Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA DASAR AGAMA

DAN AJARAN ISLAM

A. Kerangka Dasar Agama Islam


Menurut Endang Saifuddin Anshari (1986: 90-96) mengikuti
sistematik imam islam dan ihsan yang berasal dari Nabi Muhammad
mengemukakakn bahwa kerangka dasar agama islam terdiri atas (1)
akidah, (2) syari’ah dan (3) akhlak.
Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) :
Kata "‘aqidah" diambil dari kata dasar "al-‘aqdu" yaitu ar-
rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-
tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan
dengan kuat), at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di
antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-
jazmu(penetapan).
"Al-‘Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian,
pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " ‘Aqadahu"
"Ya'qiduhu" (mengikatnya), " ‘Aqdan" (ikatan sumpah), dan " ‘Uqdatun
Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala berfirman, "Allah tidak
menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud
(untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-
sumpah yang kamu sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang
mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya
adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah
dengan adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah
adalah aqa-id. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul
Muhiith dan al-Mu'jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada).
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang
secara pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.
(http://lesehan-muslim.forumotion.com/akidah-akhlak-f5/definisi-aqidah-
t4.htm).

Syariah (berarti jalan besar) dalam makna generik adalah


keseluruhan ajaran Islam itu sendiri (42 :13). Dalam pengertian teknis-
ilmiah syariah mencakup aspek hukum dari ajaran Islam, yang lebih
berorientasi pada aspek lahir (esetoris). Namum demikian karena Islam
merupakan ajaran yang tunggal, syariah Islam tidak bisa dilepaskan dari
aqidah sebagai fondasi dan akhlaq yang menjiwai dan tujuan dari syariah
itu sendiri.

1
Syariah memberikan kepastian hukum yang penting bagi 
pengembangan diri manusia dan pembentukan dan pengembangan
masyarakat yang berperadaban (masyarakat madani).

Syariah meliputi 2 bagian utama :

1. Ibadah ( dalam arti khusus), yang membahas hubungan manusia


dengan Allah (vertikal). Tatacara dan syarat-rukunya terinci dalam Quran
dan Sunah.  Misalnya : salat, zakat, puasa

2. Mu'amalah, yang membahas hubungan horisontal (manusia dan


lingkungannya) .  Dalam hal ini aturannya aturannya lebih bersifat garis
besar. Misalnya munakahat, dagang, bernegara, dll.

Syariah Islam secara mendalam dan mendetil dibahas dalam ilmu fiqh.

http://soni69.tripod.com/Islam/syariah.htm

Akhlak berasal dari bahasa arab yakni khuluqun yang menurut


loghat diartikan:  budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat
tersebut mengandung  segi-segi persesuaian denga perkataan khalakun
yang berarti kejadian, serta erat hubungan dengan khaliq yang berarti
pencipta dan makhluk yang berarti diciptakan. Perumusan pengertian
akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik
antara khaliq dengan makhluk dan antara makhluk dengan makhluk.

Sedangkan secara terminologi akhlak suatu keinginan yang ada di


dalam jiwa yang akan dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi
akal/pikiran. Menurut Al Ghazali akhlak adalah sifat yang melekat dalam
jiwa seseorang yang menjadikan ia dengan mudah tanpa banyak
pertimbangan lagi. Sedangkan sebagaian ulama yang lain mengatakan
akhlak itu adalah suatu sifat yang tertanam didalam jiwa seseorang dan
sifat itu akan timbul disetiap ia bertindak tanpa merasa sulit (timbul
dengan mudah) karena sudah menjadi budaya sehari-hari

Defenisi akhlak secara substansi tampak saling melengkapi, dan


darinya kita dapat melihat lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak,
yaitu:

1. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam dalam jiwa


seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.

2
2. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan
tanpa pemikiran. Ini berarti bahwa saat melakuakan sesuatu perbuatan,
yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar, hilang ingatan, tidur
dan gila.
3. Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri
orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar
kemauan, pilihan dan keputusan yang bersangkutan. Bahwa ilmu
akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan manusia yang
dapat dinilai baik atau buruk.
4. Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan
sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara
5. Sejalan dengan ciri yang keempat, perbuatan akhlak (khususnya akhlak
yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena keikhlasan semata-
mata karena Allah, bukan karena dipuji orang atau karena ingin
mendapatkan suatu pujian.

Disini kita harus bisa membedakan antara ilmu akhlak dangan


akhlak itu sendiri. Ilmu akhlak adalah ilmunya yang hanya bersifat teoritis,
sedangkan akhlak lebih kepada yang bersifat praktis. Sedangkan menurut
Abdurrahman Hasan Al maidani akhlak adalah sifat yang ada dalam diri
manusia -baik bawaan ataupun hasil usahanya- yang mempengaruhi tindak
tanduknya baik terpuji maupun tercela. Beliau menjelaskan bahwa apabila
dalam diri seseorang terpatri akhlak mahmudah maka akan lahir tindak
tanduk yang terpuji. Begitu pula sebaliknya, apabila dalam diri seseorang
tertanam akhlak madzmumah maka akan lahir tindak tanduk yang tercela.
Jadi sudah jelas bahwa insting dan motivasi seseorang masih dikatakan
bukan akhlak ketika masih dalam batasan kewajaran. Namun ketika insting
dan motivasi seseorang melebihi kewajaran maka itu sudah pasti lahir dari
jeleknya akhlaknya.

http://firmans.web.id/definisi-akhlak.html

B. Agama Islam Dan Ajarannya: Ilmu-Ilmu Keislaman


Hubungan agama Islam dengan Ilmu – ilmu keislaman yang
menjelaskan atau mengembangkan agama Islam menjadi ajaran Islam.
1. Akidah Islam
Akidah perlu diperinci lebih lanjut dengan ilmu kalam, yang
mana mempunyai beberapa aliran, yaitu:

3
Kharijiyah, sebagai kelompok disebut khawarij yakni
segolongan umat Islam yang semula pengikut Ali bin Abi Thalib,
kemudian keluar dan memisahkan diri dari Ali karena todak setuju
kepada sikap Ali terhadap Mu’awiyah dalam menyelesaikan
perselisihan (politik) mereka dengan berunding yang kemudian
dilanjutkan dengan arbitrasi (perwasitan atau tahkim).
Murji’ah berpendapat bahwa dosa besar yang dilakukan
seorang mukmin, tidaklah menyebabkan orang itu keluar dari
agama Islam, kecuali ia musyrik
Syi’ah terdiri dari 3 aliran, yaitu: Itsna ‘Asyariyah, Sab’iyah
dan Zaidiyah. Berpendapat bahwa hanya Ali bin Abi Thalib serta
keturunannya yang berhak menjadi khalifah. Jika kita bandingkan
aliran-aliran dalam Islam, terdapat beberapa hal menarik dalam
aliran syi-ah, yaitu:
1. Dikalangan syi’ah pintu jihad tidak pernah ditutup.
2. Peranan imam sebagai punggawa hukum dominan dan putusan-
putusanya dipatuhi oleh para pengikutnya.
3. Masyarakatnya menarik garis keturunan secara bilateral. Cara
menarik garis keturunan ini menentukan kedudukan para ahli
waris dalam pembagian warisan.
Jabariyah, berpendapat bahwa manusi terpaksa/dipaksa
melakukan sesuatu yang telah ditentukan Allah, manusia tidak
mempunyai ikhtiar, kemauan dan kekuasaan untuk menentukan
pilihan sendiri mengenai perbuatannya.
Qadariyah, berpendapat bahwa manusia mempunyai qadar
(kuasa) untuk menentukan segala perbuatannya.
Muktazilah, mempergunakan akal manusia dalam
menjelaskan keyakinan agama.
Ahlussunnah wal jama’ah (sunni), berpegang teguh pada
sunah nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya mengenai
akidah
2. Syari’ah
Syari’ah sebagai sistem mempunyai dua jalur, yaitu:
a. Jalur vertikal, ditempuh dengan mengikuti kaidah ibadah murni.
Mengenai ibadah, yaitu cara dan tata manusia berhubungan
langsung dengan Tuhan, tidak boleh ditambah – tambah atu
dikurangi. Ketentuannya diatur oleh Allah sendiri dan dijelaskan
secara rinci oleh Rasulnya, karena sifatnya yang tertutup
tersebut, dalam ibadah diberlakukan asas umum yaitu pada
dasarnya semua perbuatan dilarang dilakukan, kecuali mengenai

4
perbuatan yang dengan tegas disuruh Allah seperti dicontohkan
Rasulnya. Misalnya Shalat, zakat, puasa dan haji
b. Jalur horizontal , ditempuh dengan mengikuti kaidah – kaidah
mu’amalah. Tentang kaidah mu’amalah, hanya pokok –
pokoknya saja yang ditentukan dalam Al-Qur’an dan hadist.
Perinciannya terbuka bagi akal manusia yang memenuhi syarat
untuk berijtihad. Karena sifatnya yang terbuka tersebut, dalam
bidang mu’amalah berlaku asas umum yaitu pada dasarnya
semua perbuatan boleh dilakukan, kecuali mengenai perbuatan
tersebut ada larangan dalam Al-Qur’an dan al- Hadits.

C. Tasawuf, Filsafat, Politik Dan Pembaharuan


(1) Tasawuf. Ilmu yang mempelajari ajaran akhlak yang terdapat dalam
al-Qur’an dan al-Hadist disebut juga ilmu tasawuf dan ilmu akhlak.
Ilmu tasawuf adalah ilmu yang menjelaskan tata cara
pengembangan rohani manusi dalam rangka usaha mencari dan
mendekatkan diri kepada Allah. Tasawuf berasal dari kata suf, yang
berarti bulu domba kasar, disebut demikian karena orang yang
memekainya disebut orang sufi/mutasawif, hidup dalam kemiskinan
dan kesederhanaan. Sulit mendefinisikan tasawuf secara lengkap,
menurut Anne Marie Schimmel, karena orang hanya dapat
menyentuh salah satu sudutnya saja. Sementara itu, Imam Al-
Taftazani tidak mendefinisikan tasawuf, namun ia merumuskan ciri-
ciri tasawuf.
Ciri-ciri tersebut adalah:
a. memiliki nilai–nilai moral.
b. pemenuhan fana (sirna, lenyap)dalam realitas mutlak
c. pengetahuan intuitif (berdasarkan bisikan hati) langsung.
d. timbulnya rasa kebahagiaan sebagai karinia Allah dalam diri
sufi karena tercapainya maqamat (beberapa tingkatan
perhentian) dalam perjalanan sufi mendekati Allah.
e. penggunaan lambang–lambang pengungkapan (perasaan)
yang biasanya mengandung pengertian harfiah dan tersirat.

Terdapat Zahid dalam tasawuf, yaitu mereka


mengembangkan rasa takut kepada Tuhan dan azabnya, yaitu:

a. Sikap zuhud, sikap tidak tertarik pada kesenangan duniawi.


b. Sikap Wara, sikap yang hanya mau mengambil yang halal,
pantang mengambil yang diragukan / haram.

5
c. Sikap Qana’qh, sikap merasa cukup dengan rezki yang halal
betapapun sedikitnya.
d. Sikap ingat selalu pada-Nya
e. Sikap kusyuk dan tekun beribadat (shalat, puasa, zikir) dan
lain – lainnya
(2) Filsafat, berasal dari bahasa arab yang berarti falsafah yang
diturunkan dari bahasa Yunani Philosophia, artinya cinta kepada
pengetahuan atau cinta pada kebenaran. Sedangkan menurut kamus
besar bahasa Indonesia, filsafat adalah pengetahuan dan
penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada,
karena, asal dan hukumnya. Filsafat adalah pemikiran rasional,
kritis, sistematis dan radikal tentang suatu obyek. Obyek pemikiran
kefilsafatan adalah segala yang ada, yaitu Tuhan, manusia dan
alam.
Filsafat Islam adalah pemikiran rasional, kritis, sistematis
dan radikal tentang aspek-aspek agama ajaran Islam. Al-Qur’an
sejak semula telah memerintahkan manusia untuk menggunakan
akalnya. Akal adalah potensi luar biasa yang dianugrahkan Allah
kepada manusia, karena dengan akalnya manusia memperoleh
pengetahuan tentang berbagai hal, dapat membedakan mana yang
benar mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk,
mengetahui rahasia hidup dan kehidupan dan seterusnya. Oleh
karena itu agama dan ajaran Islam memberikan tempat yang
tertinggi kepada akal, karena akal dapat digunakan memehami
agama dan ajaran Islam sebaik – baiknya dan seluas – luasnya.
(3) Politik, didalam Islam kekuasaan politik kait mengait al-hukm.
Perkataan al-hukn dan kata – kata yang terbentuk dari kata tersebut
dipergunakan 210 kali dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Indonesia,
perkataan al-hukm yang telah dialih bahasakan menjadi hokum
intinya adalah peraturan, undang – undang, patokan atau kaidah dan
keputusan atau vonis (pengadilan).
Sedangkan dalam bahasa Arab, dapat dipergunakan dalam
arti perbuatan atau sifat jadi sebagai perbuatan hokum bermakna
mambuat atau menjalankan keputusan, dikaitkan dengan kehidupan
bermasyarakat, arti perbuatan dalam hubungan ioni adalah
kebijaksanaan. Disini jelas terlihat hubungan al-hukm dengan
konsep atau unsur politik. Wujud kekuasaan politik menurut agama
dan ajaran Islam adalah sebuah system politik yang diselenggarakan
menurut hukum Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an. ika kita
bandingkan aliran – aliran hokum yang berkembang dikalangan

6
sunni dan syi’ah, ada beberapa hal menarik yang perlu dicatat,
yaitu:
a. Pintu jihan mengenai hukm tidak tertutup.
b. Imam berperan dominan dalam menentukan hukm dan
ditaati oleh pengikut- pengikutnya
c. Masyarakatnya menarik garis keturunan secara bilateral.
Cara menarik garis keturunan ini menentukan kedudukan
para ahli waris dalam pembagian warisan.

(4) Pembaharuan dalam bahasa arabnya yaitu tajdid. Kata tajdid sendiri
secara bahasa berarti “mengembalikan sesuatu kepada kondisinya yang
seharusnya”. Dalam bahasa Arab, sesuatu dikatakan “jadid” (baru), jika
bagian-bagiannya masih erat menyatu dan masih jelas. Maka upaya tajdid
seharusnya adalah upaya untuk mengembalikan keutuhan dan kemurnian
Islam kembali. Atau dengan ungkapan yang lebih jelas, Thahir ibn ‘Asyur
mengatakan,
Pembaharuan agama itu mulai direalisasikan dengan mereformasi
kehidupan manusia di dunia. Baik dari sisi pemikiran agamisnya dengan
upaya mengembalikan pemahaman yang benar terhadap agama
sebagaimana mestinya, dari sisi pengamalan agamisnya dengan
mereformasi amalan-amalannya, dan juga dari sisi upaya menguatkan
kekuasaan agama
Pengertian ini menunjukkan bahwa sesuatu yang akan mengalami proses
tajdid adalah sesuatu yang memang telah memiliki wujud dan dasar yang
riil dan jelas. Sebab jika tidak, ke arah mana tajdid itu akan dilakukan?
Sesuatu yang pada dasarnya memang adalah ajaran yang batil –dan
semakin lama semakin batil-, akan ditajdid menjadi apa? Itulah sebabnya,
hanya Syariat Islam satu-satunya syariat samawiyah yang mungkin
mengalami tajdid. Sebabnya dasar pijakannya masih terjaga dengan sangat
jelas hingga saat ini, dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun Syariat
agama Yahudi atau Kristen –misalnya-, keduanya tidak mungkin
mengalami tajdid, sebab pijakan yang sesungguhnya sudah tidak ada.
Yang ada hanyalah “apa yang disangka” sebagai pijakan, padahal bukan.
Tidak mengherankan jika kemudian aliran Prostestan menerima
“kemenangan” akal dan sains atas agama, sebab gereja pada mulanya tidak
menerimanya, sebab teks-teks Injil tidak memungkinkan untuk itu. Dan
yang seperti sama sekali tidak dapat disebut sebagai tajdid.
Dalam Islam sendiri, seputar ide tajdid ini, Rasulullah saw. sendiri telah
menegaskan dalam haditsnya tentang kemungkinan itu. Beliau
mengatakan, yang artinya:

7
 “Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk ummat ini pada setiap
pengujung seratus tahun orang yang akan melakukan tajdid
(pembaharuan) terhadap agamanya.” (HR. Abu Dawud , no. 3740)

D. Akidah, Syari’ah, Akhlak Dan Berbagai Aspek Lain Ajaran Islam


1. Pendidikan
Pendidikan Adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk
mengembangkan potensi manusia lain / memindahkan nilai dan
normayang dimilikinya kepada orang lain dalam masyarakat. Yang
dimaksud dengan pendidikan Islam adalah proses penyampaian
informasi dalam rangka pembentukan insane dan bertaqwa agar
manusia menyadari kedudukannya, tugas dan fungsinya. Didunia
ini baik sebagai abdi maupun khalifahnyanya dibumi. Dalam
konfrensi pendidikan di Mekkah, tujuan pendidikan Islam adalah
untuk membina insane yang beriman dan bertaqwa yang
mengabdidirinya hanya kepada Allah membina serta memelihara
alam sesuai dengan syari’ah serta memanfaatkannya dengan akidah
dan akhlak.
2. Masyarakat
Masyarakat Islam adalah masyarakat tempat pergaulan hidup
manusia yang berinteraksi terus menerus menurut system
nilai/norma tertentu. Masyarakat Islam adalah tempat bertemunya
agama dengan negara, dengan demikian tercipta sistem sosial yang
berlandaskan hukum Illahi yang bersumber dari sumber-sumber
Agama Islam (Yusuf Al- Qardawi: 1989). Masyarakat yang ideal
adalah masyarakat Islami dengan ciri-ciri; persaudaraan yang erat,
persamaan derajat, toleransi/tasamuh, masyarakat yang ma’ruf nahi
mungkar, masyarakat yang melakukan musyawarah untuk
memcahkan masalah bersama, Masyarakat yang menjunjung tinggi
keadilan dan menegakan keadilan, dan masyarakat yang mengejar
keseimbangan antara kegiatan dunia dengan akhirat.
3. Ekonomi
Yang dimaksud dengan system ekonomi Islam adalah system
ekonomi yang terjadi setelah prinsip ekonomi yang menjadi
pedoman kerjanya, dipengaruhi atau dibatasi oleh ajaran – ajaran
Islam. Sumber daya alam yang disediakan Tuhan itu harus diolah
oleh tenaga dan akal manusia melalui prinsip – prinsip ekonomi.
Usaha manusia untuk mengolah sumber daya alam terikat kepada
beberapa syarat, seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an: 1. Tidak
boleh melampaui batas sehingga membahayakan kesehatan dan

8
kesejahteraan manusia lahir dan batin (QS. 7:31). 2. Hasilnya tidak
boleh ditimbun, yanpa dimanfaatkan untuk kepentingan sesama
manusia (QS. 9:34). 3.Tidak boleh dilakukan dengan cara yang batil
atau curang, antara lain dengan: a. Mencuri (QS. 5:38) b. Menipua
QS. 6:52) c. Melanggar janji atau sumpah (QS. 16:94) d.
Melakukan perbuatan – perbuatan lain yang bertujuan mengambil
harta orang lain tanpa izin, diluar pengetahuan dan kemauan yang
berhak. 4. Selalu ingat kepada orang – orang miskin, karena dalam
kekayaan dan pendapatan seseorang ada hak orang – orang miskin
dalam bagian zakat Dalam system ekonomi Islam , nilai – nilai
yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al- Hadits dirumuskan menjadi
norma melalui ijtihad orang – orang yang memenuhi syarat untuk
berijtihad dan dipraktekan dalam masyarakatDari uraian tersebut
diatas dapat disimpulkan bahwa Islam sebagai agam dan ajaran
mempunyai system sendiri yang bagian – bagiannya saling bekerja
sama untuk mencapai tujuan. Intinya adalah tauhid yang
berkembang melalui akidah. Dari akidah mengalir syari’ah dan
akhlak islam. Melalui syari’ah dan akhlak dikembangkan sistem –
system Islam dalam lembaga keluarga, masyarakat, pendidikan,
hokum, ekonomi, budaya, filsafat dan sebagainya.

Referensi Terkait:

http://lesehan-muslim.forumotion.com/akidah-akhlak-f5/definisi-aqidah-
t4.htm
http://soni69.tripod.com/Islam/syariah.htm

http://firmans.web.id/definisi-akhlak.html

http://www.scribd.com/doc/39309788/Kerangka-Dasar-Agama-
Islam