Anda di halaman 1dari 9

PRESENTASI KASUS

BEDAH UMUM

RETENSI URINE e.c. HIPERPLASI PROSTAT

Diajukan kepada :

Dr.Johny HP. Silalahi, Sp.B

Disusun oleh :

Faisal Sangadji (95.311.114)


Reyantis Capanay (96.311.068)
SMF ILMU BEDAH
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI
FK. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA
FK. MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
2001

2
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. S.
Umur : 54 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Karanggude Kulon 8/2 Purwokerto
Pekerjaan : Petani
Agama : Islam

II. ANAMNESAIS
(Autoanamnesis dan Alloanamnesa)
1. Keluhan Utama : Buang air kecil tidak lancar
2. Keluhan Tambahan : Nyeri perut bagian bawah di atas
kemaluan saat BAK
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Poli Bedah RSMS dengan keluhan buang air kecil
tidak lancar disertai nyeri perut di bagian bawah di atas kemaluan saat BAK,
pancaran air kencing tidak jauh, terputus-putus dan menetes pada akhir
kencing disertai rasa belum puas sehabis kencing.
Bila ingin BAK pasien biasanya mengejan dahulu dan setelah
menunggu beberapa saat baru dapat BAK. BAK tak dipengaruhi oleh
perubahan posisi. Setelah BAK pasien tidak merasa puas dan kadang air
kencing menetes setelah BAK selesai.
Pasien juga mengeluh sering BAK pada waktu malam hari dan
kadang-kadang tak dapat menahan BAK. Pasien tidak merasakan badannya
panas atau demam dan tidak ada keluhan nyeri pinggang yang menjalar.
BAK berwarna kuning jernih dan tidak ada kemerahan.
Sakit seperti ini sudah dirasakan semenjak ± 3 bulan yang lalu tetapi
belum berobat ke dokter. Baru setelah semakin sulit dan terasa sakit saat
BAK baru pasien berobat ke dokter.

3
4. Riwayat Penyakit Dahulu :
- Riwayat penyakit yang sama ± 3 bulan, belum pernah berobat
- Riwayat penyakit Gunjal disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada keluarga yang mempunyai penyakit yang sama

III. PEMERIKSAAN FISIK


A. Status Umum
1. Keadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Vital Sign :T : 110/80 mmHg
N : 76 x/menit
R : 20 x/menit
S : 36,5 °C
4. Kepala : Mesocephal, rambut hitam, distribusi merata, tidak
mudah dicabut
5. Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera anikterik, pupil
bulat isokor, reflek cahaya (+/+)
6. Hidung : Deviasi septum (-), discharge (-)
7. Telinga : Simetris, discharge (-)
8. Mulut : Bibir tidak kering, lidah tidak kotor, tidak hiperemis
9. Leher : JVP tidak meningkat, limfe tidak membesar
10. Thorax
Paru
Inspeksi : Simetris, ketinggalan gerak (-)
Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri
Perkusi : Sonor seluruh lapangan paru kanan dan kiri
Auskultasi : Vesikuler, wheezing (-), ronkhi (-)

4
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis tidak kuat angkat
Perkusi : Batas jantung
Batas kiri atas SIC II LSB
Batas kanan atas SIC II RSB
Batas kiri bawah SIC V LSB
Batas kanan bawah SIC IV RSB
Auskultasi : S1 > S2 reguler, gallop (-)
11. Abdomen
Inspeksi : Tidak cembung, tidak tampak tegang
Palpasi : Soeffle, nyeri tekan (+) di daerah suprapubik, defans
muskular (-)
Perkusi : Tympani, pekak alih (-)
Auskultasi : Bising usus (+) Normal
12. Costovertebrae
Inspeksi : Tidak ada deformitas
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi : Tidak ada nyeri ketok
13. Ekstremitas
Superior : Tidak ada oedem, tonus otot cukup
Inferior : Tidak ada oedem, tonus otot cukup

B. Status Lokalis :
- Regio suprapubik
Inspeksi : Datar
Palpasi : Nyeri tekan (+)

- Regio Genital
Inspeksi : - Terpasang Dower kateter no.16

5
- Tidak terlihat massa
Palpasi : - Nyeri tekan (-)
- Tidak terlihat massa yang mengeras

- Rectal toucher : - Tonus spingter ani cukup


- Mukosa rectum licin
- Ampula recti tidak kolaps
- Teraba prostat pada jam 12:
a. Pull atas tidak teraba
b. Sulcus medianus mendatar
c. Konsistensi kenyal, permukaan licin, mobile
d. Batas latero lateral ± 2 cm
- Sarung tangan : Feses (-), darah (-), lendir (-)

III. RESUME
A. Anamnesis
- Pasien laki-laki umur 54 tahun
- BAK tidak lancar disertai nyeri di perut bagian bawah di atas kemaluan
saat BAK
- Pancaran air kencing tidak jauh, terputus-putus dan menetes pada akhir
kencing
- Setelah BAK pasien merasa tidak puas
- Jika ingin BAK harus mengejan dan harus menunggu beberapa saat
- BAK tidak dipengaruhi oleh perubahan posisi
- Sering BAK pada malam hari, kadang-kadang tidak dapat ditahan
- Tidak merasakan badan panas/demam, nyeri pinggang (-)
- BAK berwarna kuning jernih, darah (-)
- Tidak ada riwayat penyakit ginjal

B B. Pemeriksaan Fisik

6
Status Generalis : Dalam batas normal
Status Lokalis :
Regio suprapubik
Inspeksi : Datar
Palpasi : Nyeri tekan (+)

Regio Genital
Inspeksi : - Terpasang Dower kateter no.16
- Tidak terlihat massa
Palpasi : - Nyeri tekan (-)
- Tidak terlihat massa yang mengeras

Rectal toucher : - Tonus spingter ani cukup


- Mukosa rectum licin
- Ampula recti tidak kolaps
- Teraba prostat pada jam 12:
a. Pull atas tak teraba
b. Sulcus medianus mendatar
c. Konsistensi kenyal, permukaan licin, mobile
d. Batas latero lateral ± 2 cm
Sarung tangan : Feses (-), darah (-), lendir (-)

IV. DIAGNOSIS KERJA :


Disfungsi miksi e.c. Hiperplasi Prostat dengan terpasang dower kateter

V. DIAGNOSIS BANDING
- Striktura uretra
- Tumor buli-buli
- UTI
- Ca prostat
- Batu buli - buli

7
8
VI. USULAN PEMERIKSAN PENUNJANG
1. Laboratorium
a. Darah :Hb, angka leukosit, trombosit, eritrosit, ureum - kreatinin
b. Urin :Sedimen
2. Pemeriksaan Radiologis
-BNO – IVP
-EKG
-Thorax photo
-Cystogram

VII. TERAPI
- Operatif : Prostatektomi

VIII. PROGNOSIS :
Dubia ad bonam