Anda di halaman 1dari 5

RAHASIA KENIKMATAN KOPI LUWAK Agustus 31, 2009

Posted by elindasari in Artikel.


Tags: Civet, Enak, Kopi
Luwak, Kotoran, Luwak, Musang, Nikmat, Rahasia,Terenak, Terkenal, Termahal
trackback

Tempat nongkrong yang menyediakan Kopi Luwak yang terkenal

Bagi pecinta kopi, tentu mendengar kata “Kopi Luwak”, bukanlah hal yang asing. Yap…kopi ini

sangat terkenal akan kenikmatannya. Ada yang udah nyoba ?. Dan saking nikmatnya tentu

saja kopi ini dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Sebagai gambaran di Jakarta, di salah satu tempat nongkrong yang cukup terkenal, kopi luwak
ini dijual seharga Rp 200.000 per cangkir. Hem, nggak kebayang dech kalau yang sangat

doyan minum kopi, bisa dibayangkan kalau sampai bisa menghabiskan 10 gelas seakli

nongkrong, berarti dia harus mengeluarkan uang sebayak Rp. 2 juta, itu baru utk biaya minum

kopi, edan !

Tapi, setelah baca artikel dibawah ini, apakah masih ada yang berani mencoba ??? Yuk, kita

singkap rahasia apa dibalik kenikmati kopi luwak ini lewat artikel ini.

Kopi luwak merupakan biji kopi matang pohon yang dimakan oleh binatang luwak (Viverridae)

dan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran binatang tersebut.

Jadi, di dalam pencernaan luwak, biji kopi tetap utuh tidak tercerna karena keras, tetapi

mengalami proses pencampuran dan fermentasi dengan makanan luwak lainnya.


Sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan bunga-bungaan, luwak merupakan

binatang yang pandai memilih makanan yang baik untuknya. Maka, proses fermentasi di

dalam pencernaan luwak itulah yang membuat rasa kopi ini berbeda. Aromanya lebih harum

serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan spesial.

Daripada sulit membayangkan, ok kita simak saja prosesnya melalui gambar-gambar ini ya.

Pertama, para petani mulai memetik buah kopi yang sudah matang di pohon, yang berwarna

merah. O ya gambar-gambar ini diambil di perkebunan kopi Bondowoso, Jawa Timur.

Biji kopi sudah matang dipetik

Kedua, setelah buah kopi terkumpul, dipilah lagi yang bagus-bagus saja, soalnya hanya buah

kopi matang (warna merah) yang akan disantap musang sebagai makanannya.
Biji Kopi dipilih lagi, yang sudah matang saja akan yang dipilih

Luwak hanya menyantap biji kopi yang matang

Ketiga, luwak atau bagaimana Anda menyebutnya? Civet ? Musang ? A small squirrel-like

arboreal mammal, dipersilakan memakan buah kopi terbaik yang sudah dipilih oleh para

petani tadi. O, ya tubuh luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja, sementara bijinya

nanti akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feces, hiks.

Luwak sedang menikmati biji kopi yang terbaik


Dan keempat …. inilah bentuk feces luwak yang terkenal itu, seperti sudah disebut di atas,

bijinya tetap utuh kan? Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan

aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna

hijau dan kurang harum.

Kotoran luwak ini, Biji kopi masih utuh

Kotoran luwak

Kelima, selanjutnya biji kopi yang tercampur dalam feces, dipisahkan, dikumpulkan,

dibersihkan, kemudian dijemur, dan …. jadilah biji kopi luwak yang terkenal mahal itu.

Bisa dipastikan, ini adalah biji kopi terbaik, sebab hanya buah kopi matang yang dipilih

musang sebagai makanannya.

Kopi Blue Mountain – Jamaika atau kopi Arabica Supremo – Kolombia ? Halah, lewats !
Biji Kopi Luwak yang terkenal itu, yang sudah dibersihkan

Kopi luwak sangat mantap rasanya bila diminum tanpa gula, karena rasa getir dan aroma kopi

pun sangat terasa, begitu nikmatnya sampai jika kita minum minuman lain setelahnya, entah

itu air putih, teh, coklat, atau minuman lainnya, bahkan sudah dipakai ciuman satu jam pun,

rasa nikmat kopi luwak masih terasa manis di mulut. Lho?

Nah, nggak percaya silahkan dicoba kalau begitu. Tapi ngomong-ngomong masih ada yang

berani nyoba nggak yach ? Hahaha….

Ok, sekian semoga bermanfa’at & memberi inspirasi.