hadis dan ayat Al-Qur’an yang berbunyi, Balighu Abdurrahman Wahid lengser, Nur Mahmudi juga
anni walau ayah. Sampaikan dariku walau hanya satu ayat dilengserkan dan diganti. Presiden Megawati menunjuk
Tumbangnya Orde Baru dan munculnya gerakan reformasi salah seorang fungsionarisnya sebagai Menteri Kehutanan.
pada 1998 di Indonesia mengantar sebuah babak baru lagi
bagi gerakan Tarbiyah. Berbagai partai bermunculan, tidak Meskipun relatif singkat, Nur Mahmudi, seorang kader
saja belasan atau pulhuna jumlahnya, tapi ratusan. Tarbiyah, yang sejak awal tulisan ini dijelaskan berciri pada
kekuatan akhlak dan moral, mencatat rekor pemberantasan
Dan, salah satu partai baru yang ikut meramaikan suasana praktik KKN yang cukup signifikan. Bahkan, pada masa
tersebut adalah Partai Keadilan, sebuah partai yang kepemimpinan Nur Mahmudi pula, Bob Hasan, Raja HPH
bermetamorfosis dari kelompok dakwah, gerakan Tarbiyah. berhasil dikirim ke Nusa Kambangan.

Partai Keadilan didirikan tanggal 20 Juli 1998, tapi secara Undang-Undang Pemilu yang mengharuskan sebuah partai
resmi baru dideklarasikan pada 9 Agustus 1998 di halaman peserta pemilu sebelumnya mengganjal Partai Keadilan
Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. untuk turut dalam pelaksanaan pemilihan umum tahun
2004. Tetapi, sebuah siasat ditemukan dengan membuat Dalam tesisnya, Furkon mencoba mencari dan menggali
partai baru bernama Partai Keadilan Sejahtera. Baju baru akar kelompok Tarbiyah, secara historis dengan mencoba
untuk orang-orang yang sudah ada sebelumnya, kira-kira menguhubungkannya dengan gerakan-gerakan Islam
begitulah Partai Keadilan Sejahtera. terdahulu di Indonesia. Tesis ini juga dibedah secara umum
di Perpustakaan Nasional dengan mendatangkan William
Sang kakak pun meleburkan diri pada diri sang adik. Partai Lidle, Indonesianis asal Ohio University; Anis Matta, Sekjen
Keadilan menggabungkan dirinya menjadi Partai Keadilan PKS; dan Aay Muhammad Furkon sebagai pembicara.
Sejahtera. Tak hanya bisa turut dalam Pemilihan Umum
legislatif lalu, PKS juga menjadi partai kuat yang Bill lidle mendapat informasi yang lebih kompleks tentang
memenangkan suara di banyak daerah. Di DKI Jakarta pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia daripada informasi
misalnya, PKS memimpin perolehan suara di urutan yang ia dapatkan dari buku tadi.
pertama, disusul oleh partai baru, Partai Demokrat di urutan
kedua. Selain di Jakarta, di propinsi Maluku Utara juga Saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang
memimpin perolehan suara. telah berbaik hati untuk mem-forward-kan email yang dia
dapatkan dari Prof. William Lidle kepada saya. Dalam
PK memperoleh 8.325.020 suara atau 7,34% dari total suara suratnya, Prof . William Lidle menuliskan:
sah yang dihitung oleh KPU. Terjadi lonjakan suara berjuta-
juta besarnya dari suara sebelumnya yang hanya 1.436.563. Terima kasih atas kiriman makalah Anda yang sangat
menarik sebagai analisis tentang Tarbiyah dan PKS, dan
Sedangkan Partai Bulan Bintang, yang pada pemilu 1999 juga sebagai cermin harapan Anda.
berada di atas PK, kini jumlahnya hanya 2.970.487. Bahkan,
berada pada peringkat delapan di bawah Partai Amanat Ketika saya membaca tulisan Furqon, saya mulai mendapat
Nasional yang juga menurun jauh jumlah perolehan sebuah gambaran tentang PKS yang lebih kompleks,
suaranya. berlapis, ketimbang gambaran yang saya peroleh
sebelumnya dari buku Ali Said (yang juga saya kagumi), dan
Kerja keras kader PKS lewat dakwah, lewat gerakan tulisan-tulisan lain. Dan kompleksitas itu menarik sekali,
Tarbiyah-nya membuktikan bahwa Partai Islam layak dipilih pertama, dari segi pengertian pokok saya tentang Islam dan
dan diharapkan. Tetapi di balik itu, saya sebetulnya politik di Indonesia, kedua, dari segi yang lebih umum.
memendam kekhawatiran atas komunitas yang punya Mengenai yang pertama, saya dulu berpendapat bahwa
potensi besar ini. Sebuah kekhawatiran atas napas panjang strategi politik M. Natsir selama Orde Baru telah ggal,
dan endurance kerja dakwah dari sebuah komunitas hampir total. Natsir dan teman-teman mendirikan DDII pada
bernama Tarbiyah. awal Orde Baru sebagai alat prapolitik, jaringan kader, dan
kesadaran ideologis. Mereka mengharapkan hal itu bisa
Sebelum sampai ke sana, mari saya ceritakan dulu tentang digerakkan pada waktu yang tepat di masa depan ketika
satu buku lagi yang berkaitan dengan Tarbiyah, dan kali ini Soeharto menjadi lemah atau tidak berkuasa lagi.
mengupasnya dalam kemasan nama PKS, Partai Keadilan Kegagalan mereka, saya ukur dengan persentase suara
Sejahtera. Sebelum saya melakukan perjalanan ke Maluku, yang diterima dalam pemilu 1999 oleh PBB, yang mengaku
seorang teman lama saya, Aay Muhammad Furkon sebagai kelanjutan tradisi Masyumi/DDII/Natsir.
menerbitkan tesis S2 menjadi sebuah buku yang berjudul
“Partai Keadilan Sejahtera; Ideologi dan Praksis K aum Muda Sebaliknya, saya menganggap Nurcholis Madjid dan
Muslim Indonesia Kontemporer.” Abdurrahman Wahid sebagai pemimpin politik/sosial yang
berhasil. Keberhasilan mereka, saya ukur dengan
persentase suara yang diberikan kepada partai-partai yang
pro-syariat. Hanya 14 %, berbeda sekali dengan persentase Belakangan ini, saya mulai mempelajari sejarah gerakan
suara yang diberikan pada partai-partai pro-syariat pada Islamis di Timur Tengah, dan saya menemukan hal yang
pemilu 1955, di atas 40 %. sama: tanpa hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, sejarah
Islamis di seluruh dunia Islam akan lain. Kini, ada penemuan
Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid memainkan peran baru yang perlu dianalisis lebih lanjt: ternyata, M. Natsir
penting dalam perubahan itu. (saya akan lampirkan artikel juga menjadi tokoh penting, bukan hanya pada zaman
saya yang terbaru tentang Islam dan Politik di Indonesia, di Demokrasi Parlementer, melainkan pada masa Orde Baru
sana, Anda bisa melihat analisis saya tentang dua tokoh pula.
tersebut).
Saya tidak tahu apakah saya berhasil menyampaikan
Bartita baru yang saya dapat dari buku Furqon adalah kesimpulan saya yang baru ini pada acara bedah buku
bahwa cikal bakal gerakan Tarbiyah dan PKS juga bisa Furqon, tetapi memang begitulah pendapat saya. Maaf,
dirunut kepada natsir dan DDII. Tentu, seperti Anda akui jawaban ini sudah kelewat panjang dan saya belum
juga, di belakang atau sebelum Natsir/DDII adalah Ikhwanul mengomentari argumen-argumen Anda sendiri yang
Muslimin, hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb. Ide-ide dan menarik, misalnya tentang hubungan Tarbiyah dengan PKS
juga struktur pokok gerakan Tarbiyah dan PKS berasal dari di masa depan.
atau diilhami oleh Ikhwanul Muslimin.
Sedangkan pak Anis Matta, saya menangkapnya tidak
Tetapi, natsir (juga Bang Imad tentunya) memainkan peran keberatan jika tesis ini mencoba mencarikan akar historis
penting untuk menjembatani dua gerakan tersebut, yaitu IM dalam konteks ke-Indonesia-an bagi gerakan Tarbiyah. Bagi
di Mesir dan tarbiyah atau PKS di Indonesia. Kesimpulan saya sendiri, meskipun ada keterkaitan sejarah antara
baru saya adalah bahwa natsir juga berhasil sebagai politisi, tarbiyah dengan orang-orang seperti M. Natsir, K.H. Bustami
sebab selama periode pasca Orde Baru. Benihnya baru Darwis, atau dengan organisasi seperti Perti atau Masyumi,
ditanam pada pemilu 1999, tetapi pohonnya kini tumbuh saya tetap akan mengatakan bahwa Tarbiyah lahir dari
dengan pesat dan sehat, seperti kita lihat pada pemilu gagasan dan besar dengan gagasan Ikhwanul Muslimin.
2004. Itulah, fakta sejarah.

Dari segi teoritis, pengertian atau kesimpulan baru ini terasa Karena itu pula, pada era perang terhadap terorisme yang
sangat menggetarkan, exciting. Sebab, pendekatan teoritis dikobarkan oleh negara adidaya, Amerika, ini menjadi
saya, atau setidak-tidaknya yang sedang saya kembangkan, peluang empuk untuk menjerat gerakan dakwah ini.
memberi peran utama kepada tokoh, individu. Saya tidak Tercatat atau tidak, diumumkan atau tidak, mereka
senang dengan pendekatan-pendekatan umum di ilmu-ilmu mencoba mengaitkan dan mencoba mencari trigger untuk
sosial yang selalu menekankan kekuatan-kekuatan menarik masuk gerakan Islam tertua di dunia, Ikhwanul
sosial/budaya/ekonomi an sich. Muslimin, ke dalam kancah perang yang tak terbatas itu.

Bagi saya, setiap kekuatan itu, apakah kapitalisme atau Bahkan, para pemikir dan kelompok think tank Amerika
Islam, hanya punya dampak pada sebuah masyarakat telah menempatkan sosok hasan Al-Banna dan Sayyid
melalui tindakan manusia, khususnya para pemimpin. Quthb, tokoh pemimpin dan ideolog di Ikhwanul Muslimin,
Misalnya, saya sudah lama percaya, sebab buktinya sebagai the philosopher of terror.
meyakinkan, bahwa Cak Nur dan Gus Dur memainkan -TAMAT-
peranan sangat penting dalam perkembangan hubungan Sumber inspirasi:
Islam dan politik di Indonesia. Tanpa mereka, sejarah politik - Buku Panduan Diklat Kepartaian Partai Keadilan Sejahtera.
- Catatan pribadi materi liqo.
Indonesia akan lain.
- Email surat dari Prof. William Lidle kiriman seorang teman. Pak Ustad menyikapinya? Apakah ini salah satu tanda
- Fenomena Partai Keadilan, Transformasi 20 Tahun Gerakan Tarbiyah di
Indonesia. kebangkitan Islam di indonesia? Dan kemiripan dengan
- Majalah Islam SABILI, no.3 th. IX, 1 Agustus 2001.
- Memoar Hasan Al-Banna.
gerakan dakwahnya dengan IM (ikhwanul Muslimun)
- Risalah Dakwah Hasan Al-Banna. Demikian terima kasih.
- Video “Who Killed Hasan Al-Banna?”.
Yudhi Pamungkas-cust-support@indotruck-utama.co. at
eramuslim.com

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Anda bukan orang yang pertama kali tertarik mengamati
fenomena PKS, sudah banyak para pengamat dan
cendekiawan yang berdecak kagum melihat penyebaran
kader partai ini, kecepatan mereka dalam meraih
kemenangan demi kemenangan serta kesolidan struktur
tubuhnya.

Tidak kurang kalangan yang 'memusuhi' atau katakanlah


kalangan yang menjadi lawan politik mereka juga banyak
yangikut tercengang. Dan tidak sedikit yang ketar-ketir
melihat perkembangannya yang sangat sporadis.

Dan baru saja hal itu terbukti. Meski kalah dalam pilkada
Jakarta kemarin, namun kekalahan itu oleh banyak
pengamat dikatakan sebagai kemenangan besar, atau
kemenangan yang tertunda. Sebab PKS dikeroyok oleh
semua partai, tidak kurang dari 20 partai berkoalisi,
Berkaitan dengan bernagai pertanyaan mengenai
ditambah barisan para kiayi, ulama, habaib, termasuk
hubungan PKS dengan IM aparat pemda DKI. Semuanya bersatu menggempur PKS.

PKS & Ikhwanul Muslimin Kalau menggunakan logika hitung-hitungan biasa, dikeroyok
sekedar bahan belajar buat semua  (sumber habis-habisan seperti itu, pasti PKS keok di hasil
http://smsplus.blogspot.com) penghitungan. Bisa mendapat angka 2% saja sudah untung.
Tetapi kenyataannya, PKS hanya kalah tipis saja dalam
Assalamualaikaum Wr Wb, penghitungan suara. Artinya, kekuatan keroyokan 20 partai
Pak Ustad yang saya kagumi, fenomena PKS (partai keadilan tidak berhasil membungkam PKS. Justru pemilihnya sangat
sejahtera) begitu dahsyat, dalam beberapa dekade sudah besar dan ini membuktikan bahwa mesin politik PKS bekerja
menjadi salah satu kekuatan politik di Indonesia, bagaimana sempurna.
berpendidikan, berpenghasilan tetap bahkan
Sebaliknya mesin politik 20 partai plus plus banyak yang sebagiannya lumayan, enerjik, dinamis dan punya
bilang nyaris hampir kecolongan. Bahkan meski PKS diisukan wawasan politik yang semakin hari semakin baik.
sebagai partai GAM (gerakan anti maulid) serta isu-isu
lainnya yang merugikan. 3. Kesiapan untuk menerima tokoh dari luar kader sedikit
banyak telah memberi kesan bahwa partai ini terbuka
Semua ini mengerucutkan kesimpulan kita pada satu titik, dan bisa bekerja sama dengan siapa saja. Adang
bahwa PKS adalah contoh sebuah partai kader yang serius Daradjatun tidak pernah ikut ngaji halaqoh di DPP PKS,
menggarap para kadernya menjadi militan dan bisa bekerja juga tidak pernah ikut tatsqif mingguan dan tidak
under preasseure, bahkan tanpa suntikan uang yang berarti. diwajibkan menghafal juz 'amma atau doa rabithah.
Padahal ketika berdiri pertama kali, Partai Keadilan (saat itu Walaupun banyak kader PKS sendiri yang semula ragu
belum ada tambahan Sejahtera) tidak masuk hitungan, dengan sosoknya, setelah ditetapkan oleh syuro internal,
bahkan harus ber-inkarnasi karena tidak lulus trashhold 2%. maka semua kader suka atau tidak suka harus menjadi
mesin 'perang' yang efektif.
Lalu apa yang bisa kita pelajari dari fenomena PKS ini?
Kalau di partai lain ada kebijakan yang kurang populer
Lepas dari masalah keberpihakan dan pilihan kita, fenomena seperti ini mungkin partai itu sudah pecah jadi lima atau
PKS ini membuktikan beberapa hal: enam partai. Tapi nyatanya diPKS tidak pernah muncul
PKS Perjuangan, atau PKS kubu A, kubu B dan kubu C.
1. Sebuah partai akan menjadi kuat bila punya konsep Hal itu tidak terjadi, setidaknya tidak terlihat di hadapan
kaderisasi yang profesional. Tidak didasarkan pada publik. Mereka masih terlihat kompak, akur, rukun dan
kekuatan figurnya, atau impian kenangan kejayaan masa bersatu.
lalu. Keduanya terbukti tidak efektif.
Padahal para tokoh umat Islam yang menjadi pendahulu
2. Partai yang mengusung isu keIslaman atau berbasis dan senior mereka di partai Islam lain jarang yang lulus
umat Islam bukan hanya PKS. Tetapi yang berhasil dalam ujian persatuan, meski nama partainya
menggalang kekuatan besar pemilih adalah PKS. menggunakan istilah persatuan. Tapi hobinya bikin
Setidaknya untuk ukuran DKI Jakarta dari hasil pilkada pecahan baru. Dan fenomena inicukup menggelikan hati
lalu. sekaligus menyedihkan.

Ini mebuktikan bahwa sekedar mengusung isu keIslaman PKS dan Al-Ikhwan Al-Muslimun
dan berbasis umat Islam, belum tentu bisa menangguk
kemenangan. Yang lebih berperan adalah mesin Adalah Dr. Yusuf Al-Qaradawi yang menyebutkan dalam
kampanye yang kuat, bisa bergerak tanpa harus kitabnya Ummatuna baina qarnain (diterjemahkan
mengajukan proposal dana dan anggaran. Di PKS, mesin menjadi Umat Islam Menyongsong Abad 21, hal 92)
itu adalah jutaan kader yang menjadi SDM yang tidak bahwa PKS di Indonesia adalah perpanjangan tangan dari
ada habisnya. Mereka umumnya masih muda, Al-Ikhwan Al-Muslimun Mesir. Sebuah jamaah yang
didirikan oleh Hasan Al-Banna sejak tahun 1928 yang lalu Islam tradisional di pedesaan, pondok pesantren, jamaah
dan kini telah memiliki cabang di 70 negara dunia. majelis taklim kaum ibu. Di mana tipologi keagamaan
mereka agak unik dan para kader PKS mungkin masih
Namun tulisan ulama yang kini bermukim di Qatar itu perlu belajar lebih banyak untuk punya akses ke
belum pernah mendapat konfirmasi dari para pengurus kalangan itu.
DPP PKS. Entahlah apa yang dimaksud oleh Al-Qaradawi Tetapi yang paling penting dari semua itu, sebenarnya
dengan istilah 'perpanjangan tangan' itu dan seperti apa keberadaan partai, apapun namanya, tidak lebih dari
bentuknya. Rasanya hal itu tidak penting untuk dibahas sebuah kendaraan dakwah. Ada masanya di mana
di sini. kendaraan itu bisa efektif dan berguna, namun jangan
lengah kalau suatu saat kendaraan itu menjadi kurang
Yang penting buat kita adalah bahwa semua jamaah itu, efektif. Karena itu, syuro tetap harus sering kali digelar
baik Al-Ikhwan di Mesir dan 70 negara cabangnya, atau untuk selalu melakukan up dating.
Jamiat Islami di Pakistan, atau FIS di Aljazair, atau Refah
di Turki, atau di mana pun, semuanya merupakan mesin Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
kebangkitan umat Islam. Di mana kebangkitan umat Ahmad Sarwat, Lc
Islam banyak diwujudkan dengan keberadaan gerakan-
gerakan itu.
Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin
Setidaknya, ini adalah fenomena menarik yang mengisi Ada sebuah peristiwa menarik bertahun-tahun silam,
abad 20 dan 21 sejarah umat Islam. Terutama sejak menjelang Indonesia memasuki era Reformasi. Saya lupa
jatuhnya khilafah Islam di awal abad 20 (1924) di Turki waktunya, mungkin tahun 1996 atau 1997. Waktu itu di
serta terjajahnya dunia Islam oleh barat selama ratusan Masjid Al Manar Jl. Puter Bandung diadakan bedah buku
tahun. Memoar Hasan Al Banna. Buku ini diterbitkan oleh Era
Intermedia dari Solo. Hadir sebagai pembicara pimpinan Era
Intermedia sendiri dan KH. Rahmat Abdullah.
Namun demikian, gerakan perjuangan seperti ini bukan
berjalan tanpa hambatan. Tribulasi internal dan eksternal Dalam sessi tanya-jawab, Ustadz Rahmat rahimahullah
seringkali datang menerpa. Kita berdoa saja agar Allah ditanya tentang eksistensi Ikhwanul Muslimin di Indonesia.
SWT memenangkan agamanya dengan adanya kekuatan- Singkat kata, adakah Ikhwanul Muslimin di Indonesia?
kekuatan alternatif seperti ini. Secara mengejutkan, beliau malah menjawab: “Wallahu
A’lam, ada atau tidak.” Saya terus terang kecewa dan
berburuk sangka kepada Ustadz Rahmat Abdullah ketika itu.
Tentunya kita juga berdoa agar semua kekuatan ini bisa
“Masak sih, ada kader-kader Tarbiyah (IM) sedemikian
berhimpun, bekerja sama, bersinergi dan saling mengisi banyak, kok dibilang wallahu A’lam?” begitu pertanyaan
satu dengan yang lain. Mungkin kalau harus berubah saya di hati.
menjadi satu tubuh belum memungkinkan, setidaknya
bersatu di dalam hati. Luar biasanya, jawaban Ustadz Rahmat Abdullah diulang
kembali ketika beliau diwawancarai wartawan Suara
Dan buat PKS sendiri, mungkin sudah saatnya untuk Hidayatullah. Malah dalam wawancara itu beliau didesak-
desak terus oleh sang wartawan untuk mengakui, bahwa
melakukan pendekatan lebih jauh ke kalangan umat Jamaah Tarbiyah di Indonesia, adalah representasi dari
Ikhwanul Muslimin di Mesir. Tetapi berulang-ulang beliau
tidak memberi jawaban tegas. Kesannya sama seperti dalam Kemudian lihatlah sikap tegas Hamas kepada Israel. Biarpun
bedah buku di atas, jawaban sengaja ‘digantung’. tokoh-tokoh Hamas sudah banyak yang terbunuh oleh
kezhaliman Israel, mereka tetap teguh dengan pendiriannya.
Alasan Ustadz Rahmat sangat menarik. Kata beliau, kurang- Mereka tidak menginginkan, kecuali Israel keluar dari bumi
lebih, “Kalau kita mengaku bagian dari Ikhwanul Palestina. Hamas itu jelas-jelas sosok Ikhwanul Muslimin
Muslimin Mesir, apa memang kita ini sudah memiliki sejati. Jelas yang demikian ini sangat berbeda dengan PKS di
kualitas seperti mereka?” Bahkan, ketika beliau Indonesia.
diberitahu bahwa Habib Husein Al Habsyi telah
mendeklarasikan berdirinya Ikhwanul Muslimin Indonesia, Bahkan, sampai saat ini Ikhwanul Muslimin masih menyertai
beliau mengecam hal itu dengan sengit. “Kalau ada yang gerakan jihad fisik di Iraq dan Afghanistan, selain di
mengklaim, biar dia makan klaimnya,” kata Ustadz Rahmat Palestina tentunya. Selain pemuda-pemuda Saudi, banyak
tegas. pemuda Al Ikhwan berjuang di Irak mengusir penjajah.
Berbeda dengan PKS yang kemarin itu “berjihad” dengan
Saya semula menyangka, pernyataan Ustadz Rahmat itu mengumpulkan sedekah untuk membantu korban bencana
adalah bagian dari diplomasi, atau katakanlah menjaga kemanusiaan di Ghaza. Tifatul Sembiring secara jelas
amniyah (kerahasiaan). Kalau diakui secara jujur, khawatir mengatakan di media-media, mereka tidak berkepentingan
nanti komunitas Jamaah Tarbiyah atau Partai Keadilan (PK) dengan jihad fisik, tetapi lebih ke soal charity untuk
ketika itu akan diberangus habis oleh kekuasaan. Ya, membantu korban peperangan di Ghaza.
katakanlah pernyataan beliau hanya semata diplomasi
belaka. Di Turki pun, kader-kader Al Ikhwan memiliki sikap yang
militan. Baik Refah, Najamuddin Erbakan, maupun Erdogan,
Namun jujur saja, ketika saya melihat sikap-sikap PKS mereka tidak ragu-ragu untuk bersikap tegas dalam
dewasa ini, saya sangat ragu bahwa mereka adalah bagian pendirian politiknya. Seperti Erdogan yang mengecam keras
dari jaringan dakwah Ikhwanul Muslimin di Mesir. Wih, wih, Shimon Perez dalam pertemuan di Davos yang
bagi yang mengetahui perkembangan Al Ikhwan di Timur menghebohkan dunia itu. Tipikal tegasnya Al Ikhwan ada
Tengah, pasti akan merasa ragu melihat sikap PKS selama disana.
ini. Benarkah partai ini representasi Al Ikhwan? Atau hanya Malah sampai saat ini, penangkapan kader-kader Al Ikhwan
ngaku-ngaku saja? Kenyataannya, perbedaan sikap di antara di Mesir tidak pernah berakhir. Ia terus terjadi. Termasuk
mereka amatlah tajam. beberapa puluh pemuda Al Ikhwan yang ditangkap
Pemerintah Mesir karena mau menyebrang ke Ghaza. Ingat
Seorang tokoh Ikhwanul Muslimin Mesir, Kamaluddin As lho, ini peristiwa aktual, baru beberapa bulan lalu saat
Saraniri (saya yakin orang-orang PKS saat ini banyak yang Tragedi Ghaza meletus. Ini bukan peristiwa di jaman
tidak tahu tokoh ini). Beliau pernah diminta menandatangani Syaikh Al Banna atau Syaikh Sayyid Quthb rahimahumallah
surat yang isinya mengakui kepemimpinan Anwar Sadat dan di masa lalu.
meminta maaf kepadanya. Dengan sangat tegas beliau
mengatakan, “Kalau sepatuku ini mau tunduk kepada Anwar Parameter lain. Tidak ada tokoh-tokoh PKS yang menjadi
Sadat, ia akan aku buang.” Atas sikap kerasnya itu beliau para alim, ahli ilmiah Islam yang mumpuni. Padahal, Al
mendapat hukuman eksekusi di selnya sendiri. Bandingkan Ikhwan banyak melahirkan tokoh-tokoh ilmuwan Islam yang
dengan sikap PKS yang sangat pro kekuasaan, siapapun terkenal. Tokoh-tokoh seperti Said Ramadhan Al Buthi,
yang memegang tampuk kekuasaan itu. PKS bukan saja pro Thaha Jabir Al Ulwani, Abdullah Nashih Ulwan, Jasim Al
kekuasaan, tetapi tidak malu-malu menampakkan diri Muhalhil, dll. sangat banyak. Kalau di Palestina memang
dengan maneuver-manuver menggelikan. jarang melahirkan tokoh-tokoh ahli ilmu, tetapi dari Mesir
dan negara-negara Timur Tengah lainnya, banyak lahir [-] Anti terhadap anasir-anasir asing (kafir) di dunia
ilmuwan Islam. Islam. Ini sikap yang jelas dan banyak buktinya. Bahkan,
sebenarnya jamaah Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Syaikh
Padahal kalau mau jujur, beberapa elit PKS adalah doktor- Al Banna di Mesir ialah untuk: Mengusir penjajah Inggris
doktor di bidang ilmiah Islam. Mengapa ilmunya yang sudah dari Mesir, dan menegakkan kembali Khilafah
puluhan tahun dikejar seperti tidak dipakai? Masak ilmu Islamiyyah. Meskipun kemudian sikap pemimpin-pemimpin
sebanyak itu hanya dipakai sebagai “roket” pendorong Ikhwan tidak sefrontal Al Banna dan Sayyid Quthb, tetapi
kepentingan politik? Termasuk para ustadz yang bergelar Lc, perlawanan mereka terhadap penjajah asing tetap kuat.
alumni Saudi maupun LIPIA. Masak semuanya tumplek blek Buktinya ialah jihad di Palestina, Afghanistan, dan Irak saat
untuk urusan politik semua? Aneh bin ajaib. ini.
Akhirnya, saya mengerti ucapan Ustadz Rahmat Abdullah
Begitu pula, jamaah Al Ikhwan terkenal dengan tradisi rahimahullah yang disebutkan di bagian muka. Benar kata
menghafal Al Qur’an di kalangan mereka. Konon, beliau, kalau hanya mengklaim saja mudah. Tetapi apakah
mahasiswa-mahasiswa Kedokteran di Mesir, rata-rata sudah suatu kaum telah memiliki kualitas seperti pihak yang
hafizh Al Qur’an. Menurut seorang kenalan baik di Jakarta, diklaimnya? Nah, itulah pertanyaannya.
budaya Al Qur’an di Mesir itu sangat kuat. Sampai para
satpam pun, saat-saat senggang mereka membaca Al Silakan Anda renungkan sendiri baik-baik, seraya memohon
Qur’an. pertolongan dan petunjuk Allah Subahanahu Wa Ta’ala.
Wallahu A’lam bisshawaab.
Tapi kalau melihat komunitas PKS saat ini, apakah mereka Bandung, 28 Mei 2009.
benar-benar menghidupkan Al Qur’an dengan membaca, Waskito.
menghafal, dan mentadabburinya? Saya tidak yakin hal itu.
Sebab, seperti yang disebutkan Sayyid Quthb, buah dari
interaksi yang intens dengan Al Qur’an akan melahirkan
banyak barakah. Sedangkan kalau melihat sikap-sikap politik
PKS akhir-akhir ini, bagian mana yang disebut barakahnya?

Semua ini menunjukkan, bahwa ada yang salah dari partai


ini kalau mengaitkan diri dengan Al Ikhwan. Dan ada hal-hal
lain yang bisa digali sebagai parameter pelengkap.

Lalu karakter Ikhwanul Muslimin sendiri seperti apa?


Setahu saya, wallahu A’lam bisshawaab, mereka memiliki
karakter sebagai berikut:
[-] Minat kepada kajian ilmiah Islam. Hal itu dibuktikan
dengan banyaknya lahir penulis-penulis Al Ikhwan, banyak
dosen-dosen ilmu Syar’i di Al Azhar maupun Universitas-
universitas Saudi, Qatar, dan lainnya.
[-] Komitmen kepada Syariat Islam. Sampai jabatan
Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin dipegang oleh Syaikh
Muhammad Mahdi Akib saat ini, belum pernah ada
pernyataan Mursyid Aam Ikhwan yang melegitimasi aliran
sesat, sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.