Anda di halaman 1dari 3

PENDEKATAN-PENDEKATAN

ADMINISTRASI PUBLIK
Oleh : M. Sururi
(Disarikan dari Buku “Revolusi Administrasi Publik”, tulisan Lely Indah Mindarti,
Penerbit Bayumedia Publishing, Malang)

Terdapat dua perspektif pendekatan utama dalam Administrasi Publik, yakni perspektif
ortodok dan perspektif baru (new perspective)1. Perspektif yang bukan sesuatu yang
harus dinafikan atau direndahkan, tetapi semua perspektif, bahkan pendekatan yang
lahir dalam bidang adaministrasi publik dianggap sebagai sebuah proses menuju
perbaikan, baik dari sisi teori itu sendiri maupun dari sisi perwujudan administrasi publik
yang memberikan pelayanan yang lebih baik. Perspektif ortodoks dipahami sebagai
sebuah tahap awal dalam perkembangan administrasi public, tetapi bukan berarti tidak
bermanfaat sama sekali pada era sekarang. Pendekatan-pendekatan ortodoks masih
bisa dijadikan pendekatan terhadap masalah-masalah kekinian, namun sekali lagi
bahwa proses perubahan itu harus disadari betul. Dengan kata lain, segala kelebihan
pendekatan ortodok harus bisa dimanfaatkan, sementara kelebihan pendekatan baru
harus bisa melengkapi dan menyempurnakan.

Dalam tulisan ini, akan disajikan ringkasan berbagai pendekatan administrasi publik
yang berkembang selama ini.

A. PERSEPEKTIF ORTODOKS

1. Pendekatan legal (hukum)

Asumsi : bahwa kekuasaan legal adalah kewenangan yang efektif (ingat :


birokrasi Weber). Administrasi public merupakan penjabaran konstitusi,
dengan demikian tidak hanya eksekutif, tetapi legisltaif dan yudikatif.

1
Simmons, Robert H and Dvorin, Eugene P, 1977, Public Administration : Value,Policy dan
Change, Washington DC, Alfred Publishing Co.Inc.
Fokus : peraturan perundangan, hak hokum/prerogative dari eksekutif,
penjabaran teknis dari hak hokum.

Perkembangan : perlunya batasan hukum agar eksekutif tidak semena-mena,


dengan adanya prinsip good governance (pemerintahan yang baik), bila
terjadi pelanggaran hukum, maka perlu mekanisme hukum administrasi
public (PTUN).

Kelebihan : pendekatan ini sejalan dengan demokrasi, dimana keleluasaan


hukum dari (pejabat, eksekutif) dibatasi oleh sistem hukum yang kompleks.

Kekurangan : memendang sempit administrasi public sebagai “pelaksana


aturan”, kurang kreatif dan kurang memperhatikan proses.

2. Pedekatan sejarah

B. PERSPEKTIF BARU

Anda mungkin juga menyukai