Anda di halaman 1dari 21

m 

  



 
m 
 
  
     
!      
" #    $
V Diet berimbang yang dimodifikasi dengan
kandungan serat yang lebih tinggi.
V Serat merupakan bagian kasar atau terbesar
dari makanan
V Kegunaannya bermacam-macam, termasuk
untuk membuat pengeluaran sampah
makanan lebih cepat sehingga mencegah
terjadinya sembelit atau konstipasi bahkan
divertikulasi
V Konstipasi adalah suatu keadaan dimana
seseorang tidak dapat buang air besar (BAB)
seperti biasanya.
V Konstipasi berarti bahwa perjalanan tinja
melalui kolon dan rektum mengalami
penghambatan dan biasanya disertai
kesulitan defekasi.
V Disebut konstipasi bila tinja yang keluar
jumlahnya hanya sedikit, keras, kering, dan
gerakan usus hanya terjadi kurang dari 3 x
dalam 1 mnggu.
V Hal yang harus diperhatikan dalam
konstipasi: frekuensi BAB, konsistensi atau
bentuk tinja, dan keadaan klinis.
4 %
4     %
4      m%
Konstipasi 4    %
sekunder 4 &  '  %
4 m%
4   &

4  & m%
4 ( m m   )%
4  &     %
konstipasi 4  &  &   %
fungsional 4 m    %
4 (*m* )%
4  &+    %
4 ( *+  )

4 m %
4 &&%
Kondisi lain 4  
4 m , ,  m
4   - 
Begitu makanan masuk tubuh K sampai di kolon,

Di dalam kolon, selulosa, hemiselulosa, dan lignin menyerap air sehingga


volume tinja menjadi lebih besar. Mereka juga mempersingkat waktu antara
masuknya makanan dan dikeluarkannya sebagai tinja.

Kontraksi otot kolon akan mendorong tinja ini ke arah rektum.


Begitu mencapai rektum, tinja akan berbentuk padat karena sebagian besar
airnya telah diserap.
Dalam tubuh, apabila kontraksi otot kolon terlalu perlahan-lahan dan malas,
menyebabkan tinja bergerak ke arah kolon terlalu lama.
khirnya, kolon pun menyerap terlalu banyak air yang menyebabkan Tinja
yang keras dan kering
Konstipasi kronis

Divertikulosis
V Kerja abnormal usus besar pada konstipasi
dapat berlangsung dengan tiga cara yang
berbeda, yaitu defekasi dengan frekeunsi
yang sedikit, tinja mungkin tidak cukup
jumlahnya, atau tinja berbentuk keras dan
kering
V konstipasi berat dapat memperlihatkan BAB
cair yang keluar sedikit-sedikit, namun
setelah dilakukan pemeriksaan fisis
ditemukan massa tinja di dinding perut dan
rektumnya.
V Dikatakan konstipasi akut bila keluhan timbul
selama 1-4 minggu. Sedangkan konstipasi
kronis, keluhannya berlangsung lama, lebih
dari sebulan
   & 

 m %

. /

 & %

  %

& & %

    /


( Divertikulosis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya
R  , biasanya pada usus besar.
( Divertikula bisa muncul di setiap bagian dari usus besar, tetapi
paling sering terdapat di  
R, yaitu bagian terakhir
dari usus besar tepat sebelum rektum.
( Sebuah R   merupakan penonjolan pada titik-titik
yang lemah, biasanya pada titik dimana pembuluh nadi ( )
masuk ke dalam lapisan otot dari usus besar.
( Kejang (  ) diduga menyebabkan bertambahnya tekanan
dalam usus besar, sehingga akan menyebabkan terjadinya
lebih banyak divertikula dan memperbesar divertikula yang
sudah ada.
(
kuran divertikula bermacam-macam, mulai dari 0,25-2,5 cm.
Jarang timbul sebelum usia 40 tahun. Pada usia 90 tahun,
seseorang bisa memiliki lebih dari satu divertikula.
( Penyebab utama dari penyakit divertikulum adalah makanan
rendah serat.
( serat tersebut membantu memperlunak tinja sehingga
mudah melewati usus. Serat juga mencegah sembelit
(
  ). Sembelit menyebabkan otot-otot menjadi
tegang karena tinja yang terdapat di dalam usus terlalu
keras.
( Hal ini merupakan penyebab utama dari meningkatnya
tekanan di dalam usus besar. ekanan yang berlebihan
menyebabkan titik-titik lemah pada usus besar menonjol dan
membentuk divertikula.
( Sejalan atas usia badan, lapisan luar dari dinding usus menebal.
Hal ini menyebabkan ruang terbuka di dalam usus besar untuk
menyempit. Feses bergerak lebih lambat melalui usus besar,
meningkatkan tekanan. Feses yang keras (seperti yang dialami
oleh orang-orang yang diet rendah serat) atau lambat dalam
"transit time" melalui usus besar juga dapat meningkatkan
tekanan. Sering, berulang-ulang sewaktu memaksakan
pergerakan usus juga akan meningkatkan tekanan dan dapat
berkontribusi untuk pembentukan diverticula.
( Diet rendah serat dapat membuat feses menjadi keras, dan
mengakibatkan sembelit. Seperti yang disebutkan sebelumnya,
dan dengan sering pengulangan pemaksaan selama pergerakan
usus, tekanan di dalam usus besar meningkatkan dan
berkontribusi untuk pembentukan diverticula. Menambahkan
serat untuk diet dapat membantu mencegah sembelit dan dapat
mengurangi resiko untuk penyakit diverticular.
÷nergi cukup, sesuai dengan umur, gender, dan aktivitas

Protein cukup, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total

Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total

arbohidrat cukup, yaitu yaitu sisa dari kebutuhan energi total

Vitamin dan mineral tinggi,

Cairan tinggi, 2-2,5 liter

Serat tinggi, yaitu 30-50 g/hari


V vitamin dan mineral yang tinggi,
V Cairan tinggi
V Serat tinggi, terutama serat tidak larut air
yang berasal dari beras tumbuk, beras merah,
roti m m , sayuran, dan buah
V Vitamin dan mineral tinggi dibutuhkan oleh
penderita konstipasi
r terutama vitamin B untuk memelihara kekuatan
otot saluran cerna

V Vitamin dan mineral untuk penderita


divertikulosis cukup
V
mumnya pada penderita konstipasi K transit
lambat dan tinja keras
r Butuh asupan cairan agar tinja yang dihasilkan
lunak
r untuk membantu memperlancar defekasi
r Pemberian minum sebelum makan akan
membantu merangsang peristaltik usus
V meningkatkan kandungan cairan feses
(kotoran),
V mempercepat transit time (waktu yang
diperlukan saat makanan masuk mulut hingga
sisa-sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk
feses),
V menurunkan kadar toksin,
V meningkatlan fermentasi usus besar,
V menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida
darah
V menurunkan efek gula darah makanan yang
mengandung karbohidrat
V S÷ A termasuk jenis karbohidrat yang dicerna di dalam usus
besar. Semakin besar jumlah serat yang masuk ke dalam tubuh
makin membuat usus teregang dan terangsang untuk bergerak
V Peran utama serat dalam makanan ialah pada kemampuannya
mengikat air, sellulosa dan pektin.
V Dengan adanya serat, membantu mempercepat sisa-sisa
makanan melalui saluran pencernaan untuk diekskresikan
keluar.
V anpa bantuan serat, feses dengan kandungan air rendah akan
lebih lama tinggal dalam saluran usus dan mengalami kesukaran
melalui usus untuk dapat diekskresikan keluar karena  .
 &mmenjadi lebih lamban.
[ #0   # [ #0  #

V Makanan yang kaya akan


protein V Jangan menggunakan
V Makanan yang kaya akan buah pisang, apel,
lemak sapodilla (bagi penderita
V Sayur-sayuran sembelit/ konstipasi)
V Makanan yang kaya V Buah yang menimbulkan
karbohidrat gas
V Buah-buahan
V juice
V Almatsier, Sunita. 2004. Penuntun Diet. ÷disi
baru. Jakarta. P . Gramedia Pustaka
tama.
V Oenzil, Fadil. 1995. p    





R
      . Jakarta:
Hiporates.
V Varona, Blecenda Miranda. ÷t al. 2003. Ô



   


  R 
 Bandung: Indonesia Publising House.
V http://www.pediatrik.com/
V http://nusaindah.tripot.com/
V http://medlinux.blogspot.com
    
1