Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Pada suatu populasi sering kita jumpai keanekaragaman pada setiap individunya
baik dari panjang, lebar dan berat. Dengan adanya keanekaragaman dari beberapa segi
tersebut, dapat kita ketahui variasi dalam suatu populasi. Populasi adalah sekumpulan
individu sejenis yang tinggal dalam satu habitat. Variasi karakter dalam suatu populasi
atau disebut juga variabilitas diantara individu dapat digambarkan dengan berbagai cara,
salah satunya adalah dengan deskripsi statistik. Karakter-karakter tersebut ada yang
bersifat kuantitatif dan ada yang bersifat kualitatif. Karakter kuantitatif adalah karakter
yang dapat diukur misalnya panjang, lebar, berat dan sebaginya. Sedangkan karakter
kualitatif adalah Karakter yang tidak dapat diukur secara objektif misalnya baik, buruk,
dan sebagainya.
Karakter kuantitatif tidak selalu 100 % sama. Misalnya panjang, lebar tubuh, berat
tubuh antar individu dari suatu populasi alam, boleh dikatakan tidak pernah sama. Faktor-
fakor yang mempengaruhi karakter kuantitatif antara lain faktor genetik, faktor
lingkungan dan fisiologi, ataupun jenis kelamin. Faktor tersebut tidak pernah 100 %
sama, sehingga individu dalam suatu populasi juga tidak akan pernah sama.
Meskipun tidak selalu sama antar individu, tapi masih tetap ada kisaran normalnya
yaitu ukuran yang bisa ditemui. Ukuran diluar batas biasa terlalu jauh dari kisaran normal
dianggap sebagai ukuran yang tidak biasa, artinya individu tersebut dapat dianggap tidak
normal tapi bukan berarti tidak baik. Individu di luar batas normal dikatakan memilki
nilai ekstrem. Karena tidak 100 % sama maka dikatakan bahwa ada variasi dalam
populasi.
Pada manusia dan organisme lain yang dipelihara biasanya usia dapat dengan
mudah diketahui. Tidak demikian halnya dengan organisme liar, usia biasanya
digambarkan secara tidak langsung dengan karakter kuantitatif. Hal ini berdasar pada
asumsi bahwa dengan bertambahnya usia maka tubuh juga makin berkembang, termasuk
bertambah ukuran tubuhnya. Berdasarkan hal itu kami menggunakan “kerang bulu”

1
untuk mencari beberapa variabilitas dan hubungan karakter kuantitatif individu dalam
suatu populasi.

II RUMUSAN MASALAH

1. Apakah lebar tubuh kerang bulu mempengaruhi panjang tubuhnya?


2. Apakah lebar tubuh kerang bulu mempengaruhi berat tubuhnya?

III. TUJUAN

1. Melakukan beberapa pengukuran karakter kuantitatif.


2. Menentukan kisaran yang dianggap normal.
3. Menghitung besarnya varian atau deviasi standar untuk menggambarkan tingkat
homogenitas atau heterogenitas sampel.
4. Menggambarkan dengan parameter statistik besarnya tingkat hubungan antar
variabel tersebut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap karakter lain.

IV. HIPOTESIS

Pada kerang bulu terdapat hubungan antara panjang tubuh kerang dengan lebar
tubuh kerang maupun berat tubuh kerang dengan lebar tubuh kerang. Dimana lebar
mempengaruhi panjang, begitu juga dengan lebar dapat mempengaruhi berat dengan
hipotesis sebagai berikut:
Hipotesis statistika

Ho : Tidak ada hubungan antara lebar dan panjang kerang bulu.


H1 : Ada hubungan antara lebar dan panjang kerang bulu.
Ho : Tidak ada hubungan antara lebar dan berat kerang bulu.
H1 : Ada hubungan antara lebar dan berat kerang bulu.

Dengan selang kepercayaan ( α ) sebesar 0.05

2
BAB II
BAHAN DAN CARA KERJA

2.1 Bahan dan alat:


1. Hewan mollusca, menggunakan Anadara antiquata atau kerang bulu dengan
jumlah 50 ekor
2. Jangka sorong 0,01mm
3. Timbangan 0,1 mg

2.2 Cara kerja untuk menghitung sampel kerang bulu:


1. Membuat tabel untuk data panjang, lebar, dan berat kerang.
2. Mengambil secara acak sebanyak 50 kerang bulu.
3. Mengukur panjang kerang bulu.
4. Mengukur lebar kerang bulu.
5. Mengukur berat kerang bulu.
6. Memasukkan data yang telah diperoleh ke dalam tabel yang telah dibuat.

3
BAB III
HASIL dan ANALISIS PERHITUNGAN
HASIL

1.a Tabel hasil pengamatan


Lebar Panjang Berat
no. Keterangan
(cm) (cm) (gr)
1 4.075 5.5 28.1
2 3.01 4.6 22.5 ada alga 4
3 4.35 5.55 30.1 ada alga 5
4 3.85 5.62 28.3
5 4.1 5.83 29.4
6 4.39 5.15 38.85
7 3.78 4.49 24.1
8 3.88 4.83 25.1
9 3.9 5.65 24.7 ada alga
10 4.05 5.5 27.5
11 3.94 5.15 25.8
12 4.06 5.4 26.4
13 3.9 5.1 32.35
14 4.46 5.26 31.9
15 3.94 5.1 33.5
16 4.07 5.06 29.1 ada alga 2
17 3.9 5 21.95
18 3.86 4.63 24.7
19 3.5 4.2 16.9
20 3.7 4.44 21.95
21 4.1 5.2 29
22 3.96 4.94 22.1 ada alga
23 4.06 5.02 25.9
24 3.92 4.82 22.2 ada alga
25 4.2 5 26.9 ad alga
26 3.65 4.66 22.4
27 4.5 5.6 28 ada alga
28 4.17 5.14 33.6
29 4.72 5.67 26.65 ada alga
30 3.38 4.27 16.9
31 3.94 4.67 23.5 ada alga
32 3.9 4.77 26.1

4
33 4.25 5.2 30.55
34 4.4 5.31 34 ada alga
35 4.16 5.13 25.3
36 3.81 4.61 21 ada alga
37 3.88 5.01 24
38 3.83 4.96 23.3
39 4 4.96 27.8 ada alga
40 3.5 4.83 17.15 ada alga
41 4.47 5.1 28.45 alga+kotoran
42 3.73 4.66 25.85
43 3.7 4.51 21.4
44 4.13 5.02 24.65
45 3.75 4.55 24.1
46 4.11 5.02 26.75 alga+kotoran
47 3.86 4.65 26 Kotoran
48 3.7 4.61 25.65 ada alga
49 3.7 5.1 25.2
50 3.75 4.72 26.1

Total 197.945 249.77 1303.7


Rata-
rata 3.9589 4.9954 26.074

1.b Tabel Pengukuran Kerang bulu

Panjang (cm) Lebar (cm) Berat (gr)


Nilai minimal 4.2 3.01 16.9
Nilai maksimal 5.82 4.47 38.85
Mean (Rata-rata) 4.9954 3.9589 26.074

Keragaman data
1. Panjang

2 (Ya ) 2 249 ,77 2


SS ya = ∑Ya − = 1254 ,819 − = 7,118
n 50
SS ya 7,118
Varian ( s ) 2 = = = 0,145
DF 49
Standar deviasi ( s) = s 2 = 0,145 = 0,38

5
s 0,38
Koefisien variasi kv = x = 4,9954 = 0,076 = 7,6%

2. Lebar
( X )2 (197 ,945 ) 2
SS xx = ∑ X 2 − = 788 ,229 − = 4,585
n 50
SS xx 4,585
Varian ( s ) 2 = = = 0,093
DF 49
Standar deviasi ( s) = s 2 = 0,093 = 0,304

s 0,304
Koefisien variasi kv = x = 3,9589 = 0,077 = 7,7%

3. Berat

2 (Yb ) 2 (1303 ,7) 2


SS yb = ∑ Yb − = 34915 ,38 − = 922 ,706
n 50
SS yb 922 ,706
Varian ( s ) 2 = = = 18,83
DF 49
Standar deviasi (s) = s 2 = 18 ,83 = 4,34

s 4,34
Koefisien variasi kv = x = 26 ,074 = 0,166 = 16 ,6%

Hubungan lebar dan pajang kerang bulu

Persamaan regresi: yˆ i = a + bxi

6
n n n n n

∑( xi − x )( y i − y ) ∑ x i y i − nx y n∑ xi y i − ∑ xi ∑ y i
S xy
b= i =1
n
= i =1
n
= i =1 i =1 i =1
2
=
 n  S xx
∑( x ∑x
n
i −x ) 2 2
i − nx 2
n∑ xi −  ∑ x i 
2

i =1 i =1 i =1  i =1 
∑ X ∑Y 197 ,945 × 249 ,77
S xy = SP = ∑ XY − = 992 ,7419 − = 3,9275
n 50
(X )2 197 ,945 2
S xx = SS x = ∑ X 2 − = 788 ,2293 − = 4,585
n 50
2 (Y ) 2 249 ,77 2
SS ya = ∑Ya − a = 1254 ,819 − = 7,118
n 50
3,9275
b= = 0,856
4,585
a = y − bx
a = 4,9954 − 0,856 × 3,9589 = 1,6064
y = 1,6064 + 0,856 x
Uji T
( SP ) 2 3,9257 2
SS y1 − 7,118 −
SS x 4,585
S2 = = = 0,078
n −2 48
S2 0,078
Sb = = = 0,13
SS x 4,585
b 0,856
t= = = 6,5846
Sb 0,13

t table 0,05 = 2,12


Koefisien korelasi:
SP 3,9275
r= = = 0,687
SS x SS ya 4,585 × 7,118

r 2 = 0,472

(1 − r 2 ) (1 − 0.472 )
Sr = = = 0,1048
n −2 48
Uji T
r 0,687
t= = = 6,55
Sr 0,1048

t table 0,05 = 2,12

7
Hubungan lebar dan berat kerang bulu
Persamaan regresi: yˆ i = a + bxi
∑ X ∑Yb 197 ,945 ×1303 ,7
S xy = SP = ∑ XY b − = 5204 ,709 − = 43 ,491
n 50
(X )2 197 ,945 2
S xx = SS x = ∑ X 2 − = 788 ,2293 − = 4,585
n 50
2 (Y ) 2 1303 ,7 2
SS yb = ∑Yb − b = 34915 ,38 − = 922 ,7062
n 50
43 ,491
b= = 9,485
4,585
a = y b − bx
a = 26 ,074 − 9,485 × 3,9589 = −11,476

y = -11,476 + 9,485 x
Uji T
( SP ) 2 43,491 2
SS yb − 922 ,7062 −
SS x 4,585
S2 = = = 10 ,6285
n −2 48
S2 10 ,6285
Sb = = = 1,52
SS x 4,585
b 9,485
t= = = 6,24
Sb 1,52

t table 0,05 = 2,12

Koefisien korelasi:
SP 43 ,49
r= = = 0,6684
SS x SS yb 4,588 ×922 ,7062

r 2 = 0,4467

(1 − r 2 ) (1 − 0,4467 )
Sr = = = 0,10736
n −2 48
Uji T
r 0,6684
t= = = 6,225
Sr 0,10736

t table 0,05 = 2,12

8
Karena T hitung lebih besar daripada t table maka H0 ditolak, artinya ada
perubahan panjang dan berat bila lebar kerang bulu berubah.

Analisis perhitungan
Dari hasil pengolahan data yang kami peroleh, didapatkan nilai dari regresi dan
korelasi antara lebar dengan panjang dan lebar dengan berat. Nilai – nilai tersebut
didapatkan dari pengukuran kerang bulu. Untuk mengetahui nilai dari regresi dan korelasi
maka ditentukan lebar adalah sebagai variabel bebas ( X ) dan sebagai varibel terikatnya
( Y ) yaitu panjang dan berat.
i. Hubungan panjang dengan lebar.

Lebar (x) = Rata-rata ( x ) = 3.9589


Jumlah ( xi ) = 197.945
2
Jumlah kuadrat ( xi ) = 788.2293

Panjang (y) = Rata-rata ( y ) = 4.9954

Dengan perhitungan di atas, dapat dikatakan bahwa koefisien korelasi ( r ) sebesar


0,687cm menunjukkan adanya hubungan linier yang cukup baik antara panjang kerang
dan lebarnya. Sedangkan koefisien determinasi ( r2 ) sebesar 0,472 cm menunjukkan
bahwa panjang kerang mempengaruhi lebarnya sebesar 47,2%.

Untuk menguji hasil korelasi yang didapat maka perlu dilakukan uji hipotesis, yaitu :

1. H0 : Tidak ada hubungan antara lebar dan panjang kerang bulu.


2. H1 : Ada hubungan antara lebar dan panjang kerang bulu.
3. α tabel t : 0,05
4. Nilai t 0,05 = 6,5846 (DF0,05 = 48, t = 2,0105)
5. t : t > 2,0105
6. Keputusan : H0 ditolak
Kesimpulan : Ada hubungan antara lebar dan panjang kerang bulu.

9
ii. Hubungan berat dengan lebar.

Lebar (x) = Rata-rata ( x ) = 3.9589


Jumlah ( xi ) = 197.945
2
Jumlah kuadrat( xi ) = 788.2293

Berat (y) = Rata-rata ( y ) = 1303.7


Jumlah ( yi ) = 26.074

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,6684


cm menunjukkan adanya hubungan linier yang cukup baik antara panjang kerang dan
beratnya. Sedangkan koefisien determinasi ( r2 ) sebesar 0,4467 cm menunjukkan bahwa
panjang kerang mempengaruhi beratnya sebesar 44,67%.

Untuk menguji hasil korelasi yang didapat maka perlu dilakukan uji hipotesis, yaitu :
1. H0 : Tidak ada hubungan antara lebar dan berat kerang bulu.
2. H1 : Ada hubungan antara lebar dan berat kerang bulu.
3. α tabel t : 0,05
4. Nilai t 0,05 = 6,24 (DF0,05 = 48, t = 2,0105)
5. t : t > 2,0105
6. Keputusan : H0 ditolak
Kesimpulan : Ada hubungan antara lebar dan berat kerang bulu.

Dari hasil perhitungan didapatkan pengaruh antara panjang dengan berat dan
lebar dengan berat. Sehingga dapat dikatakan semakin panjang atau lebar ukuran dari
kerang bulu, maka semakin bertambah berat dari kerang bulu tersebut. Hal ini
dikarenakan terdapat faktor – faktor yang mempengaruhinya, misalnya : usia, jenis
kelamin, dll.

10
BAB IV
PEMBAHASAN

Deskripsi

Klasifikasi kerang bulu:


Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Pelecypoda (Bivalvia)
Ordo : Taxodonta
Family : Arcidae
Genus : Anadara

11
Spesies : Anadara antiquata

Kerang Anadara terdapat di pantai laut pada substrat lumpur berpasir dengan
kedalaman 10 cm sampai 30 cm. Kerang Anadara termasuk ke dalam subkelas
Lamellibranchia. Dimana filamen insang memanjang dan melipat, seperti huruf W, antar
filamen dihubungkan oleh silia (filiaranchia) atau jaringan (eulamellibranchia). Anadara
juga merupakan ordo Toxodonta karena memiliki gigi pada hinge banyak dan sama,
kedua otot aduktor berukuran hampir sama, serta pertautan antar filamen insang tidak
ada. Penyebarannya luas, umumnya di pantai laut.
Lapisan luar kerang bulu ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna coklat kehitaman.
Lapisan dalam cangkang umumnya berwarna putih keruh. Hidup dengan cara
membenamkan diri di pantai pasir (Oemarjati, 1990).

Analisis
Dari hasil perhitungan diperoleh data :

1. Panjang
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini, panjang maksimum kerang bulu
adalah 5.83 cm dan panjang minimum kerang bulu adalah 4.2 cm. Rata-rata
panjang kerang bulu adalah 4.9954 cm.

2. Lebar
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini, lebar maksimum kerang bulu adalah
4.47 cm dan lebar minimum kerang bulu adalah 3.01 cm. Rata – rata lebar
kerang bulu adalah 3.9589 cm.

12
3. Berat
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini, berat maksimum kerang bulu adalah
38.85 cm dan tebal minimum kerang bulu adalah 16.9 gr. Rata – rata berat
kerang bulu adalah 26.074 gr.

4. Hubungan lebar dan panjang kerang bulu


Dari hasil perhitungan didapatkan nilai persamaan regresi sebesar
y = 1,6064 + 0,856 x, dengan nilai koefisien determinan (r2) = 0,472.
Grafik regresinya yaitu

5. Hubungan lebar dan berat kerang bulu

Dari hasil perhitungan didapatkan nilai persamaan regresi sebesar


y = -11,476 + 9,485 x, dengan nilai koefisien determinan (r2) = 0,4467.
Grafik regresinya yaitu

13
6. Besar varian, standar deviasi, dan koefisien variasi
Lebar
Dari hasil perhitungan diperoleh besarnya varian (s2) = 0,093 sehingga
besarnya standar deviasi (s) = 0,305 dan koefisien variasi (kv) = 0,077=7,7%
Panjang
Dari hasil perhitungan diperoleh besarnya varian (s2) = 0,145 sehingga
besarnya standar deviasi (s) = 0,38 dan koefisien variasi (kv) = 0,076=7,6%
Berat
Dari hasil perhitungan diperoleh besarnya varian (s2) =18,83 sehingga
besarnya standar deviasi (s) = 4,34 dan koefisien variasi (kv) = 0,166=16,6%

BAB V
KESIMPULAN

1. Korelasi antara 2 variabel kerang bulu (Anadara antiquata) yaitu antara :

14
• Lebar (X) dan panjang (Y)
Regresi liniernya adalah : y = 1,6064 + 0,856 x
• Lebar (X) dan berat (Y)
Regresi linernya adalah : y = -11,476 + 9,485 x,
2. Besar koefisien determinan adalah :
• Lebar (X) dan panjang (Y) (r2) = 0,472
• Lebar (X) dan barat (Y) (r2) = 0,4467
3. Lebar tubuh kerang bulu mempengaruhi panjang tubuh kerang bulu. Semakin lebar
ukuran tubuh kerang bulu, semakin panjang tubuh kerang bulu.
4. Lebar tubuh kerang bulu mempengaruhi berat kerang bulu. Semakin lebar ukuran
tubuh kerang bulu, semakin berat tubuh kerang bulu.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2009. Pengaruh variasi Berat Asam gelugur (Garcinia atroviridis, giff)
Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr dan Cd Perebusan Kerang Bulu (Anadara
antiquata).http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14334/1/10E00343.pdf.
(diakses tanggal 18 Oktober 2010)

15
Hariyanto, Sucipto, Bambang irawan, dan Thin Soedarti. 2008. Teori dan Praktik
Ekologi. Surabaya: Airlangga University Press.

S.J. Mcnaughton, Larry. L. Wolf. 1990. Ekologi Umum. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta

Sokal. R.R, Rohlf, F.J. 1991. Pengantar Biostatistika Edisi Kedua. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta

Walpole, R.E.1995. Pengantar Statistika. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

16