Anda di halaman 1dari 3

cc 


   

Wulandari (2009) melakukan penelitian yang berjudul ´’     

  
           

     ! "‘ Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear

berganda‘ Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kofisisien Determinasi (Adjusted R

Square) sebesar 0,473‘ Koefisien determinasi sebesar 0, 473 yang berarti 47,3% variasi

variabel terikat (kepuasan konsumen) mampu dijelaskan oleh variasi variabel bebas yaitu

Customer Experience yang terdiri dari   (X1#  (X2),  $ (X3),  (X4), dan

  (X5) dan 52,7 % lagi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan

dalam penelitian ini‘ Berdasarkan pengujian hipotesis dengan uji Fhitung sebesar 16,440

dan Ftabel sebesar 2,29 sehingga Fhitung > Ftabel (16,176>2,29) pada Į=5%‘ Sehingga

disimpulkan bahwa variabel bebas yaitu Customer Experience yang terdiri dari  

(X1), feel (X2), think (X3), act (X4), dan relate (X5) secara bersama-sama berpengaruh

signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) pada J‘Co Donuts & Coffee Sun Plaza

Medan‘ Pada uji t, variabel  adalah paling dominan‘ Persamaan dari penelitian ini

dengan penelitian penulis adalah sama-sama menganalisis tentang pengaruh    

 ‘

Firdaus (2010) melakukan penelitian dengan judul ³’  %$    

     &$'(        


    

!) **´‘ Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda‘

Sampel yang diteliti adalah mahasiswa USU pengguna    BlackBerry berjumlah

73 orang‘ Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang positif dan signifikan dari

variabel  , ,   dan   serta pengaruh yang positif dan tidak signifikan dari
variabel  $terhadap kepuasan konsumen mahasiswa USU pengguna BlackBerry‘ Pada

uji t, variabel  adalah paling dominan Persamaan dari penelitian ini dnegan penelitian

penulis adalah sama-sama menganalisis tentang customer experience pada pengguna

    BlackBerry‘

Penelitian penulis merupakan replikasi dari penelitian Wulandari (2009) dan

Firdaus (2010)‘ Adapun perbedaan penelitian terletak pada lokasi dan objek yang diteliti

yaitu pada pengguna     BlackBerry di kota Banjarmasin‘

a‘ Muhammad Zannun

Muhammad Zannun (1991) melakukan penelitian yang berjudul  )$ '+

   '+ ) Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi

linear berganda, analisis distribusi frekuensi tabulasi silang, dengan sampel 120

mahasiswa di smea negeri 1 banjarmasin dengan teknik pengambilan data dengan

dokumentasi, wawancara, observasi, koesioner, wawancara‘ Hasil penelitian belajar di

sekolah mempunyai pengaru positif terhadap prestasi belajar siswa, hal ini dibuktikan

berdasarkan analisis pengujian yang mempergunakan analisis regresi linier secara parsial

di dapatkan nilia t hitung = 5,3556 dan nilai t hitung = 5‘3556 dan nilai t tabel dengan dk

= 57 dan tarap signifikan 5 % didapatkan t = 2,0115 maka dengan demikian t hitung > t

tabel‘ Kemudian berdasarkan perhitungan korelasi parsialnya antara prestasi belajar (Y)

dengan belajar di sekolah (X1) adalah ry1‘2 = 0‘5767‘ kemudian diuji keberartiannya : t

hitung = 5‘3295 dan nilai t tabel dengan dk = 57 dan taraf signifikan 5% di dapat t =

2‘0115, maka dengan demikian t hitung > t tabel‘ Jadi belajar di sekolah (X1)

menerangkan terhadap prestasi belajar (Y) sebesar = 0‘33‘26 atau 33‘26 % sedangkan

yang 66‘74 % diterangkan oleh variabel lain‘


Persamaan dari penelitian ini dengan penelitian penulis adalah sama-sama menganalisis

tentang pengaruh )$ ,  +  )$ 

Drs‘ Soenarto (1990) melakukan penelitian yang berjudul -$     )$ 

     '+ ) +      %$   .//0 Teknik analisi

data menggunakan teknik analisis distribusi frekuensi tabulasi silang (cross Tabulation)

dengan mempresentasikan jawaban responden‘ Sampel sebanyak 100 orang mahasiswa

fkip, taknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, kuesioner, studi pustaka,

wawancara‘ Hasil penelitian belajar di sekolah mempunyai pengaru positif terhadap

prestasi belajar siswa, hal ini dibuktikan berdasarkan analisis pengujian yang

mempergunakan analisis regresi linier secara simultan di dapatkan nilia 27% ternyata

mahasiswa yang aktif menyediakan waktu guna kepentingan belajar kelompok/diskusi

IP-nya lebih jelek di bandingkan dengan mahasiswa yang hanya kadang-kadang

menyediakan waktu belajar kelompok, 63 % mahasiswa menambah