Anda di halaman 1dari 9

Saturday, December 6, 2008

Penyembuhan Ginjal

PENYEMBUHAN PENYAKIT GINJAL DENGAN TENAGA


PRANA
Oleh : Winardi Widjaya

Penyusunan tulisan ini dikumpulkan dari pengalaman para penderita ginjal, penderita batu ginjal,
penderita infeksi ginjal dan penyumbatan saluran kencing, serta penderita lupus dan terutama
dari buku “Penyembuhan Tenga Prana” tingkat dasar dan Lanjut dari Grand Master Choa Kok
Sui. Semoga ada manfaatnya bagi para penyembuh Prana dan semoga dapat membantu
meringankan penderitaan para penderita ginjal atau gagal ginjal.

Fungsi-fungsi ginjal antara lain :

1. Menyaring dan membersihkan darah, lebih-kurang 1.3000 ml darah setiap menit mengalir
melalui ginjal.
2. Membuang zat-zat yang tidak berguna dan menyerap kembali zat-zat dan air yang masih
berguna untuk tubuh kita.
3. Mengatur keseimbangan cairan, asam, basa dan garam-garam (elektrolit).
4. Mengatur tekanan darah (melalui kerja dari enzim Renin dalam Sistem
Reningangiotensin-Aldosteron)
5. Memelihara Kesehatan tulang oleh kerja hormon Kalsitriol bersama kelenjar paratiroid.
6. Berperan pada proses pematangan sel-sel darah merah melalui hormon Eritropoetin.

Jadi dari fungsi-fungsi ginjal tersebut diatas bila ada orang yang menderita gangguan ginjal/gagal
ginjal akan berpengaruh pada berbagai system tubuh yang lain atau yang ada hubungan dengan
organ-organ lainnya.

BEBERAPA PENYEBAB PENYAKIT GINJAL

Primer :

* Peradangan Ginjal
* Infeksi ginjal
* Obstruktif ginjal (penyumbatan):

• Batu ginjal
• tumor ginjal
• keracunan
• penyakit bawaan
• kista ginjal
Sekunder (akibat dari penyakit lain):

* penyakit diabetes (kencing manis)


* kadar asam urat yang tinggi (nefropati urat)
* penyakit autoimmune (lupus)
* penyakit infeksi di tempat lain :

• malaria
• T.B.C.
• Hipertensi
• dehidrasi (kekurangan cairan)
• muntah-muntah dan diarea.
• akibat dari minum obat yang tidak beraturan dan kurang minum air.
• banyak mengkonsumsi alkohol dan lain-lain.

Gejala-gejala Penyakit Ginjal antara lain :

• Badan terasa lemah/cepat lelah


• Kulit pucat oleh karena anemia (kurang darah), penumpukan racun Ureum dan Kreatinin.
• Tidak atau sulit mengeluarkan keringat sehingga mengakibatkan kulit menjadi kering.
• Pusing-pusing (tekanan darah naik/turun), tengkuk pegal-pegal seperti masuk angin.
• Telinga kadang-kadangberdengung.
• Mual-mual dan muntah-muntah (yang keluar biasanya hanya cairan)
• Perut berbunyi seperti lapar atau masuk angin
• Kencing kadang-kadang berdarah (hematuria), mungkin karena goresan batu ginjal atau
ada sel-sel ginjal yang mati karena keracunan obat.
• Kolik ginjal yaitu rasa nyeri pinggang belakang timbul dan hilang atau terus menerus
secara kontinu (mungkin ada batu ginjal).
• Kelopak mata dan kaki bengkak. Ketidak mampuan ginjal mengeluarkan cairan atau ada
kebocoran ginjal sehingga air merembes ke dalam jaringan lunak (protein darah).
• Tidak keluar kencing secara tiba-tiba atau berkurang sama sekali (sedikit). Bisa juga
disebabkan oleh pembesaran prostat.
• Kencing berbau keras sekali.
• Napas berbau tidak enak.
• Kadang-kadang kecegukan (hickup) yang berkepanjangan dan lain-lain.

Pemeliharaan ginjal

• Ginjal bekerja nonstop sepanjang hidup kita tanpa berhenti, jadi perlu juga pemeliharaan
yang baik sehingga dapat berfungsi dengan baik juga.
• Makanan beraneka dan bergizi seimbang :
• Misalnya : karbohidrat 60-70%, protein 10-15% dan lemak 20-25%.
• Minum air putih yang banyak ± 2000 ml/hari (mengurangi penumpukan kristal-kristal
membatu)
• Jangan merokok, mengkonsumsi minuman keras atau narkoba.
• Berolahraga (aerobik, jalan kaki, berlari-lari yang cukup, berenang dan lain-lain).
• Jangan mengkonsumsi obat di luar resep dokter dan obat yang berlebihan akan menjadi
racun.
• Usahakan jangan sampai kena penyakit-penyakit lain.
• Secara rutin memeriksakan diri/checkup ke laboratorium dan konsultasi dengan dokter.

Item-item yang perlu di check adalah :

• Ureum (10 - 40 mg/dl)


• Dreatinum (<>
• Kadar Hemoglobine (HB) P:> 12-18 g/dl, W:> 11-16 g/dl.
• Glukosa darah <110>
• Asam Urat P <>
• Gas darah elektrolit (Na, Kalium, Cl)
• Leukosit (5000 - 10,000/ul)
• Dan lain-lain sesuai dengan anjuran dokter.

Beberapa pengalaman meringankan penderita penyakit ginjal/gagal ginjal dengan Tenaga prana
Selama kami membantu penderita gagal ginjal biasanya fungsi ginjalnya sudah sangat berkurang,
ada yang masih 25% dan bahkan ada yang tinggal 5%, ada juga yang tidak diketahui sama sekali
fungsi ginjalnya tinggal berapa persen serta akibat dari infeksi saja atau ginjalnya mengkerut,
salah satu atau kedua-duanya. Dan biasanya sudah dianjurkan untuk cuci darah. Disamping itu
ada yang tidak/setengah sadarkan diri, tidak bisa berjalan sebagai akibat pembengkakan kaki,
tangan, perut dan malahan kadang-kadang sudah sulit bernafas, kepala pusing. Penderita
penyakit lupus mengalami gejala yang hampir sama.

Untuk dapat membantu para penderita penyakit ginjal atau gagal ginjal dan saluran kemih
bacalah buku Penyembuhan Dengan Tenaga Prana tingkat Lanjut (terutama halaman 187 dan
seterusnya, Bab 12 cetakan ke II tahun 1994) dari Grand Master Choa Kok Sui.

Lakukan wawancara singkat

Berilah semangat supaya jangan putus asa dan rajin berdoa memohon kesembuhan, memohon
ampun dan mau memaafkan, jangan ada dendam, dan rajin beramal.

Bila penderita belum mengenal Penyembuhan dengan Tenaga Prana, maka perlu diberi
penjelasan secara singkat dan jelas.

Lakukan penelusuran mulai cakra mahkota, cakra minor belakang kepala, teling akiri dan kanan,
cakra tenggorokan, tengkuk, cakra jantung, cakra solar plexus, paru-paru kiri dan kanan, cakra
pusar, cakra seks baik depan maupun belakang.

Dari hasil penelusuran kita dapat menceritakan kepada penderita sambil mencocokan dengan
kondisi yang bersangkutan. Misalnya:

• Ditemukan tengkuknya suka pegal


• Tekanan darahnya sedikit tinggi
• Telinga kiri dan kanan tidak seimbang dan tanyakan apakah berbunyi
• Apakah penderita pernah merokok atau tidak (bila sering/pernah merokok
tenggorokannya suka gatal dan paru-paru kotor)
• Ada tidaknya kencing manis, apabila jawabannya ya, maka perlu diet yang baik.
• Kondisi ginjal kiri dan kanan bagaimana?

Ini tidak perlu diceritakan, bila yang bersangkutan menanyakan bilang saja “O tidak sebegitu
parah”, kecuali penderita sudah tahu sendiri.

Perlu ditanyakan cara diet yang selama ini telah/sedang dilaksanakannya (daftar diet terlampir).
Pada hari pertama berobat semua nasehat di atas perlu dibicarakan, selanjutnya cukup kita
tanyakan secara ringkas. Tetapi bila pasien yang sudah sulit berkomunikasi kita langsung saja
melakukan penelusuran dan diteruskan dengan penyapuan, boleh diceritakan kepada pengantar
(keluarganya).

Di dalam uraian ini baik penyapuan maupun pemberian energi, kami tidak memberikan petunjuk
warna-warna apa yang harus dipakai, untuk itu para penyembuh diharuskan membaca berulang-
ulang buku penyembuhan tingkat lanjut serta mematuhi benar-benar organ mana yang tidak
boleh diberi energi serta cara pemberian energi misalnya paru-paru, jantung depan dan
sebagainya.

1. Lakukan penyapuan Umum 2 - 3 kali muka & belakang.


2. Lakukan penyapn uasekeliling kepala : cakra ajna, cakra mahkota, cakra dahi, cakra
minor belakang kepala, cakra minor rahang, telinga kiri/kanan, cakra tenggorokan
minimal 30 kali.
3. Lakukan penyapuan cakra dan organ bagian depan secara seksama dan teliti:

• Cakra jantung dan jantung fisik minimal 30 kali


• Cakra solar plexus, paru-paru kiri dan kanan (bila mantan perokok dan berisi air perlu
lebih dari 50 kali penyapuan)
• Pangkreas bila ada penyakit kencing manis perlu lebih dari 50 kali penyapuan.
• Cakra limpa, hati minimal 30 kali
• Ginjal kiri dan kanan lakukan penyapuan minimal 50 kali, termasuk ureter sampai
kantung kemih dan diteruskan ke uretra, agar kencing bisa lancar.
• Cakra pusar termasuk semua usus besar dan kecil, lambung, minimal 30 kali
• Cakra sek dan perineum juga penyapuan 30 kali.

Bila kaki sudah membengkak lakukan penyapuan carka minor telapak kaki dan pangkal paha.
Bila tangannya juga membengkak carka minor ketiak terutama di area tangan yang sudah di
pasang “Simino”, lakukan penyapuan minimal 30 kali.

Lakukan penyapuan pada cakra dan organ bagian belakang. Ulangi penyapuan umum 2-3 kali.
Ulangi penyapuan cakra mahkota, cakra minor belakang kepala, telinga kiri dan kanan dan
tengkuk.
Lakukan penyapuan minimal 30 kali pada : cakra jantung, cakra solar plexus, jantung fisik, paru-
paru, cakra limpa, hati, ginjal kiri dan kanan, cakra meng mein, cakra dasar dan perineum.
Tulang belakang dari bawah kepala sampai ke cakra dasar, termasuk cakra minor pinggul.

Ditekankan pada cakra jantung, paru-paru, ginjal dan meng mein harus lebih dari 50 kali
penyapuan.

Selama proses penyapuan perlu ditanyakan bila pasien merasa pusing dan mual atau tidak.

Bila pasien tidak bisa duduk, maka penyapuan bagian belakang bisa dilakukan dengan cara jarak
jauh. Pasien dianjurkan untuk tetap berdoa (kalau mau) selama proses pengobatan.

Bila pasien tidak ada keluhan apa-apa, berarti pemberian energi dapat dilakukan. Dimulai dari
bagian belakang atas turun ke bawah (jangan lupa distabilkan); cakra mahkota, cakra minor
belakang kepala, telinga kiri dan kanan, paru-paru, jantung dan tymus, cakra solar plexus, hati
limpa, cakra meng-mein, ginjal kiri dan kanan (agak lama ± 3 menit), cakra dasar dan perineum
serta seluruh tulang belakang dari atas sampai ke cakra dasar, cakra minor pinggul kiri dan kanan
sambil mendorong energi kotor masuk ke bumi dan bengkak menjadi kempes (normal) kembali,
jangan lupa distabilkan dan dipotong.

Bila pasien mengeluh pusing, maka lakukan penyapuan pada belakang kepala dan sekelilingnya
sampai pusingnya hilang. Kalau sampai muntah maka lakukan penyapuan pada cakra
tenggorokan, cakra pusar serta cakra solar plexus depan sampai rasa mual/muntah berhenti.

Selanjutnya pemberian energi bagian depan dapat diteruskan dan dimulai dari cakra ajna, cakra
tenggorokan, cakra solar plexus, pangkreas dengan sedikit kemauan agar mau memproduksi
insulin secukupnya (khusus utnuk yang kencing manis) limpa dan hati juga diberi energi.

Lengan/tangan dari bahu kiri dan kanan dan dari paha sampai ke telapak kaki juga dibersihkan
dan diberi energi agar memproduksi sumsum dan darah putih menjadi bersih dan kuat.

Setelah pemberian energi dan pasien tidak ada keluhan apa-apa lagi, terutama pusing dan mual,
lakukan penstabilan dan potong. Lalu berdoa, terima kasih keapda Tuhan Yang Maha Esa yang
telah menyembuhkannya. Juga penyembuh harus bersama-sama berdoa, terimakasih telah
menolong, melindungi, semoga pasien didepan kami telah disembuhkanNya.

Biasanya bila penyembuhan dilakukan dengan baik, maka pasien akan merasakan :

• Selesai penyembuhan langsung merasa enteng/mukanya berseri-seri.


• Malamnya bisa tidur dengan nyenyak.
• Buang air besar dan kecil bisa lancar (berkurang perihnya, terutama kencing).
• Bagi pasien yang tidak pernah berkeringat, setelah 2-3 kali penyembuhan, pasien mulai
merasakan badannya lengket/berkeringat (ini pertanda ba ik, artinya sebagian pori-pori
kulit mulai bekerja dan racun bisa terbuang melalui kulit).
• Rasa pegal-pegal di badan mulai berkurang atau hilang sama sekali.
• Hasil laboratorium kebanyakan menunjukkan kemajuan yang baik, misalnya: ureum,
kreatinin, kadar gula, asam urat dan tekanan darah yang tadinya tinggi mulai menurun,
dan HB naik.
• Bengkak di kaki, tangan, perut dan pipi biasanya berkurang dan malahan hilang sama
sekali.
• Rasa gatal-gatal yang berpindah-pindah di seluruh badan hilang.
• Napas menjadi lega dan enteng, tidak perlu lagi pakai oxigen lagi.
• Rasa mual dan perut berbunyi hilang sama sekali.
• Rasa badan betul-betul sehat dan bertenaga serta berkeringat.
• Bila penyembuhan Prana dan cuci darah serta diet teratur, kadangkala bila cuci darah
sampai 3 kali seminggu, bisa turun jadwalnya menjadi 2 kali seminggu, bahkan tidak
tertutup kemungkinan menjadi 1 kali seminggu atau 5 hari sekali.
• Bahkan tidak mustahil tidak cuci darah sama sekali, tetapi jangan cepat-cepat berpuas
diri, penyembuhan Prana tetap diteruskan, demikian juga dengan diet dan doa diteruskan,
serta perlu dinasehati agar jangan terlalu gembira, menghabiskan tenaga baik olahraga
maupun bekerja keras, serta bebas makan (waspada terhadap serangan jantung dan
penyakit jangan sampai kambuh lagi).

Dari pengalaman penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan ginjal sebagai


berikut:

• Batu ginjal: besar atau kecil sama sakitnya bila kambuh.


• Bila batu ginjal ada di kandung kemih dan sebesar 2-3 cm bila duduk terasa ada ganjalan,
kadang-kadang kencing tersendat dan merah, setelah diobati dengan tenaga Prana, tanpa
diketahui kapan (berapa lama) tahu-tahu suatu hari di Rontgen batu ginjal sudah hilang.
• Bila di saluran ureter menyumbat saluran, akibatnya ginjal tersebut mulai abses dan tidak
berfungsi (satu ginjal) diobati dua kali sehari, untuk mengeluarkan batunya sehingga
tidak memerlukan operasi.
• Seorang dokter minta diobati karena ada batu ginjal, beliau mengatakan tidak mau
ditembak dengan laser karena takut adanya ekses lain pada ginjal “Kan saya seorang
dokter, jadi lebih banyak tahu tentang akibatnya”. Dengan sekali di Prana batu ginjalnya
rontok.
• Seorang tukang batu kena batu ginjal sehingga tidak bisa jalan, untungnya sekali di prana
batu ginjalnya hancur. Dan lain-lain.

PLupus: enyakit Autoimmun LES.

• Dari HB 3,5 sekarang sembuh total dan sudah menikah dengan anak satu.
• Dari tidak sadarkan diri dengan kaki, tangan, perut sampai paru-paru berisi air dan
bengkak serta seluruh badan gatal-gatal, akhirnya bisa keluar dari rumah sakit, jalan-jalan
dan akhirnya pulang kampung, sayang setelah itu tidak ada kabar beritanya lagi.
• Yang lainnya, ginjalnya terserang dan bocor setelah diobati dengan tenaga prana,
kebocoran berangsur-angsur berkurang (katanya kebocoran protein itu air kencing), tetapi
sayang dipanggil pulang oleh Yang Maha Esa, karena diet mulai longgar.

Gagal Ginjal/Cuci darah


• Pasien dari 3 kali cuci darah dalam seminggu, menjadi 2 kali dan 1 kali, sayangnya dalam
perjalanan dari sekolah (sebagai pengurus) ke rumah sakit untuk cuci darah terkena
serangan jantung.
• Dari kondisi tidak bisa jalan normal (sangat parah) kemudian bisa berdansa selamam
suntuk serta main gaple. Besoknya masuk Rumah sakit dan lusanya mau cuci darah dan
dalam perjalanan terkena serangan jantung dan langsung pulang.
• Dari kondisi 3 kali seminggu cuci darah, mengoceh/bernapas sudah ngorok, kaki dan
badan bengkak selama diprana setiap hari selama lebih kurang10 hari, bisa pulang
kerumah, jalan-jalan. Selanjutnya diteruskan penyembuhan di rumah dan cuci darah
berkurang tinggal 1 kali seminggu, tetapi ternyata Tuhan menentukan lain.

Kira-kira penyebabnya :

1. Sehari sebelumnya mendapatkan cucu pertama dari anak kesayangannya.


2. Keesokan harinya akan menerima hadiah dari negara berupa bintang mahaputra.
3. Pada hari kematiannya menerima berita bahwa Bapak tidak perlu cuci darah lagi, karena
sudah dinyatakan sembuh sesuai dengan hasil pemeriksaan laboratorium.
4. Rupanya beliau sangat bergembira sekali sehingga tanpa pemberitahuan apa-apa
langsung pulang dan kena serangan jantung.

• Pasien dari 3 kali cuci darah seminggu sampai berhenti total selama 3 tahun, tetapi
dipertengahan tahun dia makan ayam panggang, sehingga akibatnya cuci darah 1 kali
lagi, dan selanjutnya tidak cuci darah lagi selama 6 bulan. Kemudian beliau makan
pisang goreng, dan hampir saja fatal, untung cepat tertolong. Akhirnya beliau mungkin
sudah bosan diet (tidak disiplin), suka jajan mie di pinggir jalan dan ternyata sudah
saatnya beliau dipanggil Tuhan Yang Maha Esa.
• Dan lain-lain.

Kesimpulan

1. Peliharalah ginjal Anda sebaik-baiknya


2. Bila ada batu ginjal, infeksi dan lain-lain, cepat-cepat periksakan ke dokter ahli atau
penyembuh prana yang berpengalaman.
3. Bila sudah cuci darah agar berdisiplin, berdoa, makan, minum dan berolah raga yang
baik.
4. Bila tidak bisa buang air kecil, cepat-cepat kedokter atau penyembuh prana yang
berpengalaman. Bisa disebabkan oleh pembesaran prostat, bisa oleh batu ginjal yang
menutup/menyumbat saluran uretra.

Makanan yang dilarang bagi penderita ginjal

Garam, Kentang, Ubi, Singkong/daun singkong, Biskuit, Kue yang mengandung susu, Keju, Ikan
Asin/ikan teri, Sarden/Kornet, Jeroan, Kacang-kacangan max. 25 g/hari, Minuman bersoda,
coklat, Soda kue, ragi (yeast), Bayam, Daun/buah melinjo, Daun Pepaya, Daun Talas, Daun
Katuk, Jantung Pisang/pisang goreng, Leunca, Sawi, Buah-buahan yang dikeringkan, Bumbu
Penyedap (vetsin), Terasi/petis, Cabe dan Merica.
Yang termasuk kacang-kacangan adalah : tahu, tempe, kacang tanah, kacang mede, kecap dan
tauco.

Bila ada komplikasi/hipertensi, yang tidak boleh dimakan: Saos Tomat, Mentega, Telur
Asin/Telur Pindang, Daging Sapi, Kambing, Babi (warna merah).
Dengan kata lain ikuti menu Rumah Sakit dengan disiplin.

Ginjal

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang sangat vital. Seseorang akan segera meninggal dunia
kalau ginjalnya sama sekali tidak berfungsi.

Fungsi ginjal adalah untuk menyaring kotoran-kotoran dari darah. Kalau salah satu ginjal masih
berfungsi normal, walaupun yang satu lagi tidak berfungsi sama sekali, masih dapat melayani
kebutuhan tubuh, tetapi kalau seseorang mempunyai penyakit tertentu yang kronis, maka
ginjalnya lambat-laun menjadi lemah.

Kalau kotoran-kotoran banyak menumpuk di dalam darah dan kelihatan adanya gejala
keracunan, maka hal ini disebut urenia. Tetapi kalau seandainya ginjal itu tiba-tiba rusak, maka
ginjal itu bisa saja tidak dapat mengeluarkan air kencing. Di dalam keadaan seperti ini ginjal
dapat dikatakan tidak berfungsi lagi, dan ini sangat membahayakan nyawa seseorang.

Pemakan daging, peminum bir dan peminum minuman keras lainnya akan cenderung menderita
penyakit ginjal.

Resep juice:
Pagi : Wortel 286 gr, bit 85 gr, timun 85 gr
Siang : Wortel 285 gr
Sore : Wortel 260 gr, seledri 170 gr, parsley (peterselie) 60 gr
Malam : Wortel 310 gr, bit 85, gr, kelapa 60 gr.

Malam sebelum tidur, penderita dianjurkan meminum setengah gelas sari semangka bagian
tengah atau diantara yang merah dan kulitnya. Bagian putih dari semangka ini sangat bagus
untuk membersihkan ginjal. Kalau semangka tidak ada, boleh gunakan asparagus.

Menu untuk pasien penyakit ginjal Selama 1 (satu) hari :

Jam 07.00 pagi :

• Susu Tropicana Slim


• Labu Siam, Labu kuning, wortel, timun dikukus kurang lebih 20 menit.

Jam 10.00 pagi

• Sama dengan jam 07.00 pagi atau ditambah dengan jagung muda, buncis dan lain-lain
divariasi makanannya.
Jam 12.00 siang

• bubur
• labu siam diberi air dicampur bawang merah dan putih (tidak boleh pakai garam) atau
• jagung muda/jagung manis disayur seperti diatas.

Jam 15.00 sore

• timun dan wortel diiris sebesar korek api


• susu tropicana slim, atau
• jus semangka (putihnya saja) ditambah wortel dan timun.

Jam 19.00 malam

• seperti jam 12.00 siang atau campur kentang disayur campur bawang merah dan putih,
atau oyong disayur dan lain-lain.

Catatan :
kentang/Singkong/ubi/talas harus direndam selama 4 jam : tiap sejam sekali diganti airnya
dengan air panas.

----------
Posted by Bernard at 9:01 PM
Labels: artikel, Cara penyembuhan, Choa Kok Sui, Prana

0 comments:

Post a Comment

Links to this post

Create a Link

Newer Post Older Post Home


Subscribe to: Post Commen